I. Sumarya. SJ

 

Ikuti Jalan SalibJalan Salib

Homili dan Renungan Harian “Siapa yang mempunyai kepadanya akan diberi sehingga ia berkelimpahan”

Kirim Ke Printer Kirim artikel ini ke teman


“Siapa yang mempunyai kepadanya akan diberi sehingga ia berkelimpahan”

(Kel 19:1-2.9-11.16-20b; Mat 13:10-17)

“Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?" Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka. Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya” (Mat 13:10-17), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Orang yang cukup rajin, tekun, kerja keras, disipilin diri dst.. pada umumnya memiliki tugas pekerjaan atau tanggunjawab cukup banyak, dan meskipun demikian semua tugas dapat diselesaikan atau dikerjakan dengan baik dan sukses, sehingga yang bersangkutan juga semakin memiliki banyak keterampilan. Semua tugas pekerjaan yang diterimanya dikerjakan dengan semangat belajar dan rendah hati. Sebaliknya ada orang diberi satu tugas saja tidak pernah diselesaikan dengan baik. Orang yang merasa memiliki banyak waktu pada umumnya akan boros waktu, maka tugas yang diberikan senantiasa ditunda-tnnda karena merasa memiliki banyak waktu. Sebaliknya orang yang merasa tidak memiliki banyak waktu akan menggunakan waktu seefisien dan seefektif mungkin, sehingga meskipun memiliki banyak tugas pekerjaan semuanya dapat diselesaikan dengan baik. “Siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga berkelimpahan, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil daripadanya”, demikian sabda Yesus. Sabda ini kiranya dapat difahami dan dihayati sebagai pegangan atau pedoman mereka yang rajin, ulet, tekun, kerja keras dan disiplin; yang bersangkutan memang memiliki aneka bakat atau anugerah serta kemudian memfungsikan bakat-bakat tersebut seoptimal mungkin, dan dengan demikian bakat-bakatnya semakin mantap dan berkembang serta handal maupun fungsional demi kepentingan bersama. Maka dengan ini kami mengajak anda sekalian untuk dengan rendah hati mengoptimalkan fungsi mata dan telinga kita guna mempelajari aneka keterampilan dan ilmu yang fungsional demi keselamatan atau kebahagiaan bersama. Kami berharap agar anak-anak di dalam keluarga sedini mungkin dibiasakan memfungsikan waktu dan tenaga secara efisien, efektif dan affektif.

· "Pergilah kepada bangsa itu; suruhlah mereka menguduskan diri pada hari ini dan besok, dan mereka harus mencuci pakaiannya. Menjelang hari ketiga mereka harus bersiap, sebab pada hari ketiga TUHAN akan turun di depan mata seluruh bangsa itu di gunung Sinai.” (Kel 19:10-11), demikian firman Tuhan kepada Musa, yang memiliki tugas pengutusan untuk mendampingi perjalanan bangsanya kembali ke tanah terjanji. Marilah firman di atas ini kita hayati sebagai firman kepada kita semua yang sedang dalam perjalanan melaksanakan aneka tugas pekerjaan sesuai dengan fungsi atau jabatan kita masing-masing. Dalam atau selama melaksanakan tugas pengutusan atau pekerjaan kita semua diharapkan untuk senantiasa dalam keadaan bersih alias kudus atau suci. Dengan kata lain hendaknya tidak pernah menyeleweng atau selingkuh dalam melaksanakan tugas pekerjaan atau menghayati panggilan; hendaknya jangan melakukan korupsi dalam bentuk apapun dalam melaksanakan tugas pekerjaan. Melakukan korupsi berarti melakukan pembusukan lingkungan hidup dan kerja, sehingga lingkungan hidup dan kerja tak sedap, tak nikmat, tak enak lagi untuk dilihat, ditinggali dst… Marilah kita senanitiasa dalam kesiap-siagaan untuk mendengarkan suara Tuhan dalam perjalanan tugas dan panggilan kita, agar kita tetap dapat menjaga diri dalam keadaan bersih atau suci. Suara Tuhan antara lain menggejala atau menjadi nyata dalam aneka saran, harapan, perintah, arahan, nasihat dst.. dari saudara-saudari kita, yang hidup dan bekerja bersama dengan kita. Semoga lingkungan hidup dan lingkungan kerja kita bagaikan lingkungan tempat beribadat, sehingga mereka yang ada di dalamnya dalam melaksanakan aneka tugas apapun sebagai ibadat kepada Tuhan.

"Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah nenek moyang kami, yang patut dihormati dan ditinggikan selama-lamanya. terpujilah nama-Mu yang mulia dan kudus, yang patut dihormat dan ditinggikan selama-lamanya. Terpujilah Engkau dalam Bait-Mu yang mulia dan kudus, Engkau patut dinyanyikan dan dimuliakan selama-lamanya. Terpujilah Engkau di atas takhta kerajaan-Mu, Engkau patut dinyanyikan dan ditinggikan selama-lamanya” (Dan 3:52-54)

Ign 21 Juli 2011
Tgl 20Jul2011 oleh Rm. I. Sumarya .SJ.

Register agar anda dapat ikut mengirimkan komentar anda