FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Patahnya Teologi Rapture    
Goto page: Next

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka
View previous topic :: View next topic  
Author Message
jon_sansiro



Joined: 06 Jul 2006
Posts: 876
Location: Dark Side of The Moon

PostPosted: Tue, 28-11-2006 4:33 pm    Post subject: Patahnya Teologi Rapture Reply with quote

Sebelumnya saya ucapkan terimakasih untuk Mod. DV karena menunjukkan link tentang Teologi Rapture. Berhubung topik yang ditunjukkan sangat menarik, maka saya akan mem-posting ulang topik tersebut (tentunya dengan gaya bahasa yang sudah diedit agar bisa dibaca secara sinkron). Ketawa


“RAPTURE”
oleh: John Martignoni

Saat ini saya akan berbicara mengenai Rapture, Rapture dan Kitab Suci. Saya akan berbicara apa itu rapture menurut Teologi Eskatalogi (akhir zaman) umat Protestant. Karena versi Rapture dari Protestant tidak sesuai dengan iman Katolik. Meskipun Umat Katolik boleh percaya akan adanya suatu rapture, namun bukan seperti yang dimengerti oleh (beberapa) umat Protestant. Aku juga akan menunjukkan kalau Rapture Versi Protestant tidak sesuai dengan Alkitab.

Dan untuk menunjukkan bagaimana, ada dua ayat di alkitab yang membuat orang yang percaya rapture untuk berhenti dan berpikir tentang apa yang mereka percayai akan rapture, dan ini adalah sesuatu yang bagus bagi mereka. Aku juga akan mengajarkan apa yang diajarkan Gereja Katolik mengenai akhir zaman. Dan jika aku ada waktu, aku akan memberikan kalian sedikit sejarah tentang Teologi Rapture. Sepertinya Katolik sudah semakin dipengaruhi oleh pemikiran Protestant tentang Rapture dan akhir jaman.

Kebanyakan dari kalian pasti sudah tahu tentang buku terkenal yang didasarkan atas Teologi Rapture Protestant, yaitu seri buku ”Left Behind”. Meskipun buku-buku ini fiksi, tapi pengarang buku ini berkata kalo teologi dari buku ini diambil langsung dari Alkitab. Dan seri buku ini sekarang sudah terjual lebih dari 20,000,000 kopi. Dan ada beberapa orang Katolik yang juga membeli dan membaca buku-buku ini. Baca bukunya sendiri tidak ada salahnya selama kita sadar jika buku-buku ini hanya merupakan fiksi/khayalan. Tapi banyak orang Katolik yang menjadi kacau pemahaman teologinya karena buku ini. Dan itulah masalahnya.


Diskusi ini akan membahas teologi di belakang seri buku “Left Behind” dan saya berharap kalian bisa memberitahu kepada Umat Katolik lain, ataupun Protestant, tentang perspektif yang benar dan alkitabiah mengenai akhir zaman. Sekarang, mari kita berbicara mengenai rapture.


1 Tesalonika 4:15-17, Paulus menulis kepada jemaat di Tesalonika:
Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.

Ayat di atas adalah ayat referensi yang diajukan orang antusias terhadap rapture untuk membuktikan teori mereka. Dalam pengertian mereka di ayat ini, orang diangkat ke atas awan dan bertemu dengan Allah di sana—rapture. Kata rapture berasal dari kata latin (note: rapreimur) yang berarti ”diangkat”. Jadi inilah ayat di mana kita mendapatkan kata rapture. Ayat ini ditafsirkan bahwa Yesus Kristus, di masa depan yang tidak jauh, akan mengambil semua orang Kristen, semua umat yang percaya, semua yang menerima Yesus Kristus ke dalam hati mereka (Note: ”Accepting Jesus into their heart” kalimat yang disenangi para Umat Protestant Amerika). Yesus akan membawa semua orang ini dari Planet Bumi ke surga bersama dengan Dia. Orang-orang ini akan hilang dari muka Bumi. Makanya kalian bisa lihat stiker di bemper mobil yang berkata: ”Jika ada rapture maka mobil ini akan kosong” karena si pengemudi yakin kalo dia selamat, dia orang Kristen. Dan pada saat rapture terjadi, si pengemudi akan menghilang sebelum dia punya waktu untuk memarkirkan mobilnya. Stiker di bemper mobil memberi peringatan pada anda untuk berhati-hati. Di buku Left Behind, yang aku bicarakan beberapa menit yang lalu, digambarkan adanya kapal terbang yang jatuh,mobil yang bertabrakan, di seluruh dunia. Karena Pilot di-rapture, pengemudi mobil dan bis di-rapture dan banyak orang lain di-rapture. Dengan kata lain, mereka menghilang begitu saja dari muka bumi. Dan pesawat-pesawat, tanpa pilot, jatuh. Mobil tanpa pengemudi, bertabrakan. Jika dipikir-pikir bila bepergian dengan pesawat terbang, tentunya Anda tidak ingin pilot yang menjalankan pesawatnya seorang Kristen. Seandainya saja dia di-rapture pada ketinggian 10,440 meter dan Anda adalah termasuk orang-orang malang yang ”ditinggal” (Left Behind).


Rapture adalah permulaan dari skenario akhir zaman. Di Teologi Rapture, rapture disebutkan sebagai tanda pertama yang memulai akhir zaman. Setelah rapture terjadi, dan semua yang percaya diangkat, maka akan ada periode 7 tahun di mana terjadi masa kesengsaraan besar (tribulation). Inilah sebabnya orang Kristen akan di-rapture, sehingga mereka tidak perlu mengalama masa pergulatan. Masa pergulatan ini akan ditandai dengan terjadinya peperangan, kelaparan, penyakit, dan gempa bumi yang semuanya akan mengakibatkan kematian sejumlah besar orang. Akan ada sejumlah nabi palsu dan mesiah palsu. Dan, di tengah-tengah kesengsaraan besar, Antikristus akan menyatakan dirinya dan dia akan memerintah seluruh bangsa di Bumi. Dan dengan adanya Anti-Kristus yang memerintah selama 3.5 tahun terakhir dari periode 7 tahun akan terasa lebih buruk daripada 3.5 tahun pertama dari periode 7 tahun. Di akhir periode 7 tahun, Kristus akan kembali dan akan membantai Anti-Kristus dan pengikutnya dalam perang besar di Armageddon. Anti-Kristus kemudian akan dilempar ke sungai api/neraka. Setelah itu Yesus akan membangun kerajaan secara fisik dan akan memerintah selama 1000 tahun bersama para kudus di samping-Nya.

Setelah 1000 tahun, setan akan dibebaskan dari jurang tak berdasar di mana dia dimaterai. Dia (setan) mengumpulkan tentara dari empat penjuru dunia dan memerangi Para Kudus. Tapi dia dan tentaranya akan dihancurkan oleh api dari surga. Dan setan akan dilempar ke sungai api. Setelah itu, akan ada kebangkitan orang mati dan penghakiman terakhir seperti yang kita tahu.


Jadi ingat! Teologi Rapture versi Umat protestant adalah seperti ini:
1. Rapture bagi semua umat Kristen
2. Masa kesengsaraan besar
3. Munculnya Anti-Kristus
4. Masa penganiayaan yang lebih parah
5. Kedatangan Kristus dan kalahnya Anti-Kristus
6. Masa 1,000 tahun pemerintahan Kristus di bumi
7. Setan dilepaskan dan memerangi para kudus.
8. Setan dikalahkan
9. Kebangkitan orang mati
10. Penghakiman terakhir
11. Akhir zaman

Ini adalah versi yang paling umum dari para antusias rapture yang saya temukan. Karena, di saat saya melakukan observasi untuk seminar ini, saya menemukan berbagai macam versi mengenai rapture itu sendiri. Jika Anda tidak percaya, silahkan online di internet dan lakukan pencarian atas kata ”rapture”. Maka akan ada ribuan website yang mendiskusikan rapture. Saya hanya melihat sekitar lusinan dari website-website tersebut. Tapi saya tidak menemukan satu pasang pun website yang sama dalam hal kronologis mengenai terjadinya rapture. Tapi, tahukah Anda bahwa tiap-tiap website menyatakan kalau mereka mendasarkan teologi mereka dari Alkitab dan mengklaim bahwa mereka menginterpretasikan Alkitab dengan akurat. Bagaimana ini mungkin?

Sebagai contoh, seperti yang sudah saya ungkapkan, versi yang paling umum mengenai akhir zaman, yang aku lihat, dimulai dengan rapture sebelum masa kesengsaraan besar. Ada yang percaya kalau rapture akan terjadi pada saat sebelum masa kesengsaraan (pre-tribulation). Namun ada yang percaya kalau rapture akan terjadi di tengah masa kesengsaraan, (mid-tribulation). Ada juga yang percaya kalau rapture terjadi di akhir masa kesengsaraan (post-tribulation). Jadi kita punya orang yang percaya terhadap rapture sebelum masa kesengsaraan, yang lainnya percaya rapture di tengah masa kesengsaraan dan yang lain lagi percaya akan rapture di akhir masa kesengsaraan. Dan, mereka semua menunjukkan Alkitab sebagai satu-satunya sumber atas kepercayaan mereka.


Dan yang menjadi lebih menarik, tidak hanya ada perbedaan tentang KAPAN rapture akan terjadi, tetapi juga ada perbedaan tentang BERAPA KALI rapture akan terjadi. Saya menemukan situs yang mengatakan bahwa akan ada dua, tiga, ataupun empat rapture. Website yang mengatakan kalau Yesus akan datang kembali sekali, dua kali, tiga kali atau bahkan 4 kali. Dan boleh ditebak, semua mengatakan bahwa Alkitab adalah satu-satunya sumber atas teologi mereka.

Di beberapa website saya menemukan orang-orang yang dulunya percaya terhadap pre-tribulation rapture, tapi kemudian dia menemukan ayat alkitab yang menunjukkan mid-tribulation rapture ataupun post-tribulation rapture. Dan dia ingin berbagi kepada Anda sekalian, sehingga anda bisa tahu bukti-bukti alkitabiah yang ditemukan. Jadi, masuk akalkah semua ini? Mereka dulunya percaya pre-tribulation rapture, kenapa? Karena Alkitab mengatakan demikian. Namun sekarang mereka percaya akan adanya mid-tribulation rapture ataupun post-tribulation rapture, kenapa? Karena Alkitab mengajarkan demikian. Ada yang tidak beres di sini. Bagaimana mereka tahu bahwa kepercayaan mereka sekarang ini tidak akan berubah dan diganti dengan penafsiran Alkitab lain yang baru? Apa yang kita lihat dari semua ini adalah kegagalan fatal Teologi Rapture karena tidak adanya otoritas, selain interpretasi pribadi individual atas Alkitab. Dari ajaran-ajaran mengenai rapture tersebut, di manakah Gereja di antara semua ini?

Penafsiran rapture menurut doktrin-doktrin Protestant, bergantung dari masing-masing individu. Lupakanlah para pastor, lupakan para teologian. Setiap orang yang bisa membaca dan memahami Alkitab pada intinya adalah pastor dari diri mereka sendiri, teologian dari diri mereka sendiri. Dalam teologi Katolik kita bisa berkata bahwa mereka adalah Paus dan Gereja dari diri mereka sendiri.

Satu-satunya yang mereka setujui adalah adanya, paling tidak, satu rapture. Dan meskipun ada persetujuan tentang satu hal itu di antara para antusias rapturist, ternyata tidak semua umat Protestant yang percaya Alkitab mempercayai adanya rapture. Contohnya: kebanyakan Lutheran, Episkopalian, Methodist, Presbyterian dan lain lain, yang menganut Sola Scriptura (Hanya Alkitab), tidak mempercayai adanya rapture. Kepercayaan akhir zaman mereka hampir sama dengan kepercayan akhir zaman Umat Katolik.

Dan saya akan memberi tahu Anda apa yang dipercayai Umat Katolik tentang akhir zaman, tapi sebelumnya, saya akan merangkum apa yang telah dibicarakan. Dalam Protestantisme ada orang yang percaya rapture, ada orang yang tidak percaya rapture. Kelompok yang percaya pre-tribulation rapture, yang percaya mid-tribulation rapture dan yang percaya post-tribulation rapture. Yang percaya satu dan hanya satu kali rapture. Yang percaya dua atau lebih rapture. Yang percaya kedatangan kedua Kristus, tapi ada juga yang percaya kedatangan ketiga ataupun keempat Kristus. Dan semua skenario yang berbeda-beda ini dikatakan berasal dari Alkitab.

Sekarang, apa yang diajarkan oleh Gereja Katolik mengenai akhir zaman. Bagaimana ajaran Katolik berbeda dengan teologi rapture. Dua perbedaan besar. Gereja Katolik tidak percaya akan pengangkatan (rapture) semua umat yang percaya di saat manapun selain kedatangan terakhir, kedatangan kedua dan terakhir atas Yesus yang terjadi di akhir jaman. Gereja Katolik tidak percaya akan terjadinya pengangkatan (rapture) semua umat yang percaya di waktu yang lain dari kedatangan terakhir, kedatangan terakhir Yesus yang merupakan kedatangan kedua Yesus yang terjadi di akhir jaman (note: jadi rapture hanya terjadi di kedatangan terakhir menurut Katolik). Kedua Katolik tidak percaya akan pengertian 1,000 tahun pemerintahan Kristus yang fisik dan literal di Bumi setelah masa kesengsaraan).

Gereja Katolik pada dasarnya mengajarkan sebagai berikut; akan ada masa kesengsaraan yang dahsyat yang akan terjadi sebelum kedatangan Kristus. Di masa kesengsaraan ini, UMAT KRISTUS akan mengalami percobaan yang parah dan penganiayaan dan di mana banyak orang akan dibujuk untuk mengikuti agama palsu dari Anti-Kristus. Dan Anti-Kristus akan benar-benar ada. Semua ini dapat ditemukan di Katekismus Gereja Katolik paragraf 675-677. Juga Orang Yahudi akan bertobat secara massal dan kembali kepada Kristus (paragraf 674). Di akhir masa kesengsaraan, Kristus akan datang dan menang atas Setan (paragraf 677). Jadi, saat Yesus kembali, yang merupakan kedatangan keduanya kaliNya di dunia, yang pertama adalah inkarnasinya 2,000 tahun yang lalu. Saat Yesus kembali, setan akan dikalahkan untuk terakhir kalinya dan dibuang. Dan, saat kedatangan Kristus, orang mati akan dibangkitkan dan semua tubuh kita akan dirubah menjadi tubuh yang tidak dapat busuk, Katekismus 988 dan 997-1001. Dan kemudian ada penghakiman terakhir. Di mana setelahnya orang yang baik akan masuk ke dalam kerajaan kekal dan yang jahat akan masuk neraka kekal, paragraf 678-679 dan 1038-1041. Bumi dan langit yang lama, akan diganti menjadi Bumi baru dan langit yang baru. Dan kerajaan Allah datang dalam kepenuhannya sebagai Jerusalem baru dan datang pemerintahan Kristus selamanya, Amin, paragraf 1043-1050.


Jadi Gereja Katolik mengajarkan:
1. Masa pergulatan
2. Pertobatan massal bangsa Yahudi
3. Anti-Kristus
4. Yesus kembali dalam kuasa dan kemuliaan mengalahkan Setan untuk terakhir kalinya
5. Orang mati dibangkitkan dan tubuh fana kita diubaah menjadi tubuh yang mulia.
6. Penghakiman terakhir.
7. Surga bagi yang baik dan Neraka bagi yang jahat.
8. Alam semesta dirubah menjadi Surga baru dan Bumi baru bagi pemerintahan abadi Kristus bersama Para Kudus di Jerusalem.


Baiklah, saya telah bicara tentang bagaimana rapture akhir zaman terjadi secara individu. Dan juga saya telah berbicara tentang akhir zaman menurut ajaran Gereja. Yang akan saya bicarakan sekarang adalah memberikan waktu untuk melihat di Alkitab. Karena jika Anda akan berbicara dengan Kristen non-Katolik mereka tidak akan peduli apa yang diajarkan Gereja, ataupun apa yang dikatakan Paus. Terlebih dulu mereka ingin melihat buktinya di Alkitab.


Jadi, apa yang dikatakan Alkitab tentang semua ini. Kita akan kembali ke ayat di atas:
I Thesalonika 4:15-17.
Kita yang hidup YANG MASIH TINGGAL sampai kedatangan Tuhan, TIDAK AKAN mendahului orang yang telah meninggal Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan MEREKA YANG MATI dalam Kristus akan LEBIH DAHULU bangkit; SESUDAH ITU, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat BERSAMA-SAMA DENGAN MEREKA (yang sudah meninggal) dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa.

Inilah dia, rapture. Kita diangkat ke awan untuk bertemu dengan Yesus di awan. Amen dan Halleluya, kita cabut dari dunia. Tidak ada masa kesengsaraan bagi kita, tidak sama sekali.

Mungkin Anda akan terkejut mendengar kalau Gereja Katolik ternyata tidak ada masalah dengan kepercayaan tentang orang yang akan diangkat ke atas untuk bertemu dengan Tuhan di angkasa, tapi sekali lagi, ini akan terjadi saat kedatangan Yesus kedua di akhir zaman, bukan sebelumnya. Ayat-ayat ini mendeskripsikan kebudayaan kuno. Di dunia kuno, saat seorang yang penting akan datang ke desa atau kota seperti seorang Raja atau Jendral, kebanyakan dari orang, atau paling tidak orang yang menanti kedatangan sang tamu, akan menyambut sang tamu di luar desa atau kota dan kemudian menemani sang tamu kembali ke desa. Akan merupakan hinaan untuk tidak keluar dan menyambut tamu penting tersebut. Dan ini masih berlaku sampai sekarang. Bila Presiden terbang menuju pelabuhan udara, apa yang terjadi? Banyak orang pergi menyambutnya. Dan setelah mereka menyambutnya di pelabuhan udara, yang bisanya berada di luar kota, apa yang mereka lakukan? Mereka mengantarkan dia kembali ke kota. Bila Presiden datang ke pelabuhan udara dan tidak ada yang menyambutnya maka itu merupakan sebuah penghinaan. Dan inilah bagaimana beberapa Bapa Gereja, seperti Augustinus, John Chrysostom mengartikan ayat-ayat tersebut. Mereka mengajarkan bahwa orang yang merindukan datangnya kembali Kristus akan terangkat untuk bertemu denganNya di angkasa, seperti orang yang menyambut tamu penting di luar kota. Dan kemudian mereka akan diberikan hadiah, HADIAH, untuk mengantarkan kembalinya Dia (Kristus) ke Bumi. Ini adalah pembacaan yang paling masuk akal atas ayat-ayat tersebut, dan yang didukung oleh tulisan-tulisan dari beberapa Bapa Gereja. Ayat ini, dari 1 Tesalonika bab 4, tidak mengatakan sama sekali kalau orang-orang akan menemui Yesus di angkasa, dan kemudian Yesus berputar balik bersama mereka dan kembali menuju ke Surga. Bagaimana kita tahu kalau bukan itu yang dimaksud Kitab Suci? Karena apa yang terjadi saat kedatangan terakhir Yesus? Kitab suci mengatakan di Wahyu 21:1-3:

Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru... aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah...Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di TENGAH-TENGAH manusia dan Ia akan DIAM bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.

Seperti Tuhan sendiri turun dari Surga, begitu juga Jerusalem yang baru, turun dari Surga. Dan alkitab TIDAK mengatakan tentang Jerusalam Baru KEMBALI ke Surga, seperti juga Alkitab TIDAK mengatakan kalau Yesus KEMBALI ke Surga. Karena Yesus, pada intinya, membawa Surga bersamaNya! Semua Malaikat dan Para Kudus turun bersama dengan Dia. Jerusalem baru juga turun dari Surga, Jerusalem yang baru di mana kita akan berkemah dengan Tuhan! Seperti yang disebut Wahyu 11:15-18:

"Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya."


Pemerintahan dunia sudah menjadi pemerintahan Tuhan kita! Yesus kembali; Bumi dan langit diubahkan. Dan akan ada surga baru dan langit baru, dan lihatlah, kemah Tuhan ada di tengah manusia.

Jadi, sebuah tafsiran atas 1 Tesalonika 4 yang menunjukkan Tuhan turun dari Surga, berhenti beberapa km, saya tidak tahu tepatnya, di atas Bumi, lalu mengangkut ”penumpang” dan kemudian berputar 180 derajat kembali menuju ke Surga cumalah tafsiran. Tafsiran yang tidak didukung oleh bagian lain dari Kitab Suci. Dan tafsiran yang tidak didukung oleh satupun tulisan umat Kristen awal.

Juga, hal yang penting dalam berargumen dengan tafsiran rapture dari ayat 1 Tesalonika 4, lihatlah siapa yang diangkat untuk menemui Tuhan? Bukan hanya mereka yang hidup tapi juga yang sudah meninggal dalam Kristus 1 Tesalonika 4:16 ”Karena Tuhan sendiri akan turun dari Surga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit”. Di sini ada kebangkitan orang mati. Jadi orang yang percaya akan adanya rapture juga harus mempercayai bahwa tidak hanya yang hidup dalam Kristus yang akan hilang, tapi juga umat Kristus yang sudah meninggal, akan bangkit dari kubur dan juga menghilang.


Tapi ada masalah di sini. MASALAH YANG BESAR. Kita baca Injil Yohanes Bab 6, kita menemukan sesuatu yang sangat menarik. Yohanes 6:54 ”Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada AKHIR JAMAN.” Pada akhir zaman! ”Mereka yang makan dagingKu dan minum darahKu”, apakah Anda mau menganggap itu literal atau simbolis? Yesus berbicara mengenai orang yang MEMPERCAYAINYA, umat Kristus. Dan mereka semua akan dibangkitkan kapan? Pada akhir zaman! Apakah sebelum masa kesengsaraan dimulai? Tidak, hal tersebut tidak disebutkan. Pada akhir zaman sebelum tampilnya Anti-Kristus? Tidak, hal tersebut juga tidak disebutkan. Pada akhir zaman sebelum Yesus memulai pemerintahan 1,000 tahun di Bumi? Tidak, hal tersebut tidak disebutkan juga. Yang disebutkan huma pada akhir zaman!

Yohanes 6:39 "Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman? Yohanes 11:24, "Kata Marta kepada-Nya: 'Aku tahu bahwa ia [Lazarus] akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman'" Kenapa Lazarus harus menunggu sampai akhir jaman? Kenapa dia tidak dibangkitkan pada saat rapture seperti umat lain yang percaya atas Kristus? Kenapa? Karena tidak ada rapture sebelum akhir jaman. Yohanes 6 menunjukkan lobang yang besar dalam Teologi Rapture.


Jika Anda menemui orang yang percaya akan adanya rapture sebelum mendiskusikan 1 Tesalonika 4:15-17 atau ayat lain, bacalah terlebih dulu Yohanes bab 6. Tanyalah pada mereka, ”Apa yang dimaksud Yesus dengan AKHIR ZAMAN?” Jika mereka berkata bahwa Dia berbicara mengenai akhir dunia, lalu tunjukkan mereka bahwa 1 Tesalonika 4 tidak mungkin berbicara mengenai pre-tribulation rapture. Ataupun jenis rapture lain, selain yang akan terjadi di akhir dunia. Karena Yesus berbicara tentang orang mati yang akan dibangkitkan di akhir dunia, pada akhir zaman dari dunia di Yohanes bab 6. Dan 1 Tesalonika 4 berbicara mengenai orang mati yang dibangkitkan. Maka dari itu, karena orang yang mati tidak akan dibangkitkan sebelum akhir zaman/dunia, maka rapture yang berarti diangkat ke atas untuk bertemu dengan Tuhan seperti yang dideskripsikan di 1 Tesalonika 4, akan terjadi di akhir zaman! Bukan sebelumnya.


Sekarang, kalau mereka mencoba untuk berkata bahwa ketika Yesus berbicara mengenai akhir zaman di Yohanes bab 6; Dia sebenarnya berbicara tentang akhir zaman SEBELUM masa kesengsaraan dimulai ataupun akhir zaman SEBELUM kerajaan Yesus Seribu Tahun, tanyakanlah kepada mereka di manakah hal itu disebut di dalam Alkitab. Mereka tidak akan bisa menjawabnya! Karena itu semua tidak disebut di dalam Alkitab. Alkitab hanya menuliskan ”Akhir Jaman”. Tidak dikatakan mengenai hal yang lain.

Lagipula di Yohanes 12:48 dikatakan dengan jelas bahwa ”akhir zaman” adalah akhir zaman dari dunia.


Di lusinan skenario yang sudah saya lihat, meskipun saya belum melihat semuanya, mengenai rapture, tidak pernah disebut penghakiman yang terjadi pada saat rapture! Umat yang percaya diangkat dari dunia, orang yang tidak percaya ditinggalkan. Itu saja, tidak ada penghakiman buat mereka yang ditinggalkan. Di semua skenario yang saya lihat, penghakiman orang jahat, penghakiman orang yang tidak percaya ditempatkan pada akhir dunia. Sekarang kembali ke Yohanes 12:48, Yesus bersabda, ”Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman”. Mereka yang menolak Yesus, orang jahat, akan dihakimi kapan? Di AKHIR ZAMAN. Dan seperti yang saya katakan, di skenario rapture yang saya lihat, penghakiman orang-orang jahat ini terjadi di akhir dunia. Jadi frase ”akhir zaman” HARUS, mengacu pada ”akhir dunia”, dan bukan waktu yang lain. Bukan akhir zaman sebelum masa kesengsaraan dimulai. Bukan akhir zaman sebelum Anti-Kristus muncul. Bukan akhir zaman sebelum pemerintahan 1,000 tahun Kristus di Bumi. Tapi akhir zaman dari dunia! Akhir zaman dari dunia ketika Yesus Kristus datang untuk kedua kali dan terakhir. Akhir dunia di mana yang mati akan dibangkitkan, Akhir dunia di mana pengikut Kristus, mati atau hidup, akan diangkat ke angkasa untuk bertemu Yesus saat kedatanganNya. Akhir dunia di mana penghakiman terakhir akan dilaksanakan. Akhir dunia di mana kerajaan Tuhan akan datang dalam kepenuhannya dan Langit lama dan Bumi lama akan digantikan dengan Langit baru dan Bumi baru dan Kristus memerintah selamanya di Yerusalem baru bersama dengan para kudus di sisi-Nya. SEMUANYA PADA WAKTU YANG SAMA, DI AKHIR ZAMAN! Hari Tuhan.


Jadi hanya dengan 2 ayat dari Yohanes 6:54 dan 1 Tesalonika 4:16, maka terciptalah suatu lobang yang besar di Teologi Rapture. Dan jika ditambahkan dari Yohanes 12:48 maka Teologi Rapture akan tercabik-cabik menjadi potongan kecil tak berarti.

Sekarang, meskipun Anda berhenti di situ, mari kita lihat ayat Alkitab lain yang digunakan orang untuk mengajarkan dan membuktikan Teologi Rapture mereka.


Matius 24:37-41:
"Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.”


Nah, dua orang di ladang; satu diambil, satu ditinggalkan. Dua orang perempuan memutar batu kilangan; seorang dibawa, seorang ditinggalkan, RAPTURE! Umat Kristen dibawa, orang non-Kristen ditinggalkan. Hmmm, kelihatannya sangat meyakinkan. Dan ada Ayat yang mirip di Lukas 17:26-36
Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: ... Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, ... Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya. ...Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan." (Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.)

Satu dibawa, satu ditingglakan, rapture, betul ’kan? Hanya ada satu masalah kecil orang yang melihat adanya rapture di ayat ini tidak melihat satu detail kecil. Kedatangan anak manusia, di mana ada satu orang yang dibawa dan ada satu orang yang ditinggalkan, dibandingkan dengan zaman Nuh dan zaman Lot.

Mari kita pikirkan hal tersebut sebentar. Setelah banjir besar siapakah yang ditinggalkan (left behind)? Nuh dan keluarganya. Orang-orang baiklah, yang ditinggalkan. Siapakah yang dibawa oleh banjir? Orang-orang jahat! Orang jahat diambil dan orang baik ditinggalkan (left behind!). Setelah Sodom dihancurkan siapa yang ditinggalkan? Lot dan putri-putrinya, orang-orang baik. Orang-orang jahat dibawa, mereka dihancurkan. Orang yang baik ditinggalkan. Bahkan, di versi baru dari kitab King James, ayat dari Matius 24 berbunyi sebagai berikut:

"Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan MEMBAWA mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.”

Orang jahat dibawa. Mereka dibawa pergi. Orang yang baik ditinggalkan (left behind). Jadi, kalau ada rapture, seperti yang ditunjukkan oleh buku Left Behind, Anda tidak akan ingin menjadi orang yang dibawa pergi. Jika Anda mau hidup, seperti Nuh, Lot dan keluarga mereka, maka Anda akan sangat ingin untuk ditinggalkan (left behind). Sekali lagi, peristiwa yang digunakan sebagai perbandingan saat datangnya Anak Manusia, di peristiwa tersebut, orang jahatlah yang dibawa pergi. Orang jahat dibawa pergi dan orang yang baik ditinggalkan. Jika kedatangan Anak Manusia MIRIP dengan hari-hari tersebut, maka bila Anak Manusia datang, orang jahat akan diambil dan orang baik akan ditinggalkan. Mungkin kita harus membuat stiker bemper yang berbunyi, ”Bila ada rapture, aku akan tetap di sini”


Kenapa Anda ingin ditinggalkan (left behind)?
Ingat 1 Tesalonika 4:17?
”...sesudah itu, kita yang hidup, YANG MASIH TINGGAL, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa.”
Mereka yang ditinggalkan (left behind) saat kedatangan Anak Manusia akan bersama dengan Yesus Kristus di Yerusalem baru yang turun dari Surga! Orang yang dibawa akan dilemparkan ke lautan api, neraka, kematian kedua (seperti yang disebut Kitab Suci).

Sekarang, lebih banyak ayat dari Kitab Suci, akan ada masa kesengsaraan yang hebat. Kepercayaan yang sama bagi Katolik maupun penganut teori rapture. Matius 24:21-24:

"Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan TETAPI OLEH KARENA ORANG-ORANG PILIHAN waktu itu akan dipersingkat. ... Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, ..."

Ayat yang sama ditemukan di Markus 13 dan Lukas 21: ”TETAPI OLEH KARENA ORANG-ORANG PILIHAN waktu itu akan dipersingkat”.
Orang-orang pilihan? Apakah artinya? Bukankah orang-orang pilihan sudah tidak ada? Bukankah mereka sudah di-rapture? Mari kita pelajari hal ini.

Akan ada Anti-Kristus, sekali lagi, ajaran yang sama-sama dianut oleh Katolik maupun penganut rapture. 2 Tesalonika 2:1-12
”Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia .... Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah. ... pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali.”


Daniel 8:17-25
Lalu datanglah ia [malaikat Gabriel] ke tempat aku berdiri, ... lalu ia berkata kepadaku: "Pahamilah, anak manusia, bahwa penglihatan itu mengenai AKHIR MASA!" maka akan muncul seorang raja dengan muka yang garang dan yang pandai menipu. Kekuatannya akan menjadi hebat.....dan ia akan mendatangkan kebinasaan yang mengerikan, dan apa yang dilakukannya akan berhasil; orang-orang berkuasa akan dibinasakannya, juga umat orang kudus. ... dan dengan tak disangka-sangka banyak orang akan dibinasakannya; juga ia akan bangkit melawan Raja segala raja. Tetapi tanpa perbuatan tangan manusia, ia akan dihancurkan.

Dan dari Daniel 7:25
Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi;

Ayat sama yang ditemukan di Wahyu 13. Seorang anti-Kristus yang mencoba menguasai dunia memproklamirkan diri sendiri sebagai Allah, dan kemudian dihancurkan oleh Kristus sendiri. Dan satu hal penting yang patut diketahui, di semua ayat-ayat ini, sang Anti-Kristus menganiaya ataupun membunuh Para Kudus, orang-orang pilihan, umat Kristus. Ayat-ayat ini adalah referensi mengapa orang-orang berpindah dari penganut paham pre-tribulation rapture menjadi mid-tribulation rapture ataupun post-tribulation rapture. Karena Kitab Suci sangat jelas mengatakan bahwa Anti-Kristus akan menganiaya dan membunuh umat Kristus. Tapi, jika semua umat Kristus telah di-rapture siapakah umat Kristus yang dianiaya dan dihancurkan oleh Anti-Kristus? Dan karena ini kita mendapatkan orang yang berkata bahwa rapture akan terjadi SETELAH Anti-Kristus menampakkan diri, seperti yang dikatakan 1 Tesalonika bab 2, dan mereka kemudian berpaling ke paham mid-tribulation rapture dan post-tribulation rapture. Meskipun begitu, penganut paham pre-tribulation rapture menyanggah dengan berkata: ”Tidak. Semua Umat Kristen akan di-rapture dari muka Bumi sebelum masa kesengsaraan terjadi, tapi setelah masa kesengsaraan dimulai, akan ada Umat Kristus yang baru. Inilah umat yang akan dianiaya Anti-Kristus” Tapi di mana di Alkitab dikatakan bahwa nanti akan ada Umat Kristus baru setelah semua umat Kristus yang lama menghilang? Tidak ada. Dan pertanyaan yang gamblang adalah, siapa yang akan mengajar semua orang ini kalau semua Umat Kristen sudah pergi? Dan apakah orang-orang ini akan bersatu dalam satu konggregasi? Apakah mereka akan memiliki pastor? Apakah akan ada berbagai denominasi? Apakah umat Kristus baru ini akan berdebat tentang masalah apakah mereka akan diangkat saat ada post-tribulation rapture?

Ayat mengenai Anti-Kristus yang memerangi Para Kudus adalah ayat argumen buat orang yang percaya akan adanya lebih dari satu kali rapture. Mereka percaya kepada paham pre-tribulation rapture untuk umat Kristus yang lama, kemudian mid-tribulation rapture atau post-tribulation rapture bagi umat Kristus baru. Dan kalau ada lebih dari satu kali rapture maka akan ada lebih dari satu kali kebangkitan orang mati (orang yang mati dalam Kristus tentunya). Satu kali kebangkitan untuk tiap rapture. Dan itu ditambah kebangkitan badan terakhir saat akhir dunia. Dan dalam skenario yang bercabang, hal-hal tersebut terjadi terus menerus.


Ayat-ayat kitab suci tambahan 1 Korintus 15:20-24
”Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya PADA WAKTU KEDATANGANNYA. Kemudian TIBA KESUDAHANNYA, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan.”

Lihatlah, orang yang mati dalam Kristus akan dibangkitkan saat kedatangan-Nya. Kata ”kedatangan” berbentuk tunggal (coming) bukan jamak (comings), jadi hanya satu kali. Tidak dikatakan bahwa orang yang mati dalam Kristus akan dibangkitkan pada saat rapture dan akan ada lagi orang yang mati dalam Kristus akan dibangkitkan saat akhir zaman, atau untuk rapture kedua, atau ketiga. Semua yang mati dalam Kristus akan dibangkitkan di saat yang sama. Dan kemudian apa yang terjadi? The End, saat Kristus membawakan Kerajaan ke Allah Bapa, tidak ada waktu buat kerajaan seribu tahun.

Sekarang, bagaimana mengenai pemerintahan Kristus selama 1,000 tahun di Bumi. Darimana ini berasal? Ini datang dari Wahyu bab 20. Setelah Kristus mengalahkan nabi palsu dan Anti-Kristus di Wahyu 19, Wahyu 20 dimulai dengan menyebutkan Setan yang ditangkap dimaterai dan dilemparkan ke dalam jurang maut selama 1,000 tahun. Dimulai di ayat 4 kita melihat jiwa dari Para Kudus hidup kembali dan memerintah bersama Kristus selama 1,000 tahun. Dan setelah 1,000 tahun, setan dilepaskan dari penjaranya dan memerangi Para Kudus. Tapi di ayat 9 Setan dan pasukannya dihancurkan. Dan kita melihat Kristus muncul di tahta putih yang besar untuk penghakiman terakhir.

Point pertama adalah, jika peristiwa di buku Wahyu dianggap berjalan di waktu yang linear, mulai dari awal buku sampai akhir buku, maka Anda akan berakhir di rumah sakit jiwa. Sebagai contoh di Wahyu 12 kita lihat ada wanita yang akan melahirkan anak, dan dia kemudian melahirkan anak laki-laki yang akan memerintah seluruh bangsa dengan gada besi. Siapakah yang dibicarakan di ayat tersebut? Yesus Kristus. Kalau begitu apakah kita harus menganggap bahwa Wahyu berjalanan dalam waktu linear dan kelahiran Kristus terjadi di masa depan? Mungkin kelahiran Kristus memang tidak terjadi di masa lalu. Di bab yang sama ayat 7-8 (Why 12:7-8), ada peperangan di Surga dan Setan dan malaikatnya diusir dari Surga. Tidakkah ini sudah terjadi di waktu yang sangat lalu? Dan ada ayat di Lukas 10:18 di mana Yesus berkata "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit”. Bila ini dimasukkan dalam garis waktu linear maka akan timbul pertanyaan, berapa kalikah Setan diusir dari Surga? Satu kali? Dua kali? Tiga kali? Lebih? Apa yang terjadi? Bagaimana Setan bolak-balik masuk ke Surga? Apakah tidak ada yang mengunci pintu belakang?

Buku Wahyu BUKANLAH cerita yang historis. Buku ini menggunakan banyak bahasa simbolis seperti yang digunakan di puisi-puisi daripada bahasa penceritaan historis yang kita lebih akrab. Ini tidak berarti bahwa Buku Wahyu tidak menggambarkan peristiwa historis yang nyata. Tapi peristiwa historis apa, peristiwa historis yang mana, dan kapan, sering sulit untuk dimengerti. Seperti ketika kita harus mencari makna dari sebuah puisi, dalam hal Kitab Suci, dan terutama Wahyu, kita harus mencari arti dari ayat2 tertentu. Dan untuk ayat-ayat tertentu, tidak peduli berapa kali kita mencari, maksudnya masih saja belum jelas. Atau kita mungkin menemukan beberapa tingkatan makna dari ayat-ayat yang sama.

Yang menjadi aturan disini adalah perbedaan antara penafsiran literal dari Kitab Suci dan penafsiran literalis dari Kitab Suci. Katolik menafsirkan Kitab Suci secara literal, yang saya maksudkan di sini adalah, kita mencari makna yang ingin disampaikan oleh penulis dari ayat tertentu. Fundamentalis, yang banyak kalian tahu, dan juga para Evangelicals dan non-denominationalist mereka menafsirkan kitab suci secara literalis. Maksud dari literalis, mereka melihat apa yang ada di halaman dan mengatakan, ”itulah yang dikatakan, dan itulah yang dimaksud”.


Ingat Literal Vs Literalis


Akan ditunjukkan contoh untuk membedakan keduanya. Jika kamu mengambil buku Bahasa Inggris dan membaca “It was raining cats and dogs”. Penafsiran literal, apa yang ingin disampaikan penulis adalah saat itu hujan sangat deras. Penafsiran literalis, kucing dan anjing berjatuhan dari angkasa seperti hujan. Itulah yang dikatakan, dan itulah yang dimaksudkan. Sekarang, kita tahu apa yang dimaksud dengan frase ”raining cats and dogs”, tapi bagaimana orang yang membaca buku itu 2,000 tahun di masa depan? Apakah mereka akan menafsirkan frase itu dengan tepat? Tidak bila mereka tidak mencari tahu dahulu kebudayaan kita sekarang, tentang idiom kita, bahasa kita. Mereka harus mencari untuk mengerti makna yang benar makna yang ingin disampaikan pengarang. Bila mereka hanya melihat kata di halaman mereka akan mendapatkan kesulitan untuk mengerti buku tersebut. Ini adalah kesulitan yang kita temui dalam menafsirkan SEMUA ayat di kitab suci, tapi terutama dalam menginterpretasikan ayat seperti yang ditemukan di buku Wahyu. Kita tidak bisa hanya melihat kata-kata di halaman Alkitab. Kita harus memperhatikan makna yang ingin disampaikan oleh penulis buku tersebut.

Dengan kata lain, untuk membaca ayat-ayat mengenai pemerintahan 1,000 tahun Kristus dan mengartikannya sebagai pemerintahan 1,000 tahun Kristus di bumi—setelah Anti-Kristus dikalahkan tapi sebelum Setan dilepaskan supaya Setan memerangi Para Kudus—dalam arti nyata, maka akan timbul kesulitan. Terutama jika kita mempertimbangkan Kitab Suci secara keseluruhan.


Sebagai contoh 1 Korintus 15:23-25:
Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut.

Paulus menyamakan kebangkitan orang mati, orang yang mati yang dihidupkan dalam Kristus, dengan kalahnya musuh yang terakhir, yaitu maut. Maut, musuh terakhir dikalahkan pada saat kebangkitan orang mati, yang terjadi saat kedatangan Yesus, yaitu akhiran (end). Di sini kita tidak bisa menempatkan rapture, dengan kebangkitan orang mati, sebelum ”Akhir” (end). Pada saat orang dibangkitkan dari mati, maka musuh terakhir, yaitu maut, dikalahkan. Dan ini langsung diikuti oleh pemerintahan Allah yang abadi. BUKANNYA pemerintahan 1,000 tahun Allah. Kecuali, tentu saja, pemerintahan Tuhan selama 1,000 tahun adalah simbolis akan pemerintahan abadi dari Allah, dengan kata lain [yang dimaksud 1,000 tahun adalah] waktu yang sangat lama.


Jadi apakah arti sesungguhnya dari pemerintahan 1,000 tahun Kristus ini? Saya tidak tahu. Saya tidak berada di sini untuk memberitahu Anda tentang hal tersebut. TAPI, saya tahu dari 1 Yohanes bahwa roh dari Anti-Kristus sudah lepas di Bumi. Dan saya tahu bahwa kerajaan Yesus sudah ada di Bumi dalam bentuk Gereja-Nya, meskipun tidak dalam bentuk yang sempurna. Dan Dia memerintah dalam hati dan pikiran sebagai Raja bagi semua yang percaya kepada-Nya. Di Gereja di minggu terakhir sebelum Advent tiap tahun, kita merayakan pesta Kristus Raja. Dan saya juga tahu bahwa Para Kudus di surga sudah memerintah bersama dengan Kristus. Saya tahu bahwa Setan telah dilemparkan satu kali dan ditahan supaya tidak malang melintang, dan telah dikalahkan oleh kematian Yesus di kayu salib. Mungkinkah ayat di Wahyu bab 20, jika dipikir-pikir, mengacu pada hal-hal yang telah disebut tadi?

Kebanyakan teologian Katolik dan Protestant di masa depan dan di masa lalu, melihat buku Wahyu sebagai sejenis ulangan dari semua peristiwa yang terjadi terhadap Gereja/jemaat, dari kebangkitan Kristus sampai akhir dunia. Dan Wahyu mendiskripsikan juga beberapa peristiwa lain dengan gaya bahasa yang sama. Ini adalah penjelasan yang sangat masuk akal bagi penafsiran buku Wahyu.

Masih ada banyak ayat Alkitab yang saya bisa bicarakan mengenai akhir dunia dan kedatangan Kristus. Apa yang harus kita lakukan bila kita membaca ayat apapun adalah untuk menyadari kemiripannya. Semua ayat tersebut berbicara mengenai akhir zaman, hari Tuhan. Dia akan kembali satu kali lagi, hanya itu. Jika kita ingin menempatkan rapture di pemerintahan 1,000 tahun Kristus di Bumi di ayat-ayat ini kita akan merusak satu atau lebih ayat lainnya. Dan inilah yang terjadi. Inilah sebab kita memiliki begitu banyak variasi dari Teologi Rapture. Seseorang memulai dengan premis akan rapture dan kemudian mereka mencoba mencocokkan Kitab Suci dengan premis tersebut. Dan ketika mereka menemukan ayat di Alkitab yang tidak cocok, mereka mengakalinya sampai cocok. Tapi hasil dari upaya itu adalah, timbulnya satu lagi Teologi Rapture.


[Saya akan menjelaskan] secara singkat, sejarah dari Teologi Rapture. Sejumlah kecil dari Bapa Gereja benar-benar menulis mengenai pemerintahan 1,000 tahun di Bumi secara literal. Tapi, kerajaan Milenia ini tidak diikuti oleh rapture dari para umat Kristus yang terjadi sebelum akhir zaman. Dan, posisi ini tidak pernah diadopsi oleh Gereja. Dan ajaran mengenai pemerintahan Kristus di Bumi selama 1,000 tahun telah ditolak pada akhir abad ke 4. Ajaran tentang rapture sendiri muncul di sana-sini pada abad 18 dan abad 19 awal. Tapi baru mendapat pengaruh karena usaha dari seorang berkebangsaan Inggris bernama John Darby. Dia mengkhotbahkan doktrin tentang rapture di Inggris, USA dan Canada antara 1850-1870. Khotbah dia mempengaruhi ribuan Protestant dari berbagai denominasi. Jadi kebanyakan ajaran rapture saat ini bisa dilacak kembali ke 150 tahun yang lalu.

Sebagai ringkasan, ingatlah, bila Anda dihadapkan pada berbagai variasi dari Teologi Rapture, gunakan Yohanes 6:54 dan 1 Tesalonika 4:16. Lalu berikan penjelasan kontekstual yang benar dari ayat mengenai ”satu dibawa satu ditinggal” dari Matius dan Lukas. Tunjukkan argumen yang kita bicarakan di sini. Dan paling tidak Anda akan membuat beberapa orang berhenti dan berpikir. Dan itulah yang ingin kita semua lakukan. Karena Teologi Rapture, terutama yang telah ditunjukkan dalam seri buku Left Behind. Tidaklah dapat dipertahankan secara logis, tidak juga dapat dipertahankan secara Alkitabiah dan tidak dapat dipertahankan secara historis. Terima Kasih
_________________
Freely You gave it all for us. Surrendered your life upon the cross. Great is the love poured out for all--this is our God. Lifted high from death to life. Forever our God is glorified. Servant and King rescued the world--this is our God.
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger
LovingStAnthony



Joined: 27 Nov 2006
Posts: 1963
Location: Jakarta

PostPosted: Wed, 29-11-2006 1:30 pm    Post subject: Reply with quote

Secara pokoknya saya setuju dengan banyak poin yang Anda jelaskan di atas. Namun, saya ragu, apakah Gereja Katolik pernah mengajarkan ajaran mengenai eskatologi secara mendetail seperti yang Anda uraikan.

Kalau tidak salah, Gereja Katolik menghindari spekulasi mengenai paham Milleniarisme (paham mengenai pemerintahan Kristus selama 1000 tahun) apalagi mengenai kapan waktunya (apakah setelah kedatangan Kristus kembali atau sebelumnya). Ini dapat dilihat dari Katekismus Gereja Katolik artikel 676(http://www.vatican.va/archive/ENG0015/__P1V.HTM):

Quote:
The Antichrist's deception already begins to take shape in the world every time the claim is made to realize within history that messianic hope which can only be realized beyond history through the eschatological judgement. the Church has rejected even modified forms of this falsification of the kingdom to come under the name of millenarianism, especially the "intrinsically perverse" political form of a secular messianism.


Selain itu, akan saya kutipkan beberapa kalimat dari newadvent di bawah topik Millennium and Millenarianism(http://www.newadvent.org/cathen/10307a.htm):

Quote:
The Middle Ages were never tainted with millenarianism; it was foreign both to the theology of that period and to the religious ideas of the people. The fantastic views of the apocalyptic writers (Joachim of Floris, the Franciscan-Spirituals, the Apostolici), referred only to a particular form of spiritual renovation of the Church, but did not include a second advent of Christ. The "emperor myths," which prophesied the establishment of a happy, universal kingdom by the great emperor of the future, contain indeed descriptions that remind one of the ancient Sybilline and millenarian writings, but an essential trait is again missing, the return of Christ and the connection of the blissful reign with the resurrection of the just. Hence the millennium proper is unknown to them. The Protestantism of the sixteenth century ushered in a new epoch of millenarian doctrines. Protestant fanatics of the earlier years, particularly the Anabaptists, believed in a new, golden age under the sceptre of Christ, after the overthrow of the papacy and secular empires.


Jadi, di abad pertengahan, ide milleniarisme cukup asing, dan baru ramai setelah Protestantisme lahir, terutama lewat anabaptis.

Sebaliknya, posisi Katolik cukup tradisional, dalam arti, ia hanya mengajarkan pokok-pokok tertentu saja, seperti Api Penyucian, Neraka, Surga, dsb, tanpa berspekulasi mengenai kapan Kristus akan datang, lalu sebelum dan sesudahnya didahului oleh peristiwa-peristiwa tertentu (lihat http://www.newadvent.org/cathen/05528b.htm, terutama bagian akhir).
_________________
Back to top
View user's profile Send private message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Wed, 29-11-2006 5:29 pm    Post subject: Reply with quote

LovingStAnthony wrote:
saya ragu, apakah Gereja Katolik pernah mengajarkan ajaran mengenai eskatologi secara mendetail seperti yang Anda uraikan.

Ajaran mendetail seperti mana yang kamu maksud?


Quote:
Kalau tidak salah, Gereja Katolik menghindari spekulasi mengenai paham Milleniarisme (paham mengenai pemerintahan Kristus selama 1000 tahun) apalagi mengenai kapan waktunya (apakah setelah kedatangan Kristus kembali atau sebelumnya). Ini dapat dilihat dari Katekismus Gereja Katolik artikel 676

Jangan menyamakan "A-millenialism" dan "Millenialism." Yang pertama adalah sub-kategori dari yang terakhir.


Jadi ada tiga macam "Millenialism"
1. Pre-Millenialism
2. A-Millenialism
3. Post-Millenialism

Dari ketiganya, hanya sebagian yang memandang 1,000 tahun secara literer. Prinsipnya mereka memandang bahwa akan ada kerajaan Allah selama satu masa. Jadi apakah "masa" itu berjangka "1,000" tahun atau tidak itu tidak masalah.


Gereja Katolik sendiri secara definitif dan infallible mengimani yang kedua. Ini karena kerajaan Allah memang sudah datang dalam rupa Gereja Katolik (bdk. CCC 567; Dominus Iesus 18-19).

Quote:
Selain itu, akan saya kutipkan beberapa kalimat dari newadvent di bawah topik Millennium and Millenarianism:

...

Jadi, di abad pertengahan, ide milleniarisme cukup asing, dan baru ramai setelah Protestantisme lahir, terutama lewat anabaptis.

Sebaliknya, posisi Katolik cukup tradisional, dalam arti, ia hanya mengajarkan pokok-pokok tertentu saja, seperti Api Penyucian, Neraka, Surga, dsb, tanpa berspekulasi mengenai kapan Kristus akan datang, lalu sebelum dan sesudahnya didahului oleh peristiwa-peristiwa tertentu (lihat http://www.newadvent.org/cathen/05528b.htm, terutama bagian akhir).

Ajaran penganut Millenium (atau Milleniarism) BAHWA akan hadir suatu kerajaan dengan segala persepsi duniawinya, dan sang Mesiah akan datang membebaskan umatNya, dan kemudian akan ada Kerajaan dimana yang benar akan bahagia dan yang jahat akan dihukum... --MEMANG BUKAN dan TIDAK PERNAH MENJADI ajaran Gereja sejak dahulu sampai sekarang.


Tapi ajaran BAHWA Kerajaan Allah sudah datang sejak Kristus lahir, dan akan mencapai kepenuhannya pada kiamat, dan Kerajaan Allah itu adalah Gereja Katolik, ADALAH ajaran Gereja Katolik yang sudah sangat infallible sekali dari sisi Kitab Suci dan Tradisi Suci.



Ketika Catholic Encyclopedia mengatakan, "The Middle Ages were never tainted with millenarianism" yang dimaksudkan adalah di jaman pertengahan tidak pernah ada ajaran yang mempersepsikan bahwa BEGITU Kerajaan Allah hadir, maka PEMENUHAN YANG DEFINITIF akan tujuan dari Kerajaan itu AKAN LANGSUNG TERJADI (dan ini adalah inti dari Millenium atau Millenarianism).

Yang dimaksud "pemenuhan yang definitif" adalah peristirahatan abadi, yang jahat dihukum selamanya, yang baik bahagia selamanya, tidak ada air mata lagi [bagi yang selamat]. Pokoknya yang indah-indah [bagi yang baik].

Gereja sendiri tidak pernah mengajarkan bahwa begitu Kerajaan Surga hadir maka pemenuhan definitif dari kerajaan itu akan segera terjadi. Gereja mengajarkan bahwa pemenuhan itu akan terjadi pada hari kiamat.



Ketika para Katolik (aku, catholic.com, John Martignoni etc) mengatakan bahwa Gereja Katolik menganut A-Millenial yang kami maksudkan adalah Gereja memandang bahwa SEKARANG kita ini hidup dalam MASA SERIBU TAHUN dimana Kerajaan Allah sudah hadir (meskipun belum terjadi pemenuhan definitifnya), dan Kerajaan Allah yang sudah hadir itu adalah GEREJA KATOLIK.



Jadi, apa yang kami (aku, catholic.com, John Martignoni etc) utarakan bukanlah konsep yang baru. Juga bukan konsep yang dikatakan CE tidak pernah terdengar di abad pertengahan.

Justru apa yang kami utarakan adalah ajaran terus menerus Gereja yang sangat infallible, yaitu bahwa Kerajaan Allah memang sudah hadir meskipun belum pada pemenuhan yang definitifnya (lihat Dominus Iesus 18-19, sebenarnya juga ada di Katekismus di banyak paragraph).
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
LovingStAnthony



Joined: 27 Nov 2006
Posts: 1963
Location: Jakarta

PostPosted: Thu, 30-11-2006 6:48 am    Post subject: Reply with quote

DeusVult wrote:
LovingStAnthony wrote:
saya ragu, apakah Gereja Katolik pernah mengajarkan ajaran mengenai eskatologi secara mendetail seperti yang Anda uraikan.

Ajaran mendetail seperti mana yang kamu maksud?


Yang saya maksudkan adalah seperti yang diuraikan oleh Jon_Sansiro, yaitu adanya masa-masa tertentu, entah sebelum atau sesudah Kristus datang (entah kesusahan atau kegembiraan, etc,etc).

DeusVult wrote:
Jangan menyamakan "A-millenialism" dan "Millenialism." Yang pertama adalah sub-kategori dari yang terakhir.

Jadi ada tiga macam "Millenialism"
1. Pre-Millenialism
2. A-Millenialism
3. Post-Millenialism
Dari ketiganya, hanya sebagian yang memandang 1,000 tahun secara literer. Prinsipnya mereka memandang bahwa akan ada kerajaan Allah selama satu masa. Jadi apakah "masa" itu berjangka "1,000" tahun atau tidak itu tidak masalah.


Gereja Katolik sendiri secara definitif dan infallible mengimani yang kedua. Ini karena kerajaan Allah memang sudah datang dalam rupa Gereja Katolik (bdk. CCC 567; Dominus Iesus 18-19).


Setuju. Namun, apakah sebaiknya kita tidak menggunakan istilah "millenialism" lagi, walaupun dikatakan bahwa Gereja Katolik menganut A-Millenialism. Orang jadi sering salah paham bahwa Gereja Katolik menganut semacam paham "1000 tahun". Padahal bukan ini kan yang pokok dari ekastologi Katolik? Kristus akan datang lagi, entah waktunya kurang atau lebih dari 1000 tahun.

DeusVult wrote:
Ajaran penganut Millenium (atau Milleniarism) BAHWA akan hadir suatu kerajaan dengan segala persepsi duniawinya, dan sang Mesiah akan datang membebaskan umatNya, dan kemudian akan ada Kerajaan dimana yang benar akan bahagia dan yang jahat akan dihukum... --MEMANG BUKAN dan TIDAK PERNAH MENJADI ajaran Gereja sejak dahulu sampai sekarang.
Tapi ajaran BAHWA Kerajaan Allah sudah datang sejak Kristus lahir, dan akan mencapai kepenuhannya pada kiamat, dan Kerajaan Allah itu adalah Gereja Katolik, ADALAH ajaran Gereja Katolik yang sudah sangat infallible sekali dari sisi Kitab Suci dan Tradisi Suci.


Setuju. Ini juga yang menjadi argumen David Currie dalam bukunya Born Fundamentalist, Born Again Catholic. Tapi ini menegaskan lagi bahwa penggunaan kata Milleniarism hanya mengarahkan orang ke arah yang keliru.

DeusVult wrote:
Ketika para Katolik (aku, catholic.com, John Martignoni etc) mengatakan bahwa Gereja Katolik menganut A-Millenial yang kami maksudkan adalah Gereja memandang bahwa SEKARANG kita ini hidup dalam MASA SERIBU TAHUN dimana Kerajaan Allah sudah hadir (meskipun belum terjadi pemenuhan definitifnya), dan Kerajaan Allah yang sudah hadir itu adalah GEREJA KATOLIK.)


Saya pikir, penggunaan istilah "Masa Seribu Tahun" bisa membuat orang berpikir bahwa kita sama saja dengan kaum fundamentalis atau semacamnya. Kerajaan Allah yang sudah hadir di dalam Gereja Katolik (lebih tepat lagi: mulai pelayanan Yesus di dunia) tidak dapat diproyeksikan lamanya, entah 1000, kurang atau lebih. Kenapa tidak dapat diproyeksikan? Karena barangkali memang tidak penting. Angka 1000 tahun lebih merupakan kiasan.

Saya kutipkan dari buku "Iman Katolik: Buku Informasi dan Referensi" rangkuman KWI, hlmn. 297:

Quote:
Dengan demikian, semua pikiran dan teologi mengenai akhir zaman sebetulnya tidak punya dasar dan terutama tidak berguna. Yang baik dalam teori-teori ini ialah bahwa Kerajaan Kristus sekarang ini sudah mulai dilaksanakan. Hanya saja cara penggambarannya sering bersifat fantastis.


Lagi, dari "Katolisisme: Teologi untuk Kaum Awam", halaman 312 (Thomas P. Rausch):

Quote:
Orang-orang Kristiani fundamentalis telah menggunakan teks seperti 1Tes 4:17 dan Why 3:10 untuk mengajarkan kedatangan Yesus untuk mengadili secara amat harfiah seperti lukisan Michelangelo, berbicara tentang "pengambilan", pada waktu orang-orang Kristiani yang setia masih hidup di dunia diambil untuk menjumpai Tuhan dengan semua orang kudus, meski ada ketidaksepakatan tentang apakah peristiwa itu akan terjadi sebelum atau sesudah "huru-hara besar" yang akan membawa pengadilan Allah atas orang-orang jahat. Akan tetapi, itu bukan satu-satunya penafsiran yang mungkin. Iman Katolik tidak mewajibkan kita untuk percaya bahwa Tuhan akan datang secara harfiah pada suatu pagi atau pada suatu siang dengan awan-awan dari langin. Ada banyak cara untuk membayangkan akhir dunia, beberapa di antaranya, sayangnya, kita buat sendiri.


Saya percaya inilah apa yang diimani oleh semua orang Katolik, termasuk saya dan Anda. Kita kan gak mau dibilang sebagai salah satu sekte Protestan, Adventis, Saksi Yehova atau yang lainnya.
_________________
Back to top
View user's profile Send private message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Thu, 30-11-2006 9:38 am    Post subject: Reply with quote

LovingStAnthony wrote:
Yang saya maksudkan adalah seperti yang diuraikan oleh Jon_Sansiro, yaitu adanya masa-masa tertentu, entah sebelum atau sesudah Kristus datang (entah kesusahan atau kegembiraan, etc,etc).

Kalau yang dimaksud "Kristus datang" adalah kedatanganNya yang kedua, maka sebelum Kristus datang bisa dipastikan bahwa ada masa pergolakan. Dan ini terjadi sekarang ini.

Dan sesudah Kristus datang kedua kalinya, itulah pemenuhan definitif Gereja Katolik sebagai Kerajaan Allah. Tidak akan ada air mata lagi (kecuali bagi yang jahat).


Dua hal ini implisit dari ajaran Gereja tentang Kerajaan Allah dan kedatangan kedua.

LovingStAnthony wrote:
Setuju. Namun, apakah sebaiknya kita tidak menggunakan istilah "millenialism" lagi, walaupun dikatakan bahwa Gereja Katolik menganut A-Millenialism. Orang jadi sering salah paham bahwa Gereja Katolik menganut semacam paham "1000 tahun". Padahal bukan ini kan yang pokok dari ekastologi Katolik? Kristus akan datang lagi, entah waktunya kurang atau lebih dari 1000 tahun.

Ada benarnya memang.

Namun, karena begitu populernya theology Protestant Amerika yang dibawa oleh buku Left Behind maka kadang-kadang perlu bagi apologst Katolik untuk mengatakan bahwa Gereja mengajarkan A-Millenial untuk membedakan dengan pandangan rotestant tersebut. Tentunya para APologist Katolik tersebut harus menjelaskan beda secara detail dari A-Millenial yang dianut Gereja Katolik dengan paham Millenium (masalah arti literer dari 1,000 tahun DAN JUGA mengenai persepsi akan pemenuhan definitif dari Kerajaan Surga yang LANGSUNG terjadi ketika Kerajaan Surga datang, keduanya secara salah kaparah dianut Millenium).


LovingStAnthony wrote:
Saya pikir, penggunaan istilah "Masa Seribu Tahun" bisa membuat orang berpikir bahwa kita sama saja dengan kaum fundamentalis atau semacamnya. Kerajaan Allah yang sudah hadir di dalam Gereja Katolik (lebih tepat lagi: mulai pelayanan Yesus di dunia) tidak dapat diproyeksikan lamanya, entah 1000, kurang atau lebih. Kenapa tidak dapat diproyeksikan? Karena barangkali memang tidak penting. Angka 1000 tahun lebih merupakan kiasan.

Hanya karena kita menggunakan istilah Millenium (atau Millenarianism) tidak berarti bahwa kita menggunakan pandangan literer. Terutama bagi penganut A-Milenial (selain Gereja Katolik sebagian besar Protestant menganut yang ini, terutama yang di Eropa).

Ketika kita bilang, "aku menganut A-Millenial" maka secara otomatis bisa diasumsikan bahwa orang yang menganut pandangan ini sama sekali tidak memandang jangka waktu 1,000 tahun sebagai jangka waktu yang literer.

LovingStAnthony wrote:
Saya kutipkan dari buku "Iman Katolik: Buku Informasi dan Referensi" rangkuman KWI, hlmn. 297:
Quote:
Dengan demikian, semua pikiran dan teologi mengenai akhir zaman sebetulnya tidak punya dasar dan terutama tidak berguna. Yang baik dalam teori-teori ini ialah bahwa Kerajaan Kristus sekarang ini sudah mulai dilaksanakan. Hanya saja cara penggambarannya sering bersifat fantastis.

Aku sama sekali gak suka buku keluaran KWI itu.

Dan aku juga gak suka gaya bahasa pukul rata diatas bahwa SEMUA pikiran dan theologi akhir jaman adalah tidak berguna. Masalah ESKATALOGIS (hal-hal terakhir, mengenai akhir jaman termasuk didalamnya) adalah BAGIAN TAK TERPISAHKAN dari WAHYU ILAHI. Gereja secara terus menerus mewartakan ini dan semakin intensif akhir-akhir ini di masa Adven.

LovingStAnthony wrote:
Lagi, dari "Katolisisme: Teologi untuk Kaum Awam", halaman 312 (Thomas P. Rausch):

Quote:
Orang-orang Kristiani fundamentalis telah menggunakan teks seperti 1Tes 4:17 dan Why 3:10 untuk mengajarkan kedatangan Yesus untuk mengadili secara amat harfiah seperti lukisan Michelangelo, berbicara tentang "pengambilan", pada waktu orang-orang Kristiani yang setia masih hidup di dunia diambil untuk menjumpai Tuhan dengan semua orang kudus, meski ada ketidaksepakatan tentang apakah peristiwa itu akan terjadi sebelum atau sesudah "huru-hara besar" yang akan membawa pengadilan Allah atas orang-orang jahat. Akan tetapi, itu bukan satu-satunya penafsiran yang mungkin. Iman Katolik tidak mewajibkan kita untuk percaya bahwa Tuhan akan datang secara harfiah pada suatu pagi atau pada suatu siang dengan awan-awan dari langin. Ada banyak cara untuk membayangkan akhir dunia, beberapa di antaranya, sayangnya, kita buat sendiri.


Saya percaya inilah apa yang diimani oleh semua orang Katolik, termasuk saya dan Anda. Kita kan gak mau dibilang sebagai salah satu sekte Protestan, Adventis, Saksi Yehova atau yang lainnya.

Mengenai pengadilan yang dilakukan Yesus, memang ini berlaku sangat harfiah. Bahkan St Thomas Aquinas berargumen bahwa pengadilan itu akan terjadi di lembah Yosefat.

Begitu juga dengan pengambilan orang yang baik pada hari kiamat. Ini sudah sangat jelas dalam Kitab Suci dan akan terjadi secara literer.


Dan karena Gereja Katolik mengajarkan bahwa Kerajaan Alah sudah datang, maka SEKARANG inilah masa huru-hara tersebut. Anti-Kristus-Anti-Kristus juga sudah berdatangan dan menyengsarakan orang (bdk. tulisan John Martignoni diatas, "Dan Anti-Kristus akan benar-benar ada. Semua ini dapat ditemukan di Katekismus Gereja Katolik paragraf 675-677.")

Nih yang relevan dari Katekismus:


    676 The Antichrist's deception already begins to take shape in the world every time the claim is made to realize within history that messianic hope which can only be realized beyond history through the eschatological judgment. The Church has rejected even modified forms of this falsification of the kingdom to come under the name of millenarianism,577 especially the "intrinsically perverse" political form of a secular messianism.578


Footnotes:
577 Cf. DS 3839.
578 Pius XI, Divini Redemptoris, condemning the "false mysticism" of this "counterfeit of the redemption of the lowly"; cf. GS 20-21



Masa huru-hara ini akan mencapai puncaknya dekat pada kiamat nanti.
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
aw777



Joined: 22 Jan 2006
Posts: 301
Location: somewhere in the world

PostPosted: Thu, 30-11-2006 11:51 am    Post subject: Reply with quote

Quote:
Aku sama sekali gak suka buku keluaran KWI itu.

Dan aku juga gak suka gaya bahasa pukul rata diatas bahwa SEMUA pikiran dan theologi akhir jaman adalah tidak berguna. Masalah ESKATALOGIS (hal-hal terakhir, mengenai akhir jaman termasuk didalamnya) adalah BAGIAN TAK TERPISAHKAN dari WAHYU ILAHI. Gereja secara terus menerus mewartakan ini dan semakin intensif akhir-akhir ini di masa Adven.


Aku gak tau secara pasti kenapa KWI mencetak kata-kata seperti itu
tapi yang pasti Buku Iman Katolik memang bukan dititikberatkan pada katekese. Di sampulnya juga sudah ditulis "Buku informasi dan Referensi"

Jadi buku ini berbicara secara umum, memberi informasi dan referensinya. Bahkan agama-agama dan kepercayaan dibahas juga di buku ini.
Oleh sebab itu bahasannya juga lebih berbicara tentang realita dunia sekarang ini yang logis dan ilmiah. Kemudian menanggapi realita itu dengan moralitas. Hal-hal yang kosmos jika dibahas hanya sekedar untuk informasi, tidak untuk dibuktikan / diapologi. Misalnya saja dituliskan "Orang Kristen percaya bahwa Yesuslah Mesias, Penyelamat. Dia bangkit dari orang mati setelah menanggung penderitaan".
Terlihat dari gaya bahasanya hanya "just for your information"

Mungkin dalam buku itu ditulis "semua teologi akhir jaman gak berguna" ada unsur politisnya; yakni supaya umat bersikap cenderung menjauhi perdebatan. Namanya juga just for your information. Apalagi di zaman sekarang tidak semua bisa diapologi dengan jalan frontal.
_________________
-- -- --
ingin menjadi bagian yang didoakan dalam DSA I:
'Kami mempersembahkannya (kurban Ekaristi) kepadaMu untuk ...... serta semua orang yang menjaga dan menumbuhkan iman Katolik, sebagaimana kami terima dari para Rasul'
Back to top
View user's profile Send private message
LovingStAnthony



Joined: 27 Nov 2006
Posts: 1963
Location: Jakarta

PostPosted: Thu, 30-11-2006 12:44 pm    Post subject: Reply with quote

aw777 wrote:
Quote:
Aku sama sekali gak suka buku keluaran KWI itu.

Dan aku juga gak suka gaya bahasa pukul rata diatas bahwa SEMUA pikiran dan theologi akhir jaman adalah tidak berguna. Masalah ESKATALOGIS (hal-hal terakhir, mengenai akhir jaman termasuk didalamnya) adalah BAGIAN TAK TERPISAHKAN dari WAHYU ILAHI. Gereja secara terus menerus mewartakan ini dan semakin intensif akhir-akhir ini di masa Adven.


Aku gak tau secara pasti kenapa KWI mencetak kata-kata seperti itu
tapi yang pasti Buku Iman Katolik memang bukan dititikberatkan pada katekese. Di sampulnya juga sudah ditulis "Buku informasi dan Referensi"

Jadi buku ini berbicara secara umum, memberi informasi dan referensinya. Bahkan agama-agama dan kepercayaan dibahas juga di buku ini.
Oleh sebab itu bahasannya juga lebih berbicara tentang realita dunia sekarang ini yang logis dan ilmiah. Kemudian menanggapi realita itu dengan moralitas. Hal-hal yang kosmos jika dibahas hanya sekedar untuk informasi, tidak untuk dibuktikan / diapologi. Misalnya saja dituliskan "Orang Kristen percaya bahwa Yesuslah Mesias, Penyelamat. Dia bangkit dari orang mati setelah menanggung penderitaan".
Terlihat dari gaya bahasanya hanya "just for your information"

Mungkin dalam buku itu ditulis "semua teologi akhir jaman gak berguna" ada unsur politisnya; yakni supaya umat bersikap cenderung menjauhi perdebatan. Namanya juga just for your information. Apalagi di zaman sekarang tidak semua bisa diapologi dengan jalan frontal.


Wah, saya jadi gak enak sama KWI. Saya cuma kutip sebagian di situ. Maksud buku itu tidak seperti itu. Buku itu memiliki posisi yang sama dengan bung DeusVult, karena sumber KWI juga sama. Dalam halaman yang sama yang saya kutip, KWI menyebutkan mengenai pandangan khiliasme (nama tradisional untuk milenarisme), yaitu pandangan yang sering timbul dalam sejarah gereja -- yaitu dari Montanisme sampai Adventisme. Pandangan ini, ya, sering berkutat di angka 1000 tadi. Inilah yang dikecam oleh KWI, dan juga pasti iman Katolik. (Mungkin akan lebih bagus kalau bukunya dibaca. Untuk informasi saja, umat Katolik Indonesia kekurangan bacaan dalam bahasa Indonesia. Jadi hadirnya buku ini justru bagus bagi mereka yang baru "pemula" dalam iman Katolik.)

Saya juga sudah membaca secara lengkap artikel no. 675-677 dari KGK. Memang benar kata DeusVult. Saya ngaku salah. Gereja Katolik memang mengajarkan adanya masa pencobaan sebelum Kristus datang. Namun, dari artikel tersebut, sama sekali tidak disebutkan mengenai kapan dan bagaimana bentuk konkretnya masa pergulatan tersebut.

Di situ hanya disebutkan (art. 675):

Quote:
The supreme religious deception is that of the Antichrist, a pseudo-messianism by which man glorifies himself in place of God and of his Messiah come in the flesh.


Saya gak mau berspekulasi mengenai Anti-Kristus ini. Ini kan bisa saja orang, bisa saja yang lain (gaya hidup?, dsb).

Dlm art. 676:

Quote:
The Antichrist's deception already begins to take shape in the world every time the claim is made to realize within history that messianic hope which can only be realized beyond history through the eschatological judgement.


Justru kesan saya, tipu daya Anti-Kristus sudah terjadi kalau orang mengkhayalkan bahwa dalam sejarahnya mereka sudah memenuhi harapan mesianis, yang hanya dapat mencapai tujuannya sesudah sejarah melalui pengadilan eskatologis (kalimat garis bawah adalah terjemahan atas kalimat dari art. 676 di atas dlm KGK versi Indonesia). Jadi tipu daya Anti Kristus juga bisa mengambil bentuk ilusi/khayalan milenaris tadi.
_________________
Back to top
View user's profile Send private message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Fri, 01-12-2006 5:16 am    Post subject: Reply with quote

LovingStAnthony wrote:

Saya gak mau berspekulasi mengenai Anti-Kristus ini. Ini kan bisa saja orang, bisa saja yang lain (gaya hidup?, dsb).


Anti-Kristus adalah seorang pribadi manusia. Bukan ide, bukan kolektivitas, bukan malaikat jatuh (iblis).

Beberapa anti-Kristus sudah ada dulu dan ada sekarang. Nanti pada kiamat akan ada yang paling dahsyat.

675 Before Christ's second coming the Church must pass through a final trial that will shake the faith of many believers.574 The persecution that accompanies her pilgrimage on earth575 will unveil the "mystery of iniquity" in the form of a religious deception offering men an apparent solution to their problems at the price of apostasy from the truth. The supreme religious deception is that of the Antichrist, a pseudo-messianism by which man glorifies himself in place of God and of his Messiah come in the flesh.576

Footnotes:
574 Cf. Lk 18:8; Mt 24:12.
575 Cf. Lk 21:12; Jn 15:19-20.
576 Cf. 2 Thess 2:4-12; 1 Thess 5:2-3; 2 Jn 7; 1 Jn 2:18,22.


675 Sebelum kedatangan Kristus, Gereja harus mengalami ujian terakhir yang akan menggoyahkan iman banyak orang (Bdk. Lk 18:8; Mt 24:12). Penghambatan, yang menyertai penziarahannya di atas bumi (Bdk. Lk 21:12; Yoh 15:19-20), akan menyingkapkan "misteri kejahatan". Sati khayalan religius yang bohong memberi kepada manusia satu penyelesaian semu untuk masalah-masalahnya sambil menyesatkan mereka dari kebenaran. Kebohongan religius yang paling buruk datang dari Anti-Kristus, artinya dari mesianisme palsu, di mana manusia memuliakan diri sendiri sebagai pengganti Allah dan mesias-Nya yang telah datang dalam daging (Bdk. 2 Tes 2:4-12; 1 Tes 5:2-3; 2 Yoh 7; 1 Yoh 2:18,22).

_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
LovingStAnthony



Joined: 27 Nov 2006
Posts: 1963
Location: Jakarta

PostPosted: Fri, 01-12-2006 7:18 am    Post subject: Reply with quote

DeusVult wrote:
Anti-Kristus adalah seorang pribadi manusia. Bukan ide, bukan kolektivitas, bukan malaikat jatuh (iblis).

Beberapa anti-Kristus sudah ada dulu dan ada sekarang. Nanti pada kiamat akan ada yang paling dahsyat.

675 Sebelum kedatangan Kristus, Gereja harus mengalami ujian terakhir yang akan menggoyahkan iman banyak orang (Bdk. Lk 18:8; Mt 24:12). Penghambatan, yang menyertai penziarahannya di atas bumi (Bdk. Lk 21:12; Yoh 15:19-20), akan menyingkapkan "misteri kejahatan". Sati khayalan religius yang bohong memberi kepada manusia satu penyelesaian semu untuk masalah-masalahnya sambil menyesatkan mereka dari kebenaran. Kebohongan religius yang paling buruk datang dari Anti-Kristus, artinya dari mesianisme palsu, di mana manusia memuliakan diri sendiri sebagai pengganti Allah dan mesias-Nya yang telah datang dalam daging (Bdk. 2 Tes 2:4-12; 1 Tes 5:2-3; 2 Yoh 7; 1 Yoh 2:18,22).


Yup. Anda menggunakan terjemahan yang ada di situs ini (ekaristi.org), ya? Kayaknya para penerjemah kurang begitu bagus melakukan tugasnya.

Coba Anda lihat terjemahan untuk art. 676. Apa bisa kata-kata

Quote:
The Antichrist's deception already begins to take shape in the world…


diterjemahkan menjadi

Quote:
Kebohongan yang ditujukan kepada Kristus ini selalu muncul di dunia…


Coba deh Bung DV, saya mohon petunjuk dan bimbingan Anda untuk kalimat di atas (Saya amatir dalam urusan teologi) Embarassed
Soalnya, di mata saya yang agak bodo ini, "The Antichrist's deception" lebih baik diterjemahkan menjadi "tipu daya Anti-Kristus".
_________________
Back to top
View user's profile Send private message
shmily
Penghuni Ekaristi


Joined: 26 Oct 2005
Posts: 3786
Location: Ekaristi.org

PostPosted: Fri, 01-12-2006 10:22 am    Post subject: Reply with quote

LovingStAnthony wrote:
DeusVult wrote:
Anti-Kristus adalah seorang pribadi manusia. Bukan ide, bukan kolektivitas, bukan malaikat jatuh (iblis).

Beberapa anti-Kristus sudah ada dulu dan ada sekarang. Nanti pada kiamat akan ada yang paling dahsyat.

675 Sebelum kedatangan Kristus, Gereja harus mengalami ujian terakhir yang akan menggoyahkan iman banyak orang (Bdk. Lk 18:8; Mt 24:12). Penghambatan, yang menyertai penziarahannya di atas bumi (Bdk. Lk 21:12; Yoh 15:19-20), akan menyingkapkan "misteri kejahatan". Sati khayalan religius yang bohong memberi kepada manusia satu penyelesaian semu untuk masalah-masalahnya sambil menyesatkan mereka dari kebenaran. Kebohongan religius yang paling buruk datang dari Anti-Kristus, artinya dari mesianisme palsu, di mana manusia memuliakan diri sendiri sebagai pengganti Allah dan mesias-Nya yang telah datang dalam daging (Bdk. 2 Tes 2:4-12; 1 Tes 5:2-3; 2 Yoh 7; 1 Yoh 2:18,22).


Yup. Anda menggunakan terjemahan yang ada di situs ini (ekaristi.org), ya? Kayaknya para penerjemah kurang begitu bagus melakukan tugasnya.

Coba Anda lihat terjemahan untuk art. 676. Apa bisa kata-kata

Quote:
The Antichrist's deception already begins to take shape in the world…


diterjemahkan menjadi

Quote:
Kebohongan yang ditujukan kepada Kristus ini selalu muncul di dunia…


Coba deh Bung DV, saya mohon petunjuk dan bimbingan Anda untuk kalimat di atas (Saya amatir dalam urusan teologi) Embarassed
Soalnya, di mata saya yang agak bodo ini, "The Antichrist's deception" lebih baik diterjemahkan menjadi "tipu daya Anti-Kristus".


terjemahan itu bisa kamu lihat di teologi.net Smile kamu bisa saja memberikan saran dan masukan ke teologi@pair.com.

kalimat yang kamu bandingkan di atas, menurut saya sama sekali tidak menghilangkan maksud yang ingin disampaikan.

Pengertian "deception" menurut the freedictionary/answer.com adalah

1. The use of deceit. (penggunaan kebohongan)
2. The fact or state of being deceived. (fakta atau keadaan dibohongi/tertipu)
3. A ruse; a trick. (tipu daya/kelicikan)

kata "Antichrist" adalah

1. An enemy of Christ.
2. Antichrist The epithet of the great antagonist who was expected by the early Church to set himself up against Christ in the last days before the Second Coming.
3. A false Christ.

saya kutip beberapa pandangan mengenai "antichrist"

Quote:

Polycarp of Smyrna

"Everyone who does not confess that Jesus Christ has come in the flesh is an antichrist [1 John 4:2-3, 2 John 7]; whoever does not confess the testimony of the cross is of the devil; and whoever perverts the sayings of the Lord for his own desires, and says that there is neither resurrection nor judgment, such a one is the firstborn of Satan" (Letter to the Philadelphians 7:1 [A.D. 135]).


Quote:

Tertullian

"[T]he man of sin, the son of perdition, who must first be revealed before the Lord comes, who opposes and exalts himself above all that is called God or that is worshipped; and who is to sit in the temple of God and boast himself as being God. . . . According indeed to our view, he is Antichrist; as it is taught us in both the ancient and the new prophecies, and by the apostle John, who says that ‘already many false prophets have gone out into the world,’ the forerunners of Antichrist, who deny that Christ is come in the flesh, and do not acknowledge Jesus, meaning in God the Creator" (Against Marcion 5:16 [A.D. 210]).


Quote:

Cyril of Jerusalem

"This aforementioned Antichrist is to come when the times of the Roman Empire shall have been fulfilled, and the end of the world is drawing near. There shall rise up together ten kings of the Romans, reigning in different parts, perhaps, but all reigning at the same time. After these there shall be an eleventh, the Antichrist, who by the evil craft of his magic shall seize upon the Roman power. Of the kings who reigned before him, three shall he humble [Dan. 7:24], and the remaining seven he shall have as subjects under him. At first he shall feign mildness—as if he were a learned and discreet person—and sobriety and loving kindness" (Catechetical Lectures 15:12 [A.D. 350]).

"Having beguiled the Jews by the lying signs and wonders of his magical deceit, until they believe he is the expected Christ, he shall afterwards be characterized by all manner of wicked deeds of inhumanity and lawlessness, as if to outdo all the unjust and impious men who have gone before him. He shall display against all men, and especially against us Christians, a spirit that is murderous and most cruel, merciless and wily. For three years and six months only shall he be the perpetrator of such things; and then he shall be destroyed by the glorious second coming from heaven of the only-begotten Son of God, our Lord and Savior Jesus, the true Christ, who shall destroy him with the breath of his mouth [2 Thess. 2:8], and deliver him over to the fire of Gehenna" (ibid.).


semoga cukup jelas Smile
_________________
Salam dan doa
F A Q Belajar Bersama Kanon 7 Sakramen

Psalms 119:159 See how I love your precepts, LORD; in your kindness give me life.
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Next
Page 1 of 2

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17