FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

KAWIN-CERAI'    
Goto page: Next

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera
View previous topic :: View next topic  
Author Message
monica



Joined: 02 May 2006
Posts: 25
Location: di rumahhhh..

PostPosted: Sun, 10-09-2006 8:16 pm    Post subject: KAWIN-CERAI' Reply with quote

hi...jumpa lagi...!!!

temen-temen aku mo tanya nich..
gini,,klo kita lihat di Barat kebanyakan adalah umat kristiani. kebetulan,,artis2 ternama seperti bintang2 Holywood jg adalah penganut Kristus (wlpun ga semua).
tapi uda byk bukti,,mereka umat Kristiani tp koq malah byk yg kawin-cerai..
kira2 klo itu terjadi,,mereka dpt ekskomunikasi ga dr gerejaNya??
tanggapan temen2 gimana...??

thx'

G.B.U
Back to top
View user's profile Send private message
Athanasios
Penghuni Ekaristi


Joined: 12 Feb 2004
Posts: 4198

PostPosted: Sun, 10-09-2006 8:55 pm    Post subject: Reply with quote

Kalau orang bercerai sipil (karena tidak ada cerai secara Gerejani) dan kemudian kawin lagi (yang sudah pasti tidak akan diberkati oleh Gereja yang tidak mengenal perceraian) sebelum pasangannya yang sah meninggal dunia, maka dia terekskomunikasi.

Yah tidak ada tanggapan apa-apa.
_________________
Sancta et catholica Ecclesia, quae est corpus Christi mysticum
- Konsili Oikumenis Vatikan II Orientalum Ecclesiorum art.2
Back to top
View user's profile Send private message
Philly



Joined: 21 Nov 2005
Posts: 1373

PostPosted: Mon, 11-09-2006 6:11 am    Post subject: Reply with quote

Umumnya mereka bukan penganut Katolik, melainkan protestan. setahu saya beberapa aliran protestan memperbolehkan perceraian. Kalaupun ada yang penganut katolik, ya berarti mereka terekskomunikasi atau pindah agama. (Seperti sophia latjuba misalnya.)
_________________

" fiat mihi secundum verbum tuum
be it done unto me according to Thy word
terjadilah padaku menurut perkataanMu "
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail Yahoo Messenger
shmily
Penghuni Ekaristi


Joined: 26 Oct 2005
Posts: 3690
Location: Ekaristi.org

PostPosted: Mon, 11-09-2006 6:52 am    Post subject: Reply with quote

Kalo si Katolik yang cerai lalu menikah lagi padahal pasangannya masih hidup, sudah pasti terekskomunikasi seperti yang dikatakan Philly dan Athan.. bila mereka nggak merasa ter-ekskomunikasi dan lenggang kangkung masuk gereja menerima sakramen, yang pasti tidak ada lagi berkat dalam sakramen itu baginya..

Nah, teman-teman ada pertanyaan lanjutan lagi.. setelah bercerai lalu menikah lagi.. adakah jalan pertobatan yang harus ia lakukan ?
bila ia ingin melakukan, silih apa yang harus ia lakukan untuk kembali ke dalam kesatuan Gereja Katolik yang kudus ? bercerai dengan istri ke-2 inikah ?
_________________
Salam dan doa
F A Q Belajar Bersama Kanon 7 Sakramen

Psalms 119:159 See how I love your precepts, LORD; in your kindness give me life.
Back to top
View user's profile Send private message
Athanasios
Penghuni Ekaristi


Joined: 12 Feb 2004
Posts: 4198

PostPosted: Mon, 11-09-2006 9:31 am    Post subject: Reply with quote

Quote:
Nah, teman-teman ada pertanyaan lanjutan lagi.. setelah bercerai lalu menikah lagi.. adakah jalan pertobatan yang harus ia lakukan ?


Tentu saja ada, selalu ada jalan pulang bagi mereka yang ingin kembali. Tuhan dan Gereja tidak pernah menolak.

Caranya ialah:
1. Menerima Sakramen Tobat (sebaiknya sebelum menerima Sakramen ada pembicaraan dulu dengan Imam mengenai masalah ini)
2. Melakukan pantang sempurna alias tidak melakukan hubungan suami-istri atau tindakan lain yang menjurus ke sana dengan pasangan kedua serta memulai hubungan baru dengannya yaitu sebagai kakak dan adik.

Nah jika salah satu pihak dalam perkawinan kedua ini belum pernah menikah secara Katolik maka dia tetap bisa menikah secara Katolik selanjutnya.


Quote:
bila ia ingin melakukan, silih apa yang harus ia lakukan untuk kembali ke dalam kesatuan Gereja Katolik yang kudus ? bercerai dengan istri ke-2 inikah ?


Aku kira jawaban diatas sudah mencukupi.

Demi kejelasan status secara hukum positif negara ybs sebaiknya cerai sipil dengan pasangan kedua memang dilakukan
_________________
Sancta et catholica Ecclesia, quae est corpus Christi mysticum
- Konsili Oikumenis Vatikan II Orientalum Ecclesiorum art.2
Back to top
View user's profile Send private message
There
Penghuni Ekaristi


Joined: 12 Jul 2005
Posts: 609
Location: Ekaristi.org

PostPosted: Mon, 11-09-2006 12:51 pm    Post subject: Reply with quote

kalo pada mau baca jelasnya tentang matrimony, bisa liat ke link:

http://www.newadvent.org/cathen/09699a.htm

http://www.newadvent.org/cathen/02255a.htm

http://www.newadvent.org/cathen/09693a.htm


soal divorce:

http://www.newadvent.org/summa/506700.htm

http://www.newadvent.org/cathen/05054c.htm

http://www.newadvent.org/cathen/05064a.htm

silakan dibaca.
_________________
Majalah Keluarga Katolik
Les Kitab Suci Online

"Not that I am already perfect; but I press on to make it my own, because Christ Jesus has made me His own." (Phil 3:12)
Back to top
View user's profile Send private message
muridYesus



Joined: 07 Sep 2006
Posts: 75

PostPosted: Mon, 11-09-2006 5:00 pm    Post subject: Reply with quote

saya mau nanya nih. saya punya dua cerita(pengalaman pribadi alias nyata) yang rasanya kok bertolak belakang ya. gini:

1. temen om saya seorang pria katolik yang telah menikah secara katolik juga dengan istrinya. perjalanan wkt, sang istri sakit dan kemudian meninggal. selang beberapa tahun orang ini bertemu dengan seorang wanita muslim yang telah bercerai (hidup) dengan suaminya. kemudian sang duda katolik ini berpacaran dengan sang janda muslim ini tadi. sampai sang janda sudah pindah ke katolik juga. tetapi ternyata mereka tidak diijinkan menikah oleh GK dikarenakan, bagi GK, karena sang janda tadi cerai-nya "cerai hidup". walaupun pernikahan sang janda dulu dilangsungkan sacara islam, bukan didalam Gereja Katolik.

nah, fakta berikutnya adalah:

2. ada seorang cewek yang telah hamil, dan kemudian berencana menikah dgn pacarnya. Ia berdiskusi dengan pastor paroki setempat.
Setelah berbincang2, sang Pastor mengetahui bahwa sebenarnya sang gadis ini tidak yakin bahwa sang pacar adalah orang yang cocok untuk mendampingi hidupnya (karena kurang sayang, kurang perhatian, dsb), namun disisi lain, sang gadis ingin tetap menikah demi status untuk anaknya.
saat itu, sang pastor cukup marah dengan sang cewek karena pernikahan yang sakral di GK dianggap sepele oleh sang cewek, hanya untuk status aja. kemudian ia menyarankan:
"Jika anda mau mengejar status untuk bayi anda, silahkan anda menikah diluar GK, alias menikah melalui agama lain. Jika ditengah perjalanan anda merasa tidak cocok dengan suami, silahkan bercerai. Dan misal kemudian anda bertemu dengan seseorang katolik yang cocok, dan anda yakin bisa membangun keluarga dengannya, barulah anda bisa saling menerimakan sakramen pernikahan di GK ini."

Disini ada dua pendapat yang berbeda, karena di cerita pertama, status janda itu sudah tidak bisa diterima, tapi di cerita kedua justru jika cewek itu menikah diluar GK dulu, malah terselamatkan.
nah, saya jadi bingung mendengar dua cerita ini. menurut teman2 gimana ini ya? mohon jawaban. terima kasih sebelumnya..
Back to top
View user's profile Send private message
Athanasios
Penghuni Ekaristi


Joined: 12 Feb 2004
Posts: 4198

PostPosted: Mon, 11-09-2006 8:00 pm    Post subject: Reply with quote

Quote:
1. temen om saya seorang pria katolik yang telah menikah secara katolik juga dengan istrinya. perjalanan wkt, sang istri sakit dan kemudian meninggal. selang beberapa tahun orang ini bertemu dengan seorang wanita muslim yang telah bercerai (hidup) dengan suaminya. kemudian sang duda katolik ini berpacaran dengan sang janda muslim ini tadi. sampai sang janda sudah pindah ke katolik juga. tetapi ternyata mereka tidak diijinkan menikah oleh GK dikarenakan, bagi GK, karena sang janda tadi cerai-nya "cerai hidup". walaupun pernikahan sang janda dulu dilangsungkan sacara islam, bukan didalam Gereja Katolik.


Dalam kasus seperti ini harus dipenuhi 3 syarat yaitu:
1. Si janda harus mau menjadi Katolik
2. Mantan suaminya harus mau ditanyai oleh Imam menyangkut 2 hal yaitu:
a. Apakah dia benar-benar ingin berpisah dengan si janda dan tidak mau rujuk kembali
b. Apakah dia punya niat untuk menjadi Katolik dalam waktu dekat.

Gereja Katolik mengakui bahwa pernikahan diluar Gereja juga adalah kontrak antara pria dan wanita untuk hidup bersama yang sah, karenanya Gereja juga tidak menghendaki adanya pasangan bercerai sekalipun pasangan itu bukan Katolik. Karena itu jika seorang janda cerai non-Katolik ingin menikah dengan Katolik harus memenuhi 3 syarat diatas agar bisa menikmati Previlegium Paulinum (hak istimewa dari St. Paulus) yang disebut dalam:

1Kor 7:13 Dan kalau ada seorang isteri bersuamikan seorang yang tidak beriman dan laki-laki itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah ia menceraikan laki-laki itu.
1Kor 7:14 Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya. Andaikata tidak demikian, niscaya anak-anakmu adalah anak cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus.
1Kor 7:15 Tetapi kalau orang yang tidak beriman itu mau bercerai, biarlah ia bercerai; dalam hal yang demikian saudara atau saudari tidak terikat. Tetapi Allah memanggil kamu untuk hidup dalam damai sejahtera.


dan diatur dalam Hukum Kanon:
Can. 1143 1. A marriage entered into by two non-baptized persons is dissolved by means of the pauline privilege in favor of the faith of the party who has received baptism by the very fact that a new marriage is contracted by the same party, provided that the non-baptized party departs.

2. The non-baptized party is considered to depart if he or she does not wish to cohabit with the baptized party or to cohabit peacefully without aVront to the Creator unless the baptized party, after baptism was received, has given the other a just cause for departing.

Can. 1144 1. For the baptized party to contract a new marriage validly, the non-baptized party must always be interrogated whether:

1/ he or she also wishes to receive baptism;

2/ he or she at least wishes to cohabit peacefully with the baptized party without aVront to the Creator.

2. This interrogation must be done after baptism. For a grave cause, however, the local ordinary can permit the interrogation to be done before baptism or can even dispense from the interrogation either before or after baptism provided that it is evident at least by a summary and extrajudicial process that it cannot be done or would be useless.


Butuh keterangan yang lebih spesifik untuk menilai benar-tidaknya tindakan si Imam. Tapi aku rasa dia pasti punya alasan kuat untuk menolak permohonan menikah kedua orang ini

Quote:
2. ada seorang cewek yang telah hamil, dan kemudian berencana menikah dgn pacarnya. Ia berdiskusi dengan pastor paroki setempat.
Setelah berbincang2, sang Pastor mengetahui bahwa sebenarnya sang gadis ini tidak yakin bahwa sang pacar adalah orang yang cocok untuk mendampingi hidupnya (karena kurang sayang, kurang perhatian, dsb), namun disisi lain, sang gadis ingin tetap menikah demi status untuk anaknya.
saat itu, sang pastor cukup marah dengan sang cewek karena pernikahan yang sakral di GK dianggap sepele oleh sang cewek, hanya untuk status aja. kemudian ia menyarankan:
"Jika anda mau mengejar status untuk bayi anda, silahkan anda menikah diluar GK, alias menikah melalui agama lain. Jika ditengah perjalanan anda merasa tidak cocok dengan suami, silahkan bercerai. Dan misal kemudian anda bertemu dengan seseorang katolik yang cocok, dan anda yakin bisa membangun keluarga dengannya, barulah anda bisa saling menerimakan sakramen pernikahan di GK ini."


Di sini si Pastor bertindak cukup tepat walaupun agak emosional.

Dalam perkawinan Katolik adalah syarat mutlak bahwa perkawinan harus didasari rasa saling cinta antara kedua mempelai.

Motivasi si gadis menikah hanyalah untuk "mencari ayah secara hukum bagi anaknya". Ini adalah motivasi yang salah dan perkawinan yang didasari oleh motivasi semacam itu adalah tidak sah menurut HUkum Perkawinan Katolik.

Sebaiknya si gadis seharusnya dibimbing untuk memahami bahwa perkawinan harus didasari oleh cinta dan bukan oleh keinginan memberi status "anak dalam perkawinan" bagi si anak
_________________
Sancta et catholica Ecclesia, quae est corpus Christi mysticum
- Konsili Oikumenis Vatikan II Orientalum Ecclesiorum art.2
Back to top
View user's profile Send private message
muridYesus



Joined: 07 Sep 2006
Posts: 75

PostPosted: Tue, 12-09-2006 9:06 am    Post subject: Reply with quote

Terima kasih atas jawabannya mas Athan. Untuk kasus no 1 sudah clear bagai saya.
Tapi untuk kasus no 2, misalkan si cewek nekat nikah pake agama lain (Islam misalnya), berarti kan mesti masuk Islam dulu. Trus nanti misal 5 tahun lagi cerai, dan ketemu orang Katolik yang baik, trus mau nikah secara Gereja Katolik, berarti harus melampaui tiga persyaratan ini ya:
Quote:

Dalam kasus seperti ini harus dipenuhi 3 syarat yaitu:
1. Si janda harus mau menjadi Katolik
2. Mantan suaminya harus mau ditanyai oleh Imam menyangkut 2 hal yaitu:
a. Apakah dia benar-benar ingin berpisah dengan si janda dan tidak mau rujuk kembali
b. Apakah dia punya niat untuk menjadi Katolik dalam waktu dekat.

trus kalo sang mantan suami tetap gak ada niat jadi Katolik (poin 2b), gimana?

Thx- Yesus Memberkati -
Back to top
View user's profile Send private message
- O -
Penghuni Ekaristi


Joined: 21 Jan 2004
Posts: 1876

PostPosted: Tue, 12-09-2006 9:25 am    Post subject: Reply with quote

Kasus nomor 2, aku sangat setuju dengan pastor.
Gereja (yang benar) harus punya wibawa Allah.

Manusia yang menurut, bukan aturan yang dibengkok-bengkok-kan supaya orang bisa tetap melakukan apa yang dikehendaki.

Pertanyaannya, dan sekaligus menjawab pertanyaan muridYesus yang lainnya...

Sebenarnya kamu mau jadi Katholik untuk menikah (untuk surat nikah, untuk punya anak, suami dll), atau kamu mau menikah dalam rahmat Allah (melalui Gereja Katholik) ?

Kalau pilihannya adalah 'mau menggunakan' Gereja supaya bisa menikah, ya lebih baik kamu cari yang lain saja yang mau 'kamu gunakan' buat menikah.

Kira-kira messagenya seperti itu....
Intinya jelas... pilih jalan hidupmu... kamu tidak bisa hidup sesukamu dan orang / organisasi / Gereja / lingkunganmu berubah untuk kamu.
Kamu (manusia) lah yang harus berubah, yang harus menurut.

Pilihanmu mengandung resiko, pilihlah...

.
_________________
"Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga." (Mat 10:32-33)
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Next
Page 1 of 3

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17