FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Kongregasi CSE = ORDO terbaru yg diResmikan di Indonesia    
Goto page: Next

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka
View previous topic :: View next topic  
Author Message
davidsunrise



Joined: 01 Jan 2008
Posts: 942
Location: Purgatory

PostPosted: Tue, 04-12-2012 1:31 pm    Post subject: Kongregasi CSE = ORDO terbaru yg diResmikan di Indonesia Reply with quote

Kongregasi CSE sudah diresmikan sebagai sebuah Tarekat Religius Klerikal Tingkat Diosesan oleh Mgr. Michael Cosmas Angkur, OFM. Acara peresmian diselenggarakan, hari/tanggal : Jum'at, 20 Juli 2012 waktu : 17.00 tempat : Gereja BMV Katedral Jl. Kapten Muslihat 22. BogorAcara Perayaan Syukur diselenggarakan, hari/tanggal : Sabtu, 21 Juli 2012 waktu : 17.00 tempat : Gedung Serba Guna (GSG) St. Theresia Lisieux Lembah KArmel - Cikanyere



Peresmian CSE Sebagai Tarekat religius Klerikal Tingkat Diosesan

Carmelitae Sancti Eliae (CSE) didirikan di Malang 20 Juli 1986, oleh Rm. Yohanes Indrakusuma, O.Carm. 12 Desember 1988 Rm. Yohanes bersama dengan 12 frater CSE pindah ke Jawa Barat, tepatnya di Cikanyere-Cianjur, Keuskupan Bogor. Pengakuan pertama CSE sesagai Asosiasi Publik pada 13 Juni 1990 oleh Mgr. Ignatius Harsono. Afiasi CSE ke dalam Ordo Karmel pada 19 Desember 2002. Telor pertama CSE akhirnya menetas juga, yakni fr. Sergius Paulus CSE yang ditahbisan pada 11 Agustus 2006, dan hingga saat ini CSE sudah memiliki 11 imam dan 1 diakon. Sejak tahun 2009 berkat dukungan dan bimbingan Uskup Bogor, Mgr. Michael Cosmas Angkur OFM, CSE mulai berjuang untuk mendapatkan Nihil Obstat dari Takhta Suci. Duta Vatikan untuk Indonesia, Mgr. Antonio Guido Fillipazzi mengadakan kunjungan resminya untuk menyaksikan sendiri perkembangan dan pelayanan CSE pada 13 Oktober 2011. Dan akhirnya Konggregasi CSE diresmikan sebagai Tarekat religius Klerikal Tingkat Diosesan pada tanggal 20 Juli 2012 di Gereja Beatae Mariae Virginis Katedral bogor oleh Mgr. Michael Cosmas Angkur OFM, Uskup Bogor.

Dalam perjalanan seperempat abad, CSE telah berupaya untuk setia terhadap inspirasi yang telah diterima oleh bapa pendirinya sendiri, baik itu dari segi pelayanan maupun penghayatan hidup sehari-hari. Lewat penggabungan dan penghayatan secara indah dua spiritualitas besar (yakni Spiritualitas Karmel dan Spiritualitas Pembaharuan Hidup dalam Roh / Pembaharuan Karismatik), CSE berusaha menyatakan jati-dirinya lewat karya-karya bagi Gereja dan masyarakat. Dalam semangat Nabi Elia, para frater dan imam CSE berjuang untuk mewujudkan visi misinya lewat pelayanan dalam hidup rohani seperti : retret, konseling rohani, adorasi, pembinaan-pembinaan kader dan rasul awam, serta mengajarkan lorong-lorong doa. Dalam semangat amfibi seperti katak, menyelam dalam air kontemplasi untuk mengalami kemanisan cinta kasih Allah, lalu menyembul keluar naik ke daratan dalam semangat Nabi Elia untuk membagikan pengalaman akan cinta kasih Allah itu, inilah salah satu bentuk unik dari spiritualitas CSE. Dalam pergulatan menyatakan jati-diri dan bentuknya yang sesuai kehendak Allah, CSE pertama-tama berupaya untuk menjadi insan-insan Allah dan saksi-saksi hidup akan cinta kasih Allah di tengah-tengah dunia yang ditanduskan dan digerus oleh sekularisme, New Age, dan ateisme. Dalam pergulatan besar ini CSE menyatakan ketergantungannya yang mutlak pada rahmat Allah, yakni lewat devosinya yang khusus kepada Roh Kudus dan pada kekuatan kontemplasi yang ditimba lewat jalan-jalan Karmel.

“Dalam kuasa Roh Kudus, mengalami dan menghayati kehadiran Allah yang penuh kasih dan menyelamatkan, sampai pada persatuan transforman, serta membawa orang lain kepada pengalaman yang sama” merupakan visi misi CSE. Sebagai Konggregasi yang berinspirasikan pada spiritualitas Karemel awali, CSE mempunyai semboyan yang diambil dari semangat Nabi Elia: “Vivit Dominus In Cuius Conspectu Sto”, yang berarti: “Allah hidup, dan aku berdiri di hadiratNya”. Melalui cita-cita Karmel dan semboyan ini, hendaknya ditegaskan apa yang senantiasa dihayati dalam CSE, yaitu hidup dalam hadirat Allah. Dasar dari hidup di hadirat Allah ini ialah suatu kesadaran akan kehadiran Allah dalam lubuk jiwa kita yang terdalam.



Bentuk-Bentuk Pelayanan CSE

Pelayanan Retret
Melalui pelayanan ini, CSE membantu umat dalam proses pembaruan hidup sehingga mereka dapat berjumpa dengan Tuhan yang mengasihi umatNya. Peran Retret Awal dan retret Penyembuhan Batin sangat efektif untuk mengantar orang pada pengalaman kasih Allah. Dalam kenyataannya, lewat pelayanan retret banyak umat dipertobatkan, disembuhkan, diperbarui dan mereka merasa diberi harapan baru untuk hidup. Melalui bimbingan retret dalam bentuk ekaristi, pengakuan dosa, pengajaran, konseling, doa penyembuhan batin telah membawa umat kepada Tuhan. Selain Retret Awal dan retret Penyembuhan Batin, masih banyak lagi retret lain yang sebetulnya memiliki tujuan agar orang mengalami cinta Allah dan agar ia lebih mencintai Yesus

Pelayanan Penyembuhan
CSE dipanggil menjadi Christus Medici, yaitu seorang insan Allah yang menghadirkan Kristus sebagai Sang Penyembuh Sejati, baik penyembuhan fisik maupun rohani. Tentu saja penyembuhan yang dimaksud adalah penyembuhan Kristiani, yaitu penyembuhan tubuh (fisik), jiwa dan roh yang bermuara pada iman kristiani kepada Yesus sebagai Tuhan dan Allah.

Keberanian Menjadi Saksi Kristus (Pelayanan Pengajaran)
CSE memberikan kesaksian tentang Yesus Kristus melalui pengajaran-pengajaran yang diberikan, baik dalam retret yang dibawakan, maupun dalam khotbah-khotbah pada perayaan Ekaristi. Akan tetapi, bentuk pengajaran ini lebih merupakan kesaksian hidup sebagai orang yang mengalami cinta, pengampunan dan penyembuhan Allah.

Pembimbing Rohani dan Konselor Pastoral Hidup Rohani
CSE juga dipanggil untuk menjadi pelayan pembimbing rohani umat. Hal ini disadari karena banyak umat dewasa ini yang bertekun dalam hidup rohani tetapi mereka kesulitan mendapatkan pembimbing rohani yang dapat membantu mereka dalam tahap-tahap hidup rohani. Bidang pelayanan inilah yang akan menjadi spesialisasi CSE karena ia mewarisi dan mendalami kekayaan spiritualitas pembimbing-pembimbing rohani terkenal seperti St. Yohanes dari Salib dan St. Teresia dari Avila.
Selain menjadi pembimbing rohani, CSE juga dipanggil untuk menjadi konselor pastoral bagi banyak umat yang memiliki persoalan hidup yang kompleks, entah itu persoalan rumah tangga, maupun persoalan pribadi.

Tempat pertapaan frater/suster padang gurun CSE di Lembah Karmel.
Memang keheningan bisa membawa kebahagiaan. Dan sungguh luar biasa, mereka bisa betah bertahun2 bertapa di gubuk menyendiri siang malam.



Menjadi Rumah Yang Teduh dan Sejuk bagi para imam dan religius Komunitas Padang Gurun CSE menyediakan tempat yang tenang dan damai bagi para imam dan religius untuk masuk dalam keheningan dan mereka menyelami lagi kehidupan dan panggilannya bersama Tuhan.

Pembinaan pelayan yang handal
Tugas CSE adalah mencetak “koki-koki” yang handal bagi perluasan Kerajaan Allah di dunia ini. Pelaksanaan pelayanan ini dilakukan melalui keterlibatan CSE dalam kursus-kursus atau pembinaan khusus bagi para pewarta yang akan menjadi rasul awam.

Pelayanan kepada kaum muda
CSE berusaha merangkul kaum muda agar generasi muda semakin menjadi pribadi yang beriman dan orang-orang muda yang mencintai Tuhan Yesus dan Gereja-Nya.

Pelayanan Imam CSE
Imam itu pembangun jembatan antara Allah dan manusia sekaligus imam adalah jembatan itu sendiri. Seorang imam adalah seorang pembangun jembatan antara Kristus sebagai kepala dengan anggota Gereja, yaitu umat beriman. Setiap imam dipanggil menjadi “perantara” yang membangun jembatan antara Allah dan manusia. Pelayanan imam-imam CSE yaitu melalui Sakramen Ekaristi dan Sakramen Pengakuan Dosa.


Lambang CSE

Matahari : Allah Bapa, sumber cahaya abadi
Salib : Yesus Kristus, penyelamat dunia
Burung Merpati Putih : Roh Kudus, penolong dan penghibunr
Awan : Bunda Maria, Bunda Karmel
7 Lidah Api : Tujuh karunia Roh Kudus
3 Lingkaran kecil pada Salib : Tiga kebajikan ilahi, jalan menuju persatuan dengan Allah.
Motto : “Vivit Dominus in Cuius Conspectu Sto” (Allah Hidup dan Aku Berdiri di Hadapan-Nya)

Peresmian

Setelah melalui perjuangan panjang selama 26 tahun, Carmeliate Sancti Eliae (CSE) diresmikan menjadi Terekat religious Klerikal Tingkat Diosesan pada tanggal 20 Juli 2012 di Gereja BMV Katedral Bogor, oleh Uskup Keuskupan Bogor, Mgr. Michael Cosmas Angkur, OFM.
Peresmian ini dihadiri oleh Msgr. Antonio Guido Fillipazzi (Duta Besar Vatikan untuk Indonesia), Mgr. Bodeng Timang (Uskup Keuskupan Banjarmasin), Mgr. Alfred Gonti Pius Datubara (Uskup Emeritus Keuskupan Agung Medan), Mgr. Hieronymus Bumbun (Uskup Keuskupan Pontianak), dan Mgr. FX. Hadi Sumarta, O.Carm (Uskup Emeritus Keuskupan Manokwari-Sorong). Acara ini dihadiri pula oleh sekitar seribu umat beriman dan kaum religus.



Acara peresmian diawali dengan Misa dan dalam Misa tersebut dibacakan Dekrit Pengesahan CSE sebagai Konggregasi Klerikal Tingkat Diosesan, dan juga pengucapan Janji dari RP. Yohanes Indrakusuma, O.Carm selaku pendiri Konggregasi di hadapan Uskup Keuskupan Bogor dan semua hadirin. Setelah misa disediakan makan malam bersama dengan seluruh umat sebagai ungkapan rasa syukur.

Pesta perayaan peresmian konggregasi ini dilanjutkan lagi di Lembah Karmel, Cikanyere pada 21 Agustus 2012. Untuk anggota konggregasi yang telah diinkardinasikan di Keuskupan Bogor, mengucapkan janjinya di hadapan Pimpinan Umum Konggregasi CSE.




+++++++++++++++++++++++++++++++++++
Bagi yang tidak suka atau anti/alergi karismatik, bagaimana pendapat anda tentang peresmian kongregasi CSE yg didirikan Romo Yohanes menjadi sebuah Ordo Religius terbaru dalam Gereja Katolik?
Mungkin ini tanggapan spontan yang bisa terlintas dibenak kita:
1. Tidak masuk akal... ini pasti rekayasa!
2. Bagaimana mungkin Vatikan bisa melakukan sebuah kesalahan se-fatal ini?
3. Mungkin Vatikan belum mengerti kesesatan karismatik?
4. Apa Roh Kudus benar2 ikut terlibat dalam proses terbentuknya Kongregasi CSE ini?
5. Atau mungkin ini adalah tanda2 akhir zaman? Smile

Silahkan berikan tanggapan anda, baik yg pro maupun kontra.
_________________
David


Last edited by davidsunrise on Tue, 04-12-2012 1:34 pm; edited 2 times in total
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail
curiosa



Joined: 09 Jun 2011
Posts: 204
Location: bandung

PostPosted: Tue, 04-12-2012 2:09 pm    Post subject: Reply with quote

Tanggapanku : Proficiat!

Meskipun saya anti karismatik, saya sangat menghargai pelayanan yang dilakukan oleh Rm Yohanes Indrakusuma, OCarm dan CSE. Saya juga harus mengakui(terlepas dari kekarismatikan mereka) bahwa mereka telah banyak melakukan karya-karya yang dapat dikatakan luar biasa dan menghasilkan buah-buah yang baik.

Karena saya tidak lebih baik dari mereka, saya tidak ingin menghakimi mereka dan menghalangi karya Roh Kudus. Siapa tahu, di masa yang akan datang, Rm Yohanes Indrakusuma ditetapkan sebagai orang kudus.

Jadi biarlah Magisterium Gereja yang menilai mereka. Yang dapat saya lakukan hanyalah berdoa bagi mereka dan Gereja.
good Job
_________________
Benar, ada banyak jalan ke Roma. Benar juga bahwa hanya ada satu jalan ke surga.
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger
Flamen



Joined: 02 Jan 2010
Posts: 547

PostPosted: Tue, 04-12-2012 2:39 pm    Post subject: Reply with quote

saya sudah tidak mengerti lagi tentang karismatik ini

menutup mata saja lah..
_________________
Catholic, Something That You Choose, Simply Because God Pick You...
Back to top
View user's profile Send private message
Wong Jowo



Joined: 28 Nov 2004
Posts: 853

PostPosted: Wed, 05-12-2012 4:32 am    Post subject: Reply with quote

RACUN nya sudah menyebar.. apa yang bisa kita buat,
salah satu Familiku di Cirebon, pengikut setia Kharismatik, memang kelihatan nya baik.. tapi saat sharing.. yang muncul Ego nya... "AKU"

Aku telah memulai...
Aku yang mengerjakan..
Perjuangan Aku ...

Memenuhi kotbahnya (Sharing)

mmmm...

Mereka yang sudah keracunan..tak jauh beda dengan protestan.
Bahkan Romo2 dari ordo ini selalu mengubah aturan resmi gereja...

Apakah arti Iman bagi kelompok mereka?
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail
Flamen



Joined: 02 Jan 2010
Posts: 547

PostPosted: Wed, 05-12-2012 11:26 am    Post subject: Reply with quote

they said : "doctrin doesn't save, Jesus does "
_________________
Catholic, Something That You Choose, Simply Because God Pick You...
Back to top
View user's profile Send private message
LovingStAnthony



Joined: 27 Nov 2006
Posts: 1963
Location: Jakarta

PostPosted: Wed, 05-12-2012 11:27 am    Post subject: Reply with quote

Sebelum memberi tanggapan pro dan kontra, ada hal yang saya masih "awam" dari berita ini. Jadi, ada hal yang ingin saya tanyakan--mohon ada yang bisa menjelaskan:

1. Apa itu "Tarekat Religius Klerikal Tingkat Diosesan"? Apakah ini semacam tarekat yang hanya diakui di suatu keuskupan tertentu, tetapi tidak diakui oleh keuskupan lain? Lalu bagaimana dengan pelayanan para imamnya?
2. Apakah tarekat di atas harus memerlukan persetujuan Takhta Suci?


Saya membaca artikel berjudul "Bagaimana Perkumpulan Katolik Diatur Gereja?", tetapi tetap tidak jelas.
_________________
Back to top
View user's profile Send private message
davidsunrise



Joined: 01 Jan 2008
Posts: 942
Location: Purgatory

PostPosted: Wed, 05-12-2012 3:57 pm    Post subject: Reply with quote

LovingStAnthony wrote:

1. Apa itu "Tarekat Religius Klerikal Tingkat Diosesan"? Apakah ini semacam tarekat yang hanya diakui di suatu keuskupan tertentu, tetapi tidak diakui oleh keuskupan lain? Lalu bagaimana dengan pelayanan para imamnya?
2. Apakah tarekat di atas harus memerlukan persetujuan Takhta Suci?


Untuk menjawab kedua pertanyaan diatas, silahkan baca KITAB HUKUM KANONIK GEREJA KATOLIK


Menurut bacaan diatas, ada 2 tingkat Tarekat Religius Klerikal:
1. Tarekat Religius Klerikal tingkat keuskupan
2. Tarekat Religius Klerikal tingkat kepausan
Kedua tarekat tsb memerlukan persetujuan dari Vatikan.

Kongregasi CSE sudah mendapatkan persetujuan dari Takhta Suci (Prefek Kongregasi Suci Penginjilan untuk Bangsa-Bangsa Kardinal Fernando Filloni) pada bulan Maret 2012.

Kongregasi CSE didirikan di Malang pada 20 Juli 1986 oleh Pastor Yohanes Indrakusuma OCarm. Pada 13 Juni 1990, kongregasi ini diakui sebagai Asosiasi Publik oleh Mgr Ignatius Harsono, Uskup Bogor saat itu. Sejak 2009, proses untuk mendapatkan Nihil Obstat dari Takhta Suci dilakukan dengan bimbingan dan dukungan dari Mgr Angkur OFM dan rekomendasi beberapa uskup yang mengenal dan mendukung CSE. Dukungan juga datang dari Duta Besar Vatikan Mgr Antonio Guido Filipazzi setelah mendapat laporan dari Uskup Bogor.

Dukungan yang diberikan berbagai pihak membuahkan hasil dengan keluarnya Nihil Obstat dari Prefek Kongregasi Suci Penginjilan untuk Bangsa-Bangsa Kardinal Fernando Filloni pada 8 Maret 2012, yang memberikan izin kepada Uskup Bogor untuk meresmikan Asosiasi Publik CSE menjadi Kongregasi Religius Klerikal berstatus hukum Diosesan Bogor melalui Dekrit Resmi, sekaligus menunjuk dan mengangkat Pastor Yohanes Indrakusuma O.Carm sebagai Superior General dengan sebutan Pelayan Umum.

Setelah pembacaan dan penandatanganan Dekrit, Romo Yohanes bersimpuh di hadapan Mgr Michael Cosmas Angkur OFM untuk mengucapkan janji setia bahwa sebagai pemimpin umum akan membimbing Kongregasi CSE menurut norma-norma Hukum Gereja dan Konstitusi Kongregasi serta berada di bawah bimbingan Uskup Bogor.

http://www.hidupkatolik.com/2012/07/23/ ..ur-kongregasi-cse

Kalau suatu Tarekat Religius Klerikal tingkat keuskupan ingin meningkat menjadi tingkat kepausan, maka kongregasi tsb harus hadir di banyak negara. Dalam hal ini kongregasi CSE sudah hadir di 2 negara: Keuskupan Keningau, Sabah – Malaysia dan Keuskupan Agung San Francisco - Amerika.
Untuk kaum awam-nya, CSE membina Komunitas Tritunggal Mahakudus (KTM) yang mempunyai cabang di Columbus - Ohio, Los Angeles & San Francisco, dan Toronto, Kanada.

http://www.carmeliaindo.org/index.php?o ..1&limitstart=

Harapan saya, mudah2an CSE akan semakin berkembang dan menghasilkan buah2 pertobatan yang semakin banyak.

Marilah kita melihat kongregasi CSE ini dengan lebih bijaksana:
1. Tidak semua orang karismatik itu lebih baik daripada yang non-karismatik dan begitu juga sebaliknya.
2. Tidak semua orang karismatik itu suka dengan tepuk tangan dan melambai2kan tangan (banyak yang terpaksa ikut2an)
3. Hanya sedikit orang karismatik yang sebenarnya bisa berbahasa roh yg otentik, sisanya mungkin cuma ikut meramaikan dan membuat kegaduhan yang tidak berguna.
4. Dalam setiap kongregasi, pasti ada oknum2 tertentu, entah itu klerus atau awam, yang bertindak tidak sesuai harapan pendirinya.
5. Medjugorje aja yang pengikutnya dari seluruh dunia (awam dan klerus) dan mungkin 10.000x lebih banyak dari kongregasi CSE, tapi sampai sekarang Takhta Suci masih belum memberikan persetujuan. Artinya, Takhta Suci tidak perduli dengan pendapat mayoritas.

Meskipun tidak semua keputusan Magisterium sesuai dengan selera kita, tapi kita harus berani berusaha untuk menghormati otoritas tertinggi Gereja Katolik dengan ikhlas karena:
Indonesia Katolik -Terjemahan Baru   © Ekaristi dot Org
Matius  16:19Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

_________________
David


Last edited by davidsunrise on Wed, 05-12-2012 4:01 pm; edited 3 times in total
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail
raydo12



Joined: 24 Oct 2005
Posts: 2180
Location: Jakarta

PostPosted: Thu, 06-12-2012 8:15 am    Post subject: Reply with quote

Selamat berjumpa kembali, sudah lama tak bersua kawan2, semoga semua diberkati Tuhan Yesus, khususnya moderator EDO.


Bung David, membaca berita ini saya agak bingung bagaimana KTM dgn background Karismatik yang gegap gempita bisa memiliki "Komunitas Padang Gurun CSE" yang hening ? Setahu saya yang dinamakan Komunitas Padang Gurun itu kering kerontang sunyi sepi jauh dari hiruk pikuk tepuk tangan pada waktu Misa, arahnya orthodox dan tradisional, contoh yang mirip petapaan Rowo Seneng dan Gedono. Carmelite juga ada pertapaan ketat (?)
Apakah Ordo ini mempunyai "gaya campuran" ? Habis tepuk tangan + organ+drum, lalu tiba2 berubah menjadi sunyi sepi ?
Ada aliran protestan Pantekostal yang seperti ini dikampung saya dulu, mereka meraung-raung menangis, lalu tiba-tiba berubah menjadi gembira dan bertepuk tangan.
Bagaimana dengan ordonya Romo Yohanes sendiri, O.Carm ? Apakah ordo baru ini adalah pembaharuan dari ordo O.Carm ?

Jika disukai banyak orang. Why not a new rite ? Smile
_________________
ora pro nobis. Sancta Dei Genitrix


Last edited by raydo12 on Thu, 06-12-2012 8:22 am; edited 4 times in total
Back to top
View user's profile Send private message
aw777



Joined: 22 Jan 2006
Posts: 296
Location: somewhere in the world

PostPosted: Thu, 06-12-2012 11:01 am    Post subject: Reply with quote

[quote="davidsunrise"]
LovingStAnthony wrote:



Harapan saya, mudah2an CSE akan semakin berkembang dan menghasilkan buah2 pertobatan yang semakin banyak.

Marilah kita melihat kongregasi CSE ini dengan lebih bijaksana:
1. Tidak semua orang karismatik itu lebih baik daripada yang non-karismatik dan begitu juga sebaliknya.
2. Tidak semua orang karismatik itu suka dengan tepuk tangan dan melambai2kan tangan (banyak yang terpaksa ikut2an)
3. Hanya sedikit orang karismatik yang sebenarnya bisa berbahasa roh yg otentik, sisanya mungkin cuma ikut meramaikan dan membuat kegaduhan yang tidak berguna.
4. Dalam setiap kongregasi, pasti ada oknum2 tertentu, entah itu klerus atau awam, yang bertindak tidak sesuai harapan pendirinya.
5. Medjugorje aja yang pengikutnya dari seluruh dunia (awam dan klerus) dan mungkin 10.000x lebih banyak dari kongregasi CSE, tapi sampai sekarang Takhta Suci masih belum memberikan persetujuan. Artinya, Takhta Suci tidak perduli dengan pendapat mayoritas.



no. 1 itu adalah poin yang fair menurutku.
jangan hanya karena sudah ada cap karismatik maka langsung negatif
sama dengan karena banyaknya pelanggaran yang dilakukan ordo tertentu di indo, let's say SJ, maka begitu dengar nama SJ langsung cap negatif.

Wong Jowo,
pengalaman negatif itu memang mengecewakan, tapi baiknya jangan digeneralisasi.
_________________
-- -- --
ingin menjadi bagian yang didoakan dalam DSA I:
'Kami mempersembahkannya (kurban Ekaristi) kepadaMu untuk ...... serta semua orang yang menjaga dan menumbuhkan iman Katolik, sebagaimana kami terima dari para Rasul'
Back to top
View user's profile Send private message
hwijaya



Joined: 05 Feb 2008
Posts: 1426
Location: USA

PostPosted: Fri, 07-12-2012 9:41 am    Post subject: Reply with quote

Quote:
3. Hanya sedikit orang karismatik yang sebenarnya bisa berbahasa roh yg otentik, sisanya mungkin cuma ikut meramaikan dan membuat kegaduhan yang tidak berguna.


Bagaimana membuktikannya? Toh kenyataan kalau kita tanya yg org karismatik yg berbahasa roh, apa ada yg mengaku tidak otentik?
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Next
Page 1 of 2

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17