|

|
|
Kesaksian
|
|
|
Saya adalah pria berumur 28 tahun. Saya dibaptis ketika masih bayi, mamah saya adalah Katolik. Saya sekolah di SD, SMP, dan SMA Katolik. dan Universitas Protestan.
Saya ingin berbagi pengalaman / sharing, tentang iman saya. Saya dibaptis sejak bayi, oleh karena itu saya tidak pernah sekolah Minggu. Saya sekolah SD di Katolik,
Saat tahun 2007 akan berakhir, aku sempat menyapa Papaku lewat telpon dan balasan sapaan dari Papaku sungguh menyejukkan hati…Dia menyanyi sebait lagu dan suaranya masih bagus seperti dulu.. Ada sesal aku tidak bisa mendampinginya disaat Tahun Baru begini… Kutengok dogie disebelahku, Armani, my Yorkshire mungil…duhhh…cute dan pure sekali! 
Aku dilahirkan dari keluarga yang sederhana, ketika aku duduk dibangku kuliah smester 3, ayahku meninggal dunia. Aku hampir putus asa karena tidak ada lagi yang membiayai kuliahku, sehingga pada suatu ketika Budeku yang baik hati mau menbiayai kuliahku. Aku senang sekali karena aku bisa meneruskan kuliahku dan aku berusaha keras belajar dengan baik.
3 bulan yang lalu, mama terkena kanker tulang stadium 4 b. Yang artinya sudah stadium akhir dengan pemeriksaan melalui bone scan (nuklir) dan pemeriksaan darah menunjukkan adanya sel-sel ganas di luar ambang batas.
Scan berhasil menunjukkan 5 tempat hitam (yang menunjukkan bahwa sudah terkena kanker) yaitu di pinggul, lutut kanan, tulang punggung, bahu-tangan kanan, dan tulang tengkorak. Serta beberapa bagian lain yang mulai tampak abu-abu ke hitam..
Anakku menuntunku kembali kepada Tuhan
Saya adalah seorang katholik semenjak bayi ( Katholik Warisan ) yang menjalani ibadah / perayaan ekaristi hanya sebagai kewajiban dan rutinitas semata, sampai berumah tanggapun tetap seperti itu.Ketika mulai punya anak dari ke1 sampai ke 4 badai ekonomi rumah
Pelajaran katekisasi Katolik di paroki baru saja dimulai..minggu ini, calon2 Katolik.. mulai belajar ajaran2 dasar iman Katolik. Suasana masih asing karena terlihat masih canggung karena tidak saling mengenal.., malu….
Pertama aku baca judul ini di forum keluarga Katolik yang sehat dan sejahtera membuat aku tertawa mengenang tahun-tahun perkawinan kami.
till "debt" do as apart ini hampir saja membuat aku mengambil keputusan yang bodoh. Jika tidak teringat janji perkawinan till "death" do as apart sudah pasti aku akan menyesal seumur hidup.
|
|
|