FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Mengapa hanya BAPA saja yang tahu?    
Goto page: Previous Next

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka
View previous topic :: View next topic  
Author Message
aw777



Joined: 22 Jan 2006
Posts: 301
Location: somewhere in the world

PostPosted: Sat, 19-01-2008 11:56 am    Post subject: Reply with quote

buat Bilal,
sebenarnya ayat yg kamu tanyakan beserta penafsiranmu sehubungan dengan makna kata "hanya"sudah ku jawab langsung di halaman pertama berdasarkan ajaran Gereja sendiri

Quote:

Mrk 13:32 Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja."


kutipan dari Katekismus :
....Mengenai apa, yang dalam hubungan ini Ia akui bahwa Ia tidak tahu (Mrk 13:32), Ia jelaskan pada tempat lain[b] bahwa Ia [b]tidak ditugaskan untuk menyingkapkanNya (Kis 1:7)

lihat ayat yg Anda ajukan (Mrk 13:32) sudah diantisipasi dalam Kitab lain untuk mencegah penafsiran yang salah.
_________________
-- -- --
ingin menjadi bagian yang didoakan dalam DSA I:
'Kami mempersembahkannya (kurban Ekaristi) kepadaMu untuk ...... serta semua orang yang menjaga dan menumbuhkan iman Katolik, sebagaimana kami terima dari para Rasul'
Back to top
View user's profile Send private message
April



Joined: 25 Jan 2004
Posts: 1805

PostPosted: Sat, 19-01-2008 12:20 pm    Post subject: Reply with quote

Menurut saya, utk memahami konteksnya, pengertian kata 'tahu' bisa juga dipahami misalnya, 'mengatur', 'keputusannya', 'hak Bapa', dst.

Jadi konteks itu kira-kira, Markus 13:32,
Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja. (karena Bapa yang mengatur, Bapa yang mengambil keputusan untuk ini, hak Bapa saja).

Toh yang empunya alam semesta kan Allah, Yesus berkata akan / pasti terjadi hari H, dan keputusan kapan akan terjadi, tentunya berkaitan dengan network-network (jaringan) lainnya di dalam kejadian-kejadian di dunia, network-network ini tentunya membutuhkan proses demi proses, waktu demi waktu, dan ini sudah jelas diketahui oleh Yesus yang memberikan nubuatan ini, yaitu bila seluruh network kejadian ini masing-masing terpenuhi (akan tiba waktunya), maka hari H datang.

Pemahaman ini bisa dilihat, salah satunya misalnya, dari berbagai proses kehidupan yang terjadi di dunia. Mulai dari tunas, batang, daun, ranrting, dst, dst sampai tumbuh menjadi pohon rindang.

Yesus sudah melihat (bernubuat) analogi, 'pohon rindang' itu, namun kapan waktunya pohon itu disebut rindang (misalnya daun-daunnya berjumlah 1 juta tepat, atau bisa lebih, krn kan jumlah daun disebut rindang bisa beraneka ragam), hanya menjadi hak Bapa. Yesus tidak mengurus bagian ini.

NB: Sebenarnya banyak contoh lain, misalnya, kata 'dewasa'. Apa yang dimaksud dengan kata ini? good Job
Back to top
View user's profile Send private message
Gravityblessings



Joined: 27 Nov 2004
Posts: 786

PostPosted: Sat, 19-01-2008 10:00 pm    Post subject: Reply with quote

Deus Vult wrote:
Mungkin saja orang Kristen berbahasa Arab juga menggunakan "Isa." Aku tidak tahu.


Berdasarkan Informasi yang kudapat, umat Kristen Di Arab menggunakan nama "Yasu" dan bukannya "Isa"

Walau demikian, menurutku tidak apa-apa dalam diskusi menggunakan nama "Isa", toh kita sama- sama tahu siapa itu Isa dan de facto apabila umat Kristen memberikan penjelasan kepada umat Muslim di Arab, nama "Isa" juga dipakai untuk mempermudah diskusi, walaupun antar sesama umat Kristen di Arab tetap menggunakan nama "Yasu."
_________________
Pada Tuhan ada belas kasih, pada Tuhanlah pengampunan yang melimpah. Paus Johanes Paulus II--- tepat sebelum wafat.
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail
nowoahmad2
== BANNED ==




Joined: 03 Nov 2007
Posts: 55

PostPosted: Sun, 20-01-2008 12:36 pm    Post subject: Tanggapan lagi Reply with quote

Quote:
Sekarang aku tanya ke kamu apakah kamu tahu makna dan implikasi dari kesatuan tiga pribadi ilahi dalam Allah yang satu?

Tidak tau. Bisa bantu dijelaskan ?

Dan aku masih menunggu yg ini:
Quote:
Apa anda tahu makna dan implikasi penggunaan kata: HANYA ?
Jika sudah tau, lantas apa dasarnya anda bisa bilang bahwa apa yang diketahui satu pribadi dari Trinitas diketahui yang lain. Bukankah ini sangat tidak logis dan sangat dipaksakan ? Bisa dijelaskan ? Mengapa / Bagaimana Magistreum bisa menafsirkan demikian ? Bagaimana penjelasannya ?


Quote:
Karena pengetahuan dari kodrat ilahi tiga Pribadi Trinitas (yang diwakilkan dengan Bapa) dikontraskan dengan pengetahuan dari kodrat manusiawi pribadi kedua trinitas, ie. Isa.



Lho spt saya sudah bilang, kalau yg saya fokuskan adalah tentang Roh Kudus, bukan pada Yesus. Karena saya sudah bisa menerima penjelasan kamu tentang Yesus yg tidak tahu hari kiamat.

Quote:
Nah masalahnya mengenai Roh Kudus.
Roh Kudus tidak mempunyai sisi / kodrat manusia, lantas Mengapa Dia (Roh Kudus) yang hakekat/ousianya adalah Allah juga tidak tahu hari kiamat dan hanya Bapa yang tahu ? Ini terlihat dari:
Markus 13:32 Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja."


Lalu rekan DeusVult menjawab:
Quote:
Apa yang diketahui satu pribadi dari Trinitas diketahui yang lain. Bila dikatakan bahwa "Anak saja tahu" maka Bapa dan Roh juga tahu.

Apa anda tahu makna dan implikasi penggunaan kata: HANYA ?
Jika sudah tau, lantas apa dasarnya anda bisa bilang bahwa apa yang diketahui satu pribadi dari Trinitas diketahui yang lain. Bukankah ini sangat tidak logis dan sangat dipaksakan ? Bisa dijelaskan ? Mengapa / Bagaimana Magistreum bisa menafsirkan demikian ? Bagaimana penjelasannya ?

Kalau:apa yang diketahui satu pribadi dari Trinitas diketahui yang lain, lantas buat apa digunakan kata: Hanya ? Mengapa dikatakan: Hanya Bapa yang tahu? Apa makna dan implikasi pernyataan Alkitab yg menyatakan: Hanya Bapa yang tahu ?
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Quote:
Fakta bahwa dikatakan bahwa Bapa saja yang tahu sudah menunjukkan bahwa Putra, sebagai pribadi kedua, dan Roh Kudus, sebagai pribadi ketiga, juga tahu.


Apa anda tahu makna dan implikasi penggunaan kata: HANYA ?
Jika sudah tau, lantas apa dasarnya anda bisa bilang: ''Fakta bahwa dikatakan bahwa Bapa saja yang tahu sudah menunjukkan bahwa Putra, sebagai pribadi kedua, dan Roh Kudus, sebagai pribadi ketiga, juga tahu.'' Bukankah ini sangat tidak logis dan sangat dipaksakan ? Bisa dijelaskan ? Mengapa / Bagiamana Magistreum bisa menafsirkan demikian ? Bagaimana penjelasannya ?

Bagaimana penjelasan dan apologetika Gereja Katolik atas masalah di atas ?


Terima Kasih.
Back to top
View user's profile Send private message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Sun, 20-01-2008 8:16 pm    Post subject: Re: Tanggapan lagi Reply with quote

Tampaknya apa yang sudah aku tuliskan tidak dimengerti. Jadi aku coba sederhanakan. Berikut adalah dua point:


Point 1 - konsekuensi kesatuan tiga pribadi
Apa yang diketahui satu pribadi ilahi OTOMATIS diketahui pribadi ilahi yang lain.


Point 2 - penggunaan kata "hanya"
Diantara pengetahuan kodrat ilahi [yang diwakilkan Bapa] dan pengetahuan kodrat manusiawi Allah [ie. Yesus], HANYA yang ilahi yang tahu.
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
- O -
Penghuni Ekaristi


Joined: 21 Jan 2004
Posts: 1876

PostPosted: Mon, 21-01-2008 12:13 am    Post subject: Reply with quote

Quote:
Point 1 - konsekuensi kesatuan tiga pribadi
Apa yang diketahui satu pribadi ilahi OTOMATIS diketahui pribadi ilahi yang lain.

DV, kalau boleh tau, dimana dasar dari pernyataan diatas ?

Karena aku memandang kesatuan pribadi (dalam hal ousios, essence, substance) tidak menghalangi terjadi perbedaan kuasa (salah satu lebih besar dari yang lain, atau salah satu berada di atas yang lain).

Aku lebih cenderung untuk mengatakan memang ada perbedaan diantara ketiga pribadi, sehingga itulah dikatakan tiga pribadi, tidak satu saja...
Salah satunya adalah pengetahuan tentang kiamat.
Dengan demikian memang pernyataan bahwa 'hanya Bapa saja yang tahu' tidak sulit untuk dijelaskan...


But anyway, penjelasanmu tentang 2 kodrat, ditambah dengan penjelasan aw77 juga sangat memungkinan.


-------------------------------------
Bilal.... jauh sekali... so biarkan saja...
Netters,... tolong dibiasakan... untuk mencari yang positive, belajar bagi anda sendiri, bagi komunitas yang memang ingin dan niat untuk belajar...
Yang ketinggalan (karena memang ingin meninggalkan diri), jangan dimarahin, jangan disirikin, dan terutama, jangan meluangkan waktu dan merusak diskusi hanya karena memperhatikan hal hal yang sudah 'jauh dibelakang'.

Pada akhir thread anda harus bisa mendapatkan suatu jawaban, suatu inti, suatu pengetahuan yang lebih dalam.
Jangan biarkan di akhir thread yang anda dapat cuman emosi, rasa 'senang' kalau ada netter yang di banned, dan thread yang dilock atau dihapus tanpa anda mendapatkan sesuatu yang benar-benar berguna dari thread tersebut...

Cobalah membaca dan mengerti, kalau masih tidak mengerti, tanyakan mana yang anda tidak mengerti.
Kadang lebih mudah untuk jaim, tapi buat apa kalau di akhir thread anda tidak mengerti apa-apa ?
----------------------------------------

Hanya buat yang ingin mengerti !
Hanya menambahkan nih, karena aku melihat ada sedikit kebingungan...
Semoga dengan tambahan ini penjelasan DV bisa lebih dimengerti.
Perlu diketahui perbedaan antara istilah pribadi (persona) dan kodrat (physis, bisa disebut juga ousia).
Yesus dikatakan hanya memiliki satu pribadi, namun dengan dua kodrat.
Yaitu kodrat ilahi dan kodrat manusiawi.

Kemudian juga ada istilah lagi : Communicatio idiomatum, (juga sudah pernah ditulis oleh DV di tulisan yang lain), yang 'mensyaratkan', agar sifat sifat dari kedua kodrat yang berbeda tersebut dapat dan harus dikenakan pada satu pribadi-Nya yang tunggal.
Ini adalah alasan mengapa Yesus berkata 'tidak tahu'. karena hanya ada satu sifat yang bisa diambil, oleh satu pribadi (yang terdiri dari 2 kodrat tersebut), dan sifat yang diambil adalah sifat yang 'tidak tahu'. Tapi seperti yang sudah dibahas oleh aw77, ke-'tidak tahuan' Yesus ini tidak menjalar kemana-mana, ada batasnya....

Jangan pernah membayangkan ada dua manusia, dua sifat, sehingga misalnya ketika berdoa dan mengajar, itu adalah Yesus ilahi, dan ketika menderita, mengerang sakit, sedih, dll itu adalah Yesus yang manusiawi.
Satu manusia, satu pribadi.... good Job

Kemudian....
Argumen DV menyatakan bahwa kodrat ilahi Yesus memiliki pengetahuan yang sama dengan pribadi Allah Bapa. kodrat manusia-Nya, tidak.
Dengan demikian pernyataan hanya Bapa yang tahu, itu bisa dikatakan bahwa hanya 'yang ilahi', hanya Allah saja yang tahu, dengan tidak menimbulkan kebingungan !
--> Jadi memang kodrat manusiawi tidak tahu, dan karena communicatio idiomatum, maka tidak menjadi masalah, karena hanya ada satu sifat saja yang bisa diambil oleh kedua kodrat....


Kalau anda bisa mengerti ini, maka anda bisa melihat bahwa kondisi paradoks, -- yang memelihara 'ketegangan' antara kesatuan pribadi Yesus dengan Bapa dan sementara dalam pribadi tersebut juga terdapat 2 kodrat (ilahi dan manusiawi), -- bisa dijawab dengan baik.


Sesuatu yang bagi saya, tidak akan bisa dimengerti, kalau 'tidak ingin mengerti' Ketawa Ngakak Ketawa Ngakak.


Menarik juga untuk mengetahui bahwa apa yang dibicarakan disini sebenarnya 'mensyaratkan' bahwa anda mengerti suatu cabang theologi yang dinamakan Kristologi.
Dan bahwa kebingungan dan pertentangan yang kita bicarakan ini sebenarnya sudah dimulai sejak tulisan st. Paulus dan st. Yohanes di Alkitab, kemudian dilanjutkan oleh Tertulianus, Origenes (abad II & III), Arius, Athanasius, Apollinaris, Nestorius (dua yang terakhir, ajarannya dikutuk) dan baru berakhir di Konsili Ekuminis IV di Khalkedon (451 M) dan masih diteruskan hingga konsili Ekumenis ke VI di Konstantinopel (konstantinopel III) tahun 680.

So... Kristologi sebenarnya sudah dibicarakan selama 600 an tahun...
Saya tidak ingin menekankan bahwa sebenarnya Kristologi sudah didogmakan dan sudah ada batasan-batasannya, tapi bahwa sebenarnya, apa yang kita ingin tanyakan kemungkinan besar sebenarnya sudah diakomodasi oleh para bapa Gereja tersebut.

Apakah tidak lebih berharga untuk membicarakan dan konsentrasi pada bagaimana sebenarnya pengertian Gereja tentang Kristus (ie : Kristologi) ?
dan kemudian menjawab pertanyaan Bilal nanti hanya akan menjadi satu bagian yang sangat kecil dari potensi ilmu yang bisa kita dapatkan ?

.
_________________
"Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga." (Mat 10:32-33)
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger
leemanto_shen
Penghuni Ekaristi


Joined: 04 Jan 2005
Posts: 477
Location: over the rainbow

PostPosted: Mon, 21-01-2008 7:20 am    Post subject: Reply with quote

nimbrung ahh seperti seru
topiknya dah berkembang sepertinya

Quote:
Point 1 - konsekuensi kesatuan tiga pribadi
Apa yang diketahui satu pribadi ilahi OTOMATIS diketahui pribadi ilahi yang lain.


Quote:
DV, kalau boleh tau, dimana dasar dari pernyataan diatas ?


ini ada istilah baru Perikhoresis (saling resap)
DS 1331/ND 326
"Karena kesatuan ini sepenuhnya berada di dalam Putera dan di dalam Roh Kudus; Putera sepenuhnya berada di dalam Bapa dan di dalam Roh Kudus; Roh Kudus sepenuhnya berada di dalam Bapa dan di dalam Putera. Berkaitan dengan keabadian Pribadi - Pribadi itu tak ada yang lebih dahulu atau kemudian, berkaitan dengan kekuasaanNya tak ada yang lebih berkuasa dari yang lain. Karena, adalah kekal tanpa permulaan bahwa Putera diasalkan pada Bapa, kekal tanpa permulaan bahwa Roh Kudus diasalkan pada Bapa dan Putera.
Keberadaan dan apa yang dimiliki Bapa, tidak diperolehNya dari yang lain, tetapi dari diriNya sendiri, Dia adalah awal mula tanpa awal mula. Keberadaan Putera dan apa yang dimiliki Putera diterimaNya dari Bapa: DIalah awal mula dari awal mula. Keberadaan dan apa yang dimiliki oleh Roh Kudus diperolehNya dari Bapa dan Putera. Akan tetapi, Bapa dan Putera bukan dua sumber bagi Roh Kudus, melainkan hanya satu sumber. Demikian juga Bapa, Putera dan Roh Kudus bukan tiga sumber bagi ciptaan, melainkan satu sumber.


jadi ya semua otomatis ya
hahahaha Ketawa
_________________
Christus factus est pro nobis obediens usque ad mortem, mortem autem crucis.Propter quod et Deus exaltavit illum et dedit illi nomen, quod est super omne nomen.
Back to top
View user's profile Send private message
Gravityblessings



Joined: 27 Nov 2004
Posts: 786

PostPosted: Mon, 21-01-2008 8:35 am    Post subject: Reply with quote

Aku juga mau menyumbang jawaban, Harap dibaca pelan2 dan fokus karena mungkin untuk memahami tulisanku harus betul2 konsentrasi akibat aku tidak bisa lagi lebih menyederhanakan bahasanya.

Baiklah kita coba lihat lagi perkataan Yesus di Markus 13:32:

    [Indonesia Terjemahan Baru] Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja.

    [Dhouay Rheims] But of that day or hour no man knoweth, neither the angels in heaven, nor the Son, but the Father.

    [King James Version] But of that day and that hour knoweth no man, no, not the angels which are in heaven, neither the Son, but the Father.


Dari ayat di atas dinyatakan bahwa tidak ada seorang (Man)pun tahu, termasuk Anak. Jadi harus dipahami bahwa konteks "Anak" Mrk 13:32 adalah Kodrat ManusiaNya, bukan Kodrat IlahiNya.

Perhatikan bahwa Yesus mengatakan "Tidak ada seroangpun yang tahu," "No Man Knoweth," "Knoweth No Man." Perkataan Yesus ternyata berimplikasi pada Kodrat Manusia, bukan Kodrat Allah, bukan pula Pribadi.

Kami sudah menjelaskan sesuai ajaran Gereja bahwa Yesus/ Anak mempunyai dua Kodrat, yaitu Allah dan Manusia. Karena Anak punya dua Kodrat, maka bisa dipahami bahwa Anak memang tidak tahu namun ketidaktahuan itu hanya sebatas pada Kodrat ManusiaNya (Man). Pada Kodrat AllahNya (Divine), Anak tetap Tahu. Jadi memang harus dibaca konteks kalimat Yesus untuk betul-betul memahami logikanya.

Mungkin Muslim akan berkata, "Buktinya Pada Markus 13:32 dikatakan 'Anakpun Tidak (tahu)', setelah perkataan 'tidak ada seorangpun tahu', itu berarti ketidaktahuan Anak diluar konteks KeManusiaanNya saja."

Untuk menjawab keberatan Muslim seperti ini, maka harus dipahami dulu kalimat pada Marklus 13:32 itu seperti apa. kalimat itu harus dibaca dan dipahami seperti contoh kalimat ini,

"Tidak ada seorangpun yang sempurna, tidak pula Presiden."

Pada kalimat ini, "Presiden" bukanlah bagian terpisah dari "seorangpun" melainkan "Presiden" memang adalah bagian dari "seorangpun." Frase "tidak pula Presiden" hanya dimaksudkan untuk menekankan "orang yang tidak sempurna" pada hanya satu orang dari semua orang yang tidak sempurna itu.

Demikian juga perkataan Yesus, "Anakpun tidak tahu" hanya untuk menekankan pada satu orang dari semua orang yang tidak tahu, yaitu Anak dalam KeManusiaanNya. Karenanya, "Anakpun tidak tahu" memang merupakan bagian dari "tidak ada seorangpun tahu," bukan bagian yang terpisah.


Nah, berikutnya untuk mempertegas/ membuktikan pernyataan Deus Vult:

Deus Vult wrote:
Point 1 - konsekuensi kesatuan tiga pribadi
Apa yang diketahui satu pribadi ilahi OTOMATIS diketahui pribadi ilahi yang lain.


sekaligus mencoba menjawab pertanyaan -O-

-O- wrote:
DV, kalau boleh tau, dimana dasar dari pernyataan diatas ?



    Yoh 17:10 dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.


Yesus menegaskan bahwa Milik Bapa adalah Milik Anak, karenanya pengetahuan Akan Hari Kiamat yang dimiliki Bapa juga adalah Milik Anak, karenanya Anakpun punya pengetahuan akan hari kiamat seperti halnya Bapa punya pengetahuan itu.

Begitulah, semoga membantu.
_________________
Pada Tuhan ada belas kasih, pada Tuhanlah pengampunan yang melimpah. Paus Johanes Paulus II--- tepat sebelum wafat.
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Mon, 21-01-2008 1:13 pm    Post subject: Re: Hai Reply with quote

-o- wrote:

DeusVult wrote:
Point 1 - konsekuensi kesatuan tiga pribadi
Apa yang diketahui satu pribadi ilahi OTOMATIS diketahui pribadi ilahi yang lain.


DV, kalau boleh tau, dimana dasar dari pernyataan diatas ?


Fundamental of Catholic Dogma - Ludwig Ott

    § 20. The Unity of the Divine Operation ad extra

        All the ad extra Activities of God are common to the Three Persons. (De fide.)

    The 4th Lateran Council (1215), teaches in the chapter Firmiter, that the Three Divine Persons are the sole principle of all things (unum universorum principium: D 428). The Council of Florence declares in the Decretum pro Jacobitis (1441) : Pater et Filius et Spiritus Sanctus non tria principia creaturae, sed unum principium. D 704. Cf D 254, 281, 284.

    "Tritheism" is opposed to this teaching of the Church because it denies not only the unity of the Divine Being but also the unity of the Divine operations. According to A. Günther (+ 1863) the realisation of the Divine world-idea is exclusively the work of the second Person. and the conversion of the creation to God is exclusively the work of the third Person.

    Christ testifies to the unity of His working with the Father, and bases it on the unity of Nature. John 5, 19: "What things soever (the Father) doth these the Son also doth in like manner." John 14, 10: "But the Father who abideth in Me, He doth the same works." Holy Writ asserts the unity of the operations of the Divine Persons also by ascribing the same works, for example, the realisation of the Incarnation, the bestowal of the supernatural gifts of grace. the forgiveness of sins, to different persons. C£ Luke I, 35 ; Mt. I, 20 ; phil. 2, 7; Hebr. 10, 5 (Incarnation); I Cor. 12, 4 et seq. (gifts of grace) ; Mt. 9. 2; Luke 7, 48; 23, 34; John 20, 22 (forgiveness of sins).

    The Fathers base the unity of operation on the unity of the Divine Nature, which is the "principium quo" of the Divine Activity. St. Augustine, De Trin. I 4, 7: "As the Father and the Son and the Holy Ghost are inseparable. so they work inseparably." Sermo 213, 6, 6: "The works of the Trinity are inseparable" (Inseparabilia suut opera Trinitatis).


Link ke Denzinger untuk referensi D 428., D 704., D 254. etc

Quote:
Karena aku memandang kesatuan pribadi (dalam hal ousios, essence, substance) tidak menghalangi terjadi perbedaan kuasa (salah satu lebih besar dari yang lain, atau salah satu berada di atas yang lain).

Aku lebih cenderung untuk mengatakan memang ada perbedaan diantara ketiga pribadi, sehingga itulah dikatakan tiga pribadi, tidak satu saja...
Salah satunya adalah pengetahuan tentang kiamat.
Dengan demikian memang pernyataan bahwa 'hanya Bapa saja yang tahu' tidak sulit untuk dijelaskan...

Quicumque (alias Athanasian Creed):

    Whoever wishes to be saved, needs above all to hold the Catholic faith; unless each one preserves this whole and inviolate, he will without a doubt perish in eternity. -But the Catholic faith is this, that we venerate one God in the Trinity, and the Trinity in oneness; neither confounding the persons, nor dividing the substance; for there is one person of the Father, another of the Son, (and) another of the Holy Spirit; but the divine nature of the Father and of the Son and of the Holy Spirit is one, their glory is equal, their majesty is coeternal. Of such a nature as the Father is, so is the Son, so (also) is the Holy Spirit; the Father is uncreated, the Son is uncreated, (and) the Holy Spirit is uncreated; the Father is immense, the Son is immense, (and) the Holy Spirit is immense; the Father is eternal, the Son is eternal, (and) the Holy Spirit is eternal: and nevertheless there are not three eternals, but one eternal; just as there are not three uncreated beings, nor three infinite beings, but one uncreated, and one infinite; similarly the Father is omnipotent, the Son is omnipotent, (and) the Holy Spirit is omnipotent: and yet there are not three omnipotents, but one omnipotent; thus the Father is God, the Son is God, (and) the Holy Spirit is God; and nevertheless there are not three gods, but there is one God; so the Father is Lord, the Son is Lord, (and) the Holy Spirit is Lord: and yet there are not three lords, but there is one Lord; because just as we are compelled by Christian truth to confess singly each one person as God and [and also] Lord, so we are forbidden by the Catholic religion to say there are three gods or lords. The Father was not made nor created nor begotten by anyone. The Son is from the Father alone, not made nor created, but begotten. The Holy Spirit is from the Father and the Son, not made nor created nor begotten, but proceeding. There is therefore one Father, not three Fathers; one Son, not three Sons; one Holy Spirit, not three Holy Spirits; and in this Trinity there is nothing first or later, nothing greater or less, but all three persons are coeternal and coequal with one another, so that in every respect, as has already been said above, both unity in Trinity, and Trinity in unity must be venerated. Therefore let him who wishes to be saved, think thus concerning the Trinity. ...

_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
leemanto_shen
Penghuni Ekaristi


Joined: 04 Jan 2005
Posts: 477
Location: over the rainbow

PostPosted: Mon, 21-01-2008 1:55 pm    Post subject: Reply with quote

wah padahal tadi gw mau tulis credo quicumque juga, tapi capek ketiknya
hhahahaa, btw yang gw ketik itu council Firence 1442

Quote:

Whoever wishes to be saved, needs above all to hold the Catholic faith; unless each one preserves this whole and inviolate, he will without a doubt perish in eternity. -But the Catholic faith is this, that we venerate one God in the Trinity, and the Trinity in oneness; neither confounding the persons, nor dividing the substance; for there is one person of the Father, another of the Son, (and) another of the Holy Spirit; but the divine nature of the Father and of the Son and of the Holy Spirit is one, their glory is equal, their majesty is coeternal. Of such a nature as the Father is, so is the Son, so (also) is the Holy Spirit; the Father is uncreated, the Son is uncreated, (and) the Holy Spirit is uncreated; the Father is immense, the Son is immense, (and) the Holy Spirit is immense; the Father is eternal, the Son is eternal, (and) the Holy Spirit is eternal: and nevertheless there are not three eternals, but one eternal; just as there are not three uncreated beings, nor three infinite beings, but one uncreated, and one infinite; similarly the Father is omnipotent, the Son is omnipotent, (and) the Holy Spirit is omnipotent: and yet there are not three omnipotents, but one omnipotent; thus the Father is God, the Son is God, (and) the Holy Spirit is God; and nevertheless there are not three gods, but there is one God; so the Father is Lord, the Son is Lord, (and) the Holy Spirit is Lord: and yet there are not three lords, but there is one Lord; because just as we are compelled by Christian truth to confess singly each one person as God and [and also] Lord, so we are forbidden by the Catholic religion to say there are three gods or lords. The Father was not made nor created nor begotten by anyone. The Son is from the Father alone, not made nor created, but begotten. The Holy Spirit is from the Father and the Son, not made nor created nor begotten, but proceeding. There is therefore one Father, not three Fathers; one Son, not three Sons; one Holy Spirit, not three Holy Spirits; and in this Trinity there is nothing first or later, nothing greater or less, but all three persons are coeternal and coequal with one another, so that in every respect, as has already been said above, both unity in Trinity, and Trinity in unity must be venerated. Therefore let him who wishes to be saved, think thus concerning the Trinity. ...


ini dia terjemahannya

"Siapa yang ingin bahagia, dia harus berpegang teguh pada iman Katolik; siapa yang tidak memelihara keseluruhan secara utuh - tak pelak lagi - akan tersesat selamanya.


Inilah iman Katolik: kita menghormati Allah yang tunggal dalam Trinitas dan Trinitas dalam keesaan, tanpa pencampuran Pribadi dan tanpa pemisahan kodrat mereka. Salah satunya adalah Pribadi Bapa, Pribadi yang lain adalah Putra dan Pribadi yang lain lagi adalah Roh Kudus. Akan tetapi Bapa, Putra dan Roh Kudus hanya memiliki satu keilahian, kemuliaan yang sama, keagungan yang sama. Sebagaimana Bapa, demikianpun Putra dan Roh Kudus. Bapa tidak diciptakan, Putra tidak diciptakan, Roh Kudus tidak diciptakan. Bapa tak terselami, Putra tak terselami, Roh Kudus tak terselami. Bapa abadi, Putra abadi, Roh Kudus abadi. Namun mereka bukan tiga Yang kekal, melainkan satu Yang kekal. Mereka juga bukan tiga kenyataan ilahi yang tidak diciptakan dan bukan tiga yang tak terselami melainkan satu yang tak diciptakan dan tak terselami. Bapa mahakuasa, Putra mahakuasa, Roh Kudus mahakuasa, namun bukan ada tiga kenyataan ilahi yang mahakuasa melainkan satu kenyataan ilahi yang mahakuasa. Demikianlah Bapa itu Allah, Putra itu Allah dan Roh Kudus itu Allah, namun bukan ada tiga Allah, melainkan hanya satu Allah. Bapa adalah Tuhan, Putra adalah Tuhan dan Roh Kudus adalah Tuhan, namun tidak terdapat tiga Tuhan, tetapi hanya satu Tuhan. Sebagaimana kita mengakui seturut kebenaran Kristen bahwa setiap Pribadi adalah Allah dan Tuhan, namun Gereja Katolik juga melarang kita untuk mengakui tiga allah dan tuhan. Bapa tidak dihasilkan seorangpun, ataupun diciptakan dan diperanakkan. Putra berasal dari Bapa sendiri, tidak dihasilkan, tidak diciptakan, tetapi diperanakkan. Roh Kudus berasal dari Bapa dan Putera, tidak dihasilkan, tidak diciptakan, tidak diperanakkan, tetapi diasalkan. Jadi terdapat satu Bapa, bukan tiga bapa, satu Putra, bukan tiga putra, satu Roh Kudus, bukan tiga roh kudus. Dan dalam Tritunggal ini tidak ada yang mendahului atau kemudian, tidak ada yang lebih besar atau lebih kecil, tetapi semua tiga Pribadi adalah sama - sama kekal dan agung, sehingga seperti dikatakan bahwa baik keesaan dalam ketigaan maupun ketigaan dalam keesaan haruslah disembah. Siapa yang ingin mencapai kebahagiaan haruslah percaya akan Tritunggal Mahakudus" (DS 75/ND 16)

_________________
Christus factus est pro nobis obediens usque ad mortem, mortem autem crucis.Propter quod et Deus exaltavit illum et dedit illi nomen, quod est super omne nomen.
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Previous Next
Page 3 of 18

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17