BAB II

SAKRAMEN-SAKRAMEN PENYEMBUHAN

1420 Oleh Sakramen-sakramen inisiasi Kristen, manusia mendapat hidup baru dalam Kristus. Tetapi kita membawa kehidupan ini "dalam bejana tanah liat" (2 Kor 4:7). Sekarang kehidupan itu masih "tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah" (Kol 3:3). Kita masih hidup "dalam kemah kediaman kita di bumi ini" (2 Kor 5: 1) dan takluk kepada sengsara, penyakit, dan kematian. Dengan demikian kehidupan yang baru ini pun dapat diperlemah dan malahan dapat hilang sama sekali oleh dosa.  
1421 Yesus Kristus, dokter jiwa dan tubuh kita, yang telah mengampuni dosa orang lumpuh dan telah memberi kembali kesehatan kepadanya Bdk. Mrk 2:1-12., menghendaki bahwa Gereja-Nya melanjutkan karya penyembuhan dan penyelamatan-Nya dalam kekuatan Roh Kudus. Karya ini juga dibutuhkan anggota-anggota Gereja sendiri Untuk itu ada dua Sakramen penyembuhan: Sakramen Pengakuan dan Sakramen Urapan Orang Sakit.  

ARTIKEL 4 * SAKRAMEN TOBAT DAN PERDAMAIAN

1422 "Mereka yang menerima Sakramen Tobat memperoleh pengampunan dari belas kasihan Allah atas penghinaan mereka terhadap-Nya; sekaligus mereka didamaikan dengan Gereja, yang telah mereka lukai dengan berdosa, dan yang membantu pertobatan mereka dengan cinta kasih, teladan serta doa-doanya" (LG 11). 980

I. * Bagaimana Sakramen Ini Dinamakan ?

1423 Orang menamakannya Sakramen tobat, karena ia melaksanakan secara sakramental panggilan Yesus untuk bertobat Bdk. Mrk 1:15., untuk bangkit dan kembali kepada Bapa Bdk. Luk 15:18., dari Siapa orang telah menjauhkan diri karena dosa.
Orang menamakannya Sakramen pemulihan, karena ia menyatakan langkah pribadi dan gerejani demi pertobatan, penyesalan, dan pemulihan warga Kristen yang berdosa.
1989, 1440
1424 Orang menamakannya Sakramen Pengakuan karena penyampaian, pengakuan dosa di depan imam adalah unsur hakiki Sakramen ini. Menurut suatu pengertian yang mendalam, Sakramen itu juga adalah satu "pengakuan" - penghargaan dan pujian - akan kekudusan Allah dan kerahiman-Nya terhadap orang yang berdosa.
Orang menamakannya Sakramen pengampunan, karena oleh absolusi imam, Kristus menganugerahkan secara sakramental kepada orang yang mengakukan dosanya "pengampunan dan kedamaian" (OP, rumus absolusi).
Orang menamakannya Sakramen perdamaian, karena ia memberi kepada pendosa cinta Allah yang mendamaikan: "Berilah dirimu didamaikan dengan Allah" (2 Kor 5:20). Siapa yang hidup dari cinta Allah yang berbelaskasihan, selalu siap memenuhi amanat Tuhan: "Pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu" (Mat 5:24).
1456, 1449, 1442

II. * Untuk Apa Suatu Sakramen Perdamaian sesudah Pembaptisan ?

1425 "Kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita" (1 Kor 6:11). Orang harus sadar, betapa besar anugerah Allah ini, yang telah dianugerahkan kepada kita dalam Sakramen-Sakramen inisiasi Kristen, supaya mengerti, bagaimana dosa tidak pantas lagi bagi orang yang "mengenakan Kristus" (Gal 3:27). Tetapi Rasul Yohanes mengatakan: "Jika kita berkata bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita" (1 Yoh 1:8). Dan Tuhan sendiri mengajar kita berdoa: "Ampunilah kami akan dosa kami" (Luk 11:4). Sementara itu Ia menghubungkan kerelaan kita untuk saling mengampuni dengan pengampunan yang akan Allah berikan atas dosa-dosa kita. 1263, 2838
1426 Pertobatan kepada Kristus, kelahiran kembali dalam Pembaptisan, anugerah Roh Kudus, penerimaan tubuh dan darah Kristus sebagai makanan, membuat kita "kudus dan tidak bercacat... di hadapan Allah" (Ef 1:4) sebagaimana Gereja sendiri, mempelai Kristus adalah "kudus" dan "tanpa kerut" (Ef 5:27). Namun kehidupan baru yang diterima dalam inisiasi Kristen tidak menghilangkan kerapuhan dan kelemahan kodrat manusiawi, dan juga tidak menghilangkan kecenderungan kepada dosa, yang dinamakan "concupiscentia". Kecondongan ini tinggal dalam orang yang dibaptis, supaya dengan bantuan rahmat Kristus mereka membuktikan kekuatan mereka dalam perjuangan hidup Kristen Bdk. DS 1515.. Inti perjuangan ini ialah: kembali kepada kekudusan dan kehidupan abadi, ke mana Tuhan selalu memanggil kita Bdk. DS 1545; LG 40.. 405, 978, 1264

III. * Pertobatan Orang-orang yang telah Dibaptis

1427 Yesus menyerukan supaya bertobat. Seruan ini adalah bagian hakiki dari pewartaan Kerajaan Allah: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil !"(Mrk 1:15). Di dalam pewartaan Gereja seruan ini ditujukan pertama-tama kepada mereka yang belum mengenal Kristus dan Injil-Nya. Tempat pertobatan yang pertama dan mendasar adalah Sakramen Pembaptisan. Oleh iman akan kabar gembira dan oleh Pembaptisan Bdk. Kis 2:38. orang menyangkal yang jahat dan memperoleh keselamatan, yang adalah pengampunan segala dosa dan anugerah hidup baru. 541, 1226
1428 Seruan Yesus untuk bertobat juga dilanjutkan dalam hidup orang-orang Kristen. Pertobatan kedua adalah tugas yang terus-menerus untuk seluruh Gereja; Gereja ini "merangkum pendosa-pendosa dalam pangkuannya sendiri: Oleh karena itu Gereja perlu selalu penyucian dan sekaligus harus dibersihkan, serta terus-menerus menjalankan pertobatan dan pembaharuan" (LG 8). Mengusahakan pertobatan itu bukan perbuatan manusia belaka. Ia adalah usaha "hati yang patah dan remuk" (Mzm 51:19), yang oleh rahmat diyakinkan dan digerakkan Bdk. Yoh 6:44; 12:32., untuk menjawab cinta Allah yang berbelaskasihan, yang lebih dahulu mencintai kita Bdk. 1 Yoh 4:10.. 1036, 853, 1996
1429 Hal ini dibuktikan pertobatan Petrus sesudah ia menyangkal Gurunya sebanyak tiga kali. Pandangan Yesus yang penuh belas kasihan mencucurkan air mata penyesalan Bdk. Luk 22:61. dan sesudah kebangkitan Tuhan, Petrus menjawab ya sebanyak tiga kali atas pertanyaan Yesus, apakah ia mencintai-Nya Bdk. Yoh 21:15-17.. Pertobatan kedua juga memiliki satu dimensi persekutuan. Dan ini dinyatakan dalam satu seruan yang disampaikan oleh Yesus kepada satu umat secara keseluruhan: "Bertobatlah" (Why 2:5.16).Santo Ambrosius mengatakan tentang dua macam pertobatan; di dalam Gereja ada "air dan air mata: air Pembaptisan dan air mata pertobatan" (ep. 41,12).  

III. * Pertobatan Orang-orang yang telah Dibaptis

1430 Seperti seruan para nabi, demikian pula seruan Yesus mengarahkan kepada pertobatan dan penyesalan, bukan pertama-tama dengan karya yang kelihatan. "karung dan abu", puasa dan matiraga, melainkan pertobatan hati, pertobatan batin. Tanpa itu kegiatan pertobatan akan tanpa hasil dan tidak jujur. Tetapi pertobatan batin mendesak agar menyatakan sikap ini dalam tanda-tanda yang kelihatan dalam kegiatan dan karya pertobatan Bdk. YI 2:12- 13; Yes 1:16-17; Mat 6:1-6.16-18.. 1098
1431 Tobat batin adalah satu penataan baru seluruh kehidupan, satu langkah balik, pertobatan kepada Allah dengan segenap hati, pelepasan dosa, berpaling dari yang jahat, yang dihubungkan dengan keengganan terhadap perbuatan jahat yang telah kita lakukan. Sekaligus ia membawa kerinduan dan keputusan untuk mengubah kehidupan, serta harapan atas belas kasihan ilahi dan bantuan rahmat-Nya. Pertobatan jiwa ini diiringi dengan kesedihan yang menyelamatkan dan kepiluan yang menyembuhkan, yang bapa-bapa Gereja namakan "animi cruciatus" [kesedihan jiwa], "compunctio cordis" [penyesalan hati] Bdk. Konsili Trente: DS 1676-1678; 1705; Catech. R. 2,5,4.. 1451, 368
1432 Hati manusia itu lamban dan keras. Allah harus memberi kepada manusia satu hati baru Bdk. Yeh 36:26-27.. Pertobatan itu pertama-tama adalah karya rahmat Allah, yang membalikkan hati kita kembali kepada-Nya: "Bawalah kami kembali kepada-Mu, ya Tuhan, maka kami akan kembali" (Rat 5:21). Allah memberi kita kekuatan untuk mulai baru. Kalau hati kita menemukan kebesaran dan cinta Allah, ia akan diguncangkan oleh kejijikan akan dosa dan oleh beban yang disebabkan dosa. Ia mulai merasa takut, untuk mempermalukan Allah dengan dosa dan dengan demikian dipisahkan dari-Nya. Hati manusia bertobat, apabila ia melihat kepada Dia yang ditembusi dosa-dosa kita Bdk. Yoh 19:37;Za 12:10.."Marilah kita memandang darah Kristus dan mengakui, betapa bernilai itu untuk Bapa-Nya; karena dicurahkan demi keselamatan kita, ia membawa rahmat pertobatan untuk seluruh dunia" (Klemens dari Roma, Kor. 7,4). 1989
1433 Sejak Paska, Roh Kudus "menginsyatkan" dunia akan "dosa" (Yoh 16:8-9), artinya Ia menyingkapkan bahwa dunia tidak percaya kepada Dia, yang diutus Bapa. Roh yang sama, yang membuka kedok dosa, adalah juga Penolong Bdk. Yoh 15:26. yang memberi rahmat penyesalan dan pertobatan kepada hati manusia Bdk. Kis 2:36-38; DeV 27-48.. 729, 692, 1848

V. * Aneka Ragam Bentuk Tobat dalam Hidup Kristen

1434 Tobat batin seorang Kristen dapat dinyatakan dalam cara yang sangat berbeda-beda. Kitab Suci dan para Bapa Gereja berbicara terutama tentang tiga bentuk: puasa, doa, dan memberi sedekah Bdk. Tob 12:8; Mat 6:1-18. sebagai pernyataan pertobatan terhadap diri sendiri, terhadap Allah, dan terhadap sesama. Di samping pembersihan secara menyeluruh yang dikerjakan oleh Pembaptisan atau martirium, mereka mencatat sebagai sarana-sarana untuk memperoleh pengampunan dosa: upaya-upaya untuk berdamai dengan sesamanya, air mata pertobatan, keprihatinan untuk keselamatan sesama Bdk. Yak 5:20., doa syafaat para kudus, dan cinta aktif kepada sesama - karena "kasih menutupi banyak sekali dosa" (1 Ptr 4:8). 1969
1435 Pertobatan terjadi dalam kehidupan sehari-hari melalui perbuatan perdamaian, bantuan, bagi orang miskin, pelaksanaan dan pembelaan keadilan dan hukum Bdk. Am 5:24; Yes 1:17., pengakuan kesalahan sendiri, teguran persaudaraan, pemeriksaan cara hidup sendiri, pemeriksaan batin, bimbingan rohani, penerimaan sengsara, dan ketabahan dalam penghambatan demi keadilan. Setiap hari memikul salibnya dan mengikuti Kristus adalah jalan yang paling aman untuk pertobatan Bdk. Luk 9:23..  
1436 Ekaristi dan pertobatan. Pertobatan dan penebusan dosa setiap hari menemukan sumbar dan makanannya di dalam Ekaristi, karena di dalamnya kurban Kristus yang mendamaikan kita dengan Allah dihadirkan. Olehnya dikenyangkanlah dan dikuatkanlah orang yang hidup dari kehidupan Kristus. Ialah "nurbisa, yang olehnya kita dibebaskan dari kesalahan sehari-hari dan dilindungi dari dosa berat" (Konsili Trente: DS 1638). 1394, 1395
1437 Pembacaan Kitab Suci, doa Bapa Kami dan Ibadat Harian, tiap kegiatan untuk menghormati Allah secara jujur dan tindakan kesalehan, menghidupkan roh pertobatan dan metanoia di dalam kita, dan turut membantu pengampunan dosa-dosa kita.  
1438 Masa dan hari pertobatan dalam tahun Gereja (masa puasa, tiap hari Jumat sebagai kenangan akan kematian Tuhan) adalah waktu pembinaan hidup pertobatan Gereja Bdk. SC 109-110; CIC, cann. 1249-1253; CCEO, cam. 880-883.. Waktu-waktu ini sangat cocok terutama untuk retret, upacara tobat dan ziarah pertobatan, untuk pengorbanan secara sukarela umpamanya oleh puasa dan memberi sedekah, dan untuk membagi-bagi dengan sesama (karya karitatif dan misioner). 540, 2043
1439 Jalan metanoia dan pertobatan dilukiskan Yesus secara sangat mengesankan dalam perumpamaan mengenai "anak yang hilang", yang pusatnya adalah "Bapa yang berbelaskasihan" Luk 15:11-24.: godaan untuk mengenyam kebebasan semu, meninggalkan rumah Bapa; kemelaratan lahiriah yang menjerat sang putera, setelah ia memboroskan segala milik kepunyaannya; penghinaan yang mendalam, karena harus menggembalakan babi dan, lebih buruk lagi, kerinduan agar memuaskan diri dengan makanan babi; renungan akan harta benda yang telah hilang; penyesalan dan keputusan mengaku diri bersalah di depan Bapa; jalan kembali; penerimaan yang penuh murah hati oleh Bapa; kegembiraan Bapa: semuanya itu adalah ciri-ciri proses pertobatan. Pakaian yang indah, cincin, dan perjamuan pesta adalah lambang kehidupan baru yang murni, layak, dan penuh kegembiraan, kehidupan seorang manusia yang kembali kepada Allah dan ke dalam pangkuan keluarganya, Gereja. Hanya hati Kristus, yang mengenal kedalaman cinta Bapa-Nya, dapat menggambarkan bagi kita jurang belas kasihan-Nya atas suatu cara yang begitu sederhana dan indah. 545, 478

VI. * Sakramen Tobat dan Perdamaian

1440 Dosa adalah terutama penghinaan terhadap Allah dan pemutusan persekutuan dengan Dia. Serentak pula ia merugikan persekutuan dengan Gereja. Karena itu, pertobatan mendatangkan secara serentak pengampunan Allah dan perdamaian dengan Gereja. Sakramen pertobatan dan perdamaian menyatakan dan melaksanakannya dalam liturgi Bdk. LG 11.. 1850
 
Halaman Depan     Daftar Isi     <<   >>
 


© 2001 Catholics Online. All Rights Reserved / Dilarang Menggandakan (Keluaran 20:15)