FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Pembatalan Perkawinan Di Gereja Katolik    
Goto page: Next

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera
View previous topic :: View next topic  
Author Message
marcaella



Joined: 02 Aug 2010
Posts: 1
Location: bogor, jawa barat

PostPosted: Mon, 02-08-2010 11:05 am    Post subject: Pembatalan Perkawinan Di Gereja Katolik Reply with quote

Dear All,
Mohon bantuannya atas permasalahan yang tengah saya hadapi. Saya menikah pada bulan Mei 1997 tepat 4 bulan setelah anak saya lahir, dengan suami yang beragama Kristen Protestan (GBI). Kami menikah di Gereja Katedral Bogor.

Sejak 1 Januari 1999 saya meninggalkan suami dengan membawa anak saya karena suami tidak mau bekerja mencari nafkah buat saya dan anak. Upaya rekonsiliasi pernah dilakukan sekitar 4 tahun yang lalu selama 2 bulan, tapi suami masih tidak mau bekerja. Ia bahkan melakukan kekerasan fisik pada saya dan mengancam bunuh diri. Disaksikan beberapa kawan dekat kami pun bersepakat untuk berpisah selamanya.
Sejak 1 Januari 1999 hingga saat ini suami tidak pernah memberi nafkah sepeser pun pada anak kami. Seluruh kebutuhan anak saya sendiri yang menanggung. Suami juga tidak pernah mendatangi saya dan anak. Ia juga tidak pernah menelpon samasekali untuk menanyakan kabar anaknya.

Februari 2009 yang lalu suami telah menikah lagi secara Islam dan telah berpindah agama menjadi Islam. Saya telah memintanya menanda tangani surat kesepakatan bersama dan saya juga memegang fotokopi surat nikahnya yang baru.

Dapatkah saya mengajukan pembatalan perkawinan di Gereja Katolik? Saya sudah berkonsultasi namun saya sangat bingung karena konon perkawinan katolik hanya bisa dibatalkan apabila ada penyebab pra perkawinan yang memberatkan atau apabila salah satu pasangan meninggal dunia.

Mohon bantuan informasi dan doanya. Terima kasih.
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger
shmily
Penghuni Ekaristi


Joined: 26 Oct 2005
Posts: 3782
Location: Ekaristi.org

PostPosted: Mon, 02-08-2010 2:51 pm    Post subject: Reply with quote

bukan konon, tetapi memang demikian adanya..

harus ada alasan yang memberatkan sehingga pernikahan 13 tahun tersebut dapat dibatalkan.. penyelidikan akan menanyakan hal-hal sebelum dan sesudah pernikahan untuk mengetahui apakah dasar-dasar pernikahan Katolik sesungguhnya terpenuhi sejak sebelum pernikahan dikukuhkan.

KDRT bukan alasan untuk membatalkan sebuah pernikahan.

info yang belum jelas, apakah "perpisahan untuk selamanya" itu disahkan menurut hukum negara, yaitu melalui pengadilan sipil.
jika tidak, maka sebenarnya pernikahan suami anda yang ke-2 cacat hukum karena pernikahannya dengan anda belum terceraikan secara hukum negara. Sehingga bisa saja anda menuntut bahwa pernikahan tersebut tidaklah sah. Bahkan anda bisa menuntutnya melakukan perzinahan, karenanya. Tetapi ini adalah aktivitas yang meletihkan secara fisik dan juga psikis dan bisa berdampak negatif bagi kehidupan yang saat ini anda jalani, termasuk kepada anak anda.

saya pikir anda kurang lebih sudah 10 tahun mencukupi kebutuhan anda dan anak anda.. dan saya percaya, tidaklah mudah menjadi single parent dalam kurun waktu yang cukup lama tersebut.. kalo pun anda mengajukan pembatalan pernikahan [yang kemungkinan sangat kecil bahkan hampir tidak ada untuk dikabulkan bila tidak ada alasan berat], jangan pikiran anda terbebani atau menjadi fokus, karena jawaban yang tidak sesuai dengan harapan anda bisa menjadi batu sandungan untuk apa yang telah anda jalani dan anda bina bersama anak anda sebagai seorang single parent selama kurang lebih 10 tahun ini.

Fokus kepada kualitas hidup anda dan anak anda inilah yang terpenting. Anda bisa berbagi pikiran pengalaman dan masalah yang anda hadapi dengan single mother lainnya yang ada bernasib sama dengan anda di komunitas ibu tunggal (Single Mother Community) bersama para suster Gembala Baik (RGS).

silahkan anda berkonsultasi dengan romo paroki dan janganlah lupa berdoa, menerima sakramen tobat dan Ekaristi secara rutin..

May God bless your steps..
_________________
Salam dan doa
F A Q Belajar Bersama Kanon 7 Sakramen

Psalms 119:159 See how I love your precepts, LORD; in your kindness give me life.
Back to top
View user's profile Send private message
matakasih



Joined: 08 Feb 2010
Posts: 140

PostPosted: Thu, 12-08-2010 12:46 pm    Post subject: Reply with quote

Niat mengajukan pembatalan perkawinan adalah ekses dari niat "Kawin Lagi".

Pertanyaan yang slealu muncul adalah: Seandainya sang suami berubah dan bertobat lalu menceraikan istrinya yang muslim kemudian berkeinginan untuk kembali lagi pada anda... bagaimana sikap anda?

Berhubungan dengan kasus ini saya teringat pada salah satu kisah dalam kitab suci tentang anak yang hilang dan kembali lagi. Si Ayah menerimanya dengan penuh sukacita bahkan membuatkan pesta penyambutan yang luar biasa sebagai bentuk rasa syukur atas kembalinya si anak yang hilang tersebut.

Melihat kisah tersebut, mungkin dapat memberikan inspirasi. Ketika anaknya hilang, si ayah tidak lantas mengutuknya, tidak pula mulai mengurus pemutusan hubungan keluarga (sebagaimana sering terjadi saat ini, dengan mengumumkannya di surat kabar), dan tidak juga mencari pengganti si Anak yang hilang tersebut. Yang dilakukannya adalah melanjutkan hidupnya dan berdoa, menerima dengan penuh sukacita dan bersyukur ketika anaknya kembali.

Bertahanlah..., Apa yang sudah disatukan oleh Allah tidak bisa Diceraikan oleh manusia. Firman itu sungguh jelas. Jadi tidak lperlu mencari celah2 lagi, karena itu berarti ada pelanggaran atas firman Tuhan.


Last edited by matakasih on Thu, 12-08-2010 12:47 pm; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message
Balanar
== BANNED ==




Joined: 01 Jan 2009
Posts: 328

PostPosted: Sat, 14-08-2010 4:31 pm    Post subject: Reply with quote

marcaella wrote:
Dapatkah saya mengajukan pembatalan perkawinan di Gereja Katolik? Saya sudah berkonsultasi namun saya sangat bingung karena konon perkawinan katolik hanya bisa dibatalkan apabila ada penyebab pra perkawinan yang memberatkan atau apabila salah satu pasangan meninggal dunia.


Mbak marcaella, setau saya sewaktu upacara pernikahan di Gereja Katolik Romo akan bertanya "Apakah anda mencintai suami anda dalam senang maupun susah?" Lalu pasti mempelai wanita mejawab "iya". Setelah si mempelai wanita meng-iya-kan, berarti sudah berjanji pada Allah.

Nah, saat suami anda sudah tak mau bekerja lagi disinilah janji anda ditagih. Inilah bagian susah yang harus anda cintai sesuai dengan janji yang anda ucapkan. Jika mencintai Allah, maka sebaiknya kita memenuhi janji kita padanya yaitu "mencintai saat susah maupun senang".


Jadi harapan ku, Mbak marcaella tetap tabah dan menyayangi suami mbak sampai janji itu genap.
_________________
Pergilah dan sebarkanlah kabar sukacita-Ku, sampai akhir zaman Aku sertamu!
Back to top
View user's profile Send private message
selikoer



Joined: 24 Oct 2010
Posts: 1
Location: Lampung

PostPosted: Fri, 03-02-2012 12:07 pm    Post subject: Reply with quote

jadi inget dulu pas ikut kursus persiapan perkawinan Ketawa

pernikahan gak ada istilah di batalin, tapi bisa di anggap tidak sah dengan alasan:

salah satu pengantin dikemudian hari diketahui telah menikah sebelum pernikahan gereja dilangsungkan (penanggalan)

atau pengantin pria tidak bisa menunaikan kewajibannya Smile (impoten)
jadi kalau belum terjadi hubungan badan maka blum sah.
_________________
Belajar Mendengar
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger
shmily
Penghuni Ekaristi


Joined: 26 Oct 2005
Posts: 3782
Location: Ekaristi.org

PostPosted: Tue, 07-02-2012 7:16 am    Post subject: Reply with quote

selikoer wrote:
jadi inget dulu pas ikut kursus persiapan perkawinan Ketawa

pernikahan gak ada istilah di batalin, tapi bisa di anggap tidak sah dengan alasan:

salah satu pengantin dikemudian hari diketahui telah menikah sebelum pernikahan gereja dilangsungkan (penanggalan)

atau pengantin pria tidak bisa menunaikan kewajibannya Smile (impoten)
jadi kalau belum terjadi hubungan badan maka blum sah.


bukan belum sah... tepatnya memang tidak sah sejak awalnya, sehingga perkawinannya dibatalkan...

tetapi perlu diingat kasus impoten berbeda dengan kasus perkawinan dimana kedua pasangan sebenarnya tidak masalah melakukan hubungan badan, tetapi karena suatu alasan tidak melakukannya. maka pernikahan ini dikatakan ratum et non consummatum dan hanya bisa dibatalkan oleh Takhta Suci dan sangat jarang sekali diberikan.

dan juga sama sekali berbeda perlakuannya apabila kasus impotensinya terjadi setelah perkawinan conssumatum atau sempurna oleh intercourse, bahkan setelah memiliki anak.
_________________
Salam dan doa
F A Q Belajar Bersama Kanon 7 Sakramen

Psalms 119:159 See how I love your precepts, LORD; in your kindness give me life.
Back to top
View user's profile Send private message
- O -
Penghuni Ekaristi


Joined: 21 Jan 2004
Posts: 1876

PostPosted: Fri, 10-02-2012 2:01 pm    Post subject: Reply with quote

matakasih wrote:

Pertanyaan yang slealu muncul adalah: Seandainya sang suami berubah dan bertobat lalu menceraikan istrinya yang muslim kemudian berkeinginan untuk kembali lagi pada anda... bagaimana sikap anda?


Kelihatannya kalau kasusnya sudah demikian mau gak mau kita musti berdoa yang 'jelek-jelek' ini ya ? Ketawa.
Supaya sebelum kita 'kadaluwarsa' keinginan kita untuk mencari pasangan lagi dikabulkan Ketawa.

Really wrong, but really true isn't ? Nangis deh.

Tetap tabah dalam iman ! Smile
_________________
"Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga." (Mat 10:32-33)
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger
sakerah



Joined: 27 Sep 2008
Posts: 367
Location: Indonesia

PostPosted: Thu, 17-05-2012 10:33 pm    Post subject: Reply with quote

Ada seorang Ayah sebut Pak Dul. Menikah dengan gadis Katolik juga 30 tahun yang lalu. Beberapa tahun kemudian , istri lari dengan pria lain dan pindah agama sebelah . Istri minta surat cerai , cerai catatan sipil terlaksana.

Pak Dul menikah lagi dengan gadis bukan Katolik.

Skrg Pak Dul sudah pensiun . Pernikahan dengan yang baru sudah berjalan 20 tahun . Skrg istrinya menjadi Katolik.

Istri Pak Dul tidak menerima Komuni karena dilarang sama Katekis saat Katekumen. Tetapi Pak Dul terobos aja menerima Komuni dikarenakan sudah 12 tahun ini minta pembatalan perkawinan tidak ada jawaban dari keuskupan.
Karena Pak Dul sejak kecil Katolik merasa bahwa Keuskupan yang salah dengan birokrasinya.

Solusi apa agar setiap Minggu Pak Dul bisa terima Komuni ? Adakah cara agar Pak Dul bisa terima komuni.
Apakah dengan 1 jam sebelum misa , melakukan Sakramen Tobat / Pengakuan Dosa pada Romo . Bisakah ?
_________________
Perbuatan terkecil yang dilakukan dengan kasih yang murni lebih bernilai daripada semua perbuatan- perbuatan yang besar.
Biarpun engkau memberikan semua hartamu kepada Tuhan , tetapi tidak disertai dengan Kasih, semua itu sia-sia.
Back to top
View user's profile Send private message
shmily
Penghuni Ekaristi


Joined: 26 Oct 2005
Posts: 3782
Location: Ekaristi.org

PostPosted: Fri, 18-05-2012 8:07 am    Post subject: Reply with quote

sakerah wrote:


Solusi apa agar setiap Minggu Pak Dul bisa terima Komuni ? Adakah cara agar Pak Dul bisa terima komuni.
Apakah dengan 1 jam sebelum misa , melakukan Sakramen Tobat / Pengakuan Dosa pada Romo . Bisakah ?


caranya adalah mengaku dosa, lalu hidup dengan "isteri"-nya sebagai saudara (tidak lagi melakukan hubungan sebagai layaknya suami isteri)..

Pak dul harus mencari jawaban atas permohonan pembatalan yang ia ajukan.. jika ia sungguh ingin membereskan "perkawinan"-nya saat ini.

sang isteri yang sudah menjadi Katolik harusnya menyadari bahwa hubungannya dengan PAk Dul dilarang oleh Gereja, karena di mata GEreja, Pak Dul adalah masih suami sah dari isterinya yang diceraikan secara sipil.
Oleh karenanya ia pun harus taat menunggu hingga Gereja memberikan anulasi atas perkawinan "suami"-nya terdahulu.

disarankan keduanya berkonsultasi dengan romo paroki..
_________________
Salam dan doa
F A Q Belajar Bersama Kanon 7 Sakramen

Psalms 119:159 See how I love your precepts, LORD; in your kindness give me life.
Back to top
View user's profile Send private message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10846
Location: Orange County California

PostPosted: Fri, 18-05-2012 3:00 pm    Post subject: Reply with quote

Lamanya proses birokrasi surat pembatalan tidak bisa dijadikan justifiaksi untuk menikah ulang atau mengambil sakramen ekaristi.


Sekalipun lama birokrasi adalah 1 abad, maka harus tetap ditunggu.

Kalau sampai menjelang ajal birokrasi belum selesai, ya tetap ditunggu. Kalau perlu mati sambil menunggu.


Bila ini tidak dilakukan, tapi malahan dilanggar, maka orang itu akan berdosa berat.
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Next
Page 1 of 2

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17