Select messages from #  through #      FAQ

Puji Syukur dan Madah Bakti
Goto page: Previous
 FULL PAGE

Akademi Kontra Indiferentisme -> Forum Terbuka

#11    Author: Philly    Post Posted: Mon, 22-10-2007 8:58 am

I see... Jadi buku Madah Bakti sempat terbit edisi barunya tahun 2000-an?
Maaf, saya tidak tahu mengenai hal ini.

Seperti yang saya katakan sebelumnya, masalah pemakaian kedua buku ini saya juga kurang begitu paham karena sepertinya dari pihak keuskupan pun tidak ada pemberitahuan resmi dan tegas mengenai pemakainannya. (Please, CMIIW)

Terus terang, secara pribadi, saya masih memaklumi pemakaian Madah Bakti asal jangan bagian ordinariumnya. good Job

GBU

#12    Author: Anthonius_Felix  Location: Everywhere, Everytime  Post Posted: Mon, 22-10-2007 11:48 am

Lawn wrote:
Philly wrote:
Lho, gak kebalik? Bukannya penambahan lagu pada buku Madah Bakti tapi justru beberapa lagu di Madah Bakti tidak dipakai lagi di Puji Syukur karena beberapa alasan. Seperti yang saya katakan karena beberapa alasan, salah satunya karena liriknya yang kurang sesuai dengan iman Katolik. Kalau menurut seorang teman, nada2 lagu Puji Syukur 'lebih Gregorian'


Mengenai masalah ini aku belum berani berkomentar banyak. Jadi hanya berdasarkan sejauh mana pemikiranku mengenai ini. Bila ada yang salah, mohon rekan-rekan koreksi.

Memang pertama kali buku musik liturgi yang terbit adalah madah bakti. Entah tahun berapa madah bakti itu terbit, mungkin sekitar tahun 1980an. Dan setelah tahun 1990an, buku puji syukur mulai diperkenalkan. Apabila Buku puji syukur itu dibuat dengan maksud menggantikan buku madah bakti yang ada, rasanya itu tidak mungkin sebab, pada buku madah bakti terdapat penambahan lagu, yang sebelumnya hanya berjumlah 800an (aku agak lupa), sekarang berjumlah lebih dari 1000. Dan buku madah bakti itu dikenal dengan buku madah bakti 2000 dengan jumlah lagu yang lebih banyak lagi, mungkin karena diterbitkan kembali pada tahun 2000 .




Kalo tidak salah Madah Bakti diterbitkan tahun 1979 (entah gak tahu tanggal dan bulannya). Memang kok, biasanya untuk daerah jogja kebanyakan pake Madah Bakti walau tidak semua paroki. Mungkin dikarenakan sudah terbiasa menggunakan Madah Bakti dari dulu, sehingga untuk mengganti dengan Puji Syukur pun harus menyesuaikan dulu. Bedanya Puji Syukur bukunya lebih tebal dari Madah Bakti.

#13    Author: handoko_1010  Location: Jakarta, Depok - Indonesia  Post Posted: Mon, 22-10-2007 12:28 pm

madah bakti cetakan terakhir sudah menggunakan TPE yang baru.
namun beberapa syair lagunya juga masih spt edisi 1980.
madah bakti yg sekarang lebih tebal, hampir sama dengan puji syukur kalo tidak salah.

itu aja dulu.

God bless u all.

#14    Author: Lawn  Location: Planet Bumi  Post Posted: Mon, 22-10-2007 5:01 pm

handoko_1010 wrote:
madah bakti cetakan terakhir sudah menggunakan TPE yang baru.
namun beberapa syair lagunya juga masih spt edisi 1980.
madah bakti yg sekarang lebih tebal, hampir sama dengan puji syukur kalo tidak salah.

itu aja dulu.

God bless u all.


Wah, saya tidak tahu mengenai hal ini kalau madah bakti yang terbaru telah memuat TPE yang baru.

#15    Author: Anthonius_Felix  Location: Everywhere, Everytime  Post Posted: Mon, 22-10-2007 9:55 pm

ehhmm....Madah Bakti cetakan terakhir ya?Wah aku baru tau tuh. Berarti bisa donk kalo umat membawa salah satunya?Bisa Pake Puji Syukur or Madah Bakti ya?Memang sih syair lagunya ada beberapa perbedaan dengan Puji Syukur.

#16    Author: NUchris    Post Posted: Mon, 01-09-2008 11:50 am

sharing, saya baru saja beli madah bakti 2000 (iseng2 beli).

ternyata.....

TPE 2005 di Buku Madah Bakti "kurang sesuai dan memuaskan!"

Beda sekali dengan TPE 2005 yang diterbitkan oleh Komisi Liturgi maupun yang sempat disisipkan di Puji Syukur.

Tidak memakai "I" (Imam), ada nya (SK) Konslebran? ribet bacanya, meskipun lebih lengkap, DSA VII ada pilihan 1 sampai sekian, tetapi ada banyak teks yang hilang. Aklamasi Anamnesis hanya ada 3, yang mengherankan Aklamasi 1 Anamnesis masih menggunakan kata "Amin". ada yang tahu alasan mengapa kata Amin tetap ditulis? kemudian SK artinya apa?

Isi lagu tidak ada bedanya tidak ada yang di revisi sama sekali, malah lagu Misa Kita II (Rm. Antonius Soetanta, SJ) yang di Puji Syukur tersedia di PS. 351 dulu di MB lama ada sekarang tidak ada. Muncul lagu-lagu baru, tetapi teks Kudus tetap sama. "Terberkatilah yang......." seperti Ordinarium Gaya Jawa, sering dipakai koor, tetapi teks lagunya mengacu pada teks Kudus di TPE "Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan, Terpujilah Engkau di Surga". Untungnya paroki saya sudah memakai Puji Syukur, Madah Bakti sudah tidak dipakai lagi. Yogyakarta masih banyak pake madah bakti alasan dangkalnya krn madah bakti asalnya dari Jogja (PML Jogja) .

#17    Author: Limbuk    Post Posted: Mon, 08-09-2008 10:40 am

Di salah satu paroki di jogja. Ada beberapa umat yang sudah tua, pakai cara praktis yang mungkin bagi banyak orang gak praktis.

Mereka menyatukan Buku Madah Bakti, Puji Syukur, dan Kidung Adi (Buku doa dan nyanyian bahasa Jawa). Terus dibelikan/dibuatkan tas sederhana tersendiri. Jadinya, mau misa di mana saja, kapan saja, tiga buku itu selalu terbawa.

Kreatif ya

Salam kreatif

#18    Author: X  Location: Di Hati Netter Ekaristi :P  Post Posted: Wed, 10-09-2008 7:25 pm

salam NUchris, yang juga di WG? masih di WG ya? pertanyaan kuisnya susah-susah kali, jadi ga bisa aku ikutan Ketawa Ngakak

Pak Limbuk, tumben nmuncul lagi, kemana aja?

Madah Bhakti dan Puji Syukur jika disuruh memilih aku lebih suka, Madah Bhakti karena banyak nyanyian yang mengikuti gaya nyanyian dari suku atau etnis kita.
apalagi gaya jawa, kalau dinyanyikan pas misa pagi, bulu kuduk bisa merinding lho Ketawa Ngakak


Last edited by X on Wed, 10-09-2008 7:27 pm; edited 1 time in total


Akademi Kontra Indiferentisme -> Forum Terbuka All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Previous
 FULL PAGE