“Kepada Titus, anakku yang sah menurut iman kita bersama: kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Juruselamat kita, menyertai engkau. Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud ini, supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur dan supaya engkau menetapkan penatua-penatua di setiap kota, seperti yang telah kupesankan kepadamu, yakni orang-orang yang tak bercacat, yang mempunyai hanya satu isteri, yang anak-anaknya hidup beriman dan tidak dapat dituduh karena hidup tidak senonoh atau hidup tidak tertib.
Krismon atau Krisis Moneter, begitulah istilah yang pernah mencuat kuat di negara kita akhir-akhir-akhir ini. Dampak dari krisis tersebut antara lain pengangguran yang mengarah ke berbagai bentuk tindak kejahatan. Mengapa krisis? Kalau kita lihat dan refleksikan dengan cermat aneka macam bentuk ketegangan yang terjadi, baik di dalam masyarakat, negara maupun aneka karya pelayanan Gereja, dalam bahasa sehari-hari, alasan dan sebab ketegangan adalah UUD (Ujung-Ujungnya Duwit/Uang).
Keadaan yang nyata dan tidak dapat digugat adalah manusia sangat mudah tertipu. Mulai dari kejatuhannya Adam dan Hawa kedalam dosa. Warisan dosa asal karena pilihan dan perbuatan leluhur kita yaitu manusia pertama, mereka telah diperdaya oleh Iblis dan berbuat dosa yang turun kepada setiap manusia terkecuali Maria dan Yesus.
Kebahagian adalah ambisi dan obyektif setiap individu, bahagia atau kebahagian atau alasan dan menjadi alasan dari segalanya dalam hidup. Bagaimana manusia melihatnya dari perspektif bahkan yang perseptif sekalipun tetap
"Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Mrk15:34), demikian seruan nyaring Yesus ketika akan wafat. Yesus adalah Tuhan dan ketika akan wafat Ia ditinggalkan oleh sahabat-sahabatNya, para rasul, yang selama kurang lebih tiga tahun menyertaiNya.
"Segala cara dan jalan ketidak adilan telah mereka gunakan dan laksanakan. Kemenangan berada ditangan korban dan martir kami. Puji Tuhan Yesus karena dengan ini kami dapat melihat muka iblis dan kaki tangannya di Indonesiaku. Sungguh iblis berharap bahwa Tibo Cs masih hidup dan iman kami luntur, akan tetapi kematian daging dan keduniawian semua yg menjadikan semua ini kenyataan telah gagal dalam misi iblis. Kematian dalam damai dan persahabatan Tuhan Yesus adalah jalan dan gerbang surga, sungguh mereka telah lahir abadi untuk hidup bersama Tuhan Allah yg Tritunggal yg Maha Kudus, amin, amin, amin Sulawesi akan melahirkan sejuta Katolik baru karena benih dan pupuk kematian dari ketidak adilan ini. Terlihatlah dengan nyata Tuhan kita dalam gereja-Nya yg Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik telah berjaya dalam hal ini, dimana kami dapat dan telah melihat tuhan-tuhan palsu dalam perbuatan dan pewartaan mereka ....."
Mat 16:24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. 25 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. 26 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? 27 Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.