FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Kerasulan Doa (KD)    
Goto page: Next

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Ruang Doa/ Prayer Request
View previous topic :: View next topic  
Author Message
Philly



Joined: 21 Nov 2005
Posts: 1373

PostPosted: Wed, 09-08-2006 5:42 pm    Post subject: Kerasulan Doa (KD) Reply with quote

... KD memanggil kaum beriman untuk menghunjukan permohonan-permohonan bagi Gereja Universal, dengan perhatian khusus terhadap kebutuhan-kebutuhan misi
...Bapa Suci begitu mengakui dan menghargai kekuatan KD ini sehingga beliau sendiri berkenan mengajukan Ujud Umum dan Ujud Misi setiap bulannya. KD menyambut ujud-ujud tersebut dengan penuh cinta dan kemudian menjadikannya sebagai doa-doa yang dipersembahkan setiap hari di seluruh muka bumi.
(Peter-Hans Kolvenbach, SJ)


1. Apakah Kerasulan Doa itu?
Kerasulan Doa (KD) adalah salah satu jalan kesucian yang disediakan dan ditawarkan Gereja Katolik kepada kita. Sebutan 'jalan' menunjukan pada sisi dinamis dari proses yang mesti kita tempuh dengan rahmat Tuhan.

2. Apa saja praktek jalan-kesucian yang ditawarkan KD pada umumnya?
Kita diajak untuk (a) mendoakan dengan tulus Persembahan-harian, (b)
sekerap mungkin ikut merayakan Ekaristi, (c) memupuk kebaktian kepada Hati Kudus Yesus dan (d) cinta-keputraan kepada Bunda Maria, (e) mengembangkan kesepahaman dengan Gereja, serta (f) menekuni hidup doa secara bertanggung jawab. Maka KD disebut juga sekolah doa.

-------Bersambung----------
_________________

" fiat mihi secundum verbum tuum
be it done unto me according to Thy word
terjadilah padaku menurut perkataanMu "
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail Yahoo Messenger
Philly



Joined: 21 Nov 2005
Posts: 1373

PostPosted: Thu, 10-08-2006 7:54 pm    Post subject: Reply with quote

3. Apakah KD itu terbuka untuk semua orang Katolik?
Benar sekali karena spiritualitas KD bersifat sangat Katolik (umum), semua orang Katolik baik klerus, religius maupun awam bisa ikut serta dalam gerakan doa ini.

4. Kapan dan dimana untuk pertama kalinya KD dimulai?
KD bermula dari gerakan sekelompok frater Jesuit di Vals-Prancis, pada tahun1844. para frater begitu antusias untuk segera bekerja di tanah misi. Tapitugas utama mereka saat itu adalah studi. Bagaimana energi dan antusiasme itu disalurkan? Sang pembimbing rohani (Pater FX Gautrelet, SJ) menantang mereka: "Jadilah rasul sekarang juga, yaitu rasul doa! Persembahkanlah segala yang kaukerjakan hari ini dalam kesatuan dengan Hati Yesus untuk segala yang Dia kehendaki, yakni meluasnya KerajaanNya demi keselamatan jiwa-jiwa" Inilah cikal bakal bentuk persembahan harian yang sekarang kita kenal.

5. Bagaimana KD lantas menjadi milik Gereja?
Pater Henry Ramiere, SJ sangat berjasa membuat gerakan tadi semakin dikenal luas, khususnya melalui bukunya tentang KD. adanya majalah "Messenger of the Sacred Heart" (1861) juga membuat KD semakin menarik minat orang2 lain, termasuk Paus-yg lalu mempercayakan ujud bulanan (ujud umum) kepada kelompok KD. Pada tahun 1929, ujud misi juga ditambahkan oleh Paus.
Demikian KD menjadi kelompok doa milik Paus, karena selama lebih dari 100 tahun para Paus tidak hanya menyetujui keberadaan KD dalam Gereja Katolik, tetapi bahkan Beliau juga merekomendasikan dan mempromosikan KD sebagai "jalan kesucian" yang sederhana bagi semua kaum beriman. KD dipercayakan kepada Serikat Jesuit untuk lebih dikembangkan.

6. Apakah dengan demikian KD menjadi karya para Jesuit saja?
Tentu saja tidak. KD memang bermula dari gerakan di kalangan para skolastik Jesuit. Demikian juga pimpinan (Jendral) dari ordo Serikat Jesuit juga yang selalu ditunjuk menjadi Sekertaris Jendral KD. Akan tetapi KD merupakan milik Gereja. Artinya, menjadi karya kerasulan dari setiap anggota Gereja. Karena setiap anggota Gereja diharapkan turut mendukung dalam doa apa yang menjadi ujud-ujud Paus maupun para Uskup di wilayah gerejawinya masing-masing.

7. Telah dikatakan bahwa kita diajak turut mendoakan ujud-ujud dari Paus. Apa artinya?
Ada ujud bulanan dari Paus, yakni yang kita kenal sebagai ujud umum dan ujud misi. Paus mengajak seluruh Gereja mendoakan apa yang menjadi permohonannya. Mendoakan juga berarti ikut mengupayakan agar permohonan itu diwujudkan. Karena Tuhan berkenan mengabulkan setiap permohonan kita dengan melibatkan kita. Misalnya saja bersama Paus kita mohon agar "setiap orang memperoleh rezeki yang mencukupi." Ketulusan doa kita akan menggerakan hati kita untuk berbagi rezeki dengan siapa saja yang berkekurangan disekitar kita.

8. Maka doa mewujud dalam tindakan. Begitukah?
Benar. Kalau berdoa dimengerti sebagai sekedar mendoakan dengan mulut maka anggapan itu tidak tepat. Doa yang benar selalu mengarah pada tindakan yang nyata. Yang kita doakan tidak hanya berhenti di bibir. Mestinya ujud-ujud itu meresap kedalam hati kita karena kita renungkan. Dan kalau memang hati dengan tulus merenungkannya, hampir pasti Tuhan menggerakan kita untuk mewujudkan apa yang kita mohonkan itu.

9. Dengan demikian ada unsur kerasulan dan ada pula unsur doa?
Tepat. Disebut "kerasulan" karena ada unsur pengutusan dalam KD. Kita diutus untuk mengupayakan agar Kabar Baik disadari dan dialami oleh setiap makhluk. Lalu pengutusan ini selalu dikaitkan dengan "doa". Kenapa? Karena upaya untuk mencari dan melayani Tuhan dalam hidup sehari-hari menjadi cara bertindak dari KD. Maka dalam KD selalu ada dua unsur ini: yakni doa (prayer) dan pelayanan nyata (service). Kerasulan dalam arti sebenarnya selalu melibatkan kedua aspek yang tak terpisahkan ini.

10. Apa maksudnya bahwa doa dan karya merupakan dua hal yang tak bisa dipisahkan?
Setiap rasul-doa diharapkan bisa memadukan hidup-doa dengan tindakan-nyata. Perlu digaris bawahi bahwa hidup-doa dan kehidupan-nyata bukanlah dua realita yang dipisahkan. Doa memberi inspirasi (spirit, api, gairah) pada hidup yang dijalani, serentak hidup-nyata menjadi pijakan nyata doa-doa kita. Lain kata, ada relevansi antara keduanya. Dimengerti secara demikian, maka seorang rasul-doa diharapkan menjadi seorang kontemplatif dalam aksi. (cotemplative in actione).

------------Bersambung---------------
_________________

" fiat mihi secundum verbum tuum
be it done unto me according to Thy word
terjadilah padaku menurut perkataanMu "


Last edited by Philly on Thu, 10-08-2006 7:56 pm; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail Yahoo Messenger
Philly



Joined: 21 Nov 2005
Posts: 1373

PostPosted: Thu, 10-08-2006 8:42 pm    Post subject: Reply with quote

11. Apakah KD memiliki (semacam) organisasi?
Ada. Jendral Serikat Jesuit (Pater Peter-Hans Kolvenbach, SJ) adalah Direktur Jendral KD sedunia. Karena segala kesibukannya sebagai pimpinan tarekat terbesar dalam Gereja Katolik, beliau lantas menunjuk seorang delegatus, yakni Pater Aloys van Doren, SJ. Delegatuslah, sebagai Sekretaris Internasional yang langsung menangani KD di seluruh dunia.
Direktur Jendral juga mengangkat seorang Jesuit dalam wilayah tertentu (disebut provinsi SJ) sebagai Sekretaris Nasional, yang bertugas membantu para Uskup mengembangkan KD di keuskupannya masing-masing. Adalah tugas dan wewenang setiap Uskup untuk menunjuk seorang imam (bisa juga diakon) untuk menjadi Direktur Diosesan di keusupannya. Sayangnya di keuskupan-keuskupan Indonesia itu belum terjadi.
Yang bekerja sama dengan Sekretaris Nasional maupun Direktur Diosesan disebut promotor. Ini bisa dan boleh siapa saja. Tentu saja, yang bersangkutan diharapkan mengerti dan mencoba menghayati spritualitas KD sebagaimana tertuang dalam Anggaran Dasar (1968) maupun Piagam Kerasulan Doa (2003)

12. lantas bagaimana KD di Indonesia dikembangkan?
Ada majalah bulanan Utusan (Kanisius) yang turut menyebar luaskan KD dan mengembangkan spiritualitas awam. Juga setiap tahun diterbitkan buklet: KepadaMu Kupersembahkan (Kanisius). Beberapa promotor KD (meski tidak menyebut diri demikian) dengan rela mencetak leaflet ujud-ujud bulanan dari Paus dan menyebar luaskannya secara cuma-cuma. Leaflet semacam itu sangat berguna dan dipakai di banyak Gereja sebagai doa-bersama menjelang Ekaristi (Harian). Yang masih dirancang saat ini adalah retret (atau weekend) dan pelatihan dengan KD sebagai titik tolaknya.

13. Bagaimana saya bisa membantu ?
Mulai saja dengan mempraktekan apa yang ditawarkan oleh KD (lihat pertanyaan nomor 2). Apabila anda tetap merasa tergerak untuk menjadi promotor dengan ikut menyebar luaskan KD, anda bisa menghubungi alamat berikut :

Rm. A. Toto Subagjo, SJ
Jl Johar Baru VIA/6, Jakarta Pusat 10560
Telp. 021-420 9377, 420 1874
Fax. 021-4287 5347
email. atotosj@jesuit.net


-----Bersambung-----
_________________

" fiat mihi secundum verbum tuum
be it done unto me according to Thy word
terjadilah padaku menurut perkataanMu "


Last edited by Philly on Thu, 10-08-2006 8:43 pm; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail Yahoo Messenger
Philly



Joined: 21 Nov 2005
Posts: 1373

PostPosted: Fri, 11-08-2006 6:15 pm    Post subject: Reply with quote

Program Kerasulan Doa untuk Hidup Rohani
Untuk melaksanakan panggilan apostolis itu, KD menawarkan kepada umat beriman suatu program spiritualitas apostolis yang berpusat pada Kurban Ekaristi. Program tersebut terdiri dari lima butir berikut ini.

1. Kurban Misa dengan persembahan harian (=Persembahan Pagi)

Karena Kurban Ekaristi merupakan sumber dan puncak seluruh pewartaan Kabar Baik; dan karena segala daya untuk pekerjaan Gereja mengalir dari Kurban Ekaristi, maka dari itu spiritualitas kaum beriman mesti dibentuk olehnya. Kurban Ekaristi harus meresapi dan membina hidup mereka serta mendorong mereka untuk ambil bagian dalam perayaan misteri ini dan menghayatinya.

Oleh Karena itu, KD menekankan pentingnya persembahan harian. Melalui persembahan tersebut para anggota mempersembahkan dirinya kepada Allah melalui Kristus; segala doa, kerja, suka dan duka, demi kebutuhan-kebutuhan Gereja, bahkan demi keselamatan seluruh dunia.

Oleh Konsili Vatikan II hal tersebut diungkapkan demikian:
"Sebab mereka (kaum awam), yang erat-erat disatukanNya dengan hidup dan perutusanNya juga diikutsertakanNya daam tugas imamatNya untuk melaksanakan ibadah rohani, supaya Allah dimuliakan dan umat manusia diselamatkan. Oleh karena itu para awam sebagai orang yang menyerahkan diri kepada Kristus dan diurapi dengan Roh Kudus, secara ajaib dipanggil dan disiapkan, supaya semakin melimpah menghasilkan buah-buah Roh dalam diri mereka. Sebab sema karya, doa-doa dan usaha kerasulan mereka, hidup mereka selaku suami istri dan dalam keluarga, jerih payah mereka sehari-hari, istirahat bagi jiwa dan badan mereka, bila dijalankan dalam Roh, bahkan beban-beban hidup, bila ditanggung dengan sabar, menjadi kurban rohani, yang dengan perantaraan Yesus Kristusberkenan kepada Allah (lihat 1Ptr 2:5). Korban dalam perayaan Ekaristi, bersama dengan persembahan Tubuh Tuhan, penuh khidmat dipersembahkan kepada Bapa. Demikianlah para awam pun sebagai penyembah Allah, yang dimana-mana hidup dengan suci, membaktikan dunia kepada Allah." (LG 34)

Persembahan rohani itu merupakan pelaksanaan imamat umum dan sekaligus pelaksanaan tugas kenabian umat beriman, sebab menuntut kesaksian melalui hidup, kasih, karya dan kegiatan apostolis. Dengan menghayati persembahan harian ini mereka menjadi saksi Kristus dihadapan manusia, dengan demikian memberi kesaksian tentang Sang Kebenaran. Kesaksian seluruh hidup yang memancar dari iman, harapan, dan kasih ini merupakan titik pangkal dan syarat untuk semua kerasulan, dan karenanya tak dapat digantikan oleh sesuatu yang lain.

Karena Tuhan telah menetapkan Kurban Ekaristi dalam bentuk perjamuan, maka para anggota KD, sesuai dengan petunjuk Konsili Vatikan II, mesti sering, bahkan sedapat mungkin setiap hari, mengikuti perayaan Ekaristi dengan menyambut Tubuh Kristus yang merupakan sakramen pengudusan, tanda persatuan dan ikatan cinta kasih.

------Bersambung-----
_________________

" fiat mihi secundum verbum tuum
be it done unto me according to Thy word
terjadilah padaku menurut perkataanMu "
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail Yahoo Messenger
Philly



Joined: 21 Nov 2005
Posts: 1373

PostPosted: Fri, 11-08-2006 7:20 pm    Post subject: Reply with quote

2. Devosi atau Spiritualitas Hati Kudus Yesus

Terdorong oleh cinta kasih, Kristus tidak hanya menyerahkan nyawaNya bagi kita (1Yoh 3:16), tetapi terlebih juga memasukan kita ke dalam misteri-misteri hidupNya; dan dengan demikian menjadikan kita bangsa terpilih dan imamat rajawi (1Ptr 2:9). Maka sudah sepantasnya kita pun menanggapi kasihNya itu dengan cinta kita. Karena Gereja mengajarkan kepada kita bahwakasih Kristus dinyatakan terutama melalui hatiNya, dan kita didorong untuk berdevosi kepada kasih yang dilambangkan oleh hati Kristus sebagai sumber keselamatan dan kerahiman, makaKD berusaha dengan sekuat-kuatnya supaya para anggota menjadikan diri akrab dengan praktek dan spiritualitas devosi kepada Hati Yesus. Mereka diharap menanggapi kasih Tuhan dengan membaktikan diri kepadaNya, melaksanakan serta mendukung bentuk-bentuk dari devosi yang sudah diakui oleh Gereja. Hendaknya mereka meneladan kasih Kristus terhadap saudara-saudariNya, serta membalas kasihNya, yang telah mencintai kita dengan hati manusiawi, dengan kasih yang telah dicurahkan Roh Kudus kedalam hati kita.

3. Devosi kepada Santa Perawan Maria

Dengan cinta-keputraan, para anggota KD berbakti kepada Santa Perawan Maria, Bunda Gereja; yang begitu erat dihubungkan dengan karya penebusan. Mereka meneladan dia, yang telah membaktikan diri dengan sepenuh hati sebagai hamba Tuhan kepada pribadi dan karya Putranya. Karena itu mereka mesti mempersembahkan diri kepada Allah melalui Maria, yang menjadi pengantara kita di hadapan Putranya. Setiap hari mereka hendaknya berdoa rosario, atau setidaknya satu-perpuluhan, dan dengan tulus mempercayakan pemeliharaan Gereja kepada hatinya yang penuh keibuan. Mereka hendaknya memberi penghormatan kepada Santa Perawan Maria dengan sepenuh hati, dan khususnya dalam liturgi, dengan mengingat selalu bahwa persatuan erat umat berimaan dengan Kristus sama sekali tidak terhambat oleh kehadiran BundaNya, tetapi malah dipelihara.

4. Kesepahaman dengan Gereja

Agar bisa melaksanakan tugasnya mengupayakan persatuan semua orang dengan Kristus dan persatuan mereka dengan sesama; serta menyempurnakan pembangunan Tubuh Kristus melalui Krban Ekaristi, para anggota hendaknya memupuk keinginan dalam diri mereka sendiri maupun sesama kaum beriman untuk memiliki kesepahaman dengan Gereja universal serta turut merasakan keprihatinannya. Untuk itu mereka membuat persembahan harian dengan ujud-ujud yang dianjurkan Bapa Suci untuk setiap bulan melalui KD, atau yang dalam keadaan mendesak Beliau minta agar didoakan oleh kaum beriman.

Dengan senang hati dalam persembahan itu mereka masukan juga keperluan-keperluan yang diminta oleh parra Uskup wilayah mereka sendiri supaya didoakan.

5. ketekunan dalam Doa

Para anggota menyadari bahwa sekarang manusia sudah memasuki era baru dan sedang digoncang oleh perubahan-perubahan mendalam dan cepat, serta oleh keadaan yang amat kurang seimbang. maka dari itu, dibutuhkan doa yang sungguh-sungguh dan tak kunjung henti agar dunia yang telah dibebaskan Kristus dengan salib dan kebangkitanNya, setelah kekuasaan si jahat dipatahkan, diperbaharui seturut rencana Allah sehingga mencapai kesempurnaannya.

Karena itu para anggota, dengan mentaati perintah Tuhan supaya "selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu" (Luk 18:1), akan sunguh-sungguh memperhatikan segala sesuatu yang berkaitan dengan perkembangan praktek doa-berdoa. Seturut teladan Gereja, yang dengan tak henti-hentinya menyantap roti kehidupan, baik dari meja Sabda maupun dari meja Ekaristi, mereka hendaknya khusyuk mendengarkan pembacaan Kitab Suci serta merenungkannya. Hendaknya mereka tekun memelihara cara berdoa-batin yang sehat maupun aneka cara berdoa lainnya, yang mereka pilih dengan bebas. Mereka hendaknya melakukan rekoleksi maupun retret, yang merupakan pelatihan yang amat baik dalam cara doa-berdoa serta cara bersatu dengan Allah dalam tindakan. Orang lain juga mereka dukung untuk melakukannya.

(Diambil dari Anggaran Dasar Kerasulan Doa, Bab II. Disahkan oleh Takhta suci pada tanggal 27 Maret 1968)

-----Bersambung-----
_________________

" fiat mihi secundum verbum tuum
be it done unto me according to Thy word
terjadilah padaku menurut perkataanMu "
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail Yahoo Messenger
Philly



Joined: 21 Nov 2005
Posts: 1373

PostPosted: Sat, 12-08-2006 9:21 am    Post subject: Reply with quote

Piagam Kerasulan Doa: Jalan-Kesucian bagi Umat Kristiani Milenium Ketiga

Berdoa tidak berarti melarikan diri dari kenyataan hidup dengan segala permasalahan-nya. Sebaliknya berdoa berarti memilih untuk menghadapi kenyataan tersebut- bukan dengan kekuatan kita sendiri, tetapi dengan kekuatan yang datang dari Atas, yakni kuasa kebenaran dan kasih yang semata-mata bersumber pada Tuhan. Berhadapan dengan kelicikan kuasa kejahatan, kaum beriman dapat mengandalkan Tuhan, yang pasti menghendaki apa yang baik. Mereka bisa berdoa kepadaNya dengan keberanian untuk menghadapi kehidupan, bahkan dengan kesulitan yang paling besar sekalipun, dengan rasa tanggung jawab pribadi tanpa menyerah pada fatalisme ataupun reaksi-reaksi impulsif belaka. (Yohanes Paulus II, 2 Januari 2002)

Diteguhkan oleh kata-kata Bapa Suci diatas, KD siap sedia mengemban dengan semangat baru pelayanan yang dipercayakan kepadanya untuk mendukung kaum Kristiani dalam menyatukan doa-doa dan kehidupan mereka dengan doa dan pengutusan Gereja universal, sebagaimana tertuang dalam ujud-ujud bulanan Bapa Suci.

Persembahan Harian

Agar doa dan kehidupan kita disatukan dengan doa dan pengutusan Gereja universal tersebut, KD menganjurkan agar hari baru selalu kita awali dengan mempersembahkan diri kita seutuhnya, baik suka-duka maupun sukses-gagal kita, bagi keselamatan dunia. Kita membuat persembahan diri ini dalam kesatuan dengan Yesus Kristus dan dibawah inspirasi Roh Kudus. Dengan persembahan ini kita bertekad hendak mengikuti teladan Yesus Kristus sendiri. Salah satu bentuk persembahan-harian yang bersifat triniter bisa dibuat seperti berikut:

Allah Bapa kami,
kepadaMu kupersembahkan hari ini.
Kuhunjukan semua doa, pikiran, perkataan,
tindakan maupun suka dukaku hari ini
dalam kesatuan dengan PuteraMu Yesus Kristus,
yang senantiasa mempersembahkan diriNya dalam
Ekaristi bagi keselamatan dunia.
Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi
Pembimbing dan Kekuatanku hari ini
sehingga aku siap sedia menjadi saksi kasihMu.
Bersama Santa Maria bunda Yesus dan Bunda Gereja,
secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci untuk bulan ini: ....


Cara hidup yang baru

Banyak pengalaman telah menunjukan bahwa persembahan-diri yang tampak bersahaja tersebut sungguh mengubah hidup orang secara luar biasa. Sesungguhnya akan mustahillah jika hari demi hari orang mempersembahkan ada dan tindakannya dalam kesatuan dengan Kristus bagi keselamatan dunia, lantas serentak ia akan bersikukuh dengan sikap dan pikiran yang hanyasedikit atau malah sama sekali tidak ada nilai keselamatannya. Apabila dilakukan dengan kesungguhan yang sepantasnya, persembahan-harian akan memurnikan hati kita, pikiran maupun cara pandang kita; sehingga juga memungkinkan kita untuk mencintai dan melayani Tuhan Allah dalam segala sesuatu. Orang pertama yang akan diubah oleh persembahan harian adalah diri orang itu sendiri.

Hidup kita menjadi sebuah proyek

Hidup kita tidak melulu terdiri dari alur waktu yang lewat begitu saja, pun bukan sebuah ujian yang wajib ditempuh. Lebih dari itu semua, hidup kita adalah sebuah proyek. Kita hidup untuk ambil bagian dalam pembangunan Kerajaan Allah melalui setiap tindakan positif kita. Persembahan-harian membantu kita dalam upaya pencarian untuk bisa menemukan, melayani, menyentuh, dan mengasihi Tuhan Allah dalam diri setiap orang, dalam segala sesuatu dan dalam segala situasi kehidupan kita.

KD dipanggil untuk "membuat setiap anggotanya menyadari nilai pengudusan maupun apostolik dari hidup harian mereka, yakni dilihat sebagai sebuah kerja sama dengan mahakarya Sang Pencipta dan Penebus, dan menggenapkan dalam diri mereka apa yang kurang dalam penderitaan Kristus (bdk. Kol 1:24)" (Yohanes Paulus II, 1985)

-----Bersambung-----
_________________

" fiat mihi secundum verbum tuum
be it done unto me according to Thy word
terjadilah padaku menurut perkataanMu "
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail Yahoo Messenger
Philly



Joined: 21 Nov 2005
Posts: 1373

PostPosted: Mon, 14-08-2006 6:51 pm    Post subject: Reply with quote

Doa kita memiliki dimensi universal

Kita bekerja sama dengan Kristus tidak hanya lewat tindakan kita. Kristus sendiri menyarankan agar kita meminta pada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja2 untuk tuaian itu (Mat 9:38). Dari awal-mulanya, KD memanggil kaum beriman untuk menghunjukan permohonan-permohonan bagi Gereja universal, dengan perhatian khusus terhadap kebutuhan-kebutuhan misi. Dengan cara tersebut KD menciptakan satu kesatuan doa yang luar biasa dari berjuta kaum beriman. Tidak ada yang lebih diharapkan lagi di masa mendatang kecuali kesatuan doa yang sedemikian itu.

Bapa Suci begitu mengakui dan menghargai kekuatan KD ini swehingga beliau sendiri berkenan ujud umum dan ujud misi setiap bulannya. KD menyambut ujud-ujud tersebut dengan penuh cinta, dan kemudianmenjadikannya sebagai doa-doa yang dipersembahkan setiap hari diseluruh muka bumi.

Melalui kuasa Roh Kudus yang bersemayam dalam hati kita

Paus Paulus VI dalam surat yang menyatakan persetujuan beliau atas anggaran dasar KD pasca Konsili Vatikan II, menekankan peran penting Roh Kudus, yang tinggal dalam Gereja dan dalam diri kaum beriman (bdk 1Kor 3:16, 6:19), yang berdoa dalam hati mereka dan bersaksi bahwa merekaadalah anak-anak angkat Allah (bdk. Gal 4:6, Rom 8:15-16, 26).

Sejak saat itu seruan kepada Roh Kudus menjadi bagian integral dari persembahan-harian berjuta orang. Adalah sebuah suka cita jikamenyadari bahwa transformasi yang terjadi melalui persembahan-harian dalam diri mereka adalah sungguh karya Roh Kudus sendiri.

Dengan hati yang menyerupai Hati Yesus Sendiri

"Jadikan hatiku seperti HatiMu" Doa yang sederhana ini mengungkapkan kerinduan mendalam yang Tuhan nyalakan dalam hati kita: agar mampu mengasihi Bapa dan sesama seperti Yesus sendiri telah mengasihi mereka.

Dengan kesadaran akan hal ini, kita mesti mendengarkan sabdaNya dan mengkontemplasikan segala tindak tandukNya, sebagaimana ditulis oleh Bapa Suci pada peringatan 150 tahun KD: "Semakin seseorang belajar membiarkan doa-pribadinya diterangi oleh Sabda Allah, semakin mendalam orang itu dijiwai oleh gerak batin Hati Kristus sendiri"

Kebaktian kepada Hati Yesus tidak memiliki tujuan lain kecuali membuat kita semakin menyerupai Dia, percaya penuh kepada Bapa sekaligus penuh perhatian terhadap sesama seperti Yesus sendiri. Keadaan jiwa semacam inilah yang hendak ditumbuh kembangkan oleh Roh Kudus dalam hati kita.

Diteguhkan dan dibentuk oleh Kristus melalui Ekaristi

Kesatuan dengan Kristus mesti diteguhkan dan dipelihara melalui hidup sakramental. "Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barang siapa tinggal didalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab diluar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." (Yoh 15:5)

Dalam Ekaristi, Kristus yang telah bangkitlah yang memberikan DiriNya sebagai makanan dan minuman untuk membuat kita bersatu denganNya; untuk memungkinkan kita menyingkapkanNya kepada dunia, seperti tertuang dalam kata2 Yohnes Paulus II kepada para direktur KD: "Kalian harus berusaha membentuk kaum Kristiani yang dibentuk oleh Ekaristi. Karena Ekaristi memberi mereka kekuatan untuk sepenuh hati merangkul segala segi kehidupan mereka bagi pelayanan kepada sesama seperti Tubuh Kristus yang dipecah-pecahkan dan DarahNya yang dicurahkan (bdk. Luk 22:19 dst)." (Yohanes Paullus II, 1985)

-----Bersambung-----
_________________

" fiat mihi secundum verbum tuum
be it done unto me according to Thy word
terjadilah padaku menurut perkataanMu "
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail Yahoo Messenger
Philly



Joined: 21 Nov 2005
Posts: 1373

PostPosted: Tue, 15-08-2006 6:27 am    Post subject: Reply with quote

Didamaikan dengan Dia dalam Sakramen Rekonsiliasi

Mengingat bagaimana Tahun Suci ditandai oleh bertambahnya minat kaum beriman terhadap saakramen rekonsiliasi, Bapa Suci mengundang seluruh Gereja untuk memberikan perhatian khusus pada karya pastoral ini. KD akan mengikuti undangan ini karena sakramen tersebut membantu kita untuk mengerti Kristus sebagai Pribadi yang melaluiNya Allah berkenan menunjukan kepada kita hatiNya yang penuh belas kasih dan berkenan sepenuhnya mendamaikan kita denganNya.

Mengikuti teladan Maria

Seperti Maria yang mempersembahkan diri seutuhnya dan murah hati terhadap pribadi dan karya Sang Putera, maka melalui persembahan harian kita pun dengan rela membuat diri tersedia bagiNya demi kedatangan kerajaanNya.

Akhirnya secara singkat bisa dikatakan bahwa
Kerasulan Doa
+ menawarkan jalan pengudusan
+ melalui persembahan harian
+ yang mengubah hidup kita
+ dan menyatukan kita dengan kesatuan doa kaum beriman diseluruh muka bumi
+ melalui kekuatan Roh Kudus yang tinggal dalam hati kita
+ dan yang memiliki kerinduan untuk memiliki hati seperti Hati Kristus,
+ sedemikian rupa sehingga karena diteguhkan dan dibentuk oleh Ekaristi
+ dan didamaikan olehNya melalui Sakramen Rekonsiliasi,
+ kita menjadi mampu mempersembahkkan diri kita seutuhnya dan sepenuh hati kepadaNya dan kepada GerejaNya dengan teladan Maria, demi kedatangan kerajaanNya.


Roma, 8 Juni 2003
Pada Hari Raya Pantekosta

Peter-Hans Kolvenbach, SJ
Direktur Jendral Kerasulan Doa.

-----Bersambung-----
_________________

" fiat mihi secundum verbum tuum
be it done unto me according to Thy word
terjadilah padaku menurut perkataanMu "
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail Yahoo Messenger
Philly



Joined: 21 Nov 2005
Posts: 1373

PostPosted: Wed, 16-08-2006 6:19 pm    Post subject: Reply with quote

Persembahan Harian

Aktivitas harian kadang membuat kita terburu-buru sejak bangun pagi. Maka pesembahan harian adalah doa yang sangat baik untuk mengawali hari. Kenapa? Bentuknya ringkas. Juga, ia merangkum seluruh hidup kita hari itu agar dimulai dari Tuhan, berlangsung bersama Tuhan dan berakhir di dalam Tuhan.

Cobalah cara berikut:
1. Jadilah relaks dan tenang. Hening.
2. Sepintas coba bayangkan bagaimana kira-kira hari itu akan anda lewati.
3. Lalu, doakan dengan sepenuh hati doa persembahan harian.
4. Seperti biasa, sertakan intensi dari bulan yang bersangkutan. Juga, intensi khusus anda untuk hari itu.
5. Akhiri dengan Bapa Kami dan Salam Maria.

Jika anda memiliki kebiasaan merayakan Ekaristi harian, persembahan harian bisa menjadi bagian di dalamnya. Di banyak tempat ada kebiasaan doa persembahan harian ini di doakan bersama-sama sebelum Ekaristi atau justru pada persiapan persembahan. Bila di Gereja/kapel atau komunitas/kelompok anda belum ada kebiasaan baik tersebut, apa salahnya jika dicoba.

Ajarlah aku berdoa

Ajarlah aku berdoa, ya Tuhanku
Engkau melihat segala sesuatu
Engkau mendengar segala sesuatu
Engkau mengerti segala sesuatu
Engkau mengalami segala sesuatu
Dalam diriku, dan bersama denganku.
Karena Engkaulah Sahabatku ysng terkasih
Tiada yang tersembunyi dariMu
CintaMu kepadaku adalah terang
Dan dalam terang ini
Engkau melihat segala sesuatu

(Beata Beatrice dari Nazareth)

_________________

" fiat mihi secundum verbum tuum
be it done unto me according to Thy word
terjadilah padaku menurut perkataanMu "
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail Yahoo Messenger
Philly



Joined: 21 Nov 2005
Posts: 1373

PostPosted: Wed, 16-08-2006 6:32 pm    Post subject: Reply with quote

Merenungkan Sabda

1. Pilih Salah satu perikop Kitab Suci dari kalender Liturgi hari yang bersangkutan. sangat dianjurkan untuk mengambil bacaan dari Injil (Matius, Markus, Lukas atau Yohanes)
2. Cobalahmembangun sikap dn suasana hening. Bisa dipakai gladi hening.
3. Anda bisa membuka renungan dengan doa singkat, misalnya dengan doa berikut:

Tuhan, dalam merenungkan SabdaMu ini anugrahkanlah epadaku rahmat pengertian mendalam mengenai DiriMu, agar aku lebih dalam mencintaiMu dan lebih dekat mengikutiMu. Amin

4. bacalah perikop tersebut tanpa terburu-buru. Bisa diulang beberapa kali.
5. Perhatikan gerak-geerik batin anda manakala ada kata atau kalimat dari perikop tersebut yang menyapa anda.
6.Kenali bagian dari sisi hidup anda yang disapa (ditantang, dihibur, diteguhkan, ditegur, dsb).
7. Rasakan dan timbang-timbang dalam hati pengalaman disapa tersebut.
8. Ungkapkan dalam dialog batin dengan Tuhan apa yang sedang anda rasakan dan pikirkan atas sapaan tersebut. Suasana dialog ini bisa terjadi seperti halnya percakapan antara dua orang bersahabat antara murid-guru, atau antara orang tua dengan anak, dsb.
9. Tutup dengan Bapa Kami, Salam Maria atau Kemuliaan.

All plants are our brother and sister. They talk to us and if we listen, we can hear them.
(Arapaho proverb)

_________________

" fiat mihi secundum verbum tuum
be it done unto me according to Thy word
terjadilah padaku menurut perkataanMu "
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail Yahoo Messenger
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Ruang Doa/ Prayer Request All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Next
Page 1 of 3

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17