FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

kesaksian ex-muslim    
Goto page: Previous Next

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka
View previous topic :: View next topic  
Author Message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Wed, 31-12-2008 8:55 am    Post subject: Reply with quote

BacktoPurity wrote:
Apakah ada data pasti? Karena dalam pengalaman saya, kebetulan yang aku lihat banyak yang ke Protestan.

Adapun keberatan-keberatan terhadap dogma Katolisisme tsb aku dengar sendiri dari mereka (eg. Pdt. Akmal Sani, seorang Minang convert). Beberapa figur lain misalnya H. Amos Purnama Winangun, Jusuf Roni, Yesaya Pariadji, dsb. Mereka melayani sebagai pendeta sekarang.

Sayang, aku nggak bisa mempresentasikan kesaksian mereka disini.

Kamu melihat lebih banyak moslem convert ke Protestant karena yang kamu ketahui hanyalah convert moslem yang ke Protestant. Sementara convert moslem yang ke Katolik, kamu sama sekali tidak tahu.

Jadi ya tentu saja muncul pernyataan "dalam pengalaman saya, kebetulan yang aku lihat banyak yang ke Protestan."


Ini ditambah fakta bahwa "kesaksian" adalah sesuatu yang penting dalam peribadatan Protestant sampai sampai mengambil bagian dalam peribadatan Protestant (Altar Call etc). Model semacam ini tidak ada dalam peribadatan Gereja Katolik. Tidak hanya dalam peribadatan, tapi dalam berbagai kesempatan Protestant cenderung lebih outspoken terhadap konversi mereka. Orang Katolik bukannya malu terhadap konversi mereka, tapi mentalitas Katolik membuat mereka tidak perlu ngobral sana-ngobral sini atas konversi mereka.

Mentalitas selalu menggembar-gemborkan ini memang khas Protestant dan tidak dijumpai di agama lain. Jarang sekali umat Budha mengatakan konversi, atau diundang ke suatu seminar KKR (atau apapun istilahnya bagi umat Budha) untuk share kesaksiannya. Islam pun juga begitu (meskipun akhir-akhir ini Islam semakin terpengaruh Protestant dengan menggembar-gemborkan "muallah" mereka, tapi kalau ingat Islam secara umum dan Islam sebelum tahun 1998, mentalitasnya persis agama-agama lainnya [ie. Katolik, Budha, Hindu etc]).



Nah, kamu meminta data pasti, well, kami tidak ada waktu untuk melakukan survey karena keterbatasan lokasi, dana dan waktu. Kalau kamu mau mengakomodasi keterbatasan itu, ya terima kasih, survey akan segera kami laksanakan.

Tapi survey ini tidak akan bertanya kepada orang moslem yang sudah convert (baik itu convert ke Protestant ataupun ke Katolik) karena akan bias. Survey in tentunya akan bertanya kepada orang yang masih moslem, "kalau kamu ingin convert ke Kristen apakah kamu ke Katolik atau Protestant?" Nah, dengan begini hasil jauh lebih baik.


Dan aku jelaskan bahwa keyakinanku bahwa banyak moslem yang lebih cenderung convert ke Katolik daripada ke Protestant berangkat dari jalam pemikiran seperti itu (bukan dari bertanya ke moslem yang suda convert ke Kristen). Aku yakin moslem lebih cenderung convert ke Katolik karena moslem Indonesia (bukan moslem Timur Tengah, or oslem tempat lain) mempunyai lebih banyak persamaan dengan Kristen Katolik daripada Kristen Protestant.


Oh, hampir lupa, satu hal lagi yang membuat Gereja Katolik "malu-malu" dalam mengembar-gemborkan para convert dari Islam. Sebagai suatu institusi besar yang saling berhubungan satu dengan yang lain dan sangat kelihatan, kalau Gereja Katolik menggembar-gemborkan convert-nya kira-kira apa reaksi dari pihak moslem sendiri? Tentunya mereka akan sangat tidak terima dan tidak tertutup kemungkinan mereka akan mulai melakukan segala kekerasan seperti biasanya. Bagi pihak Katolik ini sangat berbahaya terutama karena, ya itu tadi, Gereja Katolik adalah institusi besar yang saling berhubungan satu dengan yang lain dan sangat kelihatan. Kalau Protestant, mereka bisa cuek-cuek saja. Protestant terbagi menjadi denominasi-denominasi kecil sehingga kalau pihak Islam ingin melampiaskan kemarahan mereka, mereka agak bingung juga mau diarahkan ke mana, ke Denominasi Bethel? Denominasi Immanuel? Denominasi HKBP? Mereka bingung menelusuri hubungan keterkaitan antar denominasi. Bahkan begitu bingungnya sering mereka bahkan tidak ambil pusing dan mulai menyerang institusi Katolik (baik Gerejanya maupun organisasi sosialnya).

Dan sebenarnya, fakta diatas merupakan bukti teologis bahwa Protestant sama sekali bukan tubuh mistik Kristus. Ke-tak-terkait-an antara denominasi Protestant menunjukkan bahwa Protestant sama sekali bukan tubuh mistik Kristus.

Quote:
Masih ingat bagaimana Katolisisme disebarkan lewat invasi yang dipimpin oleh Hernan Cortez dan Pizzaro di Mexico? Ingat bagaimana peradaban Indian ditindas dan di-Katolik-kan? Kalau pernah dengar paderi Bartolome de Las Casas, mungkin akan ingat idenya mengganti budak Indian dengan kulit hitam (daripada menghapuskan perbudakan atau sentimen ras itu sendiri seperti Martin Luther King pemenang Nobel).

Ah sejarah. tampaknya ada beberapa point sejarah yang dilupakan:

    1. Sebelum masuknya agama Katolik, penduduk asli meksiko, terutama Indian Aztec mempunyai suatu agama yang sangat tak beradab yang mengagung-agungkan korban manusia. Pada satu hari raya pengorbanan Aztec, tercatat sekitar 20,000 lebih manusia dikorbankan DALAM EMPAT HARI. Syukur kepada Allah agama setan itu ditindas dan diganti Katolik!

    2. Untuk memenuhi quota korban manusia, tidak jarang penduduk asli indian berperang satu sama lain supaya mereka bisa menggunakan tawanan sebagai korban.

    3. Tindakan si rahib Bartolome de Las Casas memang sangat jahat. Tapi tampaknya banyak pihak yang lupa bagaimana tindakan jahat tersebut berhenti. Adalah pemerintahan kolonial Spanyol sendiri yang berusaha menghentikan praktek ini.

    4. Pada masa perang saudara di Amerika terbentuk dua kubu yang pro-perbudakan dan anti-perbudakan. Banyak Protestant di kedua belah pihak.

    5. Pada masa pemberontakan Reformator/Protestant di negara-negara Protestant perbudakan berlangsung lebih lama daripada di negaqra-negara Katolik

    6. "Sheep, cattle, men-servants, and maid-servants were all possessions to be sold as it pleased their masters. It were a good thing were it still so." ("Domba-domba, ternak-ternak sapi, pembantu-pria, pembantu-wanita semuanya adalah barang-brang milik yang bisa dijual sekehendak pemiliknya. Praktek ini dulu adalah praktek yang baik, dan sekarang pun tetap begitu."). Omongannya Martin Luther.... yang asli

    7. "Iman" si Luther asli diatas itu juga diikuti oleh penerusnya, Melanchthon, sebagaimana bisa dilihat dari sumber link diatas.



Quote:
The Asia Times Forum: Paus Benedictus XVI Meminta Maaf Atas Kekerasan Kolonial yang Terasosiasikan Dalam Penyebaran Agama Katolik di Amerika Latin
http://forum.atimes.com/topic.asp?TOPIC_ID=8795

Apakah sejak hari ini ada permintaan maaf dari para Protestant tentang perbudakan yang mereka lakukan?

Well, I'd say:

    You know, Protestant sering me-refer kepada permintaan maaf Yohanes Paulus II dan meyakinkan orang lain (juga diri mereka sendiri) bahwa kesalahan ada di pihak Katolik. Dalam pikiran sederhana Protestant yang seperti ini, "minta maaf itu berarti mereka bersalah kan. Kalau tidak salah kan tidak minta maaf." Sungguh ironis sekali.

    Memang banyak individu Gereja Katolik yang juga bersalah. Dan Yohanes Paulus II pun meminta maaf atas itu.

    Tapi mana "maaf" dari Protestant?

    Yang paling tragis [dan teologis] sebenarnya bukanlah fakta bahwa "maaf" dari Protestant itu tidak pernah terdengar, juga bukanlah fakta bahwa mereka begitu sok dan jumawa seakan-akan mereka-lah yang disalahi dan mereka berhak atas maaf itu. Yang paling tragis [dan teologis] adalah fakta bahwa sebenarnya Protestant tidak meminta maaf karena mereka tidak bisa minta maaf.

    Sebagai suatu gerakan yang terpecah-pecah satu sama lain, Protestant tidak sekedar cuek terhadap apa yang terjadi antar denominasi-denominasi, mereka juga tidak punya keterkaitan historis dengan Protestant-Protestant awal. Jadi, tidak hanya umat denominasi A tidak begitu kebakaran jenggot kalau pendeta denominasi B melakukan bisnis human traficcking, umat denominasi A pun tidak akan terlalu peduli dengan apa yang dilakukan oleh Protestant-protestant awal yang merupakan cikal bakal munculnya mereka.

    Dan, sebagaimana aku telah tekankan di salah satu topik (yang sebenarnya aku mau link-kan tapi gak ketemu di topik mana aku nulis itu), ini menunjukkan bahwa denominasi-denominasi Protestant SAMA SEKALI BUKAN PENGEJAWENTAHAN (harap-harap spelling-nya benar) DARI TUBUH MISTIK KRISTUS SEBAGAIMANA DITULIS PAULUS, "Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita" [1Kor 12:26].


Quote:
Rendra seorang penyair dan budayawan.
Apakah dia masih Katolik?

Kadang-kadang terlalu larut memang.

I don't know what you're getting at.

Quote:
Buddhisme juga menyejukkan hati saya, walaupun saya bukan penganut Buddha tentunya. Ini opini.

Yah, tentu saja. Sebagaimana opini-mu yang mengatakan bahwa moslem cenderung convert ke Protestant karena devosi Katolik terhadap Maria.

Quote:
Anehnya, tidak ada konversi yang berarti dari muslim-muslim NU tsb ke Katolisisme. Apakah ini menunjukkan Katolik cukup diterima?

Yang ditekankan bukanlah konversi moslem NU ke Katolik, Yang ditekankan adalah persamaan antara ajaran Katolik dengan budaya Indonesia secara khusus dan Asia secara umum. Orang Indonesia (dan Asia) sangat menghormati leluhur. Ini budaya. Budaya ini lebih terakomodasi di NU dan Katolik.

Kalau moslem NU ditanya mereka akan ke Katolik atau Protestant kalau convert ke Kristen, aku berani bertaruh bahwa mereka akan jawab Katolik.

Quote:
Biarkan masyarakat yang menilai sendiri. Kita nggak perlu ge-er.
Lagi-lagi opini.

Kalau aku ber-opini maka aku disebut ge-er, kalau kamu beropini? Itu tiba-tiba jadi fakta, begitu?

Dan sebenarnya kenyataan bahwa karya sosial Gereja Katolik jauh lebih besar bukanlah sekedar opini, tapi fakta. Sebagai institusi yang merupakan satu kesatuan (bdk. Tubuh Kristus) Gereja Katolik bisa bergerak lebih luas dan padu.

Quote:
Aku senang sekali kalau DV mau membuktikan opini nya.

Aku juga begitu. Akan cukup senang kalau:

    1. Kamu sendiri mau membuktikan opinimu
    2. Kamu mau mendanai aku dalam membuktikan opiniku


Quote:
Mungkin ada satu saja risalah kesaksian seorang warga NU yang meninggalkan Islam dan mau beralih memeluk Katolisisme? good Job

Gampang. Coba kamu temui Romo Paroki setempat dan tanya mereka.

Quote:
Mudah-mudahan daftar nama dari Rendra, GS Sudharta, Monica Oemardi, Tere, Dian Sastro dsb nggak bertambah panjang karena ternyata rekan-rekan Katolik sendiri alpa 'jaga gawang'. Saya senang melihat Ronny Sianturi, Harvey Malaiholo, Ruth Sahanaya dll, mereka masih setia melayani Tuhan.


Michael Jackson itu Protestant ya? Ah, iya. Mereka berasal dari keluarga Saksi Yehuwa, yang Protestant. Begitu juga kakaknya Jermaine Jackson, dulu pasti Protestant juga.

Mike Tyson... kayaknya dulunya juga Protestant. Begitu pula Mohammad Ali (alias Cassius Clay).

CatSteven alias "Yusuf Moslem" itu kayaknya juga Protestant (sempat meng-amin-i fatwa pembunuhan salman Rushdie)

Lulu Tobing... kalau dari namanya, kayaknya dulunya Protestant.

Angline Sondakh itu katanya mau jadi Islam juga... dari namanya sih, mestinya Protestant.
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
m2us



Joined: 26 Jan 2008
Posts: 1734
Location: Roman Catholic Church

PostPosted: Wed, 31-12-2008 11:56 am    Post subject: Reply with quote

DV wrote:

BacktoPurity wrote:
Mudah-mudahan daftar nama dari Rendra, GS Sudharta, Monica Oemardi, Tere, Dian Sastro dsb nggak bertambah panjang karena ternyata rekan-rekan Katolik sendiri alpa 'jaga gawang'. Saya senang melihat Ronny Sianturi, Harvey Malaiholo, Ruth Sahanaya dll, mereka masih setia melayani Tuhan.


Michael Jackson itu Protestant ya? Ah, iya. Mereka berasal dari keluarga Saksi Yehuwa, yang Protestant. Begitu juga kakaknya Jermaine Jackson, dulu pasti Protestant juga.

Mike Tyson... kayaknya dulunya juga Protestant. Begitu pula Mohammad Ali (alias Cassius Clay).

CatSteven alias "Yusuf Moslem" itu kayaknya juga Protestant (sempat meng-amin-i fatwa pembunuhan salman Rushdie)

Lulu Tobing... kalau dari namanya, kayaknya dulunya Protestant.

Angline Sondakh itu katanya mau jadi Islam juga... dari namanya sih, mestinya Protestant.

Ketawa Ngakak Ketawa Ngakak Ketawa Ngakak
_________________
JEZU, UFAM TOBIE
KS,KGK, KHK
ekklhsiai kaq olhv
Back to top
View user's profile Send private message
Stanley



Joined: 29 Sep 2008
Posts: 3741

PostPosted: Wed, 31-12-2008 12:07 pm    Post subject: Reply with quote

Michael Jackson skrg bukannya satanist? Oh ya, info barusan itu dr Protestant jg.
_________________
This is Spartaaa!
Back to top
View user's profile Send private message
ImmaculateCo
nception




Joined: 25 Sep 2008
Posts: 264
Location: Roman Catholic Church

PostPosted: Wed, 31-12-2008 2:28 pm    Post subject: Reply with quote

Thanks Very Much buat Sambutannya! (Zavius and Stanley) Smile

God Bless You !

Katolik Unofficially??? Nanya Dong
Back to top
View user's profile Send private message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Wed, 31-12-2008 5:50 pm    Post subject: Reply with quote

DeusVult wrote:


CatSteven alias "Yusuf Moslem" itu kayaknya juga Protestant (sempat meng-amin-i fatwa pembunuhan salman Rushdie)


Setelah aku lihat Wikipedia, si Yusuf Islam ini ayahnya Orthodox-Yunani, ibunya Baptist-Swedia (alias Protestant) dan dia disekolahkan di sekolah Katolik.

Jadi kayaknya... ini kesalahan bersama Ketawa Ketawa Ketawa Ketawa



Btw, aku ke-ingat Betharia Sonata, dari namanya, kayaknya dulunya Protestant deh.
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
Zavius Firerave



Joined: 28 Apr 2008
Posts: 667

PostPosted: Thu, 01-01-2009 1:39 pm    Post subject: Reply with quote

Wil-K wrote:
Thanks Very Much buat Sambutannya! (Zavius and Stanley) Smile

God Bless You !

Katolik Unofficially??? Nanya Dong


Well, maksudku kamu sudah Katolik by faith. Dengan berkeinginan masuk ke GK itu berarti kamu pasti sudah percaya dengan apa yang diajarkan GK, kan? Memang nggak ada istilah begitu, cuma gaya bicaraku saja...
_________________
"Childish ideals pale in front of reality" -Citan Uzuki- Xenogears
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail
Stanley



Joined: 29 Sep 2008
Posts: 3741

PostPosted: Fri, 02-01-2009 12:18 pm    Post subject: Reply with quote

DeusVult wrote:
DeusVult wrote:


CatSteven alias "Yusuf Moslem" itu kayaknya juga Protestant (sempat meng-amin-i fatwa pembunuhan salman Rushdie)


Setelah aku lihat Wikipedia, si Yusuf Islam ini ayahnya Orthodox-Yunani, ibunya Baptist-Swedia (alias Protestant) dan dia disekolahkan di sekolah Katolik.

Jadi kayaknya... ini kesalahan bersama Ketawa Ketawa Ketawa Ketawa



Btw, aku ke-ingat Betharia Sonata, dari namanya, kayaknya dulunya Protestant deh.


Kayaknya, parameter angket klo liat dr artist, itu adalah parameter yg gak beres dech. Bnyk yg islam masuk protestant, protestant masuk katolik, katolik masuk islam, dll dkk dsb.... bhkn yg beragama tau2 jadi atheis jg gak kurang. Atau yg menyembah hal2 yg bukan Tuhan (sperti 'agama' scientology).

Artis/aktor/ selebrity itu sering melakukan hal itu BUKAN krn mereka mengimani agama yg dituju, tp krn MENCARI popularitas. So, dari awal parameter selebrity menurut BacktoPurity kurasa gak perlu ditanggapi. Kecuali kita hanya membatasi diri pada artis2 senior yg memang 'berkelas' scr profesional dan kedewasaan pribadinya bener2 matang. Tapi juga, siapa mereka? Berapa bnyk yg kriterianya sperti itu?

GBU
_________________
This is Spartaaa!
Back to top
View user's profile Send private message
BacktoPurity
== BANNED ==




Joined: 29 Dec 2008
Posts: 40
Location: Indonesia

PostPosted: Fri, 02-01-2009 5:13 pm    Post subject: Reply with quote

DeusVult wrote:

Kamu melihat lebih banyak moslem convert ke Protestant karena yang kamu ketahui hanyalah convert moslem yang ke Protestant. Sementara convert moslem yang ke Katolik, kamu sama sekali tidak tahu.

Jadi ya tentu saja muncul pernyataan "dalam pengalaman saya, kebetulan yang aku lihat banyak yang ke Protestan."


Makanya aku sebut sejauh yang aku lihat.
Sampai detik ini, dari sekian new muslim converts ke Kristen, baru dua yang Katolik. Ibu teman SMA dan Budeku sendiri. Juga dalam pergaulan, aku nggak menemuinya lagi.

DeusVult wrote:

Ini ditambah fakta bahwa "kesaksian" adalah sesuatu yang penting dalam peribadatan Protestant sampai sampai mengambil bagian dalam peribadatan Protestant (Altar Call etc). Model semacam ini tidak ada dalam peribadatan Gereja Katolik. Tidak hanya dalam peribadatan, tapi dalam berbagai kesempatan Protestant cenderung lebih outspoken terhadap konversi mereka. Orang Katolik bukannya malu terhadap konversi mereka, tapi mentalitas Katolik membuat mereka tidak perlu ngobral sana-ngobral sini atas konversi mereka.


Rm. 10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.

Rm. 8:16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.

Kita Wahyu menyatakan ada dua cara iblis dikalahkan: oleh darah Anak Domba dan oleh kesaksian kita.

DeusVult wrote:
Mentalitas selalu menggembar-gemborkan ini memang khas Protestant dan tidak dijumpai di agama lain. Jarang sekali umat Budha mengatakan konversi, atau diundang ke suatu seminar KKR (atau apapun istilahnya bagi umat Budha) untuk share kesaksiannya. Islam pun juga begitu (meskipun akhir-akhir ini Islam semakin terpengaruh Protestant dengan menggembar-gemborkan "muallah" mereka, tapi kalau ingat Islam secara umum dan Islam sebelum tahun 1998, mentalitasnya persis agama-agama lainnya [ie. Katolik, Budha, Hindu etc]).


Makanya konversi ke Buddhisme dan Katolik cenderung lambat.
Islam dan Protestan yang cepat.

DeusVult wrote:
Nah, kamu meminta data pasti, well, kami tidak ada waktu untuk melakukan survey karena keterbatasan lokasi, dana dan waktu. Kalau kamu mau mengakomodasi keterbatasan itu, ya terima kasih, survey akan segera kami laksanakan.....


Aku memahaminya, dan aku tidak akan menuntutmu sedemikian kejam.

DeusVult wrote:
Oh, hampir lupa, satu hal lagi yang membuat Gereja Katolik "malu-malu" dalam mengembar-gemborkan para convert dari Islam. Sebagai suatu institusi besar yang saling berhubungan satu dengan yang lain dan sangat kelihatan, kalau Gereja Katolik menggembar-gemborkan convert-nya kira-kira apa reaksi dari pihak moslem sendiri? Tentunya mereka akan sangat tidak terima dan tidak tertutup kemungkinan mereka akan mulai melakukan segala kekerasan seperti biasanya....


Kerawanan sosial bisa disikapi dengan memfasilitasi cara bersaksi yang tepat dan bijak.

DeusVult wrote:
Dan sebenarnya, fakta diatas merupakan bukti teologis bahwa Protestant sama sekali bukan tubuh mistik Kristus. Ke-tak-terkait-an antara denominasi Protestant menunjukkan bahwa Protestant sama sekali bukan tubuh mistik Kristus.


Yoh 3:16
Ef 2:7

Orang selamat karena iman.
Dan iman lebih esensial daripada institusionalisme.

DeusVult wrote:
1. Sebelum masuknya agama Katolik, penduduk asli meksiko, terutama Indian Aztec mempunyai suatu agama yang sangat tak beradab yang mengagung-agungkan korban manusia. Pada satu hari raya pengorbanan Aztec, tercatat sekitar 20,000 lebih manusia dikorbankan DALAM EMPAT HARI. Syukur kepada Allah agama setan itu ditindas dan diganti Katolik!


Pernyataan ini, sama dengan pemikiran seorang muslim radikal seperti Amrozy cs bahwa: TRITUNGGAL ADALAH AJARAN SYIRK. SESUNGGUHNYA ORANG-ORANG YAHUDI DAN NASRANI ADALAH KAFIR MUSUH-MUSUH ALLAH DAN LAYAK DITUMPAHKAN DARAHNYA.

Semua agama bilang begitu. Punya eksklusivitas demikian.

DeusVult wrote:
2. Untuk memenuhi quota korban manusia, tidak jarang penduduk asli indian berperang satu sama lain supaya mereka bisa menggunakan tawanan sebagai korban.


Adakah Yesus memerintahkan membumihanguskan mereka yang tidak percaya? Ini bukan zaman Amalek lagi.

DeusVult wrote:
3. Tindakan si rahib Bartolome de Las Casas memang sangat jahat. Tapi tampaknya banyak pihak yang lupa bagaimana tindakan jahat tersebut berhenti. Adalah pemerintahan kolonial Spanyol sendiri yang berusaha menghentikan praktek ini.


Dengan merekomendasikan mengganti Indian nya dengan kulit hitam? Sama saja.
Tindas perbudakannya seperti Martin Luther King.

DeusVult wrote:
4. Pada masa perang saudara di Amerika terbentuk dua kubu yang pro-perbudakan dan anti-perbudakan. Banyak Protestant di kedua belah pihak.


Betul dan itu nggak pantas ditiru. Kaum Kristen konservatif AS mengutuknya. Contohnya ya Luther King itu.

DeusVult wrote:
5. Pada masa pemberontakan Reformator/Protestant di negara-negara Protestant perbudakan berlangsung lebih lama daripada di negaqra-negara Katolik


Coba paparkan datanya.

DeusVult wrote:
6. "Sheep, cattle, men-servants, and maid-servants were all possessions to be sold as it pleased their masters. It were a good thing were it still so." ("Domba-domba, ternak-ternak sapi, pembantu-pria, pembantu-wanita semuanya adalah barang-brang milik yang bisa dijual sekehendak pemiliknya. Praktek ini dulu adalah praktek yang baik, dan sekarang pun tetap begitu."). Omongannya Martin Luther.... yang asli


Aku nggak tahu konteks Luther mengatakannya. Coba kutipkan paragraf utuhnya dari Durant. Konteks kata dalam kalimat, konteks kalimat dalam paragraf.

(Btw aku ngebuka blog socrates itu, mulai melihat begitu sibuknya Katolik memberla diri. Rupanya ada terlalu banyak hal yang harus dijelaskan dari Katolisisme.)

DeusVult wrote:
Apakah sejak hari ini ada permintaan maaf dari para Protestant tentang perbudakan yang mereka lakukan?


Perang besar menentang perbudakan justru muncul di negara Protestan, AS. Perang Sipil di AS membawa kesadaran yang sangat besar yang dipelopori oleh Protestan, bukan Katolik. Spanyol dan Portugis apalagi.

DeusVult wrote:

You know, Protestant sering me-refer kepada permintaan maaf Yohanes Paulus II dan meyakinkan orang lain (juga diri mereka sendiri) bahwa kesalahan ada di pihak Katolik. Dalam pikiran sederhana Protestant yang seperti ini, "minta maaf itu berarti mereka bersalah kan. Kalau tidak salah kan tidak minta maaf." Sungguh ironis sekali.

Memang banyak individu Gereja Katolik yang juga bersalah. Dan Yohanes Paulus II pun meminta maaf atas itu.

Tapi mana "maaf" dari Protestant?


Menurutku kita semua harus minta maaf (kenapa Katolik begitu tidak ikhlas dengan permintaan maaf nya sampai-sampai menuntut umat lain untuk minta maaf?). Dan perjuangan antiperbudakan terbaik dilakukan oleh, well...kaum Protestan good Job

Lihat Perang Sipil.

DeusVult wrote:
Yang paling tragis [dan teologis] sebenarnya bukanlah fakta bahwa "maaf" dari Protestant itu tidak pernah terdengar, juga bukanlah fakta bahwa mereka begitu sok dan jumawa seakan-akan mereka-lah yang disalahi dan mereka berhak atas maaf itu. Yang paling tragis [dan teologis] adalah fakta bahwa sebenarnya Protestant tidak meminta maaf karena mereka tidak bisa minta maaf.


Hehe...penuh prasangka sekali. Ini anda ambil dari mana?

DeusVult wrote:
Sebagai suatu gerakan yang terpecah-pecah satu sama lain, Protestant tidak sekedar cuek terhadap apa yang terjadi antar denominasi-denominasi, mereka juga tidak punya keterkaitan historis dengan Protestant-Protestant awal. Jadi, tidak hanya umat denominasi A tidak begitu kebakaran jenggot kalau pendeta denominasi B melakukan bisnis human traficcking, umat denominasi A pun tidak akan terlalu peduli dengan apa yang dilakukan oleh Protestant-protestant awal yang merupakan cikal bakal munculnya mereka.


Tidak ada yang cuek, semua saling bantu, pertukaran mimbar dsb. jangan opini lah.
Denominasinya berbeda-beda, tetapi idenya sama. Iman, keselamatan oleh anugerah dan kitab suci. Itu ide utama Protestan mainstream.

DeusVult wrote:
Dan, sebagaimana aku telah tekankan di salah satu topik (yang sebenarnya aku mau link-kan tapi gak ketemu di topik mana aku nulis itu), ini menunjukkan bahwa denominasi-denominasi Protestant SAMA SEKALI BUKAN PENGEJAWENTAHAN (harap-harap spelling-nya benar) DARI TUBUH MISTIK KRISTUS SEBAGAIMANA DITULIS PAULUS, "Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita" [1Kor 12:26].


1 Korintus 12:26
12:26 Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.

Di kalangan Protestan pun kami merasakan hal yang sama.

DeusVult wrote:
Quote:
Rendra seorang penyair dan budayawan.
Apakah dia masih Katolik?

Kadang-kadang terlalu larut memang.

I don't know what you're getting at.


Kamu menyebut Katolik lebih mudah diterima muslim yang tertarik convert ke Kristen karena banyak budayawan katolik yang aktif berkarya di Indonesia. Nah, Rendra kan budayawan mantan Katolik. Kenyataannya dia justru meninggalkan agama lamanya itu dan memeluk Islam. Ini upaya pendekatan budaya yang kontraproduktif. Mau berakrab-akrab dengan budaya lokal yang mayoritas muslim, alih-alih menarik pemeluk baru justru terhanyut akidahnya.

Plural dalam sikap, teguh dalam akidah. Seharusnya begitu.

DeusVult wrote:
Yang ditekankan bukanlah konversi moslem NU ke Katolik, Yang ditekankan adalah persamaan antara ajaran Katolik dengan budaya Indonesia secara khusus dan Asia secara umum. Orang Indonesia (dan Asia) sangat menghormati leluhur. Ini budaya. Budaya ini lebih terakomodasi di NU dan Katolik.


Adakah bermuara ke konversi? Itu hipotesanya.

DeusVult wrote:
Kalau moslem NU ditanya mereka akan ke Katolik atau Protestant kalau convert ke Kristen, aku berani bertaruh bahwa mereka akan jawab Katolik.


Coba diriset apakah ada. Aku juga nggak melakukannya secara formal, cuma cukup banyak menjumpai pendeta yang latar belakangnya muslim. Yang terakhir berkhotbah di gereja kami seorang mantan muslim dari Solo (maaf namanya tidak usah). Aku belum menjumpai figur-figur ini di Katolik. Kalo DV bilang, banyak pendekatan budaya yang dilakukan oleh budayawan Katolik lebih diterima umat Islam Indo, mana buah konversinya? Itu maksudku.

DeusVult wrote:
Kalau aku ber-opini maka aku disebut ge-er, kalau kamu beropini? Itu tiba-tiba jadi fakta, begitu?


Aku nggak perlu mengunggul-unggulkan gereja-gereja Protestan. Biar para converts yang bicara.

DeusVult wrote:
Dan sebenarnya kenyataan bahwa karya sosial Gereja Katolik jauh lebih besar bukanlah sekedar opini, tapi fakta. Sebagai institusi yang merupakan satu kesatuan (bdk. Tubuh Kristus) Gereja Katolik bisa bergerak lebih luas dan padu.


Nah, ini kan kamu yang mengunggul-unggulkan hehe Smile sudahlah.
Ya, karya sosial katolik baik di Indonesia. Tapi kurang berbuah konversi.

Sekedar pengalaman, Protestan pun punya misi pendidikan seperti Katolik. Dalam kunjungan kasih waktu saya SMA ke sebuah gereja GKJ di Wonosari, Gunungkidul, para pendirinya bercerita bahwa mereka dulunya bukan kristen. Mereka convert setelah bersekolah di Bopkri, dan merasa kehilangan Yesus setelah lulus! Bahkan mereka lalu mendirikan sebuah gereja di desanya. Ini contoh mudah, bahwa pendekatan kultural bermuara pada konversi.

DeusVult wrote:
Quote:
Aku senang sekali kalau DV mau membuktikan opini nya.

Aku juga begitu. Akan cukup senang kalau:

1. Kamu sendiri mau membuktikan opinimu
2. Kamu mau mendanai aku dalam membuktikan opiniku


Yang mudah-mudah aja lah, yang di internet ada.

http://answering-islam.org/Testimonies/index.html (kebanyakan ke protestan)
HAMRAN AMBRIE
JUSUF RONI

Kalau pergaulan mau dijadikan barometer, sampai sejauh ini aku melihat rate yang ke katolik lebih rendah dibandingkan ke protestan. Muslim (yang ex sekalipun), sangat peka terhadap ketauhidan dan isu-isu devosional terhadap yang bukan Tuhan.

DeusVult wrote:
Quote:
Mungkin ada satu saja risalah kesaksian seorang warga NU yang meninggalkan Islam dan mau beralih memeluk Katolisisme? good Job

Gampang. Coba kamu temui Romo Paroki setempat dan tanya mereka.


Coba yang di internet ada saja lah.

DeusVult wrote:
Quote:
Mudah-mudahan daftar nama dari Rendra, GS Sudharta, Monica Oemardi, Tere, Dian Sastro dsb nggak bertambah panjang karena ternyata rekan-rekan Katolik sendiri alpa 'jaga gawang'. Saya senang melihat Ronny Sianturi, Harvey Malaiholo, Ruth Sahanaya dll, mereka masih setia melayani Tuhan.


Michael Jackson itu Protestant ya? Ah, iya. Mereka berasal dari keluarga Saksi Yehuwa, yang Protestant. Begitu juga kakaknya Jermaine Jackson, dulu pasti Protestant juga.

Mike Tyson... kayaknya dulunya juga Protestant. Begitu pula Mohammad Ali (alias Cassius Clay).

CatSteven alias "Yusuf Moslem" itu kayaknya juga Protestant (sempat meng-amin-i fatwa pembunuhan salman Rushdie)

Lulu Tobing... kalau dari namanya, kayaknya dulunya Protestant.

Angline Sondakh itu katanya mau jadi Islam juga... dari namanya sih, mestinya Protestant.
[/quote]

Kok 'kayaknya' semua? Ketawa Ngakak
_________________
"Jangan melampaui yang ada tertulis" (1Kor. 4:6)


Last edited by BacktoPurity on Fri, 02-01-2009 5:21 pm; edited 3 times in total
Back to top
View user's profile Send private message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Fri, 02-01-2009 8:12 pm    Post subject: Reply with quote

BacktoPurity wrote:


Rm. 10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.

Rm. 8:16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.

Kita Wahyu menyatakan ada dua cara iblis dikalahkan: oleh darah Anak Domba dan oleh kesaksian kita.


Kalau sekedar mengaku dengan mulut bahwa Yesus Tuhan, well, setiap Misa umat Katolik selalu melakukan itu.

Kalau berkesaksian ala Altar Call Protstant, rasanya itu tidak dikatakan ayat itu.

Quote:
DeusVult wrote:
Mentalitas selalu menggembar-gemborkan ini memang khas Protestant dan tidak dijumpai di agama lain. Jarang sekali umat Budha mengatakan konversi, atau diundang ke suatu seminar KKR (atau apapun istilahnya bagi umat Budha) untuk share kesaksiannya. Islam pun juga begitu (meskipun akhir-akhir ini Islam semakin terpengaruh Protestant dengan menggembar-gemborkan "muallah" mereka, tapi kalau ingat Islam secara umum dan Islam sebelum tahun 1998, mentalitasnya persis agama-agama lainnya [ie. Katolik, Budha, Hindu etc]).


Makanya konversi ke Buddhisme dan Katolik cenderung lambat.
Islam dan Protestan yang cepat.


Tampaknya kamu juga cukup bias terhadap Budhisme. Sepanjang pengetahuanku, yang harus diakui tidak banyak dan hanya dari bisik sana-bisik sini, sejak jaman reformasi [reformasi Indonesia maksudnya] banyak konversi ke Budhisme.

Konversi Islam yang cepat cukup wajar mengingat "penekanan" yang mereka lakukan.

Konversi ke Katolik sebenarnya luamyan, silahkan tanya Romo Paroki.


Konversi ke Protestant terkesan cepat karena mentalitas Protestant yang cenderung mempromosikan konversi umatnya.

Quote:
DeusVult wrote:
Oh, hampir lupa, satu hal lagi yang membuat Gereja Katolik "malu-malu" dalam mengembar-gemborkan para convert dari Islam. Sebagai suatu institusi besar yang saling berhubungan satu dengan yang lain dan sangat kelihatan, kalau Gereja Katolik menggembar-gemborkan convert-nya kira-kira apa reaksi dari pihak moslem sendiri? Tentunya mereka akan sangat tidak terima dan tidak tertutup kemungkinan mereka akan mulai melakukan segala kekerasan seperti biasanya....


Kerawanan sosial bisa disikapi dengan memfasilitasi cara bersaksi yang tepat dan bijak.

Gampang untuk berkata demikian kalau denominasi sendiri tidak besar, tidak kelihatan, tidak dimana-mana, dan tidak punya institusi sosial [sekolah, Rumah Sakit etc] yang menyebar dimana-mana.

Quote:
DeusVult wrote:
Dan sebenarnya, fakta diatas merupakan bukti teologis bahwa Protestant sama sekali bukan tubuh mistik Kristus. Ke-tak-terkait-an antara denominasi Protestant menunjukkan bahwa Protestant sama sekali bukan tubuh mistik Kristus.


Yoh 3:16
Ef 2:7

Orang selamat karena iman.
Dan iman lebih esensial daripada institusionalisme.

Tampaknya ayat tentang Tubuh Mistik Kristus tidak ada di Alkitabmu. Cuma ada ayat tentang keselamatan karena iman. Yang lain tidak penting.

Quote:
DeusVult wrote:
1. Sebelum masuknya agama Katolik, penduduk asli meksiko, terutama Indian Aztec mempunyai suatu agama yang sangat tak beradab yang mengagung-agungkan korban manusia. Pada satu hari raya pengorbanan Aztec, tercatat sekitar 20,000 lebih manusia dikorbankan DALAM EMPAT HARI. Syukur kepada Allah agama setan itu ditindas dan diganti Katolik!


Pernyataan ini, sama dengan pemikiran seorang muslim radikal seperti Amrozy cs bahwa: TRITUNGGAL ADALAH AJARAN SYIRK. SESUNGGUHNYA ORANG-ORANG YAHUDI DAN NASRANI ADALAH KAFIR MUSUH-MUSUH ALLAH DAN LAYAK DITUMPAHKAN DARAHNYA.

Semua agama bilang begitu. Punya eksklusivitas demikian.

Jadi dalam pemikiranmu kita sebaiknya mendiamkan saja 20,000 orang dibantai dalam empat hari karena kalau kita menindasnya maka kita itu seorang yang radikal dan sok ekslusive.

You know, maybe we're reading a different gospel.

Quote:
DeusVult wrote:
2. Untuk memenuhi quota korban manusia, tidak jarang penduduk asli indian berperang satu sama lain supaya mereka bisa menggunakan tawanan sebagai korban.


Adakah Yesus memerintahkan membumihanguskan mereka yang tidak percaya? Ini bukan zaman Amalek lagi.

Huh?

Apakah Gereja Katolik mengajarkan orang Spanyol untuk membumihanguskan Indian Mexico? Itu ada di hukum kanon yang mana? Ensiklik yang mana? Dekrit yang mana? etc etc.

Quote:
DeusVult wrote:
3. Tindakan si rahib Bartolome de Las Casas memang sangat jahat. Tapi tampaknya banyak pihak yang lupa bagaimana tindakan jahat tersebut berhenti. Adalah pemerintahan kolonial Spanyol sendiri yang berusaha menghentikan praktek ini.


Dengan merekomendasikan mengganti Indian nya dengan kulit hitam? Sama saja.
Tindas perbudakannya seperti Martin Luther King.

Heh? Apakah mengganti budak Indian kembali ke kulit hitam adalah uapaya yang dilakukan pemerintah kolonial Spanyol untuk meng-counter tindakan Las Casas?

Quote:
DeusVult wrote:
5. Pada masa pemberontakan Reformator/Protestant di negara-negara Protestant perbudakan berlangsung lebih lama daripada di negaqra-negara Katolik


Coba paparkan datanya.


Info dari Catholic Encyclopedia: Slavery

    In the Middle Ages slavery, properly so called, no longer existed in Christian countries; it had been replaced by serfdom, an intermediate condition in which a man enjoyed all his personal rights except the right to leave the land he cultivated and the right to freely dispose of his property. Serfdom soon disappeared in Catholic countries, to last longer only where the Protestant Reformation prevailed.


Quote:
DeusVult wrote:
6. "Sheep, cattle, men-servants, and maid-servants were all possessions to be sold as it pleased their masters. It were a good thing were it still so." ("Domba-domba, ternak-ternak sapi, pembantu-pria, pembantu-wanita semuanya adalah barang-brang milik yang bisa dijual sekehendak pemiliknya. Praktek ini dulu adalah praktek yang baik, dan sekarang pun tetap begitu."). Omongannya Martin Luther.... yang asli


Aku nggak tahu konteks Luther mengatakannya. Coba kutipkan paragraf utuhnya dari Durant. Konteks kata dalam kalimat, konteks kalimat dalam paragraf.

Silahkan lakukan inter-library loans dan dapatkan bukkunya Durant tersebut

Quote:
(Btw aku ngebuka blog socrates itu, mulai melihat begitu sibuknya Katolik memberla diri. Rupanya ada terlalu banyak hal yang harus dijelaskan dari Katolisisme.)

Kamu ini bercanda atau serius?

Atau kamu baru di apologetik?

Sama sekali gak pernah buka website apologetik Protestant yang juga mesti menjelaskan banyak hal? Atau Islam? Atau Yahudi?

Quote:
DeusVult wrote:
Apakah sejak hari ini ada permintaan maaf dari para Protestant tentang perbudakan yang mereka lakukan?


Perang besar menentang perbudakan justru muncul di negara Protestan, AS. Perang Sipil di AS membawa kesadaran yang sangat besar yang dipelopori oleh Protestan, bukan Katolik. Spanyol dan Portugis apalagi.

"Maaf"-nya mana? Ini penting.




Perang Besar menantang perbudakan di Amerika? LOL Memang, Protestant Indonesia itu terlalu Amerika, merasa bahwa Amerika itu hebat. Dan karena itu, juga merasa bahwa Israel itu hebat.

Pada 1462 Paus Pius II menyebut perbudakan "sebuah kejahatan kriminal yang berat." Pada 1537 Paus Paulus III melarang perbudakan Indian-Indian. Paus Urbanus VIII menegaskan larangan itu (1639), begitu juga Paus Benediktus XIV (1741). Diulang lagi oleh Paus Pius VII di Kongres Vienna.

Amerika baru ada 4 July 1776.

Mau lihat ke belakang lagi? Paus St. Pius I (140-155AD) dan Paus St. Calistus I (217-222AD) adalah bekas budak.


DeusVult wrote:


Menurutku kita semua harus minta maaf (kenapa Katolik begitu tidak ikhlas dengan permintaan maaf nya sampai-sampai menuntut umat lain untuk minta maaf?). Dan perjuangan antiperbudakan terbaik dilakukan oleh, well...kaum Protestan good Job

Lihat Perang Sipil.

Yah, kita semua harus minta maaf.


Mana maaf dari Protestant?

Quote:
DeusVult wrote:
Yang paling tragis [dan teologis] sebenarnya bukanlah fakta bahwa "maaf" dari Protestant itu tidak pernah terdengar, juga bukanlah fakta bahwa mereka begitu sok dan jumawa seakan-akan mereka-lah yang disalahi dan mereka berhak atas maaf itu. Yang paling tragis [dan teologis] adalah fakta bahwa sebenarnya Protestant tidak meminta maaf karena mereka tidak bisa minta maaf.


Hehe...penuh prasangka sekali. Ini anda ambil dari mana?

Terus terang sampai saat ini aku tidak tahu pemimpin Protestant (kalau memang ada yang namanya "pemimpin Protestant") meminta maf atas perbudakan.


Kalau ada, tolong di-link-kan.

Quote:
DeusVult wrote:
Sebagai suatu gerakan yang terpecah-pecah satu sama lain, Protestant tidak sekedar cuek terhadap apa yang terjadi antar denominasi-denominasi, mereka juga tidak punya keterkaitan historis dengan Protestant-Protestant awal. Jadi, tidak hanya umat denominasi A tidak begitu kebakaran jenggot kalau pendeta denominasi B melakukan bisnis human traficcking, umat denominasi A pun tidak akan terlalu peduli dengan apa yang dilakukan oleh Protestant-protestant awal yang merupakan cikal bakal munculnya mereka.


Tidak ada yang cuek, semua saling bantu, pertukaran mimbar dsb. jangan opini lah.
Denominasinya berbeda-beda, tetapi idenya sama. Iman, keselamatan oleh anugerah dan kitab suci. Itu ide utama Protestan mainstream.

Really?

Kalau memang Protestant saling bantu etc etc, coba cari permintaan maaf atas perbudakan. Mestinya gak susah dong.

Dan juga.... sebagai Protestant apa yang kamu lakukan terhadap:

1. Protestant yang memberkati pernikahan pasangan gay?
2. Protestant yang mengijinkan cerai?
3. Protestant yang pendetanya melakukan pelecehan seksual?
4. Protestant yang mengajarkan polygami?
5. Protestant yang mengajarkan bahwa kiamat datang tahun XXXX, tapi setealh XXXX tiba, belum kiamat juga?

Apakah denominasimu melakukan sesuatu? Apakah denominasimu minta maaf atas point 3 kepada korban-korban si pendeta cabul tersebut?

Quote:
DeusVult wrote:
Quote:
Rendra seorang penyair dan budayawan.
Apakah dia masih Katolik?

Kadang-kadang terlalu larut memang.

I don't know what you're getting at.


Kamu menyebut Katolik lebih mudah diterima muslim yang tertarik convert ke Kristen karena banyak budayawan katolik yang aktif berkarya di Indonesia. Nah, Rendra kan budayawan mantan Katolik. Kenyataannya dia justru meninggalkan agama lamanya itu dan memeluk Islam. Ini upaya pendekatan budaya yang kontraproduktif. Mau berakrab-akrab dengan budaya lokal yang mayoritas muslim, alih-alih menarik pemeluk baru justru terhanyut akidahnya.

Plural dalam sikap, teguh dalam akidah. Seharusnya begitu.

Tahukah kamu alasan Rendra meninggalkan imannya? Coba cari tahu dulu.

Quote:
DeusVult wrote:
Yang ditekankan bukanlah konversi moslem NU ke Katolik, Yang ditekankan adalah persamaan antara ajaran Katolik dengan budaya Indonesia secara khusus dan Asia secara umum. Orang Indonesia (dan Asia) sangat menghormati leluhur. Ini budaya. Budaya ini lebih terakomodasi di NU dan Katolik.


Adakah bermuara ke konversi? Itu hipotesanya.

"Hipotesanya?" Kalau memakai istilah sebaiknya mengerti bagaimana istilah itu digunakan.

Yah, silahkan tanya moslem, kemana mereka akan convert kalau mau ke Kristen.

Quote:
DeusVult wrote:
Kalau moslem NU ditanya mereka akan ke Katolik atau Protestant kalau convert ke Kristen, aku berani bertaruh bahwa mereka akan jawab Katolik.


Coba diriset apakah ada. Aku juga nggak melakukannya secara formal, cuma cukup banyak menjumpai pendeta yang latar belakangnya muslim. Yang terakhir berkhotbah di gereja kami seorang mantan muslim dari Solo (maaf namanya tidak usah). Aku belum menjumpai figur-figur ini di Katolik. Kalo DV bilang, banyak pendekatan budaya yang dilakukan oleh budayawan Katolik lebih diterima umat Islam Indo, mana buah konversinya? Itu maksudku.

You've got to be kidding.

Ok. Kamu tahu Romo Prof Dr KRMT Yohanes Vincentius Tondowidjojo Tondodiningrat CM alias Romo Tondo? Itu semua keluarganya sekarang masih Islam termasuk si politikus Sri Edi Sasono (kalau namanya gak salah). Dia ini darah biru Jawa.

Pernah dengar Sari Ayu - Martha Tilaar, itu sekeluarga dengan Romo Tondo. Martha Tilaar itu "bulik"-nya (adik orang tua) Romo Tondo. Itu juga Katolik. You know, dia sering beri kesaksian. Tapi tentu saja bukan kesaksian konversi karena dia Katolik yang tidak punya mentalitas Protestant, tapi kesaksian akan pengharapan. Bertahun-tahun menikah tidak bisa punya anak, tapi kemudian dapat.

Aku tahu paling tidak 3 lagi Romo yang seperti itu (dari keluarga Islam). Meski masih banyak yang lain.

Ini belum umatnya.


So, seperti yang aku katakan, sana bertamu ke Romo Paroki terdekat dan ngomong-ngomong. Jangan sampai pagi karena dia harus Misa paginya (agak sebel juga kalau Misa pagi si Romo keluarnya telat. Kan pinginnya segera misa, selesai dan kerja).

Quote:


Nah, ini kan kamu yang mengunggul-unggulkan hehe Smile sudahlah.
Ya, karya sosial katolik baik di Indonesia. Tapi kurang berbuah konversi.


Aku benar-benar pusing.

Kamu benar-benar tidak tahu bagaimana karya sosial Gereja telah menghasilkan ribuan convert.

Quote:
Sekedar pengalaman, Protestan pun punya misi pendidikan seperti Katolik. Dalam kunjungan kasih waktu saya SMA ke sebuah gereja GKJ di Wonosari, Gunungkidul, para pendirinya bercerita bahwa mereka dulunya bukan kristen. Mereka convert setelah bersekolah di Bopkri, dan merasa kehilangan Yesus setelah lulus! Bahkan mereka lalu mendirikan sebuah gereja di desanya. Ini contoh mudah, bahwa pendekatan kultural bermuara pada konversi.

Gereja Katolik punya puluhan kali lipat, bahkan ratusan kali lipat sekolah macam begitu. Jadi cerita sejenis (ie. konversi) ada berlipat-lipat.

Quote:

Yang mudah-mudah aja lah, yang di internet ada.

http://answering-islam.org/Testimonies/index.html (kebanyakan ke protestan)
HAMRAN AMBRIE
JUSUF RONI

Kalau pergaulan mau dijadikan barometer, sampai sejauh ini aku melihat rate yang ke katolik lebih rendah dibandingkan ke protestan. Muslim (yang ex sekalipun), sangat peka terhadap ketauhidan dan isu-isu devosional terhadap yang bukan Tuhan.

Link-link itu bukannya sama biasnya dengan pendekatan yang kamu lakukan (ie. memandang dari sisi Protestant).

Quote:
DeusVult wrote:
Quote:
Mungkin ada satu saja risalah kesaksian seorang warga NU yang meninggalkan Islam dan mau beralih memeluk Katolisisme? good Job

Gampang. Coba kamu temui Romo Paroki setempat dan tanya mereka.


Coba yang di internet ada saja lah.

Kenapa? Takut ketemu Romo? Seperti orang yang kerasukan saja LOL.
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
Leonardo76



Joined: 14 Aug 2006
Posts: 415
Location: Batam

PostPosted: Mon, 05-01-2009 2:58 pm    Post subject: Reply with quote

Dear all Ketawa

Kalau boleh nambahin data kesaksian :
Ray Sahetapy sekarang masuk Islam dulu dia dari protestan dari denom Bala keselamatan. Mamanya opsir bala keselamatan. Dia convert ke Islam dan akhirnya dicerai oleh isterinya Dewi Yul karena Ray mau poligami, tapi Dewi Yul menolak.

Angelina Sondakh papanya anggota sinode majelis gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM). Well mudah2 an tetap jadi convert tapi bukan ke islam tapi ke katolik. Smile

Kakekku orang jawa tadinya islam terus sekolah di sekolah katolik dan akhirnya jadi katolik juga ke 4 saudara laki2nya.
Saudara kakekku yang satu sempat katolik abang2 namun sebelum meninggal dia mengaku dosa dan menyuruh om saya memanggil romo paroki untuk sakramen perminyakan. Dan akhirnya beliau beristirahat dengan tenang ..Deo Gratias. Smile

Kakek saya sendiri tetap katolik walau kawin dengan nenek yang dari protestan sejak lahir, malahan nenek saya yang anak dari seorang misionaris protestan denom bala keselamatan convert ke katolik. Deo Gratias. Smile

Papa saya dulunya protestan dan convert ke katolik, sewaktu menikah dengan mama , papa masih protestan, mama cuman minta nikah di GK dan mendidik saya sebagai orang katolik sesuai janjinya pada GK. Dan walaupun mama setiap minggu mengajak papa ke GK namun beliau tidak pernah memaksa papa untuk convert.
Mama dan saya juga sering ikut acara syukuran keluarga papa yang protestan denom GPIB.
Akhirnya waktu saya SMA papa minta diteguhkan dalam keluarga GK . Deo Gratias. Smile

Isteri saya dulu juga protestan sekarang katolik, dia anak seorang pendeta (papa, mamanya pendeta) malahan dia dulu pernah sekolah teologi walau tidak tamat karena tidak ada biaya dan tidak ada beasiswa dari sinode papanya wah ironis sekali yah Rolling Eyes
Akhirnya dia lulus di sekolah tinggi ilmu ekonomi. Deo Gratias....isteriku sekarang jadi katolik.

Quote:

Nah, ini kan kamu yang mengunggul-unggulkan hehe sudahlah.
Ya, karya sosial katolik baik di Indonesia. Tapi kurang berbuah konversi.


Pernah dengar sekolahnya Frans Seda yaitu sekolah Van Lith di Muntilan yang didirikan oleh Romo Van lith misionaris katolik asal belanda yang berkarya di daerah tersebut . Beliau dalam keseharian karyanya sangat dicintai umat beliau yang kebanyakan convert ke katolik dari islam dan jawa tradisional.

Atau mungkin ada pendeta yang lain mau disandingkan kesaksian hidupnya dengan para santo santa dalam GK seperti beata Theresa dari Calcuta???

Bro BacktoPurity..daripada anda bercerita tentang kuantitas convert sepertinya percuma saja karena jumlah tidak sama dengan kebenaran. Lebih baik bicara cara pewartaan.
Satu orang yang disalib dan beberapa orang yang berdiri di kaki salib jauh lebih benar dari orang2 yang menyoraki Tuhan Yesus dihukum mati iya kan good Job

Kalau menurutku kebanyakan sekarang ini lagi digalakkan cara pewartaan model KKR ini tidak tepat dan sepertinya hanya suam2 kuku saja dan tidak tahan lama. Hidup itu penuh jatuh bangun, iman itu dinamis harus selalu dipupuk dan disiram dan lebih tepat dengan cara komunitas basis. Dalam GK ada banyak event untuk menunjang komunitas basis ini lewat pertemuan2 lingkungan pada bulan kitab suci, bulan Rosario, masa advent, masa prapaskah plus misa lingkungan dan lain lain.

Yang saya rasa masih kurang namun tak kalah pentingnya dalam pertemuan2 tersebut selain doa bersama adalah porsi apologi ini yang masih sedikit padahal apologi bukan barang baru dalam GK sejak dari awal para apologet2 GK sudah sering melayani apologi dengan orang2 Yahudi atau Yunani.

Forum ini sangat bagus karena merupakan forum apologet yang bersumber pada ajaran2 resmi GK.
Thanks to para modie dan rekan2 katolik yang tidak bosan2nya berkontribusi di sini semoga Tuhan selalu memberkati anda sekalian Ketawa .

Materi2 apologi begini yang bagus dimasukkan dalam pertemuan2 lingkungan dalam menjaga domba2 Kristus tidak pindah ke lain kandang, kandang bikinan manusia yang selalu menggampangkan masalah iman dan keselamatan dengan dasar sola2 annya itu huuh… Cool

salam damai Ketawa
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Previous Next
Page 3 of 5

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17