FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Apakah Seluruh Alkitab itu Firman Tuhan?    
Goto page: Next

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka
View previous topic :: View next topic  
Author Message
GuardOfHeaven



Joined: 15 Nov 2005
Posts: 65

PostPosted: Tue, 20-12-2005 9:34 pm    Post subject: Apakah Seluruh Alkitab itu Firman Tuhan? Reply with quote

Tulisan ini terutama ditujukan bagi rekan-rekan muslim yang ada di forum ini. Sekaligus sebagai sharing pendapat dengan sesama Katolik.

Sudah menjadi suatu hal yang biasa dan umum kita ketahui, betapa pihak-pihak muslim seringkali mempertanyakan keotentikan Alkitab sebagai firman Allah. Karena dalam pemahaman mereka, untuk bisa menyebut suatu dokumen sebagai ‘Firman Allah’, maka isinya haruslah sesuai dengan apa yang ‘didiktekan’ oleh Allah kepada utusanNya dan dituliskan apa adanya, format seperti ini pula lah yang mereka yakini tentang AlQuran mereka. Sekedar mengikuti sudut pandang dan pemahaman mereka, Bagaimana dengan Alkitab? Bagian mana yang ‘se-format’ dengan AlQuran ini?

Dalam pemahaman mereka, sebelum menurunkan AlQuran kepada Muhammad, Allah telah menurunkan Taurat kepada Musa dan Injil kepada Isa a.s. (Yesus). Sehingga bolehlah kita katakan bahwa parallel pertama format AlQuran ini dalam Alkitab adalah Taurat Musa, yang dalam Alkitab adalah 5 kitab pertama, yang dikenal pula sebagai Pentateuch.

Dengan menelusuri kelima kitab ini, bisa kita ketahui bahwa firman lisan pertama yang diterima oleh Musa adalah ketika Musa melihat semak yang terbakar, dimana Allah kemudian mengangkatnya sebagai Nabi (Kel 3:4-10). Sementara firman tertulis pertama yang diterima Musa adalah ketika dia menghadap Allah diatas Gunung Sinai, yang diterimanya dalam bentuk pahatan pada 2 loh batu, yang merupakan karya Allah sendiri (Kel 43:1). Lalu bagaimana pula dengan kisah-kisah ‘sejarah’ seperti kisah penciptaan alam semesta, kisah Adam, Nuh, dst mengenai kaum sebelum Musa? Alkitab tidak mencatat kapan dan bagaimana proses Musa mengetahui kisah-kisah itu, namun layak kita yakini bahwa semua kisah itu diketahui Musa atas kehendakNya, baik itu melalui kisah turun temurun diatara kaumnya ataupun dari Allah sendiri.

Kisah mengenai perjalanan bangsa Israel dibawah kepemimpinan Musa sampai titik terakhir hidupnya diyakini sebagai dokumentasi karya Musa sendiri. Kesemuanya itu kemudian disatukan sebagai Pentateuch, dimana secara definitif aturan-aturan ‘Taurat’ tercatat mulai Kel 20:1.

Pasca kepemimpinan Musa, bangsa Israel dipimpin oleh Yosua dan selanjutnya oleh orang-orang kemudian secara umum disebut ‘hakim’. Masa ini merupakan masa kekacauan bagi bangsa Israel, yaitu ketika mereka melupakan Allah sebagai Tuhannya dan terjerumus ke dalam penyembahan berhala dan berbagai dosa lainnya, oleh pengaruh bangsa-bangsa di sekitarnya. Hingga muncul Samuel sebagai Nabi dan pemimpin baru bagi Israel. Suatu ketika dalam masa ini bangsa Israel merasa iri terhadap bangsa-bangsa di sekitarnya yang memiliki raja dari antara mereka sendiri (manusia), bangsa Israel pun menuntut hal yang sama kepada Allah, hingga kemudian Allah dengan kemurahan hatiNya mengijinkan Saul (Thalut) menjadi raja atas Israel, menggantikan Samuel sebagai pemimpin Israel. Peristiwa ini menandai awal bangsa Israel hidup dengan 2 hukum; Taurat dan hukum kerajaan (manusia). Mestinya dengan hanya memiliki Taurat, Allah-lah yang menjadi satu-satunya ‘raja’ atas Israel.

Apakah kitab-kitab Nabi pasca Musa juga ‘didiktekan’ oleh Allah kepada mereka? Jawaban yang pasti adalah: TIDAK. Kitab-kitab Nabi pasca Musa terbagi menjadi 2 kelompok, (1) Kitab sejarah dan (2) Kitab nubuatan. Kitab-kitab ‘sejarah’ terutama berkisah mengenai masa-masa pemerintahan raja-raja Israel (Saul-Daud-Salomo), masa-masa penjajahan dan perbudakan bangsa Israel oleh Babylon, Persia dst, dan kembalinya bangsa Israel ke tanah air mereka.. Dalam ‘kitab sejarah’ seperti ini, bagian yang bisa dikategorikan sebagai ‘firman Allah’ (dlm pengertian sebagai ‘perkataan yang didiktekan’) boleh dibilang tidak ada, namun Firman Allah secara lisan kepada masing-masing nabi itu bisa kita temukan terselip diantara kisah-kisah sejarah ini. Seluruh isinya dibuat dengan sudut pandang masing-masing penulisnya, yang masing-masing menuliskan setiap kisah sesuai dengan yang mereka ketahui dan sesuai yang masih diingat dan diketahui pada masanya masing-masing, dan kesemuanya dilakukan dengan bimbingan Roh Kudus. Fungsi para Nabi itu bukan sebagai pembawa kitab baru, namun sebagai pembimbing bangsa Israel untuk tetap hidup dibawah tuntunan Taurat, sebagai satu-satunya firmanNya yang abadi,

Dalam ‘Kitab-kitab sejarah’ (Yosua, 1&2 Samuel, 1&2 Raja-raja, 1&2 Tawarikh, dst) ini pula lah kebanyakan ditemukan apa yang oleh banyak pihak dianggap sebagai ‘kontradiksi’. Misal soal jumlah pasukan, nama orang, detail kejadian, dst. Hal yang mesti diperhatikan disini adalah bahwa semua perbedaan (‘kontradiksi’) itu terletak pada catatan sejarah yang dibuat oleh manusia dan bukan pada ‘firman Allah’ yang muncul pada masa tersebut (meskipun terkait ‘kontradiksi’ ini banyak yang sudah membuat bantahannya). Sebagai suatu catatan sejarah yang ditulis oleh orang yang berbeda, dengan sudut pandang dan dalam masa yang berbeda pula, mungkin bisa dianggap wajar apabila terdapat perbedaan detail yang tertulis dalam dokumentasi masing-masing. Perlu dipahami pula bahwa sesungguhnya focus dari penulisan ‘kitab-kitab sejarah’ itu bukan terletak pada detail sejarah yang dituliskan namun terutama adalah pada firman Allah yang diberikan secara lisan pada masa itu. Catatan-catatan sejarah itu hanya sebagai penjelasan ‘cause’ dan ‘follow up’ dari firman Allah yang muncul pada masa itu. Detail sejarah yang berbeda, sekecil apapun, tidak merubah atau mengurangi makna firman Allah yang diberikan secara lisan pada masa tersebut.

Kelompok kedua dalam kitab Nabi-nabi ini adalah ‘kitab nubuatan’(Yesaya, Yeremia, Zahkaria, dst) yang terutama berisi ramalan/pengungkapan rencana Allah di masa yang akan datang. Nubuatan-nubuatan ini terutama diberikan pada masa perbudakan dan penjajahan atas bangsa Israel, dan terutama berisi janji-janji Allah untuk membebaskan mereka dari perbudakan dan penindasan.
Pentateuch dan Kitab Nabi-nabi ini kemudian menjadi sebuah kompilasi yang oleh umat Kristiani disebut sebagai Kitab Perjanjian Lama .

Itu semua mengenai Kitab Musa dan Nabi-nabi setelahnya. Bagaimana dengan Injil pada masa Yesus? Islam dan Kristiani memiliki perbedaan pemahaman yang mendasar mengenai Injil ini. Dimana Islam meyakini bahwa Injil yang ‘asli’ eksis sebagai suatu kitab yang diturunkan melalui Isa a.s., sementara umat Kristiani meyakini bahwa Injil (= evangelion = kabar gembira) adalah pribadi Yesus sendiri dan peranNya dalam membebaskan manusia dari dosa (terkait dengan Yes 53:1-12). Apa yang sekarang kita kenal sebagai keempat Injil sinoptik, tampak jelas bahwa formatnya adalah ‘biografi’ Yesus, yang mendokumentasikan perjalanan hidup, segala ajaran dan karya Yesus di dunia ini. Konon, ada catatan sejarah yang menyatakan bahwa Yesus pernah ke India, dengan membawa juga sebuah kitab (konon sebutan kitab ini adalah ‘Busyra’ yang katanya bermakna ‘kabar gembira’ – evangelion/injil) dan sekaligus meninggal di sana, ‘fakta’ ini sering pula digunakan oleh sebagian muslim untuk membantah kematian Yesus di salib. Kalau saja ‘fakta’ ini benar (meskipun secara pribadi aku tidak meyakininya), mari kita bandingkan 3 hal berikut:

1.Musa selesai menuliskan keseluruhan Taurat sebelum kematiannya (Ulangan 31:24)
2.Yesus pergi ke India dengan membawa kitab ‘Busyra’ (dg kata lain ‘Injil’ tertulis sudah ada sebelum Yesus meninggalkan dunia ini)
3.AlQuran sebagai kitab lengkap sebagai referensi bagi umat Islam baru dimiliki jauh setelah kematian Muhammad, ketika Abu Bakar dkk mengkompilasi fragmen-fragmen ayat AlQuran, dan kemudian dikompilasi ulang oleh Khalifah Utsman.

Mari kita simpulkan (dengan catatan, JIKA DAN HANYA JIKA poin no. 2 memang suatu fakta): baik Musa maupun Yesus telah sah dan selesai menjalankan tugas mereka sebagai nabi dengan telah lengkapnya penulisan firman Allah dalam sebuah kitab sebelum kematian masing-masing. Pertanyaannya; dimana letak tanggungjawab Muhammad, andai dia benar sebagai utusan Allah, karena ternyata dia tidak mampu menyediakan kitab yang lengkap sebagai referensi baku mengenai ajaran yang dia sampaikan sebelum kematiannya. Bahkan dalam sebuah hadits shahih terungkap bahwa Muhammad sendiri tidak pernah berencana, apalagi berpesan untuk mengkompilasi ajarannya? Apalagi terungkap juga dalam hadits yang sama bahwa kompilasi oleh Abu Bakar dkk (dengan pelaksana Zaid bin Tzabit) merupakan inisiatifnya sendiri tanpa mendapat otoritas dari Muhammad dan bahkan dari Allah sendiri! Perhatikan apa alasan Abu Bakar dalam hadits tersebut!! KONYOL… Mestinya inisiatif pertama pendokumentasian ajaran itu datang dari pembawanya langsung.

hadits tsb bisa dibaca disini:
http://www.tolueislam.com/Bazm/Mansoor/MA_history_3.htm

Siapa yang mampu menjamin bahwa setiap kompilasi AlQuran yang dibuat sepeninggal Muhammad memang sesuai aslinya, karena toh tidak ada referensi baku sebelumnya? Sementara [sejarah Islam sendiri mencatat] bahwa sebelum kompilasi Abu Bakar dibuat, ayat-ayat AlQuran hanya berupa fragmen-fragmen terpisah dan tak lengkap yang tersebar diantara para sahabat Muhammad, sebagian besar konon hanya berupa hafalan lisan dan tak jarang pula ditemukan berbagai perbedaan diantaranya. Tercatat pula dalam sejarah Islam bahwa ternyata kemudian beredar pula berbagai kompilasi yang berbeda dengan hasil kompilasi Abu Bakar (konon masing-masing sahabat Muhammad membuat kompilasinya sendiri-sendiri), hingga pada masa Khalifah Utsman dilakukan kompilasi kedua untuk ‘mengembalikan keaslian AlQuran’, pertimbangan keaslian ini hanya didasarkan pada bahasa (dialek) awal AlQuran, yaitu dialek Suku Quraish, suku Muhammad.

mengenai ini bisa dibaca disini:
http://www.sunnah.org/history/Sahaba/Sa ..rvation_Quran.htm

Dengan demikian klaim bahwa Allah akan menjaga keaslian AlQuran jelas tidak terbukti, karena Allah ternyata tidak mampu mencegah kemunculan berbagai versi AlQuran yang berbeda dengan hasil kompilasi Abu Bakar. Tindakan yang diambil Khalifah Utsman itu justru menunjukkan betapa Allah tidak mampu menjaga dan mencegah pengubahan terhadap AlQuran, suatu hal yang kontradiktif terhadap pernyataan AlQuran sendiri, karena Allah kemudian hanya mengoreksi kembali setelah pengubahan itu terjadi. Padahal katanya “Allah akan menjaga keaslian AlQuran”. Allah tidaklah lemah dan naïve seperti itu!!...
Tidak adanya rencana maupun inisiatif dari Muhammad untuk mengkompilasikan ajaran yang dibawanya adalah suatu indikasi bahwa apa yang disampaikannya bukanlah suatu hal yang penting, karena sebagai ‘sumbernya’, Muhammad tahu bahwa semua itu hanya merupakan karangannya belaka. Karena kalau memang ajaran dalam AlQuran adalah sesuatu yang sempurna dan mesti berlaku universal bagi seluruh umat manusia, Muhammad sebagai pembawanya mestinya diperintahkan oleh Allah --atau paling tidak, berinisiatif-- untuk mendokumentasikan secara lengkap ajaran yang dibawanya. Bandingkan dengan Taurat yang jelas-jelas didokumentasikan berdasarkan perintahNya!.

Sekarang, meskipun kenyataannya poin no. 2 bukan suatu fakta, tetap saja ‘Injil’ telah eksis bagi manusia dalam diri Yesus dan telah berperan sebagaimana fungsinya. Atau kalau memang Injil pernah eksis sebagai sebuah kitab seperti dalam pemahaman muslim sendiri sebelum kematian Isa a.s., pernahkah rekan-rekan muslim mencoba menelusuri kenapa Muhammad tidak pernah berinisiatif untuk mendokumentasikan AlQuran secara lengkap?? Kenapa pula Allah tidak memerintahkan hal itu padanya??

Dalam logika Islam, AlQuran diturunkan Allah sebagai penyempurnaan dan pelurusan kembali atas penyimpangan terhadap Alkitab, God’s Word revised by God’s Word (cukup logis sebenarnya). Nah, sekarang ketika firman Allah yang diterima oleh Muhammad ini dikompilasi oleh Abu Bakar dkk, yang kemudian ternyata banyak versi lain selain kompilasi ini yang juga beredar, ternyata Khalifah Utsman-lah yang kemudian mengoreksi dan mengkompilasi ulang… the work of God revised by the work of man… hebat ya??... ANEH TAPI NYATA?? Memang…

Mat 13:13
Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.


Last edited by GuardOfHeaven on Tue, 20-12-2005 9:46 pm; edited 2 times in total
Back to top
View user's profile Send private message
SABILI



Joined: 15 Nov 2005
Posts: 54

PostPosted: Wed, 21-12-2005 1:50 pm    Post subject: Re: Apakah Seluruh Alkitab itu Firman Tuhan? Reply with quote

GuardOfHeaven wrote:
Tulisan ini terutama ditujukan bagi rekan-rekan muslim yang ada di forum ini. Sekaligus sebagai sharing pendapat dengan sesama Katolik.

Sudah menjadi suatu hal yang biasa dan umum kita ketahui, betapa pihak-pihak muslim seringkali mempertanyakan keotentikan Alkitab sebagai firman Allah. Karena dalam pemahaman mereka, untuk bisa menyebut suatu dokumen sebagai ‘Firman Allah’, maka isinya haruslah sesuai dengan apa yang ‘didiktekan’ oleh Allah kepada utusanNya dan dituliskan apa adanya, format seperti ini pula lah yang mereka yakini tentang AlQuran mereka. Sekedar mengikuti sudut pandang dan pemahaman mereka, Bagaimana dengan Alkitab? Bagian mana yang ‘se-format’ dengan AlQuran ini?

Dalam pemahaman mereka, sebelum menurunkan AlQuran kepada Muhammad, Allah telah menurunkan Taurat kepada Musa dan Injil kepada Isa a.s. (Yesus). Sehingga bolehlah kita katakan bahwa parallel pertama format AlQuran ini dalam Alkitab adalah Taurat Musa, yang dalam Alkitab adalah 5 kitab pertama, yang dikenal pula sebagai Pentateuch.

Dengan menelusuri kelima kitab ini, bisa kita ketahui bahwa firman lisan pertama yang diterima oleh Musa adalah ketika Musa melihat semak yang terbakar, dimana Allah kemudian mengangkatnya sebagai Nabi (Kel 3:4-10). Sementara firman tertulis pertama yang diterima Musa adalah ketika dia menghadap Allah diatas Gunung Sinai, yang diterimanya dalam bentuk pahatan pada 2 loh batu, yang merupakan karya Allah sendiri (Kel 43:1). Lalu bagaimana pula dengan kisah-kisah ‘sejarah’ seperti kisah penciptaan alam semesta, kisah Adam, Nuh, dst mengenai kaum sebelum Musa? Alkitab tidak mencatat kapan dan bagaimana proses Musa mengetahui kisah-kisah itu, namun layak kita yakini bahwa semua kisah itu diketahui Musa atas kehendakNya, baik itu melalui kisah turun temurun diatara kaumnya ataupun dari Allah sendiri.

Kisah mengenai perjalanan bangsa Israel dibawah kepemimpinan Musa sampai titik terakhir hidupnya diyakini sebagai dokumentasi karya Musa sendiri. Kesemuanya itu kemudian disatukan sebagai Pentateuch, dimana secara definitif aturan-aturan ‘Taurat’ tercatat mulai Kel 20:1.

Pasca kepemimpinan Musa, bangsa Israel dipimpin oleh Yosua dan selanjutnya oleh orang-orang kemudian secara umum disebut ‘hakim’. Masa ini merupakan masa kekacauan bagi bangsa Israel, yaitu ketika mereka melupakan Allah sebagai Tuhannya dan terjerumus ke dalam penyembahan berhala dan berbagai dosa lainnya, oleh pengaruh bangsa-bangsa di sekitarnya. Hingga muncul Samuel sebagai Nabi dan pemimpin baru bagi Israel. Suatu ketika dalam masa ini bangsa Israel merasa iri terhadap bangsa-bangsa di sekitarnya yang memiliki raja dari antara mereka sendiri (manusia), bangsa Israel pun menuntut hal yang sama kepada Allah, hingga kemudian Allah dengan kemurahan hatiNya mengijinkan Saul (Thalut) menjadi raja atas Israel, menggantikan Samuel sebagai pemimpin Israel. Peristiwa ini menandai awal bangsa Israel hidup dengan 2 hukum; Taurat dan hukum kerajaan (manusia). Mestinya dengan hanya memiliki Taurat, Allah-lah yang menjadi satu-satunya ‘raja’ atas Israel.

Apakah kitab-kitab Nabi pasca Musa juga ‘didiktekan’ oleh Allah kepada mereka? Jawaban yang pasti adalah: TIDAK. Kitab-kitab Nabi pasca Musa terbagi menjadi 2 kelompok, (1) Kitab sejarah dan (2) Kitab nubuatan. Kitab-kitab ‘sejarah’ terutama berkisah mengenai masa-masa pemerintahan raja-raja Israel (Saul-Daud-Salomo), masa-masa penjajahan dan perbudakan bangsa Israel oleh Babylon, Persia dst, dan kembalinya bangsa Israel ke tanah air mereka.. Dalam ‘kitab sejarah’ seperti ini, bagian yang bisa dikategorikan sebagai ‘firman Allah’ (dlm pengertian sebagai ‘perkataan yang didiktekan’) boleh dibilang tidak ada, namun Firman Allah secara lisan kepada masing-masing nabi itu bisa kita temukan terselip diantara kisah-kisah sejarah ini. Seluruh isinya dibuat dengan sudut pandang masing-masing penulisnya, yang masing-masing menuliskan setiap kisah sesuai dengan yang mereka ketahui dan sesuai yang masih diingat dan diketahui pada masanya masing-masing, dan kesemuanya dilakukan dengan bimbingan Roh Kudus. Fungsi para Nabi itu bukan sebagai pembawa kitab baru, namun sebagai pembimbing bangsa Israel untuk tetap hidup dibawah tuntunan Taurat, sebagai satu-satunya firmanNya yang abadi,

Dalam ‘Kitab-kitab sejarah’ (Yosua, 1&2 Samuel, 1&2 Raja-raja, 1&2 Tawarikh, dst) ini pula lah kebanyakan ditemukan apa yang oleh banyak pihak dianggap sebagai ‘kontradiksi’. Misal soal jumlah pasukan, nama orang, detail kejadian, dst. Hal yang mesti diperhatikan disini adalah bahwa semua perbedaan (‘kontradiksi’) itu terletak pada catatan sejarah yang dibuat oleh manusia dan bukan pada ‘firman Allah’ yang muncul pada masa tersebut (meskipun terkait ‘kontradiksi’ ini banyak yang sudah membuat bantahannya). Sebagai suatu catatan sejarah yang ditulis oleh orang yang berbeda, dengan sudut pandang dan dalam masa yang berbeda pula, mungkin bisa dianggap wajar apabila terdapat perbedaan detail yang tertulis dalam dokumentasi masing-masing. Perlu dipahami pula bahwa sesungguhnya focus dari penulisan ‘kitab-kitab sejarah’ itu bukan terletak pada detail sejarah yang dituliskan namun terutama adalah pada firman Allah yang diberikan secara lisan pada masa itu. Catatan-catatan sejarah itu hanya sebagai penjelasan ‘cause’ dan ‘follow up’ dari firman Allah yang muncul pada masa itu. Detail sejarah yang berbeda, sekecil apapun, tidak merubah atau mengurangi makna firman Allah yang diberikan secara lisan pada masa tersebut.

Kelompok kedua dalam kitab Nabi-nabi ini adalah ‘kitab nubuatan’(Yesaya, Yeremia, Zahkaria, dst) yang terutama berisi ramalan/pengungkapan rencana Allah di masa yang akan datang. Nubuatan-nubuatan ini terutama diberikan pada masa perbudakan dan penjajahan atas bangsa Israel, dan terutama berisi janji-janji Allah untuk membebaskan mereka dari perbudakan dan penindasan.
Pentateuch dan Kitab Nabi-nabi ini kemudian menjadi sebuah kompilasi yang oleh umat Kristiani disebut sebagai Kitab Perjanjian Lama .

Itu semua mengenai Kitab Musa dan Nabi-nabi setelahnya. Bagaimana dengan Injil pada masa Yesus? Islam dan Kristiani memiliki perbedaan pemahaman yang mendasar mengenai Injil ini. Dimana Islam meyakini bahwa Injil yang ‘asli’ eksis sebagai suatu kitab yang diturunkan melalui Isa a.s., sementara umat Kristiani meyakini bahwa Injil (= evangelion = kabar gembira) adalah pribadi Yesus sendiri dan peranNya dalam membebaskan manusia dari dosa (terkait dengan Yes 53:1-12). Apa yang sekarang kita kenal sebagai keempat Injil sinoptik, tampak jelas bahwa formatnya adalah ‘biografi’ Yesus, yang mendokumentasikan perjalanan hidup, segala ajaran dan karya Yesus di dunia ini. Konon, ada catatan sejarah yang menyatakan bahwa Yesus pernah ke India, dengan membawa juga sebuah kitab (konon sebutan kitab ini adalah ‘Busyra’ yang katanya bermakna ‘kabar gembira’ – evangelion/injil) dan sekaligus meninggal di sana, ‘fakta’ ini sering pula digunakan oleh sebagian muslim untuk membantah kematian Yesus di salib. Kalau saja ‘fakta’ ini benar (meskipun secara pribadi aku tidak meyakininya), mari kita bandingkan 3 hal berikut:

1.Musa selesai menuliskan keseluruhan Taurat sebelum kematiannya (Ulangan 31:24)
2.Yesus pergi ke India dengan membawa kitab ‘Busyra’ (dg kata lain ‘Injil’ tertulis sudah ada sebelum Yesus meninggalkan dunia ini)
3.AlQuran sebagai kitab lengkap sebagai referensi bagi umat Islam baru dimiliki jauh setelah kematian Muhammad, ketika Abu Bakar dkk mengkompilasi fragmen-fragmen ayat AlQuran, dan kemudian dikompilasi ulang oleh Khalifah Utsman.

Mari kita simpulkan (dengan catatan, JIKA DAN HANYA JIKA poin no. 2 memang suatu fakta): baik Musa maupun Yesus telah sah dan selesai menjalankan tugas mereka sebagai nabi dengan telah lengkapnya penulisan firman Allah dalam sebuah kitab sebelum kematian masing-masing. Pertanyaannya; dimana letak tanggungjawab Muhammad, andai dia benar sebagai utusan Allah, karena ternyata dia tidak mampu menyediakan kitab yang lengkap sebagai referensi baku mengenai ajaran yang dia sampaikan sebelum kematiannya. Bahkan dalam sebuah hadits shahih terungkap bahwa Muhammad sendiri tidak pernah berencana, apalagi berpesan untuk mengkompilasi ajarannya? Apalagi terungkap juga dalam hadits yang sama bahwa kompilasi oleh Abu Bakar dkk (dengan pelaksana Zaid bin Tzabit) merupakan inisiatifnya sendiri tanpa mendapat otoritas dari Muhammad dan bahkan dari Allah sendiri! Perhatikan apa alasan Abu Bakar dalam hadits tersebut!! KONYOL… Mestinya inisiatif pertama pendokumentasian ajaran itu datang dari pembawanya langsung.

hadits tsb bisa dibaca disini:
http://www.tolueislam.com/Bazm/Mansoor/MA_history_3.htm

Siapa yang mampu menjamin bahwa setiap kompilasi AlQuran yang dibuat sepeninggal Muhammad memang sesuai aslinya, karena toh tidak ada referensi baku sebelumnya? Sementara [sejarah Islam sendiri mencatat] bahwa sebelum kompilasi Abu Bakar dibuat, ayat-ayat AlQuran hanya berupa fragmen-fragmen terpisah dan tak lengkap yang tersebar diantara para sahabat Muhammad, sebagian besar konon hanya berupa hafalan lisan dan tak jarang pula ditemukan berbagai perbedaan diantaranya. Tercatat pula dalam sejarah Islam bahwa ternyata kemudian beredar pula berbagai kompilasi yang berbeda dengan hasil kompilasi Abu Bakar (konon masing-masing sahabat Muhammad membuat kompilasinya sendiri-sendiri), hingga pada masa Khalifah Utsman dilakukan kompilasi kedua untuk ‘mengembalikan keaslian AlQuran’, pertimbangan keaslian ini hanya didasarkan pada bahasa (dialek) awal AlQuran, yaitu dialek Suku Quraish, suku Muhammad.

mengenai ini bisa dibaca disini:
http://www.sunnah.org/history/Sahaba/Sa ..rvation_Quran.htm

Dengan demikian klaim bahwa Allah akan menjaga keaslian AlQuran jelas tidak terbukti, karena Allah ternyata tidak mampu mencegah kemunculan berbagai versi AlQuran yang berbeda dengan hasil kompilasi Abu Bakar. Tindakan yang diambil Khalifah Utsman itu justru menunjukkan betapa Allah tidak mampu menjaga dan mencegah pengubahan terhadap AlQuran, suatu hal yang kontradiktif terhadap pernyataan AlQuran sendiri, karena Allah kemudian hanya mengoreksi kembali setelah pengubahan itu terjadi. Padahal katanya “Allah akan menjaga keaslian AlQuran”. Allah tidaklah lemah dan naïve seperti itu!!...
Tidak adanya rencana maupun inisiatif dari Muhammad untuk mengkompilasikan ajaran yang dibawanya adalah suatu indikasi bahwa apa yang disampaikannya bukanlah suatu hal yang penting, karena sebagai ‘sumbernya’, Muhammad tahu bahwa semua itu hanya merupakan karangannya belaka. Karena kalau memang ajaran dalam AlQuran adalah sesuatu yang sempurna dan mesti berlaku universal bagi seluruh umat manusia, Muhammad sebagai pembawanya mestinya diperintahkan oleh Allah --atau paling tidak, berinisiatif-- untuk mendokumentasikan secara lengkap ajaran yang dibawanya. Bandingkan dengan Taurat yang jelas-jelas didokumentasikan berdasarkan perintahNya!.

Sekarang, meskipun kenyataannya poin no. 2 bukan suatu fakta, tetap saja ‘Injil’ telah eksis bagi manusia dalam diri Yesus dan telah berperan sebagaimana fungsinya. Atau kalau memang Injil pernah eksis sebagai sebuah kitab seperti dalam pemahaman muslim sendiri sebelum kematian Isa a.s., pernahkah rekan-rekan muslim mencoba menelusuri kenapa Muhammad tidak pernah berinisiatif untuk mendokumentasikan AlQuran secara lengkap?? Kenapa pula Allah tidak memerintahkan hal itu padanya??

Dalam logika Islam, AlQuran diturunkan Allah sebagai penyempurnaan dan pelurusan kembali atas penyimpangan terhadap Alkitab, God’s Word revised by God’s Word (cukup logis sebenarnya). Nah, sekarang ketika firman Allah yang diterima oleh Muhammad ini dikompilasi oleh Abu Bakar dkk, yang kemudian ternyata banyak versi lain selain kompilasi ini yang juga beredar, ternyata Khalifah Utsman-lah yang kemudian mengoreksi dan mengkompilasi ulang… the work of God revised by the work of man… hebat ya??... ANEH TAPI NYATA?? Memang…

Mat 13:13
Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.





Hmmm... mungkin saya berkesimpulan bahwa anda mengatakan bahwa Al Quran adalah campuran antara Firman Tuhan dan karangan manusia seperti halnya Alkitab? Intinya anda mengatakan bahwa terdapat tiga Kitab yg diberikan Allah kepada utusan-Nya, yaitu Taurat, Injil, dan Al Quran begitu? Sebenarnya saya bisa menjelaskan ketiga hal itu. Tetapi, apakah anda bersedia membacanya? Karena penjelasan yg akan saya paparkan nanti adalah sangat panjang dan saya meragukan anda akan membacanya, syukur-syukur dengan berpikiran positif.. Smile Smile
Back to top
View user's profile Send private message
kumkum



Joined: 13 Jul 2004
Posts: 374

PostPosted: Thu, 22-12-2005 1:09 am    Post subject: Reply with quote

Yang mengherankan adalah sudah ada catatan sejarah mengenai kompilasi kitab Koran yang dilakukan pihak manusia tanpa restu Tuhan, mengapa mereka masih mempercayai Koran adalah kitab penyempurna?

Mungkin makna kata "sempurna" ini dipahami dari sudut yang berbeda?
Aku kira kitab itu cuma memberikan jawaban sempurna. Perfect. Entah ngawur atau entah benar.
"Sempurna! Kitab itu telah memberikan jawaban sempurna dalam otak kecil-ku yang esa!"
Yang utama adalah, JAWABAN.

Kitab FAQ.
FAQ = frequency asked question = frequency answered question.
No matter right or wrong, the answer always perfect.
Memberi jawaban yang sempurna (salah atau benar, nanti saja).

Makanya jangan heran walau sudah dipaparkan bukti kompilasi kitabnya dalam sejarah, tetap saja jawabannya (ditanggapi)... (memang) sempurna !
Kitab itu berisi jawaban atas suatu pertanyaan-pertanyaan konyol.
Makanya, jika ditanya, jawab saja. Jawaban adalah utama.

Makanya jangan heran, antara kebenaran dan kesalahan berbeda begitu tipissss.
Atau, sulit membedakan antara benar atau salah.
"Aku selalu benar, yang lain pasti salah!"
Atau,
"Jika aku salah, maka yang lain pasti lebih salah!"

Pola pikir unik ...
Back to top
View user's profile Send private message
GuardOfHeaven



Joined: 15 Nov 2005
Posts: 65

PostPosted: Thu, 22-12-2005 12:14 pm    Post subject: Re: Apakah Seluruh Alkitab itu Firman Tuhan? Reply with quote

Quote:

Hmmm... mungkin saya berkesimpulan bahwa anda mengatakan bahwa Al Quran adalah campuran antara Firman Tuhan dan karangan manusia seperti halnya Alkitab? Intinya anda mengatakan bahwa terdapat tiga Kitab yg diberikan Allah kepada utusan-Nya, yaitu Taurat, Injil, dan Al Quran begitu? Sebenarnya saya bisa menjelaskan ketiga hal itu. Tetapi, apakah anda bersedia membacanya? Karena penjelasan yg akan saya paparkan nanti adalah sangat panjang dan saya meragukan anda akan membacanya, syukur-syukur dengan berpikiran positif.. Smile Smile


justru tulisanku akan menghasilkan kesimpulan yang jauh dari kesimpulan anda... : Muhammad tidak menerima dan memberi otoritas dari dan kepada siapapun untuk mengkompilasi ayat2 yang dia ajarkan, ini akan membawa sebuah pertanyaan; dari siapa sebenarnya ajarannya itu?? kalau memang dari Allah, seperti yg telah kutulis, masa' sih Allah gak memberi perintah untuk mengkompilasikannya?? (tolong tunjukkan kalau memang perintah ini pernah ada!!).

This man named Muhammad must have regarded his own teachings as of no importance at all!!... that's why he never had the thought of leaving a document of it!!

aku gak keberatan kok, untuk melihat pandangan orang lain atas pandanganku sendiri... thx
Back to top
View user's profile Send private message
SABILI



Joined: 15 Nov 2005
Posts: 54

PostPosted: Sat, 24-12-2005 2:38 am    Post subject: Re: Apakah Seluruh Alkitab itu Firman Tuhan? Reply with quote

GuardOfHeaven wrote:
Quote:

Hmmm... mungkin saya berkesimpulan bahwa anda mengatakan bahwa Al Quran adalah campuran antara Firman Tuhan dan karangan manusia seperti halnya Alkitab? Intinya anda mengatakan bahwa terdapat tiga Kitab yg diberikan Allah kepada utusan-Nya, yaitu Taurat, Injil, dan Al Quran begitu? Sebenarnya saya bisa menjelaskan ketiga hal itu. Tetapi, apakah anda bersedia membacanya? Karena penjelasan yg akan saya paparkan nanti adalah sangat panjang dan saya meragukan anda akan membacanya, syukur-syukur dengan berpikiran positif.. Smile Smile


justru tulisanku akan menghasilkan kesimpulan yang jauh dari kesimpulan anda... : Muhammad tidak menerima dan memberi otoritas dari dan kepada siapapun untuk mengkompilasi ayat2 yang dia ajarkan, ini akan membawa sebuah pertanyaan; dari siapa sebenarnya ajarannya itu?? kalau memang dari Allah, seperti yg telah kutulis, masa' sih Allah gak memberi perintah untuk mengkompilasikannya?? (tolong tunjukkan kalau memang perintah ini pernah ada!!).

This man named Muhammad must have regarded his own teachings as of no importance at all!!... that's why he never had the thought of leaving a document of it!!

aku gak keberatan kok, untuk melihat pandangan orang lain atas pandanganku sendiri... thx




Ada pernyataan saudara GuardOfHeaven yg belum anda ketikkan (atau anda lupa?). Al Quran yg anda katakan inilah dan itulah ternyata dapat dihapal oleh jutaan ummat manusia. Sungguh mengherankan.. Smile

Kami masih beruntung bahwa saat ini masih dapat menyaksikan kebenaran Janji Allah SWT dalam menjaga kitab yang diturunkan melalui Rasulullah Saw, dengan segala tuduhan kepada Al Quran.


Dan telah Kami mudahkan al-Qur'an untuk dipelajari maka adakah orang yang mempelajari (Al-Qamar: 17)


Kemudahan para penghafal Qur'an dalam menjalankan aktifitas hafalannya tidak lepas dari janji Allah ini, dan janji tersebut telah terbukti diantaranya dengan semangat umat Muslim dalam menghafal Qur'an yang tidak kurang peminatnya hingga saat ini.


Janji Allah yang kedua adalah :


Sungguh kamilah yang telah menarunkan al-Qur'an dan kamilah yang akan menjaganya (Al-Hijr: 9)


Dengan melihat realitas upaya penjagaan al-Qur'an dari masa diturunkan hingga saat ini janji tersebut telah terbukti kebenarannya. Dan tentunya merupakan bukti akan kemukjizatan al-Qur'an yang pada gilirannya menunjukkan kerasulan Nabi Muhammad Saw. Sejarah dan realitas membuktikan hal itu dan pantas saja kalau al-Qur'an menantang manusia-manusia congkak untuk membuat surat semisalnya. Adakah ayat-ayat palsu yang katanya nongkrong di Situs Internet itu dihafal dan dipelajari serta dijaga oleh umatnya? Smile
Back to top
View user's profile Send private message
Athanasios
Penghuni Ekaristi


Joined: 12 Feb 2004
Posts: 4198

PostPosted: Sat, 24-12-2005 7:47 am    Post subject: Reply with quote

Quote:
engan melihat realitas upaya penjagaan al-Qur'an dari masa diturunkan hingga saat ini janji tersebut telah terbukti kebenarannya. Dan tentunya merupakan bukti akan kemukjizatan al-Qur'an yang pada gilirannya menunjukkan kerasulan Nabi Muhammad Saw. Sejarah dan realitas membuktikan hal itu dan pantas saja kalau al-Qur'an menantang manusia-manusia congkak untuk membuat surat semisalnya. Adakah ayat-ayat palsu yang katanya nongkrong di Situs Internet itu dihafal dan dipelajari serta dijaga oleh umatnya? Smile


Kalau ada yang menantang siapa yang menjadi jurinya? Apa kriteria yang digunakan untuk penjuriannya? Dapatkah hasil penjurian manusia dipercaya untuk hal yang sangat sensitif seperti itu? Bagaimana hasil penjurian manusia dapat mengikat untuk hal semacam ini?
_________________
Sancta et catholica Ecclesia, quae est corpus Christi mysticum
- Konsili Oikumenis Vatikan II Orientalum Ecclesiorum art.2
Back to top
View user's profile Send private message
GuardOfHeaven



Joined: 15 Nov 2005
Posts: 65

PostPosted: Sun, 25-12-2005 10:28 am    Post subject: Re: Apakah Seluruh Alkitab itu Firman Tuhan? Reply with quote

Quote:

Ada pernyataan saudara GuardOfHeaven yg belum anda ketikkan (atau anda lupa?). Al Quran yg anda katakan inilah dan itulah ternyata dapat dihapal oleh jutaan ummat manusia. Sungguh mengherankan.. Smile


'kebanggaanmu' itu gak akan membuat siapapun heran....


Quote:

Dengan melihat realitas upaya penjagaan al-Qur'an dari masa diturunkan hingga saat ini janji tersebut telah terbukti kebenarannya. Dan tentunya merupakan bukti akan kemukjizatan al-Qur'an yang pada gilirannya menunjukkan kerasulan Nabi Muhammad Saw. Sejarah dan realitas membuktikan hal itu dan pantas saja kalau al-Qur'an menantang manusia-manusia congkak untuk membuat suat semisalnya. Adakah ayat-ayat palsu yang katanya nongkrong di Situs Internet itu dihafal dan dipelajari serta dijaga oleh umatnya? Smile


You don't seem to understand your own words my brother, 'upaya penjagaan'?? siapa yang berupaya?? Allah?? Allah tidak pernah 'berupaya' mejaga kemurnian firmanNya, TAPI yang dilakukanNya adalah MENETAPKAN bahwa FIRMANNYA itu TAK MUNGKIN DIRUBAH OLEH MANUSIA MANAPUN!!... 'upaya' adalah sesuatu yang dilakukan dengan susah payah, saudaraku, sementara untuk menjaga kemurnian firmanNya Allah tak perlu 'berupaya' karena Allah tidaklah dengan susah payah melakukannya...

mengatakan bahwa penjagaan kemurnian AlQuran adalah suatu 'upaya' sama saja dengan menyatakan bahwa penjagaan itu dilakukan oleh makhluk yang lemah. yang dengan segala daya 'upaya'-nya berusaha 'membuktikan' apa yang ditulisnya sendiri dalam 'karangannya' itu.

pernyataan bahwa 'tidak ada yang bisa merubah firman Allah' juga ada dalam Taurat, saudaraku, dan itu adalah sebuah kenyataan, bahwa Taurat TIDAK PERNAH BISA DIRUBAH OLEH SIAPAPUN MANUSIA, dan menyatakan bahwa Taurat telah dirubah oleh manusia samasaja dengan menyatakan 'Allah itu lemah'.
Back to top
View user's profile Send private message
Lawn



Joined: 26 Jun 2005
Posts: 742
Location: Planet Bumi

PostPosted: Sun, 25-12-2005 7:48 pm    Post subject: Reply with quote

Berargumen boleh saja, akan tetapi saya tidak melihat apa tujuan yg positif disini. Di satu sisi, beranggapan bahwa agama dialah sepenuhnya benar. Di sisi lainnya, juga beranggapan bahwa agama lain itu adalah salah. Saya merasa aneh mengapa hal ini terjadi, dan saya menilai ini adalah sebuah pertengkaran anak kecil. Pertengkaran dimana tanpa dasar tujuan yang baik.

Saya hanya sekedar memberi saran bahwa bila berargumen itu harus mempunyai tujuan yang baik yang berlandaskan hati nurani kita masing-masing.

Selamat Natal 2005 dan menyongsong Tahun Baru 2006.
Damai menyertai kita semua.
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail
SABILI



Joined: 15 Nov 2005
Posts: 54

PostPosted: Tue, 27-12-2005 7:20 pm    Post subject: Re: Apakah Seluruh Alkitab itu Firman Tuhan? Reply with quote

[quote="GuardOfHeaven"]
Quote:

Ada pernyataan saudara GuardOfHeaven yg belum anda ketikkan (atau anda lupa?). Al Quran yg anda katakan inilah dan itulah ternyata dapat dihapal oleh jutaan ummat manusia. Sungguh mengherankan.. Smile


[quote="GuardOfHeaven"]'kebanggaanmu' itu gak akan membuat siapapun heran....
Quote:



Anda masih mengingkari keberadaan dari penghapal Al Quran itu sendiri? Al Quran turun melalui ucapan, bukan tulisan. Kebanggaan anda ttg "gak akan membuat siapapun heran...." akan membuat heran siapapun.. Smile


[quote="GuardOfHeaven"]
Quote:

Dengan melihat realitas upaya penjagaan al-Qur'an dari masa diturunkan hingga saat ini janji tersebut telah terbukti kebenarannya. Dan tentunya merupakan bukti akan kemukjizatan al-Qur'an yang pada gilirannya menunjukkan kerasulan Nabi Muhammad Saw. Sejarah dan realitas membuktikan hal itu dan pantas saja kalau al-Qur'an menantang manusia-manusia congkak untuk membuat suat semisalnya. Adakah ayat-ayat palsu yang katanya nongkrong di Situs Internet itu dihafal dan dipelajari serta dijaga oleh umatnya? Smile


You don't seem to understand your own words my brother, 'upaya penjagaan'?? siapa yang berupaya?? Allah?? Allah tidak pernah 'berupaya' mejaga kemurnian firmanNya, TAPI yang dilakukanNya adalah MENETAPKAN bahwa FIRMANNYA itu TAK MUNGKIN DIRUBAH OLEH MANUSIA MANAPUN!!... 'upaya' adalah sesuatu yang dilakukan dengan susah payah, saudaraku, sementara untuk menjaga kemurnian firmanNya Allah tak perlu 'berupaya' karena Allah tidaklah dengan susah payah melakukannya...



Apakah anda tetap mengingkari bahwa Alkitab yg anda pegang sekarang tidak pernah berubah, saudaraku? Kalau memang tidak ada perubahan, bagaimana mungkin ummat Katolik baru diperbolehkan memiliki Alkitab pada tahun 1980? Bukankah agama ini sdh masuk disaat penjajahan di Indonesia masih berlangsung?

Bagaimana dengan ayat ini? :

Al Hijr: 9
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. 15:9)


GuardOfHeaven wrote:
mengatakan bahwa penjagaan kemurnian AlQuran adalah suatu 'upaya' sama saja dengan menyatakan bahwa penjagaan itu dilakukan oleh makhluk yang lemah. yang dengan segala daya 'upaya'-nya berusaha 'membuktikan' apa yang ditulisnya sendiri dalam 'karangannya' itu.

pernyataan bahwa 'tidak ada yang bisa merubah firman Allah' juga ada dalam Taurat, saudaraku, dan itu adalah sebuah kenyataan, bahwa Taurat TIDAK PERNAH BISA DIRUBAH OLEH SIAPAPUN MANUSIA, dan menyatakan bahwa Taurat telah dirubah oleh manusia samasaja dengan menyatakan 'Allah itu lemah'.



Bukankah yg mengatakan Allah itu lemah adalah kitab anda? Bagaimana anda bisa mengatakan itu? Apakah Puisi Kidung Agung adalah benar-benar dari Allah? Bagaimana Allah bisa salah membedakan antara pasukan berkuda dan pasukan tidak berkuda? Bagaimana Allah bisa melakukan kebohongan? Bukankah yang mengatakan itu adalah manusia di dalam Kitab anda?

Saya rasa saya tidak perlu menunjukkan ayat-ayat tersebut di dalam Kitab anda.

Bagaimana pendapat tokoh-tokoh non muslim terhadap Kitab Bibel

1. Dr. Mr. D. N. Mulder dalam bukunya "Pembimbing ke dalam Perjanjian Lama", tahun 1963, pagina 12 dan 13, berkata sebagai berikut: "Buku ini dikarang pada waktu-waktu tertentu, dan pengarang-pengarangnya memang manusia juga, yang terpengaruh oleh keadaan waktunya dan oleh suasana di sekitarnya dan oleh pembawaan pengarang itu sendiri. Naskah-naskah asli dari Kitab Suci itu sudah tidak ada Iagi. Yang ada pada kita hanya turunan atau salinan. Dan salinan itu bukannya salinan langsung dari naskah asli, melainkan dari salinan dan seterusnya. Sering di dalam menyalin Kitab Suci itu terseliplah salah salin."

2. Drs. M. E. Duyverman dalam bukunya "Pembimbing ke dalam Perjanjian Baru", tahun 1966, pagina 24 dan 25, berkata sebagai berikut: "Ada kalanya penyalin tersentuh pada kesalahan dalam naskah asli yang dipergunakannya, lalu kesalahan itu diperbaikinya, padahal perbaikan itu sering mengakibatkan perbedaan yang lebih besar dengan yang sungguh asli. Dan kira-kira pada abad keempat, di Antiochia diadakan penyelidikan dan penyesuaian salinan-salinan; agaknya terdorong oleh perbedaan yang sudah terlalu besar diantara salinan-salinan yang dipergunakan dengan resmi dalam Gereja."

3. Dr. B. J. Boland dalam bukunya "Het Johannes Evangelie", p. 9, berkata sebagai berikut: "Zijn ons de waarheden van het Evangelie van Jesus Christus in haar corspron-kelijken onvervalschen, zul veren vorm overgeleverd of zijn de door het intermediair van den Griek schen Geest, van de Griek sche reid, het laat stea an te nemen...dat de letter der Nieuw-Testament-ische boeken in de eerste eeuwen anzer jaartelling gewichtig wijzungen moet hebben ondergaan."

Artinya: Apakah kebenaran-kebenaran dari Injil Jesus Kristus diserahkan kepada kita dalam bentuk murninya, asli dan tidak dipalsukan, ataukah telah dirubah melalui alam fikiran kebudayaan Gerika? Umumnya yang terakhirlah yang diterima oleh orang jaman kini... bahwa tulisan-tulisan Kitab Perjanjian Baru pada dua abad pertama perhitungan tahun kita, pasti telah mengalami perubahan besar.

Maafkan saya kalau kata-kata yg saya keluarkan terlalu keras.. Smile
Back to top
View user's profile Send private message
SABILI



Joined: 15 Nov 2005
Posts: 54

PostPosted: Tue, 27-12-2005 7:45 pm    Post subject: Re: Apakah Seluruh Alkitab itu Firman Tuhan? Reply with quote

GuardOfHeaven wrote:
SABILI wrote:
Ada pernyataan saudara GuardOfHeaven yg belum anda ketikkan (atau anda lupa?). Al Quran yg anda katakan inilah dan itulah ternyata dapat dihapal oleh jutaan ummat manusia. Sungguh mengherankan.. Smile


'kebanggaanmu' itu gak akan membuat siapapun heran....



Anda masih mengingkari keberadaan dari penghapal Al Quran itu sendiri? Al Quran turun melalui ucapan, bukan tulisan. Kebanggaan anda ttg "gak akan membuat siapapun heran...." akan membuat heran siapapun.. Smile


GuardOfHeaven wrote:
SABILI wrote:

Dengan melihat realitas upaya penjagaan al-Qur'an dari masa diturunkan hingga saat ini janji tersebut telah terbukti kebenarannya. Dan tentunya merupakan bukti akan kemukjizatan al-Qur'an yang pada gilirannya menunjukkan kerasulan Nabi Muhammad Saw. Sejarah dan realitas membuktikan hal itu dan pantas saja kalau al-Qur'an menantang manusia-manusia congkak untuk membuat surat semisalnya. Adakah ayat-ayat palsu yang katanya nongkrong di Situs Internet itu dihafal dan dipelajari serta dijaga oleh umatnya? Smile


You don't seem to understand your own words my brother, 'upaya penjagaan'?? siapa yang berupaya?? Allah?? Allah tidak pernah 'berupaya' mejaga kemurnian firmanNya, TAPI yang dilakukanNya adalah MENETAPKAN bahwa FIRMANNYA itu TAK MUNGKIN DIRUBAH OLEH MANUSIA MANAPUN!!... 'upaya' adalah sesuatu yang dilakukan dengan susah payah, saudaraku, sementara untuk menjaga kemurnian firmanNya Allah tak perlu 'berupaya' karena Allah tidaklah dengan susah payah melakukannya...



Apakah anda tetap mengingkari bahwa Alkitab yg anda pegang sekarang tidak pernah berubah, saudaraku? Kalau memang tidak ada perubahan, bagaimana mungkin ummat Katolik baru diperbolehkan memiliki Alkitab pada tahun 1980? Bukankah agama ini sdh masuk disaat penjajahan, sebagai pembawa ajaran agama ini, di Indonesia masih berlangsung?

Bagaimana dengan ayat ini? :

Al Hijr: 9
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. 15:9)



GuardOfHeaven wrote:
mengatakan bahwa penjagaan kemurnian AlQuran adalah suatu 'upaya' sama saja dengan menyatakan bahwa penjagaan itu dilakukan oleh makhluk yang lemah. yang dengan segala daya 'upaya'-nya berusaha 'membuktikan' apa yang ditulisnya sendiri dalam 'karangannya' itu.

pernyataan bahwa 'tidak ada yang bisa merubah firman Allah' juga ada dalam Taurat, saudaraku, dan itu adalah sebuah kenyataan, bahwa Taurat TIDAK PERNAH BISA DIRUBAH OLEH SIAPAPUN MANUSIA, dan menyatakan bahwa Taurat telah dirubah oleh manusia samasaja dengan menyatakan 'Allah itu lemah'.



Bagaimana anda bisa mengatakan itu? Bukankah yg mengatakan Allah itu lemah adalah kitab anda? Apakah Puisi Kidung Agung adalah benar-benar dari Allah? Bagaimana Allah bisa salah membedakan antara pasukan berkuda dan pasukan tidak berkuda? Bagaimana Allah bisa melakukan kebohongan? Bukankah yang mengatakan itu adalah manusia di dalam Kitab anda? Semua itu saya peroleh dari Kitab anda sendiri.

Saya rasa saya tidak perlu menunjukkan ayat-ayat tersebut di dalam Kitab anda.

Bagaimana dengan pendapat beberapa tokoh non muslim terhadap Kitab Bibel?

1. Dr. Mr. D. N. Mulder dalam bukunya "Pembimbing ke dalam Perjanjian Lama", tahun 1963, pagina 12 dan 13, berkata sebagai berikut: "Buku ini dikarang pada waktu-waktu tertentu, dan pengarang-pengarangnya memang manusia juga, yang terpengaruh oleh keadaan waktunya dan oleh suasana di sekitarnya dan oleh pembawaan pengarang itu sendiri. Naskah-naskah asli dari Kitab Suci itu sudah tidak ada Iagi. Yang ada pada kita hanya turunan atau salinan. Dan salinan itu bukannya salinan langsung dari naskah asli, melainkan dari salinan dan seterusnya. Sering di dalam menyalin Kitab Suci itu terseliplah salah salin."

2. Drs. M. E. Duyverman dalam bukunya "Pembimbing ke dalam Perjanjian Baru", tahun 1966, pagina 24 dan 25, berkata sebagai berikut: "Ada kalanya penyalin tersentuh pada kesalahan dalam naskah asli yang dipergunakannya, lalu kesalahan itu diperbaikinya, padahal perbaikan itu sering mengakibatkan perbedaan yang lebih besar dengan yang sungguh asli. Dan kira-kira pada abad keempat, di Antiochia diadakan penyelidikan dan penyesuaian salinan-salinan; agaknya terdorong oleh perbedaan yang sudah terlalu besar diantara salinan-salinan yang dipergunakan dengan resmi dalam Gereja."

3. Dr. B. J. Boland dalam bukunya "Het Johannes Evangelie", p. 9, berkata sebagai berikut: "Zijn ons de waarheden van het Evangelie van Jesus Christus in haar corspron-kelijken onvervalschen, zul veren vorm overgeleverd of zijn de door het intermediair van den Griek schen Geest, van de Griek sche reid, het laat stea an te nemen...dat de letter der Nieuw-Testament-ische boeken in de eerste eeuwen anzer jaartelling gewichtig wijzungen moet hebben ondergaan."

Artinya: Apakah kebenaran-kebenaran dari Injil Jesus Kristus diserahkan kepada kita dalam bentuk murninya, asli dan tidak dipalsukan, ataukah telah dirubah melalui alam fikiran kebudayaan Gerika? Umumnya yang terakhirlah yang diterima oleh orang jaman kini... bahwa tulisan-tulisan Kitab Perjanjian Baru pada dua abad pertama perhitungan tahun kita, pasti telah mengalami perubahan besar.


Bagaimana dengan pendapat beberapa tokoh non muslim terhadap Al-Quran? :

1. Harry Gaylord Dorman dalam buku "Towards Understanding lslam", New York, 1948, p.3, berkata: "Kitab Qur'an ini adalah benar-benar sabda Tuhan yang didiktekan oleh Jibril, sempurna setiap hurufnya, dan merupakan suatu mukjizat yang tetap aktual hingga kini, untuk membuktikan kebenarannya dan kebenaran Muhammad."

2. Prof. H. A. R. Gibb dalam buku "Mohammadanism", London, 1953, p. 33, berkata sebagai berikut: "Nah, jika memang Qur'an itu hasil karyanya sendiri, maka orang lain dapat menandinginya. Cobalah mereka mengarang sebuah ungkapan seperti itu. Kalau sampai mereka tidak sanggup dan boleh dikatakan mereka pasti tidak mampu, maka sewajarnyalah mereka menerima Qur'an sebagai bukti yang kuat tentang mukjizat."

3. Sir William Muir dalam buku "The Life of Mohamet", London, 1907; p. VII berkata sebagai berikut: "Qur'an adalah karya dasar Agama Islam. Kekuasaannya mutlak dalam segala hal, etika dan ilmu pengetahuan…"


Maafkan saya kalau kata-kata yg saya ketikkan terlalu keras.. Smile
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Next
Page 1 of 2

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17