Para Martir dari Lyon, Prancis
Pada tahun 177 sewaktu kekaisaran Romawi diperintah oleh Kaisar Markus
Aurelius, terjadi penganiayaan besar terhadap orang – orang Kristen,
baik di Roma maupun daerah – daerah jajahan Roma.
Pada waktu itu, kota Lyon, Prancis Selatan, sudah terkenal sebagai
pusat perdagangan dan pusat kehidupan orang – orang kafir. Disana
juga ada banyak orang Kristen. Sebagaimana di Roma, orang – orang
Kristen di Lyon juga dikejar – kejar, dipenjarakan bahkan dibunuh.
Harta milik mereka disita. Dari surat – surat yang dikirim umat di
Lyon dan Vienne kepada umat di Asia Kecil, diketahui ada 48 orang
martir di sana dan sebagian besar berasal dari kota Lyon.
Yang pantas dicatat adalah Uskup Lyon, Potinus, Blandina bersama
saudaranya Pontikus, Maturus yang baru saja dibaptis dan Sanktus, yang
dengan gagah berani mempertahankan imannya di hapadan para penganiaya
mereka. Penganiayaan itu sungguh kejam.
Potinus, terhadap pertanyaan hakim di pengadilan “Siapakah Allah
orang Kristen?â€, dengan tegas menjawab: “Jika tuan layak, tuan akan
mengetauinya nanti!†Jawaban ini menghantar Potinus kepada
penganiyaan yang keras hingga mati dua hari kemudian. Blandina, gadis
budak belian itu menguatkan hati saudaranya Pontikus yang kurang tahan
terhadap beratnya penyiksaan atas mereka. Maturus yang baru dibaptis
dan Sanktus, dengan gagah berani menahan derita sengsara yang dilakukan
atas mereka, hingga para algojo kafir itu tercengang dan menanyai asal
– usul mereka. Mereka mati demi mempertahankan imannya kepada
Kristus.
Santo Erasmus, Uskup dan Martir Erasmus, yang juga dipanggil Elmo, dikenal sebagai Uskup kota
Farmiae, Italia. Kemungkinan ia dihukum mati sekitar tahun 303 tatkala
terjadi penganiyaan atas orang – orang Kristen di masa pemerintahan
Kaisar Diokletianus. Kisah menyeluruh tentang masa hidupnya tidak
banyak diketahui. Dari laporan Paus Gregorius I pada abad ke nam
diketahui bahwa relikiunya disemayankan di Katedral Famiae.
Banyak cerita yang beredar waktu itu sering menyamakan Elmo dengan
Erasmus lain, orang kudus kebangsaan Syria yang menjadi Uskup Antiokia.
Menurut cerita ini, Erasmus atau Elmo adalah uskup Antiokia yang
dikejar – kejar oleh para musuh sampai akhirnya ditangkap dan dibunuh
di Farmiae.
Erasmus atau Elmo dihormati sebagai pelindung para pelaut Italia.
Hal ini mungkin didasarkan pada cerita bahwa kemartirannya terjadi di
atas sebuah kapal. Para pelaut Italia percaya bahwa cahaya biru yang
sering dilihat di puncak tiang kapal sebelum dan sesudah kilatan
halilintar, menandakan perlindungan Santo Erasmus. Oleh karena itu,
cahaya ini dinamakan “Cahaya Santo Elmoâ€. Erasmus dihormati sebagai
pelindung para pelaut.
Santo Marselinus dan Petrus, Martir Petrus dikenal sebagai pelayan Gereja yang dipenjarakan semasa
pemerintahan kaisar Diokletianus. Ketika itu ia baru saja menerima
tabhisan exorsista yang memberi kuasa untuk mengusir setan. Dengan
karisma yang ada padanya, ia menyembuhkan kepala penjara dari
penyakitnya. Kesembuhan ini mempertobatkan kepala penjara itu bersama
keluarganya ke pangkuan iman Kristen. Mereka dipermandikan menjadi
Kristen oleh Marselinus, seorang iman yang saleh.
Karena perbuatan ini, Petrus dan Marselinus dijatuhi hukuman mati oleh penguasa Romawi pada tahun 302.
Santo Nicephorus dari Konstantinopel, Pengaku Iman Nicephorus dikenal sebagai negarawan dan filsuf. Ia lahir di
Konstantinopel kira – kira pada tahun 758. Putra sekretaris
Konstantin V (741 – 775) ini bekerja sebagai komisaris kekaisaran.
Ketika Konsili Nicea (787) berlangsung, ia diangkat sebagai sekretaris
Konsili.
Dari statusnya sebagai seorang awam, ia dipilih dan ditabhiskan
menjadi Patriakh Konstantinopel pada tahun 806. Kemudian pada tahun
815, ia dibuang oleh Kaisar Leo, seorang Armenia karena melawan gerakan
bidaah yang melarang penghormatan gambar – gambar Kudus (ikonklasme).
Hari – hari terakhir hidupnya dihabiskan di dalam sebuah biara yang
ia dirikan di Bosphorus.
Copyrights 2001 Ekaristi.Org - Media Katolik Indonesia/
Catholics Online [[Kel 20:1-17]]