FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

sakramen pernikahan    
Goto page: Next

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera
View previous topic :: View next topic  
Author Message
corah



Joined: 05 Mar 2008
Posts: 10
Location: jakarta

PostPosted: Wed, 05-03-2008 9:45 am    Post subject: sakramen pernikahan Reply with quote


selamat pagi...
saya mau tanya !!! sebelumnya saya memperkenalkan diri saya terlebih dahulu .
saya lahir dari keluarga bukan katolik (kristen protestan). calon saya beragama katolik . sebelum menjalani sakramen pernikahan kan harus belajar terlebih dahulu untuk persiapan dalam berumah tangga. jika dalam menjalani pembelajaran tersebut tidak bersama2 apakah bisa ?
karena calon saya itu tugasya di daerah sedangkan saya di jakarta .
kira2 berama lama dalam pembelajaran persiapan pernikahan menurut agama katolik ?
mohon bantuannya . jika dari agama protestan pindah ke katolik apakah harus dibaptis lagi ?
dan apakah harus belajar lagi selain pembelajaran sakramen pernikahan untuk masuk ke agama katolik ?
terima kasih . God Bless Us Ketawa
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger
shmily
Penghuni Ekaristi


Joined: 26 Oct 2005
Posts: 3687
Location: Ekaristi.org

PostPosted: Wed, 05-03-2008 12:58 pm    Post subject: Re: sakramen pernikahan Reply with quote

corah wrote:

selamat pagi...
saya mau tanya !!! sebelumnya saya memperkenalkan diri saya terlebih dahulu .
saya lahir dari keluarga bukan katolik (kristen protestan). calon saya beragama katolik . sebelum menjalani sakramen pernikahan kan harus belajar terlebih dahulu untuk persiapan dalam berumah tangga. jika dalam menjalani pembelajaran tersebut tidak bersama2 apakah bisa ?


ini tidak umum. Jika salah satunya berhalangan ikut, maka dengan ijin Pastor, bisa yang Katolik saja yang ikut kursus persiapan pernikahan ini.
Namun si Katolik berkewajiban untuk memberitahukan kepada pasangannya yang non Katolik mengenai arti pernikahan dalam Gereja Katolik. [tentunya kamu juga sudah tahu bahwa dalam pernikahan beda agama di dalam Gereja Katolik, si Katolik berjanji untuk menjaga iman Katolik-nya dan mendidik anak-anaknya secara Katolik, bukan ?]

Quote:

karena calon saya itu tugasya di daerah sedangkan saya di jakarta .
kira2 berama lama dalam pembelajaran persiapan pernikahan menurut agama katolik ?


aku kurang ingat berapa lama, tetapi aku ingat hanya beberapa pertemuan dan harus lengkap diikuti. Kamu bisa cek ke sekretariat paroki di mana KPP dilaksanakan.

Quote:

mohon bantuannya . jika dari agama protestan pindah ke katolik apakah harus dibaptis lagi ?


Jika medianya [yaitu air] dan formula baptisnya ["aku membaptis engkau dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus"] sama maka baptis ulang tidak perlu dilakukan [tentunya akan ada penyelidikan terlebih dahulu mengenai hal ini]. Saya melihat dalam satu upacara Sakramen baptis, walapun tidak melalui proses pembaptisan, tetap ada pengakuan yg disampaikan lisan dari si Protestan bahwa ia telah mengakui iman Gereja Katolik [kurang lebih begitu isinya].

Quote:

dan apakah harus belajar lagi selain pembelajaran sakramen pernikahan untuk masuk ke agama katolik ?
terima kasih . God Bless Us Ketawa


ya..
_________________
Salam dan doa
F A Q Belajar Bersama Kanon 7 Sakramen

Psalms 119:159 See how I love your precepts, LORD; in your kindness give me life.
Back to top
View user's profile Send private message
agoesttho



Joined: 05 Mar 2008
Posts: 8
Location: Jakarta

PostPosted: Wed, 05-03-2008 1:38 pm    Post subject: walah2... Reply with quote

Tunggu .................

Kalian berdua harus sama-sama ikut kursus KPP.
Soalnya ntar ada pemeriksaan berkas pas kanonik ....
Ntar itu di tanyain ama pastor yang memeriksa berkas kita ...

Jadi pada persoalan ini saya agak beda pendapat sama yang sebelumnya ..
Kalian berdua harus ikut KPP sampe sama-sama dapet sertifikat lulus KPP ...

Nah ada masalah ...
Masalahnya adalah kalian beda tempat atau berjauhan.

Masalah itu ngak ada masalah .

Satu kurus di Katedral Jakarta yang satu kursus di Gereja Paroki St Petrus Irian Jaya misalkan ngak ada masalah yang penting ntar kan ada surat sertifikatnya.

Nah itu yang membuktikan ...

Jadi jangan ya ..
harus sama2 ikut kursus KPP atau menjadi sulit ....
_________________
Pada Awalnya adalah Firman, firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger
shmily
Penghuni Ekaristi


Joined: 26 Oct 2005
Posts: 3687
Location: Ekaristi.org

PostPosted: Wed, 05-03-2008 4:25 pm    Post subject: Re: walah2... Reply with quote

agoesttho wrote:
Tunggu .................

Kalian berdua harus sama-sama ikut kursus KPP.


Soalnya ntar ada pemeriksaan berkas pas kanonik ....
Ntar itu di tanyain ama pastor yang memeriksa berkas kita ...


pemeriksaan kanonik dilakukan setelah KPP, tetapi tidak ada hubungannya dengan isi pemeriksaan kanonik itu. Dalam pemeriksaan Kanonik yang ditekan investigasi mengenai dasar pernikahan dan kesiapan pasangan dalam membangun keluarga.

Quote:

Jadi pada persoalan ini saya agak beda pendapat sama yang sebelumnya ..
Kalian berdua harus ikut KPP sampe sama-sama dapet sertifikat lulus KPP ...

Nah ada masalah ...
Masalahnya adalah kalian beda tempat atau berjauhan.

Masalah itu ngak ada masalah .

Satu kurus di Katedral Jakarta yang satu kursus di Gereja Paroki St Petrus Irian Jaya misalkan ngak ada masalah yang penting ntar kan ada surat sertifikatnya.

Nah itu yang membuktikan ...

Jadi jangan ya ..
harus sama2 ikut kursus KPP atau menjadi sulit ....


untuk mixed marriage dalam KPP yang diutamakan adalah yang Katolik-nya. Bagus kalo bisa berdua mengikutinya.


FAMILIARIS CONSORTIO
...

Mixed Marriages
...

In the first place, attention must be paid to the obligations that faith imposes on the Catholic party with regard to the free exercise of the faith and the consequent obligation to ensure, as far as is possible, the Baptism and upbringing of the children in the Catholic faith.(179)

...

It is of the greatest importance that, through the support of the community, the Catholic party should be strengthened in faith and positively helped to mature in understanding and practicing that faith, so as to become a credible witness within the family through his or her own life and through the quality of love shown to the other spouse and the children.


Kalo keduanya Katolik seharusnya tidak ada halangan berarti.
_________________
Salam dan doa
F A Q Belajar Bersama Kanon 7 Sakramen

Psalms 119:159 See how I love your precepts, LORD; in your kindness give me life.
Back to top
View user's profile Send private message
corah



Joined: 05 Mar 2008
Posts: 10
Location: jakarta

PostPosted: Thu, 06-03-2008 7:31 am    Post subject: sakramen pernikahan Reply with quote

terima kasih teman2 semua atas masukan nya , saya akan bicarakan pada calon saya nantinya.
God bless you
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger
tom



Joined: 28 Feb 2008
Posts: 12
Location: ditepi neraka

PostPosted: Fri, 04-04-2008 9:54 am    Post subject: Re: sakramen pernikahan Reply with quote

Non Corah, Kalau kita menikah kan berkumpul bersama jiwa dan raga.
Kursus Pernikahan juga ada batas waktunya (kalo gak salah) gak bisa nikahnya entah tahun kapan, kursusnya sekarang dulu. Kalau calonnya ganti gimana ?

Waktu kami kursus pernikahan dulu (13 tahun lalu) dengan peserta sekitar 30pasangan, rekan pasangan lain, rata-rata akan menikah dalam waktu kurang dari 4 bulan. Rasanya kalau niat segera menikah tentu tidak keberatan segera mendekatkan diri untuk mengikuti kursus bersama-sama.

Toh kalau terjadi pernikahan juga, pasti tempat tinggal akan bersatu tidak pisah kota lagi. Yah buang waktu 4 bulan untuk persiapan Pernikahan sekali seumur hidup rasanya cukup berharga untuk salah satu mengalah (berhenti dari tempat kerjanya, berpindah tempat kerja sekota dengan pasangan, misalnya sama-sama bekerja)

Bahan kursus sebaiknya diterima berbarengan, bersama-sama, supaya apabila ada pertanyaan pada pembimbing kursus, bersama juga mendapatkan penjelasan sejelas-jelasnya.

Kalau boleh menyarankan, sebaiknya salah satu berkorban waktu deh.
Waktu kursus memang cukup lama karena kalau tidak salah cuma tiap sabtu-minggu dan berlangsung beberapa minggu.

Rencanakanlah Hidup berkeluarga sebaik-baiknya.

Tuhan Beserta Kita,
Salam Damai Kristus Smile
Back to top
View user's profile Send private message
clemens malau



Joined: 29 Apr 2008
Posts: 39

PostPosted: Wed, 07-05-2008 9:19 am    Post subject: Re: sakramen pernikahan Reply with quote

kursus perkawinan dan penyelidikan kanonik dalam kitab hukum kanonik dikatakan sesuatu yang mendasar dan penting. apalagi dalam perkawinan yang akan saudara ikat oleh gereja katolik dinyatakan sebagai halangan, yang harus mendapatkan dispensasi (Kan 1125). karena itu dalam pastoral perkawinan, kursus perkawinan itu penting. pertama-tama adalah agar pasangan bisa punya paham yang sama dan satu tentang perkawinan katolik beda gereja; apa-apa saja yang harus mereka ketahui dan perjuangkan serta apa yang harus mereka siapkan untuk perkawinan mereka.
oleh gereja dalam kasus perkawinan campur beda gereja paham-paham ini yang biasanya penting diketahui oleh pasangan tersebut.
Pastoral bagi Pasangan Kawin Campur

Yang paling krusial adalah masalah anak. Orangtua tetap bertanggung awab soal pendidikan anak. Dan harus dibereskan sebelum menikah.

Sejak dulu kawin campur menjadi halangan, sebab menjadi ancaman iman. Maka Gereja mengingatkan bagi mereka yang melakukan kawin campur agar supaya tidak lupa akan janjinya. Selain itu mengingatkan orangtua akan kewajiban mendidik anak. Sebenarnya dua-duanya diingatkan. Yang diharapkan Gereja supaya mereka sadar akan pertumbuhan anak, yang harus dibicarakan sejak awal, sebenarnya hanya untuk membentengi iman. Bagi yang Katolik bila sudah membaptiskan anak berarti sudah melaksanakan janji itu? Belum, sebab soal pendidikan selanjutnya harus dipikirkan. Seandainya mengalami kesulitan besar sehingga tidak membaptiskan anak, tidak berarti tidak berhasil mendidik anak. Yang penting adalah melakukan yang baik untuk anak. Ini adalah resiko orang menikah kawin campur.

Memang sudah banyak ajakan untuk meningkatkan pastoral perkawinan dan keluarga, tak hanya untuk tahap persiapan perkawinan yang hanya meliputi waktu yang amat pendek, melainkan terutama untuk tahap pasca-nikah yang meliputi hal-hal praktis seluruh hidup perkawinan. Namun demikian upaya-upaya itu kerap kali masih sporadis dan insidental, daripada gerakan yang melibatkan seluruh umat.

Dalam pandangan Gereja tentang kawin campur sudah disebut unsur-unsur (misalnya sehubungan dengan interaksi antara perkawinan dan agama) yang menggarisbawahi perlunya pastoral perkawinan dan keluarga pada umumnya, dan kawin campur pada khususnya. Kiranya pasangan kawin campur tidak hanya menunggu saja, tapi perlu aktif membina diri dan mencari kesempatan untuk memperkembangkan hidup imannya.

Hal yang utama dalam perkawinan adalah kasih. Kasih yang selalu terikat pada pribadi. Perlu senantiasa mengusahakan berbagai hal yang menyatukan. De fakto dalam perkawinan campur ada perbedaan, namun membicarakan perbedaan tidaklah berguna bahkan menimbulkan kerenggangan. Senantiasa yakin akan pemeliharaan dan penyertaan Tuhan.

dan sepengetahuan saya persiapan perkawinan, kursus perkawinan tidak dapat diwakilkan atau satu orang saja. maka, kebijakannya adalah pasangan mengkonsultasikan masalah waktu, bagaimana kurusus itu akan dilaksanakan dengansegala masalah yang ada pada pasangan pada awal kepada pastor paroki. kesepakatan itu akan harus diikuti.

dan mengenai waktu paling cepat 3 bulan, tergantung kesepakatan dan bagaimana menurut pastor paroki sudah layak-siap atau belum. mengenai waktu tidak ada patokan yang strik. biasanya tergantung keputusan KWI, atau aturan yang berlaku di keuskupan tertentu, juga pastor paroki yang menanganinya.

apa setelah itu boleh pindah menjadi anggota gereja katolik? menurut saya itu menjadi hak semua orang. dan biasanya menjadi katekumen dulu. atau dalam kasus ini pastoral praktis yang bisa dibuat adalah sembari kursus perkawinan juga kalau dirasa pastor paroki cukup memberikan bekal mengenai ajaran dan iman kekatolikan ya pribadi tersebut boleh diijinkan masuk menjadi anggota tubuh mistik kristus (gereja). umumnya harus dibaptis dulu baru menerima sakramen perkawinan. karena sakramen baptis adalah pintu masuknya.

tetapi oleh gereja bila pribadi tersebut berasal dari gereja-gereja kristen yang bernaung dalam PGI (persatuan gereja indonesia), maka orang tersebut tidak perlu dibaptis lagi (baptis ulang) dalam gereja katolik. gereja melihat bahwa pembaptisan yang dilakukan di gereja-gereja yang berada dalam bendera PGI memiliki kesamaan baik unsur forma dan materi, maupun pemaknaannya. sehingga orang yang mau menjadi anggota gereja katolik cukup ikut menjadi katekumen.
Back to top
View user's profile Send private message
mingan



Joined: 04 Jul 2005
Posts: 148
Location: Jakarta

PostPosted: Thu, 16-04-2009 7:18 am    Post subject: Reply with quote

Mohon saran dan pendapat, dalam waktu dekat ini saya mau melaksanakan pernikahan di Gereja Katolik, Calon Istri saya non Katolik ( Protestan/Bethel ), kami telah melengkapi semua syarat untuk melaksanakan pernikahan di Gereja Katolik, sebagai informasi calon saya selalu mendampingi saya ke Gereja Katolik dan sudah tidak mengikuti ibadah di gereja asal dia, Yang menjadi pertanyaan apakah dimungkinkan pada saat pemberkatan pernikahan kami dapat dilaksanakan perayaan Ekaristi, Atas perhatiannya saya ucapkan banyak Terima kasih.
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger
Athanasios
Penghuni Ekaristi


Joined: 12 Feb 2004
Posts: 4198

PostPosted: Thu, 16-04-2009 12:47 pm    Post subject: Reply with quote

Umumnya Perayaan Ekaristi perkawinan hanya diadakan kalau kedua mempelai Katolik.

Kalaupun diizinkan tetap saja yang menyambut Komuni hanya mempelai yang Katolik sehingga ritus Komuni pengantin (dimana mempelai saling menerima Komuni dari pasangannya) ditiadakan dan semua hadirin yang Katolik saja yang menerima Komuni.

Ini soal teknis menyangkut kesediaan jatah Imam (satu orang Imam hanya boleh Misa 2 kali pada hari di luar Minggu, dan 3 kali pada hari Minggu dan hari raya), dan mereka akan cenderung mendahulukan merayakan Ekaristi bersama umat (yang umum) dan pernikahan yang kedua mempelainya Katolik akan lebih diprioritaskan ketimbang yang perkawinan campur.
_________________
Sancta et catholica Ecclesia, quae est corpus Christi mysticum
- Konsili Oikumenis Vatikan II Orientalum Ecclesiorum art.2
Back to top
View user's profile Send private message
citin



Joined: 22 Aug 2007
Posts: 47
Location: indonesia

PostPosted: Thu, 30-04-2009 12:13 pm    Post subject: Reply with quote

temen2, mau tanya ni...
dalam kursus perkawinan, apakah diajarkan kepada pasangan bahwa keluarga (khususnya ayah dan ibu) sudah tidak boleh ikut campur lg dalam rumah tangga anaknya?
thx
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Next
Page 1 of 3

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17