|

|
|
I.
Sumarya. SJ
|
|
|
( Ibr2:14-18 ; Luk2:22-32) “Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah", dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang
( 2Sam15:13-14 ; 16:5-13a ; Mrk5:1-20) “Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia.
Mg Biasa IV : Yer1:4-517-19 ; 1Kor12:31-13:13 ; Luk4:21-30"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya” Sebut saja namanya “Yosep” dan “Maria” (nama samaran). Mereka saat ini sedang dalam masa tunangan dan beberapa bulan lagi akan saling menerimakan Sakramen Perkawinan untuk hidup bersama sebagai suami-isteri, membangun keluarga baru. Dan memang akhirnya hari “H” yang dinanti-nantikan sungguh terjadi, pada hari yang telah mereka tentukan dan pilih mereka saling menerimakan Sakramen Perkawinan dalam Perayaan Ekaristi yang dihadiri oleh
( 2Sam12:1-7a11-17 ; Mrk4:35-41) “Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang." Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu
( 2Sam11:1-4 ; 5-10 ; 13-17 ; Mrk4:26-34) “Lalu kata Yesus: "Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak,
( 2Sam7:18-1924-29 ; Mrk4:21-25) “Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap. Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!" Lalu Ia berkata lagi: "Camkanlah apa yang kamu dengar!
( 2Sam7:4-17 ; Mrk4:1-20) “Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu. Jawab-Nya: "Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun." Lalu Ia berkata kepada mereka: "Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian
( 2Tim1:1-8 ; Luk10:1-9) “Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.
( Kis22:3-16 ; Mrk16:15-18) “Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
( Neh8:3-5a6-79-11 ; 1Kor12:12-30 ; Luk1:1-4 ; 4:14-21) “Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik” Setiap pengikraran, janji, peresmian, pelantikan, pengukuhan, dst..pada umumnya merupakan kabar baik, misalnya saat-saat pembaptisan, saling menerimakan Sakramen Perkawinan, tahbisan imam, kaul membiara, sumpah jabatan, dst.
( 2Sam1:1-4 ; 11-12 ; 19 ; 23-27 ; Mrk3:20-21) “Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makan pun mereka tidak dapat. Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi” ( Mrk3:20-21), demikian kutipan Warta
|
|
|