FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

apakah katolik mengajarkan Predestinasi?    
Goto page: Next

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Ruang Pengetahuan Dasar Iman Katolik
View previous topic :: View next topic  
Author Message
Onyxs



Joined: 01 Nov 2010
Posts: 19

PostPosted: Tue, 13-03-2012 10:33 am    Post subject: apakah katolik mengajarkan Predestinasi? Reply with quote

Katolik mengajarkan Doktrin 'Immaculata Conception' dimana Maria telah dibebaskan dari dosa sejak dibentuk dalam kandungan st. anna.. mengacu pada Dogma Maria Immaculata, dan Kej 3:15..

apakah ini termasuk bentuk predestinasi?

===
Jika maria menolak utk mengandung Yesus apakah Kej 3:15 [Immaculata Conception] dibatalkan?

Salam Damai,


Last edited by Onyxs on Tue, 13-03-2012 10:44 am; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Tue, 13-03-2012 11:02 am    Post subject: Reply with quote

Gereja Katolik mengajarkan predestinasi kepada kemuliaan di surga, tapi tidak mengajarkan predestinasi kepada siksa neraka.


Dibebaskannya Maria dari dosa asal bukan bentuk predestinasi. Karena siapa tahu Maria sebelum mati sempat berdosa berat dan mati tanpa sempat bertobat atas dosa tersebut. Bila ini terjadi, sekallipun Maria dibebaskan dari noda dosa asal, maka dia tetap akan masuk ke neraka. Karena siapapun yang mati dengan dosa berat tanpa sempat bertobat akan segera masuk ke neraka.


Jika Maria menolak mengandung Yesus di Kej 3:15, maka akan dipilih wanita lain. Atau digunakan cara lain selain kelahiran dari seorang perawan (dimana kalau jalan ini dipilih maka nubuatan tentang kelahiran perawan akan diganti di jamannya Yesaya).
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
Onyxs



Joined: 01 Nov 2010
Posts: 19

PostPosted: Tue, 13-03-2012 11:34 am    Post subject: Reply with quote

DeusVult wrote:
Gereja Katolik mengajarkan predestinasi kepada kemuliaan di surga, tapi tidak mengajarkan predestinasi kepada siksa neraka.


'Saya dilahirkan sebagai seorang Bali' saya tidak dapat menolak karena itu sudah di-TETAP-kan..
Imho, hal diatas adalah pengertian dari predestinasi..

====

Jika Katolik tidak mengenal Predestinasi siksaan kekal maka otomatis katolik tidak mengenal PENETAPAN Keselamatan Kekal..

Quote:

Dibebaskannya Maria dari dosa asal bukan bentuk predestinasi. Karena siapa tahu Maria sebelum mati sempat berdosa berat dan mati tanpa sempat bertobat atas dosa tersebut. Bila ini terjadi, sekallipun Maria dibebaskan dari noda dosa asal, maka dia tetap akan masuk ke neraka. Karena siapapun yang mati dengan dosa berat tanpa sempat bertobat akan segera masuk ke neraka.


aku juga meng-imani hal tsb bro..
tetapi apakah yang dimaksud Kej 3:15 hanya sebatas dosa asal bro..?

ini yang saya kurang paham, karena Permusuhan Maria dengan Iblis ==> Imho termasuk semua bentuk dosa pembangkangan terhadap Allah..

Quote:

Jika Maria menolak mengandung Yesus di Kej 3:15, maka akan dipilih wanita lain. Atau digunakan cara lain selain kelahiran dari seorang perawan (dimana kalau jalan ini dipilih maka nubuatan tentang kelahiran perawan akan diganti di jamannya Yesaya).


Aku setuju bro..
Back to top
View user's profile Send private message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Tue, 13-03-2012 12:04 pm    Post subject: Reply with quote

Onyxs wrote:
'Saya dilahirkan sebagai seorang Bali' saya tidak dapat menolak karena itu sudah di-TETAP-kan..
Imho, hal diatas adalah pengertian dari predestinasi..


Bukan. Penggertian predestinasi menurut Gereja adalah ada orang-orang yang sebelum dunia ada, sebelum mereka ada, memang sudah ditetapkan untuk nantinya mulia di surga bersama Allah. Dan penetapan ke kemuliaan ini bukan dikarenakan perbuatan mereka.

Quote:
====

Jika Katolik tidak mengenal Predestinasi siksaan kekal maka otomatis katolik tidak mengenal PENETAPAN Keselamatan Kekal..


Betul.

Quote:
Quote:

Dibebaskannya Maria dari dosa asal bukan bentuk predestinasi. Karena siapa tahu Maria sebelum mati sempat berdosa berat dan mati tanpa sempat bertobat atas dosa tersebut. Bila ini terjadi, sekallipun Maria dibebaskan dari noda dosa asal, maka dia tetap akan masuk ke neraka. Karena siapapun yang mati dengan dosa berat tanpa sempat bertobat akan segera masuk ke neraka.


aku juga meng-imani hal tsb bro..
tetapi apakah yang dimaksud Kej 3:15 hanya sebatas dosa asal bro..?

ini yang saya kurang paham, karena Permusuhan Maria dengan Iblis ==> Imho termasuk semua bentuk dosa pembangkangan terhadap Allah..


Sebenarnya yang dimaksud Kej 3:15 bukan dosa asal saja tapi SEGALA DOSA.


    Ineffabilis Deus - Pius IX

    Explicit Affirmation . . .

    As if these splendid eulogies and tributes were not sufficient, the Fathers proclaimed with particular and definite statements that when one treats of sin, the holy Virgin Mary is not even to be mentioned; for to her more grace was given than was necessary to conquer sin completely.[24] They also declared that the most glorious Virgin was Reparatrix of the first parents, the giver of life to posterity; that she was chosen before the ages, prepared for himself by the Most High, foretold by God when he said to the serpent, "I will put enmities between you and the woman."[25] unmistakable evidence that she was crushed the poisonous head of the serpent. And hence they affirmed that the Blessed Virgin was, through grace, entirely free from every stain of sin, and from all corruption of body, soul and mind; that she was always united with God and joined to him by an eternal covenant; that she was never in darkness but always in light; and that, therefore, she was entirely a fit habitation for Christ, not because of the state of her body, but because of her original grace.





    Catholic Encyclopedia: Immaculate Conception

    Genesis 3:15

    No direct or categorical and stringent proof of the dogma can be brought forward from Scripture. But the first scriptural passage which contains the promise of the redemption, mentions also the Mother of the Redeemer. The sentence against the first parents was accompanied by the Earliest Gospel (Proto-evangelium), which put enmity between the serpent and the woman: "and I will put enmity between thee and the woman and her seed; she (he) shall crush thy head and thou shalt lie in wait for her (his) heel" (Genesis 3:15). The translation "she" of the Vulgate is interpretative; it originated after the fourth century, and cannot be defended critically. The conqueror from the seed of the woman, who should crush the serpent's head, is Christ; the woman at enmity with the serpent is Mary. God puts enmity between her and Satan in the same manner and measure, as there is enmity between Christ and the seed of the serpent. Mary was ever to be in that exalted state of soul which the serpent had destroyed in man, i.e. in sanctifying grace. Only the continual union of Mary with grace explains sufficiently the enmity between her and Satan. The Proto-evangelium, therefore, in the original text contains a direct promise of the Redeemer, and in conjunction therewith the manifestation of the masterpiece of His Redemption, the perfect preservation of His virginal Mother from original sin.

_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
Onyxs



Joined: 01 Nov 2010
Posts: 19

PostPosted: Tue, 13-03-2012 12:13 pm    Post subject: Reply with quote

DeusVult wrote:

Bukan. Penggertian predestinasi menurut Gereja adalah ada orang-orang yang sebelum dunia ada, sebelum mereka ada, memang sudah ditetapkan untuk nantinya mulia di surga bersama Allah. Dan penetapan ke kemuliaan ini bukan dikarenakan perbuatan mereka.


aku belum mudeng mengenai penjelasan bro DV tentang ini "ada orang-orang yang sebelum dunia ada, sebelum mereka ada"

Apakah ini mengacu pada perkataan Yesus yang mengatakan 'Aku sudah ada sebelum Abraham'?

apakah ada dasar biblisnya?

===

Sory aku terbiasa diskusi dengan ABK2, dan mereka akan DIAM jika dijejalin dengan ayat2 Alkitab..
tapi kalo tidak ada gpp, dishare aja dasar diluar scriptura..

DeusVult wrote:

Sebenarnya yang dimaksud Kej 3:15 bukan dosa asal saja tapi SEGALA DOSA.


    Ineffabilis Deus - Pius IX

    Explicit Affirmation . . .

    As if these splendid eulogies and tributes were not sufficient, the Fathers proclaimed with particular and definite statements that when one treats of sin, the holy Virgin Mary is not even to be mentioned; for to her more grace was given than was necessary to conquer sin completely.[24] They also declared that the most glorious Virgin was Reparatrix of the first parents, the giver of life to posterity; that she was chosen before the ages, prepared for himself by the Most High, foretold by God when he said to the serpent, "I will put enmities between you and the woman."[25] unmistakable evidence that she was crushed the poisonous head of the serpent. And hence they affirmed that the Blessed Virgin was, through grace, entirely free from every stain of sin, and from all corruption of body, soul and mind; that she was always united with God and joined to him by an eternal covenant; that she was never in darkness but always in light; and that, therefore, she was entirely a fit habitation for Christ, not because of the state of her body, but because of her original grace.





    Catholic Encyclopedia: Immaculate Conception

    Genesis 3:15

    No direct or categorical and stringent proof of the dogma can be brought forward from Scripture. But the first scriptural passage which contains the promise of the redemption, mentions also the Mother of the Redeemer. The sentence against the first parents was accompanied by the Earliest Gospel (Proto-evangelium), which put enmity between the serpent and the woman: "and I will put enmity between thee and the woman and her seed; she (he) shall crush thy head and thou shalt lie in wait for her (his) heel" (Genesis 3:15). The translation "she" of the Vulgate is interpretative; it originated after the fourth century, and cannot be defended critically. The conqueror from the seed of the woman, who should crush the serpent's head, is Christ; the woman at enmity with the serpent is Mary. God puts enmity between her and Satan in the same manner and measure, as there is enmity between Christ and the seed of the serpent. Mary was ever to be in that exalted state of soul which the serpent had destroyed in man, i.e. in sanctifying grace. Only the continual union of Mary with grace explains sufficiently the enmity between her and Satan. The Proto-evangelium, therefore, in the original text contains a direct promise of the Redeemer, and in conjunction therewith the manifestation of the masterpiece of His Redemption, the perfect preservation of His virginal Mother from original sin.


Aku setuju Kej 3:15 mengacu segala dosa..

kemudian, apakah maria jika menolak maka kej 3:15 utk dia i.e maria => Batal?

Salam
Back to top
View user's profile Send private message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Tue, 13-03-2012 1:46 pm    Post subject: Reply with quote

Onyxs wrote:
DeusVult wrote:

Bukan. Penggertian predestinasi menurut Gereja adalah ada orang-orang yang sebelum dunia ada, sebelum mereka ada, memang sudah ditetapkan untuk nantinya mulia di surga bersama Allah. Dan penetapan ke kemuliaan ini bukan dikarenakan perbuatan mereka.


aku belum mudeng mengenai penjelasan bro DV tentang ini "ada orang-orang yang sebelum dunia ada, sebelum mereka ada"

Apakah ini mengacu pada perkataan Yesus yang mengatakan 'Aku sudah ada sebelum Abraham'?



Bukan. Misalnya Budi dilahirkan pada 2010. Maka sebelum Tuhan menciptakan dunia Budi sudah ditetapkan untuk masuk surga. Bukan karena apapun perbuatan yang nantinya akan diperbuat Budi selama dia hidup.

Quote:
apakah ada dasar biblisnya?



Matius 25:34; Yoh 10:27-29; Kis 13:48; Rom 8:29-30, 9:11; Ef 1:4.

Quote:
===

Sory aku terbiasa diskusi dengan ABK2, dan mereka akan DIAM jika dijejalin dengan ayat2 Alkitab..
tapi kalo tidak ada gpp, dishare aja dasar diluar scriptura..


Apa itu "ABK2?"

Quote:


Aku setuju Kej 3:15 mengacu segala dosa..

kemudian, apakah maria jika menolak maka kej 3:15 utk dia i.e maria => Batal?

Salam


Tentu saja. Tapi dia tidak bisa menolak karena nubuat ini sudah memperhitungkan kehendak bebasnya.
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
Onyxs



Joined: 01 Nov 2010
Posts: 19

PostPosted: Tue, 13-03-2012 2:47 pm    Post subject: Reply with quote

DeusVult wrote:

Bukan. Misalnya Budi dilahirkan pada 2010. Maka sebelum Tuhan menciptakan dunia Budi sudah ditetapkan untuk masuk surga. Bukan karena apapun perbuatan yang nantinya akan diperbuat Budi selama dia hidup.


Saya dilahirkan sebagai seorang bali, tidak mungkin saya menolaknya, jika sudah dipredestinasikan maka konsekuensinya akan ada penghapusan freewill..

jika gereja katolik mengakui freewill maka konsekuensinya meniadakan predestinasi, dan Imho Gereja belum mengambil sikap terhadap pandangan Aquinas, Augustinus, Luis D Molina, etc yang adalah Katolik..
====

Imho, jika Allah sudah menetapkan orang2 tertentu utk SELAMAT => Apakah istimewanya orang2 tsb..?

DeusVult wrote:

Matius 25:34; Yoh 10:27-29; Kis 13:48; Rom 8:29-30, 9:11; Ef 1:4.


ayat2 ini yang biasa digunakan oleh calvinist utk melegalkan pandangan mereka..

Imho, Predestinasi Katolik adalah berdasarkan Pre-Science(Foreknowledge) bukan penetapan

seperti yang saya sudah singgung diatas 'Jika Allah menetapkan manusia utk selamat maka konsekuensinya Allah juga menetapkan manusia utk tidak diselamatkan'


DeusVult wrote:

Apa itu "ABK2?"


slogan Asal Bukan Katolik, orang2 non-katolik yang asal tabrak yang penting 'asal bukan katolik' walaupun itu adalah kebenaran yang mutlak..

di forum2 protestan banyak orang2 seperti ini.. Ketawa


Last edited by Onyxs on Tue, 13-03-2012 2:56 pm; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Tue, 13-03-2012 5:36 pm    Post subject: Reply with quote

Onyxs wrote:
DeusVult wrote:

Bukan. Misalnya Budi dilahirkan pada 2010. Maka sebelum Tuhan menciptakan dunia Budi sudah ditetapkan untuk masuk surga. Bukan karena apapun perbuatan yang nantinya akan diperbuat Budi selama dia hidup.


Saya dilahirkan sebagai seorang bali, tidak mungkin saya menolaknya, jika sudah dipredestinasikan maka konsekuensinya akan ada penghapusan freewill..


Sekali lagi, predestinasi yang diajarkan Gereja tidak ada hubungannya dengan apakah kamu lahir di Bali atau di Sulawesi. Tapi berkenaan dengan masuknya orang ke surga.

Gereja mengajarkan bahwa Allah, atas kehendakNya yang abadi, telah menetapkan orang-orang tertentu kepada kebahagian abadi.

Gereja tidak mengajarkan bahwa Allah menetapkan bahwa dirimu dilahirkan di Bali.

Predestinasi bukan berkenaan dengan asal-muasalmu, atau apa yang akan kamu lakukan, atau siapa pasanganmu dan sebagainya, tapi berkenaan dengan ketetapan Allah bagi orang-orang tertentu untuk secara absolut pasti masuk surga.

Quote:
jika gereja katolik mengakui freewill maka konsekuensinya meniadakan predestinasi, dan Imho Gereja belum mengambil sikap terhadap pandangan Aquinas, Augustinus, Luis D Molina, etc yang adalah Katolik..
====


Kalimat yang aku bold adalah suatu false dichotomy (coba nanti cari tahu maksudnya). Pengakuan terhadap free will tidak otomatis merupakan penolakan terhadap predestinasi.

Gereja memang belum mengambil sikap mengenai berbagai penjelasan berkenaan dengan kontroversi mengenai rahmat vs free will. Tapi ada beberapa hal yang sudah ditetapkan Gereja. Antara lain:

    # God, by His Eternal Resolve of Will, has predetermined certain men to eternal blessedness. (De fide.)

    # God, by an Eternal Resolve of His Will, predestines certain men, on account of their foreseen sins, to eternal rejection. (De fide.)

    # The Human Will remains free under the influence of efficacious grace, which is not irresistible. (De fide.)

    # There is a grace which is truly sufficient and yet remains inefficacious(gratia vere et mere sufficiens. (De fide.)

Itu semua adalah dogma yang tidak bisa salah.

Quote:
Imho, jika Allah sudah menetapkan orang2 tertentu utk SELAMAT => Apakah istimewanya orang2 tsb..?


Yang menjadikan orang itu selamat bukan karena istimewanya orang itu, tapi karena Allah berkehendak demikian. Tidak ada apapun yang dilakukan seorang manusia didunia ini yang membuatnya layak mendapatkan keselamatan [ie. surga].

Santo Agustinus berkata "mengapa Dia menarik yang satu dan tidak yang lain, janganlah mencoba menyimpulkan kalau engkau tidak ingin keliru." Pesan yang sama mengikuti kebijaksanaan St. Paulus di Rom 11:33-34.

Quote:
DeusVult wrote:

Matius 25:34; Yoh 10:27-29; Kis 13:48; Rom 8:29-30, 9:11; Ef 1:4.


ayat2 ini yang biasa digunakan oleh calvinist utk melegalkan pandangan mereka..

Imho, Predestinasi Katolik adalah berdasarkan Pre-Science(Foreknowledge) bukan penetapan


Ayat-ayat itu adalah yang digunakan Gereja Katolik untuk mewartakan kebenaran iman Kristen bahwa Allah telah mempredestinasikan beberapa orang ke kebahagian abadi telepas dari perbuatan mereka.


Dan predestinasi bukan foreknowledge/pre-science, tapi sebuah ketetapan tanpa memandang apa yang akan terjadi. Jadi kalaupun sebelum menciptakan dunia Tuhan telah menetapkan bahwa Budi akan selamat dan Dia telah melihat bahwa di masa depan si Budi pasti akan berbuat baik, tetap saja perbuatan baik Budi itu bukanlah penyebab dari ditetapkannya Budi untuk selamat. Ini dogma yang tidak bisa salah.

Quote:
seperti yang saya sudah singgung diatas 'Jika Allah menetapkan manusia utk selamat maka konsekuensinya Allah juga menetapkan manusia utk tidak diselamatkan'


Ini sebenarnya belum disinggung diatas.

But anyway, Gereja Katolik mengajarkan bahwa predestinasi ke neraka (bukan ke surga) ditetapkan karena dosa mereka yang telah diketahui.
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
Onyxs



Joined: 01 Nov 2010
Posts: 19

PostPosted: Tue, 13-03-2012 6:45 pm    Post subject: Reply with quote

DeusVult wrote:

Sekali lagi, predestinasi yang diajarkan Gereja tidak ada hubungannya dengan apakah kamu lahir di Bali atau di Sulawesi. Tapi berkenaan dengan masuknya orang ke surga.

Gereja mengajarkan bahwa Allah, atas kehendakNya yang abadi, telah menetapkan orang-orang tertentu kepada kebahagian abadi.

Gereja tidak mengajarkan bahwa Allah menetapkan bahwa dirimu dilahirkan di Bali.

Predestinasi bukan berkenaan dengan asal-muasalmu, atau apa yang akan kamu lakukan, atau siapa pasanganmu dan sebagainya, tapi berkenaan dengan ketetapan Allah bagi orang-orang tertentu untuk secara absolut pasti masuk surga.


memang tidak ada hubungannya, itu hanya sebagai analogi agar terjadi kesamaan pandangan tentang apa yang kita bahas..

DeusVult wrote:

Kalimat yang aku bold adalah suatu false dichotomy (coba nanti cari tahu maksudnya). Pengakuan terhadap free will tidak otomatis merupakan penolakan terhadap predestinasi.


Jika si tukul sudah ditetapkan utk selamat apakah dia dapat menolaknya (Freewill)?

DeusVult wrote:

Gereja memang belum mengambil sikap mengenai berbagai penjelasan berkenaan dengan kontroversi mengenai rahmat vs free will. Tapi ada beberapa hal yang sudah ditetapkan Gereja. Antara lain:



    # God, by His Eternal Resolve of Will, has predetermined certain men to eternal blessedness. (De fide.)

    # God, by an Eternal Resolve of His Will, predestines certain men, on account of their foreseen sins, to eternal rejection. (De fide.)


Itu semua adalah dogma yang tidak bisa salah.


tidak akan saya membantah 'dogma'

===

saya kutip yang pertama dan kedua karena ini berkaitan..
Manusia ditetapkan selamat bukan karena Allah yang Hantam Kromo menetapkan SEJAK awal => Selamat, tetapi karena foreseen Allah melihat manusia layak atau tidak utk menerima/mendapat keselamatan..

DeusVult wrote:

Yang menjadikan orang itu selamat bukan karena istimewanya orang itu, tapi karena Allah berkehendak demikian. Tidak ada apapun yang dilakukan seorang manusia didunia ini yang membuatnya layak mendapatkan keselamatan [ie. surga].

Santo Agustinus berkata "mengapa Dia menarik yang satu dan tidak yang lain, janganlah mencoba menyimpulkan kalau engkau tidak ingin keliru." Pesan yang sama mengikuti kebijaksanaan St. Paulus di Rom 11:33-34.


Setuju bahwa tidak ada seorangpun yang sampai kepada Allah jika tanpa pemberian dari Allah itu sendiri, tetapi pemberian Allah melalui foreseen {kekal} telah mempredestinasikan orang2 yang tidak Istimewa dihadapan-Nya

DeusVult wrote:

Ayat-ayat itu adalah yang digunakan Gereja Katolik untuk mewartakan kebenaran iman Kristen bahwa Allah telah mempredestinasikan beberapa orang ke kebahagian abadi telepas dari perbuatan mereka.


ada perbedaan pandangan mengenai ayat2 yang bro DV telah sebutkan, antara pandangan katolik dan calvinist..

kalo saya melihat katolik mengajarkan predestinasi berdasarkan 'foreknown Allah' dan calvinist mengunakan ayat2 tsb utk mendasarkan Allah menetapkan sejak Awal..


DeusVult wrote:

Dan predestinasi bukan foreknowledge/pre-science, tapi sebuah ketetapan tanpa memandang apa yang akan terjadi. Jadi kalaupun sebelum menciptakan dunia Tuhan telah menetapkan bahwa Budi akan selamat dan Dia telah melihat bahwa di masa depan si Budi pasti akan berbuat baik, tetap saja perbuatan baik Budi itu bukanlah penyebab dari ditetapkannya Budi untuk selamat. Ini dogma yang tidak bisa salah.


bagaimana jika si budi tidak berbuat baik?

"God, by an Eternal Resolve of His Will, predestines certain men, on account of their foreseen sins, to eternal rejection. (De fide.)"

DeusVult wrote:

But anyway, Gereja Katolik mengajarkan bahwa predestinasi ke neraka (bukan ke surga) ditetapkan karena dosa mereka yang telah diketahui.


saya juga mengimani ini..


Last edited by Onyxs on Tue, 13-03-2012 6:52 pm; edited 2 times in total
Back to top
View user's profile Send private message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Tue, 13-03-2012 9:49 pm    Post subject: Reply with quote

Onyxs wrote:
DeusVult wrote:

Kalimat yang aku bold adalah suatu false dichotomy (coba nanti cari tahu maksudnya). Pengakuan terhadap free will tidak otomatis merupakan penolakan terhadap predestinasi.


Jika si tukul sudah ditetapkan utk selamat apakah dia dapat menolaknya (Freewill)?


Si Tukul tidak akan menolaknya KARENA kehendak bebasnya sudah memilih untuk selamat. Predestinasi untuk selamat sudah memperhitungkan kehendak bebas. Jadi siapapun yang di-predestinasi-kan untuk selamat, secara bebas memang menghendaki keselamatan itu dan atas kebebasannya sendiri memilih untuk tidak menolaknya.

Quote:
DeusVult wrote:

Gereja memang belum mengambil sikap mengenai berbagai penjelasan berkenaan dengan kontroversi mengenai rahmat vs free will. Tapi ada beberapa hal yang sudah ditetapkan Gereja. Antara lain:



    # God, by His Eternal Resolve of Will, has predetermined certain men to eternal blessedness. (De fide.)

    # God, by an Eternal Resolve of His Will, predestines certain men, on account of their foreseen sins, to eternal rejection. (De fide.)


Itu semua adalah dogma yang tidak bisa salah.


tidak akan saya membantah 'dogma'

===

saya kutip yang pertama dan kedua karena ini berkaitan..
Manusia ditetapkan selamat bukan karena Allah yang Hantam Kromo menetapkan SEJAK awal => Selamat, tetapi karena foreseen Allah melihat manusia layak atau tidak utk menerima/mendapat keselamatan..


Hantam kromo? Kalau Allah yang adalah keadilan sendiri menetapkan sejak awal, maka itu pasti dikarenakan alasan yang adil, bukan alasan hantam kromo. Jadi jangan berpikir secara otomatis bahwa "penetapan sejak awal" = "hantam kromo" = "Allah tidak adil."


Sekarang, untuk menanggapi apakah predestinasi bergantung atau tidak terhadap perbuatan baik yang telah dilihat sebelumnya oleh Allah (istilahnya foreseen merit).

Untuk menjawab pertanyaan apakah predestinasi terjadi "ante praevisa merita" ("sebelum perbuatan baik yang di foresee Allah," maksudnya ketetapan predestinasi terjadi sebelum terjadi perbuatan baik apapun oleh si manusia yang dilihat oleh Allah sebelum perbuatan itu dilakukan) atau "post praevisa merita" ("sesudah perbuatan baik yang telah di-foresee Allah," maksudnya ketetapan predestinasi terjadi sesudah dilihatnya [ie. foreseen] perbuatan baik si manusia] kita harus membedakan tiga jenis predestinasi. Predestinasi kepada rahmat, predestinasi kepada kemulian, predestinasi rahmat-kemuliaan. Dua yang pertama disebut incomplete predestination, sedang yang terakhir disebut complete predestination. Mengapa complete dan incomplete? Nanti akan menjadi jelas.

    1. Predestinasi kepada rahmat
    Yang dimaksud disini adalah predestinasi manusia kepada rahmat pengudusan (atau rahmat justifikasi, atau rahmat pembenaran). Rahmat pengudusan adalah rahmat yang menjadikan manusia kudus dan layak masuk surga. Di Perjanjian Baru, rahmat ini diberikan pada saat baptisan. Bila seseorang yang telah mendapat rahmat pengudusan ini berdosa dia akan kehilangan rahmat tersebut. Bila dia bertobat dia akan mendapatkan kembali rahmat pengudusan tersebut.

    Nah, adalah dogma bahwa justifikasi/pengudusan diberikan Allah tanpa melihat perbuatan apapun yang dilakukan manusia. Jadi berkenaan dengan predestinasi kepada rahmat sifatnya adalah ante praevisa merita.


    2. Predestinasi kepada kemuliaan
    Ini berarti predestinasi seseorang YANG SUDAH DIPREDESTINASIKAN KEPADA RAHMAT (ie. telah/pernah mendapat rahmat pengudusan) kepada kemuliaan surgawi. Jadi, apakah orang yang sudah dipredestinasikan kepada rahmat tersebut akan terus mencapai kemuliaan? Karena bisa saja seseorang yang di-predestinasikan kepada rahmat ternyata tidak mulia. Misalnya seseorang Katolik yang telah terbaptis (berarti dia telah mendapat rahmat pengudusan) tapi kemudian karena satu dan lain hal mati karena dosa berat sehingga masuk neraka.

    Pada point ini ada perbedaan antara berbagai aliran. Ada beberapa aliran yang diijinkan Gereja, tapi yang terpenting adalah Molinist dan Thomist.

    Molinist mengajarkan bahwa predestinasi kepada kemuliaan terjadi post praevisa merita. Jadi disini Allah melihat melalui scientia media-Nya apa yang akan dilakukan manusia kalau diberi macam-macam rahmat. Bila ternyata manusia bekerja sama dengan rahmat tersebut maka Tuhan akan memperhitungkan manusia tersebut untuk dipredestinasikan kepada kemuliaan surgawi. Sementara kalau ternyata si manusia tidak menanggapi rahmat secara positif, maka dia akan ke neraka.

    Nah, sebelum membahas Thomist, patut dijelaskan apa itu "scientia media." Scientia media atau pengetahuan tengah, adalah pengetahuan Allah akan apa yang akan terjadi kalau ada perbagai alternatif skenario. Misalnya, bila hujan diturunkan apakah si A akan tetap berangkat? Bagaimana kalau hujan tidak turun? Bagaimana kalau si A tiba-tiba di serang penyakit? Bagaimana kalau ada barengan yang kebetulan punya mobil pribadi? Dan seterusnya. Jadi Allah mengambil kesimpulan dari berbagai skenario yang mungkin terjadi ini lalu kemudian memutuskan apakah seseorang layak masuk surga.

    Sekarang aliran Thomist. Thomist mengajarkan bahwa predestinasi ke kemulian sifatnya juga ante praevisa merita. Berarti predestinasi kepada kemuliaan surgawi tidak tergantung dari perbuatan apapun yang dilakukan manusia

    Kedua sistem ini punya kelebihan dan kelemahan dan masing-masing juga punya dasar Kitab Suci (mungkin lain kali akan aku bahas). Sepanjang pengetahuanku sendiri lebih banyak penganut Thomist daripada Molinist. Ini karena sistem Thomist lebih masuk akal secara logika mengingat Allah sebagai causa prima. Ini perlu aku beritahu karena aku khawatir kalian yang membaca ini langsung berkesimpulan bahwa Thomist jelas keliru dan Molinist jelas benar (kalau kalian berkesimpulan se-sederhana itu, maka pada hakekatnya masih banyak sekali yang harus kalian pelajari).


    3. Predestinasi kepada rahmat dan kemulian
    Ini merupakan predestinasi yang lengkap. Sementara yang dua diatas adalah predestinasi yang tidak lengkap (sepotong-sepotong), maka ini adalah predestinasi yang mencakup sejak seseorang mendapat rahmat pengudusan sampai dia mulia di surga.

    Ini karena proses keselamatan seseorang itu adalah "dikuduskan --> diselamatkan." Kadang ada orang yang hanya sampai dikuduskan saja (berarti dia tidak sampai finish ke kemuliaan surga), seperti orang Katolik yang terbaptis tapi kemudian mati dalam dosa berat sehingga masuk neraka. Jadi orang ini hanya akan di-predestinasikan ke rahmat, tapi tidak di-predestinasikan ke kemuliaan. Ini juga berarti bahwa semua orang yang di-predestinasikan ke kemuliaan PASTI JUGA di-predestinasikan kepada rahmat.

    Nah, karena predestinasi kepada rahmatnya sendiri bersifat ante praevisa merita maka suatu predestinasi komplit yang mencakup rahmat serta kemulian sekaligus akan bersifat ante praevisa merita. Soalnya, rahmat pengudusan, yang nantinya akan membuat seseorang mulia di surga, tidak didapatkan karena perbuatan apapun yang dilakukan manusia.

Ini bisa membingungkan, makanya dibaca pelan-pelan dan berkali-kali.


Tapi ada satu hal yang sangat perlu aku ulangi sekali lagi. Dalam "predestinasi kepada kemuliaan" dimana ada perbedaan antara Molinist dan Thomist (dua jenis yang lainnya tidak), yang dimaksud adalah predestinasi bagi orang yang sudah berahmat alias bagi orang yang sudah dibaptis (krena untuk berada dalam kondisi berahmat, seseorang harus mendapat baptisan [air, darah, keinginan]). Bagi seseorang yang sudah berahmat maka dia dapat melakukan "supernatural merit" alias perbuatan baik adikodrati. Hanya seseorang dalam kondisi berahmat (ie. telah dibaptis dan tidak berada dalam dosa berat) yang bis melakukan perbuatan baik adikodrati. Dan perbuatan baik adikodrati inilah yang nantinya, menurut Molinist, di-foreseen Allah untuk dijadikan pertimbangan dalam mempredestinasikan seseorang yang telah berahmat kepada kemuliaan surgawi.

Jadi predestinasi kemuliaan tidak berbicara mengenai seseorang yang BELUM berada dalam kondisi berahmat (misalnya, moslem, Mormon atau bahkan Protestant yang sekalipun dibaptis tapi tidak pernah mendapatkan efek bapitsan itu [efek terpenting bapitsan adalah pengudusan/justifikasi])


Quote:
DeusVult wrote:

Yang menjadikan orang itu selamat bukan karena istimewanya orang itu, tapi karena Allah berkehendak demikian. Tidak ada apapun yang dilakukan seorang manusia didunia ini yang membuatnya layak mendapatkan keselamatan [ie. surga].

Santo Agustinus berkata "mengapa Dia menarik yang satu dan tidak yang lain, janganlah mencoba menyimpulkan kalau engkau tidak ingin keliru." Pesan yang sama mengikuti kebijaksanaan St. Paulus di Rom 11:33-34.


Setuju bahwa tidak ada seorangpun yang sampai kepada Allah jika tanpa pemberian dari Allah itu sendiri, tetapi pemberian Allah melalui foreseen {kekal} telah mempredestinasikan orang2 yang tidak Istimewa dihadapan-Nya


Memperedestinasikan kepada apa? Rahmat? Kemuliaan? Atau rahmat-kemuliaan (alias predestinasi komplit)?

Terus terang kalimatnya membingungkan.

Quote:
DeusVult wrote:

Ayat-ayat itu adalah yang digunakan Gereja Katolik untuk mewartakan kebenaran iman Kristen bahwa Allah telah mempredestinasikan beberapa orang ke kebahagian abadi telepas dari perbuatan mereka.


ada perbedaan pandangan mengenai ayat2 yang bro DV telah sebutkan, antara pandangan katolik dan calvinist..

kalo saya melihat katolik mengajarkan predestinasi berdasarkan 'foreknown Allah' dan calvinist mengunakan ayat2 tsb utk mendasarkan Allah menetapkan sejak Awal..


Predestinasi yang mana dulu. Kalau yang komplit, maka pernyataanmu keliru. Kalau yang tidak komplit (incomplete) maka paling pernyataan itu benar kalau dipandang dari aliran Molinist. Dan ini pun hanya berlaku bagi orang yang sebelumnya telah/pernah berada dalam kondisi berahmat (berarti orang seperti moslem, Hindu, Buddha atau bahkan Protestant/Orhtodox yang baptisannya tidak memberi efek, tidak termasuk).

Quote:
DeusVult wrote:

Dan predestinasi bukan foreknowledge/pre-science, tapi sebuah ketetapan tanpa memandang apa yang akan terjadi. Jadi kalaupun sebelum menciptakan dunia Tuhan telah menetapkan bahwa Budi akan selamat dan Dia telah melihat bahwa di masa depan si Budi pasti akan berbuat baik, tetap saja perbuatan baik Budi itu bukanlah penyebab dari ditetapkannya Budi untuk selamat. Ini dogma yang tidak bisa salah.


bagaimana jika si budi tidak berbuat baik?

"God, by an Eternal Resolve of His Will, predestines certain men, on account of their foreseen sins, to eternal rejection. (De fide.)"


Orang yang di-predestinasikan untuk masuk surga pasti akan berbuat baik secara bebas.
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Ruang Pengetahuan Dasar Iman Katolik All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Next
Page 1 of 3

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17