FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

perkawinan beda agama menentang hukum Allah atau tidak?    
Goto page: Next

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera
View previous topic :: View next topic  
Author Message
fermansnoel



Joined: 31 Dec 2006
Posts: 2

PostPosted: Sun, 31-12-2006 1:52 am    Post subject: perkawinan beda agama menentang hukum Allah atau tidak? Reply with quote

apakah manusia tetap selamanya egois pada pendiriannya masing-masing? menurut yang baik diantar mereaka?
sedangkan Allah tidak melarang pernikahan beda agama!
apa yang harus dilakukan untuk waktu selanjutnya?
Back to top
View user's profile Send private message
Athanasios
Penghuni Ekaristi


Joined: 12 Feb 2004
Posts: 4198

PostPosted: Sun, 31-12-2006 11:45 pm    Post subject: Reply with quote

Perkawinan beda agama bukanlah hal yang ideal, harus ada izin Uskup kalau seorang Katolik ingin menikah dengan orang yang beda agama, selain itu masih harus memenuhi syarat:

1. Perkawinan dilakukan secara Katolik
2. Pihak bukan Katolik bersedia menjauhkan pihak Katolik dari bahaya murtad
3. Mempelai harus sepakat bahwa anak-anak akan diBaptis secara Katolik dan dididik dalam iman Katolik, dan pihak Katolik harus bersedia berupaya sebisanya untuk ini.

Yang paling ideal ialah menikah dengan sesama Katolik
_________________
Sancta et catholica Ecclesia, quae est corpus Christi mysticum
- Konsili Oikumenis Vatikan II Orientalum Ecclesiorum art.2
Back to top
View user's profile Send private message
luck_strike



Joined: 16 Nov 2006
Posts: 400
Location: Sleman Sembada

PostPosted: Mon, 01-01-2007 8:13 pm    Post subject: Reply with quote

salam damai

kakak perempuan saya dapat suami dulu beragama islam, menikah secara katolik.
mertua laki-laki saya dapat istri dulu beragama islam, menikah secara katolik.

syarat yang dikemukakan Athanasios sudah terpenuhi, cuman menurut pandangan saya, orang yang pindah agama katolik tidak menjalankan ke katolikan nya secara benar.

lebih mudah mendidik anak kecil secara katolik dari pada mendidik orang dewasa secara katolik

terima kasih, MLU
Back to top
View user's profile Send private message
- O -
Penghuni Ekaristi


Joined: 21 Jan 2004
Posts: 1876

PostPosted: Tue, 02-01-2007 1:08 pm    Post subject: Reply with quote

Quote:
apakah manusia tetap selamanya egois pada pendiriannya masing-masing? menurut yang baik diantar mereaka?


Yup... digoda setan, manusia cenderung mengeraskan hati, dan lebih melihat kepentingan diri sendiri... seumur hidup... kecenderungan kepada yang jahat ini harus selalu kita lawan...

manusia build in dengan 'kelemahan' dosa asal. Dosa asal dihapuskan dengan pembabtisan, tapi 'cacat' nya, tidak.

Quote:
sedangkan Allah tidak melarang pernikahan beda agama!

Permasalahannya apakah dilarang atau tidak dilarang, Allah tidak pernah melarang secara literal manusia untuk tidak mengkonsumsi sabu sabu, merokok dst, tapi kita tau bahwa itu first of all, merusak diri kita, membuat diri kita tidak lagi bisa digunakan oleh Allah dalam karya Nya...

Tidak dilarang tidak sama artinya dengan BOLEH.
Kalau tidak dilarang nyebur ke sumur = boleh nyebur ke sumur (bunuh diri) dst...


Problemnya adalah tuntutan bahwa manusia harus 'secara bebas', sadar, rela dan senang hati menyediakan dirinya sendiri bagi Tuhan... bagaimana dia berusaha mengatur kondisi lingkungan di sekitarnya sehingga semuanya mengarah pada pemberian diri yang semakin lama semakin total kepada Tuhan...


Orang yang masih kurang sadar biasanya akan melihat hidup 'mengalir' seperti air, dibiarkan saja....
Mereka biasanya menempatkan 'kesenangan', kedamaian, atau hal hal lain sebagai tujuan hidup...
Di posisi ini, sangat wajar sekali untuk melihat bahwa 'pernikahan campur' sama sekali tidak mengandung potensi bahaya.

Namun ketika kita berusaha untuk mengintrospeksi lagi 'tujuan hidup' kita... ketika kita mulai berpikir bagaimana kita bisa mempersembahkan hidup kita (meskipun kita menikah dan punya anak !!) kepada Tuhan, maka cara pandang kita akan berbeda...

Kita akan berusaha untuk mengatur lingkungan kita, dengan siapa kita hidup, dengan siapa kita menikah, dengan siapa kita bekerja dan berteman agar tujuan hidup kita tetap di jalurnya...
Termasuk kita akan mendidik anak kita dengan ketat dan disiplin agar ia kelak juga memiliki kecintaan dan penghormatan yang besar kepada Tuhan...


Nikah campur, memiliki problem yang sangat besar, karena konsep Tuhan tidak jelas !, bagaimana kita bisa mendidik anak dengan satu kata (kompak) dengan pasangan kita kalau kita tidak memiliki konsep yang sama tentang 'yang baik' dan 'yang benar' ?

Sekali lagi, problem ini tidak akan muncul kalau tujuan hidup kita adalah 'kesenangan', 'kedamaian', 'prestige pribadi' dst...
Ketika iman itu tidak penting, kita tidak perlu bicara panjang lebar tentang aturan dan hal hal lain...


bagi saya, 'menunggu dilarang', menunggu diberitahu bahwa sesuatu hal itu 'buruk' adalah sikap yang kurang bijaksana...
Kalau suatu hal itu penting buat kita, benar benar penting, kita akan berusaha mengerti dan memaksimalkan semuanya agar apa yang penting itu terjadi...


ls :
Quote:
lebih mudah mendidik anak kecil secara katolik dari pada mendidik orang dewasa secara katolik

yup, tentu saja, tapi... ada kelemahan...
jika orang tua tidak mampu menjelaskan 'mengapa Katholik'....
(apa lagi jika dalam pikiran mereka berkata :
- aku memilih Katholik, karena (kebetulan) cocok dengan ku.
- aku memilih Katholik, karena (kebetulan) aku sreg dengan romo... atau suster....
- dll
maka jadilah si anak juga akan 'menggunakan perasaaannya' ketika memilih jalan hidupnya... jadilah si anak TIDAK BISA DIATUR).


Keunggulan dari 'orang dewasa yang menjadi Katholik' ie : mengenal imannya dengan baik, adalah mereka dengan sadar menentukan pilihannya ! mereka sudah mampu 'membandingkan' dan mereka dengan sadar 'memilih' karena mereka sudah mempertimbangkan dan yakin bahwa pilihan mereka adalah yang paling baik (dan terutama, paling benar)....


Seringkali, iman Katholik yang kuat ditemukan, JUSTRU pada orang orang yang baru dibaptis ketika dewasa, atau mereka yang pindah ke Katholik.

Pernyataan ls diatas, bersyarat, yaitu, orang tua HARUS bertanggung jawab pada pertumbuhan iman si anak ! Itu sumpah orang tua saat menikah, dan sumpah ketika si bayi dipermandikan....

.
_________________
"Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga." (Mat 10:32-33)
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger
luck_strike



Joined: 16 Nov 2006
Posts: 400
Location: Sleman Sembada

PostPosted: Thu, 04-01-2007 8:30 pm    Post subject: Reply with quote

salam damai

- yang saya tulis kemarin tentunya bukan perkawinan beda agama hanya sedikit contoh pacaran beda agama yang kemudian menikah secara katholik yang sah.

Saya hanya sedikit memberikan gambaran (tentunya tidak di gebyah uyah) bahwa orang yang pindah ke katholik, dengan tidak mempunyai kesadaran telah memilih katholik Karena mempunyai tujuan bahwa saya akan menikah dengan orang yang saya cintai sehingga dia rela berkorban untuk pindah agama tetapi dengan tidak mempunyai kesadaran.

Kalau contoh yang saya tulis kemarin mungkin kelemahan dari orang dewasa ya.

untuk pernyataan saya akan saya laksanakan bos Ketawa Ngakak

mumpung masih sepi dan ada contoh sesuai judul

saudara saya menikah beda agama, yus dan rin. keduanya menikah di gereja tetapi menikah juga secara adat islam. kondisi rin saat itu telah hamil selam 5 bulan. waktu menikah di gereja, katanya sih, gereja nya harus cari dulu yang agak mudah untuk dispenisasi.

nah dari sedikit gambaran saya diatas, untuk syarat Athan :

1. perkawinan dilakukan secara katholik . Bagaimana jika dilakukan
dalam dalam dua adat yaitu katholik dan islam?

3. Mempelai harus sepakat bahwa anak-anak akan diBaptis secara
Katolik dan dididik dalam iman Katolik, dan pihak Katolik harus
bersedia berupaya sebisanya untuk ini. ini tidak terjadi karena sampai
saat ini si anak tidak pernah kenal gereja karena memang bukan
agamanya.

matur thank's. MLU
Back to top
View user's profile Send private message
Athanasios
Penghuni Ekaristi


Joined: 12 Feb 2004
Posts: 4198

PostPosted: Thu, 04-01-2007 9:42 pm    Post subject: Reply with quote

Quote:
1. perkawinan dilakukan secara katholik . Bagaimana jika dilakukan
dalam dalam dua adat yaitu katholik dan islam?


Tidak boleh, hanya boleh ada satu perkawinan yaitu secara Katolik saja dan kemudian dicatat pada catatan sipil. Pernikahan secara bukan Katolik adalah tidak sah

Jika diadakan upacara pernikahan secara Islam sebelum menikah maka si pihak Katolik akan ter-ekskomunikasi karena menikah di luar Gereja dan juga kalau ia berhubungan seks sesudah pernikahan Islami itu maka dia terkena lagi dosa berhubungan badan di luar pernikahan yang sah.

Dia harus bertobat dan kembali ke pangkuan Gereja dan melakukan pemberesan perkawinan.

Jika perkawinan secara Islam dilakukan sesudah pemberkatan nikah di Gereja maka si Katolik ter-ekskomunikasi dan dianggap murtad, dia harus bertobat untuk dosa melakukan pernikahan dengan upacara agama lain.

Quote:
3. Mempelai harus sepakat bahwa anak-anak akan diBaptis secara
Katolik dan dididik dalam iman Katolik, dan pihak Katolik harus
bersedia berupaya sebisanya untuk ini. ini tidak terjadi karena sampai
saat ini si anak tidak pernah kenal gereja karena memang bukan
agamanya.


Pihak Katolik yang lalai akan kewajibannya ini sudah tentu telah berbuat dosa, sejauh masih mungkin ia hendaknya berusaha sekuat tenaga memperbaikinya.

Quote:
saudara saya menikah beda agama, yus dan rin. keduanya menikah di gereja tetapi menikah juga secara adat islam. kondisi rin saat itu telah hamil selam 5 bulan. waktu menikah di gereja, katanya sih, gereja nya harus cari dulu yang agak mudah untuk dispenisasi.


Yang penting si Katolik menerima sakramen tobat dulu agar dosa nya akibat persetubuhan sebelum pernikahan diampuni oleh Allah.

Selebihnya dia bisa santai-santai, kalaupun anaknya lahir di luar nikah maka itu samasekali tidak masalah (kalau dia yang perempuannya). Kalau dia yang laki-laki maka dia harus menawarkan pertanggungjawaban (dengan menikah) tanpa meng-kompromi imannya (misalnya kalau pasangan yang bukan Katolik tidak mau menikah secara Katolik maka dia bisa menawarkan santunan materi untuk membiayai hidup si anak), dosa jangan ditutupi dengan dosa lain lagi!

Menikah harus dilakukan karena cinta yang ada diantara kedua mempelai.

Motivasi menikah hanya karena ingin menjaga nama baik dan takut anak lahir tidak punya ayah secara hukum adalah motivasi yang sangat salah dan bertentangan dengan iman Katolik.

Harap diingat bahwa keadaan sudah bunting sebelum nikah jangan dijadikan alasan untuk buru-buru menikah. Lebih baik bagi perempuan anak lahir di luar nikah dan tanpa suami daripada harus mengorbankan iman dan perkawinan untuk menikah dengan orang yang tidak tepat. Ingat perkawinan itu sakral dan tidak terceraikan, jangan dibuat mainan dan asal-asalan
_________________
Sancta et catholica Ecclesia, quae est corpus Christi mysticum
- Konsili Oikumenis Vatikan II Orientalum Ecclesiorum art.2
Back to top
View user's profile Send private message
muridYesus



Joined: 07 Sep 2006
Posts: 75

PostPosted: Fri, 05-01-2007 9:13 am    Post subject: Reply with quote

Athanasios wrote:
Menikah harus dilakukan karena cinta yang ada diantara kedua mempelai.

Motivasi menikah hanya karena ingin menjaga nama baik dan takut anak lahir tidak punya ayah secara hukum adalah motivasi yang sangat salah dan bertentangan dengan iman Katolik.

Harap diingat bahwa keadaan sudah bunting sebelum nikah jangan dijadikan alasan untuk buru-buru menikah. Lebih baik bagi perempuan anak lahir di luar nikah dan tanpa suami daripada harus mengorbankan iman dan perkawinan untuk menikah dengan orang yang tidak tepat. Ingat perkawinan itu sakral dan tidak terceraikan, jangan dibuat mainan dan asal-asalan


Betul. Tapi sungguh disayangkan bahwa saat ini, masih banyak orang-orang Katolik yang lebih memikirkan 'pandangan masyarakat' bila memiliki anak diluar nikah dibanding keselamatan iman dan kesakralan Sakramen Pernikahan yang telah mereka terimakan.. Sedih

Bahkan di paroki saya kemarin ada pasangan yang menikah campur (cewek katolik-->sudah hamil, cowok kristen). Mereka menerimakan sakramen pernikahan, dan setelah anak-nya lahir langsung cerai sipil Shocked . Dan sekarang yang cowok malah sudah pacaran dengan orang lain lagi.


Seorang Romo mungkin saat penyelidikan Kanonik sudah dapat melihat tanda-tanda ketidak-siapan kedua calon mempelai, atau sudah dapat 'menangkap' bahwa kedua calon mempelai bakalnya mempermainkan sakramen pernikahan, bisakah romo tersebut menolak permintaan pernikahan mereka?
Back to top
View user's profile Send private message
Athanasios
Penghuni Ekaristi


Joined: 12 Feb 2004
Posts: 4198

PostPosted: Fri, 05-01-2007 10:39 am    Post subject: Reply with quote

Quote:
Seorang Romo mungkin saat penyelidikan Kanonik sudah dapat melihat tanda-tanda ketidak-siapan kedua calon mempelai, atau sudah dapat 'menangkap' bahwa kedua calon mempelai bakalnya mempermainkan sakramen pernikahan, bisakah romo tersebut menolak permintaan pernikahan mereka?


Bisa sekali dan itulah gunanya penyelidikan Kanonik. Jika dalam penyelidikan Kanonik Imam dapat menangkap tanda-tanda bahwa kedua calin mempelai bakal mempermainkan Sakramen Pernikahan maka Romo berhak bahkan berkewajiban untuk menolak permintaan mereka untuk menikah.

Kita pun jika kita menangkap hal itu dapat menyampaikan keberatan kita (tentunya dengan alasan yang kuat dan bukan cuman prasangkan apalagi gosip tidak jelas) sebagai masukan kepada Imam yang menjadi penyelidik Kanonik bagi kedua calon mempelai (atau setidaknya kepada Pastor Paroki), itulah sebabnya setiap pengumuman perkawinan selalu dikatakan, "Siapa yang mengetahui adanya halangan diantara kedua mempelai harap memberitahu Pastor Paroki."
_________________
Sancta et catholica Ecclesia, quae est corpus Christi mysticum
- Konsili Oikumenis Vatikan II Orientalum Ecclesiorum art.2
Back to top
View user's profile Send private message
luck_strike



Joined: 16 Nov 2006
Posts: 400
Location: Sleman Sembada

PostPosted: Tue, 09-01-2007 4:22 pm    Post subject: Reply with quote

Dalam pekawinan beda agama yang dilakukan secara katholik dan kemudian di catat di sipil, apakah pihak non katholik juga mendapat pemberkatan sehingga keduanya menjadi satu dalam ikatan perkawinan, jika bisa berarti sakramen ini bisa diterimakan orang di luar katholik.

Sakramen pernikahan tidak terpisahkan, bagaimana jika di kemudian hari pihak katholik pindah agama apakah sakramen masih melekat di keduanya.



Quote:
Betul. Tapi sungguh disayangkan bahwa saat ini, masih banyak orang-orang Katolik yang lebih memikirkan 'pandangan masyarakat'


kalau orang katholik yang tinggal di jawa biasanya masih memikirkan budaya jawanya jadi kesakralan sakramen itu di no sekiankan, dia lebih memilih projo nya ketimbang urusan urusan dalam gereja. Biasanya yang terjadi kemeriahan perkawinan pasti lebih meriah yang di lakukan dirumah/di gedung ketimbang di dalam gereja. Yang di gereja itu kan urusan gereja . ndak usah pake misa, kor sedang yang terjadi di rumah pake organ tunggal nanggap wayang. kadang harga diri dapat membutakan.
_________________
Institusi Pendidikan Katholik Online Dengan Berbagai Macam Nick, Avatar Dan Signatur Sejak 20 Januari 2001
All New Hino RG Jogja - Sidney
Back to top
View user's profile Send private message
Athanasios
Penghuni Ekaristi


Joined: 12 Feb 2004
Posts: 4198

PostPosted: Tue, 09-01-2007 6:41 pm    Post subject: Reply with quote

Quote:
Dalam pekawinan beda agama yang dilakukan secara katholik dan kemudian di catat di sipil, apakah pihak non katholik juga mendapat pemberkatan sehingga keduanya menjadi satu dalam ikatan perkawinan, jika bisa berarti sakramen ini bisa diterimakan orang di luar katholik.


Bisa kalau syarat kawin beda agama dipenuhi dan ada izin Uskup.

Perkawinan Sakramental hanya kalau kedua mempelai adalah orang yang diBaptis secara sah.

Perkawinan beda agama itu sah secara Katolik tapi tidak punya martabat Sakramen.
_________________
Sancta et catholica Ecclesia, quae est corpus Christi mysticum
- Konsili Oikumenis Vatikan II Orientalum Ecclesiorum art.2
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Next
Page 1 of 3

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17