I. Sumarya. SJ

 

Ikuti Jalan SalibJalan Salib

Homili dan Renungan Harian Zakheus Membuat Kejutan

Kirim Ke Printer Kirim artikel ini ke teman


Zakheus Membuat Kejutan
(Pemberkatan Rumah)
Luk19:1-10

Saudara-saudara yang terkasih, membaca kisah
Zakheus ini saya bisa tertawa sendiri. Betapa tidak, ada
orang tua naik pohon untuk melihat Yesus lewat. Jika yang
naik pohon itu anak-anak, maka hal itu adalah sesuatu yang
wajar, tetapi di sini yang naik pohon adalah Zakheus,
orang tua, Kepala Pemungut Cukai, jadi bukan orang
sembarangan, bukan?

Nah untuk selanjutnya, Anda akan banyak menemukan
kejutan-kejutan dalam kisah Zakheus ini.
· Kejutan 1: Ada orang tua dan orang terpandang naik pohon
untuk melihat Yesus. Orang itu adalah Zakheus.
· Kejutan 2: Yesus menyapa dengan ramah Zakheus. Hal ini
sama sekali di luar dugaan Zakheus. Zakheus tentunya tahu
diri, sebagai Kepala pemungut cukai yang dibenci rakyat,
tentunya juga dibenci Yesus. Mestinya Yesus akan melengos
tanpa mau melihatnya atau bahkan meludah ketika
melihatnya. Tetapi sungguh di luar benak Zakheus, Yesus
menyapa, memanggil namanya bagaikan seorang sahabat lama
saja.
· Kejutan 3: Yesus mau menumpang di rumahnya. Di sini yang
terkejut bukan hanya Zakheus, tetapi juga para murid Yesus
sendiri.
· Kejutan 4: Yesus memberikan jaminan keselamatan pada
Zakheus. Bahkan pada diri Kepala pemungut cukai pun masih
ada kesempatan untuk memperoleh keselamatan
· Kejutan 5: Zakheus berjanji akan memberi setengah dari
harta kekayaannya untuk orang miskin. Serta akan
mengembalikan 4 kali lipat jika ada orang yang pernah
diperasnya. Ini adalah sebuah silih atas dosa-dosanya.

Nah dalam Kisah Zakheus ini ternyata ada 5
kejutan, yaitu peristiwa yang luar biasa, yang tidak akan
terjadi sebagaimana biasanya. Sekarang kita akan lihat
satu persatu kejutan-kejutan yang terjadi pada Kisah
Zakheus ini.

Zakheus bukan hanya orang tua, tetapi juga orang
yang berpangkat tinggi, walaupun jabatannya tidak disukai
rakyat, karena dia adalah Kepala Pemungut Cukai. Betapa
tidak mengejutkan ada oranga tua berpangkat, memanjat
pohon, hanya untuk dapat melihat Yesus. Apakah ia tidak
malu diketahui oleh orang banyak, yang sebagian besar
tentunya mengenal dia? Hal itu hanya mungkin jika dalam
hati Zakheus memang sudah terbakar kerinduan untuk dapat
melihat Yesus. Ini berarti dalam hati Zakheus, bukan hanya
sekedar ingin tahu atau ingin melihat rupa Yesus , tetapi
tentunya sudah terkandung benih iman yang dalam.Melihat
Yesus Sang Mesias berarti melihat keselamatan, maka ia
memutuskan untuk tidak boleh tidak, harus melihat Yesus,
dengan cara apapun hari itu. Mungkin kesempatan lain
mungkin tidak akan terjadi lagi, yaitu Yesus melewati
rumahnya.

Yesus tidak melengos menunjukkan ketidaksukaannya
pada Zakheus, sebagaimana rakyat membencinya. Ia bahkan
menyapa Zakheus dengan memanggil namanya, entah siapa yang
memberi tahu nama Zakheus. Di sini tampaknya Yesus
bagaikan menyapa sahabat lama saja. Mungkin Yesus sudah
tahu apa yang terkandung dalam hati Zakheus, Yesus mungkin
tersentuh pada usaha Zakheus dengan segala cara untuk
melihat diriNya, walaupun dengan cara yang mungkin akan
memalukan bagi seorang Kepala Pemungut Cukai ini. Yesus
tahu bahwa di dalam peristiwa yang menggelikan dan
memalukan ini terkandung iman yang besar, maka Yesus
memutuskan untuk tinggal di rumah orang yang baru beriman
ini.

Janji Zakheus juga merupakan kejutan , karena baru
kali ini kita melihat ada orang bertobat dengan janji
memberikan setengah hartanya (dalam kasus ini cukup besar
jumlahnya, karena Zakheus itu kaya). Jika Zakheus itu
orang jujur, maka sebagai kepala Pemungut Cukai ia juga
akan bisa kaya, tetapi dengan tidak jujur kekayaannya bisa
menjadi dua kali lipat jumlahnya. Maka separo dari harta
kekayaannya yang mungkin didapatkan dari hasil
ketidak-jujurannya itu akan dikembalikan dengan cara
membagikannya kepada orang miskin. Untuk meyakinkan pada
Yesus bahwa ia benar-benar telah bertobat, maka ia
berjanji lagi akan mengembalikan 4 kali lipat kepada orang
yang pernah diperasnya. Di sini kita tahu Zakheus
benar-benar telah berubah. Zakheus lama telah berubah
menjadi Zakheus baru, akibat sapaan ramah Sang Mesias.
Hari itu telah terjadi keselamatan di Rumah Zakheus.
Keselamatan itu terjadi dari dua pihak. Pertama adalah
pertobatan Zakheus dan kedua adalah kedatangan Yesus.
Hanya di dalam Yesuslah ada keselamatan, maka kehadiran
Yesus adalah kedatangan keselamatan itu.

Apa arti kisah Zakheus ini bagi kita? Marilah kita
teliti satu-persatu:
· Jangan mudah putus asa, jika kita mendapatkan banyak
kendala dalam mencari Tuhan. Tuhan berkata bahwa dalam
kaum miskinlah kita akan dapat melihat Tuhan. Mat25:40.
Untuk bisa membantu dan mencintai kaum miskin, kita banyak
kendala. Marilah kita meniru pada Zakheus untuk tidak
mudah putus asa untuk melihat Yesus. Jangan malu-malu
kalau kita mau berinisiatip membantu kaum miskin dan
mencintainya. Biarlah orang lain mentertawakan usaha kita,
mungkin usaha kita in I bagaikan Zakheus yang memanjat
pohon untuk melihat Yesus.
· Jangan buang orang-orang yang kita pandang berdosa,
marilah kita dekati dengan baik-baik penuh persahabatan.
Kita perbaiki kelakuannya dengan cara yang bersahabat.
Kebencian, sumpah serapah dan pengusiran tak akan
membuahkan kebaikan bagi dia dan kita. Kita mungkin bisa
meniru Yesus yang menyapa ramah Zakheus sang pendosa itu.
· Walaupun Tuhan telah mengampuni dosa-dosa kita dalam
sakramen tobat misalnya, marilah kita membuat silih
sebagai bukti bahwa kita benar-benar telah berubah.
Misalnya janji pada Tuhan untuk membantu kaum miskin yang
kita kenal, memberi dana pada anak yatim-piatu, berpuasa,
mati raga, atau berjanji akan membuat kebaikan-kebaikan
yang lain. Hal itu akan sangat menyenangkan hati Tuhan.
· Dalam rangka pemberkatan rumah, adalah usaha kita
memohon Yesus datang di rumah ini. Kita berdoa agar kita
mendapat perlindungannya, dari kekuatan-kekuatan jahat,
dari penyakit-penyakit dan sebagainya. Agar Yesus menjadi
Raja kita yang kita sembah dan menjadi pedoman bagi
tingkah laku kita.

Akhirnya marilah saudara-saudari terkasih dalam
Yesus, dalam ekaristi ini kita berdoa, agar Tuhan juga
menganugerahi kita rahmat keberanian, sebagaimana Zakheus
yang pantang menyerah untuk mendapatkan jalan melihat
wajah Tuhan dan keberanian untuk membuat silih yang bisa
menyenangkan hati Tuhan dan sesama kita. Amin.
Tgl 11Aug2004 oleh bonthot

Register agar anda dapat ikut mengirimkan komentar anda