FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Incorrupted bodies, benarkah mukjizat?    
Goto page: Next

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka
View previous topic :: View next topic  
Author Message
Gravityblessings



Joined: 27 Nov 2004
Posts: 786

PostPosted: Mon, 27-08-2007 10:27 am    Post subject: Incorrupted bodies, benarkah mukjizat? Reply with quote

Tidak dapat disangkal bahwa salah satu fenomena yang sering terjadi dalam keimanan kita adalah Incorrupted Bodies yang dialami beberapa Para Kudus

Namun ada para skeptik yang menolak fenomena ini sebagai mukjizat dengan alasan sebagai berikut (bisa diklik):
1. Jasad Para Kudus tersebut sebagian diberi lilin (dan memang benar)
2. Jasad Para Kudus tersebut disimpan dalam Peti Khusus yang aman dari oksigen


Ada pula yang menolak bahwa fenomena ini hanya terjadi di agama Katolik

Misalnya dalam agama Buddha

Bagaimana tanggapan kalian?

Ini tanggapan awalku:

terhadap keberatan masalah campur tangan manusia:
1. Sebelum jasad Para Kudus disentuh oleh manusia (diberi lilin, dipeti, etc), mereka sudah ada di kubur selama setidaknya puluhan tahun, ini adalah waktu yang cukup untuk jasad mereka membusuk.
2. bagian yang dililin hanyalah sebagian tubuh saja, bagian lainnya tidak. jika memang Incorrupted bodies ini hanya buatan manusia saja, maka seharusnya bagian yang tidak dililinpun sudah membusuk, tetapi ternyata tidak.

Untuk masalah agama lain:
Kebanyakan sebenarnya hanya klaim tanpa bukti (foto), dan kita bisa menemukannya di Internet klaim2 Incorrupted (termasuk Muhammad). Nah, satu2nya yang kutemukan yang meyakinkan adalah agama Buddha di link di atas, namun aku belum bisa menentukan sanggahan, mungkin teman2 lain bisa membantu?
_________________
Pada Tuhan ada belas kasih, pada Tuhanlah pengampunan yang melimpah. Paus Johanes Paulus II--- tepat sebelum wafat.
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail
-T-



Joined: 25 Nov 2004
Posts: 191

PostPosted: Mon, 27-08-2007 12:48 pm    Post subject: Reply with quote

Jika ada yang mengklaim diluar kristen ada yang mengalami Incorupt body

bagaimana dengan rapture sendiri? ada yang klaim ga?

Tubuh dan jiwanya terangkat langsung ke surga disaksikan oleh lebih dari 3 orang bukan isapan jempol semata.


YESUS (karena emang DIALAH yang mahakuasa)

Elia, Henokh?

Saya rasa Incorrupted Bodies hanya sekelumit mujizat bagi orang-orang Katolik.

Jika orang lain mengklaim ada yang mengalami hal serupa

apa emang serupa? Coba dibandingin dulu deh ama yang namanya Santa Bernadette Soubirus.
Back to top
View user's profile Send private message
Athanasios
Penghuni Ekaristi


Joined: 12 Feb 2004
Posts: 4198

PostPosted: Mon, 27-08-2007 1:03 pm    Post subject: Reply with quote

Jasad si Biksu Buddha itu sudah setengah 'berantakan' coba bandingkan dengan jasad St. Bernadette yang masih manis, cantik dan segar.


(Beliau wafat 1927)



St. Bernadette (wafat 1897)



Beata Paula Frassinetti (wafat 1882)



St. Catherine Laboure (wafat 1876)


dan



St. Yoanes Maria Vianey (wafat 1859).


Aku kira sangat tidak sebanding, antara incoruppted bodies para kudus kita dengan hal serupa yang diklaim terjadi pada si biksu (meskipun dia meninggal belakangan).
_________________
Sancta et catholica Ecclesia, quae est corpus Christi mysticum
- Konsili Oikumenis Vatikan II Orientalum Ecclesiorum art.2
Back to top
View user's profile Send private message
Philly



Joined: 21 Nov 2005
Posts: 1373

PostPosted: Mon, 27-08-2007 3:03 pm    Post subject: Reply with quote

Ini lengkapnya....

1. Galeri Foto Jenazah Para Kudus yang Tak Rusak
2. Jenazah St Bernadette Soubirous yang Tetap Utuh
3. Jenazah yang Tak Rusak


Click link pertama dan bandingkan dengan foto biksu tsb....
Akan sangat terlihat bedanya. Jenasah para Kudus selain utuh tapi juga segar dan dalam kondisi sangat baik, terkesan mereka hanya tidur.

Luar biasa kan. good Job
GBU

Ps. beberapa waktu yang lalu saya sempat baca berita bahwa ada satu uskup yang ketika digali makamnya bertahun2 kemudian, jenasahnya juga ternyata masih utuh. Nanti saya carikan beritanya.
_________________

" fiat mihi secundum verbum tuum
be it done unto me according to Thy word
terjadilah padaku menurut perkataanMu "
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail Yahoo Messenger
Philly



Joined: 21 Nov 2005
Posts: 1373

PostPosted: Mon, 27-08-2007 3:32 pm    Post subject: Reply with quote

Ini dia...

Quote:
18/04/2007 13:01 WIB

17 Tahun Dikubur, Jasad Uskup Asal Flores Masih Utuh
Gede Suardana - detikcom

Denpasar - Jasad seorang uskup asal Flores Timur, Nusa Tenggara Timur
(NTT) membuat kaget banyak pihak. Sebab, meski sudah dimakamkan
17 tahun lalu, jasad tersebut masih utuh.

Adalah uskup MGR Gabriel Manele SVD. Dia meninggal dan dimakamkan
pada 6 Desember 1989 di Tekhny Illionis, Amerika Serikat (AS).
Rencananya, jenazah Gabriel akan dipindahkan ke tempatnya pertama
kali bertugas, yakni di Lebao, Larantuka, Flores Timur, NTT.

Terkait rencana itu, pada 9 April 2007, kuburan Gabriel dibongkar.
Jasad Gabriel tersimpan dalam peti yang terbuat dari kuningan.
Peti ini tersimpan dalam kotak semen.

Saat kuburan dibongkar, peti jenazah Gabriel tampak terapung di atas air.
Lokasi pemakaman Gabriel memang berada di wilayah yang selalu
bersalju.

"Kondisi ini menyebabkan banyak air meresap ke dalam kotak semen dan
membuat peti jenazah terapung," kata Suster Benedictus di Gereja
Katedaral, Renon, Denpasar, Bali , Rabu (18/4/2007). Suster Benedictus
ikut menyaksikan penggalian makam Gabriel.

Untuk bisa mengangkat peti jenazah Gabriel, para pekerja terlebih dahulu
harus menguras air tersebut. Hal ini membuat peti jenazah baru bisa
diangkat dan dibuka pada 13 April.

Ketika peti jenazah dibuka, semua orang yang hadir dikejutkan oleh
pemandangan yang dilihatnya. Jasad Gabriel ternyata masih utuh meski
telah dimakamkan 17 tahun yang lalu. Demikian pula dengan pakaian
yang dikenakan.

"Mata dan kulitnya tampak hitam. Tapi masih utuh, seperti kita yang
masih hidup. Ini membuat kita semua terkejut," ujar Suster Benedictus.

Jenazah Gabriel selanjutnya dipindahkan ke peti lain dan diterbangkan ke
Denpasar. Rencananya, pukul 15 Wita jenazah Gabriel akan diterbangkan
ke Larantuka, Flores Timur dan dimakamkan kembali antara tanggal 23
hingga 25 April.(djo/asy)

===============================================

03 Mei 2007 - 11:20
THOUSANDS OF CATHOLICS WELCOME THE BODY OF DIVINE WORD ARCHBISHOP EMERITUS GABRIEL MANEK

ATAMBUA, Indonesia (UCAN) -- Thousands of Catholics welcomed the body of Divine Word Archbishop Emeritus Gabriel Wilhelmus Manek, an Atambua diocese native, who died and was buried in the United States in 1989.

The body of the first Timorese missioner and bishop was returned at the request of Daughters of the Rosary Queen (PRR, Indonesian acronym), the congregation he founded in 1958.

The body arrived at Denpasar, Bali, on April 17. Denpasar Bishop Benyamin Yosef Bria, an Atambua diocese native, led a procession to Kuta's St. Francis Xavier Church and to Denpasar's Holy Spirit Cathedral Church. The body was received with Balinese dance, and the East Flores hedung and Timorese likurai dances.

Archbishop Manek resigned as the head of Ende archdiocese in December 1968, after eight years, due to ill health. He went to the U.S. that year for treatment.

"In America, despite his old age and sickness, he did pastoral work; zealously visiting Catholics, including American Indians. He was close and attentive to the poor," said the bishop, who visited Archbishop Manek in Denver, while studying in Washington. He also attended the 1989 funeral at Divine Word Cemetery in Chicago.

The body was exhumed on April 13, 2007. Sister Maria Benediktis Gromang, PRR superior general, who was at the exhumation, said it had not decayed. "Our original plan was to bring back his bones, but we found his body undamaged; as if he just died," she said.

From Bali, the body was flown to Kupang, West Timor, on April 19. Kupang Archbishop Petrus Turang, priests and Religious, and government officials including East Nusa Tenggara province Governor Piet Alexander Tallo, a Protestant, received the body.

"Welcome back, Archbishop Manek," Catholic lay leader Fabianus Harry Luwalu, said in his address.

Thousands of Catholics accompanied the body to PRR community house, then to Christ the King Cathedral Church, where Archbishop Turang led Mass. "The PRR congregation was the late archbishop's life's work, besides other noble works he had done during his life," he said.

From Kupang, the body went 325 kilometers northeast to Lahurus, the archbishop's home parish. Archbishop Manek, whose priestly ordination was on Jan. 28, 1941, was its first priest.

On April 20, Catholics lined the streets waiting for the motorcade, to pay homage. They built altars with crucifixes, Marian statues, the late archbishop's photo, lit candles, and flowers. They gathered and prayed, and knelt when the motorcade arrived.

In one village, lepers and their relatives chased the motorcade asking for one stop. They approached the ambulance, and kissed the coffin through tears.

In Ailomea, Archbishop Manek's native hamlet, his relatives received the body in "Kapela Mgr. Gabriel Manek," a chapel erected six years ago by relatives and PRR sisters.

Jadokus Manek said the family thanks God for accompanying Archbishop Manek throughout his life. "It is God's work that his body remains undamaged," he said.

After a prayer service, the body was taken to St. Peter's Church in Lahurus, one kilometer east. Divine Word Father Feliks Kosat, Timor's SVD superior, led Mass, with thousands overflowing the church and its yard.

In Atambua, on April 21, thousands more welcomed the body at St. Mary Immaculate Cathedral Church with likurai and the student drum band.

During Mass, Divine Word Bishop Pain Ratu of Atambua said the late archbishop came from a royal family, and was a good example of a true follower of Jesus Christ the King.

"Gabriel Manek was supposed to have power. He was supposed to be served by servants. But he chose to follow Jesus, to serve," he said.

"I am speechless and just feel incredible" about his body's state, the bishop said. "I cannot but acknowledge that he is a holy man." The congregation responded with long applause.

The body was then taken by naval boat to Larantuka, where Gabriel Manek was bishop from 1951 to 1960. On April 25, the 56th anniversary of his episcopal ordination, his body was reburied at PRR headquarters.

Bishop Frans Kopong Kung of Larantuka, East Flores; Archbishop-elect Vincentius Sensi Potokota of Ende, central Flores; and Sacred Family Bishop Fransiskus Xaverius Prajasuta of Banjarmasin, South Kalimantan, led the funeral Mass.

Sister Gromang said in her speech at the funeral, "we wanted his body returned simply because we love him."

===============================================

INDONESIA (IS02375.536b) 1 Mei 2007 62 baris (722 kata)
RIBUAN UMAT KATOLIK SAMBUT JENAZAH USKUP AGUNG EMERITUS GABRIEL MANEK SVD
ATAMBUA, NTT (UCAN)

Ribuan umat Katolik menyambut jenazah Uskup Agung
Emeritus Gabriel Wilhelmus Manek SVD, seorang warga asli dari Keuskupan Atambua,
yang meninggal dan dimakamkan di Amerika Serikat tahun 1989.
Jenazah uskup dan misionaris asal Timor yang pertama itu dipulangkan atas
permintaan Tarekat Puteri Reinha Rosari (PRR), sebuah kongregasi yang
didirikannya tahun 1958.

Jenazah uskup tiba di Denpasar, Bali, pada 17 April. Uskup Denpasar Mgr
Benyamin Yosef Bria, warga asli dari Keuskupan Atambua, memimpin sebuah prosesi
menuju Gereja St. Fransiskus Xaverius di Kuta dan Katedral Roh Kudus di
Denpasar. Jenazah uskup diterima dengan tarian Bali serta tarian hedung dari
Flores Timur, dan tarian likurai dari Timor.

Uskup Agung Manek mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pemimpin Keuskupan
Agung Ende bulan Desember 1968, setelah delapan tahun, karena menderita sakit.
Ia pergi ke Amerika Serikat tahun itu juga untuk menjalani pengobatan.
"Selama tinggal di Amerika, sekalipun sakit ia tetap menjalankan tugas
pastoral; rajin melayani umat Katolik, termasuk orang-orang Suku Indian," kata
Uskup Bria, yang mengunjungi Uskup Agung Manek di Denver saat ia menempuh studi
di Washington. Uskup Bria juga menghadiri pemakaman Uskup Agung Manek di makam
milik Serikat Sabda Allah (SVD) di Chicago tahun 1989.
Makam uskup dibongkar pada 13 April 2007. Suster Maria Benediktis Gromang PRR,
superior jenderal PRR, yang menghadiri upacara pembongkaran makam, mengatakan
bahwa jenazah uskup masih utuh. "Rencana semula adalah membawa pulang
tulang-belulang almarhum ke Larantuka, tetapi ketika kuburnya digali kembali
kami menemukan jenazah almarhum masih utuh; seperti orang baru meninggal dunia,”
katanya.

Dari Bali, jenazah uskup diterbangkan ke Kupang, Timor Barat, pada 19 April.
Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang, sejumlah imam dan kaum religius, dan
pejabat pemerintahan termasuk Gubernur Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Piet
Alexander Tallo, seorang Protestan, menyambut jenazah uskup.
"Selamat datang di tanah kelahiranmu,” kata Fabianus Harry Luwalu, seorang
tokoh masyarakat beragama Katolik, dalam sambutannya.
Ribuan umat Katolik mengiringi jenazah uskup menuju Biara PRR,
kemudian menuju Katedral Kristus Raja, tempat Uskup Agung Turang memimpin
Misa. "Kehadiran suster-suster PRR merupakan bukti karya nyata Uskup Agung
Manek, di samping karya-karya mulia lain yang pernah dilakukan selama masa
hidupnya,” kata Uskup Agung Turang.

Dari Kupang, jenazah uskup dibawa ke Lahurus, tempat paroki asalnya, yang
berjarak 325 kilometer arah timur laut Kupang. Uskup Agung Manek, yang
ditahbiskan sebagai imam pada 28 Januari 1941, adalah imam pertama dari paroki
tersebut.

Pada 20 April, umat Katolik berbaris di jalan sambil menunggu iring-iringan
kendaraan, untuk memberikan penghormatan. Mereka membuat altar dengan salib,
patung Maria, foto almarhum uskup agung, lilin bernyala, dan bunga di atasnya.
Mereka berkumpul dan berdoa serta berlutut ketika iring-iringan kendaraan itu
tiba.

Di sebuah desa, orang-orang kusta dan kerabat mereka mengejar
iring-iringan kendaraan itu dan meminta agar kendaraan dihentikan. Mereka
mendekati mobil ambulans dan mencium peti jenazah uskup sambil menangis.
Di Ailomea, tempat kelahiran Uskup Agung Manek, keluarganya menyambut jenazah
uskup di Kapela Mgr. Gabriel Manek, sebuah kapel yang dibangun enam tahun lalu
oleh kerabat uskup dan suster-suster PRR.

Jadokus Manek mengatakan, keluarga bersyukur kepada Allah karena
menyertai Uskup Agung Manek sepanjang hidupnya. "Jasad mendiang tetap
utuh dan segar hingga saat ini semata-mata karena rahmat Tuhan,"
katanya.

Seusai ibadah, jenazah uskup dibawa menuju Gereja St. Petrus di
Lahurus, yang berjarak satu kilometer. Pastor Feliks Kosat SVD,
Provinsial SVD di Timor, memimpin Misa. Ribuan umat memadati gereja dan
halamannya.

Di Atambua, pada 21 April, ribuan umat menyambut jenazah uskup di Katedral St.
Maria Immaculata dengan tarian likurai dan drum band yang dimainkan oleh
sejumlah pelajar.

Saat Misa, Uskup Atambua Mgr Pain Ratu SVD mengatakan bahwa almarhum uskup
agung berasal dari sebuah keluarga bangsawan, dan memberi teladan dalam
mengikuti jejak Yesus Sang Raja.
“Gabriel Manek seharusnya berkuasa. Ia seharusnya dilayani oleh para hamba.
Tetapi ia memilih mengikuti Yesus,” kata Uskup Pain Ratu.
“Saya kehabisan kata dan kehilangan akal” menyangkut keadaan jenazah uskup,
katanya. “Saya tidak dapat berpikir lagi selain mengakui bahwa ia adalah orang
kudus.” Umat menanggapi dengan memberi tepuk tangan yang cukup lama.
Jenazah uskup kemudian dibawa dengan kapal milik Angkatan Laut menuju
Larantuka, tempat Gabriel Manek menjadi uskup sejak 1951 hingga 1960. Pada 25
April, ulang tahun tahbisan uskup ke-56, jenazah uskup dimakamkan kembali di
Biara PRR.

Uskup Larantuka, Flores Timur, Mgr Frans Kopong Kung; Uskup Agung
Ende (terpilih) Mgr Vincentius Sensi Potokota; dan Uskup Banjarmasin
(Kalimantan Selatan) Mgr Fransiskus Xaverius Prajasuta MSF memimpin Misa
pemakaman.

Suster Gromang mengatakan dalam sambutannya pada upacara pemakaman, “kami
membawa pulang jenazah uskup karena kami mencintai dia.” ***


Sumber:
http://mirifica.net/wmview.php?ArtID=40 ..b9e61090f46ee9c5b


Tapi saya tidak tahu kelanjutannya...
GBU
_________________

" fiat mihi secundum verbum tuum
be it done unto me according to Thy word
terjadilah padaku menurut perkataanMu "
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail Yahoo Messenger
Gravityblessings



Joined: 27 Nov 2004
Posts: 786

PostPosted: Mon, 27-08-2007 7:56 pm    Post subject: Reply with quote

@Philly

wow, keren sekali , aku berharap mukjizat USKUP AGUNG EMERITUS GABRIEL MANEK SVD sah dan masuk dalam salah satu kategori Para Kudus sehingga Indonesia boleh bersukacita atas karya Mukjizat semacam ini.

Juga masalah keraguan skeptispun sudah terjawab dengan link yang kamu berikan

@All

Oke, aku rasa klaim agama lain (terutama yang punya "bukti" yaitu dari agama Buddha) jelas masih terlalu bermasalah apabila kita bandingkan keadaan dengan Para Kudus.

Mengenai tanggapan terhadap opini skeptis "campur tangan manusia", apakah ada tambahan2 lainnya yang penting?

Anyway, salah satu fenomena Incorrupted bodies yang kusukai adalah Caecilia (meninggal 177 AD)

Salam
_________________
Pada Tuhan ada belas kasih, pada Tuhanlah pengampunan yang melimpah. Paus Johanes Paulus II--- tepat sebelum wafat.
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail
-T-



Joined: 25 Nov 2004
Posts: 191

PostPosted: Mon, 27-08-2007 9:17 pm    Post subject: Reply with quote

Detik.Com wrote:
17 Tahun Dikubur, Jasad Uskup Asal Flores Masih Utuh



Wah seru!
Ada yang punya gambarnya ga ya?


Last edited by -T- on Mon, 27-08-2007 9:21 pm; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message
SanctusDominus



Joined: 05 Oct 2006
Posts: 327
Location: Surabaya

PostPosted: Thu, 30-08-2007 1:12 pm    Post subject: Reply with quote

Bernardus wrote:
Detik.Com wrote:
17 Tahun Dikubur, Jasad Uskup Asal Flores Masih Utuh



Wah seru!
Ada yang punya gambarnya ga ya?


Di majalah Hidup ada fotonya, tapi sayang saya lupa majalah Hidup edisi ke berapa. Embarassed
_________________
Sanctus Sanctus Sanctus Dominus Deus Sabaoth
Back to top
View user's profile Send private message
stephengames



Joined: 07 Mar 2006
Posts: 60

PostPosted: Thu, 30-08-2007 10:24 pm    Post subject: Reply with quote

Quote:
18/04/2007 13:01 WIB

17 Tahun Dikubur, Jasad Uskup Asal Flores Masih Utuh
Gede Suardana - detikcom


berita ini di detik.com kok bisa engga tau yah gue??
Back to top
View user's profile Send private message
loveme_plz



Joined: 29 Aug 2007
Posts: 24

PostPosted: Fri, 31-08-2007 11:13 am    Post subject: Reply with quote

Salam,
Dulu saya juga pernah dengar makam para Wali Songo ketika dibongkar tubuhnya masih utuh.

Entah Benar atau tidak ..
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Next
Page 1 of 19

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17