FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Kebohongan KKR Penyembuhan, Bahasa Roh dan Plasebo Iman    
Goto page: Next

 
Post new topic   This topic is locked: you cannot edit posts or make replies.    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka
View previous topic :: View next topic  
Author Message
Estfan_Kepha



Joined: 20 Dec 2007
Posts: 118
Location: Indonesia

PostPosted: Wed, 09-01-2008 10:19 pm    Post subject: Kebohongan KKR Penyembuhan, Bahasa Roh dan Plasebo Iman Reply with quote

Shlama leikun b-rahaimeh d Marya, Salam bagi kalian dalam kasih TUHAN.

Tahun 2002 yang lalu ada seorang pastor Katolik dari salah satu paroki di Dekanat Bekasi-Jaktim (sekarang beliau bertugas di Indonesia Timur) pernah bercerita padaku secara panjang lebar mengenai banyak orang yang menjadi korban "KKR Penyembuhan". Banyak dari mereka adalah orang Protestan yang sudah benar-benar putus asa dengan Kasih Yesus Kristus apalagi setelah KKR tersebut. MENGAPA ???Karena mereka merasa telah dibohongi oleh iman mereka selama ini. Katanya orang lumpuh bisa berjalan kembali, sakit yang tak tersembuhkan akan sembuh saat itu juga karena "kuasa Roh Kudus". Kesembuhan mereka hanya berlangsung beberapa hari atau bahkan hanya beberapa jam saja setelah itu mereka jatuh ke dalam penyakitnya kembali bahkan lebih parah. Tulisan saya berikut ini adalah untuk mencoba menganalisis kebohongan KKR tersebut dari sisi ke-ilmu-an.

Sering kita mendengar tentang KKR penyembuhan oleh para reverence (mereka tak mau disebut pendeta) aliran protestan karismatik tertentu. Sering orang Katolik dibuat terkagum-kagum oleh perbuatan itu, seolah-olah perbuatan itu digerakkan oleh Roh Kudus.

Untuk menunjukkan superioritas tersebut biasanya si reverence melakukan:
-'menebak' penyakit si pendatang KKR
-'menyembuhkan' penyakit si pendatang KKR dengan mengucap
ayat tertentu dari Alkitab secara berulang-ulang
-'meracaukan' bahasa "roh"

Hebat bukan ??? Beberapa orang Katolik yang prihatin dengan keadaan ini-karena hal tersebut sangat mungkin menggoyahkan Iman Kristen yang benar yaitu iman yang berakar dari Tuhan Yesus Kristus dan bersuksesi kepada Santo Petrus sebagai paus pertama-mencoba membongkar kepalsuan tersebut dengan menggunakan metode "filsafat teologi" dan mengutip karya-karya para Pujangga Gereja seperti St. Augustinus, St. Gregorius Nazians, dll. Analisis yang akan saya sajikan disini adalah untuk menambah hal-hal yang telah disajikan tersebut menurut pengalaman saya pribadi.

Memang anugerah karismatik itu benar-benar ada, tetapi tidak seperti yang dibawakan oleh para reverence di dalam KKR. Anugerah karismatik adalah seperti yang diperoleh St. Fransiskus Asisi. Beliau dianugerahi stigmata pada kedua tangan dan kakinya serta lambungnya seperti luka-luka salib Yesus, beliau dianugerahi pula dengan lidah penyembuh. Beliau menyembuhkan banyak orang tidak dengan meracaukan bahasa "roh" dan pagelaran KKR, tetapi dengan mendekati orang-orang sakit di jalanan yang kumuh lalu menjilati mereka hingga sembuh.
Mau dan mampukah para 'reverence pengumpul dollar' tersebut melakukannya ??? Tentu tidak !!!
Mengapa ??? Karena mereka sebenarnya tidak memperoleh anugerah karismatik.

Hal yang mereka lakukan sebenarnya hasil/efek dari pelatihan metode 'penggetaran syaraf' untuk mengaktifkan 'energi prana' . Namun hal ini pasti akan mereka sangkal dengan alasan:
- prana itu ajaran kafir hindu
- metode itu adalah pseudo-scientifica
- penipuan dari 'pangeran kegelapan-Lucifer'

Perlu diketahui bahwa prana itu hanya terminologi; banyak terminologi yang yang merujuk pada hal tersebut diluar India antara lain chi (Cina) atau Ki' (Jepang). Jika disebut pseudo-scientifica mengapa dapat dibuktikan dengan Foto Aura Kirlian ??? Penipuan dari 'pangeran kegelapan' ? Jika para pelajar prana/chi/ki' sering melakukan hal-hal 'gelap' maka prana yang dimiliki menjadi gelap pula (berwarna kelabu kusam) dan dapat menimbulkan penyakit baik bagi dirinya sendiri maupun sekitarnya.

Secara tidak sadar para reverence ini melatih metode prana tersebut, sebab apa ?
-Mereka melakukan doa dengan usaha konsentrasi menggunakan imajinasi tertentu seperti membayangkan "roh kudus".
-Mengucap satu rangkai kata berulang-ulang-seperti "Ow Ruah ha
Kadosheh" sebagai 'mantram' untuk menghantarkan jiwanya kepada
"roh kudus"-ini disebut meditasi.
-Pada tingkat konsentrasi yang melayang/mengambang terjadi racauan
tak jelas.


Pelatihan semacam ini akan mengaktifkan energi prana pada tingkat yang cukup tinggi dan dapat diarahkan untuk melakukan hipnotis semacam pertunjukan Rommy Rafael atau intrusi mentalistik semacam Dedy Corbusier dengan membaca pikiran orang.

Pada dasarnya pembangkitan energi prana tidak terkait dengan kepercayaan apapun, karena orang ateis-pun dapat melakukannya. Metode ini hanyalah sebagai salah satu penggalian kodrat manusiawi.

Berikut ini akan saya coba jelaskan sedikit metode pelatihan prana yang pernah saya pelajari.

1. Pelatihan konsentrasi.
Ini merupakan pelatihan paling awal dan paling sulit karena hampir
semua orang pada dasarnya sulit untuk berkonsentrasi. Untuk
membantu konsentrasi ini dapat digunakan media:
1.a. Visualisasi Real
-dengan menggunakan bola lampu menyala atau benda lain yang
berpendar
1.b. Imajinasi
-dengan membayangkan sesuatu yang dianggap 'ilahiah' misalkan
mengimajinasikan Tuhan Yesus tersenyum dengan lengan
terkembang, atau mengimajinasikan 'roh kudus' dalam rupa
merpati yang putih bersih dan bercahaya.
2. Pelatihan meditasi - untuk kontinuitas konsentrasi.
- Setelah mampu menangkap bayangan dari hasil visualisasi real
maupun imajinasi, tahap berikutnya adalah meditasi tujuannya
supaya konsentrasi yang telah dicapai akan berkelanjutan/kontinu.
Mata dipejamkan dan bayangan/visualisasi yanf telah diperoleh
dipertahankan di dalam pikiran dan jadikan bayangan tersebut
sebagai "penerang" dan "penenang" jiwa. Jika hal ini dilakukan terus-
menerus akan timbul sensasi ditekan pada kedua pelipis kiri dan
kanan secara bersamaan. Inilah getar syaraf awal yang terjadi
karena pengaruh adenosin triposfat (meminjam istilah perguruan
Merpati Putih) atau adrenalin. Adrenalin tersebut membuka gerbang-
gerbang/cakra-cakra prana. Pertama-tama adrenalin mempengaruhi
medula oblongata (susunan pusat syaraf sebesar biji kedelai di
bagian dalam pangkal leher atas di balik otak kecil/cerebellum),
di sini terjadi aktivasi energi prana yang menguat sebagai akibat dari
metabolisme di bagian tersebut meningkat. Jika dilakukan terus-
menerus akan muncul sensasi "crown of angel"atau lingkaran
malaikat karena muncul perasaan hangat menghinggapi bagian
belakang kepala, dan biasanya tervisualisasi di pikiran sebagai suatu
lingkaran (bdk: patung-patung orang suci dengan lingkaran cahaya
di bagian belakang kepala). Kemudian energi prana mengaliri cakra-
cakra minor disekitar bagian atas kepala menuju ke cakra ajna yang terletak diantara kedua alis mata, di daerah tersebut akan
muncul sensasi denyut. Untuk mempertahankan konsentrasi selama
meditasi dapat juga menggunakan kata-kata yang diulang-ulang
seperti:' Yesus,Yesus,Yesus' atau 'Ruah ha Kadosheh/Ya Roh Kudus',
dsb.Posisi meditasi adalah bebas tidak harus bersila.

Bersambung....
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger
Estfan_Kepha



Joined: 20 Dec 2007
Posts: 118
Location: Indonesia

PostPosted: Wed, 09-01-2008 11:08 pm    Post subject: Reply with quote

Meditasi dapat juga dilakukan dengan posisi berlutut atau berdiri dengan kedua tangan menengadah, yang penting konsentrasi menajam dengan imajinasi tertentu sehingga aliran prana dapat dirasakan. Jika tingkat konsentrasi pada meditasi menjadi mengambang maka kata-kata yang diucapkan menjadi tidak teratur bahkan seperti meracau (inilah asal-usul dari bahasa roh). Pada tahap ini pelajar prana diharuskan berhenti bermeditasi karena adanya kemungkinan kekacauan energi prana yang berujung pada self-hynosis, kemudian meditasi dapat dilanjutkan hingga tak ada racauan lagi.

Jika cara-cara tersebut di atas dilatih terus-menerus secara rutin , maka energi prana yang dihasilkan akan cukup besar dan dapat dilakukan untuk berbagai macam keperluan, mulai dari detoksifikasi hingga pada pembacaan pikiran dan hipnotis.

Dari penjelasan saya di atas maka kita tahu bagaimana para reverence melakukan 'penyembuhan' yaitu:

- membaca pikiran si pengikut KKR
- mengintrusi pikiran si pengikut KKR dengan sugesti
- menghipnotis dengan sugesti sembuh (mengulang-ulang ayat Alkitab)

Mengapa saya dapat berkesimpulan demikian ???

Saya pernah mendatangi suatu KKR di Senayan oleh seorang reverence 'bule' yang cukup terkenal. Setelah beberapa saat meracau 'bra-bra-breh-breh' dia mondar-mandir di atas panggung dan tiba-tiba dia berkata:
"Holy Spirit tells me, there !!! A man who is in hard kidney desease, his life only 1 year left, raise up your hands and let the Holy Spirit unto you, and heal you right now..." (Roh Kudus mengatakan kepadaku, di sana !!! seorang lelaki yang menderita ginjal berat, umurnya tinggal satu tahun, angkatlah tanganmu biarkan Roh Kudus kepadamu, dan menyembuhkanmu sekarang juga...)
Lalu dia mondar mandir lagi, tiba-tiba dia berkata:
""Holy Spirit tells me, there !!! A lady who feels her abdomen hurt, raise up your hands and let the Holy Spirit unto you, and heal you right now..."(Roh Kudus mengatakan kepadaku, di sana !!! seorang perempuan yang merasa sakit di bagian abdomen, angkatlah tanganmu biarkan Roh Kudus kepadamu, dan menyembuhkanmu sekarang juga...)

Lihatlah prbedaan dari kedua kasus di atas. Kasus laki-laki si reverence tahu penyakit serta sisa umur dari si laki-laki. Mengapa ??? Karena si laki-laki ini telah memeriksakan diri ke dokter dengan vonis demikian, sehingga dia berpikir seperti yang dikatakan dokter.
Sedangkan kasus ke dua si Ibu belum pernah sekalipun ke dokter sehingga dalam pikiran si ibu tidak terdapat data penyakit yang dia derita.

JIKA HAL INI BENAR-BENAR BERASAL DARI ROH KUDUS MAKA SI REVERENCE HARUS MAMPU MENGATAKAN HASIL ANALISIS JENIS PENYAKIT YANG DIDERITA OLEH KEDUA ORANG TERSEBUT...TETAPI ANDA LIHAT SENDIRI BUKAN ?????


SEMOGA MENAMBAH WAWASAN....

SALAM DAMAI
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger
Wong Jowo



Joined: 28 Nov 2004
Posts: 854

PostPosted: Thu, 10-01-2008 12:16 am    Post subject: Bagus Reply with quote

Saya setuju, bagus.. ada lanjutan?
atau lebih detail lagi?

Kita harus membedakan anatara kekuatan batin dan Karunia Tuhan
sayang nya mereka itu banyak godaan
jadi mekipun sudah jadi Biarawan atau pendeta
masih aja bisa tergoda.
menggunakan Ilmu yang dilatih.
Padahal Karunia itu diberikan Oleh Tuhan


Last edited by Wong Jowo on Thu, 10-01-2008 12:26 am; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail
dabukke
== BANNED ==




Joined: 29 May 2007
Posts: 76
Location: Surabaya

PostPosted: Thu, 10-01-2008 4:34 am    Post subject: Kamu salah kaprah ... Reply with quote

Sayangnya aku gak nyaksikan langsung KKR tsb. Biasanya si pendeta juga bilang kok mana keputusan dokter & yg tidak. Prana membaca pikiran PASTI rada sulit, kudu berhadapan dgn orangnya langsung kan? KKR gak gitu! Apa prana juga kebanyakan berdoa, baca Al Kitab, & bernyanyi2 memuji Tuhan sambil loncat2 tepuk2 tangan? Nggak kan? Apa prana nyembuhin orang kudu teriak2 "Dalam Nama Yesus...!!!", "Dalam Nama Yesus...!!!", "Dalam Nama Yesus...!!!!!!"

Emangnya KKR perlu meditasi segala? Apa ada perintah ngosongkan pikiran dulu saat KKR? Gak ada!!!

Membenci karismatik boleh, tapi pake cara yg cerdas donk!
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail
Wong Jowo



Joined: 28 Nov 2004
Posts: 854

PostPosted: Thu, 10-01-2008 12:43 pm    Post subject: Setelah bertapa Reply with quote

Saudara Dabukke

Kita lihat yang sama dulu, seseorang yang bisa kebatinan bisa menembakan semacam gelombang pikiran yang menyebab kan Korban nya merasa berat dan jatuh. Dan ini terjadi di acara Ritual Kharismatik.
Coba saudara dabukke tumpangkan tangan pada orang laen sambil bersuara aneh, apakah orang itu bisa jatuh?

Apalagi dengan jarak sangat dekat. dengan penumpangan tangan.
Sudah pasti jatuh !!! dan ketika batin kita tertekan, suara yang keluar tak bisa jelas dan ngacau.
Jadi disini perlu di beri catatan, suara yang ngawur itu bukan suara ROH, tapi suara batin yang tertekan.

Dan para petapa yang biasa meditasi bisa melakukannya !! makanya diadakan acara Meditasi dalam lingkup berdoa. Agar Gelombang Pikiran dapat selaras, dan setelah itu keadaan yang mirip Berkat bisa saja terjadi.

Sebenarnya berlatih Meditasi itu agar kita fokus dalam doa, Agar kita bisa jauh dari Godaan terutama dalam mengucapkan doa. Bukannya malah meniru ajaran agama laen !!!.
Sehingga istilah Prana, Aura ... bisa berlaku kepada orang yang melakukan meditasi doa, atau Meditasi Katolik.

Kita tidak membenci Kharismatik, anda belum mengerti maksud tulisan nya Estfan_Kepha

_____________
Kita memang sering mendapat godaan, dan untuk itu kita memerlukan IMAN yang benar kepada Tuhan Yesus Kristus


Last edited by Wong Jowo on Thu, 10-01-2008 12:49 pm; edited 2 times in total
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail
Wong Jowo



Joined: 28 Nov 2004
Posts: 854

PostPosted: Thu, 10-01-2008 9:40 pm    Post subject: Re: Kamu salah kaprah ... Reply with quote

dabukke wrote:

Emangnya KKR perlu meditasi segala? Apa ada perintah ngosongkan pikiran dulu saat KKR? Gak ada!!!

Membenci karismatik boleh, tapi pake cara yg cerdas donk!


Buat pejuang Kharismatik
bole-bole aja Kharismatik menjadi bagian GK tapi harus mengikuti tradisi GK Juga, dan bukanya ikut acaranya Pantekosta.

Pelajari dulu aturan GK, pelajari juga tentang spiritualitas GK, tradisi GK. dan buat yang benar-benar Kharismatik Katolik, !!!

Itu akan menambah iman juga
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail
vitrelle



Joined: 23 May 2007
Posts: 73
Location: Right here, right now

PostPosted: Fri, 11-01-2008 7:43 am    Post subject: Reply with quote

Yup....

Setuju dengan Wong Jowo...

Buat para "pejuang Karismatik", hehehe pinjem istilahnya Wong Jowo, hendaklah kalian jangan langsung nge-judge yg bukan-bukan, toh postingan tadi tidak merujuk kepada Karismatik Katolik kan? Wong contohnya itu reverand Protestan, koq jd dihubungkan dgn Karismatik Katolik?
Hehueheue jangan cepet2 terbakar emosi, malah ga enak kan jadinya? ntar malah muncul anggapan "Katanya Karismatik, tapi koq ga ada buah2 Rohnya?"

Lagian itukan KKR, bukan KRK, tau bedanya kan?
Sabar yach Bro... hehehuehe....

Peace
^_^
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail
stephengames



Joined: 07 Mar 2006
Posts: 60

PostPosted: Fri, 11-01-2008 4:16 pm    Post subject: Reply with quote

setau gue prana, reiki, chi, dll tidak sesuai dengan iman khatolik dan mungkin berasal dari iblis... kalo engga salah sudah pernah dibahas disini...
Back to top
View user's profile Send private message
Estfan_Kepha



Joined: 20 Dec 2007
Posts: 118
Location: Indonesia

PostPosted: Fri, 11-01-2008 7:41 pm    Post subject: SEDIKIT PENJELASAN Reply with quote

Shlama leikun b habibeh d MarYa,

Buat Mas Wong Jowo;
ilmu prana bukanlah bagian dari ilmu kebatinan, yang di gali dari ilmu kebatinan adalah energi gaib yang berasal dari dimensi lain yang didatangkan ke dimensi manusia sedangkan energi prana sepenuh-penuhnya milik manusia kodrat pemberian Allah Tritunggal Mahakudus, walaupun kadang-kadang para pelajar prana harus "bertempur" dengan pelajar kebatinan. Terimakasih supportnya.

Buat bung stephengames;
prana, ch'i, ki adalah istiah umum seperti di Indonesia di India, Cina, dan Jepang pun ada penganut "kebatinan" mereka mempelajari devamprana, sien-ch'i, atau shin-ki atau dapat diterjemahkan sebagai 'energi gaib' nah inilah yang bisa berafiliasi kepada iblis. Sedangkan prana,ch'i, atau ki saja itu sepenuh-penuhnya adalah pada manusia. Memang para ahli Hongsui (Hokkien) atau Fengshui (Pakkien-Peicing-Mandarin) hanya menggunakan istilah ch'i saja tetapi sebenarnya yang mereka maksud adalah sien-ch'i/energi gaib. Terimakasih komentarnya.

Karena energi prana itu adalah kodrat manusiawi maka dapat digunakan untuk tujuan baik dan mulia ataupun buruk dan jahat. Semua tergantung pada si manusia.

HAMBA DALAM MEMAHAMI PRANA MENGGUNAKAN PRINSIP "KALAU MAU BERKOMENTAR TENTANG NASI GORENG, JANGAN MENCICIPI NASI UDUK,CICIPILAH NASI GORENG" SUPAYA TIDAK BIAS.

Shlama leikun.
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger
mbedut



Joined: 02 Aug 2006
Posts: 1091
Location: Jakarta

PostPosted: Fri, 11-01-2008 8:57 pm    Post subject: Re: SEDIKIT PENJELASAN Reply with quote

Estfan_Kepha wrote:
Shlama leikun b habibeh d MarYa,

Buat Mas Wong Jowo;
ilmu prana bukanlah bagian dari ilmu kebatinan, yang di gali dari ilmu kebatinan adalah energi gaib yang berasal dari dimensi lain yang didatangkan ke dimensi manusia sedangkan energi prana sepenuh-penuhnya milik manusia kodrat pemberian Allah Tritunggal Mahakudus, walaupun kadang-kadang para pelajar prana harus "bertempur" dengan pelajar kebatinan. Terimakasih supportnya.



@Estfan_Kepha

definisi ilmu kebatinan menurut anda sebenarnya bagaimana?

Apakah Belajar Prana/reiki/dsb,,, dapat menjamin seorang yang sedang belajar..tidak terkontaminasi sehingga dapat menimbulkan hal-hal negatif pada diri seorang yang sedang belajar.

mohon penjelasannya

salam
mbedut
_________________

Sebab itu, berdirilah teguh & berpeganglah pd ajaran-ajaran yg km terima dr ajaran2x yg km terima dr kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis.(2Tes 2:15)
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger
Display posts from previous:   
Post new topic   This topic is locked: you cannot edit posts or make replies.    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Next
Page 1 of 3

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17