FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Santo Yohanes Paulus II    
Goto page: Previous Next

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka
View previous topic :: View next topic  
Author Message
Athanasios
Penghuni Ekaristi


Joined: 12 Feb 2004
Posts: 4198

PostPosted: Sat, 21-05-2011 12:42 pm    Post subject: Reply with quote

InAbsentia wrote:
Pernyataan BXVI tentang intensinya membuat pertemuan serupa tahun ini terus terang semakin membingungkan (link):

"I also noted that the year 2011 will mark the twenty-fifth anniversary of the World Day of Prayer for Peace which the Venerable John Paul II called in Assisi, Italy, in 1986. For this reason, in the coming month of October, I will make a pilgrimage to the town of St. Francis, inviting my Christian brethren of different confessions, leaders of the world's religious traditions and, in their hearts, all men and women of good will, to join me on this journey in order to commemorate that important historical gesture of my predecessor, and solemnly to renew the commitment of believers of all religions to live their religious faith as a service to the cause of peace."


Bingung kenapa?

InAbsentia wrote:
Saya bertanya-tanya mengapakah "peace" dimuka bumi ini menjadi begitu penting, mengalahkan pewartaan tentang satu-satunya iman yang benar dalam Gereja yang Satu Kudus Katolik Apostolik. Kalau kita perhatikan kalimat yg dicetak tebal di atas, tidaklah mengherankan bahwa Katolik menjadi indifferent di jaman ini. Lagipula Yesus sendiri pernah bersabda:

"Do not think that I came to send peace upon earth: I came not to send peace, but the sword. For I came to set a man at variance against his father, and the daughter against her mother, and the daughter in law against her mother in law." (Matt 10:34-35)


"And he said to them: Go ye into the whole world, and preach the gospel to every creature. He that believeth and is baptized, shall be saved: but he that believeth not shall be condemned." (Mark 16:15-16)


Ini dari Yohanes Paulus II:
In relation to the last prayer, the Christian one, in the series we have all heard, I profess here anew my conviction, shared by all Christians, that in Jesus Christ, as Saviour of all, true peace is to be found, "peace to those who are far off and peace to those who are near". His birth was greeted by the angels’ song: "Glory to God in the highest and peace among men with whom he is pleased". He preached love among all, even among foes, proclaimed blessed those who work for peace and through his Death and Resurrection he brought about reconciliation between heaven and earth. To use an expression of Paul the Apostle: "He is our peace".
...
Peace depends basically on this Power, which we call God, and as Christians believe has revealed himself in Christ.
.....
The form and content of our prayers are very different, as we have seen, and there can be no question of reducing them to a kind of common denominator.
.....
I humbly repeat here my own conviction: peace bears the name of Jesus Christ.


Perkataannya menunjukkan bahwa Assisi adalah suatu momen Evangelisasi.

Semua orang beragama menginginkan damai, Paus mengundang mereka datang bersama-sama memohon damai dan mengatakan kepada mereka "Damai membawa nama Yesus Kristus."

Apalagi yang kamu harapkan? Mengguyur para peserta dengan air baptis? Memaksa mereka menjadi Katolik? Kita Katolik dan bukan al-Qaeda.
_________________
Sancta et catholica Ecclesia, quae est corpus Christi mysticum
- Konsili Oikumenis Vatikan II Orientalum Ecclesiorum art.2
Back to top
View user's profile Send private message
InAbsentia



Joined: 16 Jan 2008
Posts: 156

PostPosted: Sat, 21-05-2011 5:54 pm    Post subject: Reply with quote

Athanasios wrote:
Bingung kenapa?


Banyak.

Ini adalah kejadian pertama dalam sejarah kepausan, seruan dari JPII untuk bersama berdoa sesuai keyakinan masing-masing bagi intensi "perdamaian" (dari pernyataannya: ..."For the first time in history, we have come together from every where"...)

Athanasios wrote:
Ini dari Yohanes Paulus II:
...
I profess here anew my conviction, shared by all Christians, that in Jesus Christ, as Saviour of all, true peace is to be found, "peace to those who are far off and peace to those who are near"
...
Peace depends basically on this Power, which we call God, and as Christians believe has revealed himself in Christ.
.....
The form and content of our prayers are very different, as we have seen, and there can be no question of reducing them to a kind of common denominator.
.....
I humbly repeat here my own conviction: peace bears the name of Jesus Christ.
.....


Perkataannya menunjukkan bahwa Assisi adalah suatu momen Evangelisasi.


Momen Evangelisasi? Apakah kamu serius?

Faktanya semua orang protestan sudah percaya kepada Yesus Kristus.

Lebih lanjut lagi, pernyataan BXVI dalam ajakannya kepada pemimpin2 agama lain:

    ...
    join me on this journey in order to commemorate that important historical gesture of my predecessor, and solemnly to renew the commitment of believers of all religions to live their religious faith as a service to the cause of peace
    ...

Pernyataan tersebut mengajak semua pemimpin agama, untuk bersama-sama Paus memperbarui komitmen mereka, yaitu hidup dengan baik sesuai iman keyakinan masing-masing untuk menjadi pembawa kedamaian bagi dunia.

Dapat disimpulkan:

Bila kamu Roma Katolik, jadilah Roma Katolik yg baik serta menjadi pembawa damai.
Bila kamu Ortodoks Katolik, jadilah Ortodoks Katolik yg baik serta menjadi pembawa damai.
Bila kamu Anglikan, jadilah Anglikan yg baik serta menjadi pembawa damai.
Bila kamu Protestan, jadilah Protestan yg baik serta menjadi pembawa damai,
Bila kamu Islam, jadilah Islam yg baik serta menjadi pembawa damai.
Dan seterusnya...


Athanasios wrote:
Semua orang beragama menginginkan damai, Paus mengundang mereka datang bersama-sama memohon damai dan mengatakan kepada mereka "Damai membawa nama Yesus Kristus."


Apa ini bentuk pewartaan atas Yesus Kristus? Pimpinan Gereja Ortodoks, Anglikan, Protestan juga mengamini hal yang sama. Yang membingungkan adalah memohon damai bukan secara Katolik saja, tetapi sesuai keyakinan agama masing-masing.

Athanasios wrote:
Apalagi yang kamu harapkan? Mengguyur para peserta dengan air baptis? Memaksa mereka menjadi Katolik? Kita Katolik dan bukan al-Qaeda.

Kalau boleh tau, apakah yang kamu harapkan dari pertemuan ini?
Back to top
View user's profile Send private message
Athanasios
Penghuni Ekaristi


Joined: 12 Feb 2004
Posts: 4198

PostPosted: Sat, 21-05-2011 9:24 pm    Post subject: Reply with quote

InAbsentia wrote:
Banyak.

Ini adalah kejadian pertama dalam sejarah kepausan, seruan dari JPII untuk bersama berdoa sesuai keyakinan masing-masing bagi intensi "perdamaian" (dari pernyataannya: ..."For the first time in history, we have come together from every where"...)


Aku tidak tahu mengapa ini menjadi masalah hanya karena pertama kali?

Selalu ada saat pertama dalam sejarah.

InAbsentia wrote:
Momen Evangelisasi? Apakah kamu serius?

Faktanya semua orang protestan sudah percaya kepada Yesus Kristus.


Apa kalau sudah percaya kepada Yesus Kristus tidak usah di-Injili? Memangnya kamu yakin mereka percaya kepada Yesus Kristus dengan benar?

InAbsentia wrote:
Lebih lanjut lagi, pernyataan BXVI dalam ajakannya kepada pemimpin2 agama lain:

...
join me on this journey in order to commemorate that important historical gesture of my predecessor, and solemnly to renew the commitment of believers of all religions to live their religious faith as a service to the cause of peace
...


Pernyataan tersebut mengajak semua pemimpin agama, untuk bersama-sama Paus memperbarui komitmen mereka, yaitu hidup dengan baik sesuai iman keyakinan masing-masing untuk menjadi pembawa kedamaian bagi dunia.


Aku tidak dapat melihat apa yang salah dari ucapan itu. Dalam agama lain ada persamaan antara agama mereka dengan iman kita. Meminta mereka untuk menonjolkan aspek yang sama dengan iman kita bukanlah sesuatu yang buruk.

InAbsentia wrote:
Dapat disimpulkan:

Bila kamu Roma Katolik, jadilah Roma Katolik yg baik serta menjadi pembawa damai.
Bila kamu Ortodoks Katolik, jadilah Ortodoks Katolik yg baik serta menjadi pembawa damai.
Bila kamu Anglikan, jadilah Anglikan yg baik serta menjadi pembawa damai.
Bila kamu Protestan, jadilah Protestan yg baik serta menjadi pembawa damai,
Bila kamu Islam, jadilah Islam yg baik serta menjadi pembawa damai.
Dan seterusnya...


Kalau kesimpulanmu benar Yohanes Paulus II tidak akan mengucapkan pidato yang ia ucapkan pada tahun 1986 di Assisi, karena damai selalu membawa nama Yesus Kristus.

Kalau orang mengusahakan damai ia akan mendekat kepada Yesus, dan hanya akan menjadi benar-benar dekat kalau ia menerima Yesus.

Kesimpulanmu harusnya berbunyi "kalau kamu menganut agama A dan menghayati imanmu untuk membawa damai, maka kamu melangkah lebih dekat lagi kepada Kristus sang Juruselamat semua yang adalah damai sejati"

InAbsentia wrote:

Apa ini bentuk pewartaan atas Yesus Kristus? Pimpinan Gereja Ortodoks, Anglikan, Protestan juga mengamini hal yang sama. Yang membingungkan adalah memohon damai bukan secara Katolik saja, tetapi sesuai keyakinan agama masing-masing.


Doa dilakukan masing-masing karena tidak ada persekutuan iman antara kita dan mereka, maka silakan berdoa masing-masing. Tetapi Paus mewartakan iman Katolik kepada mereka.

Dan apakah hanya karena pimpinan Ortodoks, Anglikan dan Protestan bisa mengatakan amin, lalu kamu mau mengatakan ajaran yang diwartakan itu dikorupsi?



InAbsentia wrote:

Kalau boleh tau, apakah yang kamu harapkan dari pertemuan ini?


Supaya Raja Damai semakin dikenal. Dan semua orang tahu bahwa damai sejati hanya dapat ditemukan dalam Yesus Kristus, Juru Selamat semua orang.
_________________
Sancta et catholica Ecclesia, quae est corpus Christi mysticum
- Konsili Oikumenis Vatikan II Orientalum Ecclesiorum art.2
Back to top
View user's profile Send private message
InAbsentia



Joined: 16 Jan 2008
Posts: 156

PostPosted: Sat, 21-05-2011 10:13 pm    Post subject: Reply with quote

Ada yg salah dgn logika berpikir kamu Athanasios, atau memang Gereja Katolik sudah mengajarkan sesuatu yg lain.

Athanasios wrote:
InAbsentia wrote:
Dapat disimpulkan:

Bila kamu Roma Katolik, jadilah Roma Katolik yg baik serta menjadi pembawa damai.
Bila kamu Ortodoks Katolik, jadilah Ortodoks Katolik yg baik serta menjadi pembawa damai.
Bila kamu Anglikan, jadilah Anglikan yg baik serta menjadi pembawa damai.
Bila kamu Protestan, jadilah Protestan yg baik serta menjadi pembawa damai,
Bila kamu Islam, jadilah Islam yg baik serta menjadi pembawa damai.
Dan seterusnya...


Kalau kesimpulanmu benar Yohanes Paulus II tidak akan mengucapkan pidato yang ia ucapkan pada tahun 1986 di Assisi, karena damai selalu membawa nama Yesus Kristus.

Kalau orang mengusahakan damai ia akan mendekat kepada Yesus, dan hanya akan menjadi benar-benar dekat kalau ia menerima Yesus.

Kesimpulanmu harusnya berbunyi "kalau kamu menganut agama A dan menghayati imanmu untuk membawa damai, maka kamu melangkah lebih dekat lagi kepada Kristus sang Juruselamat semua yang adalah damai sejati"


Athanasios wrote:
Doa dilakukan masing-masing karena tidak ada persekutuan iman antara kita dan mereka, maka silakan berdoa masing-masing. Tetapi Paus mewartakan iman Katolik kepada mereka.


Benarkah Paus mewartakan iman Katolik kepada mereka?

Katolik mengucapkan Credo yang antara lain berbunyi "Et unam, sanctam, cathólicam et apostólicam Ecclésiam" -> (dan aku percaya) akan Gereja yang Satu, Kudus, Katolik dan apostolik -> Gereja Katolik Roma

Sedangkan JPII maupun BXVI hanya menyebut Yesus Kristus, yang mana sudah sejak semula diyakini juga oleh Ortodoks, Anglikan, Protestan.

Athanasios wrote:
InAbsentia wrote:

Kalau boleh tau, apakah yang kamu harapkan dari pertemuan ini?

Supaya Raja Damai semakin dikenal. Dan semua orang tahu bahwa damai sejati hanya dapat ditemukan dalam Yesus Kristus, Juru Selamat semua orang.


Jawaban kamu yang ini menjawab pertanyaan saya di awal tulisan ini.

Sesuai iman katolik, jawaban saya akan sedikit berbeda:

    Supaya Raja Damai semakin dikenal. Dan semua orang tahu bahwa damai sejati hanya dapat ditemukan dalam Yesus Kristus, Juru Selamat semua orang, di dalam GerejaNya yang Satu Kudus Katolik dan Apostolik yaitu Gereja Katolik.


Last edited by InAbsentia on Sat, 21-05-2011 10:15 pm; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message
Athanasios
Penghuni Ekaristi


Joined: 12 Feb 2004
Posts: 4198

PostPosted: Sun, 22-05-2011 10:53 am    Post subject: Reply with quote

InAbsentia wrote:

Benarkah Paus mewartakan iman Katolik kepada mereka?


Ya

InAbsentia wrote:
Katolik mengucapkan Credo yang antara lain berbunyi "Et unam, sanctam, cathólicam et apostólicam Ecclésiam" -> (dan aku percaya) akan Gereja yang Satu, Kudus, Katolik dan apostolik -> Gereja Katolik Roma


Kalau hanya Credo itu, Ortodoks juga bisa mengamini.

Coba sana ke Gereja Ortodoks mereka juga percaya akan Gereja yang Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik. Hanya saja mereka akan mengatakan Gereja yang disebut dalam Credo itu adalah mereka dan bukannya Gereja yang dipimpin oleh Paus.

Apakah kita harus menambah frase 'Romanam" hanya karena Ortodoks masih bisa mengamini yang versi "Satu, Kudus, Katolik, dan Apostolik? Tapi kalau ditambah aneh juga karena Gereja Katolik tidak bisa diringkas begitu saja dengan kata "Romanam".

Sebenarnya tujuan pewartaan itu apa sih? Membuat orang percaya atau sekedar mau menunjukkan kesalahan orang?

InAbsentia wrote:
Sedangkan JPII maupun BXVI hanya menyebut Yesus Kristus, yang mana sudah sejak semula diyakini juga oleh Ortodoks, Anglikan, Protestan.


Non sense ah..kutipan Credo yang kamu kutip juga di-amin-i oleh mereka semua dengan versi tafsiran masing-masing.

Begitu juga percaya Yesus Kristus versi Ortodoks, Katolik dan Protestan juga tidak seluruhnya sama persis tafsirannya.

Jadi apa nih yang harus disampaikan dalam pewartaan?

InAbsentia wrote:
Jawaban kamu yang ini menjawab pertanyaan saya di awal tulisan ini.

Sesuai iman katolik, jawaban saya akan sedikit berbeda:


Supaya Raja Damai semakin dikenal. Dan semua orang tahu bahwa damai sejati hanya dapat ditemukan dalam Yesus Kristus, Juru Selamat semua orang, di dalam GerejaNya yang Satu Kudus Katolik dan Apostolik yaitu Gereja Katolik.


Ortodoks juga meng-amin-i itu sambil bilang "Gereja kami ini adalah Katolik, dan kamu adalah bidaah Latin." Ketawa

Kalau pakai yang versiku, yang menonjolkan Yesus kita juga bisa bilang "Yesus yang kami imani mendirikan Gereja di atas Kefas" sementara yang lain mungkin akan meng-amin-i sambil pikir-pikir karena tafsiran mereka sudah lain.

Jadi menurutku kamu sebetulnya sama saja dengan aku, hanya kamu merasa perlu untuk lebih apa yah kesannya pewartaan itu harus lebih ofensif dan agresif. Menurutku itu namanya memaksakan selera pribadi akan seperti apa pewartaan yang baik kepada Paus Roma. Dan menurutku itu tidak baik.
_________________
Sancta et catholica Ecclesia, quae est corpus Christi mysticum
- Konsili Oikumenis Vatikan II Orientalum Ecclesiorum art.2
Back to top
View user's profile Send private message
Athanasios
Penghuni Ekaristi


Joined: 12 Feb 2004
Posts: 4198

PostPosted: Sun, 22-05-2011 2:14 pm    Post subject: Reply with quote

Untuk mensupport tulisanku sebelumnya, aku memberikan beberapa link untuk menunjukkan bahwa pewartaan "Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik" pun bisa diamini oleh Protestan, Anglikan dan Ortodoks.

Ini adalah artikel dari seorang Pendeta Lutheran bernama Walter Snyder.
Lutheran-Catholic Differences dan ia menulis:
We disagree with the idea that the Roman Church holds the monopoly on being “catholic” and that “no salvation outside the Church” means “no salvation outside Roman Catholicism.” However, we teach that if you are not a “catholic” Christian, then you are of a sect or a cult.

Our understanding, based on the Scriptures, the Creeds, and our Lutheran Confessions is that the true Church is made up of all believers on earth and of all the saints at rest. This is what “catholic” truly means. With this in mind, we see “Roman Catholic,” in its fullest understanding, as a contradiction: One cannot be both “Roman” and “catholic” &Romanism subdivides and shrinks catholic Christianity.


Kesimpulan, Lutheran mengamini "Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik" menurut versi mereka sendiri.

Dan dalam versi Ortodoks

Catechism of the Orthodox Church
The words of the Nicene-Constantinople Creed, ‘I believe in One, Holy, Catholic and Apostolic Church’, define the Church as a divine-human organism.

Jadi InAbsentia bila Paus mewartakan "unam, sanctam, catholicam, et apostolicam Ecclesiam" itu pun akan di-amin-i oleh para Protestan, Anglikan dan Ortodoks.

Kalau kamu masih menganggap rumusan Credo ini sebagai indiferentis..ya mungkin memang ada sesuatu yang salah dengan katekese yang kamu terima.
_________________
Sancta et catholica Ecclesia, quae est corpus Christi mysticum
- Konsili Oikumenis Vatikan II Orientalum Ecclesiorum art.2
Back to top
View user's profile Send private message
InAbsentia



Joined: 16 Jan 2008
Posts: 156

PostPosted: Sun, 22-05-2011 7:54 pm    Post subject: Reply with quote

Athanasios wrote:
InAbsentia wrote:
Benarkah Paus mewartakan iman Katolik kepada mereka?

Ya

Pernyataan JPII hanya merujuk pada Tuhan atau Kristus sebagai sumber kedamaian (tidak ada bedanya dgn yg diimani oleh Ortodoks, Anglikan atau Protestan), bisakah tolong tunjukkan dimana letak pewartaan iman Katolik tsb?

Athanasios wrote:
Jadi menurutku kamu sebetulnya sama saja dengan aku, hanya kamu merasa perlu untuk lebih apa yah kesannya pewartaan itu harus lebih ofensif dan agresif. Menurutku itu namanya memaksakan selera pribadi akan seperti apa pewartaan yang baik kepada Paus Roma. Dan menurutku itu tidak baik.


Kalimat saya sama-sekali tidak ada unsur pemaksaan, tetapi menyampaikan kebenaran. Itulah bagian yang paling penting.

Paus membuat acara ini di Assisi, mengambil santo Fransiskus sebagai teladan pembawa kedamaian, maka coba kita lihat teladan yang dicontohkan orang kudus ini:

    Kisah St. Fransiskus Assisi dihadapan Melek-el-Kamil, Sultan Mesir (Sumber):

    "I am sent by the Most High God, to show you and your people the way of salvation by announcing to you the truths of the Gospel." Discussion followed, and other audiences. The Sultan, somewhat moved, invited Francis to stay with him. "If you and your people," said Francis, "will accept the word of God, I will with joy stay with you. If you yet waver between Christ and Mohammed, order a fire kindled and I will go into it with your priests that you may see which is the true faith." The Sultan replied that he did not think any of his <imams> would dare to enter the fire, and he would not accept Francis' condition for fear of upsetting the people. He offered him many presents, which Francis refused. Fearing finally that some of his Moslems might desert to the Christians, he sent Francis, under guard, back to the camp.


    St. Fransiskus dihadapan Sultan, Basilika Assisi

St. Fransiskus disini tidak melakukan pemaksaan, tetapi dia berani menyatakan kebenaran imannya.

Lebih lanjut lagi, dalam pernyataannya tentang rencana pertemuan di Assisi oktober mendatang, BXVI mengatakan: "...to renew the commitment of believers of all religions to live their religious faith as a service to the cause of peace..."

BXVI tidak menyatakan bahwa Iman Katoliklah jalan menuju keselamatan, tetapi menempatkan Katolik sebagai salah satu dari sekian banyak agama2 yg ada di dunia, menempatkan diri sejajar dengan agama2 lain. Dan bahkan meminta mereka menjalani agamanya masing2 dengan baik. Hal yang sangat sulit dimengerti, konsekwensinya sangat besar terhadap iman.
Back to top
View user's profile Send private message
perdhana_soekarta



Joined: 15 Feb 2007
Posts: 130

PostPosted: Sun, 22-05-2011 10:06 pm    Post subject: Reply with quote

@InAbsentia

Quote:
Pernyataan JPII hanya merujuk pada Tuhan atau Kristus sebagai sumber kedamaian (tidak ada bedanya dgn yg diimani oleh Ortodoks, Anglikan atau Protestan), bisakah tolong tunjukkan dimana letak pewartaan iman Katolik tsb?


Seorang Katolik yg menghargai harga sebuah kehidupan manusia.
Seorang Katolik yg berani untuk menjadi tidak populer demi menyelamatkan banyak nyawa manusia.
Seorang Katolik yg tulus seperti merpati, dan cerdik seperti ular.

Kalau kamu menjadi seorang paus, akankah kamu mengatakan "Hai orang-2 sesat bertobatlah, dan berilah dirimu dibabtis, maka kamu akan di selamatkan. Katolik adalah satu-2nya ajaran yang benar."

Apakah kamu dapat mempertanggung jawabkan, gereja-2 di timur tengah sana yang harus menderita penganiayaan berat dari pemerintah setempat. Apakah kamu dapat mempertanggung jawabkan darah-2 saudara kita yg tidak berdosa yg harus menerima sengsara karena statement kamu itu ?

-------------------------------------------------------------------------------------
Pewartaan dan PDKT itu memiliki konsep yg mirip2, apakah ada orang bodoh yg langsung nembak cewe tanpa PDKT ?

Pewartaan disini, dengan menggunakan figur St.Fransiskus, adalah sangat baik. Seorang santo yg di segani baik dari katolik sendiri, maupun dari luar.

Titik awal pertobatan saya, salah satunya karena membaca cerita hidup St.Fransiskus dari Asisi. Seorang pewarta injil yg sangat hebat, bahkan sampai mewartakan injil kepada ikan dan burung-2. Seorang mistikus yg pertama kali menerima stigmata. Seorang reformator Katolik yg sejati ( buat nyindir reformator2 yg keluar dari Gereja-Nya)

St.Fransiskus adalah seorang figur, yg dapat membuat seseorang tertarik dan jatuh cinta kepada Katolik. Lewat sikap dan perbuatannya, lewat kasih dan pengorbanannya.

Bagaimana menjelaskan Katolik pada anak kecil ? demikian juga menjelaskan Katolik bagi orang yg bukan Katolik. Step by step....

Ya, Tuhan, jadikanlah aku pembawa damai,

Di mana terdapat kebencian,

Jadikan aku penabur kasih,

Di mana terhadap penghinaan,

Jadikan aku pembawa pengampunan,

Di mana terjadi perselisihan,

Jadikan aku pembawa kerukunan,

Di mana terjadi kebimbangan,

Jadikan aku pembawa kepastian,

di mana terjadi kesesatan,

Jadikan aku pembawa kebenaran,

Di mana terjadi kecemasan.

Jadikan aku pembawa harapan,

Di mana terjadi kegelapan,

Jadikan aku pembawa terang,

Di mana terjadi kesedian,

Jadikan aku sumber kegembiraan.

Ya Tuhan, semoga aku lebih ingin menghibur dari pada dihibur,

Memahami dari pada dipahami,

Mencintai dari pada dicintai,

Karena dengan memberi, kami menerima,

Dengan mengampuni, aku diampuni,

Dengan mati suci kami bangkit untuk hidup selamanya. Amin.

Ini adalah Doa seorang Katolik sejati yg benar-2 akan membawa perubahan bagi dunia.

Salam damai.
_________________
“Without love, deeds, even the most brilliant, count as nothing.” St. Therese of Lisieux
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail
Athanasios
Penghuni Ekaristi


Joined: 12 Feb 2004
Posts: 4198

PostPosted: Mon, 23-05-2011 9:53 am    Post subject: Reply with quote

InAbsentia wrote:
Pernyataan JPII hanya merujuk pada Tuhan atau Kristus sebagai sumber kedamaian (tidak ada bedanya dgn yg diimani oleh Ortodoks, Anglikan atau Protestan), bisakah tolong tunjukkan dimana letak pewartaan iman Katolik tsb?


Pernyataan yang kamu buat juga tidak ada bedanya dengan apa yang diimani oleh Ortodoks, Anglikan atau Protestan. Dan untuk menunjukkan bedanya harus dijelaskan berpanjang-panjang lagi.

Singkatnya saja, inti pewartaan Katolik adalah mengenai Yesus Kristus. Paus memulai pewartaan dari titik pangkal yang benar. Dari misteri Yesus Kristus inilah mengalir semua ajaran Katolik.

InAbsentia wrote:

Kalimat saya sama-sekali tidak ada unsur pemaksaan, tetapi menyampaikan kebenaran. Itulah bagian yang paling penting.


Kalimatmu diimani juga oleh Ortodoks, Anglikan dan Protestan. Jadi mengapa kalimat Paus dipertanyakan dan kalimatmu tidak?

Kalau kamu sekedar bicara "Yesus hanya dapat ditemukan melalui Gereja-Nya yang Katolik", semua juga setuju-setuju saja.

InAbsentia wrote:
St. Fransiskus disini tidak melakukan pemaksaan, tetapi dia berani menyatakan kebenaran imannya.


Rekaman pembicaraan St. Fransiskus belum tentu akurat secara historis. Catatan-catatan tradisional menyebutkan pertobatan Malik al-Kamil sesuatu yang sulit diterima secara faktual.

Kedua, Malik dikenal tidak saleh alias sekuler.

Ketiga, kita hidup di abad dan situasi yang berbeda.

InAbsentia wrote:
Lebih lanjut lagi, dalam pernyataannya tentang rencana pertemuan di Assisi oktober mendatang, BXVI mengatakan: "...to renew the commitment of believers of all religions to live their religious faith as a service to the cause of peace..."

BXVI tidak menyatakan bahwa Iman Katoliklah jalan menuju keselamatan, tetapi menempatkan Katolik sebagai salah satu dari sekian banyak agama2 yg ada di dunia, menempatkan diri sejajar dengan agama2 lain. Dan bahkan meminta mereka menjalani agamanya masing2 dengan baik. Hal yang sangat sulit dimengerti, konsekwensinya sangat besar terhadap iman.


Ada persamaan antara agama Katolik dan agama-agama lainnya. Kalau kita meminta mereka menjalankan unsur yang sama apakah salah?

Apakah salah kalau saya menganjurkan seorang Protestan membaca Injil (sesuatu yang dianjurkan oleh agamanya)?

Apakah salah kalau saya mengingatkan kawan Muslim supaya berpuasa (sesuatu yang dianjurkan oleh agamanya)?

Apakah salah kalau saya menganjurkan seorang Buddha supaya rajin bersedekah (sesuatu yang dianjurkan oleh agamanya)?

Hal-hal yang baik ini akan membawa orang semakin dekat dengan Allah entah satu atau dua langkah, dan hanya akan penuh kalau mereka ada dalam Gereja Katolik.
_________________
Sancta et catholica Ecclesia, quae est corpus Christi mysticum
- Konsili Oikumenis Vatikan II Orientalum Ecclesiorum art.2
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Previous Next
Page 2 of 3

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17