FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Dosa paling berat, paling berbahaya, paling sering dilanggar    
Goto page: Previous Next

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka
View previous topic :: View next topic  
Author Message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10668
Location: Orange County California

PostPosted: Tue, 12-06-2012 1:44 pm    Post subject: Reply with quote

mbahSam wrote:

What are You Talking About ???


Dibaca lagi pelan-pelan dan berkali-kali. Itu akan membantu pemahaman.
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
naughty5eraph



Joined: 04 Feb 2008
Posts: 241
Location: surabaya

PostPosted: Thu, 21-06-2012 12:22 am    Post subject: absurd Reply with quote

@mbah sam:
menurut saya apa yang anda lakukan sama sekali tidak berdosa, karena anda telah melakukan kb alami dan hasilnya adalah ke2 anak anda.
pandangan saya sebagai katolik awam terhadap jumlh anak yang relatif lebih sedikit di masa kini dari padfa di masa lalu:

1. orang tua bisa memberikan kasih sayang yang lebih berkualitas terhadap anak-anaknya, kasih dan perhatian yang diberikan kepada 2 orang anak akan lebih berkualitas daripada yang diberikan kepada 10 orang anak, ini memang tergantung pada manusianya, tapi menurut saya anak yang lebih sedikit akan menjamin kasih n perhatian yang lebih berkualitas, karena tidak terbagi banyak.

2. Allah tidak pernah merencanakan kegaglan bagi umatnya, seandainya anda memang berncana punya 2 anak saja, tapi Allah BERENCANA anda memiliki anak 10, sekalipun anda berhubungan dengan kondom pada masa tidak subur istri anda, istri anda akan tetap mengandung. di kejadian, Sarah yng sudah menopase saja masih bisa mengandung. menurut saya, anda harus lebih mendalami apa yang dimaksud tentang rencana Allah tersebut. rencana Allah bukanlah takdir, karena sebagai orang beriman kita tidak mempercayai takdir (seperti yang dipercayai orang muslim, bahwa segala sesuatu yang terjadi itu sudah suratan ilahi). Allah memberikan kehendak bebas, akal budi, dan roh kudus sebagai penuntun hidup kita. selama anda tidak melenceng dari hukum2 gereja dan firman Allah, anda berada dalam koridor yang aman. karena di dunia ini siapa sih yang mau menderita? apalagi menderita karena kebanyakan anak.
saya berusia 23 tahun, dan saya memimpikan masa depan yang berkualitas, lebih baik saya punya 1 orang anak saja, tapi dapat mendidiknya sebagai katolik yang baik, berpendidikan tinggi, dan menjadi pengusaha sukses yang kaya raya, daripada mempunya 10 anak yang hanya lulusan sma dengan karir yang stagnan. untuk apa kita memenuhi bumi ini, jika bumi iji belum tentu bisa memberikan penghidupan yang layak bagi anak-anak kita? ngapain kita hrus menyusahkan diri sendiri dengan jeratan begitu bnyak anak (karena ingin menggenapi firman), daripada memiliki sedikit anak saja tapi dapat memberikan mereka hidup yang berkualitas.

menurut saya, pandangan dv picik sekali mengenai jumlah anak, lebih baik memiliki 5 orang anak yang hanya lulus sma daripada 2 yang berpendidikan tinggi, karena lebih baik membuat 5 orang anak merasakan anugerah tuhan daripada hanya 2 saja. sorry, it's ridicullous.
jumlah anak dan manajemen rumah tangga harus disesuaikan dengan pendapatan dan daya ekonomi keluarga anda, jadi mengatur jumlah anak itu bukan berarti anda tidak mempercayai penyelenggaraan tuhan dalam hidup anda. bayangkan jika semua orang berpandangan seperti itu,
memiliki 10 anak dan menyerahkan mereka semua pada penyelenggaraan Tuhan, bayangkan betapa padatnya bumi ini, persaingan2 yang akan timbul, semakin sedikit orang yang hidupnya berkualitas, semakin banyak pengangguran, sorry dv, your statement is really ridiculous. jika bumi ini penuh manusia, di manakah tempat untuk alam? manusia harus hidup berdampingan dengan alam, bukan menjajah dan mengeksploitasinya.

menyerahkan diri pada penyelenggaraan Tuhan tidak berati kita harus meninggalkan akal budi. Tuhan menciptakan manusia tidak hanya dengan iman, tapi juga dengan logika. jika hanya sepeuhnya mengandalkan iman dan mematikan logika, bukankah itu juga berdosa, karena tidak menggunakan anugerah yang telah Tuhan berikan dalam otak kita?

jika kita mampu memiliki hidup yang lebih berkualitas dengan lebih sedikit anak, untuk apa kita memaksakan diri sok alkitabiah dan memproduksi anak secara massal di bawah ancaman hidup pas-pasan, persaingan berat dalam pekerjaan, beban psikologis, dan kemiskinan?
penderitaan mengasuh anak itu BUKAN SALIB, SALIB adalah penderitaan karena kita mengikut kristus dan dihinakan oleh dunia, sedangkan memprodksi anak secara massal kemudian hidup menderita itu adalah kebodohan manusia sendiri, ga ada sangkut pautnya dengan memanggul salib,
be catholic, have faith, use your brain. amen
_________________
Ya Maria, semula jadi tak bercela, doakanlah kami yang berlindung kepadamu!
Ave Maria, saya adalah laskar sang ratu surga!!!!
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger MSN Messenger
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10668
Location: Orange County California

PostPosted: Thu, 21-06-2012 1:36 pm    Post subject: Re: absurd Reply with quote

naughty5eraph wrote:
karena di dunia ini siapa sih yang mau menderita? apalagi menderita karena kebanyakan anak. saya berusia 23 tahun, dan saya memimpikan masa depan yang berkualitas, lebih baik saya punya 1 orang anak saja, tapi dapat mendidiknya sebagai katolik yang baik, berpendidikan tinggi, dan menjadi pengusaha sukses yang kaya raya, daripada mempunya 10 anak yang hanya lulusan sma dengan karir yang stagnan.


Dengan jalan pikiran yang tidak Kristiani seperti ini malahan aku yang dituduh picik?



Btw, naughty5seraph, coba kita bertanding. Kita berdua coba menemukan apa yang dikatakan para kudus terhadap jumlah anak dalam keluarga. Kamu cari para kudus yang mendukung keluarga kecil berkualitas. Aku cari para kudus yang mendukung keluarga besar.








On another note, aku ingat seorang Uskup Orthodox yang berkata bahwa dia akan secara pribadi membaptis anak ke-5 dari setiap umatnya. Mungkin Uskup-uskup Katolik juga bisa meniru tindakan ini supaya keluarga Katolik menjadi besar dan tidak hedonis seperti pemikiran yang aku kutip diatas.
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
naughty5eraph



Joined: 04 Feb 2008
Posts: 241
Location: surabaya

PostPosted: Thu, 21-06-2012 2:55 pm    Post subject: absurd Reply with quote

memangnya apa untungnya hidup nggak sejahtera dengan mengembangbiakkan keturunan katolik, yang belum tentu sejahtera, well, saya nggak habis pikir dengan pola pikir 'kristiani' anda, toh berkeluarga kecilpun nggak dosa, ngapain repot2 bikin anak banyak2, kasian juga istrinya, hamil bolak-balik, resiko setiap kehamilan itu semakin besar, kehamilan di atas 30 tahun itu memperbesar resiko berbagai macam penyakit di seputar rahim, badan juga molor semua. lol
_________________
Ya Maria, semula jadi tak bercela, doakanlah kami yang berlindung kepadamu!
Ave Maria, saya adalah laskar sang ratu surga!!!!
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger MSN Messenger
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10668
Location: Orange County California

PostPosted: Thu, 21-06-2012 7:13 pm    Post subject: Re: absurd Reply with quote

naughty5eraph wrote:
memangnya apa untungnya hidup nggak sejahtera dengan mengembangbiakkan keturunan katolik, yang belum tentu sejahtera, well, saya nggak habis pikir dengan pola pikir 'kristiani' anda, toh berkeluarga kecilpun nggak dosa, ngapain repot2 bikin anak banyak2, kasian juga istrinya, hamil bolak-balik, resiko setiap kehamilan itu semakin besar, kehamilan di atas 30 tahun itu memperbesar resiko berbagai macam penyakit di seputar rahim, badan juga molor semua. lol


"Sejahtera" dalam arti "pengusaha sukses kaya raya" berbeda dengan "sejahtera" menurut iman Kristiani (aku katakan "Kristiani" bukannya "Katolik" karena dalam tradisinya umat Kristen sangat mendukung keluarga besar [faktanya, baik Islam maupun Yahudi juga pro-keluarga besar]).


Dan perbedaan ini-lah yang menginspirasi pemikiran yang tidak Kristiani yang telah kamu kemukakan.


Mungkin orang yang tidak tahu sejarah iman Kristen merasa bahwa aku ini picik, atau bahkan gila karena mendukung keluarga besar dan bukannya mendukung dua anak saja demi peningkatan kualitas hidup masing-masing anak (kalau perlu malah satu anak saja, pasti kualitas yang diterima si anak tunggal itu akan maksimal). Memang pemikiranku ini sungguh pemikiran yang bertentangan dengan filosofis dunia modern saat ini. Sebuah filosofis yang anti-Kristen. Dan oleh karenanya filosofis itu bertentangan dengan nilai Kristiani yang pro terhadap keluarga besar.

Nah, berikut adalah kutipan-kutipan dari tulisan Paus Pius XII berjudul The Large Family (kalau bisa baca semuanya).

    Wherever you find large families in great numbers, they point to: the physical and moral health of a Christian people; a living faith in God and trust in His Providence; the fruitful and joyful holiness of Catholic marriage.

    ...

    Now the value of the testimony offered by the parents of large families lies not only in their unequivocal and forceful rejection of any deliberate compromise between the law of God and human selfishness, but also in their readiness to accept joyfully and gratefully these priceless gifts of God—their children — in whatever number it may please Him to send them.

    This kind of attitude frees married couples from oppressive anxieties and remorse, and, in the opinion of outstanding doctors, creates the ideal psychological conditions for the healthy development of children born of the marriage. For, right at the beginning of these new lives, it eliminates all those worries and disturbances that can so easily leave physical or psychological scars on the mother or child.

    ...

    Far from being a "social malady," large families are a guarantee of the moral and physical health of a people.

    ...

    So let the weak and selfish take their example from you; let the nation continue to be loving and grateful toward you for all the sacrifices you have taken upon yourselves to raise and educate its citizens; just as the Church is pleased with you for enabling her to offer, along with you, ever healthier and larger groups of souls to the sanctifying activity of the divine Spirit.

    In the modern civil world a large family is usually, with good reason, looked upon as evidence of the fact that the Christian faith is being lived up to ...

    ...

    this is so true that right from the beginning and through the whole course of its history, large families have often been considered as synonymous with Christian families. ...

    ...

    faith in God gives parents the strength and vigor they need to face the sacrifice and self-denial demanded for the raising of their children;

    ...

    Large families are the most splendid flower-beds in the garden of the Church; happiness flowers in them and sanctity ripens in favorable soil. Every family group, even the smallest, was meant by God to be an oasis of spiritual peace. But there is a tremendous difference: where the number of children is not much more than one, that serene intimacy that gives value to life has a touch of melancholy or of pallor about it; it does not last as long, it may be more uncertain, it is often clouded by secret fears and remorse.

    ...

    With good reason, it has often been pointed out that large families have been in the forefront as the cradles of saints. We might cite, among others, the family of St. Louis, the King of France, made up of ten children, that of St. Catherine of Siena who came from a family of twenty-five, St. Robert Bellarmine from a family of twelve, and St. Pius X from a family of ten.

    Every vocation is a secret of Providence; but these cases prove that a large number of children does not prevent parents from giving them an outstanding and perfect upbringing; and they show that the number does not work out to the disadvantage of their quality, with regard to either physical or spiritual values.




    Dimanapun engkau menemukan keluarga besar dalam jumlah yang banyak, mereka menunjuk kepada: kesehatan fisik dan moral dari sekumpulan masyarakat Kristen; sebuah iman yang hidup akan Allah dan kepercayaan kepada Penyelenggaraan IlahiNya; kekudusan penuh buah dan bahagia dari perkawinan Katolik.

    ...

    Sekarang nilai dari kesaksian yang diberikan kepada para orang tua dari keluarga-keluarga besar terletak tidak hanya dalam penolakan keras dan tanpa kecuali terhadap kompromi antara hukum Allah dan ke-egois-an manusia, namun juga dalam kesiapan mereka untuk menerima dengan gembira dan penuh terima kasih karunia-karunia dari Allah yang tak bernilai ini--anak-anak mereka-- dalam jumlah apapun yang menyukakanNya untuk diberikan.

    Sikap seperti ini membebaskan pasangan-pasangan dari kegelisahan dan penyesalan yang membebani, dan, menurut pendapat para doktor yang ternama, menciptakan kondisi psikologi ideal bagi perkembangan anak-anak yang dilahirkan dari perkawinan tersebut. Karena sejak dari awal perkembangan jiwa-jiwa baru [ie. anak-anak], sikap tersebut menghapuskan semua kekhawatiran dan gangguan yang bisa dengan mudah meninggalkan luka fisik dan psikologi bagi sang ibu dan anak.

    ...

    Jauh dari sebuah "malapetaka sosial," sebuah keluarga besar adalah jaminan bagi kesehatan moral dan fisik dari suatu masyarakat.

    ...

    Oleh karena itu biarlah mereka yang lemah dan egois meneladani kalian [ie. para keluarga besar]; biarlah bangsa-bangsa terus menerus mengasihi dan berterima kasih kepada kalian atas semua pengorbanan yang telah kalian panggul sendiri dalam membesarkan dan mendidik rakyat-rakyatnya; sebagaimana Gereja [juga] bersuka cita dengan kalian karena [kalian] membuat Gereja bisa mempersembahkan sekelompok jiwa-jiwa yang lebih sehat dan lebih banyak bagi tindakan pengudusan dari Sang Roh ilahi.

    Di dunia modern sebuah keluarga besar biasanya, untuk suatu alasan yang bagus, dipandang sebagai bukti bahwa iman Kristen dihayati ...

    ...

    [I]ni sungguh benar, yaitu bahwa sejak dari awal dan sampai seluruh sejarahnya, keluarga-keluarga besar selalu dianggap sinonim dengan keluarga Kristen.

    ...

    [I]man kepada Allah memberi para orang tua kekuatan dan semangat yang mereka perlukan untuk menghadapi pengorbanan dan penyangkalan diri yang dituntut dari upaya membesarkan anak-anak mereka.

    ...

    Keluarga besar adalah kumpulan bunga paling bersinar di taman Gereja; kebahagiaan berbunga pada mereka dan kekudusan meruah di tanah yang gembur. Setiap kelompok keluarga, bahkan yang paling kecil, dimaksudkan Allah sebagai oase kedamaian spiritual. Namun ada perbedaan besar: ketika jumlah anak tidak lebih banyak dari satu, [maka] keintiman damai yang memberi nilai bagi hidup menjadi memiliki suatu sentuhan melankolis atau suatu kepucatan; [keintiman yang damai itu] tidak berahan lama, [keintiman damai itu] menjadi lebih tidak pasti, [keintiman damai itu] diselubungi oleh ketakutan-ketakutan dan penyesalan-penyesalan yang rahasia.

    ...

    Untuk suatu alasan yang bagus, sering ditekankan bahwa keluarga-keluarga besar telah menjadi garda depan bagi palungan para kudus. Antara lain kita bisa mengacu kepada keluarga St. Louis, raja Perancis, yang terdiri dari sepuluh anak, keluarga St. Catherine dari Siena yang datang dari sebuah keluarga berjumlah dua-puluh lima anggota, St. Robert Bellarmine datang dari sebuah keluarga berjumlah dua-belas anggota, dan St. Pius X dari sebuah keluarga berjumlah sepuluh anggota.

    Setiap panggilan adalah sebuah Penyelenggaraan Ilahi yang rahasia; namun kasus-kasus ini membuktikan bahwa jumlah anak yang besar tidak menghalangi para orang tua dari memberi mereka suatu pendewasaan yang luar biasa dan sempurna; dan [kasus-kasus ini] menunjukkan bahwa jumlah tidak merugikan kualitas, baik berkenaan dengan fisik maupun nilai-nilai spiritual


Bukalah mata kalian.

Jangan tertipu oleh dunia modern dengan segala bujukan dan logikanya.

Dunia modern ingin menghancurkan ke-kristen-an!

Dunia modern ingin menghancurkan Gereja, tubuh mistik Allah sendiri!




PS

Sepenggal kutipan bagus dari Paus Yohanes Paulus II

    [D]ecisions about the number of children and the sacrifices to be made for them must not be taken only with a view to adding comfort and preserving a peaceful existence. Reflecting upon this matter before God, with the graces drawn from the Sacrament, and guided by the teaching of the Church, parents will remind themselves that it is certainly less serious to deny their children certain comforts or material advantages than to deprive them of the presence of brothers or sisters who could help them to grow in humanity and to realize the beauty of life at all ages and in all its variety. - Pope John Paul II, homily at Mass on the Washington Mall October 7, 1979


    [K]eputusan berkenaan dengan jumlah anak dan pengorbanan yang akan dibuat bagi mereka tidak bisa diambil hanya dengan memandang tambahan kenyamanan dan menjaga keberadaan yang damai. Dengan mereleksikan masalah ini dihadapan Allah, dengan rahmat-rahmat yang didapatkan dari Sakramen, dan dituntun oleh ajaran Gereja, para orang tua harus mengingat diri bahwa merupakan sesuatu yang kurang serius untuk menolak [memberikan] kenyamanan kepada anak-anak mereka ataupun [menolak memberikan anak-anak mereka] kelebihan materi daripada tidak memberi mereka kehadiran saudara-saudara laki-laki maupun perempuan yang bisa membantu mereka bertumbuh dalam kemanusiaan dan menyadari keindahan hidup di semua umur dan di semua variasinya.- Paus Yohanes Paulus II, homili Misa di Washington Mall 7 Oktober 1979




PPS
Seharusnya masih banyak lagi kutipan pro-keluarga besar dari Protestan. Untuk membuktikan bahwa "keluarga besar" adalah nilai Kristiani yang universal.
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
staquinas



Joined: 14 Apr 2008
Posts: 1450
Location: Jakarta

PostPosted: Thu, 21-06-2012 8:04 pm    Post subject: Re: absurd Reply with quote

DeusVult wrote:

Mungkin orang yang tidak tahu sejarah iman Kristen merasa bahwa aku ini picik, atau bahkan gila karena mendukung keluarga besar dan bukannya mendukung dua anak saja demi peningkatan kualitas hidup masing-masing anak (kalau perlu malah satu anak saja, pasti kualitas yang diterima si anak tunggal itu akan maksimal). Memang pemikiranku ini sungguh pemikiran yang bertentangan dengan filosofis dunia modern saat ini. Sebuah filosofis yang anti-Kristen. Dan oleh karenanya filosofis itu bertentangan dengan nilai Kristiani yang pro terhadap keluarga besar.


Tapi apakah filosofi 'keluarga besar' ini merupakan dogma? Dalam artian, ketika aku nanti menikah dan tetap berniat punya anak cuma 3, apa aku jadi berdosa?

Aku pikir masalah utamanya bukanlah soal berapa jumlah anak, tapi bagaimana para orangtua melihat peran mereka sebagai beban atau bukan. Kebanyakan orangtua zaman sekarang melihat anak sebagai beban, yang dengan keberadaannya mengurangi waktu bebas dan uang bersenang2. Kalo setiap orangtua melihat keberadaan anaknya sebagai berkah tentu akan lain. Tapi toh orangtua yang melihat anaknya sebagai tugas menyenangkan pun gak semerta2 mau punya anak banyak.

Terlepas dari pengertian kesejahteraan yang berbeda, di Indonesia ini memang gak bisa disalahkan kalo orang milih anak 2 tapi sarjana daripada anak 9 tukang ojek. Ini menurut aku realistis. Kita kan gak bisa melulu hidup dalam ideal. Di sini dan mayoritas negara dunia ketiga lainnya, setauku jumlah penduduk memang mempengaruhi kesejahteraan sosial.

Dan aku rasa nilai dunia modern sekarang gak bisa dibandingkan begitu aja dengan nilai Kristiani. Yang dianut oleh dunia modern sekarang adalah sesuatu yang oleh ekonomi modern dan sosiologi modern dikecam: anti-anak.

Jadi menurutku keluarga kebesaran dan keluarga kekecilan itu jelek dua2nya. Yang baik adalah keluarga yang cukup untuk menopang kelangsungan hidup manusia dan perkembangan ekonomi, yaitu: 2-3 anak tiap keluarga sesuai dengan replacement level.
_________________
Q. Why then would the Protestants have the church to be invisible?
A. Because we have convinced them, that there were no Protestants to be seen or heard of in the world before Martin Luther.
Back to top
View user's profile Send private message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10668
Location: Orange County California

PostPosted: Thu, 21-06-2012 8:21 pm    Post subject: Re: absurd Reply with quote

staquinas wrote:
DeusVult wrote:

Mungkin orang yang tidak tahu sejarah iman Kristen merasa bahwa aku ini picik, atau bahkan gila karena mendukung keluarga besar dan bukannya mendukung dua anak saja demi peningkatan kualitas hidup masing-masing anak (kalau perlu malah satu anak saja, pasti kualitas yang diterima si anak tunggal itu akan maksimal). Memang pemikiranku ini sungguh pemikiran yang bertentangan dengan filosofis dunia modern saat ini. Sebuah filosofis yang anti-Kristen. Dan oleh karenanya filosofis itu bertentangan dengan nilai Kristiani yang pro terhadap keluarga besar.


Tapi apakah filosofi 'keluarga besar' ini merupakan dogma? Dalam artian, ketika aku nanti menikah dan tetap berniat punya anak cuma 3, apa aku jadi berdosa?


Bukan. Sebagaimana berdoa Rosario setiap hari juga bukan dogma (but one would be a fool not to do it).

Dan sebagaimana aku tuliskan jauh sebelumnya, sistem dunia modern saat ini semakin membuat susah kita untuk berkeluarga besar.

So, what to do? Pertama tentunya jadikan keluarga besar sebagai ideal. Lalu upayakan apakah yang ideal ini bisa dilakukan (hitung masalah ekonomi). Ketiga minta bimbingan spiritual melalui imam dan doa. Mantapkan hati dan putuskan punya anak berapa. Kalau setiap langkah dilakukan dengan benar maka keputusannya pasti tidak mendatangkan dosa.

Scott Hahn punya.... 6 anak.

Pengikut Misa Tridentine cenderung punya banyak anak.


Quote:
Jadi menurutku keluarga kebesaran dan keluarga kekecilan itu jelek dua2nya. Yang baik adalah keluarga yang cukup untuk menopang kelangsungan hidup manusia dan perkembangan ekonomi, yaitu: 2-3 anak tiap keluarga sesuai dengan replacement level.


Yang coba aku bandingkan bukanlah "keluarga besar melarat" vs "keluarga kecil kaya."

Yang aku coba untuk bandingkan adalah "keluarga besar tercukupi tapi tidak mewah" vs "keluarga kecil bisa hidup jauh dari cukup."

Dan bukannya manusia modern sekarang lebih cenderung memilih yang biru?



PS

staquinas wrote:
Terlepas dari pengertian kesejahteraan yang berbeda, di Indonesia ini memang gak bisa disalahkan kalo orang milih anak 2 tapi sarjana daripada anak 9 tukang ojek.


Kalau tukang ojek bisa hidup dengan layak (meski tidak berkecukupan), tidak ada salahnya anak jadi tukang ojek saja.

Lebih banyak jiwa yang diselamatkan selalu lebih baik (tapi kalau kehidupan tukang ojek jauh dari layak, maka itu akan memicu dosa sehingga bukannya selamat tapi jiwa mereka mungkin tidak selamat. Dan ini harus direnungkan).
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
staquinas



Joined: 14 Apr 2008
Posts: 1450
Location: Jakarta

PostPosted: Thu, 21-06-2012 8:43 pm    Post subject: Re: absurd Reply with quote

DeusVult wrote:

Yang coba aku bandingkan bukanlah "keluarga besar melarat" vs "keluarga kecil kaya."

Yang aku coba untuk bandingkan adalah "keluarga besar tercukupi tapi tidak mewah" vs "keluarga kecil bisa hidup jauh dari cukup."

Dan bukannya manusia modern sekarang lebih cenderung memilih yang biru?


Tapi apakah salah kalo berpikiran seperti yang biru?

Kalo aku berpikir bahwa dengan punya banyak anak, aku gak yakin bisa mendidik mereka dengan benar dan menjadi katolik yang baik, berarti dapat dibenarkan kalo aku pilih punya 3-4 anak tapi cukup yakin mereka akan tumbuh dengan baik?

Dan seputar anak juga... Banyak orangtua yang memiliki kecenderungan lebih mau punya anak cowok daripada cewek. Apakah kecenderungan ini bertentangan dengan nilai kristiani?

PS: Om belom liat kayaknya post terakhir aku di topik 'Pengakuan Dosa' di forum 'Pengetahuan Dasar'. Tolong diliat dong... Makasih.
_________________
Q. Why then would the Protestants have the church to be invisible?
A. Because we have convinced them, that there were no Protestants to be seen or heard of in the world before Martin Luther.
Back to top
View user's profile Send private message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10668
Location: Orange County California

PostPosted: Fri, 22-06-2012 6:48 am    Post subject: Re: absurd Reply with quote

staquinas wrote:
DeusVult wrote:

Yang coba aku bandingkan bukanlah "keluarga besar melarat" vs "keluarga kecil kaya."

Yang aku coba untuk bandingkan adalah "keluarga besar tercukupi tapi tidak mewah" vs "keluarga kecil bisa hidup jauh dari cukup."

Dan bukannya manusia modern sekarang lebih cenderung memilih yang biru?


Tapi apakah salah kalo berpikiran seperti yang biru?


Itu akan ditentukan oleh Tuhan. Akan dilihat hal seperti apakah pemikiran biru itu dikarenakan ketidakpastian di masa depan (negara sedang perang) atau karena ingin bermalas-malasan.

Quote:
Kalo aku berpikir bahwa dengan punya banyak anak, aku gak yakin bisa mendidik mereka dengan benar dan menjadi katolik yang baik, berarti dapat dibenarkan kalo aku pilih punya 3-4 anak tapi cukup yakin mereka akan tumbuh dengan baik?


Itu akan ditentukan Tuhan. Nanti suara hatimu akan berkesaksian didepan Tuhan.

Quote:
Dan seputar anak juga... Banyak orangtua yang memiliki kecenderungan lebih mau punya anak cowok daripada cewek. Apakah kecenderungan ini bertentangan dengan nilai kristiani?


Setahuku tidak.

Quote:
PS: Om belom liat kayaknya post terakhir aku di topik 'Pengakuan Dosa' di forum 'Pengetahuan Dasar'. Tolong diliat dong... Makasih.


Sudah aku lihat.

Segeralah mengaku. Kalau perlu berbicararalah ke Romo untuk sebuah pengakuan yang lebih lama. Curahkan semuanya kepada Romo. Sebelum mengaku berdoa supaya bisa tulus dan terbuka sebagaimana bila berada dihadapan Allah (dan memang dalam pengakuan kita juga berhadapan dengan Allah karena Dia satu-satunya yang bisa mengampuni).
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
raydo12



Joined: 24 Oct 2005
Posts: 2178
Location: Jakarta

PostPosted: Fri, 22-06-2012 9:27 am    Post subject: Re: absurd Reply with quote

DeusVult wrote:


Yang coba aku bandingkan bukanlah "keluarga besar melarat" vs "keluarga kecil kaya."

Yang aku coba untuk bandingkan adalah "keluarga besar tercukupi tapi tidak mewah" vs "keluarga kecil bisa hidup jauh dari cukup."

Dan bukannya manusia modern sekarang lebih cenderung memilih yang biru?


yang biru memberikan derma dan bantuan bagi keluarga Katolik miskin yang punya banyak anak. Bukankah ini juga yang diinginkan Tuhan ?

Jika tidak ada yang kaya tidak ada yang namanya miskin.

Geeeeeeeeeek
_________________
ora pro nobis. Sancta Dei Genitrix
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Previous Next
Page 9 of 15

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17