FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Apakah Sola Fide dan Sola Scriptura alkitabiah?    
Goto page: Previous Next

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka
View previous topic :: View next topic  
Author Message
Idde



Joined: 23 Jul 2007
Posts: 142

PostPosted: Fri, 12-10-2007 2:31 pm    Post subject: Reply with quote

Hi Semua, Salam kenal... pengin bagi unek2 nih... udah ngempet 2 hari sejak pertama baca topik ini... Embarassed

Huff... Butuh sekitar 16 jam untuk membaca diskusi yg super panjang ini... padahal aku sudah skip-skip dikit karena banyak yg berulang...

Salut banget buat Oom DV yg dgn telaten, sabar, konsisten, dan tekun melayani Felix yg tulisannya banyak kontradiktif dan muter-muter...
Saya sering juga berdiskusi seorang temen dari reform, yg jelas mereka gak muter-muter, tapi sistematis dan lugas, meskipun ujung-unjungnya sering kepentok ama ajaran yg mereka sendiri...
Mangkanya saya rada heran kalo ada temen dari reform seperti Felix ini... Ketawa Ngakak

Dari diskusi yg puanjaang ini, saya jadi bisa nyimpulin kalo temen2 dari protestan (reform trutama) membuat pengertian baru tentang solafide, yakni: solafide = iman dan perbuatan (meskipun mereka tidak mengakui secara eksplisit...) atau menggunakan kata2 iman (yg diembel2i) sejati yg disertai dgn perbuatan...

Padahal dari yang saya tau, pengertian solafide itu tidak seperti itu. Begitu seseorang sekali dibenarkan, menurut solafide dia akan diselamatkan gak perduli setelah itu dia membunuh, mencuri, dll...
Itu yg membuat mengapa GK saat itu menentang keras Marthin Luther sebagai pencetus doktrin ini... Kalo dari awal solafide pengertiannya sama dgn iman dan perbuatan, saya yakin GK tidak akan menentang ajaran ML soal solafide. Please correct if I'm wrong...

Saya sih setuju2 aja kalo protestan yg sekarang membuat pengertian solafide = iman dan perbuatan, tapi ya mbok diubah dulu namanya jangan asal dipaksain tetep solafide... saya usulkan gimana kalo jadi "sola fide dan perbuatan" atau jadi "sola true fide"....

Saya kuatir jangan-jangan suatu hari nanti, mereka juga melebarkan pengertian sola scriptura = kitab suci + tradisi (tentunya mereka harus menulis/menyalin tradisi GK terlebih dahulu)... Ketawa Ngakak

BTW, saya sedang membaca buku Rome sweet home, terharu banget ama perjuangan Scott Hahn... Anyway, meski gak nyambung dgn topik ini, bbrp waktu lalu saya mendapat kabar kalo ada temen saya pindah ke protestan dgn alasan ibadah di sana lebih hidup, lagunya enak2 dan umatnya sangat ramah dan care... rasanya seperti dikelilingi banyak saudara... Dari pengalaman, saya bisa menyimpulkan rata2 org2 yg pindah ke Protestan adalah org2 yg belum mendalami ajaran GK yg begitu dalam dan indah, tapi hanya memperhatikan hal2 duniawinya saja; kebalikan dengan alasan orang2 yg masuk ke GK... mereka adalah org2 yg udah benar2 mendalami ajaran2 dan pesan2 KS dan menemukan kebenaran prakteknya dalam MISA KUDUS dan Tradisi GK...
Back to top
View user's profile Send private message
truth



Joined: 27 May 2007
Posts: 23

PostPosted: Fri, 12-10-2007 8:37 pm    Post subject: Pengakuan iman versi Tiberias (this is really funny...) Reply with quote

Pengakuan iman versi Tiberias:

- Dalam nama Tuhan Yesus... kami menolak Raja Singa! Kami menolak herpes simplex! Kami menolak gonorhea! kami menolak keputihan!

- Kami menolak kemiskinan! Kami menolak hidup susah! Kami ingin hidup engkang2 kaki!

- Kami tolak pelacuran! Kami ingin sex gratis, tidak diperjual belikan!

- Kami tolak sakit penyakit! Kami menolak maut! Kami ingin hidup abadi!

Note: By the way ini cuma parodi. Tapi emang betul umat Tiberias suka meneriakkan slogan2 "Kami menolak". Tuhan Yesus didemo...

Facts:
- Kemiskinan tetap saja ada. Karena ada yg kaya, maka ada yg miskin
- Sakit penyakit tetap saja ada. Pernah ga meneliti, gereja zaman sekarang yg show off karya penyembuhan2, makin banyak umat2nya yg merasa sakit. Coba bandingkan gereja Katholik (Traditional) sama gereja2 lain, yang mana yang lebih banyak orang sakit?
_________________
http://www.ekaristi.org/forum/search.php?search_author=truth


Last edited by truth on Fri, 12-10-2007 8:38 pm; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail
Aurora_Polaris



Joined: 30 Jan 2006
Posts: 118
Location: Udah di Biak, Papua

PostPosted: Sun, 14-10-2007 9:55 am    Post subject: Reply with quote

Quote:

- Dalam nama Tuhan Yesus... kami menolak Raja Singa! Kami menolak herpes simplex! Kami menolak gonorhea! kami menolak keputihan!

- Kami menolak kemiskinan! Kami menolak hidup susah! Kami ingin hidup engkang2 kaki!

- Kami tolak pelacuran! Kami ingin sex gratis, tidak diperjual belikan!

- Kami tolak sakit penyakit! Kami menolak maut! Kami ingin hidup abadi!

Note: By the way ini cuma parodi. Tapi emang betul umat Tiberias suka meneriakkan slogan2 "Kami menolak". Tuhan Yesus didemo...

Biasanya sih mereka pake' ayat pendukungnya. "Mintalah maka kamu akan diberi" .....
Quote:
- Kami tolak pelacuran! Kami ingin sex gratis, tidak diperjual belikan!

Ah masa' sih ??? Ini disebutkan juga ??? Jadi bisa swing dong Ketawa Ngakak Ketawa Ngakak ......
_________________
SK sudah turun... Waktunya bekerja untuk Papua
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail Yahoo Messenger
truth



Joined: 27 May 2007
Posts: 23

PostPosted: Sun, 14-10-2007 11:07 am    Post subject: Reply with quote

Ga disebutkan seperti itu sih hehe... Itu cuma parody...

Saya emang suka joking orangnya... Ketawa
_________________
http://www.ekaristi.org/forum/search.php?search_author=truth
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail
agustinus_ok02



Joined: 08 Sep 2007
Posts: 296

PostPosted: Wed, 26-03-2008 8:58 pm    Post subject: Hai Reply with quote

Kemarin saya baru saja berdiskusi dgn seorang Protestan mengenai Sola Scriptura. Dia mengajukan ayat:
1 Korintus 4:6 Saudara-saudara, kata-kata ini aku kenakan pada diriku sendiri dan pada Apolos, karena kamu, supaya dari teladan kami kamu belajar apakah artinya ungkapan: "Jangan melampaui yang ada tertulis", supaya jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain.

sebagai bukti Alkitabiah bagi ajaran Sola Scriptura (perhatikan yg ditebalkan).

Bagaimana ?

Ada yg bisa membantu saya ?

Terima Kasih sebelumnya.

GBU
Back to top
View user's profile Send private message
cornelius pulung



Joined: 28 Nov 2006
Posts: 801
Location: Ekaristi.org

PostPosted: Wed, 26-03-2008 10:09 pm    Post subject: Re: Hai Reply with quote

agustinus_ok02 wrote:
Kemarin saya baru saja berdiskusi dgn seorang Protestan mengenai Sola Scriptura. Dia mengajukan ayat:
1 Korintus 4:6 Saudara-saudara, kata-kata ini aku kenakan pada diriku sendiri dan pada Apolos, karena kamu, supaya dari teladan kami kamu belajar apakah artinya ungkapan: "Jangan melampaui yang ada tertulis", supaya jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain.

sebagai bukti Alkitabiah bagi ajaran Sola Scriptura (perhatikan yg ditebalkan).

Bagaimana ?

Ada yg bisa membantu saya ?

Terima Kasih sebelumnya.

GBU


Aku ketemu tulisan dibawah ini, ada yg dapat membantu menjelaskan?

Commentary By Saint Thomas Aquinas On the First Epistle to the Corinthians Trans. Fabian Larcher, O. P.
(paragraphs 987-1046 trans. by Daniel Keating)

199. – In regard to the first it should be noted that above when the Apostle tried to repress the rivalry about ministers among the Corinthians, he had used the names of good ministers of Christ, as when he said: “Each one of you says, ‘I belong to Paul,’ or ‘I belong to Apollos,’ or ‘I belong to Cephas’” (1 Cor 1:12) and again: “Whether Paul or Apollos or Cephas” (1 Cor 3:22). But in fact they were not glorying in Christ’s good ministers or disagreeing over them but over the false apostles, whom he chose not to name, lest it seem that he was speaking against them from hatred or envy. Rather he had employed his own name and the names of other good preachers. And that is what he is saying now: But all this, brethren, namely, what I have said about the ministers in whom you glory and for whom you compete, I have applied to myself and Apollos. For it says in Pr (1:6): “To understand a proverb and a figure, the words of the wise and their riddles,” and this for your benefit: “All things are for your sakes” (2 Cor 4:15); that you may learn by us that none of you may be puffed up, i.e., with pride, in favor of one, i.e., for any 57
of Christ’s ministers, against another [above that which is written], i.e., beyond the form described in the foregoing; for Wis (4:19) states: “He will dash them puffed up and speechless to the ground.”
_________________
"We declare, we say, we define, and we pronounce that it is wholly necessary for the salvation of every human creature to be subject to the Roman Pontiff."
Pope Bonafice VIII (Unam Sanctam AD 1302)


Last edited by cornelius pulung on Wed, 26-03-2008 10:13 pm; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10651
Location: Orange County California

PostPosted: Thu, 27-03-2008 4:53 am    Post subject: Re: Hai Reply with quote

agustinus_ok02 wrote:
Kemarin saya baru saja berdiskusi dgn seorang Protestan mengenai Sola Scriptura. Dia mengajukan ayat:
1 Korintus 4:6 Saudara-saudara, kata-kata ini aku kenakan pada diriku sendiri dan pada Apolos, karena kamu, supaya dari teladan kami kamu belajar apakah artinya ungkapan: "Jangan melampaui yang ada tertulis", supaya jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain.

sebagai bukti Alkitabiah bagi ajaran Sola Scriptura (perhatikan yg ditebalkan).

Bagaimana ?

Ada yg bisa membantu saya ?

Terima Kasih sebelumnya.

GBU

Tulisanku yang dulu kepada Aurora_Polaris ketika dia minta bantuan saat Protestant juga mengajukan ayat itu.


DeusVult wrote:
Ah, benar-benar suatu ayat yang memukul telak ajaran Gereja Katolik, don't you think? Suatu ayat yang justified, sealed and proved the doctrine of Sola Scriptura, don't you think? Apa lagi yang bisa dikata orang atas ayat yang 'sudah sangat jelas' ini?


Padahal, hanya apologist Protestant amatir-lah yang menggunakan ayat ini tanpa tahu konsekuensinya. Para apologist Protestant yang lebih berpengalaman either, menyebut sambil lalu ayat ini dengan memberi komentar seadanya (tidak seperti 2Tim 3:16-17; Acts 17:10-12 yang dikomentari banyak) atau bahkan tidak menggunakan ayat itu.


Ada apa sebenarnya dengan 1Cor 4:6? Dalam manuskrip yang menjadi dasar terjemahan Alkitab, frase yang diterjemahkan "do not go beyond what is written" adalah frase yang paling obscure, frase yang tidak bisa diterjemahkan di Kitab Suci.


Ahli seperti Professor James B. Moffatt, seorang Protestant dan penerjemah Perjanjian Baru, merasa frase tersebut begitu tidak dapat diterjemahkan sehingga dalam bukunya The New Testament, A New Translation (Harper and Brother Publishers, New York, London, 1935 ed. p.145) dia mengganti frase "jangan melampaui yang ada tertulis" dengan titik-titik. Kemudian dia membuat catatan di di buku yang sama (p. 415): "teks dan arti dari frase [jangan melampaui yang ada tertulis] tidak bisa diperbaiki." Pelajar Kitab Suci lain yang beranggapan sama adalah Johannes Weiss, yang dikutip oleh W.F. Howard, yang beranggapan bahwa teks Yunani dari frase tersebut "terkorupsi dan tidak masuk akal." Pelajar dan penulis Kitab Suci lain seperti Bousset (Perancis) dan Baljon (Belanda) berteori bahwa korupsi dari ayat ini disebabkan karena catatan yang ditinggalkan seorang peng-kopi Kitab Suci kepada peng-kopi Kitab Suci berikutnya (sebelum adanya percetakan Kitab Suci digandakan oleh rahib-rahib di Biara). Catatan ini kemudian terasimilasi dengan bagian dari ayat 1Kor 4:6 dan kemudian dianggap sebagai bagian dari ayat tersebut.


Sungguh sesuatu yang tragik ketika ayat yang digunakan untuk mendukung ajaran Sola Scriptura, yang salah satu point [dari ajaran Sola Scriptura tersebut] adalah kejelasan Kitab Suci (perspicuity of scripture), adalah suatu ayat yang paling tidak jelas, tidak bisa diterjemahkan dan korup. Karena sebab inilah maka ayat 2Tim 3:16-17 lebih populer sebagai ayat Sola Scriptura di kalangan Protestant yang paham ketidakjelasan 1Kor 4:6. John Calvin sendiri, sebagai bapak Protestant awal yang juga mempertahankan ajaran Sola Scriptura yang ditabuh Martin Luther, yang dianggap sebagai pemikir Protestan yang paling sistematik, mempunyai komentar sebagai berikut atas 1Kor 4:6:

    Calvin:
    Klausa "melampaui yang ada tertulis" bisa dijelaskan dengan dua cara – [klausa tersebut] mengacu pada tulisan-tulisan Paul, atau [mengacu pada] bukti-bukti dari Kitab Suci yang telah dia (Paulus) kemukakan sebelumnya. Karena hal ini, bagaimanapun, adalah masalah kecil pada saat ini, pembacaku boleh memilih [dari keduanya] mana yang mereka sukai.

Bisa dilihat bahwa Calvin sama sekali tidak mengaitkan ayat ini dengan ajaran Sola Scriptura yang waktu itu sedang diperjuangkannya dengan penuh semangat. Calvin menyimpulkan bahwa yang dijadikan acuan/rujukan dari "[jangan] melampaui yang ada tertulis" adalah tulisan-tulisan Paulus sebelumnya, termasuk didalamnya tulisan-tulisan Paulus yang musnah dan tidak masuk dalam kanon Kitab Suci, atau ayat-ayat yang dikutip Paulus yang telah dikemukakan sebelumnya: Yes 29:14 dikutip di 1Kor 1:19, Yer 9:24 dikutip di 1Kor 1:31, Yes 64:4 dan Yes 65:17 yang dikutip di 1Kor 2:9, Yes 40:13 yang dikutip di 1Kor 2:16, Ayub 5:13 yang dikutip di 1Kor 3:19, dan terakhir Mzm 94:11 yang dikutip di 1Kor 3:20. Calvin tidak menganggap "yang tertulis" adalah seluruh Kitab Suci (yang pada saat penulisan surat Korintus yang pertama belum lengkap tertulis), tapi membatasinya pada tulisan-tulisan Paulus atau enam kutipan ayat Perjanjian Lama yang dikutip Paulus. Tampaknya Calvin tahu lebih baik dari kebanyakan Protestan bahwa ayat ini bermasalah sehingga tidak bisa digunakan untuk membuktikan Sola Scriptura.


Sementara itu beberapa apologist Protestant lain seperti W. Robert Godfrey, John MacArthur, N. Geisler & R. MacKenzei menyebut ayat tersebut tapi tidak memberi suatu exegesis yang memadai (Sungenis, Not By Scripture Alone)


Lagipula, kalaupun teladan yang Paulus inginkan untuk ditiru adalah untuk tidak melampaui yang ada tertulis, mengapa di surat yang sama pada ayat 11:2 Paulus memuji umat Korintus karena mengingat dia dan berpegang teguh pada tradisi yang menurut Paulus di 2Tes 2:15 terbagi menjadi dua, yaitu tradisi lisan dan tertulis? Bahkan secara keras Paulus mewanti-wanti umat di Tesalonika untuk menjauhkan diri dari orang yang tidak menuruti tradisi yang telah mereka terima darinya (2Tes 3:6). Jadi, sekali lagi, terbukti bahwa Paulus tidak pernah mengajarkan Sola Scriptura.


Terakhir, umat Katolik sendiri tidak merasa bahwa ajaran mereka "melampaui yang tertulis." Sehingga yang menjadi masalah sebenarnya adalah kriteria "melampaui yang tertulis" itu apa? Siapa yang menjadi hakimnya? Arius sendiri, ketika mengajarkan Arianisme yang sesat, dengan sukses menggunakan ayat-ayat Kitab Suci dalam membuktikan kebenaran ajarannya.

Dan tentunya Protestantlah yang mungkin harus lebih berintrospeksi karena mereka mengimani Sola Scriptura dan Sola Fide yang "melampaui apa yang tertulis." Bahkan Sola Scriptura dan Sola Fide TIDAK SEKDAR melampaui apa yang tertulis tapi MENGKONTRADIKSI apa yang ditulis Kitab suci (2 Thess 2:15 untuk Sola Scriptura dan Yak 2:24 untuk Sola Fide).


PS
Tambahan


Berikut terjemahan 1Cor 4:6 dari LAI dan NIV:

    1 Corinthians 4:6 - New International Version
    Now, brothers, I have applied these things to myself and Apollos for your benefit, so that you may learn from us the meaning of the saying, "Do not go beyond what is written." Then you will not take pride in one man over against another.

    1Korintus 4:6 – Alkitab Indonesia
    Saudara-saudara, kata-kata ini aku kenakan pada diriku sendiri dan pada Apolos, karena kamu, supaya dari teladan kami kamu belajar apakah artinya ungkapan: "Jangan melampaui yang ada tertulis", supaya jangan ada diantara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain.



Menurut kamu darimana "ungkapan" itu? Kenapa "ungkapan" itu tidak ada di Perjanjian Lama? Jadi disini Paulus mengambil suatu "ungkapan" (yaitu, "do not go beyond what is written") yang tidak ada dasarnya di Kitab Suci untuk dijadikan patokan agar kita tidak melampaui Kitab Suci??? That doesn't make any sense at all.

_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
vPaulus



Joined: 28 Feb 2008
Posts: 36
Location: Jakarta

PostPosted: Sun, 30-03-2008 1:31 am    Post subject: Reply with quote

Tanpa kita mencari2 jawaban dalam Alkitab, Sola Scriptura dan Sola Fide serta pembangkangan kaum Pembangkang terhadap otoritas Gereja adalah sangat tidak berdasar dan mudah sekali ditundukan.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kaum Pembangkang sering menggunakan prinsip "Back to Bible" dalam mencari pembenaran atas ajaran2 mereka. Namun hal ini dapat dikonter dengan mudah hanya berdasarkan fakta sejarah.

Dalam sejarah Gereja, ada sesuatu bentuk yang sangat khas dalam sejarah Gereja, karena keberadaan ajaran Gereja yang sudah ada terlebih dahulu baru disusul Alkitab dalam bentuk resminya. Ajaran2 Gereja sudah secara jelas dipegang oleh Gereja Roma sejak hari jadinya pada hari Pentakosta, sementara Alkitab, baru menjadi jelas bentuk resminya baru pada tahun 300an. Dengan kata lain, selama 300 tahun pertama sejarah Gereja, yang berkuasa dalam menentukan suatu ajaran adalah Kuasa Mengajar Gereja, bukan Alkitab. Dapat juga dikatakan bahwa posisi Alkitab kurang lebih adalah suplemen bagi Gereja, bagian dari ajaran dan tradisi dari gereja itu sendiri.

Bila kita sudah memahami sejarah perkembangan Gereja itu sendiri, sesungguhnya kita tidak perlu susah2 mencari pembenaran atas ajaran2 gereja berdasarkan Alkitab, sebab sebelum Alkitab berbentuk, Gereja sudah ada, malahan Gerejalah yang bisa dikatakan "menciptakan" Alkitab itu dengan kuasa Roh Kudus. Gereja adalah pohonnya, Alkitab adalah buahnya, bukan kebalikannya seperti yang dimengerti oleh para pembangkang...
_________________
Credo ut Intellegam, Intellego ut Credam
Back to top
View user's profile Send private message MSN Messenger
maria kolbe



Joined: 08 Jan 2008
Posts: 247
Location: Serpong, Tangerang

PostPosted: Mon, 14-04-2008 2:03 pm    Post subject: Reply with quote

Rekan-rekan yang terkasih dalam Kristus,
Saya baru browsing website katolik di USA, ada tulisan menarik dari mantan pastur anglikan mengenai perbedaan persepsi antara orang katolik dan protestan, semoga tulisan beliau bisa jadi renungan.

Why Catholics and Protestants Don't See Eye to Eye

By Rev. Dwight Longenecker
3/28/2008



WASHINGTON, D.C. (Inside Catholic) - My niece's husband is a trainee Baptist pastor. Jimbo's hip, friendly, and fun to be with.

He's smart and theologically savvy. I like him. He loves Jesus and believes the Bible, and on most moral and doctrinal issues I can affirm what he affirms. We agree on a lot.

But even when we agree, we don't see eye to eye.

Somehow we seem to have reached our religious conclusions from different starting points and through different routes. A chapter in Mark Massa's book Anti-Catholicism in America illuminated the problem for me.

Massa quotes an important theological work by David Tracy, The Analogical Imagination, in which he argues that, underneath our religious language, customs, liturgies, rules, and rubrics, there exist more fundamental ways of seeing.

Catholic Symbols

Tracy says that Catholics have a basic concept of religion that is analogical. To put it simply, Catholics use things they know to try to understand the things they don't. Catholics seek to know God and His work in the world through material things: water, wine, bread, oil, incense, candles, images, and so on.

For Catholics, some of these things are more than just symbols -- they are sacraments. They not only point to God, they convey His power and grace to us through the mystery of the Church.

For Catholics, this way of understanding the world, God, the cosmos, and everything is rich and multilayered. The Church is not only a symbol of the Body of Christ -- it is the Body of Christ. The bread brought forward by the members of the Body of Christ becomes itself the Body of Christ to feed the Body of Christ the Church.

The Catholic imagination and the Catholic soul are nurtured in a multitude of different sacraments, sacramentals, signs, and symbols. As a result, all physical things are part of God's plan of salvation.

Life in all its fullness abounds with the mystery of God's life and love working through the world. This analogical way of seeing is dependent on, and comes from, the basic fact of God's revelation -- the Incarnation of His son, Jesus Christ.

Protestant Systems

In contrast, my nephew-in-law Jimbo, as a good Baptist, shares a radically different perspective on the whole shooting match. Jimbo, like every Protestant, has grown up within a basic religious paradigm that is more systematic. Tracy calls this "dialectical language."

He says Protestant theologians, rather than seeing how physical things and human culture connect us to God, emphasize the radical separation between God and the physical world. The Protestant focuses primarily on man's alienation from God, the fact of sin, the need for redemption, and the need for man's response.

The linear thought process is like any other dialectic process: "Thesis = we sin; antithesis = God says 'no' to our attempts to save ourselves; synthesis = God saves us when we confess the truth and justice of God's 'no' to our sin."

The Protestant dialectical process means that Protestants emphasize the individual's existential inner response to God rather than the idea that God is "with us" working to save us in and through the physical and historical world.

Therefore, the idea that a visible church, a historic apostolic succession, a priesthood, and sacraments are necessary is -- at the very root of Protestant thinking -- alien and dangerous. For the typical Protestant, the Catholic Church is, by definition, worldly.

Its very nature is materialistic and compromising with the world, the flesh, and the devil. For the Protestant there is therefore no relationship between Christ and culture. The faith is set up in dialectical opposition to the wisdom of man and the ways of the world.

Massa quotes sociologist Andrew Greeley in summation:

"Therefore the fundamental differences between Catholicism and Protestantism are not doctrinal or ethical. The different propositional codes of the two heritages are but manifestations, tips of the iceberg, of more fundamentally differing sets of symbols.

The Catholic ethic is "communitarian"; and the Protestant "individualistic" because of the preconscious "organizing" pictures of the two traditions that shape meaning and response to life for members of the respective heritages are different. Catholics and Protestants "see the world differently."


So what does all this mean for Jimbo and me? It means that even when we agree, we don't agree for the same reasons.

For example, Jimbo and I may both sign up to work at the soup kitchen on Saturday mornings. As a Catholic, I'm more likely to see that hungry tramp as part of my human family whether he is a Catholic or not. I should feed him because he too is created in the image of God. In feeding him I am more likely to ...



believe that I am also feeding Christ, and that this, in itself, is not only worthy but part of my own salvation, and part of the salvation of the world.

Jimbo wants to feed the homeless too, but he is more likely to do so because he wants to be personally obedient to the commands of Christ. He sees the poor hungry tramp as a lost soul who needs not only a sandwich but a savior. In fact, it's likely that Jimbo will give him the sandwich because he is concerned for the tramp's soul and wants to share the gospel with him and make sure he is saved.

This basic disconnect between our ways of thinking affects virtually everything. Because of the different perspectives, the Baptist and the Catholic will worship differently, pray differently, read the Bible differently, vote differently, produce radically different literature, art, and music.

The two may share the same moral values, but they will do so for different reasons. They may share the same essential beliefs, but they will see them from different perspectives.

When we are engaged in dialogue with Protestants over doctrinal or ethical issues, our discussions will be illuminated if we understand the underlying differences of perspective.

Furthermore, in the culture wars in which we are now engaged, Catholics and Protestants need to be allies. For the alliance to be strong and positive, both sides need to understand the essential differences of perspective.

Good fences make good neighbors. Only when we understand what truly separates us will we be able to work together with Protestants for the salvation of our society and the ultimate unity of Christ's Church.
Back to top
View user's profile Send private message
razorblade



Joined: 13 May 2008
Posts: 4

PostPosted: Tue, 13-05-2008 3:57 pm    Post subject: Re: Sola Scriptura Reply with quote

Sebelumnya, saya adalah pemeluk agama Kristen Protestan and I'm very proud of it!
:
A TEXT WITHOUT CONTEXT IS A PRETEXT TO A PROOFTEXT!

Saya rasa kita semua mengerti kata diatas. Karena sampai sekarang yg saya baca adalah seperti itu. Diambil secuil-cuil text dari Alkitab untuk mendiskreditkan AGAMA KRISTEN PROTESTAN!

Saya tidak mau menambahkan terlalu banyak, tadinya saya kira membahas ttg Sola Scriptura, tetapi lebih untuk memojokan umat Kristen Protestan, bukan pembahasan pada materinya.

Dari cara menreply pun sudah sangat amat ketus.

DeusVult wrote:

Tidak ada tempat lain dimana iman terhadap Yesus Kristus yang sejati ada kecuali di Gereja Katolik. Diluarnya yang ada hanyalah ketidak sempurnaan yang tidak akan menyelamatkan.

Yesus membangun hanya satu Gereja.


Kalau pemahaman anda seperti ini, untuk apa anda berdiskusi!
Karena kata2 itu mengartikan bahwa Agama Kristen Protestan adalah aliran sesat (setan).

Kalau boleh saya menambah sedikit, mungkin diluar kontex dari thread ini, karena toh memang sudah melenceng jauh dari halaman pertama.

Kenapa ada Kristen Protestan?

Coba kita tengok sedikit beberapa ratus tahun yang lalu:
- AFLAT ( Penjualan surat penebusan dosa)
- Keberadaan surat penebusan dosa itu sendiri, api penyucian.
- Manusia bisa diselamatkan oleh manusia
- Kedudukan manusia tidak sama di hadapan Allah
- Posisi Maria sendiri dalam agama Kristen
- etc

Kalau boleh saya tambahkan, cara penyebaran agama itu sendiri, yang "menerima" keberadan "dewa lokal" supaya lebih bisa diterima.
Dalam arti kata, dilakukan "adjustment", katanya supaya lebih flexible?

Kenapa kita tidak bisa menerima bahwa perbedaan itu ada. Kalau Gereja Katholik Roma mau melihat kesalahannya dan memperbaiki, mungkin akan beda.
Gereja St. Peter yang begitu diagungkan juga dibangun diatas darah (dalam arti yang sesungguhnya) berapa banyak manusia yang percaya kepadaNYA.

Yesus membangun milyardan Gereja, dan terus membangun.
Gereja atau Bait Allah itu "bukan" hanya di Roma (Vatikan) tetapi di setiap tubuh kita yang percaya kepada-NYA.
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Previous Next
Page 26 of 42

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17