Renungan Harian
 
 
 
 

I. Sumarya. SJ

 

(Yes62:1-5 ; 1Kor12:4-11 ; Yoh2:1-11)

"Dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid- Nya percaya kepada-Nya."

Pesta perkawinan pada umumnya dipersiapkan cukup lama, selain persiapan calon penganten yang bersangkutan kiranya juga persiapan aneka kebutuhan untuk pesta, seperti tempat pesta beserta dengan jamuan makan dan minumnya, ....


(1Sam8:4-710-22a ; Mrk2:1-12)

“Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak.


(1Sam4:1-11 ; Mrk1:40-45)

“Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku." Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta


(1Sam3:1-1019-20 ; Mrk1:29-39)

“Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani


(1Sam1:9-20 ; Mrk1:21-28)

“Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-


(1Sam1:1-8 ; Mrk1:14-20)

Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala


(Yes40:1-59-11 ; Tit2:11-14 ; 3:4-7 ; Luk3:15-1621-22)

"Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan."

“Baptis, pintu gerbang sakramen-sakramen, yang perlu untuk keselamatan, entah diterima secara nyata atau setidak-tidaknya dalam kerinduan, dengan mana manusia dibebaskan dari dosa,


(1Yoh5:14-21 ; Yoh3:22-30)

”Sesudah itu Yesus pergi dengan murid-murid-Nya ke tanah Yudea dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis. Akan tetapi Yohanes pun membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air, dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis, sebab pada waktu itu Yohanes belum dimasukkan ke dalam penjara.


(1Yoh5:5-13 ; Luk5:12-16)

Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku." Lalu Yesus mengulurkan tangan


(1Yoh4:19-5:4 ; Luk4:14-22a)

“Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia.


(1Yoh4:11-18 ; Mrk6:45-52)

“Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Setelah Ia berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa.



Sebelum 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Berikut


Copyrights 2001 Ekaristi.Org - Media Katolik Indonesia/ Catholics Online [[Kel 20:1-17]]