FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Puji Syukur dan Madah Bakti    
Goto page: Previous

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka
View previous topic :: View next topic  
Author Message
Philly



Joined: 21 Nov 2005
Posts: 1373

PostPosted: Mon, 22-10-2007 8:58 am    Post subject: Reply with quote

I see... Jadi buku Madah Bakti sempat terbit edisi barunya tahun 2000-an?
Maaf, saya tidak tahu mengenai hal ini.

Seperti yang saya katakan sebelumnya, masalah pemakaian kedua buku ini saya juga kurang begitu paham karena sepertinya dari pihak keuskupan pun tidak ada pemberitahuan resmi dan tegas mengenai pemakainannya. (Please, CMIIW)

Terus terang, secara pribadi, saya masih memaklumi pemakaian Madah Bakti asal jangan bagian ordinariumnya. good Job

GBU
_________________

" fiat mihi secundum verbum tuum
be it done unto me according to Thy word
terjadilah padaku menurut perkataanMu "
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail Yahoo Messenger
Anthonius_Felix



Joined: 17 Dec 2005
Posts: 403
Location: Everywhere, Everytime

PostPosted: Mon, 22-10-2007 11:48 am    Post subject: Reply with quote

Lawn wrote:
Philly wrote:
Lho, gak kebalik? Bukannya penambahan lagu pada buku Madah Bakti tapi justru beberapa lagu di Madah Bakti tidak dipakai lagi di Puji Syukur karena beberapa alasan. Seperti yang saya katakan karena beberapa alasan, salah satunya karena liriknya yang kurang sesuai dengan iman Katolik. Kalau menurut seorang teman, nada2 lagu Puji Syukur 'lebih Gregorian'


Mengenai masalah ini aku belum berani berkomentar banyak. Jadi hanya berdasarkan sejauh mana pemikiranku mengenai ini. Bila ada yang salah, mohon rekan-rekan koreksi.

Memang pertama kali buku musik liturgi yang terbit adalah madah bakti. Entah tahun berapa madah bakti itu terbit, mungkin sekitar tahun 1980an. Dan setelah tahun 1990an, buku puji syukur mulai diperkenalkan. Apabila Buku puji syukur itu dibuat dengan maksud menggantikan buku madah bakti yang ada, rasanya itu tidak mungkin sebab, pada buku madah bakti terdapat penambahan lagu, yang sebelumnya hanya berjumlah 800an (aku agak lupa), sekarang berjumlah lebih dari 1000. Dan buku madah bakti itu dikenal dengan buku madah bakti 2000 dengan jumlah lagu yang lebih banyak lagi, mungkin karena diterbitkan kembali pada tahun 2000 .




Kalo tidak salah Madah Bakti diterbitkan tahun 1979 (entah gak tahu tanggal dan bulannya). Memang kok, biasanya untuk daerah jogja kebanyakan pake Madah Bakti walau tidak semua paroki. Mungkin dikarenakan sudah terbiasa menggunakan Madah Bakti dari dulu, sehingga untuk mengganti dengan Puji Syukur pun harus menyesuaikan dulu. Bedanya Puji Syukur bukunya lebih tebal dari Madah Bakti.
Back to top
View user's profile Send private message
handoko_1010



Joined: 02 Nov 2006
Posts: 765
Location: Jakarta, Depok - Indonesia

PostPosted: Mon, 22-10-2007 12:28 pm    Post subject: Reply with quote

madah bakti cetakan terakhir sudah menggunakan TPE yang baru.
namun beberapa syair lagunya juga masih spt edisi 1980.
madah bakti yg sekarang lebih tebal, hampir sama dengan puji syukur kalo tidak salah.

itu aja dulu.

God bless u all.
_________________
"The Lord is my Shepherd, I shall not want"
(Psalms 23:1)


Mengenang kembali Continental Hino RG Jakarta - Denpasar. Kapan ia akan kembali????
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger MSN Messenger
Lawn



Joined: 26 Jun 2005
Posts: 744
Location: Planet Bumi

PostPosted: Mon, 22-10-2007 5:01 pm    Post subject: Reply with quote

handoko_1010 wrote:
madah bakti cetakan terakhir sudah menggunakan TPE yang baru.
namun beberapa syair lagunya juga masih spt edisi 1980.
madah bakti yg sekarang lebih tebal, hampir sama dengan puji syukur kalo tidak salah.

itu aja dulu.

God bless u all.


Wah, saya tidak tahu mengenai hal ini kalau madah bakti yang terbaru telah memuat TPE yang baru.
_________________
Aku hanya orang biasa yang ingin mencari lebih tahu banyak lagi dan berdasarkan Yesus Kristus.
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail
Anthonius_Felix



Joined: 17 Dec 2005
Posts: 403
Location: Everywhere, Everytime

PostPosted: Mon, 22-10-2007 9:55 pm    Post subject: Reply with quote

ehhmm....Madah Bakti cetakan terakhir ya?Wah aku baru tau tuh. Berarti bisa donk kalo umat membawa salah satunya?Bisa Pake Puji Syukur or Madah Bakti ya?Memang sih syair lagunya ada beberapa perbedaan dengan Puji Syukur.
Back to top
View user's profile Send private message
NUchris



Joined: 27 Jul 2008
Posts: 14

PostPosted: Mon, 01-09-2008 11:50 am    Post subject: Reply with quote

sharing, saya baru saja beli madah bakti 2000 (iseng2 beli).

ternyata.....

TPE 2005 di Buku Madah Bakti "kurang sesuai dan memuaskan!"

Beda sekali dengan TPE 2005 yang diterbitkan oleh Komisi Liturgi maupun yang sempat disisipkan di Puji Syukur.

Tidak memakai "I" (Imam), ada nya (SK) Konslebran? ribet bacanya, meskipun lebih lengkap, DSA VII ada pilihan 1 sampai sekian, tetapi ada banyak teks yang hilang. Aklamasi Anamnesis hanya ada 3, yang mengherankan Aklamasi 1 Anamnesis masih menggunakan kata "Amin". ada yang tahu alasan mengapa kata Amin tetap ditulis? kemudian SK artinya apa?

Isi lagu tidak ada bedanya tidak ada yang di revisi sama sekali, malah lagu Misa Kita II (Rm. Antonius Soetanta, SJ) yang di Puji Syukur tersedia di PS. 351 dulu di MB lama ada sekarang tidak ada. Muncul lagu-lagu baru, tetapi teks Kudus tetap sama. "Terberkatilah yang......." seperti Ordinarium Gaya Jawa, sering dipakai koor, tetapi teks lagunya mengacu pada teks Kudus di TPE "Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan, Terpujilah Engkau di Surga". Untungnya paroki saya sudah memakai Puji Syukur, Madah Bakti sudah tidak dipakai lagi. Yogyakarta masih banyak pake madah bakti alasan dangkalnya krn madah bakti asalnya dari Jogja (PML Jogja) .
Back to top
View user's profile Send private message
Limbuk



Joined: 27 Jan 2004
Posts: 175

PostPosted: Mon, 08-09-2008 10:40 am    Post subject: Reply with quote

Di salah satu paroki di jogja. Ada beberapa umat yang sudah tua, pakai cara praktis yang mungkin bagi banyak orang gak praktis.

Mereka menyatukan Buku Madah Bakti, Puji Syukur, dan Kidung Adi (Buku doa dan nyanyian bahasa Jawa). Terus dibelikan/dibuatkan tas sederhana tersendiri. Jadinya, mau misa di mana saja, kapan saja, tiga buku itu selalu terbawa.

Kreatif ya

Salam kreatif
_________________
Berani Hidup bersama Kristus yang bangkit
Back to top
View user's profile Send private message
X



Joined: 22 Sep 2007
Posts: 386
Location: Di Hati Netter Ekaristi :P

PostPosted: Wed, 10-09-2008 7:25 pm    Post subject: Reply with quote

salam NUchris, yang juga di WG? masih di WG ya? pertanyaan kuisnya susah-susah kali, jadi ga bisa aku ikutan Ketawa Ngakak

Pak Limbuk, tumben nmuncul lagi, kemana aja?

Madah Bhakti dan Puji Syukur jika disuruh memilih aku lebih suka, Madah Bhakti karena banyak nyanyian yang mengikuti gaya nyanyian dari suku atau etnis kita.
apalagi gaya jawa, kalau dinyanyikan pas misa pagi, bulu kuduk bisa merinding lho Ketawa Ngakak
_________________
Tetapi Semua Orang Yang Ditandai Dengan Huruf T Itu, Jangan Singgung! -Yehezkiel 9:6b-


Last edited by X on Wed, 10-09-2008 7:27 pm; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Previous
Page 2 of 2

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17