Santo Eulogius dan Leokrita, Martir
Eulogius lahir pada abad ke sembilan. Ia dikenal sebagai seorang imam
yang lembut dan terpelajar. Ia ditangkap pada saat orang – orang
Islam menduduki kota Cardoba. Di dalam penjara, ia bertemu dengan dua
orang Kristen lainnya, yaitu Flora dan Maria. Eulogius menghibur dan
meneguhkan hati kedua wanita serani itu menjelang kematiannya sebagai
martir – martir Kristus.
Eulogius kemudian dibebaskan lagi oleh orang – orang Islam. Masa
setelah kebebasannya itu digunakan untuk mencatat nama – nama para
martir yang telah dibunuh pada masa pendudukan orang Islam. Ketika akan
diangkat menjadi Uskup Agung kota Toledo, Spanyol Tengah, ia dikejar
– kejar lagi oleh para musuhnya. Seorang wanita Islam bernama
Leokrita – yang kemudian bertobat menjadi Kristen – menyembunyikan
dia di dalam rumahnya. Tetapi tak lama kemudian Eulogius ditangkap dan
dibunuh. Beberapa hari setelah Eulogius dibunuh, Leokrita mengalami
nasib yang sama. Eulogius dan Leokrita dimakamkan di Katedral Oviedo,
Spanyol.
Santo Sofronius, Pangaku Iman Sofronius berasal dari Damsyik. Ia mengembara kemana – mana,
sampai akhirnya menjadi rahib di Palestina. Sewaktu menjabat uskup
Yerusalem, ia amat menonjol sebagai pembela iman yang benar. Untuk itu
ia menulis banyak buku teologi dan askese. Ketika Yerusalem direbut
oleh Khalif Omar (637), Sofronius memperlihatkan tempat – tempat suci
kepadanya dan berhasil mengambil hati Omar untuk berlaku murah hati
terhadap umat Kristen. Sofronius meninggal dunia pada tanggal 639.
Santo Pionius, Martir Pionius adalah seorang iman dan pengkhotbah yang cerdas. Ia
menjelajahi banyak tempat dan akhirnya ditangkap ketika ia sedang
merayakan misa Kudus sehubungan dengan pesta Santo Polikarpus. Setelah
ditanyai dan dipaksa supaya menyembah berhala, ia dipaku pada tiang dan
dibakar. Pionius meninggal pada tahun 250.
Copyrights 2001 Ekaristi.Org - Media Katolik Indonesia/
Catholics Online [[Kel 20:1-17]]