FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Tanggapan dari Budi Asali    
Goto page: Next

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka
View previous topic :: View next topic  
Author Message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10668
Location: Orange County California

PostPosted: Wed, 28-03-2007 8:14 pm    Post subject: Tanggapan dari Budi Asali Reply with quote

Seorang member, "SanctusDominus," mengirim PM ke aku dan mengatakan bahwa si Budi Asali M. Div (Master of Divinity) telah membalas apa yang aku tulis di topik lama, "Menyanggah Fakta Palsu Budi Asali M. Div"


Terus terang harus aku akui apologi yang aku buat di topik tersebut kurang mantap. Ini karena aku pada waktu itu tergesa-gesa. Charitability juga kurang. Karena itu aku memutuskan untuk tidak terprovokasi atas Ad Hominem si Budi Asali yang cukup banyak di tanggapannya dibawah.


Anyway, berikut adalah tanggapan si Budi Asali dan dibawahnya adalah balasanku.








SanctusDominus wrote:
Bung DV, setelah membaca topik anda sekitar bulan yang lalu, saya mengirimkan pesan email ke gkri soal topik tersebut.

Nah, hari ini, saya dapet email balasan dari gkri (dr pak budi Asali sendiri tampaknya)

cukup panjang ... kalo anda sibuk silahkan dibaca dulu perlahan-lahan


Ekaristi Dot Org
Forum Diskusi Agama Katolik / Catholic Discussions Forum
Menyanggah Fakta Palsu Budi Asali M. Div

DeusVult
Evangelos
Joined: 10 Feb 2004
Posts: 1806
Location: Orange County California
Posted: Sun Mar 28, 2004 1:11 pm Post subject: Menyanggah Fakta Palsu Budi Asali M. Div

Ini adalah orang yang dikutip sumbernya Oleh Seno waktu dia buat post tentang Maria. Itu semua sudah dibantah habis disini
Dan ternyata orang ini membuat kebohongan lagi di website ini
Waktu aku lagi research buat bantah dia ternyata diketahui bahwa SEMUA BAHAN BUDI ASALI M.DIV DI WEBSITE TERSEBUT TERNYATA CUMA CONTEKAN DARI CHRISTIAN NEWS AND REVIEW (CNV) SERVICE YANG BISA DILIHAT DISINI DAN JUGA DARI BUKU LORAINE BOETNER YANG SUDAH TIDAK BISA DIPERCAYA LAGI KREDIBILITASNYA BAHKAN OLEH BANYAK SARJANA PROTESTANT

Tanggapan Budi Asali:
Saya tak pernah tahu apa itu Christian News And Review (CNV) Service. Atau dia yang nyontek saya, atau kamu adalah pemfitnah!
Kalau buku Loraine Boettner memang banyak saya pakai. Kalau itu kamu sebut menyontek, itu menunjukkan bahwa kamu memang orang bodoh yang tak senang belajar buku.
Coba sebutkan sarjana Protestan mana yg tak lagi mempercayai kredibilitas Loraine Boettner, jangan asal ngomong / fitnah! Baru dari kata2 pembukaanmu sudah kelihatan kalau kamu hanyalah orang yg asal ngomong!


Kabar gembira. Apologist kita telah memberikan sanggahan terhadap artikel salah tersebut dan menjawab dengan fakta yang benar. Kebohongan terekspose!!!
Silahkan lihat Website Beggar King disini untuk melihat jawabannya.
Kalau ada yang kenal pak Budi Asali, silahkan diarahkan ke forum ini. Ini adalah ajakan untuk berdebat!!!

Tanggapan Budi Asali:
He,he,he. Saya akan layani debat ini, asal dasarnya betul2 Kitab Suci. Kalau dasarnya kata2 Sidang Gereja Katolik atau Paus atau pastor, saya tak akan pedulikan. Saya sudah ‘makan’ banyak orang Katolik!


Btw, ini adalah sebagian sanggahanku di topik kacau dari harun25 terhadap artikel Budi Asali.
Nanti akalu ada waktu akan dicarikan lebih banyak bahan untuk memabantah kebohongan yang disampaikan Budi Asali M. Div (M. Div berarti Master of Divinition)
PAPER GKRI AKAN DISANGGAH!!

Quote:
I) Istilah Roma Katolik:
1) Istilah 'Katolik' sebetulnya bukan monopoli golongan Roma Katolik, kare-na istilah 'Katolik' sebetulnya berarti 'universal' atau 'umum / am' [ban-dingkan dengan kalimat dalam 12 Pengakuan Iman Rasuli yang berbunyi 'Gereja yang kudus dan am', yang dalam terjemahan bahasa Inggrisnya berbunyi 'The Holy Catholic Church' (= Gereja Katolik yang kudus)].
2) Sebetulnya istilah 'Roma Katolik' merupakan suatu kontradiksi, karena kata 'Roma' menunjukkan tempat tertentu / lokal, sedangkan kata 'Kato- lik' berarti universal / umum / sedunia.

Istilah Katolik PERTAMA KALI ditulis oleh St Ignatius dari Antioka yang adalah murid rasul Yohanes (murid lain yg terkenal yaitu St Polycarp).
Surat Ignatius dari Antioka kepada Jeamaat di Smyrna:
Dimanapun Uskup ada, maka beradalah banyak [orang]; Bahkan, dimanapun Yesus Kristus ada, disitulah ada Gereja KATOLIK
Istilah Gereja Katolik Roma adalah untuk menunjukkan bahwa Gembala Utama berkedudukan di Roma.

Tanggapan Budi Asali:
Lucu, anda memang orang bodoh yang berlagak pandai. Pd jaman Ignatius, abad 1-2, belum ada gereja Katolik. Belum ada Paus, dsb. Gereja abad pertama disebut Kristen dalam Kis 11:26 – “Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. DI ANTIOKHIALAH MURID-MURID ITU UNTUK PERTAMA KALINYA DISEBUT KRISTEN”.


Quote:
II) Sejarah singkat:
Ini perlu diketahui, karena banyak orang kristen yang mengira bahwa Roma Katolik ada lebih dulu dan kristen merupakan agama baru yang memberon-tak terhadap Roma Katolik. Karena itu, kalau orang kristen diserang oleh orang Katolik dengan cara ini, mereka tidak bisa menjawab.

Sudah jelas sekali dari sejarah bahwa Martin Luther di tahun 1500an awal-lah yang memulai Protestantisme.
Silahkan para Protestant melihat kebelakan dan melacak sejarahnya. Mereka tidak akan bisa sampai lebih jauh dari 1500. Gereja Katolik adalah Gereja yang didirikan Yesus (Matius 16:18 yang sudah ada sejak dulu dan bisa melacak Paus dan ajarannya samapi ke jaman para Rasul 9Paus adalah keturunan langsung Petrus).
Gereja Katolik dengan Uskup dan Pausnya sudah ada dari dulu!!!
Dari sejarah mana si penulis ini mendapatkan pemikiran salah tersebut?

Tanggapan Budi Asali:
Saya merasa anda memang orang yang asal tulis / ngomong. Kutip seenaknya, tanpa peduli kontext tulisan saya. Rasanya cuma buang waktu utk layani debat orang setolol anda.


Quote:
1) Sejak jaman Perjanjian Baru orang-orang yang percaya kepada Kristus dan menggunakan Kitab Suci sebagai dasar hidup / kepercayaan, disebut Kristen (Kis 11:26).

Ini lucu sekali karena Kitab Suci belum ditulis lengkap pada jaman itu. Perjanjian Lama pun belum dikumpulkan menjadi satu dalam Kanon yang tetap.

Tanggapan Budi Asali:
Anda yang lucu. Pada jaman Yesus PL sudah lengkap, tapi tanpa Deuterokanonika yang menggelikan itu. Kalau belum ada PL, lalu rasul2 dan penulis2 KS mengutip dari mana?
Yang saya maksud KS dalam kontext ini memang PL.


Quote:
Perhatikan bahwa Kristen sudah ada pada abad pertama, jauh sebelum Roma Katolik ada!

Kristen yang pertama adalah Katolik!
Mereka bukan Protestant yang menganut Sola Fide Sola Scriptura dan tidak mengakui Sakramen.

Tanggapan Budi Asali:
Kristen mengakui sakramen, tetapi hanya 2, bukan 7 seperti Katolik.


Quote:
3) Pada awal abad ke 4, Constantine mulai tertarik pada kekristenan dan pada tahun 324 M, setelah ia menjadi kaisar atas seluruh wilayah ke-kaisaran Romawi, ia menjadikan kristen sebagai agama yang sah di seluruh wilayah kekaisaran Romawi.

SALAH. Konstantin cuma memberikan toleransi kepada keKristenan/Katolik dan tidak pernah menganggap Kristen agama negara!!

Tanggapan Budi Asali:
Bisa berikan dasar, entah dari sejarah, dsb? Jangan asal ngomong. Keledainya Bileam bisa bicara lebih baik dari anda.


Quote:
4) Karena kristen dijadikan agama yang sah di seluruh kekaisaran Romawi, maka akibatnya banyak orang terpaksa masuk kristen, padahal hati mereka tidak kristen / tidak percaya kepada Yesus maupun Kitab Suci. Mereka ini lalu mulai membawa kekafiran mereka ke dalam gereja dan gereja yang kurang ketat dalam menjaga ajarannya, makin lama makin menyeleweng.

Karena kesimpulan ini didasarkan oleh fakta yang salah, maka dengan otomatis kesimpulan ini runtuh.

Quote:
Contoh-contoh penyelewengan:

Yeah right. Orang yang tidak belajar sejarah tidak akan tahu bagaimana sejarah sebenarnya.

Quote:
1. Doa untuk orang mati

Yeremia 15:1
TUHAN berfirman kepadaku: "Sekalipun Musa dan Samuel berdiri di hadapan-Ku, hati-Ku tidak akan berbalik kepada bangsa ini. Usirlah mereka dari hadapan-Ku, biarlah mereka pergi!"
Disini kita lihat kalo Musa dan Samuel, yang hidup di jaman yang berbeda dan sudah meninggal di saat jaman Yeremia, bisa berdiri bersamaan dihadapan Allah.
Mungkin ada yang berkata, "Lihatlah kata 'sekalipun', itu menunjukkan kalo ayat diatas itu hanya pengandaian dan tidak terjadi," meskipun hal tersebut tidak terjadi kita masih bisa menarik kesimpulan bahwa hal tersebut mungkin.

Tanggapan Budi Asali:
Apa urusannya mereka berdiri di depan Allah dengan doa untuk org mati?????? Dasar tak punya logika!


Matt 17:3
Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.
Yesus sendiri berbicara kepada orang yang sudah mati. Kalo memang kita bisa berkomunikasi kepada orang yang sudah mati, maka kita sebaiknya minta mereka mendoakan kita karena mereka lebih dekat dengan Allah. Dan ini jelas sekali lain dengan praktek klenik yang meminta petunjuk dari orang mati. Disini yang diminta adalah doa.

Tanggapan Budi Asali:
Yesus bisa berkomunikasi dengan orang mati tidak sama dengan kita berkomunikasi dengan orang mati. Yesus bisa lakukan mujijat, bangkitkan org mati dsb, apa kita juga bisa? Dasar sinting.


Quote:
dan membuat tanda salib 300 M

Heran. Apa salahnya dengan membuat tanda salib?
Terlebih ini adalah praktek lama seperti yang bisa dibaca dari tanya jawab berikut (dari Website CIN.org)
(22) Is there any evidence of the sign of the cross in the Church Fathers?
There is no prayer that is more recognized as Catholic than the 'sign of the cross.' Tertullian of Carthage writes, "In all our travels, in our coming in and going out, in putting on our clothes and our shoes, at table, in going to rest, whatever we are doing we mark our forehead with the sign of the cross." Ephraem of Syrus writes, "With the sign of the living cross, seal all thy doings, my son. Go not forth from the door of thy house till thou hast signed the cross. Whether in eating or in drinking, whether in sleeping or in waking, whether in thy house or on the road, or again in the season of leisure, neglect not this sign; for there is no guardian like it. It shall be unto thee as a wall, in the forefront of all thy doings. And teach this to thy children, that heedfully they be conformed to it."(Repentance, 17) Likewise St Augustine matter of factly states, "Thou hearest a man assail a shameless man and say, 'He hath no forehead.' What is, 'He hath no forehead'? He hath no shame. Let me not have a bare forehead, let the Cross of my Lord cover it."(Psalm 141:4)

Tanggapan Budi Asali:
Saya tak peduli kata-kata siapapun kalau tak ada dasar KSnya. Bisa beri dasar KS untuk praktek bodoh itu? Anda tanya apa salahnya praktek itu? Karena dilakukan tanpa dasar KS. Siapa yang mengajar berdoa seperti itu? Disamping, apa yg anda katakan pada saat membuat tanda salib? Dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus? Siapa yang mengajar berdoa dalam nama Tritunggal? Yesus menyuruh berdoa dalam namaNya, nama Yesus!
Joh 14:13 dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
Joh 14:14 Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."


Quote:
2. Pemujaan terhadap malaikat dan orang suci 375 M

Omong kosong. Gereja Katolik tidak pernah menyembah Malaikat dan Orang suci.
Gereja menghormati orang suci. dan ini adalah iman Gereja Awal seperti yang bisa kita baca dari tulisan Bapa Gereja Awal
Hermas
"[The Shepherd said:] ?But those who are weak and slothful in prayer, hesitate to ask anything from the Lord; but the Lord is full of compassion, and gives without fail to all who ask him. But you, [Hermas,] having been strengthened by the holy angel [you saw], and having obtained from him such intercession, and not being slothful, why do not you ask of the Lord understanding, and receive it from him??" (The Shepherd 3:5:4 [A.D. 80]).
Clement of Alexandria
"In this way is he [the true Christian] always pure for prayer. He also prays in the society of angels, as being already of angelic rank, and he is never out of their holy keeping; and though he pray alone, he has the choir of the saints standing with him [in prayer]" (Miscellanies 7:12 [A.D. 208]).
Origen
"But not the high priest [Christ] alone prays for those who pray sincerely, but also the angels . . . as also the souls of the saints who have already fallen asleep" (Prayer 11 [A.D. 233]).
Cyprian of Carthage
"Let us remember one another in concord and unanimity. Let us on both sides [of death] always pray for one another. Let us relieve burdens and afflictions by mutual love, that if one of us, by the swiftness of divine condescension, shall go hence first, our love may continue in the presence of the Lord, and our prayers for our brethren and sisters not cease in the presence of the Father?s mercy" (Letters 56[60]:5 [A.D. 253]).
Anonymous
"Atticus, sleep in peace, secure in your safety, and pray anxiously for our sins" (funerary inscription near St. Sabina?s in Rome [A.D. 300]).
"Pray for your parents, Matronata Matrona. She lived one year, fifty-two days" (ibid.).
"Mother of God, [listen to] my petitions; do not disregard us in adversity, but rescue us from danger" (Rylands Papyrus 3 [A.D. 350]).
Methodius
"Hail to you for ever, Virgin Mother of God, our unceasing joy, for to you do I turn again. You are the beginning of our feast; you are its middle and end; the pearl of great price that belongs to the kingdom; the fat of every victim, the living altar of the Bread of Life [Jesus]. Hail, you treasure of the love of God. Hail, you fount of the Son?s love for man. . . . You gleamed, sweet gift-bestowing Mother, with the light of the sun; you gleamed with the insupportable fires of a most fervent charity, bringing forth in the end that which was conceived of you . . . making manifest the mystery hidden and unspeakable, the invisible Son of the Father?the Prince of Peace, who in a marvelous manner showed himself as less than all littleness" (Oration on Simeon and Anna 14 [A.D. 305]).
"Therefore, we pray [ask] you, the most excellent among women, who glories in the confidence of your maternal honors, that you would unceasingly keep us in remembrance. O holy Mother of God, remember us, I say, who make our boast in you, and who in august hymns celebrate the memory, which will ever live, and never fade away" (ibid.).
"And you also, O honored and venerable Simeon, you earliest host of our holy religion, and teacher of the resurrection of the faithful, do be our patron and advocate with that Savior God, whom you were deemed worthy to receive into your arms. We, together with you, sing our praises to Christ, who has the power of life and death, saying, ?You are the true Light, proceeding from the true Light; the true God, begotten of the true God?" (ibid.).
Cyril of Jerusalem
"Then [during the Eucharistic prayer] we make mention also of those who have already fallen asleep: first, the patriarchs, prophets, apostles, and martyrs, that through their prayers and supplications God would receive our petition . . . " (Catechetical Lectures 23:9 [A.D. 350]).
Hilary of Poitiers
"To those who wish to stand [in God?s grace], neither the guardianship of saints nor the defenses of angels are wanting" (Commentary on the Psalms 124:5:6 [A.D. 365]).
Ephraim the Syrian
"You victorious martyrs who endured torments gladly for the sake of the God and Savior, you who have boldness of speech toward the Lord himself, you saints, intercede for us who are timid and sinful men, full of sloth, that the grace of Christ may come upon us, and enlighten the hearts of all of us so that we may love him" (Commentary on Mark [A.D. 370]).
"Remember me, you heirs of God, you brethren of Christ; supplicate the Savior earnestly for me, that I may be freed through Christ from him that fights against me day by day" (The Fear at the End of Life [A.D. 370]).
The Liturgy of St. Basil
"By the command of your only-begotten Son we communicate with the memory of your saints . . . by whose prayers and supplications have mercy upon us all, and deliver us for the sake of your holy name" (Liturgy of St. Basil [A.D. 373]).
Pectorius
"Aschandius, my father, dearly beloved of my heart, with my sweet mother and my brethren, remember your Pectorius in the peace of the Fish [Christ]" (Epitaph of Pectorius [A.D. 375]).
Gregory of Nazianz
"May you [Cyprian] look down from above propitiously upon us, and guide our word and life; and shepherd this sacred flock . . . gladden the Holy Trinity, before which you stand" (Orations 17[24] [A.D. 380]).
"Yes, I am well assured that [my father?s] intercession is of more avail now than was his instruction in former days, since he is closer to God, now that he has shaken off his bodily fetters, and freed his mind from the clay that obscured it, and holds conversation naked with the nakedness of the prime and purest mind . . . " (ibid., 18:4).
Gregory of Nyssa
"[Ephraim], you who are standing at the divine altar [in heaven] . . . bear us all in remembrance, petitioning for us the remission of sins, and the fruition of an everlasting kingdom" (Sermon on Ephraim the Syrian [A.D. 380]).
John Chrysostom
"He that wears the purple [i.e., a royal man] . . . stands begging of the saints to be his patrons with God, and he that wears a diadem begs the tentmaker [Paul] and the fisherman [Peter] as patrons, even though they be dead" (Homilies on Second Corinthians 26 [A.D. 392]).
"When you perceive that God is chastening you, fly not to his enemies . . . but to his friends, the martyrs, the saints, and those who were pleasing to him, and who have great power [in God]" (Orations 8:6 [A.D. 396]).
Ambrose of Milan
"May Peter, who wept so efficaciously for himself, weep for us and turn towards us Christ?s benign countenance" (The Six Days Work 5:25:90 [A.D. 393]).
Jerome
"You say in your book that while we live we are able to pray for each other, but afterwards when we have died, the prayer of no person for another can be heard. . . . But if the apostles and martyrs while still in the body can pray for others, at a time when they ought still be solicitous about themselves, how much more will they do so after their crowns, victories, and triumphs?" (Against Vigilantius 6 [A.D. 406]).
Augustine
"A Christian people celebrates together in religious solemnity the memorials of the martyrs, both to encourage their being imitated and so that it can share in their merits and be aided by their prayers" (Against Faustus the Manichean [A.D. 400]).
"There is an ecclesiastical discipline, as the faithful know, when the names of the martyrs are read aloud in that place at the altar of God, where prayer is not offered for them. Prayer, however, is offered for the dead who are remembered. For it is wrong to pray for a martyr, to whose prayers we ought ourselves be commended" (Sermons 159:1 [A.D. 411]).
"At the Lord?s table we do not commemorate martyrs in the same way that we do others who rest in peace so as to pray for them, but rather that they may pray for us that we may follow in their footsteps" (Homilies on John 84 [A.D. 416]).
"Neither are the souls of the pious dead separated from the Church which even now is the kingdom of Christ. Otherwise there would be no remembrance of them at the altar of God in the communication of the Body of Christ" (The City of God 20:9:2 [A.D. 419]).

Tanggapan Budi Asali:
Anda tak mengakui gereja anda menyembah Maria? Ia juga adalah org suci dalam gereja anda bukan? Memang doktrin gereja anda mengatakan menghormati, bukan menyembah. Tetapi apa yg anda lakukan terhadap Allah / Yesus dan terhadap Maria persis sama. Berlutut, sujud, menyanyi, berdoa. Lalu mengapa yang satu disebut ‘menyembah’, yang lain hanya ‘menghormati’?
Chatechism of the Catholic Church, thn 1992:
No 352 - The Church venerates the angels who help her on her earthly pilgrimage and protect every human being.
No 1161 - Following the divinely inspired teaching of our holy Fathers and the tradition of the Catholic Church (for we know that this tradition comes from the Holy Spirit who dwells in her) we rightly define with full certainty and correctness that, like THE FIGURE OF THE PRECIOUS AND LIFE-GIVING CROSS, VENERABLE AND HOLY IMAGES OF OUR LORD AND GOD AND SAVIOR, JESUS CHRIST, OUR INVIOLATE LADY, THE HOLY MOTHER OF GOD, AND THE VENERATED ANGELS, ALL THE SAINTS AND THE JUST, whether painted or made of mosaic or another suitable material, are to be exhibited in the holy churches of God, on sacred vessels and vestments, walls and panels, in houses and on streets.
No 2131 - Basing itself on the mystery of the incarnate Word, the seventh ecumenical council at Nicaea (787) justified against the iconoclasts the veneration of icons - of Christ, but also of the Mother of God, the angels, and all the saints. By becoming incarnate, the Son of God introduced a new "economy" of images.
Kalau patung malaikat saja dipuja apalagi malaikatnya!


Quote:
3. Penggunaan patung-patung 375 M

Salah. Pembuatan patung sudah sejak perjanjian lama.
Keluaran 25:18?20
Dan haruslah kaubuat dua kerub dari emas, kaubuatlah itu dari emas tempaan, pada kedua ujung tutup pendamaian itu. Buatlah satu kerub pada ujung sebelah sini dan satu kerub pada ujung sebelah sana; seiras dengan tutup pendamaian itu kamu buatlah kerub itu di atas kedua ujungnya. Kerub-kerub itu harus mengembangkan kedua sayapnya ke atas, sedang sayap-sayapnya menudungi tutup pendamaian itu dan mukanya menghadap kepada masing-masing; kepada tutup pendamaian itulah harus menghadap muka kerub-kerub itu.
Disini Allah Bapa secara langsung menyuruh membuat patung dan instruksi bagaimana patung itu harus diabuat
1 Tawarikh 28:18?19
juga emas yang disucikan untuk mezbah pembakaran ukupan seberat yang diperlukan dan emas untuk pembentukan kereta yang menjadi tumpangan kedua kerub, yang mengembangkan sayapnya sambil menudungi tabut perjanjian TUHAN. Semuanya itu terdapat dalam tulisan yang diilhamkan kepadaku oleh TUHAN, yang berisi petunjuk tentang segala pelaksanaan rencana itu.
Disini Raja Daud memberi instruksi kepada Solomo untuk membuat kuil Allah (yang nantinya dihancurkan)
Yehezkiel 41:17?18
sampai bagian atas pintu dan ruang dalam dan juga di luar. Dan di seluruh dinding bagian dalam dan bagian luar terukir gambar-gambar kerub dan pohon-pohon korma, di antara dua kerub sebatang pohon korma, dan masing-masing kerub itu mempunyai dua muka.
Ini adalah penglihatan nabi Yehezkiel. Dia melihat ukir-ukiran. Meamng bukan patung. tapi biasanya Protestant juga menuduh kalau Katolik membuat ukir-ukiran untuk disembah. Ayat ini bisa dipakai sebagai sanggahan.

Tanggapan Budi Asali:
Kalau hanya patung tentu tak apa-apa. Dalam Gereja Protestan juga ada patung salib. Tetapi dalam gereja Katolik memang orang-orangnya sujud kepada patung, itu yang salah! Kalau memang tak ada penyembahan patung,mengapa dalam gereja anda hukum ke 2 dari 10 hukum Tuhan dibuang?


Quote:
4. Permulaan pemuliaan Maria (istilah 'bunda Allah') 431 M

Pertama dan terpenting harus dijelaskan bahwa GEREJA KATOLIK TIDAK PERNAH MENYEMBAH MARIA!!!
Bahkan inlah isi dari Katekismus Gereja Katolik:
Catechism of the Catholic Church (CCC)
964
Mary's role in the Church is inseparable from her union with Christ and flows directly from it. "This union of the mother with the Son in the work of salvation is made manifest from the time of Christ's virginal conception up to his death"; it is made manifest above all at the hour of his Passion:

Tanggapan Budi Asali:
Dimana dalam KS Maria melakukan pekerjaan untuk keselamatan manusia?


Thus the Blessed Virgin advanced in her pilgrimage of faith, and faithfully persevered in her union with her Son unto the cross. There she stood, in keeping with the divine plan, enduring with her only begotten Son the intensity of his suffering, joining herself with his sacrifice in her mother's heart, and lovingly consenting to the immolation of this victim, born of her: to be given, by the same Christ Jesus dying on the cross, as a mother to his disciple, with these words: "Woman, behold your son."

Tanggapan Budi Asali:
Ajaran sesat! Maria tak pernah menebus dosa manusia, biarpun pada saat itu ia menderita.


965
After her Son's Ascension, Mary "aided the beginnings of the Church by her prayers." In her association with the apostles and several women, "we also see Mary by her prayers imploring the gift of the Spirit, who had already overshadowed her in the Annunciation."
966
"Finally the Immaculate Virgin, preserved free from all stain of original sin, when the course of her earthly life was finished, was taken up body and soul into heavenly glory, and exalted by the Lord as Queen over all things, so that she might be the more fully conformed to her Son, the Lord of lords and conqueror of sin and death." The Assumption of the Blessed Virgin is a singular participation in her Son's Resurrection and an anticipation of the resurrection of other Christians:

Tanggapan Budi Asali:
Dasar KSnya mana yang menunjukkan Maria suci? Bandingkan Ro 3:23 - “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah”. KS hanya mengecualikan Yesus (Ibr 4:15), bukan Maria!


In giving birth you kept your virginity; in your Dormition you did not leave the world, O Mother of God, but were joined to the source of Life. You conceived the living God and, by your prayers, will deliver our souls from death.

Tanggapan Budi Asali:
Kata-kata ini sudah merupakan doa kepada Maria, sama seperti Salam Maria, dan jelas bahwa doa merupakan penyembahan! Hanya boleh ditujukan kepada Allah!


967
By her complete adherence to the Father's will, to his Son's redemptive work, and to every prompting of the Holy Spirit, the Virgin Mary is the Church's model of faith and charity. Thus she is a "preeminent and . . . wholly unique member of the Church"; indeed, she is the "exemplary realization" (typus) of the Church.
968
Her role in relation to the Church and to all humanity goes still further. "In a wholly singular way she cooperated by her obedience, faith, hope, and burning charity in the Savior's work of restoring supernatural life to souls. For this reason she is a mother to us in the order of grace."
969
"This motherhood of Mary in the order of grace continues uninterruptedly from the consent which she loyally gave at the Annunciation and which she sustained without wavering beneath the cross, until the eternal fulfillment of all the elect. Taken up to heaven she did not lay aside this saving office but by her manifold intercession continues to bring us the gifts of eternal salvation. . . . Therefore the Blessed Virgin is invoked in the Church under the titles of Advocate, Helper, Benefactress, and Mediatrix."

Tanggapan Budi Asali:
Kalau Maria = Pengantara, maka Yesus bukan satu-satunya Pengantara, dan itu berarti 1Tim 2:5 salah.
1Tim 2:5 – “Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus”


970
"Mary's function as mother of men in no way obscures or diminishes this unique mediation of Christ, but rather shows its power. But the Blessed Virgin's salutary influence on men . . . flows forth from the superabundance of the merits of Christ, rests on his mediation, depends entirely on it, and draws all its power from it." "No creature could ever be counted along with the Incarnate Word and Redeemer; but just as the priesthood of Christ is shared in various ways both by his ministers and the faithful, and as the one goodness of God is radiated in different ways among his creatures, so also the unique mediation of the Redeemer does not exclude but rather gives rise to a manifold cooperation which is but a sharing in this one source."

Tanggapan Budi Asali:
Ini menginjak-injak 1Tim 2:5!


971
"All generations will call me blessed": "The Church's devotion to the Blessed Virgin is intrinsic to Christian worship." The Church rightly honors "the Blessed Virgin with special devotion. From the most ancient times the Blessed Virgin has been honored with the title of 'Mother of God,' to whose protection the faithful fly in all their dangers and needs. . . . This very special devotion . . . differs essentially from the adoration which is given to the incarnate Word and equally to the Father and the Holy Spirit, and greatly fosters this adoration." The liturgical feasts dedicated to the Mother of God and Marian prayer, such as the rosary, an "epitome of the whole Gospel," express this devotion to the Virgin Mary.

Tanggapan Budi Asali:
Saya sudah tahu istilahnya dibedakan, tetapi tindakan-tindakan yang dilakukan terhadap Allah / Yesus dan terhadap Maria persis sama. Bahkan doa kepada Maria jauh lebih sering! Lalu apa sebab untuk Maria disebut menghormati dan untuk Allah disebut menyembah?


972
After speaking of the Church, her origin, mission, and destiny, we can find no better way to conclude than by looking to Mary. In her we contemplate what the Church already is in her mystery on her own "pilgrimage of faith," and what she will be in the homeland at the end of her journey. There, "in the glory of the Most Holy and Undivided Trinity," "in the communion of all the saints," the Church is awaited by the one she venerates as Mother of her Lord and as her own mother.
In the meantime the Mother of Jesus, in the glory which she possesses in body and soul in heaven, is the image and beginning of the Church as it is to be perfected in the world to come. Likewise she shines forth on earth until the day of the Lord shall come, a sign of certain hope and comfort to the pilgrim People of God.
Kedua,
Harus dimengerti kenapa istilah "Bunda Allah," atau Theotokos, diberikan. pada jaman dahulu ada ajaran sesat yang dimulai oleh Nestorius dan diberi nama Nestorianisme. Nestorius mengajarkan bahwa ada DUA Kristus, Kristus Allah dan Kristus manusia, dan bukannya bahwa ada SATU Kristus yang adalah Allah dan manusia. karena sifat kesatuan dari Kristus yang adalah Manusia dan Allah. Menurut Nestorianisme Maria adalah ibu HANYA dari sisi manusia Allah. Sikap yang memisahkan kesatuan Allah dan Manusia Kristus ini kemudian ditentang dan didogmakan di Konsili Efesus (431) yang kemudian merumuskan bahwa Maria adalah "Bunda Allah" (Theotokos).
Terlebih patut diketahui bahwa istilah Bunda Allah untuk lebih menyatakan kesatuan antara Kemanusian dan Keallahan Kristus sudah terindikasi dari berbagai Bapa Gereja Awal jauh sebelum Konsili Efesus. Ini beberapa contoh:
"After this, we receive the doctrine of the resurrection from the dead, of which Jesus Christ our Lord became the first-fruits; Who bore a Body, in truth, not in semblance, derived from Mary the mother of God (59) in the fulness of time sojourning among the race, for the remission of sins: who was crucified and died, yet for all this suffered no diminution of His Godhead."
Alexander of Alexandria,Epistle to Alexander,12(A.D. 324),in NPNF2,III:40
"And the Angel on his appearance, himself confesses that he has been sent by his Lord; as Gabriel confessed in the case of Zacharias, and also in the case of Mary, bearer of God."
Athanasius,Orations III,14(A.D. 362),in NPNF2,IV:401
"Many, my beloved, are the true testimonies concerning Christ. The Father bears witness from heaven of His Son: the Holy Ghost bears witness, descending bodily in likeness of a dove: the Archangel Gabriel bears witness, bringing good tidings to Mary: the Virgin Mother of God bears witness: the blessed place of the manger bears witness."
Cyril of Jerusalem,Catechetical Lectures,X:19(c.A.D. 350),in NPNF2,VII:62
Lebih banyak kutipan Bapa Gereja tentang Theotokos bisa di-klik disini
PS
Sumber lain yang menarik tentang Theotokos ---> romancatholicism.org

Tanggapan Budi Asali:
Jadi, sudah tahu kalau istilah Bunda Allah sebetulnya bukan untuk menghormati / meninggikan Maria, bukan? Lalu mengapa sekarang istilah itu digunakan, atau lebih tepatnya di-salah-guna-kan, untuk meninggikan Maria?


Quote:
5. Doktrin tentang api pencucian 593 M

Angka 593 dari tuduhan bohong ini bisa dilacak dari asumsi Protestant bahwa Paus Gregory the Great yang berkuasa pada 590?604 masehi yang menetapkan doktrin ini. Tapi perlu diketahui, Paus Gregory the Great bukanlah "pencipta" doktrin ini. Doktrin ini sudah ada di Alkitab dan di-iman-i oleh Bapa Gereja Awal.
Bukti dari Alkitab
1Korintus 3:11-15
11 Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. 12 Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, 13 sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. 14 Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. 15 Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.
Ini adalah bukti kuat untuk Purgatory (Api Penyucian). Disini terlihat bahwa pekerjaan manusia akan diuji dengan "Api". Dan dia akan selamat, tapi seperti dari dalam api, karena memang semua orang yang di Purgatory merupakan orang yang sudah diselamatkan, namun mereka harus menanggung dosa kecil dan akibat-akibat dosa (karena orang yang mati dengan dosa besar akan masuk neraka).

Tanggapan Budi Asali:
Ayat ini sama sekali tidak bicara tentang api pencucian! Dalam text ini dikatakan orangnya selamat tetapi ‘seperti dari dalam api’, sedangkan yang terbakar hanya pekerjaan orang itu. Ini berbeda dengan orang yang masuk api pencucian. Ini betul-betul orangnya yang dibakar, bukan pekerjaannya!
Mengapa penjahat yang bertobat di sisi Yesus pada kayu salib itu tidak masuk api pencucian? Ia langsung masuk Firdaus / surga!


Apakah ini berarti bahwa penebusan Allah tidak cukup? Tentusaja tidak. Orang yang telah berdosa, setelah dia mengaku dosa atau melakukan sesal sempurna (Sesal sempurna sangat sulit) maka dia akan diampuni berkat rahmat penebusan Kristus. Tapi akibat dari dosanya masih ada pada dia.
Dosa itu sifatnya mengkorupsi manusia. Karena inilah Adam yang diciptakan Allah baik menjadi "rusak" dan "kerusakan" ini menurun pada semua manusia. Dan cacat inlah yang harus dibersihkan. Analogi praktis adalah kisah seorang anak yang memecahkan jendela. Kalau dia bertobat, kesalahan dia akan diampuni, tapi jendela masih tetap rusak dan harus diperbaiki.
Sedikit ilustrasi tambahan tentang perlunya Api Penyucian. Pernahkah kalian lihat gambar maupun media porno? Kebanyakan pasti pernah. Sekarang, bayangkan kalo kamu sudah bertobat, kamu sudah mengaku dosa, kemudian kamu meninggal. Karena kamu sudah mengaku dosa dan bertobat, tentu saja dosa kamu diampuni berkat salib Kristus. Dan tentu saja kamu akan masuk surga. TAPI apakah kamu sudah siap? Bagaimana dengan gambar2 porno yang ada dipikiran kamu? Apakah itu sudah hilang? Bisakah kamu bawa kenangan kotor seperti itu ke tempat seperti surga? Harap ini direnungkan.

Tanggapan Budi Asali:
Tentu saja bisa karena darah Kristus lebih dari cukup untuk membersihkan semua dosa org yang percaya. Apakah penjahat yang bertobat itu sudah bersih 100 % pikirannya? Tentu tidak, tetapi mengapa ia masuk surga, bukan api pencucian?


Matius 12:32
Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak.
Dari ayat diatas kita jadi bertanya2, "Kalo dosa yang berat sekali seperti menghujat Roh Kudus tidak bsia diampuni, bagaimana dosa yang lain?" Nah, sekaligus timbul pertanyaan tambahan, "apa yang dimaksud dengan dunia akan datang dimana dosa menghina roh tidak dapat diampuni?"
Tentu saja, sebagai konsekuensi logis dari adanya dosa yang tidak bisa diampuni di dunia akan datang adalah adanya dosa yang bisa diampuni di dunia yang akan datang. Nah, sekarang kita jadi berpikiran apa sih dunia yang akan datang itu:
1. Karena ada dosa yang bisa diampuni di dunia yang akan datang maka dunia yang akan datang bukanlah neraka!! Karena di neraka tidak ada pengampunan lagi.
2. Karena ada dosa yang masih harus diampuni di dunia yang akan datang maka dunia yang akan datang bukanlah surga!! Karena di surga tidak boleh ada dosa
3. Sebagai konsekuensi dari 1 dan 2, maka kita temukan bahwa maksud dari dunia yang akan datang didapat di ayat 1 Korintus 3:10-15 (yang sudah dijelaskan Alfonsus diatas), yaitu adanya Api Penyucian yang juga disebut Purgatory.
Silahkan klik untuk lihat komentar Bapa Gereja Awal tentang Purgatory (Api Penyucian)

Tanggapan Budi Asali:
Omong kosong yang bodoh. Tak diampuni di dunia ini maupun di dunia yang akan datang, artinya tak diampuni selama2nya. Sama sekali tak berarti ada api pencucian.Kalaupun diartikan ada dunia lain selain surga, dari mana tahu-tahu bisa disimpulkan bahwa dunia lain itu adalah tempat yang namanya api pencucian???


Quote:
6. Penggunaan bahasa Latin dalam doa / kebaktian 600 M

Sanggahan diambil dari Catholic.com
Memang benar kalau Latin digunakan dalam ibadah di tahun 600 Masehi. Gereja menyebar dari Timur dimana banyak yang berbhasa Yunani, menuju ke Barat yang berbahasa Latin (sebagai contoh, ke Roma) di jaman Kerasulan. Salah satu Surat Paulus ditulis bagi Jemaat di Roma. Dan juga terdapat Umat Kristen di kediaman Caesar di jaman Paulus (Fil 4:22). Ibadah pada waktu itu dilakukan dalam bahasa sehari-hari yaitu Bahasa Yunani di Timur dan Bahasa Latin di Barat (meskipun pada permulaan BHS Yunani juga digunakan di Barat karena itulah BHS Ibu Imperial Roma. Penggunaan Latin dalam ibadah lebih dini dari 6000 Masehi.

Quote:
7. Doa ditujukan kepada Maria, malaikat dan orang-orang suci 600 M

Doa ditujukan pada orang mati sejak jaman Perjanjian Lama. Bisa dilihat di Kitab 2Makabe 12:38-46 yang merupakan Kitab Suci yang dibuang oleh Protestant.

Tanggapan Budi Asali:
Salah. Itu merupakan sampah yang dipungut orang Katolik lalu disimpan dalam KS mereka.
2Makabe 15:37b-38 - Maka aku sendiripun mau mengakhiri kisah ini. Jika susunannya baik lagi tepat, maka itulah yang kukehendaki. Tetapi jika susunannya hanya sedang-sedang dan setengah-setengah saja, maka hanya itulah yang mungkin bagiku”.
Ini sama sekali tidak menunjukkan orang yang menuliskan Firman Tuhan di bawah pengilhaman Roh Kudus! Perhatikan kata-kata ‘kukehendaki’ dan ‘hanya itulah yang mungkin bagiku’. Bagaimana kita bisa mempercayai otoritas tulisan seperti ini, sedangkan penulisnya sendiripun tidak yakin akan kebenaran tulisannya!


Katakombe-Katakombe memperlihatkan bahwa jemaat Kristen awal berdoa pada Para Kudus.

Tanggapan Budi Asali:
Kalau kata-kata anda benar, itu pasti orang kristen bodoh / sesat, seperti org Katolik saat ini. Dasar hidup saya adalah KS, bukan kehidupan orang kristen manapun juga!


Maria dan para kudus sudah di surga. Di surga tidak ada batasan ruang dan waktu. Logika manusia tidak bisa dipakai di Surga. Ketidakmungkinan makhluk surgawi untuk dapat mendengar doa disanggah dalam kitab Wahyu
Wahyu 8:3-4
Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu. Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah.
Wahyu 5:8
Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.

Tanggapan Budi Asali:
Siapa yang mengatakan makhluk surgawi tak bisa mendengar? Saya menentang doa yang dinaikkan kepada org kudus!


Kedua: Pengabul doa adalah Allah. Kalo kita minta doa kepada orang tua, pendeta kemudian doa kita terkabul, apakah itu berarti kalo pendeta dan orang tua adalah pengabul doa kita? Itu salah sama sekali. Pengabul doa cuma Allah. Lihatlah rumusan doa Salam MAria diatas kamu akan bisa mendapatkan, "Santa Maria Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ..." Kita minta Maria untuk mendoakan. Doa dikabulkan oleh Tuhan.

Tanggapan Budi Asali:
Dalam doa Salam Maria anda bukan hanya minta Maria berdoa untuk anda, tetapi anda memang berdoa kepada Maria. Pengabul doa hanya Allah, demikian juga obyek doa hanya Allah (Mat 4:10)!


Quote:
8. Gelar 'Paus' 607 M

Ini dari website ini
The Bishop of Rome was not the Universal Pontiff until 607, thereby creating the Universal, or Catholic Church
Pope Boniface III was elected to succeed Sabinian after an interregnum of nearly a year; he was consecrated February 19, 607, and died November 12 of the same year. While he was Pope, he obtained a decree from Phocas, against Cyriacus, Bishop of Constantinople, by which it was ordained that "the See of Blessed Peter the Apostle should be the head of all the Churches", and that the title of "Universal Bishop" belonged exclusively to the Bishop of Rome. This was done not to create the role of the Pope as the Universal Bishop, but to confirm it against anyone that questioned it. This decree did not create the title Universal Bishop, but confirms that it belongs only to the Bishop of Rome, and not any other bishop, such as the Bishop of Constantinople, who had attempted to use the title "Ecumenical Bishop". Note that this decree did not give the Bishop of Rome the title See of Blessed Peter the Apostle, but that this decree assumed that this was already accepted as the title of the Bishop of Rome. This decree also acknowledges a similar one made by Justinian eighty years before. The controversy started in 588 when the Bishop of Constantinople, John the Faster, officially used the title Ecumenical Bishop. The Pope at that time, Pelagius II, protested against the use of this title and forbade his legate at Constantinople to communicate with John. The successor of Pelagius II, Gregory the Great, also protested against the use of this title, and said, "As regards the Church of Constantinople, who can doubt that it is subject to the Apostolic See? Why, both our most religious lord the emperor, and our brother the Bishop of Constantinople continually acknowledge it." Gregory often stated that the Apostolic See (the Papacy), which he held, had a primacy not of honor, but of supreme authority over the Universal Church. He is quoted as saying, "the Apostolic See, which is the head of all Churches" and, "I, albeit unworthy, have been set up in command of the Church." Gregory believed that as successor of St. Peter, the pope had received from God a primacy over all Churches. It was his approval which gave force to the decrees of councils and synods, and his authority could annul them. As well, he could judge and correct other patriarchs and bishops. But it was not until after his successor, Sabinian, that Boniface III obtained the decree the declared that "the See of Blessed Peter the Apostle should be the head of all the Churches", and that the title of "Universal Bishop" belonged exclusively to the Bishop of Rome. These sentiments, however, predate this decree with Pope Sabinian, Pope Gregory I, Pope Pelagius II, and as far back as Pope Peter.
We have very early evidence of papal primacy, such as the writings of St. Ignatius of Antioch, who wrote in the year 110 AD: "To the Church also which holds the presidency in the place of the country of the Romans." As well, St. Clement of Alexandria wrote some time between the years 190 and 210 AD: "The blessed Peter, the chosen, the pre-eminent, the first among the disciples, for whom alone with Himself the Savior paid the tribute."
The leadership of Peter among the apostles cannot be denied, and neither can the authority given to him by Christ. As well, it was upon the office of Peter that Christ Built his Church. All of this is testified by St. Cyprian, who became Bishop of Carthage in 249. This is well before the Edict of Toleration in 313, and is at a time when the Christian Church was still in hiding from the persecution of imperial Rome. St. Cyprian writes: "Upon one He builds His Church, and to the same He says after His resurrection, 'feed My sheep'. And though to all His Apostles He gave an equal power yet did He set up one chair, and disposed the origin and manner of unity by his authority. The other Apostles were indeed what Peter was, but the primacy is given to Peter, and the Church and the chair is shown to be one. And all are pastors, but the flock is shown to be one, which is fed by all the Apostles with one mind and heart. He that holds not this unity of the Church, does he think that he holds the faith? He who deserts the chair of Peter, upon whom the Church is founded, is he confidant that he is in the Church?" It is clear that the early Church acknowledged the Pope as the earthly leader of Christ's Church, and that anyone that denies this is a heretic.
Kalau ada waktu akan diterjemahkan, capek . Kalau ada yang mau bantu, silahkan.

Tanggapan Budi Asali:
Sudah bodoh, sesat, malas lagi!
Lagi-lagi tak ada dasar KS. Saya tak peduli kata-kata siapa, bapa gereja kek, rasul kek, emangnya gue pikirin?
Kalau Petrus adalah Paus, dia pasti Paus yg sesat, karena dia kawin / punya istri. Dari mana tahunya? Karena ia punya ibu mertua (Mat 8:14).
Kalau Petrus adalah Paus, mengapa ia bisa dilabrak oleh Paulus dalam Gal 2:11-14? Juga mengapa dalam sidang gereja Yerusalem bukan ia yang memutuskan? Kis 15.


Quote:
9. Mencium kaki Paus 709 M

Ini konyol sekali. Memangnya kenapa kalau mencium kaki orang yan dihormati. Banyak cverita novel dimana si cowok mencium kaki si cewek (btw, Hittler kabarnya mencium kaki Eva Brown supaya Eva Brown mau menikah dengan dia).

Tanggapan Budi Asali:
Mau cium kaki saya? Anda menghormati ayah anda bukan? Mau cium kakinya? Anda punya istri? Mau cium kakinya? Ada beda antara ‘cium kaki’ sbg tindakan kasih dan penghormatan dan cium kaki sebagai tindakan pemujaan / penyembahan!


Quote:
10. Penyembahan terhadap salib, patung dan relics 786 M
11. Penyembahan terhadap Santo Yusuf 890 M

Gereja Katolik hanya menyembah Yesus.
Beberapa [orang] berkata bahwa mereka tidak terikat oleh ajaran ... yang mengajarkan bahwa Tubuh Mistik Kristus dan Gereja Katolik Roma adalah satu hal yang sama. Beberapa [orang] mereduksi perlunya menjadi anggota Gereja untuk mendapatkan keselamatan abadi, menjadi formulasi yang tidak ada artinya. Yang lain bahkan meremehkan karakter dari kredibilitas iman Kristen tersebut. ... Kepada mereka Kita [merasa] sedih untuk menyatakan dengan keras [dan] mengulangi kembali kebenaran yang telah diketahui, dan untuk menunjukkan dengan cemas kesalahan yang jelas [ini] dan bahaya dari kesalahan [tersebut].
HUMANI GENERIS - Paus Pius XII (12 Augustus 1950) - Mengenai Pandangan-Pandangan Salah yang Mereduksi Pondasi Dari Ajaran Kristen

Tanggapan Budi Asali:
Omong kosong busuk!

_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10668
Location: Orange County California

PostPosted: Wed, 28-03-2007 8:16 pm    Post subject: Reply with quote

Quote:
Quote:

Ini adalah orang yang dikutip sumbernya Oleh Seno waktu dia buat post tentang Maria. Itu semua sudah dibantah habis disini
Dan ternyata orang ini membuat kebohongan lagi di website ini
Waktu aku lagi research buat bantah dia ternyata diketahui bahwa SEMUA BAHAN BUDI ASALI M.DIV DI WEBSITE TERSEBUT TERNYATA CUMA CONTEKAN DARI CHRISTIAN NEWS AND REVIEW (CNV) SERVICE YANG BISA DILIHAT DISINI DAN JUGA DARI BUKU LORAINE BOETNER YANG SUDAH TIDAK BISA DIPERCAYA LAGI KREDIBILITASNYA BAHKAN OLEH BANYAK SARJANA PROTESTANT


Tanggapan Budi Asali:
Saya tak pernah tahu apa itu Christian News And Review (CNV) Service. Atau dia yang nyontek saya, atau kamu adalah pemfitnah!

Aku meminta maaf atas kesalahan ini dan akan membetulkannya.


Kesalahan ini terjadi karena kamu mencontek "daftar penyelewengan" Loraine Boettner. Daftar itu cukup populer dan ada di banyak website. Website CVN adalah salah satu website yang mencantumkan daftar itu. dari situ aku membuat kesimpulan yang dini dan menyatakan bahwa kamu mencontek dari website itu.


Itu tidak tepat, yang benar adalah kamu dan website itu "mencontek" Loraine Boettner.

Quote:
Kalau buku Loraine Boettner memang banyak saya pakai. Kalau itu kamu sebut menyontek, itu menunjukkan bahwa kamu memang orang bodoh yang tak senang belajar buku.

Mengutip suatu sumber adlah sesuatu yang sah-sah saja dalam menulis sebuah tulisan. Bahkan pengutipan yang baik bisa menambah bobot suatu tulisan.


Namun yang kamu lakukan adalah mencontek. Kenapa? Karena materi yang kamu tulis hampir semuanya didasarkan dari materi Boettner. Kamu hanya menyadur apa yang ditulis Boettner dalam bahasa Indonesia.

Quote:
Coba sebutkan sarjana Protestan mana yg tak lagi mempercayai kredibilitas Loraine Boettner, jangan asal ngomong / fitnah! Baru dari kata2 pembukaanmu sudah kelihatan kalau kamu hanyalah orang yg asal ngomong!

Harus aku akui bahwa kata pembukaan itu ada kekeliruannya (tuduhan bahwa kamu mencontek CVN) dan juga terlihat kurang... ehm... dewasa.

Beberapa Protestant yang aku tahu (yang pendidikannya S-1 keatas) memang mengakui banyaknya kekeliruan fakta dari buku Roman Catholicism tulisan Loraine Boettner.


Kekeliruan fatal Boettner bisa dibaca di website:
http://www.christianforums.com/t922262- ..t-or-fiction.html

Itu adalah alamat suatu forum. Load-nya agak lambat bagi yang koneksinya dial-up. Ada tiga halaman. Nanti ekaristi akan mencoba menghadirkan materi di website itu (dan kalau bisa menterjemahkannya) agar materinya bisa diakses dengan cepat. Ini akan membantu banyak orang tiba pada pengetahuan akan kebenaran (1Tim 2:4) setelah dibutakan oleh Boettner, termasuk kamu juga.


website lain yang bisa di check untuk menunjukkan kesalahan Boettner adalah:

http://catholic.com/library/The_Anti_Catholic_Bible.asp

Quote:
Quote:
Kabar gembira. Apologist kita telah memberikan sanggahan terhadap artikel salah tersebut dan menjawab dengan fakta yang benar. Kebohongan terekspose!!!
Silahkan lihat Website Beggar King disini untuk melihat jawabannya.
Kalau ada yang kenal pak Budi Asali, silahkan diarahkan ke forum ini. Ini adalah ajakan untuk berdebat!!!


Tanggapan Budi Asali:
He,he,he. Saya akan layani debat ini, asal dasarnya betul2 Kitab Suci. Kalau dasarnya kata2 Sidang Gereja Katolik atau Paus atau pastor, saya tak akan pedulikan. Saya sudah ‘makan’ banyak orang Katolik!

Aneh rasanya bagi kamu untuk mengatakan "asal dasarnya betul2 Kitab Suci." Nyatanya dasar kamu sendiri adalah Boettner, bukan Kitab Suci.


Terlebih, banyak fakta di buku Boettner keliru. Boettner sendiri tidak menyajikan apa yang diajarkan Gereja Katolik secara benar di bukunya.


Aku sendiri sudah terlalu sering "menghancurkan" Protestant. Dan semakin lama menjadi semakin bosan karena semakin lama semakin kurang menantang disebabkan minimnya pengetahuan Protestant akan Kitab Suci dan sejarah Gereja.

Quote:
Quote:
Quote:

I) Istilah Roma Katolik:

1) Istilah 'Katolik' sebetulnya bukan monopoli golongan Roma Katolik, kare-na istilah 'Katolik' sebetulnya berarti 'universal' atau 'umum / am' [ban-dingkan dengan kalimat dalam 12 Pengakuan Iman Rasuli yang berbunyi 'Gereja yang kudus dan am', yang dalam terjemahan bahasa Inggrisnya berbunyi 'The Holy Catholic Church' (= Gereja Katolik yang kudus)].

2) Sebetulnya istilah 'Roma Katolik' merupakan suatu kontradiksi, karena kata 'Roma' menunjukkan tempat tertentu / lokal, sedangkan kata 'Kato- lik' berarti universal / umum / sedunia.


Istilah Katolik PERTAMA KALI ditulis oleh St Ignatius dari Antioka yang adalah murid rasul Yohanes (murid lain yg terkenal yaitu St Polycarp).

Surat Ignatius dari Antioka kepada Jeamaat di Smyrna:
Dimanapun Uskup ada, maka beradalah banyak [orang]; Bahkan, dimanapun Yesus Kristus ada, disitulah ada Gereja KATOLIK

Istilah Gereja Katolik Roma adalah untuk menunjukkan bahwa Gembala Utama berkedudukan di Roma.


Tanggapan Budi Asali:
Lucu, anda memang orang bodoh yang berlagak pandai. Pd jaman Ignatius, abad 1-2, belum ada gereja Katolik. Belum ada Paus, dsb. Gereja abad pertama disebut Kristen dalam Kis 11:26 – “Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. DI ANTIOKHIALAH MURID-MURID ITU UNTUK PERTAMA KALINYA DISEBUT KRISTEN”.

Kalau di jaman Ignatius tidak ada Gereja Katolik, lalu "Gereja" siapakah yang didirikan Yesus di Mat 16:18?


Mat 16:18
18 And I tell you, you are Peter, and on this rock I will build my church, and the powers of death shall not prevail against it.


Kata yang digunakan untuk "church" adalah "ekklesia."


Kamu sendiri di tulisan awalnya mengutip Credo Nicea-Constantinople yang mengungkapkan iman akan adanya Gereja.


Nah, ini berarti paling tidak sejak jaman Yesus sudah ada suatu "Gereja."


Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah "Gereja" apakah itu? Apakah "gereja Damai Tuhan" yang ada disebelah kantor pos? Ataukah "gereja Kristen Jawi Lor" didepan warung nasi uduk? Ataukah "gereja Horas Haleluia!" di dekat dealer Honda?

Paling tidak kita bisa berkata bahwa "Gereja" tersebut tidak mungkin gereja-gereja yang disebut diatas (Damai Tuhan etc) apalagi GKRI. Kenapa? Karena paling-paling gereja-gereja tersebut baru didirikan pada abad ke 19 atau 20.

Kita juga bisa berkata bahwa paling tidak "Gereja" tersebut BUKAN denominasi Protestant manapun. Kenapa? Karena Protestant BARU ADA ketika seorang mantan Romo Katolik ordo Augustinian bernama Martin Luther dikeluarkan dari Gereja Katolik. Peristiwa ini terjadi pada abad 16 (tahun 1500-an). Mengingat ini, jelas tidak mungkin bahwa "Gereja" yang disebut Yesus, atau "Gereja" yang ada di Credo Nicea-Constantinople adalah salah satu dari banyak gereja Protestant yang muncul karena dipicu pemberontakan Luther.


Dan apakah ada denominasi Protestant yang mengklaim secara eksklusif bahwa gereja merekalah yang didirikan Yesus atau yang disebut di Credo? Tidak ada. Apakah Presbyterian pernah mengklaim bahwa denominasi mereka adalah Gereja yang didirikan Yesus? Apakah Methodist mengklaim bahwa denominasi mereka adalah Gereja yang didirikan Yesus? Apakah Pentakosta pernah mengklaim bahwa denominasi mereka adalah Gereja yang didirikan Yesus? Tidak, tidak dan tidak.


Bagaimana mungkin Presbyterian mengklaim bahwa denominasi mereka adalah Gereja yang didirikan Yesus sementara denominasi mereka didirikan oleh seorang John Knox di Skotlandia pada 1560? Bagaimana mungkin Baptist mengklaim bahwa denominasi mereka adalah Gereja yang didirikan Yesus sementara denominasi mereka didirikan oleh seorang John Smith di Amsterdam, Belanda pada 1606? Dan, bagaimana mungkin Methodis mengklaim bahwa denominasi mereka adalah Gereja yang didirikan Yesus sementara denominasi mereka didirikan oleh seorang Charles Wesley, seorang mantan Anglican, di Inggris pada 1744?



Hanya Gereja Katoliklah yang bisa mengklaim sebagai penerus sejati dari Gereja yang dirikan Kristus dan Gereja yang disebut di Credo (Gereja Katolik-lah yang membuat Credo tersebut).


Apakah buktinya?


Buktinya adalah suksesi tak terputuskan dari para Uskup Gereja Katolik, terutama Paus Roma, sampai ke para rasul sendiri. Para rasul adalah Uskup-Uskup pertama dengan St. Petrus sebagai kepala yang juga Paus pertama. Berikut adalah bukti adanya suksesi seperti yang ditulis oleh para Bapa Gereja Awal (Early Church Fathers)

For if the lineal succession of bishops is to be taken into account, with how much more certainty and benefit to the Church do we reckon back till we reach Peter himself, to whom, as bearing in a figure the whole Church, the Lord said: 'Upon this rock will I build my Church, and the gates of hell shall not prevail against it !' The successor of Peter was Linus, and his successors in unbroken continuity were these: -- Clement, Anacletus, Evaristus, Alexander, Sixtus, Telesphorus, Iginus, Anicetus, Pius, Soter, Eleutherius, Victor, Zephirinus, Calixtus, Urbanus, Pontianus, Antherus, Fabianus, Cornelius, Lucius, Stephanus, Xystus, Dionysius, Felix, Eutychianus, Gaius, Marcellinus, Marcellus, Eusebius, Miltiades, Sylvester, Marcus, Julius, Liberius, Damasus, and Siricius, whose successor is the present Bishop Anastasius. In this order of succession no Donatist bishop is found. But, reversing the natural course of things, the Donatists sent to Rome from Africa an ordained bishop, who, putting himself at the head of a few Africans in the great metropolis, gave some notoriety to the name of "mountain men," or Cutzupits, by which they were known." (Augustine, To Generosus, Epistle 53:2(A.D. 400), in NPNF1, I:298)


As to the rest of his followers, Paul testifies that Crescens was sent to Gaul but Linus, whom he mentions in the Second Epistle to Timothy as his companion at Rome, was Peter's successor in the episcopate of the church there, as has already been shown. Clement also, who was appointed third bishop of the church at Rome, was, as Paul testifies, his co-laborer and fellow-soldier. (Eusebius, The Church History, Chapter IV: The First Successors of the Apostles)


CLEMENT, of whom the apostle Paul writing to the Philippians says "With Clement and others of my fellow-workers whose names are written in the book of life," the fourth bishop of Rome after Peter, if indeed the second was Linus and the third Anacletus ... (Jerome and Gennadius: Illustrious Men, Chapter XV)


Lebih banyak bisa dilihat di traktat Catholic.com yang berjudul "Peter's Sucessor"


Suksesi ini terjaga sampai sekarang dimana Paus Benediktus XVI adalah penerus Petrus ke 266 (ie. Paus ke 267 kalau Petrus dihitung sebagai Paus pertama). Ini adalah bukti bahwa Gereja Katolik adalah Gereja yang didirikan Yesus diatas Petrus. Jemaat Kristen di jaman purba adalah umat Katolik dan bukan umat denominasi GRII, Bethany, Bethel, Petakosta dan lain-lain.

Sementara itu "paus" sendiri adalah sebutan yang cukup akrab di Kitab Suci karena "paus" berasal dari kata "papa" atau "bapak." Paulus sendiri mengklaim bahwa dia adalah bapak dalam Yesus Kristus bagi umat di Korintus (1Kor 4:15). Jaman dahulu Uskup tertentu biasanya disebut Paus (dan sampai sekarang Orthodox tertentu menyebut uskup mereka Paus). Namun kemudian sebutan Paus mengkerucut dan mengalami penyempitan makna menjadi sebutan bagi Uskup Roma.



Quote:
Quote:
Quote:

II) Sejarah singkat:
Ini perlu diketahui, karena banyak orang kristen yang mengira bahwa Roma Katolik ada lebih dulu dan kristen merupakan agama baru yang memberon-tak terhadap Roma Katolik. Karena itu, kalau orang kristen diserang oleh orang Katolik dengan cara ini, mereka tidak bisa menjawab.


Sudah jelas sekali dari sejarah bahwa Martin Luther di tahun 1500an awal-lah yang memulai Protestantisme.

Silahkan para Protestant melihat kebelakan dan melacak sejarahnya. Mereka tidak akan bisa sampai lebih jauh dari 1500. Gereja Katolik adalah Gereja yang didirikan Yesus (Matius 16:18 yang sudah ada sejak dulu dan bisa melacak Paus dan ajarannya samapi ke jaman para Rasul 9Paus adalah keturunan langsung Petrus).

Gereja Katolik dengan Uskup dan Pausnya sudah ada dari dulu!!!
Dari sejarah mana si penulis ini mendapatkan pemikiran salah tersebut?


Tanggapan Budi Asali:
Saya merasa anda memang orang yang asal tulis / ngomong. Kutip seenaknya, tanpa peduli kontext tulisan saya. Rasanya cuma buang waktu utk layani debat orang setolol anda.

Karena disini kamu hanya melontarkan ejekan tanpa substansi maka bagian ini akan dilewati.


Quote:
Quote:
Quote:

1) Sejak jaman Perjanjian Baru orang-orang yang percaya kepada Kristus dan menggunakan Kitab Suci sebagai dasar hidup / kepercayaan, disebut Kristen (Kis 11:26).


Ini lucu sekali karena Kitab Suci belum ditulis lengkap pada jaman itu. Perjanjian Lama pun belum dikumpulkan menjadi satu dalam Kanon yang tetap.


Tanggapan Budi Asali:
Anda yang lucu. Pada jaman Yesus PL sudah lengkap, tapi tanpa Deuterokanonika yang menggelikan itu. Kalau belum ada PL, lalu rasul2 dan penulis2 KS mengutip dari mana?
Yang saya maksud KS dalam kontext ini memang PL.

Memang pada jaman Yesus PL sudah lengkap. Tapi yang aku permasalahkan bukan itu. Mengenai PL aku bilang, "Perjanjian Lama pun belum dikumpulkan menjadi satu dalam Kanon yang tetap."


Jadi bukannya PL belum lengkap, tapi PL belum di-kanonkan. Belum ditetapkan mana yang PL mana yang bukan.

Kenyataan bahwa tidak adanya kanon PL yang definitif di jaman Yesus juga terlihat dari fakta adanya rivalitas kaum Saduki dan Farisi. Kedua kelompok Yahudi ini mengimani kanon yang berbeda. Saduki hanya menganggap Pentateukh (Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan) sebagai Kitab suci sementara Farisi memasukkan buku-buku Neviim (nabi-nabi, ex. Joshua, Yesaya etc) sebagai bagian dari Kitab Suci.


Kalau kamu mengklaim bahwa kanon PL sudah ada, dan bahwa kanon itu mengecualikan Deuterokanonika SILAHKAN KAMU BUKTIKAN!

Di jaman Yesus banyak buku yang diklaim sebagai Kitab Suci (ex. Assumption of Moses, The Book of Enoch etc). Mana bukti bahwa kanon PL sudah jadi? Siapa yang menetapkan? Kalau kamu bersikeras bahwa kanon PL sudah lengkap maka tentunya kamu dengan gampang bisa menjawab dua pertanyaan tersebut.


Dan patut dicatat bahwa Yesus dan para rasul sendiri tidak mendaftar buku-buku yang menjadi kanon PL. Memang Yesus dan para rasul mengutip PL tapi kalau hanya "pengutipan" menjadi dasar bahwa suatu buku menjadi kanon maka buku Kidung Agung, Esther, Obaja dan lain-lain tentunya harus kamu buang dari PL kamu, toh Yesus dan para rasul tidak pernah mengutipnya).


Quote:
Quote:
Quote:
Perhatikan bahwa Kristen sudah ada pada abad pertama, jauh sebelum Roma Katolik ada!


Kristen yang pertama adalah Katolik!
Mereka bukan Protestant yang menganut Sola Fide Sola Scriptura dan tidak mengakui Sakramen.


Tanggapan Budi Asali:
Kristen mengakui sakramen, tetapi hanya 2, bukan 7 seperti Katolik.


Sebelum aku menanggapi tulisan kamu terbaru, aku akan tambah sedikit tulisanku yang lama.

Sebutan "Kristen" adalah sebutan yang generik. Karena itu memang benar bahwa jemaat pertama adalah jemaat Kristen. Masalahnya adalah "Kristen yang mana?" Dahulu yang dinamakan "Kristen" hanya ada satu kelompok. Namun sekarang banyak kelompok yang mengklaim diri mereka adalah "Kristen." Lalu kelompok manakah yang berhak menyatakan diri sebagai penerus dari umat Kristen pertama seperti yang tersbut di Kitab Suci? Tentu saja umat Katolik karena alasan-alasan yang sudah aku sebut diatas. Singkatnya hanya umat Katolik-lah yang mampu melacak sejarahnya sampai jaman rasul. Denominasi Protetant paling lama berumur 500 tahun, jadi tidak mungkin mereka adalah kaum Kristen yang disebut di Kitab Suci.


Sekarang mengenai jumlah sakramen. Kamu katakan bahwa sakramen hanya dua. Memangnya siapa yang menetapkan bahwa sakramen hanya dua? Kenapa tidak tiga? Kenapa tidak empat? Kenapa tidak 12, seperti jumlah para rasul?

Gereja Katolik sendiri menetapkan bahwa ada tujuh sakramen berdasarkan ajaran definitif Gereja atas refleksi dari Kitab Suci dan Tradisi para Bapa Gereja. Gereja Katolik bisa membuktikan baik secara alkitabiah maupun secara Tradisi bahwa iman akan tujuh sakramen adalah iman yang sejati. Semua bisa dilihat disini (catatan: ECF = Early Church Fathers):

Baptisan
http://www.scripturecatholic.com/baptism.html <-- ayat dan ECF

Tobat/Pengakuan
http://www.scripturecatholic.com/confession.html <-- ayat dan ECF
http://www.cin.org/users/jgallegos/confess.htm <--- ECF

Ekaristi
http://www.scripturecatholic.com/the_eucharist.html <-- ayat dan ECF
http://www.cin.org/users/jgallegos/realp.htm <-- ECF mengenai Kehadiran Nyata
http://www.cin.org/users/jgallegos/trans.htm <-- ECF mengenai Transubstansiasi

Krisma (Confirmation)
http://www.scripturecatholic.com/confirmation.html <-- ayat dan ECF
http://www.cin.org/users/jgallegos/confirm.htm <-- ECF

Perkawinan (Matrimony)
http://www.catholic.com/library/Permanence_of_Matrimony.asp <-- ayat dan ECF
http://www.cin.org/users/jgallegos/marry.htm <-- ECF

Tahbisan (Holy Order)
http://www.catholic.com/library/Bishop_Priest_and_Deacon.asp <-- ayat dan ECF
http://www.cin.org/users/jgallegos/hlyord.htm <-- ECF

Pengurapan Orang Sakit (Annointing atau Extreme Unction)
http://www.catholic.com/library/Anointing_of_the_Sick.asp <-- ayat dan ECF
http://www.scripturecatholic.com/anointing_of_the_sick.html <-- ayat dan ECF
http://www.cin.org/users/jgallegos/anoint.htm <-- ECF


Nah, sekarang giliran kamu. Jawab pertanyaanku diatas.

Quote:
Quote:
Quote:

3) Pada awal abad ke 4, Constantine mulai tertarik pada kekristenan dan pada tahun 324 M, setelah ia menjadi kaisar atas seluruh wilayah ke-kaisaran Romawi, ia menjadikan kristen sebagai agama yang sah di seluruh wilayah kekaisaran Romawi.


SALAH. Konstantin cuma memberikan toleransi kepada keKristenan/Katolik dan tidak pernah menganggap Kristen agama negara!!


Tanggapan Budi Asali:
Bisa berikan dasar, entah dari sejarah, dsb? Jangan asal ngomong. Keledainya Bileam bisa bicara lebih baik dari anda.

Ini adalah kutipan dari tulisanku, "Apologi atas Trinitas: Kontra Moslem," yang aku buat dalam rangka menyanggah tulisan seorang Moslem:


Mitos bahwa Constantine Agung menjadikan Kristen sebagai agama negara dan karenanya memaksa semua penduduknya untuk menjadi Kristen adalah mitos yang sangat terkenal dan dipercayai banyak kalangan terutama mereka yang ingin mendiskreditkan Gereja Katolik. Ini termasuk para Protestant. Constantine Agung selalu menjadi kambing hitam atas praktek-praktek tertentu agama Katolik. Biasanya orang menuduhkan, "sejak Constantine menjadikan Kristen agama negara, Gereja menjadi korup dan mengadopsi <.....> dari paganisme" ("<.....>" bisa diisi, Ekaristi, kepausan, sakramen-sakramen, Trinitas etc).

Orang yang mempercayai mitos fiksi tersebut sama sekali tidak pernah berusaha untuk mengecheck fakta dan percaya dari para penuduh yang menggunakan data palsu dan bias.

Faktanya, Constantine Agung sendiri tidak pernah menjadikan Kristen agama negara. Dalam Edict of Milan yang dia keluarkan tahun 313 awal, agama Kristen, yang saat itu dilarang oleh pemerintah dan pengikutnya dikejar-kejar, diberi toleransi oleh pemerintahan Constantine Agung. Sejak saat itu agama Kristen yang semula adalah sebuah agama illegal dimata pemerintahan, dimana penganutnya bisa dituduh melakukan tindakan kriminal (karena menganut suatu agama illegal), bisa mendapatkan status agama legal sehingga umat bisa bebas menganutnya tanpa takut tindakan hukum pemerintahan.

Beberapa kutipan dari Edict of Milan, bisa dilihat keseluruhan isi dengan mengeklik kalimat ini:


    ...[D]iantara beberapa hal yang kami pikir adalah untuk kebaikan bersama, [adalah] peraturan-peraturan mengenai penghormatan kepada Ilah/Allah yang harus dilakukan pertama-tama, sehingga kita bisa mengijinkan umat Kristen dan yang lain otoritas penuh untuk beribadah seperti yang lebih diingini masing-masing; sehingga setiap Ilah apapun yang ada di kursi Surga dapat disenangkan dan berkenan kepada kita dan semua yang kita tempatkan dalam pemerintahan kita.


Terlihat bahwa yang diberikan kepada agama Kristen adalah toleransi. Bukan pengangkatan agama Kristen menjadi agama negara. Terlebih dalam Edict yang sama juga disebutkan bahwa agama-agama lain pun tidak dilarang dan bahkan dilindungi oleh peraturan baru tersebut. Bukti lain bahwa Constantine tidak pernah menjadikan Kristen agama Negara dan memaksa agar seluruh rakyatnya beragama Kristen adalah surat Constantine kepada Uskup-Uskup Arles (aku hadirkan bahasa Inggris aslinya juga karena terjemahannya sangat susah:

    What each man, out of conviction, undertakes himself, he shall not try to force on another. What a man sees and realizes for himself, let him serve his neighbor therewith, if he may; but if he avails not to do so, let him leave it alone. For it is one thing to undertake of one's own free will the battle for the hereafter, and another to compel men by punishment to do so. I have stated this and explained it more fully than my grace intended as I would not conceal my Christian faith. Yet, I have done so because, I am told, some men are saying that the usage of the [pagan] temples have been abolished together with the powers of pagan darkness. Indeed, I would so counsel every man, were it not that the rebellious might of false doctrines, to the injury of the salvation of us all, has struck its roots so terribly deep." (Constantine the Great to the Bishops of Arles).


    Apa yang tiap orang, karena keyakinannya, menganutnya, dia tidak boleh mencoba untuk memaksakan [apa yang dianutnya] kepada yang lain. Apa yang dilihat dan disadari seseorang bagi dirinya sendiri (ie. apa yang dianutnya), biarlah dia melayani sesamanya [sesuai apa yang disadarinya itu] sesudah itu, bila dia dapat; tapi bila dia tidak dapat [melayani sesama dengan apa yang dianutnya], biarlah dia membiarkan [sesama itu dan tidak mengganggunya]. Karena adalah satu hal untuk [bergantung pada] kehendak bebas diri sendiri dalam [memutuskan akan] pergulatan-pergulatan [dalam merenungkan perkara-perkara] sesudah kematian, dan hal lain untuk memaksa seseorang dengan [ancaman] hukuman untuk melakukannya. Aku telah menyatakan ini dan menjelaskan secara lebih penuh daripada yang mulia ("yang mulia" = "Uskup Arles") inginkan karena aku tidak akan menyembunyikan iman Kristen-ku. Namun aku telah melakukan itu karena, aku diberitahu, beberapa orang berkata bahwa penggunaaan kuil-kuil [pagan] telah dilarang bersamaan dengan [pelarangan] kuasa-kuasa kegelapan pagan. Memang, aku akan sangat membimbing setiap orang, kalau tidak karena kenyataan bahwa keperkasaan pemberontakan dari ajaran-ajaran salah, yang menyakiti keselamatan kita semua, telah menanamkan akarnya begitu dalam." (Constantine Agung kepada Uskup-Uskup Arles).



Disini Constantine bahkan melarang seseorang memaksakan agamanya kepada orang lain, terutama pemaksaan dengan ancaman hukuman. Pelarangan ini adalah sebagai bentuk komitmen Constantine akan kebebasan beragama di kekaisarannya karena ada pihak-pihak yang ingin mendiskreditkan dia dengan menuduhkan kepadanya bahwa dia telah melarang penggunaan kuil-kuil Pagan, yang kenyataannya itu tidak dia lakukan sama sekali.


Meskipun memang Constantine Agung tidak pernah menjadikan Kristen sebagai agama negara, namun pertobatan Constantine menjadi Kristen mendorong pertobatan banyak rakyatnya menjadi Kristen. Tentu saja ini dikarenakan Constantine adalah seorang Kaisar yang disegani dan dipanuti oleh rakyat. Tidaklah aneh, bahkan sangat wajar, bila rakyat satu pemerintahan mengikuti perpindahan agama dari pemimpin mereka. Fenomena ini juga terjadi di Indonesia di jaman penyebaran Islam. Tidak jarang banyaknya pertobatan yang hanya dilandasi motif "ikut keputusan pimpinan" memang membuat beberapa orang yang menjadi Kristen hanya menjadi Kristen karena ikut-ikutan dan masih terikat oleh praktik agama lama mereka. Hal inipun juga sesuatu yang lumrah (bukan berarti bahwa ini adalah sesuatu yang dikehendaki, aku hanya mengatakan bahwa ekses negatif seperti ini lumrah). Bangsa Indonesia dahulu meskipun sudah menganut Islam namun masih banyak yang menganut kepercayaan kunonya, mereka ini dikenal sebagai Islam Abangan. Mereka ini adalah orang Islam namun masih mempercayai takhyul-takhyul budaya lama mereka.




Dengan ini kamu terbukti sangat keliru. Silahkan dikoreksi dan mengoreksi diri. Ingat perintah jangan berdusta.
Quote:
Quote:
Quote:
1. Doa untuk orang mati


Yeremia 15:1
TUHAN berfirman kepadaku: "Sekalipun Musa dan Samuel berdiri di hadapan-Ku, hati-Ku tidak akan berbalik kepada bangsa ini. Usirlah mereka dari hadapan-Ku, biarlah mereka pergi!"

Disini kita lihat kalo Musa dan Samuel, yang hidup di jaman yang berbeda dan sudah meninggal di saat jaman Yeremia, bisa berdiri bersamaan dihadapan Allah.

Mungkin ada yang berkata, "Lihatlah kata 'sekalipun', itu menunjukkan kalo ayat diatas itu hanya pengandaian dan tidak terjadi," meskipun hal tersebut tidak terjadi kita masih bisa menarik kesimpulan bahwa hal tersebut mungkin.


Tanggapan Budi Asali:
Apa urusannya mereka berdiri di depan Allah dengan doa untuk org mati?????? Dasar tak punya logika!

Urusannya adalah, kalau ini terlalu jauh dari kemampuan pemahaman kamu, ayat tersebut menunjukkan bahwa yang mati (ie. Musa dan Samuel) mempunyai kepedulian akan yang hidup di dunia dan berusaha membantu umat di dunia meskipun mereka sudah mati.

Nah, kalau yang mati bisa sangat membantu kita lalu bagaimana kita minta bantuan mereka? Dengan surat? Telpon? Fax? Telepati? Tidak. Tentunya dengan komunikasi transedental yang diajarkan Allah yaitu doa.


Quote:
Quote:
Matt 17:3
Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.

Yesus sendiri berbicara kepada orang yang sudah mati. Kalo memang kita bisa berkomunikasi kepada orang yang sudah mati, maka kita sebaiknya minta mereka mendoakan kita karena mereka lebih dekat dengan Allah. Dan ini jelas sekali lain dengan praktek klenik yang meminta petunjuk dari orang mati. Disini yang diminta adalah doa.


Tanggapan Budi Asali:
Yesus bisa berkomunikasi dengan orang mati tidak sama dengan kita berkomunikasi dengan orang mati. Yesus bisa lakukan mujijat, bangkitkan org mati dsb, apa kita juga bisa? Dasar sinting.

Memangnya manusia tidak bisa melakukan mukjijat? memangnya manusia tidak bisa membangkitkan orang mati?

Para nabi PL dan para rasul melakukan banyak mukjijat yang tidak kalah besarnya dibanding Yesus (Kis 5:12 etc). Elisha membangkitkan seorang bocah (2Raj 4:32-37). Petrus membangkitkan orang mati (Kis 9:36-43) begitu juga Paulus (Kis 20:9-10). Yesus sendiri berkata bahwa pengikutNya akan melakukan karya yang lebih besar dari Dia (Yoh 14:12).

Quote:
Quote:
Quote:

dan membuat tanda salib 300 M


Heran. Apa salahnya dengan membuat tanda salib?

Terlebih ini adalah praktek lama seperti yang bisa dibaca dari tanya jawab berikut (dari Website CIN.org)

(22) Is there any evidence of the sign of the cross in the Church Fathers?
There is no prayer that is more recognized as Catholic than the 'sign of the cross.' Tertullian of Carthage writes, "In all our travels, in our coming in and going out, in putting on our clothes and our shoes, at table, in going to rest, whatever we are doing we mark our forehead with the sign of the cross." Ephraem of Syrus writes, "With the sign of the living cross, seal all thy doings, my son. Go not forth from the door of thy house till thou hast signed the cross. Whether in eating or in drinking, whether in sleeping or in waking, whether in thy house or on the road, or again in the season of leisure, neglect not this sign; for there is no guardian like it. It shall be unto thee as a wall, in the forefront of all thy doings. And teach this to thy children, that heedfully they be conformed to it."(Repentance, 17) Likewise St Augustine matter of factly states, "Thou hearest a man assail a shameless man and say, 'He hath no forehead.' What is, 'He hath no forehead'? He hath no shame. Let me not have a bare forehead, let the Cross of my Lord cover it."(Psalm 141:4)


Tanggapan Budi Asali:
Saya tak peduli kata-kata siapapun kalau tak ada dasar KSnya. Bisa beri dasar KS untuk praktek bodoh itu? Anda tanya apa salahnya praktek itu? Karena dilakukan tanpa dasar KS. Siapa yang mengajar berdoa seperti itu? Disamping, apa yg anda katakan pada saat membuat tanda salib? Dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus? Siapa yang mengajar berdoa dalam nama Tritunggal? Yesus menyuruh berdoa dalam namaNya, nama Yesus!

Joh 14:13 dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
Joh 14:14 Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."

Tidak semua praktek ibadah ada di Kitab Suci

Memangnya praktek berdoa dengan telapak tangan dikepalkan kemudian berlutut itu mana ada di Kitab Suci? Tapi toh Protestant sekalipun melakukan ini. Lalau bagaimana dengan doa dengan postor menengadahkan tangan, ini juga tidak ada di Kitab Suci, tapi Protestant juga melakukan ini. Doa sambil bernyanyi dengan melambai-lambaikan tangan juga tidak ada di Kitab Suci, nyatanya Protestant paling sering melakukan ini.


Praktek berdoa dengan tanda salib adalah praktek kuno yang bisa dilacak pada jaman Tertullian, yaitu pada tahun 200-an awal. Ini sudah aku tulis diatas. Tertullian sendiri adalah penulis pertama kata "Trinitas" (sebenarnya Theophilus dari Antioch lebih tepat dikatakan yang pertama, tapi Theopilus menulis dalam bahasa Yunani, "Trias" yang kalau diterjemahkan ke Latin adalah "Trinitas." Sementara Tertullian menulis dalam Latin). Bapa Gereja Awal lain seperti Athanasius, John Chrysostom, Cyril dari Yerusalem dan Basil dari Cappadocia, adalah beberapa Bapa yang menyebutkan praktek umat Kristus purba ini.


Martin Luther, si biang Protestantisme, bahkan menganjurkan pengikutnya untuk menggunakan tanda salib. Dalam Katekismus tahun 1529 tulisan Luther, dia menginstruksikan para ayah untuk mengajari keluarga mereka berikut ini: "Di pagi hari, ketika engkau bangun dari tempat tidur, tandailah dirimu dengan salib suci dan katakan, 'Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Amin.' ... Di malam hari, ketika engkau pergi tidur, tandailah dirimu dengan salib suci dan katakan, 'Dalam nama Bapa, Putra dan, Roh Kudus, Amen.'"


Jadi apa hak seorang Budi Asali atau GKRI atau Protestant lain menghapuskan praktek ini?


Lalu mengenai berdoa dalam nama Tritunggal. Siapa yang melarang? Apakah Yoh 14:13-14 melarang berdoa dalam nama Trinitas? Aneh sekali seorang pemuja Trinitas untuk tidak berdoa dalam nama Trinitas.

Quote:
Quote:
Quote:

2. Pemujaan terhadap malaikat dan orang suci 375 M


Omong kosong. Gereja Katolik tidak pernah menyembah Malaikat dan Orang suci. Gereja menghormati orang suci. dan ini adalah iman Gereja Awal seperti yang bisa kita baca dari tulisan Bapa Gereja Awal

... [kutipan dari Bapa Gereja Awal yang menunjukkan praktek penghormatan kepada para Kudus]...


Tanggapan Budi Asali:
Anda tak mengakui gereja anda menyembah Maria? Ia juga adalah org suci dalam gereja anda bukan? Memang doktrin gereja anda mengatakan menghormati, bukan menyembah. Tetapi apa yg anda lakukan terhadap Allah / Yesus dan terhadap Maria persis sama. Berlutut, sujud, menyanyi, berdoa. Lalu mengapa yang satu disebut ‘menyembah’, yang lain hanya ‘menghormati’?

Chatechism of the Catholic Church, thn 1992:
No 352 - The Church venerates the angels who help her on her earthly pilgrimage and protect every human being.

No 1161 - Following the divinely inspired teaching of our holy Fathers and the tradition of the Catholic Church (for we know that this tradition comes from the Holy Spirit who dwells in her) we rightly define with full certainty and correctness that, like THE FIGURE OF THE PRECIOUS AND LIFE-GIVING CROSS, VENERABLE AND HOLY IMAGES OF OUR LORD AND GOD AND SAVIOR, JESUS CHRIST, OUR INVIOLATE LADY, THE HOLY MOTHER OF GOD, AND THE VENERATED ANGELS, ALL THE SAINTS AND THE JUST, whether painted or made of mosaic or another suitable material, are to be exhibited in the holy churches of God, on sacred vessels and vestments, walls and panels, in houses and on streets.

No 2131 - Basing itself on the mystery of the incarnate Word, the seventh ecumenical council at Nicaea (787) justified against the iconoclasts the veneration of icons - of Christ, but also of the Mother of God, the angels, and all the saints. By becoming incarnate, the Son of God introduced a new "economy" of images.

Kalau patung malaikat saja dipuja apalagi malaikatnya!

KALAU Gereja Katolik memang mengajarkan untuk menyembah Maria, kenapa Gereja Katolik mati-matian berusaha untuk menjelaskan bahwa Gereja Katolik TIDAK MENYEMBAH MARIA? KALAU memang Gereja Katolik mengajarkan untuk menyembah Maria tentunya adalah DOSA dan PENGHUJATAN bagi Gereja Katolik untuk tidak menyembah Maria.


Kenyataan bahwa Gereja Katolik mati-matian berusaha untuk menjelaskan bahwa Maria tidak disembah adalah KARENA MEMANG GEREJA KATOLIK TIDAK PERNAH MENGAJARKAN BAHWA MARIA ITU LAYAK DISEMBAH. Kutipan dari katekismus yang kamu sajikan juga menyatakan seperti itu.


Kalau kamu tetap bersikeras untuk mengatakan bahwa Gereja Katolik menyembah Maria, meskipun Gereja Katolik sendiri mengatakan tidak, maka apa yang kamu lakukan adalah fitnah. Dan itu adalah dosa.


Lalu, mengenai berlutut, sujud, menyanyi, berdoa. Apakah kesemua tindakan itu hanya boleh dilakukan untuk Allah? Apakah kesemua tindakan itu hanya boleh dilakukan dalam konteks penyembahan? Tidak dan tidak!

Bawahan sering berlutut dan bersujud dihadapan atasannya. Praktek ini juga berlaku dalam keluarga dimana yang muda berlutut/bersujud kepada yang tua. Di upacara pengantin beberapa adat pun ada acara dimana si pengantin wanita berlutut dan bersujud kepada suami. Apakah ini berarti si bawahan, yang muda-muda dan pengantin wanita menyembah dan menganggap atasan, yang tua-tua dan pengantin pria sebagai Allah? Omong kosong.

Lalu mengenai menyanyi. Ingat lagu Pahlawan Tanpa Tanda Jasa? Memangnya apakah kalau kita menyanyikan lagu itu berarti kita menyembah dan menganggap guru-guru sebagai Allah? Bagaimana dengan lagu Gugur Bunga? Apakah kita menganggap para pejuang sebagai Allah yang patut disembah? Bagaimana pula dengan lagu cinta muda-mudi? Bagaimana pula dengan lagu selamat Ulang Tahun? Apakah ketika kamu menyanyikan lagu selamat ulang tahun kepada saudara, anak, teman berarti kamu menyembah dn menganggap mereka sebagai Allah? Logika kamu sama sekali tidak jalan.

Lalu mengenai berdoa, diatas aku sudah jelaskan bahwa mengingat Yer 15:1 kita bisa berkesimpulan bahwa yang mati punya kepedulian dan bisa membantu yang ada di dunia. Lalu bagaimana mengkomunikasikan permohonan kita kepada mereka agar mereka mau membantu? Dengan email? SMS? Atau MMS? TENTU SAJA DENGAN DOA, suatu cara komunikasi transedental yang diajarkan Allah.


Dan tampaknya either bahasa Inggris kamu sangat jelek atau kamu memang membutakan diri. Di Katekismus yang kamu kutip diatas disebut kata "veneration" ini bukan "worship" atau memuja (meskipun dalam bahasa Inggris kuno "worship" mencakup baik arti "adorasi" [penyembahan] maupun arti "venerasi" [penghormatan] namun sekarang "worship mengalami penyempitan makna menjadi hanya berarti "adorasi"). Sehingga Katekismus itu sudah benar bahwa benda-benda seperti salib dll memang bisa dihormati. Allah sendiri MEMBUNUH orang yang secara sembarangan menyentuh Tabut Perjanjian (1Taw 13:9-10).

Quote:
Quote:
Quote:

3. Penggunaan patung-patung 375 M


Salah. Pembuatan patung sudah sejak perjanjian lama.

Keluaran 25:18-20
Dan haruslah kaubuat dua kerub dari emas, kaubuatlah itu dari emas tempaan, pada kedua ujung tutup pendamaian itu. Buatlah satu kerub pada ujung sebelah sini dan satu kerub pada ujung sebelah sana; seiras dengan tutup pendamaian itu kamu buatlah kerub itu di atas kedua ujungnya. Kerub-kerub itu harus mengembangkan kedua sayapnya ke atas, sedang sayap-sayapnya menudungi tutup pendamaian itu dan mukanya menghadap kepada masing-masing; kepada tutup pendamaian itulah harus menghadap muka kerub-kerub itu.

Disini Allah Bapa secara langsung menyuruh membuat patung dan instruksi bagaimana patung itu harus diabuat

1 Tawarikh 28:18?19
juga emas yang disucikan untuk mezbah pembakaran ukupan seberat yang diperlukan dan emas untuk pembentukan kereta yang menjadi tumpangan kedua kerub, yang mengembangkan sayapnya sambil menudungi tabut perjanjian TUHAN. Semuanya itu terdapat dalam tulisan yang diilhamkan kepadaku oleh TUHAN, yang berisi petunjuk tentang segala pelaksanaan rencana itu.

Disini Raja Daud memberi instruksi kepada Solomo untuk membuat kuil Allah (yang nantinya dihancurkan)

Yehezkiel 41:17-18
sampai bagian atas pintu dan ruang dalam dan juga di luar. Dan di seluruh dinding bagian dalam dan bagian luar terukir gambar-gambar kerub dan pohon-pohon korma, di antara dua kerub sebatang pohon korma, dan masing-masing kerub itu mempunyai dua muka.
Ini adalah penglihatan nabi Yehezkiel. Dia melihat ukir-ukiran. Meamng bukan patung. tapi biasanya Protestant juga menuduh kalau Katolik membuat ukir-ukiran untuk disembah. Ayat ini bisa dipakai sebagai sanggahan.


Tanggapan Budi Asali:
Kalau hanya patung tentu tak apa-apa. Dalam Gereja Protestan juga ada patung salib. Tetapi dalam gereja Katolik memang orang-orangnya sujud kepada patung, itu yang salah! Kalau memang tak ada penyembahan patung,mengapa dalam gereja anda hukum ke 2 dari 10 hukum Tuhan dibuang?

Mengenai masalah sujud, ketidaklogisan pikiran kamu sudah tertunjukkan dari apa yang telah aku tulis diatas dimana aku menunjukkan bahwa sujud tidak berarti menyembah.

Mengenai membuang perintah ke 2, siapa yang membuang Perintah kedua?


10 Perintah Allah versi Katolik adalah sebagai berikut:

1. Jangan punya Allah lain selain Aku
2. Jangan menyebut nama Allah dengan tidak hormat
3. Kuduskanlah hari tuhan
4. Hormatilah ibu-bapamu
5. Jangan membunuh
6. Jangan berbuat cabul
7. Jangan mencuri
8. Jangan bersaksi dusta pada sesamamu manusia
9. Jangan ingin berbuat cabul
10. Jangan ingin akan milik sesamamu.


Sementara itu penomoran Protestant adalah sebagai berikut:

1. Jangan punya Allah lain selain Aku
2. Jangan membuat patung yang menyerupai apa yang dilangit atau dibumi atau dilaut.
3. Jangan menyebut nama Allah dengan sia-sia
4. Ingatlah hari Sabath dan kuduskanlah.
5. Hormatilah ayah ibumu
6. Jangan membunuh
7. Jangan berbuat cabul
8. Jangan mencuri
9. Jangan bersaksi dusta pada sesama.
10. Jangan ingin akan istri sesamamu atau segala miliknya.


Selain itu ada penomoran Yahudi

1. Percayalah pada Allah
2. Jangan menyembah secara tidak pantas
3. Jangan bersumpah
4. Patuhilah Sabat
5. Hormatilah orang tua dan guru.
6. Jangan membunuh
7. Jangan berbuat cabul
8. Jangan mencuri
9. Jangan bersaksi dusta
10. Jangan menginginkan yang bukan milik kamu.


Kenapa sampai ada berbagai versi? Karena memang baik di Keluaran 20 2-17 atau di Ulangan 5:6-21 tidak ada penomoran yang definitif. Bahkan di manuskrip kopian Kitab Suci (faktanya alkitab saat ini dibuat BUKAN berdasarkan manuskrip yang asli ditulis penulis Kitab Suci, tapi dari kopi-an manuskrip asli) tidak menyertakan penomoran bab dan ayat.


Sistem penomoran di Katolik adalah menurut penomoran St Agustinus. Perintah untuk tidak membuat patung dimengerti sebagai bagian dari perintah pertama yaitu "Jangan punya Allah selain Aku" karena yang dimaksud jangan membuat patung adalah jangan membuat patung untuk disembah. Tentunya kamu setuju bahwa perintah "jangan membuat patung" tidak bisa diartikan bahwa kita sama sekali tidak boleh membuat patung, toh Allah menyuruh membuat patung (seperti terlihat dari ayat yang aku tulis diatas). Patung tidak boleh dibuat kalau patung itu akan disembah. Karena itulah cukup masuk akal untuk mempersingkat dengan mengambil intinya saja dari perintah Allah pertama di Kel 20:2-6 (Cf. Ul 5:6-10), yaitu "Jangan punya Allah lain selain Aku."


Sementara itu perintah no 10 di versi protestant dipisah menjadi perintah ke 9 dan ke 10 di versi Katolik, dengan alasan bahwa jika berbuat cabul dan mencuri dipisahkan di perintah ke 6 dan 7 (versi katolik) maka akan lebih masuk akal kalau "keinginan" untuk berbuat cabul DAN mencuri dipisahkan (sehingga menjadi perintah ke 9 dan 10 di versi Katolik.


Quote:
Quote:
Quote:

4. Permulaan pemuliaan Maria (istilah 'bunda Allah') 431 M


Pertama dan terpenting harus dijelaskan bahwa GEREJA KATOLIK TIDAK PERNAH MENYEMBAH MARIA!!!

Bahkan inilah isi dari Katekismus Gereja Katolik:

Catechism of the Catholic Church (CCC)
964
Mary's role in the Church is inseparable from her union with Christ and flows directly from it. "This union of the mother with the Son in the work of salvation is made manifest from the time of Christ's virginal conception up to his death"; it is made manifest above all at the hour of his Passion:


Tanggapan Budi Asali:
Dimana dalam KS Maria melakukan pekerjaan untuk keselamatan manusia?

Tolong dibaca pelan-pelan yang berikut ini:

Maria.....

.....melakukan...

....pekerjaan....

...untuk...

....keselamatan....

...manusia.......

.....ketika....

....dia.......

..melahirkan.....

..sang......

..penyelamat.....


Get it?


Quote:
Quote:
Thus the Blessed Virgin advanced in her pilgrimage of faith, and faithfully persevered in her union with her Son unto the cross. There she stood, in keeping with the divine plan, enduring with her only begotten Son the intensity of his suffering, joining herself with his sacrifice in her mother's heart, and lovingly consenting to the immolation of this victim, born of her: to be given, by the same Christ Jesus dying on the cross, as a mother to his disciple, with these words: "Woman, behold your son."


Tanggapan Budi Asali:
Ajaran sesat! Maria tak pernah menebus dosa manusia, biarpun pada saat itu ia menderita.

Disitu tidak dikatakan bahwa Maria menebus dosa manusia.


Disitu hanya dikatakan bahwa Maria bersama-sama (ber-empati) terhadap sengara dan persembahan Kristus seperti bagaimana semua umat melakukannya. Paulus sendiri menyatukan sengsaranya, demi umat, dengan sengsara Kristus (Kol 1:24).

Quote:
Quote:
965 After her Son's Ascension, Mary "aided the beginnings of the Church by her prayers." In her association with the apostles and several women, "we also see Mary by her prayers imploring the gift of the Spirit, who had already overshadowed her in the Annunciation."

966 "Finally the Immaculate Virgin, preserved free from all stain of original sin, when the course of her earthly life was finished, was taken up body and soul into heavenly glory, and exalted by the Lord as Queen over all things, so that she might be the more fully conformed to her Son, the Lord of lords and conqueror of sin and death." The Assumption of the Blessed Virgin is a singular participation in her Son's Resurrection and an anticipation of the resurrection of other Christians:


Tanggapan Budi Asali:
Dasar KSnya mana yang menunjukkan Maria suci? Bandingkan Ro 3:23 - “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah”. KS hanya mengecualikan Yesus (Ibr 4:15), bukan Maria!

Dasar yang mengatakan bahwa Maria adalah suci adalah 1Cor 3:17. Disitu dikatakan bahwa kita semua kudus karena kita adalah Kuil bagi Roh Kudus. Nah, karena ayat itu maka sah-sah saja bagi Maria untuk dipanggil Kudus. Namun tentunya Maria punya posisi lebih khusus karena dia adalah ibu sang penyelamat yang penuh rahmat.


Sekarang mengenai Rom 3:23,

Kamu pernah baca 1Kor 15:22? bunyinya begini

1 Korintus 15:22
Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.


Disini disebutkan kalo semua orang mati karena Adam. Benarkah itu? Itu salah sama sekali. Karena Enoch diangkat Allah kesurga dan tidak mati (Kej 5:24). Di kalimat itu juga disebutkan bahwa semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan Kristus. Apakah benar kalo SEMUA ORANG akan dihidupkan kembali? Tentu saja tidak. Ada orang yang karena pilihan sendiri menolak Allah dan akan berakhir di Neraka.


Jadi Rom 3:23 tidak bisa digunakan untuk memukul rata. Karena toh kamu sendiri membuat pengecualian dengan tidak memasukkan Yesus yang juga adalah seorang manusia.

Quote:
Quote:
In giving birth you kept your virginity; in your Dormition you did not leave the world, O Mother of God, but were joined to the source of Life. You conceived the living God and, by your prayers, will deliver our souls from death.


Tanggapan Budi Asali:
Kata-kata ini sudah merupakan doa kepada Maria, sama seperti Salam Maria, dan jelas bahwa doa merupakan penyembahan! Hanya boleh ditujukan kepada Allah!

Itu memang doa kepada Maria.

Kekeliruan kamu adalah melakukan equivication (penyamaan).

Yaitu, "Doa = Menyembah." Ini salah.


Setiap kita berdoa kepada Allah tidak otomatis kita menyembahNya. Ada juga Doa yang berisi permohonan atau rasa syukur, sebagai contoh, "Tuhan, semoga besok tidak hujan" atau "Tuhan, terima kasih ternyata benar-benar tidak hujan" dari doa singkat ini sama sekali tidak ada unsur penyembahan, hanya permohonan dan rasa syukur.


Dan, seperti yang aku katakan diatas, karena para Kudus di surga peduli kepada kita dan mau membantu kita, maka tentunya sah-sah saja bagi kita untuk minta bantuan mereka. Dan untuk itu kita melakukan melalui sistem komunikasi transedental yang diajarkan Allah, yaitu doa (karena tidak bisa kalau menggunakan Yahoo Messenger atau Friendster).

Quote:
Quote:
967 By her complete adherence to the Father's will, to his Son's redemptive work, and to every prompting of the Holy Spirit, the Virgin Mary is the Church's model of faith and charity. Thus she is a "preeminent and . . . wholly unique member of the Church"; indeed, she is the "exemplary realization" (typus) of the Church.

968 Her role in relation to the Church and to all humanity goes still further. "In a wholly singular way she cooperated by her obedience, faith, hope, and burning charity in the Savior's work of restoring supernatural life to souls. For this reason she is a mother to us in the order of grace."

969 "This motherhood of Mary in the order of grace continues uninterruptedly from the consent which she loyally gave at the Annunciation and which she sustained without wavering beneath the cross, until the eternal fulfillment of all the elect. Taken up to heaven she did not lay aside this saving office but by her manifold intercession continues to bring us the gifts of eternal salvation. . . . Therefore the Blessed Virgin is invoked in the Church under the titles of Advocate, Helper, Benefactress, and Mediatrix."


Tanggapan Budi Asali:
Kalau Maria = Pengantara, maka Yesus bukan satu-satunya Pengantara, dan itu berarti 1Tim 2:5 salah.

1Tim 2:5 – “Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus”

Pemahaman ini keliru karena pengantaraan Maria TIDAK SAMA dengan pengantaraan Yesus. Gereja Katolik tidak pernah mengatakan bahwa perantaraan Maria sama dengan Yesus.

Quote:
Quote:
970 "Mary's function as mother of men in no way obscures or diminishes this unique mediation of Christ, but rather shows its power. But the Blessed Virgin's salutary influence on men . . . flows forth from the superabundance of the merits of Christ, rests on his mediation, depends entirely on it, and draws all its power from it." "No creature could ever be counted along with the Incarnate Word and Redeemer; but just as the priesthood of Christ is shared in various ways both by his ministers and the faithful, and as the one goodness of God is radiated in different ways among his creatures, so also the unique mediation of the Redeemer does not exclude but rather gives rise to a manifold cooperation which is but a sharing in this one source."


Tanggapan Budi Asali:
Ini menginjak-injak 1Tim 2:5!

Tidak.

Di paragraph 970 dijelaskan dengan gamblang bahwa perantaraan Maria berbeda dari perantaraan Kristus. Jadi bagaimana bisa dikatakan menginjak injak?


Apakah Paulus menginjak-injak peran Yesus sebagai penyelamat ketika dia dengan "sombong" mengklaim bahwa dia juga menyelamatkan orang?

1Cor 9:22
22 To the weak I became weak, that I might win the weak. I have become all things to all men, that I might by all means save some.


Sekali lagi, Gereja Katolik tidak pernah mengajarkan bahwa Maria punya peran perantara seperti Yesus. Untuk terus menuduh bahwa perantaraan Maria menginjak-injak perantaraan Yesus maka kamu telah berlaku tidak jujur dan memfitnah. Itu adalah dosa.

Quote:
Quote:
971 "All generations will call me blessed": "The Church's devotion to the Blessed Virgin is intrinsic to Christian worship." The Church rightly honors "the Blessed Virgin with special devotion. From the most ancient times the Blessed Virgin has been honored with the title of 'Mother of God,' to whose protection the faithful fly in all their dangers and needs. . . . This very special devotion . . . differs essentially from the adoration which is given to the incarnate Word and equally to the Father and the Holy Spirit, and greatly fosters this adoration." The liturgical feasts dedicated to the Mother of God and Marian prayer, such as the rosary, an "epitome of the whole Gospel," express this devotion to the Virgin Mary.


Tanggapan Budi Asali:
Saya sudah tahu istilahnya dibedakan, tetapi tindakan-tindakan yang dilakukan terhadap Allah / Yesus dan terhadap Maria persis sama. Bahkan doa kepada Maria jauh lebih sering! Lalu apa sebab untuk Maria disebut menghormati dan untuk Allah disebut menyembah?

Tindakan-tindakan yang mana? Tindakan-tindakan seperti bersujud, berlutut, bernyanyi, berdoa? Semua itu sudah dijelaskan diatas.


Dan apa ukuran bahwa doa kepada Maria lebih sering? Di Misa saja jarang sekali nama Maria disebut.


Lagipula kalaupun lebih sering, so what? Orang lebih sering berbicara kepada sesamanya daripada berbicara kepada Allah (karena itu beberapa biarawan berupaya membalik hal ini dengan menerapkan aturan "hening"). Apakah ini berarti bahwa Allah diremehkan? Tentu tidak.

Satu contoh praktis lain, seorang dosen, atau penceramah, biasanya lebih sering berbicara kepada hadirin daripada kepada keluarganya (karena pekerjaan mereka adalah bicara), apakah ini kemudian berarti bahwa dosan, penceramah, lebih peduli terhadap hadirin daripada keluarganya? Tentu tidak.


Dan alasan kenapa untuk Maria disebut "meghormati" dan untuk Allah disebut "menyembah" adalah karena penyembahan memang penyembahan hanya layak untuk Allah sementara penghormatan bisa kita berikan pada Maria serta para kudus lainnya.

Quote:
Quote:
972 After speaking of the Church, her origin, mission, and destiny, we can find no better way to conclude than by looking to Mary. In her we contemplate what the Church already is in her mystery on her own "pilgrimage of faith," and what she will be in the homeland at the end of her journey. There, "in the glory of the Most Holy and Undivided Trinity," "in the communion of all the saints," the Church is awaited by the one she venerates as Mother of her Lord and as her own mother.

In the meantime the Mother of Jesus, in the glory which she possesses in body and soul in heaven, is the image and beginning of the Church as it is to be perfected in the world to come. Likewise she shines forth on earth until the day of the Lord shall come, a sign of certain hope and comfort to the pilgrim People of God.


Kedua,
Harus dimengerti kenapa istilah "Bunda Allah," atau Theotokos, diberikan. pada jaman dahulu ada ajaran sesat yang dimulai oleh Nestorius dan diberi nama Nestorianisme. Nestorius mengajarkan bahwa ada DUA Kristus, Kristus Allah dan Kristus manusia, dan bukannya bahwa ada SATU Kristus yang adalah Allah dan manusia. karena sifat kesatuan dari Kristus yang adalah Manusia dan Allah. Menurut Nestorianisme Maria adalah ibu HANYA dari sisi manusia Allah. Sikap yang memisahkan kesatuan Allah dan Manusia Kristus ini kemudian ditentang dan didogmakan di Konsili Efesus (431) yang kemudian merumuskan bahwa Maria adalah "Bunda Allah" (Theotokos).

Terlebih patut diketahui bahwa istilah Bunda Allah untuk lebih menyatakan kesatuan antara Kemanusian dan Keallahan Kristus sudah terindikasi dari berbagai Bapa Gereja Awal jauh sebelum Konsili Efesus. Ini beberapa contoh:

"After this, we receive the doctrine of the resurrection from the dead, of which Jesus Christ our Lord became the first-fruits; Who bore a Body, in truth, not in semblance, derived from Mary the mother of God (59) in the fulness of time sojourning among the race, for the remission of sins: who was crucified and died, yet for all this suffered no diminution of His Godhead."
Alexander of Alexandria,Epistle to Alexander,12(A.D. 324),in NPNF2,III:40

"And the Angel on his appearance, himself confesses that he has been sent by his Lord; as Gabriel confessed in the case of Zacharias, and also in the case of Mary, bearer of God."
Athanasius,Orations III,14(A.D. 362),in NPNF2,IV:401

"Many, my beloved, are the true testimonies concerning Christ. The Father bears witness from heaven of His Son: the Holy Ghost bears witness, descending bodily in likeness of a dove: the Archangel Gabriel bears witness, bringing good tidings to Mary: the Virgin Mother of God bears witness: the blessed place of the manger bears witness."
Cyril of Jerusalem,Catechetical Lectures,X:19(c.A.D. 350),in NPNF2,VII:62

Lebih banyak kutipan Bapa Gereja tentang Theotokos bisa di-klik disini

PS
Sumber lain yang menarik tentang Theotokos ---> romancatholicism.org


Tanggapan Budi Asali:
Jadi, sudah tahu kalau istilah Bunda Allah sebetulnya bukan untuk menghormati / meninggikan Maria, bukan? Lalu mengapa sekarang istilah itu digunakan, atau lebih tepatnya di-salah-guna-kan, untuk meninggikan Maria?

Sejak kapan istilah itu disalah gunakan? Maksudnya "disalahgunakan" itu apa?

Maria pada hakikatnya memang seseorang yang spesial dan ini diakui Kitab Suci sendiri.

Luk 1:48
48 for he has regarded the low estate of his handmaiden. For behold, henceforth all generations will call me blessed;

Karena itu dia memang patut ditinggikan lebih dari manusia lainnya. Konsili Ephesus sendiri secara spesifik menyebut Maria "Perawan Kudus" (apa kamu pernah baca sejarah Konsili Ephesus?). Bahkan Konsili itu khusus diadakan di Ephesus untuk menghormati Maria. Kenapa? Karena Maria tinggal bersama rasul Yohanes dalam waktu yang lama di Efesus. Karena itu di surat pengantar kepada Paus Celestine atas hasil Konsili tersebut tertulis, "Konsili Kudus diadakan di Gereja Agung di Efesus yang memakai nama Maria."

Quote:
Quote:
Quote:

5. Doktrin tentang api pencucian 593 M


Angka 593 dari tuduhan bohong ini bisa dilacak dari asumsi Protestant bahwa Paus Gregory the Great yang berkuasa pada 590-604 masehi yang menetapkan doktrin ini. Tapi perlu diketahui, Paus Gregory the Great bukanlah "pencipta" doktrin ini. Doktrin ini sudah ada di Alkitab dan di-iman-i oleh Bapa Gereja Awal.

Bukti dari Alkitab

1Korintus 3:11-15
11 Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. 12 Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, 13 sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. 14 Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. 15 Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.

Ini adalah bukti kuat untuk Purgatory (Api Penyucian). Disini terlihat bahwa pekerjaan manusia akan diuji dengan "Api". Dan dia akan selamat, tapi seperti dari dalam api, karena memang semua orang yang di Purgatory merupakan orang yang sudah diselamatkan, namun mereka harus menanggung dosa kecil dan akibat-akibat dosa (karena orang yang mati dengan dosa besar akan masuk neraka).


Tanggapan Budi Asali:
Ayat ini sama sekali tidak bicara tentang api pencucian! Dalam text ini dikatakan orangnya selamat tetapi ‘seperti dari dalam api’, sedangkan yang terbakar hanya pekerjaan orang itu. Ini berbeda dengan orang yang masuk api pencucian. Ini betul-betul orangnya yang dibakar, bukan pekerjaannya!

Mengapa penjahat yang bertobat di sisi Yesus pada kayu salib itu tidak masuk api pencucian? Ia langsung masuk Firdaus / surga!

Lalu kamu pikir "pekerjaan" itu maksudnya apa? Apakah meja dan kursi, bagi seorang yang selama hidupnya bekerja sebagai tukang kayu? Apakah mobil, bagi orang yang selama hidupnya bekerja sebagai montir atau buruh pabrik motor? Atau bakso, bagi orang yang selama hidupnya berjualan bakso? Tentu saja kata "pekerjan" di 1Kor 3:13-15 bukan berarti literer tapi metafora. Kalau kamu bersikeras bahwa kata itu berarti literer, maka ayat itu tidak masuk akal.


Lalu mengenai pencuri budiman tersebut. Gereja Katolik mengajarkan bahwa penyucian bisa dilakukan di Bumi maupun di Api Penyucian. Bahkan Gereja menganjurkan agar penyucian dilakukan di Bumi karena jauh lebih gampang dan tidak sesakit di Api Penyucian ("seperti melalui api" tentunya sakit). Untuk menyucikan diri di Bumi kita bisa melakukan berbagai macam laku tobat seperti puasa, memperbanyak doa, bermati raga dan lain-lain. Si Pencuri budiman sendiri telah sadar akan dosanya dan menerima kesengsaraan salibnya dengan rela. Kerelaan atas sengsara ini sama saja dengan mati raga dan bisa dianggap sebagai ganti Api Penyucian.

Quote:
Quote:
Apakah ini berarti bahwa penebusan Allah tidak cukup? Tentusaja tidak. Orang yang telah berdosa, setelah dia mengaku dosa atau melakukan sesal sempurna (Sesal sempurna sangat sulit) maka dia akan diampuni berkat rahmat penebusan Kristus. Tapi akibat dari dosanya masih ada pada dia.

Dosa itu sifatnya mengkorupsi manusia. Karena inilah Adam yang diciptakan Allah baik menjadi "rusak" dan "kerusakan" ini menurun pada semua manusia. Dan cacat inlah yang harus dibersihkan. Analogi praktis adalah kisah seorang anak yang memecahkan jendela. Kalau dia bertobat, kesalahan dia akan diampuni, tapi jendela masih tetap rusak dan harus diperbaiki.

Sedikit ilustrasi tambahan tentang perlunya Api Penyucian. Pernahkah kalian lihat gambar maupun media porno? Kebanyakan pasti pernah. Sekarang, bayangkan kalo kamu sudah bertobat, kamu sudah mengaku dosa, kemudian kamu meninggal. Karena kamu sudah mengaku dosa dan bertobat, tentu saja dosa kamu diampuni berkat salib Kristus. Dan tentu saja kamu akan masuk surga. TAPI apakah kamu sudah siap? Bagaimana dengan gambar2 porno yang ada dipikiran kamu? Apakah itu sudah hilang? Bisakah kamu bawa kenangan kotor seperti itu ke tempat seperti surga? Harap ini direnungkan.


Tanggapan Budi Asali:
Tentu saja bisa karena darah Kristus lebih dari cukup untuk membersihkan semua dosa org yang percaya. Apakah penjahat yang bertobat itu sudah bersih 100 % pikirannya? Tentu tidak, tetapi mengapa ia masuk surga, bukan api pencucian?

Darah Kristus cukup untuk membersihkan dosa orang yang percaya, tapi akibat dosa masih harus ditanggung orang itu.

2sam 12:13-14
13 David said to Nathan, "I have sinned against the LORD." And Nathan said to David, "The LORD also has put away your sin; you shall not die. 14 Nevertheless, because by this deed you have utterly scorned the LORD, the child that is born to you shall die."

di 2Sam bab 11 diceritakan bagaimana Daud menginginkan Bathsheba, istri Uriah dan kemudian mencabulinya sampai dia hamil. Daud kemudian memerintahkan agar Uriah, yang maju di medan perang, ditempatkan di garis depan supaya segera mati. Nabi Nathan kemudian menghardik daud atas dosa beratnya itu. Daud kemudian menyesal. Tampaknya penyesalan ini diterima Allah karena itulah Nathan berkata bahwa "Allah telah menjauhkan dosamu" sehingga Daud tidak mati. Namun Daud masih dihukum sekalipun dosanya diampuni. Anak Daud hasil hubungan cabulnya dengan Bathsheba mati dibunuh Allah.

Ditunjukkan oleh kisah ini bagaimana sekalipun dosa diampuni namun hukuman tidak. Rom 6:23 menyebutkan bahwa hukuman dosa pada dasarnya adalah kematian (kematian disini maksudnya adalah neraka) bukan anak hasil hubungan gelap dibunuh atau yang lain. Daud, karena penyesalannya, tidak dihukum dengan neraka. Ini berarti bahwa dosa Daud, yang hukumannya maut, telah diampuni. Namun kenapa anak hasil hubungan gelap Daud masih harus dibunuh karena perbuatannya? Apakah ampunan Tuhan tidak cukup? Tentu tidak. Hukuman itu dikenakan karena dosa juga menimbulkan cacat dan ini harus diperbaiki. Hukuman membuat seseorang jera dan menyadari konsekuensi buruk dari dosa.


Nah, si pencuri budiman tentunya telah cukup melakukan hukuman atas dosanya. Toh dia telah disalib. Karena itu wajar kalau dia tidak perlu berada di Api Penyucian.


Quote:
Quote:
Matius 12:32
Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak.

Dari ayat diatas kita jadi bertanya2, "Kalo dosa yang berat sekali seperti menghujat Roh Kudus tidak bsia diampuni, bagaimana dosa yang lain?" Nah, sekaligus timbul pertanyaan tambahan, "apa yang dimaksud dengan dunia akan datang dimana dosa menghina roh tidak dapat diampuni?"
Tentu saja, sebagai konsekuensi logis dari adanya dosa yang tidak bisa diampuni di dunia akan datang adalah adanya dosa yang bisa diampuni di dunia yang akan datang. Nah, sekarang kita jadi berpikiran apa sih dunia yang akan datang itu:

1. Karena ada dosa yang bisa diampuni di dunia yang akan datang maka dunia yang akan datang bukanlah neraka!! Karena di neraka tidak ada pengampunan lagi.

2. Karena ada dosa yang masih harus diampuni di dunia yang akan datang maka dunia yang akan datang bukanlah surga!! Karena di surga tidak boleh ada dosa

3. Sebagai konsekuensi dari 1 dan 2, maka kita temukan bahwa maksud dari dunia yang akan datang didapat di ayat 1 Korintus 3:10-15 (yang sudah dijelaskan Alfonsus diatas), yaitu adanya Api Penyucian yang juga disebut Purgatory.

Silahkan klik untuk lihat komentar Bapa Gereja Awal tentang Purgatory (Api Penyucian)


Tanggapan Budi Asali:
Omong kosong yang bodoh. Tak diampuni di dunia ini maupun di dunia yang akan datang, artinya tak diampuni selama2nya. Sama sekali tak berarti ada api pencucian. Kalaupun diartikan ada dunia lain selain surga, dari mana tahu-tahu bisa disimpulkan bahwa dunia lain itu adalah tempat yang namanya api pencucian???

Kalau memang "tak diampuni dunia ini dan di dunia yang akan datang" berarti "tidak diampuni selamanya" lalu kenapa tidak ditulis "tidak diampuni selamanya?"

Kamu memaksakan pemahaman kamu terhadap teks Kitab Suci yang tidak menyiratkan pemahaman kamu.

Kata-kata Yesus menyiratkan adanya "dua" dunia. sementara pemahaman kamu telah menghapus kandungan dari ucapan Yesus tersebut. Berarti kamu telah mengurangkan perkataan dari Kitab Suci, dan untuk ini Allah akan mengambil bagian kamu dari pohon kehidupan (Wah 22:19).


Mengenai nama dunianya, itu tidaklah relevan. Api Penyucian sendiri bukan nama dari dunia tersebut. Kita menyebut tempat tersebut Api Penyucian bukan karena namanya "Api Penyucian" tapi karena apa yang terjadi disana. Disana, penyucian jiwa dilakukan dengan api.


Quote:
Quote:
Quote:

7. Doa ditujukan kepada Maria, malaikat dan orang-orang suci 600 M


Doa ditujukan pada orang mati sejak jaman Perjanjian Lama. Bisa dilihat di Kitab 2Makabe 12:38-46 yang merupakan Kitab Suci yang dibuang oleh Protestant.


Tanggapan Budi Asali:
Salah. Itu merupakan sampah yang dipungut orang Katolik lalu disimpan dalam KS mereka.

2Makabe 15:37b-38 - Maka aku sendiripun mau mengakhiri kisah ini. Jika susunannya baik lagi tepat, maka itulah yang kukehendaki. Tetapi jika susunannya hanya sedang-sedang dan setengah-setengah saja, maka hanya itulah yang mungkin bagiku”.

Ini sama sekali tidak menunjukkan orang yang menuliskan Firman Tuhan di bawah pengilhaman Roh Kudus! Perhatikan kata-kata ‘kukehendaki’ dan ‘hanya itulah yang mungkin bagiku’. Bagaimana kita bisa mempercayai otoritas tulisan seperti ini, sedangkan penulisnya sendiripun tidak yakin akan kebenaran tulisannya!

Kamu mengatakan, dengan mencontek Boettner, bahwa praktek doa yang ditujukan pada Maria dan malaikat suci dimulai tahun 600 masehi. Untuk membantah salah kaprah Boettner yang kamu contek aku menunjukkan bukti dari Kitab Makabe.

Nah, KALAUPUN Makabe bukan bagian Kitab Suci, namun paling tidak kenyatan bahwa di sebuah buku yang ditulis jauh sebelum 600 masehi ada praktek doa kepada orang mati diantara orang Yahudi menunjukkan bahwa praktek tersebut TIDAK DIMULAI pada 600 masehi. Tapi jauh sebelumnya.


Mengenai 2Makabe. Kamu berargumen bahwa ayat 2Mak 15:37-38 menunjukkan bahwa penulisnya sendiri tidak yakin akan kebenaran tulisannya.

Apakah itu benar? TIDAK.


1Mac 15:36-38
37 ... So I too will here end my story. 38 If it is well told and to the point, that is what I myself desired; if it is poorly done and mediocre, that was the best I could do. 39 For just as it is harmful to drink wine alone, or, again, to drink water alone, while wine mixed with water is sweet and delicious and enhances one's enjoyment, so also the style of the story delights the ears of those who read the work. And here will be the end.


2 Mak 15:37-38 TIDAK menunjukkan bahwa si penulis ragu akan kebenaran tulisannya. Dia hanya berkata bahwa tulisannya mungkin "poorly done" dan "mediocore."

Tulisan yang ditulis secara jelek tidak berarti bahwa kebenaran yang disampaikannya pasti hilang. Karena kalau memang begitu maka mestinya semua surat Paulus dibuang. Kenapa? Karena Petrus sendiri mengatakan bahwa tulisan Paulus sulit untuk dipahami (2Pet 3:15-16). Ini berarti tulisan Paulus jelek, dalam arti bahwa pembaca sulit memahami. Tulisan yang bagus adalah tulisan yang membuat pembaca mampu mengerti pemikiran si penulis dengan mudah. Nyatanya tulisan Paulus sulit dipahami. Berarti, kamu buang saja surat-surat Paulus kalau kriteria otoritas sebuah buku adalah tulisan yang baik.

Quote:
Quote:
Katakombe-Katakombe memperlihatkan bahwa jemaat Kristen awal berdoa pada Para Kudus.


Tanggapan Budi Asali:
Kalau kata-kata anda benar, itu pasti orang kristen bodoh / sesat, seperti org Katolik saat ini. Dasar hidup saya adalah KS, bukan kehidupan orang kristen manapun juga!

Adalah sombong dan konyol bahwa kamu lebih tahu tentang cara hidup kristiani daripada orang yang hidup dekat dengan jaman para rasul dan bahkan mungkin diajar oleh murid rasul sendiri.


Dan juga adalah sangat sombong dan sangat konyol untuk mengatakan bahwa dasar hidup kamu adalah Kitab Suci saja.

Kalau itu benar kenapa kamu mencontek Boettner dan percaya pada dia?

Kalau itu benar kenapa kamu akui Credo Nicea-Constantinople yang disahkan oleh Uskup-Uskup Katolik dengan persetujuan Paus Roma?

Kalau itu benar darimana kamu tahu buku apa saja yang masuk Kitab Suci? Toh di Kitab Suci sendiri tidak ada daftar kanon.

Pikir baik-baik.


Quote:
Quote:
Maria dan para kudus sudah di surga. Di surga tidak ada batasan ruang dan waktu. Logika manusia tidak bisa dipakai di Surga. Ketidakmungkinan makhluk surgawi untuk dapat mendengar doa disanggah dalam kitab Wahyu

Wahyu 8:3-4
Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu. Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah.

Wahyu 5:8
Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.


Tanggapan Budi Asali:
Siapa yang mengatakan makhluk surgawi tak bisa mendengar? Saya menentang doa yang dinaikkan kepada org kudus!

Kalau begitu menurut kamu kita boleh berdoa kepada malaikat dan mahkluk surgawi?

Menarik sekali. Protestant biasanya melarang doa kepada siapapun kecuali Allah.

Sebutan "para Kudus" bagi umat Katolik juga termasuk didalamnya para Malaikat, seperti St. Mikhael sang Malaikat Angel, St. Gabriel dan lain-lain.


Anyway, seperti yang aku tulis diatas, Yer 15:1 dan Mat 17:3 menunjukkan bahwa para kudus yang manusia pun peduli terhadap sesamanya di dunia. Karena itu kita bisa meminta bantuan kepada mereka. Dan sarana untuk itu adalah doa, bukan email.


Quote:
Quote:
Kedua: Pengabul doa adalah Allah. Kalo kita minta doa kepada orang tua, pendeta kemudian doa kita terkabul, apakah itu berarti kalo pendeta dan orang tua adalah pengabul doa kita? Itu salah sama sekali. Pengabul doa cuma Allah. Lihatlah rumusan doa Salam MAria diatas kamu akan bisa mendapatkan, "Santa Maria Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ..." Kita minta Maria untuk mendoakan. Doa dikabulkan oleh Tuhan.


Tanggapan Budi Asali:
Dalam doa Salam Maria anda bukan hanya minta Maria berdoa untuk anda, tetapi anda memang berdoa kepada Maria. Pengabul doa hanya Allah, demikian juga obyek doa hanya Allah (Mat 4:10)!

Umat Katolik memang berdoa kepada Maria, karena dia di Surga dan kita tidak bisa berkomunikasi dengan dia lewat Fax atau telepati. Komunikasi dilakukan dengan doa. Umat Katolik berdoa kepada Maria supaya dia mendoakan kita kepada Allah.

Dan Matius 4:10 tidak mengatakan apapun tentang doa, hanya menyembah. Dan memang seperti ajaran gereja Katolik, yang kamu juga tahu dan akui, Gereja tidak pernah mengajarkan untuk menyembah siapapun kecuali Allah, termasuk Maria sekalipun.

Quote:
Quote:
Quote:

8. Gelar 'Paus' 607 M


Ini dari website ini:

The Bishop of Rome was not the Universal Pontiff until 607, thereby creating the Universal, or Catholic Church

Pope Boniface III was elected to succeed Sabinian after an interregnum of nearly a year; he was consecrated February 19, 607, and died November 12 of the same year. While he was Pope, he obtained a decree from Phocas, against Cyriacus, Bishop of Constantinople, by which it was ordained that "the See of Blessed Peter the Apostle should be the head of all the Churches", and that the title of "Universal Bishop" belonged exclusively to the Bishop of Rome. This was done not to create the role of the Pope as the Universal Bishop, but to confirm it against anyone that questioned it. This decree did not create the title Universal Bishop, but confirms that it belongs only to the Bishop of Rome, and not any other bishop, such as the Bishop of Constantinople, who had attempted to use the title "Ecumenical Bishop". Note that this decree did not give the Bishop of Rome the title See of Blessed Peter the Apostle, but that this decree assumed that this was already accepted as the title of the Bishop of Rome. This decree also acknowledges a similar one made by Justinian eighty years before. The controversy started in 588 when the Bishop of Constantinople, John the Faster, officially used the title Ecumenical Bishop. The Pope at that time, Pelagius II, protested against the use of this title and forbade his legate at Constantinople to communicate with John. The successor of Pelagius II, Gregory the Great, also protested against the use of this title, and said, "As regards the Church of Constantinople, who can doubt that it is subject to the Apostolic See? Why, both our most religious lord the emperor, and our brother the Bishop of Constantinople continually acknowledge it." Gregory often stated that the Apostolic See (the Papacy), which he held, had a primacy not of honor, but of supreme authority over the Universal Church. He is quoted as saying, "the Apostolic See, which is the head of all Churches" and, "I, albeit unworthy, have been set up in command of the Church." Gregory believed that as successor of St. Peter, the pope had received from God a primacy over all Churches. It was his approval which gave force to the decrees of councils and synods, and his authority could annul them. As well, he could judge and correct other patriarchs and bishops. But it was not until after his successor, Sabinian, that Boniface III obtained the decree the declared that "the See of Blessed Peter the Apostle should be the head of all the Churches", and that the title of "Universal Bishop" belonged exclusively to the Bishop of Rome. These sentiments, however, predate this decree with Pope Sabinian, Pope Gregory I, Pope Pelagius II, and as far back as Pope Peter.

We have very early evidence of papal primacy, such as the writings of St. Ignatius of Antioch, who wrote in the year 110 AD: "To the Church also which holds the presidency in the place of the country of the Romans." As well, St. Clement of Alexandria wrote some time between the years 190 and 210 AD: "The blessed Peter, the chosen, the pre-eminent, the first among the disciples, for whom alone with Himself the Savior paid the tribute."

The leadership of Peter among the apostles cannot be denied, and neither can the authority given to him by Christ. As well, it was upon the office of Peter that Christ Built his Church. All of this is testified by St. Cyprian, who became Bishop of Carthage in 249. This is well before the Edict of Toleration in 313, and is at a time when the Christian Church was still in hiding from the persecution of imperial Rome. St. Cyprian writes: "Upon one He builds His Church, and to the same He says after His resurrection, 'feed My sheep'. And though to all His Apostles He gave an equal power yet did He set up one chair, and disposed the origin and manner of unity by his authority. The other Apostles were indeed what Peter was, but the primacy is given to Peter, and the Church and the chair is shown to be one. And all are pastors, but the flock is shown to be one, which is fed by all the Apostles with one mind and heart. He that holds not this unity of the Church, does he think that he holds the faith? He who deserts the chair of Peter, upon whom the Church is founded, is he confidant that he is in the Church?" It is clear that the early Church acknowledged the Pope as the earthly leader of Christ's Church, and that anyone that denies this is a heretic.


Kalau ada waktu akan diterjemahkan, capek . Kalau ada yang mau bantu, silahkan.


Tanggapan Budi Asali:
Sudah bodoh, sesat, malas lagi!
Lagi-lagi tak ada dasar KS. Saya tak peduli kata-kata siapa, bapa gereja kek, rasul kek, emangnya gue pikirin?

Memang tidak ada dasar Kitab Suci karena itu irrelevan!

Kamu secara salah menuduh, dengan mencontek Boettner, bahwa gelar Paus diawali pada 607 masehi. Aku kemudian menunjukkan bahwa Boettner keliru kalau menganggap bahwa 607 masehi adalah munculnya gelar Paus. Yang terjadi pada 607 masehi gelar yang muncul adalah "universal Bishop" atau "Uskup universal" BUKAN terciptanya gelar Paus!


Seperti yang aku katakan diatas "paus" berarti "papa" karena itu kalau mau tahu kapan gelar ini diciptakan tentunya kamu harus kembali pada saat Adam dan Hawa melahirkan anak dan anak itu memanggil Adam "bapak" atau "ayah" etc.

Quote:
Kalau Petrus adalah Paus, dia pasti Paus yg sesat, karena dia kawin / punya istri. Dari mana tahunya? Karena ia punya ibu mertua (Mat 8:14).

Sejak kapan Paus yang kawin disebut sesat? Banyak Paus yang kawin selain Petrus.

Selibat adalah disiplin Gereja, bukan ajaran yang menjadi determinan kesesatan seorang Paus.

Quote:
Kalau Petrus adalah Paus, mengapa ia bisa dilabrak oleh Paulus dalam Gal 2:11-14?

Gereja Katolik tidak mengajarkan bahwa Paus tidak bisa dikritik. St Catherine dari Sienna me-rebuke Paus Gregory XI supaya sang Paus segera ke Roma, tidak terus menerus di Avignon, untuk mereformasi para klerus dan administrasi kepausan.

Quote:
Juga mengapa dalam sidang gereja Yerusalem bukan ia yang memutuskan? Kis 15.

Petruslah yang memberikan kata yang mengakhiri segala perdebatan. Ketika ada banyak perdebatan Petrus bangkit dan berbicara sehingga perdebatan berganti keheningan (Kis 15: 7, 12).

Yakobus sendiri, yang selalu diaju-ajukan oleh Protestant sebagai pihak yang berkeputusan dalam Konsili Yerusalem tersebut, hanya meneruskan apa yang sudah disampaikan Petrus dan memberikan keputusannya. Dan tentu sah-sah saja bagi Yakobus untuk berkeputusan, toh dia adalah seorang rasul. Namun sekali lagi patut ditekankan bahwa perdebatan yang terjadi berakhir ketika Petrus bangkit dan berkeputusan.

Quote:
Quote:
Quote:

9. Mencium kaki Paus 709 M


Ini konyol sekali. Memangnya kenapa kalau mencium kaki orang yan dihormati. Banyak cverita novel dimana si cowok mencium kaki si cewek (btw, Hittler kabarnya mencium kaki Eva Brown supaya Eva Brown mau menikah dengan dia).


Tanggapan Budi Asali:
Mau cium kaki saya? Anda menghormati ayah anda bukan? Mau cium kakinya? Anda punya istri? Mau cium kakinya? Ada beda antara ‘cium kaki’ sbg tindakan kasih dan penghormatan dan cium kaki sebagai tindakan pemujaan / penyembahan!

Aku sama sekali tidak punya keberatan untuk mencium kaki ayahku atau istriku.

Tidak ada yang jelek dari kaki. Yesus sendiri mencuci kaki para rasul. Memangnya Yesus menyembah para rasul?

Dan beda dari penciuman kaki sebagai kasih/penghormatan dan penciuman kaki sebagai penyembahan terletak pada niat si pencium. Kalau penciuman kaki berlandaskan niat untuk menghormati maka itu berarti menghormati. Kalau mencium kaki berlandaskan niat untuk menyembah, maka itu berarti menyembah.

Quote:
Quote:
Quote:
10. Penyembahan terhadap salib, patung dan relics 786 M
11. Penyembahan terhadap Santo Yusuf 890 M


Gereja Katolik hanya menyembah Yesus.



Tanggapan Budi Asali:
Omong kosong busuk!

Bagaimana mungkin yang aku ucapkan diatas adalah "omong kosong busuk!" sementara kamu sendiri mengakui bahwa (aku kutip dari atas): "Memang doktrin gereja anda mengatakan menghormati, bukan menyembah."


Apakah sekarang kamu mau menjilat ludah sendiri dan menjadi seorang munafik?
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
greatidol



Joined: 24 Nov 2006
Posts: 555
Location: Jakarta donk ahhh

PostPosted: Thu, 29-03-2007 5:22 am    Post subject: Reply with quote

Shocked Shocked Rolling Eyes

Oh Tuhan...maafkanlah aku yang tidak mengerti apa2 ini...
_________________


God is the answer
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail Yahoo Messenger
agnesken



Joined: 23 Mar 2006
Posts: 153

PostPosted: Thu, 29-03-2007 7:20 am    Post subject: Reply with quote

Wah.. wah.. wah..
om DV... seru juga ya...

Coba teman2 lihat dan pelajari dari jawaban antara Budi Asali dan om DV, ada jurang yang sangat besar.

Yang satu memberikan jawaban yang masuk akal dan intelek sedangkan yang lain hanya memberikan jawaban singkat yang penuh dengan ejekan.

Oh.... semoga dia bisa mengerti, berpikiran jernih, tidak emosi, dan terus mencari kebenaran yang sejati.
_________________
Suatu hari, hidupku di dunia akan berakhir; batas-batas tahunku telah ditetapkan,
sekali pun aku tidak tahu hari dan waktunya.
Akankah aku siap berjumpa dengan-Mu?
Back to top
View user's profile Send private message
little girl



Joined: 10 Oct 2006
Posts: 1417
Location: Surabaya

PostPosted: Thu, 29-03-2007 7:43 am    Post subject: Reply with quote

To : DV

Seingat saya salah seorang moderator (entah di forum ini atau forum yg satunya lagi yach ) pernah mengatakan kalau dlm PL bait Allah sempat diambil alih oleh orang Bar2 & tidak diperkenankan jadi tempat ibadat lagi. Kemudian pada kitab Deuterokanonika barulah ada cerita pengambilan kembali Bait Allah tsb sehingga Bait Allah tsb diperuntukkan kembali sebagai tempat ibadat yg dipakai untuk mempersembahkan apa ya .. aku lupa tp itu waktu Yesus hilang di Bait Allah Yerusalem ketika umur 12 thn.

Kalau anda bisa menyajikan fakta ini, apakah mereka tidak akan menerima kitab tsb ?
Asal kita bisa membuktikan bhw Bait Allah yg sama yg dibicarakan di PL & PB lalu ada missing link ... tentu argumen2 dari kitab2 Deuterokanonika bisa diterima.

Maaf ya ... belum sempat baca PL jadi blm tahu ... tp saya ingat ada modie yg pernah mengatakan ini ...

Anyway ... saya cuma mau bilang ... mungkin posting tsb baik untuk kami yg belajar iman Katolik, tp percuma buat orang2 Kristen kayak Budi Asali ... soalnya dia sendiri tidak bisa membuktikan tata cara atau kapan pastinya bhw Kitab Suci adalah satu2nya Otoritas tertinggi.
Hal lain adalah dia sendiri tidak akan bisa menyangkal bhw para rasul menghormati Bunda Maria krn kata2 Yesus di kayu salib kpd Yohanes Penginjil sebagai SATU22NYA RASUL YG BERADA DI BWH SALIB YESUS.

Maklumlah ... mereka kan sangat menghargai pendapat pribadi ...

Oh ya. ... ada 1 cara lagi ... orang2 kayak mereka mungkin hanya mau percaya kpd orang yg bisa BAHASA ROH ... hihihihi .... (ini benar2 lelucon lho)
_________________
Indonesia Katolik -Terjemahan Baru   © Ekaristi dot Org
Filipi  1:21Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.


Last edited by little girl on Thu, 29-03-2007 7:51 am; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message
andre togog



Joined: 20 Dec 2004
Posts: 81

PostPosted: Thu, 29-03-2007 8:47 am    Post subject: penajisan dan pentahiran Bait Allah Reply with quote

hai little girl,
info tentang bait allah pernah dinajiskan dan ditahirkan ada di forum kita (komplit deh ekaristi.org itu Ketawa ). cuman aku gak tahu cara searchnya.
Yang kuingat dari artikel tsb adalah bait Allah pernah dinajiskan menjadi tempat penyembahan berhala, trus dari kitab Makabe (aku lupa I atau II ya? Cool ) ada informasi bahwa bait Allah disucikan/ditahirkan kembali. jadi bila info itu benar, maka adalah pusing bagi gereja-gereja/sekte Protestan untuk menendang ke tong sampah bagian Deuterokanonika. Rolling Eyes
Coba mari kita bayangkan sejenak dengan skenario tidak ada kitab-kitab Deuterokanonika, Tuhan Yesus dipersembahkan di bait Allah yang telah dinajiskan menjadi tempat penyembahan berhala Ketawa Ngakak
Justru karena ada kitab Deuterokanonika (khususnya Makabe I/II Cool ) kita bersyukur bahwa Tuhan Yesus dipersembahkan di bait Allah yang telah dikuduskan Ketawa
Kalo gak salah pula, itu tulisan/artikel dari Tony B tentang Alkitab dan kelemahan dogma sola-sola si Martin Luther (apakah ini tulisan om Tony, ya? Rolling Eyes )

nb.: sorry OOT, gimana sih cara search artikel Tony B tentang pentahiran bait Allah tsb? kata kunci apa untuk men-search? trims

salam,
andre
Back to top
View user's profile Send private message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10668
Location: Orange County California

PostPosted: Thu, 29-03-2007 8:47 am    Post subject: Reply with quote

little girl wrote:
To : DV

Seingat saya salah seorang moderator (entah di forum ini atau forum yg satunya lagi yach ) pernah mengatakan kalau dlm PL bait Allah sempat diambil alih oleh orang Bar2 & tidak diperkenankan jadi tempat ibadat lagi. Kemudian pada kitab Deuterokanonika barulah ada cerita pengambilan kembali Bait Allah tsb sehingga Bait Allah tsb diperuntukkan kembali sebagai tempat ibadat yg dipakai untuk mempersembahkan apa ya .. aku lupa tp itu waktu Yesus hilang di Bait Allah Yerusalem ketika umur 12 thn.

Kalau anda bisa menyajikan fakta ini, apakah mereka tidak akan menerima kitab tsb ?
Asal kita bisa membuktikan bhw Bait Allah yg sama yg dibicarakan di PL & PB lalu ada missing link ... tentu argumen2 dari kitab2 Deuterokanonika bisa diterima.

Maaf ya ... belum sempat baca PL jadi blm tahu ... tp saya ingat ada modie yg pernah mengatakan ini ...

Hanya karena Makabe (buku yang kamu maksudkan adalah Makabe) menceritakan tentang sejarah perebutan kembali bait Allah, itu tidak akan meyakinkan Protestant. Mereka akan menolaknya atas beberapa argumen:

1. Sekalipun cerita tersebut benar-benar terjadi, cerita itu bukan wahyu. Hanya sejarah. Persis seperti sejarah Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki. Peristiwa bom atom memang benar terjadi, tapi peristiwa itu bukan sesuatu yang ingin diwahyukan Allah.

2. Cerita itu mungkin fiksi.

Quote:
Anyway ... saya cuma mau bilang ... mungkin posting tsb baik untuk kami yg belajar iman Katolik, tp percuma buat orang2 Kristen kayak Budi Asali ... soalnya dia sendiri tidak bisa membuktikan tata cara atau kapan pastinya bhw Kitab Suci adalah satu2nya Otoritas tertinggi.
Hal lain adalah dia sendiri tidak akan bisa menyangkal bhw para rasul menghormati Bunda Maria krn kata2 Yesus di kayu salib kpd Yohanes Penginjil sebagai SATU22NYA RASUL YG BERADA DI BWH SALIB YESUS.

Maklumlah ... mereka kan sangat menghargai pendapat pribadi ...

Iman adalah rahmat supernatural dari Allah. Kalau Allah berkenan, tanpa tulisanku pun si Budi bisa bertobat dan masuk katolik. Kalau yang diperlukan adalah tulisanku agar membantu kerja rahmat Allah (Fil 2:23) yah biarlah itu terjadi.

Pertobatan Budi bukanlah tujuan utama. Tujuan utama adalah menunjukkan kebenaran kepada siapapun yang memang mencari kebenaran, entah dari Katolik atau Protestant atau Hindu etc.

Quote:
Oh ya. ... ada 1 cara lagi ... orang2 kayak mereka mungkin hanya mau percaya kpd orang yg bisa BAHASA ROH ... hihihihi .... (ini benar2 lelucon lho)

Budi, seperti kebanyakan orang GKRI, menganggap kharismatik dan bahasa roh mereka sebagai sesuatu yang sesat.
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
little girl



Joined: 10 Oct 2006
Posts: 1417
Location: Surabaya

PostPosted: Thu, 29-03-2007 9:01 am    Post subject: Reply with quote

To : DV

I get your point ... but again ... agak ikut jengkel juga sih dengan orang2 macam Budi Asali. Yach maklumlah ... di kantorku kan ada juga (aku dah pernah cerita di Ruang Pengetahuan Dasar)

Orang2 kayak mereka gak bisa sekalipun dikasih fakta sejarah ...
Yg lalu aku tanya seorang Protestan (aku gak tahu denominasinya) mengapa Alkitab disebut Firman Allah malah dia balik bilang kalau aku sampai menanyakan hal itu aku masuk neraka ... hihihihi .... padahal maksudku itu ke sejarah kanonisasi Alkitab....

Salut untuk anda Cool

PS. Sebenarnya dia itu pendeta atau bukan sih ?
_________________
Indonesia Katolik -Terjemahan Baru   © Ekaristi dot Org
Filipi  1:21Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
Back to top
View user's profile Send private message
- O -
Penghuni Ekaristi


Joined: 21 Jan 2004
Posts: 1876

PostPosted: Thu, 29-03-2007 10:57 am    Post subject: Reply with quote

Hahaha... yeah, aku rasa harus direply dengan nyantai... aku rasa tidak perlu didebat segitunya mengingat juga kualitas debatnya ala politisi di TV. Ketawa Ngakak Ketawa Ngakak.

Budi Asali eks Gereja Reformed Injili. Beberapa tulisannya masih bisa ditemukan di website GRII. Tapi sudah 'dikucilkan' atau sudah tidak aktif lagi disana, saya tidak tau alasan pastinya.

Kalau debat dengan yang model begini, lebih baik pertanyakan dulu fondasi dasarnya, KS.
Karena cara pandang KS ala Protestant sangat berbeda dengan cara Gereja memandang KS.

Saya coba ambil materi dasar KS yang baik, nanti akan dipasang di forum belajar. Kalau kita tau beda cara pandang KS ini, kita bisa lebih mudah tersenyum ngakak...

.
_________________
"Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga." (Mat 10:32-33)
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger
LovingStAnthony



Joined: 27 Nov 2006
Posts: 1963
Location: Jakarta

PostPosted: Thu, 29-03-2007 12:24 pm    Post subject: Reply with quote

DeusVult wrote:
Kekeliruan fatal Boettner bisa dibaca di website:
http://www.christianforums.com/t922262- ..t-or-fiction.html

Itu adalah alamat suatu forum. Load-nya agak lambat bagi yang koneksinya dial-up. Ada tiga halaman. Nanti ekaristi akan mencoba menghadirkan materi di website itu (dan kalau bisa menterjemahkannya) agar materinya bisa diakses dengan cepat. Ini akan membantu banyak orang tiba pada pengetahuan akan kebenaran (1Tim 2:4) setelah dibutakan oleh Boettner.

Pak DV, saya tunggu materi tersebut. Selamat menerjemahkannya juga. Thanks.

- O - wrote:
Saya coba ambil materi dasar KS yang baik, nanti akan dipasang di forum belajar. Kalau kita tau beda cara pandang KS ini, kita bisa lebih mudah tersenyum ngakak...

Saya tunggu juga materi tsb, Bung -O-. Kalau punya bahan untuk ngakak, memang sebaiknya dibagi-bagi... Smile
_________________
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Next
Page 1 of 4

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17