1 JANUARI Yesus dari Nazaret: Oktaf Natal Delapan hari setelah kelahiran-Nya, Kanak - Kanak Yesus disunat sesuai aturan hukum Taurat Musa(Im12:3 ; Luk2:21 ; Kis7:8 ; Flp3:5) dan diberi nama Yesus (Yun: Iesous; Ibr Yesyua, Yehosyua, yang berarti "Yahweh yang menyelamatkan"). Nama ini juga pernah di pakai oleh Yosua, pengganti Musa. Melalui Yesus dari Nazaret, umat manusia diselamatkan (Kis4:12 ; Flp2:9-11). Dialah Al-masih yang dijanjikan Yahweh kepada Israel, bangsa terpilih, dan kelahiran-Nya melalui Perawan manusia menjadikan Dia seorang warga suku Israel. Sunat, sebagai upacara keagamaan dikalangan orang Ibrani dan lambang keanggotaan seorang dalam masyarakat, menjadikan Yesus anggota masyarakat Yahudi.
Hari Raya Santa Perawan Maria, Bunda Allah Hari Raya Santa Perawan Maria, Bunda Allah mengingatkan kita akan bidaah (ajaran sesat) tentang kebundaan Ilahi Maria, yang muncul pada abad ke-5. Pokok ajaran bidaah ini ialah bahwa Maria memang Bunda Yesus, tetapi bukan Bunda Allah. Dalam Konsili Efesus pada tahun 431, ajaran sesat ini di kutuk. Konsili tetap dengan teguh mempertahankan ajaran yang benar, yaitu bahwa Maria adalah Bunda Allah (Theotokos), karena Yesus anaknya adalah sungguh - sungguh Allah. Hari raya Santa Perawan Maria Bunda Allah ditetapkan oleh Paus Pius XI pada hari ulang tahun ke 1500 Konsili Efesus itu sendiri. Pada kesempatan ini, ada baiknya kita merenungkan maka nubuat Nabi Yesaya: "Sesungguhnya seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki - laki, dan ia akan menamakan Dia, Immanuel"(Yes7:14), dan makna dari salam Elisabeth kepada Maria yang mengunjunginya: "Diberkatilah engkau diantara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini, sehingga ibu Tuhanku datang ,mengunjungi aku?"(Luk1:42-43) Merayakan hari Santa Perawan Maria Bunda Allah juga berarti bahwa kita mengakui Yesus sebagai "sungguh - sungguh Allah" dan "sungguh - sungguh Manusia". Kemuliaan Maria sebagai Bunda Allah adalah cerminan kemuliaan Anaknya, yaitu Yesus, TUhan dan Penebus umat manusia.
Santo Almakios atau Telemakus Almakios adalah seorang biarawan. Tatkala ia mengunjungi kota Roma, ia berusaha menghentikan pertunjukkan gladiator yang berbahaya yang sering menimbulkan korban jiwa. Dalam usaha ini, ia sendiri akhirnya terbunuh. Namun usahanya yang memuncak pada kematiannya itu membawa suatu perubahan, yakni sejak saat itu, Kaisar melarang pertunjukkan berbahaya itu.
Copyrights 2001 Ekaristi.Org - Media Katolik Indonesia/
Catholics Online [[Kel 20:1-17]]