FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Demokrasi islam kasus Ciledug    
Goto page: Previous Next

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka
View previous topic :: View next topic  
Author Message
wal



Joined: 11 Jun 2004
Posts: 61

PostPosted: Tue, 12-10-2004 12:17 am    Post subject: Reply with quote

lidwina wrote:
Saya ada informasi soal UU yang mengatur pendirian tempat ibadah....
Ini saya dapat dari mata kuliah Pengantar Ilmu Politik yang saya ambil semester lalu. Menurut dosen saya, UU tersebut menyatakan bahwa untuk mendirikan sebuah tempat ibadah (gereja/masjid/vihara/pura) ada syarat utama yang harus dipenuhi yaitu terdapat sekurang-kurangnya 40 umat agama ybs di lingkungan tersebut. Sebenarnya UU ini bersifat bias karena menggunakan ajaran Islam sebagai dasarnya. FYI, dalam ajaran Islam syarat untuk mengadakan shalat Jumat yang sah adalah ada sekurang-kurangnya 40 umat di masjid. Kalau belum ada ya shalatnya belum bisa mulai. Nah, kalau UU-nya seperti itu, SEHARUSNYA boleh saja mendirikan gereja St.Bernadette, bukankah umatnya sudah 8000 orang (200 kali jumlah yang ditetapkan?).
Saya kurang tahu UU-nya ada di mana dan isi jelasnya bagaimana, tapi yang jelas UU itu pasti ada, nggak mungkin dosen saya yang seorang profesor mengada-ada. Mungkin teman2 yang kuliah Hukum bisa membantu mencarikan.... UU ini bisa jadi dasar yang kuat untuk memprotes pemerintah....


Dalam praktek di lapangan aturan itu diperjelas menjadi 40 umat agama ybs dalam radius sekian meter.
Makanya banyak gereja yg gagal dapat ijin karena tidak bisa memenuhi syarat itu (banyak umat dalam radius sekian meter, kalo nggak salah 100m).
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger
lidwina
Aku Rajin


Joined: 08 Aug 2004
Posts: 86
Location: Surabaya

PostPosted: Tue, 12-10-2004 8:30 pm    Post subject: Kata mereka..... Reply with quote

Robohnya Gereja Ciledug

Oleh Ade Armando
Ketua Media Ramah Keluarga (MARKA)
Sumber: Republika, 09 Oktober 2004




Salah satu tantangan yang harus dihadapi pemerintahan baru adalah hubungan antarumat beragama. Saya mendengar kabar pekan lalu sebuah gereja yang sudah berusia sembilan tahun di Ciledug, Tangerang, dihancurkan massa. Mereka yang menyerang menamakan diri Laskar Pembela Islam. Gereja milik Yayasan Sang Timur (YST) itu dirobohkan dan dibakar di depan para suster dan jemaat yang akan mengikuti misa pagi. Pihak gereja dan yayasan dipaksa menandatangani pernyataan bahwa di tempat itu tak akan ada lagi aktivitas peribadatan. Alasan para penyerang: YST telah melakukan upaya Kristenisasi yang meresahkan penduduk setempat.

Kristenisasi, sebagaimana Islamisasi, adalah masalah serius. Baik umat Kristen maupun Islam merasa memiliki kewajiban untuk menyebarkan jalan kebenaran. Dalam konteks ini, penghalangan atas penyebaran agama justru dipandang sebagai kejahatan. Dalam sejarah Islam yang panjang, ada banyak cerita bahwa umat Islam terpaksa menghunus pedang bukan untuk memaksa orang berpindah agama melainkan karena dihalang-halangi tatkala hendak menyebarkan kebenaran Islam.

Konsekuensi logis dari sikap itu adalah bahwa umat Islam juga seharusnya menghormati pihak lain yang hendak menyebarkan kebenaran dalam versi mereka. Lagi-lagi sejarah Islam menunjukkan betapa banyak penguasa Islam yang mengizinkan atau bahkan melindungi rumah peribadatan agama lain berdiri megah. Kalaupun di Arab Saudi misalnya tak ada gereja, itu karena sikap khas negara itu dan bukan merupakan cerminan umum sikap umat Islam di seluruh dunia, di sepanjang waktu.

Jadi, apakah sebaiknya kita marah dengan kasus Ciledug? Petama-tama, tentu saja aksi-aksi semacam itu harus ditolak. Namun, mengingat ini merupakan kasus yang berulang, akan lebih baik bila kita berusaha memahami mengapa ada kemarahan yang begitu besar. Bukan untuk memberi pembenaran, melainkan untuk menemukan cara untuk menekan serendah mungkin hasrat menghancurkan itu.

Di satu sisi, sumber kemarahan itu bisa saja adalah corak pemahaman agama yang sempit. Sebagian umat Islam memang percaya bahwa berpindah agama adalah bentuk kemurtadan yang bisa diganjar dengan hukuman mati. Karena itu, setiap upaya untuk mempengaruhi orang Islam meninggalkan agamanya dianggap sebagai sebuah kejahatan. Konsekuensi logisnya: Kristenisasi sama sekali tidak bisa ditoleransi. Bila ini sumbernya, penghancuran demi penghancuran tak akan bisa dicegah. Kalau ini yang jadi masalah, solusi utamanya cuma satu: pencerahan penafsiran agama.

Tapi saya percaya, bukan itu yang terutama merupakan sumber kemarahan. Saya percaya, mayoritas umat Islam di negara ini tak menganut cara pandang semacam itu. Yang jadi soal, metode penyebaran agama yang dilakukan sebagian organisasi Kristen pun tampak sangat berpotensi menyulut kegeraman. Bahkan, kalangan Islam moderat pun kerap marah. Salah satu cara yang paling terasa tidak etis adalah dengan memanfaatkan kemiskinan penduduk. Kalau gereja membantu ekonomi masyarakat setempat tanpa ada tambahan bujuk-rayu atau bahkan persyaratan tertentu, mungkin masalahnya akan jauh lebih sederhana.

Begitu pula dengan pendidikan. Sikap banyak kelompok dan tokoh Kristen dalam menyikapi RUU Pendidikan tahun lalu misalnya memperkuat kecurigaan orang bahwa dalam tujuan pendidikan yang diselenggarakan lembaga-lembaga Kristen/Katolik yang seharusnya mulia tersebut terdapat muatan kental Kristenisasi. Bayangkan, para penentang itu terutama menyerang habis ketentuan dalam RUU yang sekadar mewajibkan anak didik memperoleh pendidikan agama yang sesuai dengan agamanya masing-masing.

Jadi, marilah kita berharap tak akan ada lagi gereja dibakar atau dirobohkan. Untuk itu, kita harus mendorong presiden baru dan pemerintah baru menempatkan isu tersebut sebagai salah satu prioritas utama. Dan kita bersama-sama terlibat di dalamnya.



RESONANSI
Koreksi dari Forum Komunikasi Ummat Islam



Assalamu'alaikum Wr Wb.
Merujuk kolom ''Resonansi'' Ade Armando pada Republika edisi Sabtu, 9 Oktober 2004, halaman 12, yang berjudul ''Robohnya Gereja Ciledug'', kami dari Forum Komunikasi Ummat Islam Karang Tengah perlu meluruskan sumber-sumber berita yang digunakan oleh penulis sebagai berikut:

1. Adalah sama sekali tidak benar bahwa peristiwa tersebut (3 Oktober) secara brutal seperti yang digambarkan (penghancuran gereja milik Yayasan Sang Timur/YST dirobohkan dan dibakar di depan para suster dan jemaat dan seterusnya). Peristiwa yang sebenarnya terjadi adalah berupa unjuk rasa masyarakat yang dilakukan secara damai untuk menghentikan kegiatan-kegiatan peribadatan (yang telah dicabut izinnya). Unjuk rasa ini dilakukan karena pihak YST telah melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap kebijaksanaan pemerintah, pembangkangan terhadap teguran yang dilakukan pemerintah setempat, serta tidak menghiraukan peringatan-peringatan masyarakat.

2. Para pengunjuk rasa tidak memasuki kompleks (kecuali delegasi) sehingga tidak selembar genteng maupun kaca yang pecah, tidak setetes darah pun yang tumpah apalagi kebrutalan yang disebut oleh saudara penulis. Mereka tetap memelihara kegiatan ini berdasarkan akhlakul qarimah.

3. Melalui mediasi yang diwakili oleh camat dan kapolres, pihak Sang Timur telah membuat sendiri pernyataan tertulis untuk tidak melakukan lagi kegiatan peribadatan dan menyegel sendiri (Suster Theodora) aula sekolah yang selama bertahun-tahun telah dilakukan sebagai tempat kebaktian.

4. Spontanitas masyarakat dalam melampiaskan ketidakpuasannya telah diwujudkan delam bentuk penutupan pintu gerbang YST dengan membangun dinding karena akses jalan yang selama ini digunakan adalah milik Kompleks Departemen Keuangan yang perjanjiannya telah dikhianati.

5. Toleransi yang sebenarnya telah ditunjukkan oleh pengunjuk rasa saat itu berupa: kurang lebih 50 meter dari tempat pengunjuk rasa sedang berlangsung pula kebaktian oleh pemeluk agama Kristen Protestan tanpa sedikit pun gangguan.

6. Unjuk rasa tersebut berlangsung di bawah koordinasi Front Pemuda Islam Karang Tengah dan bukan oleh Laskar Pembela Islam seperti yang disebutkan, dan walaupun mereka berada di sana dalam jumlah yang terbatas, hanya menjaga keamanan dari kemungkinan adanya pengacauan dan gangguan yang dapat menyimpangkan tujuan dari unjuk rasa.


Demikianlah hal ini disampaikan untuk dapat dimuat sebagai penjelasan resmi untuk meluruskan sumber berita yang dikutip oleh penulis karena masukan yang salah akan mengakibatkan rusaknya citra umat Islam. Harap redaksi dapat memuat berita ini.

Forum Komunikasi Ummat Islam
Karang Tengah
_________________
A Cruce Salus - From the cross comes salvation
Back to top
View user's profile Send private message
GAry



Joined: 24 Mar 2004
Posts: 26

PostPosted: Fri, 15-10-2004 1:06 am    Post subject: Re: Kata mereka..... Reply with quote

Quote:
Koreksi dari Forum Komunikasi Ummat Islam [/b]


Assalamu'alaikum Wr Wb.
Merujuk kolom ''Resonansi'' Ade Armando pada Republika edisi Sabtu, 9 Oktober 2004, halaman 12, yang berjudul ''Robohnya Gereja Ciledug'', kami dari Forum Komunikasi Ummat Islam Karang Tengah perlu meluruskan sumber-sumber berita yang digunakan oleh penulis sebagai berikut:

1. Adalah sama sekali tidak benar bahwa peristiwa tersebut (3 Oktober) secara brutal seperti yang digambarkan (penghancuran gereja milik Yayasan Sang Timur/YST dirobohkan dan dibakar di depan para suster dan jemaat dan seterusnya). Peristiwa yang sebenarnya terjadi adalah berupa unjuk rasa masyarakat yang dilakukan secara damai untuk menghentikan kegiatan-kegiatan peribadatan (yang telah dicabut izinnya). Unjuk rasa ini dilakukan karena pihak YST telah melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap kebijaksanaan pemerintah, pembangkangan terhadap teguran yang dilakukan pemerintah setempat, serta tidak menghiraukan peringatan-peringatan masyarakat.


Tertuju kepada:
Forum Komunikasi Ummat Islam Karang Tengah (saya singkat FKUIKT).

Salam damai dan selamat memasuki masa puasa Ramadhan. Kiranya FKUIKT bisa memberikan jawaban atas hal-hal berikut.
FKUIKT menyebutkan unjuk rasa itu dilakukan secara damai. Apakah benar demikian ?.
Jika benar dilakukan secara damai, mengapa gerbang sekolah rubuh?.
Mengapa papan nama sekolah bisa sampai rusak, dan ada pembakaran ban-ban mobil ?.
Apakah semua itu mencirikan sebuah unjuk rasa normal dan damai?.

Dan mengapa bahkan ada "pendemo" yang sampai membawa senjata, bambu runcing, dllsb ?. Apakah kalian berpikir sedang menghadapi pasukan musuh atau sedang menghadapi "penyakit masyarakat bagai kegiatan maksiat "?.
Itu adalah sekolah, sebuah lembaga pendidikan dan pencerdasan bangsa. Sekolah adalah milik bangsa. Pemberhentian kegiatan pendidikan adalah pemberhentian kegiatan pencerdasan bangsa. Apakah hal itu kalian sadari ?.

Semua itu telah terjadi, dan permintaan maaf pun sudah tidak ada gunanya lagi. Tetapi sebagai warga negara yang baik, apakah cara-cara unjuk rasa yang disertai dgn ulah kekerasan yang mencirikan intimidasi dan tekanan seperti itu,..dapat dikatakan bermoral dan bijaksana?.



Quote:
2. Para pengunjuk rasa tidak memasuki kompleks (kecuali delegasi) sehingga tidak selembar genteng maupun kaca yang pecah, tidak setetes darah pun yang tumpah apalagi kebrutalan yang disebut oleh saudara penulis. Mereka tetap memelihara kegiatan ini berdasarkan akhlakul qarimah.


Saya sebagai warga negara Indonesia yang baik, sangat menghargai tidak adanya pengunjuk rasa yang sampai masuk dan membuat anarki di dalam sekolah. Sekali lagi, saya hargai itu.
Para pengunjuk rasa memang tidak memiliki hak untuk masuk ke lingkungan sekolah apalagi sampai ke dalam gedung-2 penyelenggaraan pendidikan, tanpa consent dan ijin dari pihak sekolah.

Quote:
3. Melalui mediasi yang diwakili oleh camat dan kapolres, pihak Sang Timur telah membuat sendiri pernyataan tertulis untuk tidak melakukan lagi kegiatan peribadatan dan menyegel sendiri (Suster Theodora) aula sekolah yang selama bertahun-tahun telah dilakukan sebagai tempat kebaktian.

Betul. pihak Sang Timur telah membuat surat pernyataan. Tetapi atas dasar apa surat pernyataan itu dibuat?. Atas dasar sukarela, atau atas dasar keterpaksaan dan ketakutan karena intimidasi ?.
Jika surat semacam itu dibuat berdasarkan keterpaksaan dan ketakutan, lalau di manakah letak legalitasnya ?. Seorang yang di kantor polisi dipaksa supaya mengakui suatu tindakan yang tidak pernah dilakukannya PUN, bisa membuat sebuah surat penyataan seperti itu.
Dan saya juga tahu, bahwa suster sampai harus mengubah tiga kali isi surat pernyataan. Itu adalah bukti, bahwa suster telah didikte.
Dikte, dalam pengertian bahasa Indonesia, adalah berarti melakukan atau membuat sesuatu sesuai dengan perintah atau petunjuk dari orang lain atau pihak lain.

FKUIKT mengaku telah menjalankan akhlakul qarimah dalam aksi itu. Pertanyaan saya, apakah akhlakul qarimah juga berarti memaksakan orang lain membuat pernyataan yang tidak diinginkannya ?. Apakah gunanya menerima surat yang semacam itu, yakni surat yang dibuat bukan berdasarkan kerelaan hati, namun karena ancaman dan tekanan ?.
Sebagai orang islam yang baik, apakah FKUIKT puas, telah berhasil memperoleh surat yang demikian ?.
Apakah kalian mengerti, bahwa "penyegelan konyol" itu terpaksa dilakukan dengan berat hati dan dengan isak tangis, dengan kesedihan dan hati yang hancur dari para suster dan para umat yang merasa disakiti ?.

FKUIKT menyinggung ttg camat dan Kapolres.
Camat itu siapa ?. Apakah ia seorang penegak hukum ?. Jika bukan, mengapa ia sampai mewakili suara para pendemo?. Seorang camat harus netral dan bertindak bijaksana. Ia tidak boleh meganjurkan atau memerintahkan suatu tindakan hukum, dalam hal ini penyegelan.
Camat baru "bersuara" ketika sudah ribut-2 spt itu. Ketika segala urusan perijinan sedang berjalan bertahun-tahun, apakah camat menunjukkan concern dan perhatian yang cukup dalam mengusahakan perijinan itu?. Lalu, di manakah kenetralan seorang camat dalam hal ini ?. Seorang camat adalh seorang penyelenggara administrasi dan pemerintahan negara. Keributan spt itu adalah sebuah cermin kegagalan seorang camat juga. Netralitas camat tsb harus dipertanyakan. Bila tidak bisa bersikap netral dan mengayomi SELURUH golongan masyarakatnya, maka jangan jadi wakil rakyat.
Kapolres. Terima kasih, anda dan petugas anda sudah bekerja dengan optimal dalam menjaga ketertiban.
Namun sebgai seorang hamba hukum, anda harus bisa menunjukkan hukum yang benar kepada masyrakat. Anda harus bisa menunjukkan prinsip hukum, bahwa penyegelan adalah tidak sah serta tiadk memilii kekuatan hukum apapun, bila tanpa ketetap hukum (pengadilan).
Bila prinsip hukum itu tidak dipatuhi, maka kekuatan hukum yang melekat pada institusi kepolisian anda perlu ditunjukkan. Dalam kata lain, siapa yang tidak puas serta berbuat anarki,..harus berhadapan dengan hukum. Saya asumsikan bapak kapolres mengerti arti klimat ini.

Quote:
4. Spontanitas masyarakat dalam melampiaskan ketidakpuasannya telah diwujudkan delam bentuk penutupan pintu gerbang YST dengan membangun dinding karena akses jalan yang selama ini digunakan adalah milik Kompleks Departemen Keuangan yang perjanjiannya telah dikhianati.


Perjanjian apa, dan bagaimana bunyinya?.
Tunjukkanlah perjanjian itu kepada semua orang, sehingga tidak timbul kesan, bahwa umat islam memang suka menggunakan kekerasan. Penutupan jalan umum adalah melanggar hukum. Namun jika jalan itu adalah bukan jalan umum (milik DEPKEU), maka tunjukkanlah surat dari DEPKEU yang berisi perintah penutupan jalan itu.
Tanpa surat resmi semacam itu, bentuk penutupan jalan itu adalah illegal (melanggar hukum).

Quote:
5. Toleransi yang sebenarnya telah ditunjukkan oleh pengunjuk rasa saat itu berupa: kurang lebih 50 meter dari tempat pengunjuk rasa sedang berlangsung pula kebaktian oleh pemeluk agama Kristen Protestan tanpa sedikit pun gangguan.

Bagus itu.
Tapi pertanyaan saya. Mengapa kebaktian itu tidak kalian ganggu juga ?.
Apakah karena kebaktian itu punya ijin?.
Jika MEMANG IJIN adalah masalah yang kalian ributkan dan kalian demo-kan. Pertanyaan saya,..apakah pentingnya ijin itu bagi kalian masyarakat islam sekitar dan para pendemo?.
Kog kalian meributkan ijin ?. Kalian katakan kegiatn misa di gereja Sang Timur itu mengganggu kalian. Lalau kalau SAng Timur punya ijin, apakah kalian lantas jadi tidak terganggu lagi ?. Omong kosong apa ini ?.

Lagipula perijinan adalah bentuk urusan hukum dan perundangan. Negara kita Indonesia adalah negara yang memiliki hukum yang berdaulat. Maka serahkan kepada instansi yang mengurusi urusan hukum. Bukan pada bentuk penggalangan orang untuk berdemo.
Kalau pemerintah memandang gereja Sang Timur perlu disegel, maka kejaksaan dan kepolisian-lah yang berhak. Kekuatan hukumnya ada, yakni pada keputusan pengadilan atau gubernur setempat.
Tidak seperti yang kemarin itu, ibut-ribut di sekolahan dan tempat ibadah orang lain. Itu bukan ciri pelaksanaan Ukhuwah Islamiyah yang benar.

Quote:
6. Unjuk rasa tersebut berlangsung di bawah koordinasi Front Pemuda Islam Karang Tengah dan bukan oleh Laskar Pembela Islam seperti yang disebutkan, dan walaupun mereka berada di sana dalam jumlah yang terbatas, hanya menjaga keamanan dari kemungkinan adanya pengacauan dan gangguan yang dapat menyimpangkan tujuan dari unjuk rasa.

Saya sekali lagi mempertanyakan, apa urusannya, dan apa kepentingannya organisasi-organisasi itu menggalang unjuk-unjuk rasa seperti itu?. Apa mereka sudah minta ijin berdemo?. Mereka seharusnya ditangkap, karena bedemo tanpa ijin.


Quote:
Demikianlah hal ini disampaikan untuk dapat dimuat sebagai penjelasan resmi untuk meluruskan sumber berita yang dikutip oleh penulis karena masukan yang salah akan mengakibatkan rusaknya citra umat Islam. Harap redaksi dapat memuat berita ini.

Forum Komunikasi Ummat Islam
Karang Tengah
[/quote]

Terima kasih atas tulisannya.
Mari kita tunjukkan kebenaran, walaupun itu kadang terasa menyakitkan. Dan mari hidup secara lebih bermoral, sebagai ciptaan Tuhan yang Maha Kasih.
Back to top
View user's profile Send private message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10572
Location: Orange County California

PostPosted: Fri, 15-10-2004 8:38 am    Post subject: Reply with quote

Nice info GAry.


Jelas bahwa kebenaran tidak bisa ditutupi. Terus terang timbul rasa muak saat para perusuh ini mengatakan bahwa pihak sang timur pun menandatangani pernyataan. Sungguh kenaivan yang gila yang tidak akan menipu siapapun.
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
arema jaya



Joined: 19 May 2004
Posts: 314

PostPosted: Fri, 15-10-2004 12:23 pm    Post subject: Reply with quote

Sangat memprihatinkan.
Selama umat Islam tidak mampu memerangi dan membersihkan dirinya sendiri dari unsur-unsur kekerasan, irrasionalitas, anti-HAM dan nafsu permusuhan, selamanya akan terus dicap sbg agama teroris dan perusak. Bagaimana orang bisa melihat bahwa agama Islam adalah agama pembawa damai jika dimana-mana justru membawa perang dan permusuhan? bahwa dimana-mana hanya menyebarkan berita kebohongan, memanipulasi fakta dan memaksakan kehendak?

Sebenarnya kasihan melihat umat Islam lain yang baik dan benar-benar hidup sesuai dengan hukum Allah. Martabat mereka dicoreng-moreng oleh gerombolan2 pengacau teman seagama sendiri. Usaha mereka menghapus cap terorisme dalam tubuh Islam menjadi hancur berkeping-keping.

Namun mau apalagi, bahkan orang Islam yang mengaku moderat dan pacifis pun hanya diam saja, justru pada saat dimana kejujuran imannya diuji. Diam berarti setuju.

Kasus Ciledug adalah test-case bagi keaslian agama Islam sendiri.
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10572
Location: Orange County California

PostPosted: Fri, 15-10-2004 9:01 pm    Post subject: Reply with quote

Masalah dalam Islam adalah:

1. Qurannya sendiri banyak ayat yang membenarkan tindakan kejam
2. Tidak adanya otoritas yang mengatur sehingga setiap umat Islam bebas menafsirkan Quran menurut pikirannya sendiri.
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
Tony
Evangelos


Joined: 20 Jan 2004
Posts: 4572
Location: Disini, ngga kelihatan apa?

PostPosted: Sat, 16-10-2004 3:43 am    Post subject: Reply with quote

Yg lebih disayangkan adalah ajaran "Sudah ditakdirkan Allah"

dikemanakan free will "Kebebasan hak untuk memilih" .......

orang sakit, orang cilaka, orang dipagut ular, terdampar di digurun pasir, orang jahat sekalipun = kehendak Allah.
_________________
Salam dan doa
F A Q
It fails to show just how the world is divided. Evil stands for division against unity. In union with God and His miracles I see my self everyday in the mirror. I am a miracle that science still is at it's heels glancing up a vast yet unacceptable impossibility, a climb to faith. Science can't and will never explain God, for science is only capable in calculating the calculable. How is science to measure anything outside of time and space that started time and space, how is the created to measure the creator? Science is an apathy of one who seeks his heart and yet refuse to see it,
Tony B Mat 12:32 Jangan membohongi diri!
Indonesia Katolik -Terjemahan Baru   © Ekaristi dot Org
Matius  12:32Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak.
Back to top
View user's profile Send private message
arema jaya



Joined: 19 May 2004
Posts: 314

PostPosted: Sat, 16-10-2004 3:43 am    Post subject: Reply with quote

CA-tholic wrote:
Masalah dalam Islam adalah:

1. Qurannya sendiri banyak ayat yang membenarkan tindakan kejam
2. Tidak adanya otoritas yang mengatur sehingga setiap umat Islam bebas menafsirkan Quran menurut pikirannya sendiri.

dan
3. Tidak mengenal adanya budaya self-criticism dan rationalism
4. Xenophobia
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail
fushiang
Rajin Banget


Joined: 21 Jan 2004
Posts: 224
Location: Yogyakarta

PostPosted: Sat, 16-10-2004 9:50 am    Post subject: Reply with quote

Ketawa Ngakak pentesan....kalo tiap orang boleh menafsirkan kitab suci sendiri-sendiri, maka akan timbul banyak aliran di agama itu sendiri, sama banyaknya dengan jumlah karakter manusia di dunia ini............
_________________
1kor 14:2 : Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail Yahoo Messenger
April



Joined: 25 Jan 2004
Posts: 1685

PostPosted: Sat, 16-10-2004 10:22 pm    Post subject: Reply with quote

juga,... Smile
doakanlah mereka yang melakukan tindakan kurang rasional itu...
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Previous Next
Page 2 of 6

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17