FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Kongregasi CSE = ORDO terbaru yg diResmikan di Indonesia    
Goto page: Previous Next

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka
View previous topic :: View next topic  
Author Message
hwijaya



Joined: 05 Feb 2008
Posts: 1479
Location: USA

PostPosted: Fri, 07-12-2012 9:46 am    Post subject: Reply with quote

Flamen wrote:
they said : "doctrin doesn't save, Jesus does "


Kenapa memisahkan doktrin yg merupakan ajaran dari Gereja dgn Jesus? Gereja meneruskan ajaran Kristus & merumuskannya dalam bentuk doktrin.
Back to top
View user's profile Send private message
Flamen



Joined: 02 Jan 2010
Posts: 551

PostPosted: Fri, 07-12-2012 11:16 am    Post subject: Reply with quote

hwijaya wrote:
Flamen wrote:
they said : "doctrin doesn't save, Jesus does "


Kenapa memisahkan doktrin yg merupakan ajaran dari Gereja dgn Jesus? Gereja meneruskan ajaran Kristus & merumuskannya dalam bentuk doktrin.


seriously, i think ini adalah pertanyaan yg bagus yg dapat digunakan untuk meng counter orang2 yg convert.. krn mereka merasa, Yesus tidak terikat pada 1 gereja / 1 Kristen saja...

tapi kira2 yg seperti itu akan di counter bagaimana ya oleh protestan..
_________________
Catholic, Something That You Choose, Simply Because God Pick You...
Back to top
View user's profile Send private message
IHS



Joined: 07 Sep 2007
Posts: 181

PostPosted: Fri, 07-12-2012 12:37 pm    Post subject: Reply with quote

Flamen wrote:
they said : "doctrin doesn't save, Jesus does "
Bisa minta tolong dicantumkan referensinya ?
_________________
Deus meus et omnia
Back to top
View user's profile Send private message
Flamen



Joined: 02 Jan 2010
Posts: 551

PostPosted: Fri, 07-12-2012 2:19 pm    Post subject: Reply with quote

IHS wrote:
Flamen wrote:
they said : "doctrin doesn't save, Jesus does "
Bisa minta tolong dicantumkan referensinya ?


ohh soryy soryy

sepertinya ada misscommunication

yang berkata seperti itu adalah kubu tetangga sebelah, bkn katolik karismatik ordo CSE ini.

cuma yg saya maksudkan adalah, karismatik ini cepat atau lambat, sedikit atau banyak, akan membuat para umat katolik convert ke sebelah.

sebab ada perkataan yg diimani para kaum protestan : " doctrin doesnt save, jesus does"
_________________
Catholic, Something That You Choose, Simply Because God Pick You...
Back to top
View user's profile Send private message
IHS



Joined: 07 Sep 2007
Posts: 181

PostPosted: Fri, 07-12-2012 2:30 pm    Post subject: Reply with quote

Flamen wrote:
IHS wrote:
Flamen wrote:
they said : "doctrin doesn't save, Jesus does "
Bisa minta tolong dicantumkan referensinya ?


ohh soryy soryy

sepertinya ada misscommunication

yang berkata seperti itu adalah kubu tetangga sebelah, bkn katolik karismatik ordo CSE ini.

cuma yg saya maksudkan adalah, karismatik ini cepat atau lambat, sedikit atau banyak, akan membuat para umat katolik convert ke sebelah.

sebab ada perkataan yg diimani para kaum protestan : " doctrin doesnt save, jesus does"


Flamen,
Saranku, sebaiknya jangan digeneralisasi seperti begitu.
Boleh jadi mereka "dinilai menyimpang", tetapi kita harus obyektif dalam menilai tentang Gerakan Karismatik Katolik ini.
_________________
Deus meus et omnia
Back to top
View user's profile Send private message
raydo12



Joined: 24 Oct 2005
Posts: 2382
Location: Jakarta

PostPosted: Fri, 07-12-2012 4:08 pm    Post subject: Reply with quote

IHS wrote:

Boleh jadi mereka "dinilai menyimpang", tetapi kita harus obyektif dalam menilai tentang Gerakan Karismatik Katolik ini.


Sudah ada perubahan di Karismatik Katolik, ada member yang berkata kami mengajarkan iman Katolik.
Nampaknya mereka sudah bosan dengan gaya pop dan mulai berbalik arah ke orthodox, lihat saja sekarang ada Komunitas Padang Gurun, pertapaan, wow !

Aku bermimpi suatu hari ikut Misa di Lembah Karmel di Cipanas yang hening, dengan Gregorian Chant yang sakral yang membuat umat terisak-isak menyesali dosanya. Semoga menjadi kenyataan.
_________________
ora pro nobis. Sancta Dei Genitrix
Back to top
View user's profile Send private message
Stanley



Joined: 29 Sep 2008
Posts: 3610

PostPosted: Sat, 08-12-2012 9:21 am    Post subject: Reply with quote

raydo12 wrote:
Bung David, membaca berita ini saya agak bingung bagaimana KTM dgn background Karismatik yang gegap gempita bisa memiliki "Komunitas Padang Gurun CSE" yang hening ? Setahu saya yang dinamakan Komunitas Padang Gurun itu kering kerontang sunyi sepi jauh dari hiruk pikuk tepuk tangan pada waktu Misa, arahnya orthodox dan tradisional, contoh yang mirip petapaan Rowo Seneng dan Gedono. Carmelite juga ada pertapaan ketat (?)
Apakah Ordo ini mempunyai "gaya campuran" ? Habis tepuk tangan + organ+drum, lalu tiba2 berubah menjadi sunyi sepi ?
Ada aliran protestan Pantekostal yang seperti ini dikampung saya dulu, mereka meraung-raung menangis, lalu tiba-tiba berubah menjadi gembira dan bertepuk tangan.
Bagaimana dengan ordonya Romo Yohanes sendiri, O.Carm ? Apakah ordo baru ini adalah pembaharuan dari ordo O.Carm ?

Jika disukai banyak orang. Why not a new rite ? Smile


Bro raydo,
Dari dahulu saya gabung forum ini sudah saya ceritakan bahwa KTM, CSE maupun Rm. Yohanes sendiri memiliki basis spiritualitasnya di karmelit (keheningan dan devosi scr khusus kepada Bunda Maria). Spiritualitas nomor dua (yg berarti di bawah spiritualitas pertama tadi - dan bila tidak memungkinkan maka spiritualitas nomor 1 hrs diutamakan) adalah karismatik.

Lepas dari praktek di lapangan, tp hal di atas adalah prinsipnya dari KTM maupun CSE.

Pertapaan serta kehidupan padang gurun itu juga saya pribadi pernah cicipi selama di KTM. Dan doa brevir dgn senandung Byzantium di doakan bersama di Pertapaan Karmel - Tumpang, Ngadireso itu juga beberapa kali saya dan teman-teman KTM ikuti.

Dan ini bukanlah hal baru, karena itu sudah terjadi sejak Rm Yohanes mendirikan Putri Karmel, CSE serta KTM.
_________________
This is Spartaaa!
Back to top
View user's profile Send private message
raydo12



Joined: 24 Oct 2005
Posts: 2382
Location: Jakarta

PostPosted: Mon, 17-12-2012 9:40 am    Post subject: Reply with quote

Stanley wrote:
raydo12 wrote:
Bung David, membaca berita ini saya agak bingung bagaimana KTM dgn background Karismatik yang gegap gempita bisa memiliki "Komunitas Padang Gurun CSE" yang hening ? Setahu saya yang dinamakan Komunitas Padang Gurun itu kering kerontang sunyi sepi jauh dari hiruk pikuk tepuk tangan pada waktu Misa, arahnya orthodox dan tradisional, contoh yang mirip petapaan Rowo Seneng dan Gedono. Carmelite juga ada pertapaan ketat (?)
Apakah Ordo ini mempunyai "gaya campuran" ? Habis tepuk tangan + organ+drum, lalu tiba2 berubah menjadi sunyi sepi ?
Ada aliran protestan Pantekostal yang seperti ini dikampung saya dulu, mereka meraung-raung menangis, lalu tiba-tiba berubah menjadi gembira dan bertepuk tangan.
Bagaimana dengan ordonya Romo Yohanes sendiri, O.Carm ? Apakah ordo baru ini adalah pembaharuan dari ordo O.Carm ?

Jika disukai banyak orang. Why not a new rite ? Smile


Bro raydo,
Dari dahulu saya gabung forum ini sudah saya ceritakan bahwa KTM, CSE maupun Rm. Yohanes sendiri memiliki basis spiritualitasnya di karmelit (keheningan dan devosi scr khusus kepada Bunda Maria). Spiritualitas nomor dua (yg berarti di bawah spiritualitas pertama tadi - dan bila tidak memungkinkan maka spiritualitas nomor 1 hrs diutamakan) adalah karismatik.

Lepas dari praktek di lapangan, tp hal di atas adalah prinsipnya dari KTM maupun CSE.

Pertapaan serta kehidupan padang gurun itu juga saya pribadi pernah cicipi selama di KTM. Dan doa brevir dgn senandung Byzantium di doakan bersama di Pertapaan Karmel - Tumpang, Ngadireso itu juga beberapa kali saya dan teman-teman KTM ikuti.

Dan ini bukanlah hal baru, karena itu sudah terjadi sejak Rm Yohanes mendirikan Putri Karmel, CSE serta KTM.


Bagaimana asal-usulnya Romo Yohanes menghayati spiritualitas Karismatik ? Beliau belajar dari siapa ?
_________________
ora pro nobis. Sancta Dei Genitrix
Back to top
View user's profile Send private message
Stanley



Joined: 29 Sep 2008
Posts: 3610

PostPosted: Mon, 17-12-2012 1:46 pm    Post subject: Reply with quote

raydo12 wrote:

Bagaimana asal-usulnya Romo Yohanes menghayati spiritualitas Karismatik ? Beliau belajar dari siapa ?


Pertanyaan yg bagus. Tapi sayangnya saya tidak tahu jawabannya.

Semasa saya aktif di KTM, di ceritakan bahwa beliau mempelajari karismatik ini dari dalam pengalaman spiritual para tokoh2 (santo/santa, beato/beata) di dalam ordo Karmel sendiri. Katanya mereka (para kudus tsb) itu memiliki karunia-karunia Roh Kudus yang extra-ordinary.

Tapi sekali lagi, itu katanya orang. Saya ga pernah dengar dari beliau sendiri bagaimana jalan ceritanya.

Mungkin hwijaya bisa menambahkan?
_________________
This is Spartaaa!
Back to top
View user's profile Send private message
raydo12



Joined: 24 Oct 2005
Posts: 2382
Location: Jakarta

PostPosted: Mon, 29-12-2014 9:21 am    Post subject: Reply with quote

Stanley wrote:
raydo12 wrote:

Bagaimana asal-usulnya Romo Yohanes menghayati spiritualitas Karismatik ? Beliau belajar dari siapa ?


Pertanyaan yg bagus. Tapi sayangnya saya tidak tahu jawabannya.

Semasa saya aktif di KTM, di ceritakan bahwa beliau mempelajari karismatik ini dari dalam pengalaman spiritual para tokoh2 (santo/santa, beato/beata) di dalam ordo Karmel sendiri. Katanya mereka (para kudus tsb) itu memiliki karunia-karunia Roh Kudus yang extra-ordinary.

Tapi sekali lagi, itu katanya orang. Saya ga pernah dengar dari beliau sendiri bagaimana jalan ceritanya.

Mungkin hwijaya bisa menambahkan?


dua tahun belum ada yang menjawab pertanyaan Stanley.

mungkin ini jawabannya "

Quote:

Perjalanan Hening Romo Yohanes Indrakusuma OCarm

HIDUPKATOLIK.com - Minat pada dunia batin membuat Romo Yohanes Indrakusuma OCarm tertarik pada konsep ‘Manunggaling Kawula Gusti’. Tema kebatinan itu pula yang dipilihnya untuk disertasinya di bidang spiritualitas di Institut Catholique de Paris.

Judul disertasinya adalah “Manu­sia Sempurna Menurut Pangestu”. “Pangestu (Paguyuban Ngesti Tunggal) adalah salah satu aliran kebatinan yang bersumber pada mistik Jawa, di mana manusia merindukan penyatuan dengan Allah yang disebut Ma­nunggaling Kawula Gusti,” paparnya.

Dalam disertasinya, ia mengemukakan agar orang Katolik jangan puas hanya dengan upacara-upacara yang lahiriah atau karya-karya sosial semata. “Orang Katolik perlu menggali segi-segi kebatinan. Di antaranya, melalui latihan-latihan rohani, khu­susnya semadi,” ujarnya.

Ia melihat banyak orang Katolik seperti ‘kelaparan’ mencari santapan rohani ke sana kemari. Mereka ibarat ayam yang mati kelaparan di lumbung padi. “Padahal, sesungguhnya mereka mempunyai kekayaan yang begitu besar,” beber imam kelahiran Nganjuk, Jawa Timur, 8 Juni 1938 ini.

Dewasa ini, menurut Romo Yohanes, du­nia batin kerap terbengkalai karena manusia cenderung terpukau pada hal-hal duniawi. “Banyak orang lupa bahwa ada kekayaan batin yang sesungguhnya jauh lebih besar dan lebih nikmat. Itulah pengalaman akan kasih Allah.”

Mendambakan keheningan

Sejak semula Romo Yohanes mendambakan keheningan. Ketika duduk di Seminari Menengah di Lawang, ia sudah ingin masuk biara kontemplatif, tetapi rektor menilainya tidak cocok. Tahun 1960, pengagum Santo Yohanes Salib ini masuk novisiat Karmel.

Di novisiat, kerinduannya hidup dalam kesunyian kembali bergolak. Lagi-lagi, pembimbingnya mengingatkan bahwa panggilannya bukan ke Trappist.

Jauh hari sebelum ditahbiskan menjadi imam, Romo Yohanes mendengar, ada satu pertapaan Karmel internasional di Wolfnitz, Austria. Tahun 1964, ketika Jendral Karmelit, Pastor Kilian Healey, berkunjung ke Indonesia, Frater Yohanes memberanikan diri menanyakan hal ini. “Beliau mengatakan, kalau saya sudah menjadi imam, terbuka kemungkinan untuk menjadi pertapa,” ungkap imam yang dibaptis oleh Pastor E. Schalkwijk OCarm pada 14 April 1954 ini.

Ternyata, saat Romo Yohanes studi di Roma, ia mendengar kabar bahwa salah satu keputusan Kapitel Jendral Karmelit adalah menutup pertapaan di Austria karena kurangnya animo para Karmelit menjadi pertapa. Realita ini membuat Romo Yohanes terpaksa menyimpan impiannya menjadi pertapa.

Ketika studi doktoral di Paris, keinginannya menjadi pertapa kembali menggelitik. Ia berkenalan dengan suster-suster dari Betlehem yang hidup dalam biara kontemplatif. “Mereka ketat dalam keheningan tetapi tetap bisa bebas di alam sekitarnya,” kenang imam yang studi lisensiat teologi di Universitas Gregoriana, Roma ini.

Pengajaran rohani

Tahun 1973, setelah menjadi doktor di bidang spiritualitas, Romo Yohanes kembali ke Indonesia. Ia mengajar dogmatik dan spiritualitas di STFT Widya Sasana Malang. Saat itu ia mulai sering diminta memberikan pengajaran-pengajaran rohani kepada para biarawan, biarawati, dan awam.

Seiring bergulirnya waktu, keinginan hidup bertapa kian mendedasnya. Ia sangat merindukan kesehariannya dipadati dengan aktivitas doa. “Awalnya, terjadi pergumulan. Saya ingin bertapa, sementara banyak orang meminta pengajaran kepada saya,” ucapnya.

Lantas, Romo Yohanes mengutarakan keinginannya itu kepada Provinsial Karmel waktu itu, Romo Hadisumarto OCarm. Kebetulan Pastor Cyprianus Verbeek OCarm memiliki keinginan serupa.

Akhirnya, tahun 1976, Romo Yohanes dan Romo Verbeek memperoleh izin untuk bertapa di Ngroto, Malang. Namun, Romo Verbeek hanya bertahan setahun di tempat itu. Akhir 1977, Romo Yohanes memperoleh izin pergi ke Jepang dan India. Selama setahun ia mempelajari spiritualitas Zen di Jepang dan spiritualitas Asia di India. Di India, selama beberapa waktu Romo Yohanes tinggal di Shantivanam Ashram. “Dalam perlawatan itu, kesadaran saya akan kekayaan spiritualitas Gereja Katolik makin diteguhkan,” ungkap Romo Yohanes.

Pada 8 September 1978 Romo Yohanes kembali ke Pertapaan Karmel di Ngroto. Ia tinggal seorang diri di sana hingga Desember 1979. Dalam sepekan, lima hari ia bertapa. “Setiap Selasa dan Rabu saya ‘turun gunung’ untuk mengajar,” kenangnya.

Selanjutnya, lokasi pertapaan pindah ke Ngadireso. Ternyata, tamu yang mendatanginya kian mengalir.

Dalam doanya, ia mengeluh kepada Tu­han atas kondisi tersebut. Syukurlah, selanjutnya ia bisa menerima kehadiran banyak tamu dengan sukacita. “Setelah tamu-tamu pulang, baru saya masuk lagi ke dalam keheningan,” tuturnya.

Pentakosta Katolik

Romo Yohanes mulai mengenal Karismatik dari seorang biarawati di Perancis pada tahun 1974. Biarawati yang dikenalnya saat mengikuti retret Ignasian di Paris itu mengiriminya tiga buku karya Kevin dan Dorothy Renegan mengenai Pentakosta Katolik.

Kemudian, Romo Yohanes mendalami Karismatik dengan terus mencari literatur-literatur lainnya. Di antaranya, tulisan Santo Yohanes Salib tentang kuasa Roh Ku­dus. “Sampai sekarang saya belum pernah menemukan tulisan mengenai Roh Kudus yang lebih dalam dari tulisan Yohanes Salib yang waktu itu tidak mengenal Karismatik,” ujarnya seraya mengait senyum.

Sebagai pertapa, Romo Yohanes membedakan antara aspek teologis dan aspek sosiologis dalam Karismatik. Menurutnya, sebaiknya Karismatik dibedakan antara isi dan kemasannya. “Kami lebih memperhatikan isinya,” tegasnya. Alhasil, setiap kali para frater CSE dan suster Putri Karmel binaannya hendak memberikan pelayanan retret, Romo Yohanes berpesan, “Jangan bertepuk tangan!”

Ia berpendapat, gerakan Karismatik sangat membutuhkan teologi yang sehat, yakni teologi yang sesuai dengan iman Gereja Katolik. “Dengan refleksi iman yang benar, kita bisa melihat mana isi dan mana kemasannya,” tegasnya.

Kini, separuh abad sudah Romo Yohanes membiara. Awalnya, tak pernah terbersit di benaknya ia akan mendirikan serikat Carmelitae Sancti Eliae (CSE), Pu­tri Karmel (PKarm), dan Komunitas Tritunggal Mahakudus (KTM). “Setahap demi setahap semua itu terbentuk,” tu­kasnya terharu.

Hamparan onak duri pun telah ia lintasi, termasuk berkembangnya Pertapaan Ngadireso Malang dan Cikanyere yang mengusung pro dan kontra dari berbagai pihak. Dengan lapang dada, ia menerima semua itu sebagai aspek manusiawi.

Bila mengilas balik rangkaian peristiwa itu, rasa syukurnya mengemuka. “Tuhan memakai kelemahan-kelemahan manusia untuk mencapai suatu tujuan yang di luar jangkauan pemikiran manusia.” -

Sumber : Klik


bagaimana Stanley ? cukup memuaskan jawaban ini ?

yang lain silahkan berikan komentar, DV ?

note :
Kevin Ranaghan : http://en.wikipedia.org/wiki/Kevin_Ranaghan
_________________
ora pro nobis. Sancta Dei Genitrix


Last edited by raydo12 on Mon, 29-12-2014 9:25 am; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Previous Next
Page 2 of 3

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17