FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Renungan Bulan Maria dan Bulan Katekese liturgi    

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera
View previous topic :: View next topic  
Author Message
luck_strike



Joined: 16 Nov 2006
Posts: 402
Location: Sleman Sembada

PostPosted: Sat, 05-05-2007 2:52 pm    Post subject: Renungan Bulan Maria dan Bulan Katekese liturgi Reply with quote

Salam hari ke 6 ……kok Salam hari ke 6 sih??? Pasti member E yang berada nan jauh disana bertanya tanyakan, bingung………jangan jangan niii orang mabuk?!#^%&*)^%$
Yaaa gak lhaa ……….. memang bulan ini bulan mei dan masih tanggal 5 (tapi uangku kok dah habis ya-----ot dikit, luweh)

ada apa dengan bulan mei???
Selama bulan mei ini dan mungkin bulan mei sebelumnya lagi mungkin juga bulan mei yang akan datang dan begitu seterusnya untuk bulan mei atau datang bulan mei atau mei datang bulan atau habis mei trus oktober
saja gimana??? Wah yang nulis tambah mabuk?*&^%^$%*&

Btw, anw,bsw,www (bytheway,anyway, busway,wekwekwek) bacaan yang ada dibawah dikutip dari buku Renungan Bulan Maria dan Bulan Katikese Liturgi Keuskupan Agung Semarang dengan tema Liturgi dalam Keluarga.

Member E beriman dimanapun anda berada dapat menggunakan renungan ini, walaupun di keuskupan/paroki lain tema yang diambil berbeda tetapi toh dasarnya sama dari KWI yang menghubungkan Liturgi dan Ekonomi.

Renungan ini dikutib maju 1 hari

Beberapa catatan lain:
1. Renungan dibuat singkat dan berlangsung sekitar 5-6 menit saja.
2. Renungan terdiri atas sebuah kutipan teks Kitab Suci, pengalaman hidup sehari-hari, pendalaman liturgi dan sabda Allah.
3. Renungan ini dapat dibacakan pada awal doa atau di antara peristiwa-peristiwa atau pada akhir doa rosario, atau tempat lain yang sesuai. Pemimpin bebas menentukan kapan renungan ini disampaikan.
4. Memang sangatlah baik, apabila dalam kelompok ada kemungkinan waktu untuk sharing dan berdiskusi mengenai isi buku ini.

Semoga Keluarga keluarga Kristiani sungguh dapat menjadi basis hidup beriman yang subur dan berbuah!
Berkat Tuhan yang melimpah!

*Untuk renungan/refleki dapat juga di baca di renungan harian bersama Romo I. Sumaryo .SJ


Hari ke 6, merenungkan

JANJI PERNIKAHAN SUCI
“aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi………dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku.

(Yoh 13:34-35)

Bagian manakah yang paling mengesankan dan menyentuh hati pada saat perayaan perkawinan di Gereja? Mestinya bukan lagu-lagunya yang di nyanyikan kor tekenal, bukan pada dandanan pengantin yang elok, indah dan mahal atau tangisan haru saudara-saudarinya, tetapi yang mengesankan mestinya adalah janji pernikahan suci. Janji perkawinan didahului dengan pernyataan keterbukaan hati kedua calan mempelai untuk saling memilih dengan keiklasan dan ketulusan hati.

Bagian pertama merupakan penyelidikan ketulusan hati dari masing –masing pribadi untuk menikah dan memilih pasangan hidup. Selain itu Gereja Katolik ingin menegaskan tugas serta panggilan keluarga untuk mewarisi nilai-nilai kekatolikan dengan memberikan pendidikan katolik kepada anak-anak yang akan dilahirkan. Bagian kedua memberikan kesempatan kepada kedua calan mempelai untuk menyatakan janji setia seumur hidup sebagai susami –istri. Baik dalam perkawinaan sakramen maupun dalam pernikahan campur, kedua ritus utama itu tetap dilaksanakan. Gereja katolik menyadari hakikat perkawinaan terletak pada kemauan sadar dan bebas untuk memilih kehidupan perkawinan, serta memilih pasangan demi kebahagiaan kehidupan mereka.

Secara liturgis, kita mengikuti bagian ini denagn sepenuh hati, menyertakan hati dan budi, mendukung kedua mempelai dengan doa, serta merasakan kesetiaan Allah bagi kita. Dibanyak paroki, sekarang ini sudah banyak muncul kebiasaan untuk mengadakan misa kudus untuk penyegaran dan pembaharuan janji nikah pada awal bulan atau pada hari jumat pertama. Semoga dengan hakikat pernikahan dan penyegaran janji kesetiaan itu, keluarga-keluarga katolik dibantu untuk makin setia.

Intermezzo
Istri : mas, dalam janji perkawinan dulu bilang akan setia dalam untung dan malang, mana buktinya?
Suami : itu kalau seimbang antar untung dan malang. Lha nyatanya kita lebih banyak malangnya.

Sharing yook!
_________________
Institusi Pendidikan Katholik Online Dengan Berbagai Macam Nick, Avatar Dan Signatur Sejak 20 Januari 2001
All New Hino RG Jogja - Sidney
Back to top
View user's profile Send private message
luck_strike



Joined: 16 Nov 2006
Posts: 402
Location: Sleman Sembada

PostPosted: Sun, 06-05-2007 6:50 pm    Post subject: Re: Renungan Bulan Maria dan Bulan Katekese liturgi Reply with quote

Hari ke – 7

BAPTISAN BAYI

“Penghibur, yaitu Roh Kudus, akan diutus oleh Bapa. Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu.” (Yoh 14:26)

Ada sementara orang tua yang berpeganan teguh pada prinsip bahwa agama itu adalah hak yang paling asasi bagi setiap orang. Tentu kita semua setuju pada prinsip itu. Hanya saja dengan prinsip itu sementara orang tua tidak mau membaptiskan anaknya sejak dini. “Biarlah anak nanti memilih sendiri agama apa yang akan dianutnya,” demikianlah mereka sering mengatakan. Orang tua yang demikian menganggap bahwa membaptiskakan anak ketika bayi itu berarti melanggar hak asasi dan memaksakan kehendak pada anak. Ada juga orang tua yang merasa tidak perlu membaptiskan anak sejak bayi, percuma saja, karena kemungkinan untuk pindah agama selalu terbuka, dan sungguh terjadi. Orang tua yang demikian mengalami frustasi nglokro.

Kita semua tidak setuju terhadap sikap dan pendapat seperti itu. Bahkan sebaiknya tidak hanya tidak setuju, tetapi kita perlu melawannya. Kalau mau konsekuen dan keras – kerasan berpegang pada prinsip itu, maka ibu yang memberi ASI kepada anak bayinya, memilihkan nama, memberi pakaian tertentu, mengajari bahasa kita, memilihkan sekolah untuk anak bisa dianggap melanggar hak asasi juga dong? Bukankah sudah sejak dikandungan, si anak sudah serba dipilihkan untuk berbagai keperluannya oleh ortunya? Ya, kenapa kalau agama tidak ikut dipilihkan? Lebih – lebih kalau orang tuanya meyakini bahwa iman akan Kristus itu amat bernilai dan berharga? Membiarkan si anak memilih agamanya sendiri sama saja menunjukakan bahwa orang tuanya tidak telalu yakin dan tidak mendalami dalam hidup imannya!

Membaptisakan anak sejak dini adalah kewajiban dan keharusan bagi orang tua. Mengenai bagaimana iman anak itu bisa tumbuh dan berkembang, ya tergantung pada keteladanan hidup iman ortunya dan tentu saja Roh Kudus yang pasti akan membimbingnya.

Intermezzo
Suami : nak, Romo meminta supaya kamu baptis sedini mungkin, gimana? Setuju apa tidak?
Istri : (Sambil menggendong si bayi) nggak ada jawaban tuh? Gimana, Romo?
Romo : (tersenyum manis)……..
_________________
Institusi Pendidikan Katholik Online Dengan Berbagai Macam Nick, Avatar Dan Signatur Sejak 20 Januari 2001
All New Hino RG Jogja - Sidney
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera All times are GMT + 6 Hours
Page 1 of 1

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17