|
TEKS-TEKS SINGKAT |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2047 | Kehidupan kesusilaan adalah satu ibadat rohani. Tindakan Kristen dipupuk dalam liturgi dan dalam upacara Sakramen-sakramen. | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2048 | Perintah-perintah Gereja mencakup kehidupan kesusilaan dan Kristen, yang berhubungan dengan liturgy dan yang dipupuk olehnya. | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2049 | Gembala-gembala Gereja biasanya melaksanakan Wewenang Mengajarnya dalam bidang moral di dalam katekese dan khotbah. Dasar untuk itu adalah dekalog, yang menyampaikan asas-asas kehidupan kesusilaan yang berlaku untuk setiap manusia. | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2050 | Sebagai guru-guru yang menjadi tolok ukur, Paus dan para Uskup mengkhotbahkan kepada Umat Allah, iman yang harus dipegang dengan teguh dan diterapkan dalam kehidupan kesusilaan. Mereka juga berhak untuk menanggapi masalah-masalah kesusilaan, obyek bagi hukum moral kodrati dan akal budi. | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2051 | Kebal Salah dari magisterium para gembala mencakup segala unsur ajaran, juga ajaran kesusilaan yang mutlak perlu untuk mempertahankan, menjelaskan, dan melaksanakan kebenaran-kebenaran iman yang menyelamatkan. | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
SEKSI II SEPULUH FIRMAN "Guru, Apa yang Harus Kuperbuat?" |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2052 | "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh kehidupan abadi?" Pada tempat pertama, Yesus menjelaskan kepada pemuda kaya yang mengajukan pertanyaan ini kepada-Nya bahwa Allah adalah "satu-satunya yang Baik", harus diakui sebagai hakikat dan sumber dari segala yang baik. Lalu Yesus berkata kepadanya: "Tetapi jikalau engkau hendak memperoleh kehidupan, turutilah segala firman Allah". Lalu Ia menyampaikan kepada penanya itu perintah-perintah menyangkut kasih kepada sesama: "Jangan membunuh, jangan berzina, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu !" Akhirnya Yesus menyimpulkan perintah-perintah ini: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri" (Mat 19:16-19). | 1858 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2053 | Pada jawaban yang pertama ini ditambahkan lagi yang kedua: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu, dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku!" (Mat 19:21). Ini tidak menghapus jawaban yang pertama. Termasuk dalam hal mengikuti Kristus bahwa orang melaksanakan perintah-perintah. Hukum tidak dihapus Bdk. Mat 5:17., tetapi warga Kristen diajak untuk menemukannya kembali dalam pribadi Gurunya, yang merupakan pemenuhannya yang sempurna. Ajakan Yesus kepada pemuda supaya mengikuti-Nya dalam kepatuhan seorang murid dan memperhatikan perintah-perintah, di dalam tiga Injil Sinoptik digabungkan dengan ajakan untuk kemiskinan dan kemurnian Bdk. Mat 19:6-12.21.23-29.. Nasihat-nasihat Injil tidak dapat dipisahkan dari perintah-perintah itu. | 1986, 1973 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2054 | Yesus mengambil alih sepuluh firman; tetapi Ia juga mewahyukan kekuatan Roh yang bekerja di dalamnya. Ia mengkhotbahkan keadilan yang "lebih besar daripada yang dimiliki ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi" (Mat 5:20) Serta orang-orang kafir Bdk. Mat 5:46-47.. Ia menjelaskan tuntutan firman-firman: "Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: jangan membunuh .... Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya, harus dihukum" (Mat 5:21-22). | 581 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2055 | Ketika orang menanyakan kepada-Nya: "Guru hukum manakah yang terutama, dalam hukum Taurat?" (Mat 22:36), Yesus menjawab: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi" (Mat 22:37-40) Bdk. UL6:5; Im 19:18.. Dekalog harus dijelaskan dalam terang hukum kasih ganda dan sekaligus satu-satunya yang merupakan kegenapan hukum: "Firman: jangan berzina, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain mana pun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat" (Rm 13:9-10). |
129 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Dekalog dalam Kitab Suci | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2056 | "Dekalog" secara harfiah berarti "sepuluh firman" (Kel 34:28; Ul 4:13; 10:4). Sepuluh firman ini Allah wahyukan kepada umat-Nya di gunung suci Sinai. Berbeda dengan perintah-perintah lain yang dicatat oleh Musa Bdk. Ul 31:9.24., mereka ditulis oleh "jari Allah" (Kel 31:18) Bdk.Ul 5:22.. Karena itu, mereka merupakan kata-kata Allah dalam arti khusus. Mereka diwahyukan kepada kita dalam buku Keluaran Bdk. Kel. 20:1-7. dan dalam buku Ulangan Bdk.Ul 5:6-22.. Sudah dalam Perjanjian Lama buku-buku suci menunjuk kepada "sepuluh firman" Bdk. misalnya Hos 4:2; Yer 7:9; Yeh 18:5-9. itu. Tetapi baru dalam Perjanjian Baru, dalam Yesus Kristus, disingkapkanlah artinya yang paling dalam. | 62, 700 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2057 | Dekalog harus dimengerti dalam hubungan dengan keluaran dari Mesir, pembebasan Allah yang besar yang terdapat dalam pusat Perjanjian Lama. "sepuluh firman" ini, entah dirumuskan secara negatif sebagai larangan, atau secara positif sebagai perintah (seperti: "hormatilah ayah dan ibumu"), menunjukkan syarat-syarat untuk satu kehidupan yang dibebaskan dari perhambaan dosa. Dekalog adalah jalan kehidupan: |
2084 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Kekuatan dekalog yang membebaskan ini kelihatan, umpamanya, dalam perintah mengenai istirahat pada hari Sabat, yang juga berlaku untuk orang asing dan budak: |
2170 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2058 | Di dalam "sepuluh firman" disimpulkan dan diumumkan hukum Allah: "Firman itulah yang diucapkan Tuhan kepada seluruh jemaahmu dengan suara nyaring di gunung, dari tengah-tengah api, awan, dan kegelapan, dan tidak ditambahkannya apa-apa lagi. Ditulis-Nya semuanya pada dua loh batu, lalu diberikan-Nya kepadaku" (Ul 5:22). Karena itu kedua loh batu itu dinamakan "loh perjanjian". Mereka berisikan ketentuan-ketentuan perjanjian antara Allah dan umat-Nya. "Kedua loh perjanjian ini" (Kel 31:18;32:15; 34:29) harus disimpan di dalam "tabut" (Kel 25:16; 40:3). | 1962 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2059 | "Sepuluh firman" itu diucapkan oleh Allah dalam rangka satu teofani "Tuhan telah berbicara berhadapan muka dengan kamu di gunung dan di tengah-tengah api" (Ul 5:4). Sepuluh firman itu termasuk dalam pewahyuan diri Allah dan kemuliaan-Nya. Di dalam firman-firman yang Ia berikan, Allah memberi Diri sendiri dan kehendak-Nya yang kudus. Dengan menyatakan kehendak-Nya, Allah mewahyukan Diri kepada umat-Nya. | 707, 2823 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2060 | Anugerah firman dan hukum adalah bagian dari perjanjian yang Allah adakan dengan orang-orang-Nya. Menurut buku Keluaran, wahyu dari "sepuluh firman itu" terjadi dalam jangka waktu antara penawaran perjanjian 1 dan pengikatan perdamaian 2, setelah umat itu mewajibkan diri untuk "melakukan" segala sesuatu yang dikatakan Tuhan, dan supaya "mematuhi" Dia (Kel 24:7). Dekalog baru disampaikan, kalau sebelumnya diperingatkan akan perjanjian itu ("Tuhan, Allah kita telah mengikat perjanjian dengan kita di Horeb": Ul 5:2). | 62 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2061 | Firman-firman itu memperoleh artinya yang penuh dalam rangka perjanjian. Menurut Kitab Suci, tindakan moral manusia mendapat arti yang sebenarnya di dalam perjanjian dan oleh perjanjian. Yang pertama dari "sepuluh firman" itu mengingatkan bahwa Allah mengasihi umat-Nya lebih dahulu: |
2086 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2062 | Firman-firman itu sendiri baru menyusul di tempat kedua; mereka mengatakan, apa yang harus dilakukan berdasarkan hubungan dengan Allah yang diadakan melalui perjanjian. Pelaksanaan hidup kesusilaan adalah jawaban atas tindakan Tuhan yang penuh kasih. Ia adalah pengakuan, pemberian hormat, dan terima kasih kepada Allah. Ia adalah kerja sama dalam rencana yang Allah laksanakan dalam sejarah. | 142, 2002 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2063 | Perjanjian dan dialog antara Allah dan manusia juga tampak dalam kenyataan bahwa Allah sebagai pembuat hukum selalu berbicara dalam orang pertama ("Akulah Tuhan ...") dan selalu menyapa orang per orang ("Engkau ..."). Di dalam semua firman Allah, orang disapa dengan kata ganti orang dalam bentuk tunggal. Sementara Allah mengumumkan kehendak-Nya kepada seluruh umat, Ia juga menyampaikannya kepada setiap orang. |
878 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
© 2001 Catholics Online. All Rights Reserved / Dilarang Menggandakan (Keluaran 20:15) |