FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Feng Shui    
Goto page: Previous Next

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera
View previous topic :: View next topic  
Author Message
Athanasios
Penghuni Ekaristi


Joined: 12 Feb 2004
Posts: 4081

PostPosted: Mon, 02-04-2007 9:36 am    Post subject: Reply with quote

Baca lanjutannya, "dan dipengaruhi oleh kebodohan takhyul orang-orang dulu yang tidak mengenal Allah."
_________________
Sancta et catholica Ecclesia, quae est corpus Christi mysticum
- Konsili Oikumenis Vatikan II Orientalum Ecclesiorum art.2
Back to top
View user's profile Send private message
pinginkaya



Joined: 01 Apr 2007
Posts: 266

PostPosted: Sat, 07-04-2007 11:35 am    Post subject: Reply with quote

Terlepas dari semua masalah diatas
Ada pertanyaan saya tentang mata kuliah
di Universitas Katolik Parahyangan ( UNPAR )
yaitu [FENGSHUI DALAM ARSITEKTUR oleh Ir.Herman Wilianto,MSP.,Ph.D.]
di Matakuliah Pilihan Program Magister Arsitektur Unpar
http://www.unpar.ac.id/pps/magister_ars ..pilihanMagArs.asp
Adakah member di-sini yang kuliah di UNPAR dan mengikuti matakuliah Pilihan "FENGSHUI DALAM ARSITEKTUR " berhubung untuk kita ketahui.....pelajaran Fengshui arsitektur yang bagaimana sehingga di-akui Universitas Katolik Parahyangan ini.
_________________
Beloved True Source ...pls let Your Love & Light strengthened our inner hearts so they have the power to control our selves... let our inner hearts be the director of our lives completely
Back to top
View user's profile Send private message
Athanasios
Penghuni Ekaristi


Joined: 12 Feb 2004
Posts: 4081

PostPosted: Sat, 07-04-2007 12:22 pm    Post subject: Reply with quote

Mendingan tanya ke sana.

Emangnya kenapa kalau sekedar dipelajari? Jangankan feng shui mau belajar tentang Karl Marx, Sigmund Freud dan lain-lain saja boleh kok.
_________________
Sancta et catholica Ecclesia, quae est corpus Christi mysticum
- Konsili Oikumenis Vatikan II Orientalum Ecclesiorum art.2
Back to top
View user's profile Send private message
nalar



Joined: 11 Jul 2007
Posts: 5

PostPosted: Wed, 11-07-2007 6:43 am    Post subject: Reply with quote

Ada pertanyaan saya tentang mata kuliahdi Universitas Katolik Parahyangan ( UNPAR ) yaitu [FENGSHUI DALAM ARSITEKTUR oleh Ir.Herman Wilianto,MSP.,Ph.D.] di Matakuliah Pilihan Program Magister Arsitektur Unpar

http://www.unpar.ac.id/pps/magister_ars ..pilihanMagArs.asp

Adakah member di-sini yang kuliah di UNPAR dan mengikuti matakuliah Pilihan "FENGSHUI DALAM ARSITEKTUR " berhubung untuk kita ketahui.....pelajaran Fengshui arsitektur yang bagaimana sehingga di-akui Universitas Katolik Parahyangan ini.[/quote]
======================
Kalau diamati sikon di program & mata kuliah tersebut sangat parah, demikian juga cara reklame dosen-dosennya yg melakukan 'pembenaran diri' bukan mencari Kebenaran dalam Keilmuan & Keimanan. Bahwa hal itu tejadi dilingkungan Universitas Katolik tentu karena ke-pasif-an mereka yg mengaku beragama Katolik tapi enggan atau tidak mampu menyebarkan prinsip & pandangan Iman Katolik dalam sains & akademik apalagi dalam media cetak. Nampaknya umat Katolik perlu belajar Kepemimpinan di kalangan masyarakat plural. Kalau garam hambar dengan apa lagi cara menggarami?
Back to top
View user's profile Send private message
LovingStAnthony



Joined: 27 Nov 2006
Posts: 1530
Location: Jakarta

PostPosted: Wed, 11-07-2007 11:43 am    Post subject: Reply with quote

nalar wrote:
Ada pertanyaan saya tentang mata kuliahdi Universitas Katolik Parahyangan ( UNPAR ) yaitu [FENGSHUI DALAM ARSITEKTUR oleh Ir.Herman Wilianto,MSP.,Ph.D.] di Matakuliah Pilihan Program Magister Arsitektur Unpar

http://www.unpar.ac.id/pps/magister_ars ..pilihanMagArs.asp

Adakah member di-sini yang kuliah di UNPAR dan mengikuti matakuliah Pilihan "FENGSHUI DALAM ARSITEKTUR " berhubung untuk kita ketahui.....pelajaran Fengshui arsitektur yang bagaimana sehingga di-akui Universitas Katolik Parahyangan ini.
======================
Kalau diamati sikon di program & mata kuliah tersebut sangat parah, demikian juga cara reklame dosen-dosennya yg melakukan 'pembenaran diri' bukan mencari Kebenaran dalam Keilmuan & Keimanan. Bahwa hal itu tejadi dilingkungan Universitas Katolik tentu karena ke-pasif-an mereka yg mengaku beragama Katolik tapi enggan atau tidak mampu menyebarkan prinsip & pandangan Iman Katolik dalam sains & akademik apalagi dalam media cetak. Nampaknya umat Katolik perlu belajar Kepemimpinan di kalangan masyarakat plural. Kalau garam hambar dengan apa lagi cara menggarami?

Halo, salam kenal Nalar...

Pertama, saya tidak tahu apa yg dimaksud dan diajarkan dalam mata kuliah tersebut. Tapi, saya mau menekankan beberapa poin:
1. Saya sepakat dgn Modie Athan, dalam suatu kampus, berbagai pemikiran memang patut diperkenalkan. Sama seperti pemikiran Karl Marx diajarkan di fakultas-fakultas filsafat dan Sigmund Freud diajarkan di fakultas-fakultas psikologi. Dunia perguruan tinggi justru dimanfaatkan sebagai tempat penggodokan calon sarjana yang tidak "buta" atas semua arus pemikiran dan ilmu -- sesuai bidang masing2 -- termasuk pemikiran dan ilmu2 yg "menyimpang", masih teori, bahkan menghujat.

2. Tuntutan Nalar agar perguruan tinggi Katolik "mampu menyebarkan prinsip & pandangan Iman Katolik dalam sains & akademik", memang perlu dan sangat penting, walaupun seharusnya tidak mengorbankan prinsip-prinsip objektivitas dalam ilmu itu sendiri. Justru saya merasa "semangat belajar yg tinggi" adalah bagian dari iman Katolik. Sama seperti St. Thomas Aquinas membaca habis tulisan si "semi ateis" Aristoteles dan juga St. Agustinus yg dipengaruhi oleh pemikiran si "idealis penyembah dewa2" Plato, kita pun perlu mempunyai semangat yang sama.

3. Apakah mata kuliah "Fengshui dalam Arsitektur" tidak bertentangan dengan iman Katolik? Sekali lagi, saya tidak tahu. Fengshui memang bertentangan dengan iman Katolik. Tapi apakah mata kuliah seperti itu harus dilarang dari suatu perguruan tinggi Katolik (jurusan arsitektur)? Saya pikir masalahnya agak berbeda. Mata kuliah tersebut -- sama seperti mata kuliah lain -- mengajarkan hal2 tertentu, sama seperti jurusan filsafat mengajarkan pemikiran Karl Marx dan jurusan psikologi mengajarkan pemikiran Freud. Keduanya ateis dan teorinya -- terutama Marx -- kini dipandang banyak kekeliruannya. Tetapi mereka berdua toh tetap diajarkan. Dan setahu saya, dalam mata kuliah Sejarah Filsafat Cina, para mahasiswa diajarkan juga pemikiran Kong Fu Tze, Lao Tzu, dlsb, termasuk pemikiran2 mereka yg sdh barang tentu tidak sejalan dengan iman Katolik (dan para mahasiswa filsafat juga diajari Sejarah Filsafat Islam! Coba datang ke sekolah2 filsafat en teologi untuk calon romo, mereka diajari 2 mata kuliah tersebut. No problem kan???)

4. IMHO, mata kuliah "Fengshui dalam Arsitektur" barangkali -- ini cuma barangkali -- bersifat praktis: mengajarkan para mahasiswa calon arsitek mengenali calon pasar/konsumen mereka. Nyatanya, banyak rekan-rekan kita yang Tiong Hoa (mudah2an bukan Katolik) yg percaya dengan fengshui. Bagaimana jika salah satu di antara org ini menjadi calon konsumen si arsitek di kemudian hari? Kan mereka perlu tahu juga logika/cara berpikir org2 yg percaya fengshui. Jadi, ini gabungan antara "ekonomis" dan "praktis-arstekturis": menyediakan bekal ilmu bagi para calon arsitek yang barangkali -- or kemungkinan besar -- menghadapi calon konsumen yang percaya dengan fengshui (tentu Anda akan bilang: seharusnya kita mengajari calon konsumen utk tdk percaya fengshui. Jawaban saya: Iya, kalau calon konsumennya Katolik. Kalau tidak? Kan si calon arsitek harus menghormati kepercayaan si calon konsumen tsb).

Begitu kali...
_________________
Belonging to the Church, the Mystical Body of Christ, however implicitly and indeed mysteriously, is an essential condition for salvation.

Paus Yohanes Paulus II (“All Salvation Comes through Christ”, May 31, 1995)


Last edited by LovingStAnthony on Wed, 11-07-2007 11:45 am; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message
nalar



Joined: 11 Jul 2007
Posts: 5

PostPosted: Thu, 12-07-2007 5:08 am    Post subject: Reply with quote

QUOTE
"agar perguruan tinggi Katolik "mampu menyebarkan prinsip & pandangan Iman Katolik dalam sains & akademik", memang perlu dan sangat penting, walaupun seharusnya tidak mengorbankan prinsip-prinsip objektivitas dalam ilmu itu sendiri. Justru saya merasa "semangat belajar yg tinggi" adalah bagian dari iman Katolik. Sama seperti St. Thomas Aquinas membaca habis tulisan si "semi ateis" Aristoteles dan juga St. Agustinus yg dipengaruhi oleh pemikiran si "idealis penyembah dewa2" Plato, kita pun perlu mempunyai semangat yang sama.
3. Apakah mata kuliah "Fengshui dalam Arsitektur" tidak bertentangan dengan iman Katolik? "
--------

Warga Perguruan tinggi & umat Katolik perlu melihat konteks secara luas, termasuk konteks pengajar dan mereka yg belajar.

Galileo berani karena punya dasar pengamatan sains yg kuat. berdasar fakta. Anak (diluar nikah) Galileo menjadi penyemangat bapaknya, sekalipun ratusan pemuka Katolik tidak berani - karna mungkin tak tahu/kurang mampu memahami sains . Paus waktu jaman itupun kabarnya ada yg mendukung Galileo tapi bersikap kurang tegas, kalah suara terhadap pastor2 lain yg tak mampu memahami sains relasi bumi & matahari.

Ada dosen di Univ Katolik yg mengajar Feng Shui, reklame photo diri dengan - lingkaran kesucian dikepala-nya, praktek bersama anakputrinya yg jadi dukun Tarot. Dosen paranormal ternyata lebih gesit daripada dosen normal yg beragama Katolik, sampai-sampai Topik New Age & FS ( menurut Vatican termasuk chinese ancient occult) bisa jadi 'orasi ilmiah' di Fakultas Teknik Universitas Katolik.

Di Cina daratan sana FSpun sudah ditolak dikalangan perguruan tinggi karena 'backward', sekalipun pemerintah menganjurkan. Di Hongkong para dukun FS sibuk selingkuh dengan klien-nya ( nampaknya juga di Indonesia)

Ramalan FS laku dikalangan para ber-uang atau yg ingin jadi ber-uang, karna ketidak mampuan memilah. Ada unsur sains dalam FS sekalipun sedikit, unsur tahyulnya jauh lebih banyak. Apakah sebaiknya Universitas mengajarkan tahyul?
Back to top
View user's profile Send private message
LovingStAnthony



Joined: 27 Nov 2006
Posts: 1530
Location: Jakarta

PostPosted: Thu, 12-07-2007 7:31 am    Post subject: Reply with quote

nalar wrote:
Warga Perguruan tinggi & umat Katolik perlu melihat konteks secara luas, termasuk konteks pengajar dan mereka yg belajar.

Setuju Wink

nalar wrote:
Galileo berani karena punya dasar pengamatan sains yg kuat. berdasar fakta. Anak (diluar nikah) Galileo menjadi penyemangat bapaknya, sekalipun ratusan pemuka Katolik tidak berani - karna mungkin tak tahu/kurang mampu memahami sains . Paus waktu jaman itupun kabarnya ada yg mendukung Galileo tapi bersikap kurang tegas, kalah suara terhadap pastor2 lain yg tak mampu memahami sains relasi bumi & matahari.

Jujur, saya kurang paham masalah Galileo. Saya gak punya background yg cukup kuat utk bercerita tentang kisah Galileo. Tapi, dari kutipan Anda -- yg saya beri warna merah -- saya merasa "sedikit kejanggalan", karena setahu saya -- ini setahu saya, karena seperti saya bilang tadi: saya gak punya background utk kisah ini -- Paus waktu zaman Galileo itu hanya satu orang. Tapi kalimat Anda memberi kesan "ada Paus lain". Ini cuma sepengetahuan saya. Saya belum tentu benar di sini.

nalar wrote:
Ada dosen di Univ Katolik yg mengajar Feng Shui, reklame photo diri dengan - lingkaran kesucian dikepala-nya, praktek bersama anakputrinya yg jadi dukun Tarot. Dosen paranormal ternyata lebih gesit daripada dosen normal yg beragama Katolik, sampai-sampai Topik New Age & FS ( menurut Vatican termasuk chinese ancient occult) bisa jadi 'orasi ilmiah' di Fakultas Teknik Universitas Katolik.

Ada beberapa poin:
1. Kalau kasusnya memang benar begitu (kalimat berwarna merah), dosennya memang harus "diperiksa" Laughing Laughing Laughing

2. Mengenai kalimat yg berwarna biru, MEMANG SANGAT ANEH kalau ada orasi ilmiah di Fakultas Teknik -- tidak perlu berlabel "Katolik" -- yang mengangkat topik HANYA tentang New Age dan Feng Shui (buat apa?). Kalau orasi ilmiahnya berjudul "Pemahaman Feng Shui dari Masyarakat Tiong Hoa di Perkotaan dan Dampaknya atas Arsitektur Rumah Tinggal dan Perkantoran". Mungkin kalau judulnya begitu, masih agak nyambung. Dosen yang membawakan orasi tersebut dapat TETAP MENJADI KATOLIK DAN 100% TIDAK PERCAYA FENG SHUI. Isi orasinya hanya mengeksplorasi kepercayaan masyarakat Tiong Hoa di perkotaan thdp Fengshui dan dampaknya atas "permintaan" yg semakin meningkat atas konstruksi dan desain rumah/kantor yg pro-fengshui.

Contoh lain: Di dalam fakultas filsafat -- atau bahkan teologi -- seorang doktor atau guru besar yang memang mendalami pemikiran timur dan gejala2 kepercayaan masyarakat tertentu yang mempercayai Feng Shui, orasi ilmiah seperti itu mungkin jauh lebih masuk akal. As far I know, Feng Shui lahir dari suatu sistem filsafat tertentu. Sama seperti orang Katolik boleh mempelajari sistem filsafat yang melahirkan filsuf2 Islam dan pemikiran2 Islam, filsuf2 India dan pemikiran2nya, dan filsuf2 Barat dan pemikiran2nya, tentunya org Katolik pun boleh mempelajari sistem filsafat yg melahirkan filsuf2 Cina (Saya tidak tahu Feng Shui lebih dipengaruhi oleh filsafat Kong Fu Tze or Lao Tze). Dan tidak tertutup kemungkinan, seorang Katolik dapat menjadi ahli dalam bidang "filsafat Feng Shui" misalnya, walaupun tentunya DIA JUGA HARUS TAHU BAHWA FENGSHUI TIDAK SESUAI DENGAN AJARAN IMAN KATOLIK (Ini sama dengan alm. Pastor JWM Bakker SJ yg ahli filsafat Islam tanpa harus mempercayai iman Islam atau memeluk Islam).

IMHO, harus dicek lagi kebenarannya. Kalau memang benar, teguran idealnya lebih bersifat "ilmiah-akademis". Orasi yg salah tempat sudah dapat dianggap "pelanggaran" dalam bidang disiplin ilmu tertentu.

3. Sekali lagi, supaya postingan2 selanjutnya tidak terasa "menghakimi" institusi tertentu, mungkin harus ada cek dan recek. Kalau semuanya benar, tentu ada jalur penanganannya yg lebih sesuai dengan tradisi keilmuan di mana saja Wink

nalar wrote:
Di Cina daratan sana FSpun sudah ditolak dikalangan perguruan tinggi karena 'backward', sekalipun pemerintah menganjurkan. Di Hongkong para dukun FS sibuk selingkuh dengan klien-nya (nampaknya juga di Indonesia)

Saya tidak tahu tentang keadaan FS di Cina daratan. Tapi kita tidak cukup melawan FS hanya dengan menunjukkan bahwa para dukun FS banyak yg selingkuh dengan kliennya. FENG SHUI TIDAK SESUAI IMAN KATOLIK BAHKAN SEANDAINYA PARA DUKUNNYA JAUH LEBIH SUCI DAN ALIM KETIMBANG IMAM2 KATOLIK Laughing

nalar wrote:
Ramalan FS laku dikalangan para ber-uang atau yg ingin jadi ber-uang, karna ketidak mampuan memilah. Ada unsur sains dalam FS sekalipun sedikit, unsur tahyulnya jauh lebih banyak. Apakah sebaiknya Universitas mengajarkan tahyul?

Kalimat biru: Tidak. Tapi mempelajari sistem yg melahirkan takhayul sah-sah saja, apalagi jika sistem tersebut menjadi bagian dari budaya manusia. Dan ilmu yg tepat mempelajari tersebut, IMHO, ilmu2 antropologi, ilmu filsafat, dan ilmu2 humaniora/budaya lainnya. Percaya terhadap takhayul -- seperti tampak dalam masyarakat2 kuno dapat dianggap sebagai salah satu bentuk sistem kepercayaan (mis. sistem kepercayaan Marapu di Sumba. Para pastor Katolik yg mau jadi misiolog di sana justru harus tahu apa itu sistem tsb. Marapu adalah kepercayaan animisme/dinamisme masyarakat asli di sana. Para pastor tsb malah harus tahu agar mereka dapat meng-Injil-i org 2 di sana secara efektif).

Mengenai kasus di UNPAR, memang harus diselidiki lebih jauh. Kalau seperti yg Anda bilang di atas, memang agak "mencurigakan". Lagipula, fenomena Feng Shui jauh lebih "ngepop" dan "berbau uang -- material-oriented". Jadi, barangkali harus dibedakan antara (1) filsafat yg memang awalnya melahirkan Feng Shui dan (2) kepercayaan populer terhadap Feng Shui masa kini di masyarakat perkotaan. Saya tidak tahu apakah Fakultas Teknik jur Arsitektut UNPAR hanya sekadar mengambil sikap strategis melihat peluang bagi para calon arsiteknya atau apa. Dan kayaknya, "Feng Shui dalam Arsitektur" lebih mendasarkan diri pada kebutuhan untuk menghadapi dampak kepercayaan populer thdp FS (nomor 2) terhadap perencanaan desain rumah/kantor (ini jelas bussiness-oriented). Apakah perlu mata kuliah itu di situ? Saya tidak tahu. Asli deh Laughing

NB: semua pendapat di atas adalah pendapat saya pribadi, bukan pendapat resmi magisterium Gereja Katolik. As far I know -- korek mi if aim rong -- UNPAR adalah punya Keuskupan Bandung (Question). Kalau mau solusi yg lebih "Katolik" langsung laporkan ke pihak keuskupan tersebut, terutama pihak yg memoderatori UNPAR.
_________________
Belonging to the Church, the Mystical Body of Christ, however implicitly and indeed mysteriously, is an essential condition for salvation.

Paus Yohanes Paulus II (“All Salvation Comes through Christ”, May 31, 1995)
Back to top
View user's profile Send private message
Yolie



Joined: 10 Mar 2007
Posts: 1523

PostPosted: Mon, 16-07-2007 4:19 pm    Post subject: Reply with quote

Feng Sui tidak sejalan dengan Iman Katholik. Kenapa? karena dasar/awal Feng Sui itu......... berakar.

Feng Sui sekarang trend? Itu cuma omong kosong. Dari dulu sudah kok. Cuma sekarang di publikasikan. Itu saja bedanya.

Tidak guna belajar Feng Sui jika mau jadi Arsitek. Kecuali yang mau gombal dan silahkan nanti lihat buahnya.

3 tahun aku tinggalkan rumahku, waktu aku kembali pintu - tangga berpindah karena Feng Sui. Gila......... supaya rejeki ga keluar...... ya wong udah keluar buat bayar orang itu...... dan rubah ruangan...... dan rejekinya tiap kali naik tangga kepalaku benjol, mau buka pintu kakiku kepentok.

Aku sempat adu mulut dengan papieku masalah Feng Sui ini. The point is hidup seperti yang diajarkan GK. Niscaya rejeki tidak akan habis.

Mata kuliah Unpar, mungkin ini ada hubungannya HANYA masalah persaingan bisnis antar PT. Tentu Keuskupan tahu, tapi kalau memang menjadi menyimpang, BUKAN mata kuliahnya dihilangkan TAPI DOSENNYA yang dipecat.

Sependapat dengan LSA, masalah FS ini perlu kita pelajari dan ketahui bukan untuk percaya, tapi untuk melihat kebenaran apa sih yang ditawarkan? Kita belajar bukan hanya dari kebenaran2 saja, tapi justru dari keanehan2 yang ada sehingga kita dapat bersyukur karena kita bisa membedakan yang benar/salah.

DASAR PEMIKIRAN FENG SUI YANG TIDAK SESUAI DENGAN GK, JADI JANGANLAH DIPAKAI MENJADI DASAR PEMIKIRAN, CUKUP UNTUK PENGETAHUAN SAJA.
Back to top
View user's profile Send private message
LovingStAnthony



Joined: 27 Nov 2006
Posts: 1530
Location: Jakarta

PostPosted: Tue, 17-07-2007 7:50 am    Post subject: Reply with quote

Terima kasih Bu Yolie atas ikut urun rembugnya Wink

Yolie wrote:
Mata kuliah Unpar, mungkin ini ada hubungannya HANYA masalah persaingan bisnis antar PT. Tentu Keuskupan tahu, tapi kalau memang menjadi menyimpang, BUKAN mata kuliahnya dihilangkan TAPI DOSENNYA yang dipecat.

Setuju. Bahkan jika mata kuliahnya yg menyimpang, justru mata kuliahnya yang dihapus. Saya pikir, mata kuliah perlu diperhitungkan tempatnya di dalam konteks ilmu/jurusan yg bersangkutan. Dan memang ada kecenderungan, mata kuliah2 tertentu dimunculkan utk "mengantisipasi pasar". Saya tidak tahu apakah logika ini bisa dibenarkan. Jelas, org2 di jurusan/bidang ilmu tersebut yg seharusnya tahu. Jika ada yang menyimpang dari tradisi keilmuan dlm jurusan/bidang tsb, harusnya ada org yg tahu.

Saya percaya Fakultas Teknik jurusan Arsitektur di Universitas Udayana, Bali, pun pasti ada mata kuliah yang temanya kira2: "Hinduisme dalam Arsitektur". Jika memang ada -- saya yakin ada -- mata kuliah tsb pasti bertujuan "mengantisipasi pasar" dlsb (Saya pernah dengar, membangun rumah di Bali tidak boleh sembarangan, tetapi ada "rumus Hindu"-nya: letak dapur, etc, etc). Apakah mahasiswa Katolik yang kuliah di situ boleh mengambil mata kuliah tsb? Kalau mata kuliahnya tidak wajib, jawabannya terserah (tapi kalau dia mau jadi arsitek di Bali, saya justru menganjurkan dia harus mengambilnya -- bodoh kalau dia jadi arsitek di Bali tapi tidak tahu bagaimana filosofi orang Hindu dlm membangun rumah). Apalagi kalau mata kuliah tsb memang bersifat wajib.

Yolie wrote:
Sependapat dengan LSA, masalah FS ini perlu kita pelajari dan ketahui bukan untuk percaya, tapi untuk melihat kebenaran apa sih yang ditawarkan? Kita belajar bukan hanya dari kebenaran2 saja, tapi justru dari keanehan2 yang ada sehingga kita dapat bersyukur karena kita bisa membedakan yang benar/salah.

Iya Bu. Mungkin lebih tepat: bukan mempelajari kebenarannya, tetapi mempelajari apa yang mendasarinya dan bagaimana pengaruhnya dalam bidang2 lain dalam kehidupan orang yang mempercayainya (ini supaya kita dapat mengambil sikap yang tepat -- atau malah keuntungan? -- dari orang yang mempercayainya).

Barangkali, mata kuliah di Unpar tsb memang dimaksudkan itu: mempelajari dasar2 FS dan pengaruhnya terhadap desain rumah/bangunan. Ya, memang bersifat bussiness-oriented (baca: "mengantisipasi pasar"). Kalau memang calon konsumennya banyak yang menuntut rumah/kantor yang didasarkan pada FS, arsitek kan tinggal nurut saja.

Apakah tidak bertentangan dengan iman si arsitek Katolik? Well, banyak arsitek Katolik yg diminta membantu mendesain mesjid, kan gak perlu si arsitek Katolik tsb harus jadi Islam atau percaya dengan ajaran Islam. Ini mungkin hanya bisnis semata. Namun, saya percaya, logika "bussiness-oriented" ini jangan terlalu dilebih-lebihkan. Tidak semuanya dapat dikalahkan demi kepentingan bisnis or uang.

Mungkin sekali waktu, si arsitek Katolik perlu menawarkan konsep bangunan "pro-sehat" ketimbang "pro-Feng Shui". Misalnya dgn bilang: "Koh, kenapa desainnya gak begini aja. Ini jauh lebih sehat..." Jadi, si calon konsumen diarahkan pada penerimaan desain rumah/kantor yg lebih memperhatikan kesehatan dan keselamatan para penghuninya, ketimbang "logika Feng Shui". Namun, kalau si calon memaksa, ya terserah arsiteknya... (kan si arsitek yg disewa bikin desain, bukan saya... Laughing)
_________________
Belonging to the Church, the Mystical Body of Christ, however implicitly and indeed mysteriously, is an essential condition for salvation.

Paus Yohanes Paulus II (“All Salvation Comes through Christ”, May 31, 1995)
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Previous Next
Page 4 of 7

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17