Moral Katolik

 

Kesaksian Bahan pendalaman iman masa Adven 2005

Kirim Ke Printer Kirim artikel ini ke teman


KATA PENGANTAR

Saudara-Saudari terkasih, Umat Katolik di wilayah Dekenat Selatan,

Selamat berjumpa! Selamat bertemu dalam kesempatan sarasehan untuk mempersiapkan diri menyambut kelahiran Tuhan Yesus Sang Mesias. Mengapa kita mau menantikan kelahiran Sang Mesias? Ada apa?

Bangsa Israel menantikan Tuhannya saat mengalami pembuangan di Babilonia (sekitar tahun 622 SM). Demikian juga kita menantikan Tuhan justru karena kita sadar akan situasi diri kita yang kerap “mengalami saat-saat pembuangan” karena dosa sendiri atau karena menjadi korban orang lain. “Saat-saat pembuangan” itu adalah saat yang diwarnai kemiskinan, keputusasaan, kekecewaan, kekeringan dan kegalauan hidup yang tidak menentu, apalagi kesejahteraan hidup. Bukankah situasi itu yang sedang dialami banyak orang jaman ini.

Dalam situasi pembuangan itulah, Nabi Yesaya meneguhkan sebuah pengharapan kepada umat Israel, agar mereka setia kepada Tuhan. Dengan mewartakan harapan, Yesaya menjadi “pengantar” Allah kepada umat Israel. Peranan itulah juga yang dibuat Yohanes Pembaptis. Yohanes menjadi pribadi yang mempertemukan Tuhan kepada manusia agar mereka bertobat karena ada pengharapan dalam Kerajaan Tuhan. Akhirnya melalui Maria dan Yusuf Yesus dilahirkan agar manusia yang berada dalam pembuangan akibat dosa beroleh “hidup yang baru”.

Pertanyaannya adalah apakah kita mau menantikan Tuhan yang telah lebih dahulu mengharapkan kehadiran kita. Apakah kita mau mempersiapkan diri untuk memberi tempat agar Yesus bisa tinggal dalam diri kita? Niat itulah yang akan kita bangun dalam 4 kali pertemuan nanti

Semoga pertemuan ini tidak berhenti sampai pada niat yang baik dan luhur melainkan juga berlanjut dalam tindakan nyata, yakni mau menampilkan diri sebagai tanda pengharapan Allah melalui keterlibatan aktif dalam penderitaan sesama. Berkat Tuhan untuk kita semua!

Cilacap, 20 Oktober 2005

Rm. Johanes Kevin Casey OMI

(Rm. Deken Dekenat Selatan)

PERTEMUAN I

TEMA: Dalam penderitaan, ada pengharapan

Tujuan: Umat semakin menyadari pengalaman dalam pembuangan, dan mensikapinya dengan bercerminkan pengalaman bangsa Israel.

1. Tanda Salib dan Salam
P. Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U. Amin
P. Damai sejahtera dari Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus selalu besertamu.
U :Dan sertamu juga.

2. Doa Pembukaan: doa Masa Adven – dari PS n0. 86

3. Pengantar

Saudara-saudari terkasih,

Kita merasakan waktu bergitu cepat berjalan. Dan kini kita sudah memasuki masa Adven. Masa Adven sebagai masa penantian, masa pengharapan kita akan kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus. Masa Adven kali ini sudah diawali dengan berbagai peristiwa yang boleh dikatakan memilukan hidup kita.

Sejak diumumkan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) disusul dengan ledakan bom di Jimbaran dan Kute di pulau Bali. Peristiwa tersebut tentu meninggalkan kesan pahit mendalam bagi begitu banyak orang. Orang mengalami kehilangan. Kehilangan kekayaan, kenyamanan, keluarga, kemapanan. Termasuk juga kehilangan masa depan. Namun sisi lain dari masa Adven ini adalah bahwa kita masih boleh berharap akan kasih dan kebaikan Tuhan. Karena Tuhan telah berharap, dengan selalu memberikan yang terbaik, Ia menolong dan menyelamatkan kita. Tuhan sumber pertolongan kita. Maka kini marilah kita satukan hati untuk memuji dan memuliakan Dia. Dengan menyanyikan PS: 438 dengan penuh penghayatan.

04. Belajar pengalaman hidup lewat lagu: PS: 438

Refr. Hai langit, turunkan embun, hujankanlah yang adil.

1. Janganlah murka ya Tuhan, jangan lagi Kauingat dosa kami. Lihatlah kota kudus menjadi lenggang Sion menjadi sunyi, Yerusalem ditinggalkan orang, bait-Mu yang suci dan mulia, tempat nenek moyang kami memuji Dikau. Refr.
2. Berdosalah kami diliputi kecemaran, gugurlah kami. Bagai daun kering kami tak berharga, kejahatan kami bagai angin menghapus hamba-Mu. Engkau memalingkan wajah-Mu dari kami dan mencampakkan kami di bawah belenggu dosa kami. Refr.
3. Pandanglah Tuhan, derita umat-Mu, datangkanlah utusan-Mu. Utuslah anak domba, Raja dunia, dari batas gurun sampai gunung Sion, supaya meretas rantai rakyat yang tertawan. Refr.

5. Pendalaman lagu

Dalam lagu tadi bait 2 dinyatakan: “gugurlah kami bagai daun kering kami tak berharga”, merupakan ungkapan umat Israel yang masih dalam pembuangan di tanah Babilonia. Apa maksud dengan ungkapan tersebut? Apa yang dilakukan saat mengalami situasi pembungan? Adakah harapan pada saat seperti itu? Apa Anda pernah mengalami peristiwa seperti itu?

6. Pengantar masuk ke Kitab Suci

Saudara-saudari terkasih, melalui lagu ternyata kita dapat belajar dan menemukan bagaimana Allah ambil bagian dan berkarya dalam hidup manuia. Nabi Yesaya lewat bacaan yang kita renungkan saat ini, hadir di tengah-tengah umat dalam pembuangan. Ia datang memberi peneguhan dan penghiburan bangsa Israel. Kini mari kita simak apa pesan Tuhan lewat nabi Yesaya.

7. Pembacaan Kitab Suci: Yes 45:1-8

1 Beginilah firman TUHAN: "Inilah firmanKu kepada orangyang Kuurapi, kepada Koresy yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup:

2 Aku sendiri hendak berjalan di depanmu dan hendak meratakan gunung-gunung, hendak memecahkan pintu-pintu tembaga dan hendak mematahkan palang-palang besi.

3 Aku akan memberikan kepadamu harta benda yang terpendam dan harta kekayaan yang tersembunyi, supaya engkau tahu, bahwa Akulah TUHAN, Allah Israel, yang memanggil engkau dengan namamu.

4 Oleh karena hambaKu Yakub dan Israel, pilihanKu, maka Aku memanggil engkau dengan namamu, menggelari engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku.

5 Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku,

6 supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain,

7 yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang; Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini.

8 Hai langit, teteskanlah keadilan dari atas, dan baiklah awan-awan mencurahkannya! Baiklah bumi membukakan diri dan bertunaskan keselamatan, dan baiklah ditumbuhkannya keadilan! Akulah TUHAN yang menciptakan semuanya ini."

L Demikianlah Sabda Tuhan

U Syukur kepada Allah

8. Pemahaman Bacaan Kitab Suci

Dalam ayat 4 tertulis: Aku memanggil engkau dengan namamu. Dalam suasana pembuangan itu, Allah digambarkan sebagai apa? Dan supaya dapat siap menerima kedatangan Tuhan, umat harus berbuat apa?

9. Peneguhan

-Merasa berdosa dan bersalah dapat membuat hati kita tidak berdaya.
-Tuhan tahu akan isi hati dan perjuangan hidup kita.
-Pada Tuhan ada penghiburan, kekuatan dan harapan.
-Yang percaya pada Tuhan akan mendapat keselamatan.
10. Membangun Niat – REFLEKSI

11. doa umat

a. Syukur atas pengalaman Allah mencintai dengan mengampuni
b. Mohon berkat bagi saudara yang sedang krisis imannya
c. Mohon berkat Tuhan bagi orang yang kecewa dan menjadi tidak percaya akan Tuhan

12. Doa Penutup

Dibuat sendiri oleh pemimpin atau Pemandu

PERTEMUAN II
Tema: TUHAN BERHARAP PADAKU, maka AKU PERCAYA
Tujuan : Peserta semakin mampu mengalami kebahagiaan dan kegembiraan, karena Tuhanlah berharap padaku

LANGKAH-LANGKAH

1. TANDA SALIB DAN SALAM
P Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
U Amin
P Damai sejahtera dari Allah Bapa dan Tuhan kita Yesus Kristus selalu besertamu
U Dan sertamu juga

2. DOA PEMBUKAAN
Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Engkau sumber harapan dan penghiburan bagi kami umat-Mu. Hanya dalam kasih dan kesetiaan yang Engkau teladankan kepada kami, kami Engkau mampukan untuk selalu memuji dan memuliakan nama-Mu yang agung. Kami mohon, semoga Engkau berkenan hadir di tengah-tengah kami, juga dalam perjalanan hidup kami, agar kami mampu menemukan jalan hidup se-perti Engkau sendiri menghendaki. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa. Amin

3. PENGANTAR
Saudara sekalian, hari ini kita kembali berkumpul untuk merenungkan sabda Tuhan. Minggu yang lalu, kita telah bersama-sama merenungklan tentanbg panggilan Tuhan. Karena cinta dan kasih-nya, Allah berkenan memanggil kita bahkan memanggilnya dengan nama

Dan pada hari ini, kita diajak merenungkan Sabda Tuhan, melalui kutipan dari Kitab Nabi Yesaya 40:1-5.9-11.Tuhan dalah sumber penghiburan dan pengharapan bagi manusia. “Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimnpunkan-Nya dengan tangan-Nya, anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk dituntun-Nya dengan hati-hati”.

Saudara-sekalian terkasih, sebelum mendalami sabda Tuhan, marilah kita menyanyikan dan mendalami syair lagu PS No. 440

4. Belajar pengalaman hidup lewat lagu

Refr: Gunung bukit bermadah puji
Hutan rimba bersorak-sorai,
Kar’na Tuhan hampir tiba, berkuasa, Alleluya.

1. Ya Allah, Engkaulah Allahku,
Aku mencari Engkau
Jiwaku haus akan Dikau, tubuhku rindu kepada-Mu,
Seperti tanah kering dan tandus, yang tiada berair

2. Demikian aku rindu memandang-Mu ditempat kudus
Sambil melihat kekuatan dan kemuliaan-Mu.
Sebab kasih setia-Mu lebih bagi daripada hidup
Biarku akan memegahkan Dikau.

3. Aku mau memuji Engkau seumur hidup-Mu
Dan menaikkan tangaku demi nama-Mu
Seperti dijamu lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan
Bibirku bersorak-sorai, mulutku memuji-muji.

4. Ditempat tidurku, aku ingat kepada-Mu,
Sepanjang kawal malam aku merenungkan Dikau,
Sungguh, Engkau telah menjadi pertolonganku,
Dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai

5. PENDALAMAN LAGU
Dalam refrein tadi dikatakan ”Gunung bukit bermadah puji, hutan rimba bersorak-sorai…” Menurut anda, bagaimana cara gunung ini bermadah puji, hutan rimba bersorak-sorai? Kenyataan itu mau menggambarkan apa bagi manusia?

6. PENGANTAR MEMBACA KITAB SUCI
Saudara terkasih, setelah kita berbicang-bincang tentang kegembiraan ciptaan ter-hadap Sang Penciptanya, di mana Allah sungguh menaruh cinta-Nya kepada ma-nusia, marilah kita belajar dari Kitab Suci bagaimana Allah itu sungguh mewujudkan cinta-Nya kepada manusia?

7. BACAAN KITAB SUCI ( Yes 40:1-5.9-11)

1 Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu,

2 tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya.

3 Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!

4 Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran;

5 maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya."

6. Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: "Lihat, itu Allahmu!"

7. Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payahNya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperolehNya berjalan di hadapan-Nya.

8. Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternakNya dan menghimpunkannya dengan tanganNya; anak-anak domba dipangkuNya, induk-induk domba dituntunNya dengan hati-hati.

P Demikianlah sabda Tuhan
U Terpujilah Kristus

PERTANYAAN
1. Dari kutipan di atas tadi, dikatakan bahwa Yesaya memberi pengiburan bangsa Israel. Penghiburan apa sebenarnya yang dibawa Yesaya itu?
2. Dari bacaan tadi, dapat dimengerti bahwa Israel sedang mengalami kesesakan di pembuangan. Dalam situasi seperti itu, Allah digambarkan sebagai apa? Israel juga mengalami kehilangan. Kehilangan apa di masa pembuangan itu?
3. Untuk siap menerima kedatangan Tuhan, oleh Nabi Yesaya umat Israel diminta untuk berbuat apa?
4. Situasi seperti dialami oleh umat Israel ini, juga sering kita alami. Kita terkadang merasa terbuang di negeri sendiri, di rumah sendiri, yang mungkin disebabkan oleh sikap, tindakan, keputus-asaan, kejengkelan, dsb. Menjadikan kita merasa kehilangan. Dalam keadaan seperti itu apa yang biasa saudara/i buat?

8. PENEGUHAN

Allah, melalui orang-orang pilihan-Nya menunjukkan cinta kasih-Nya yang besar kepada umat-Nya. Bangsa Israel yang saat itu mengalami kesesakan dan kesedihan yang mendalam di tanah pembuangan, karena keluh kesahnya didengarkan oleh Tuhan, dihiburnya dengan perantaraan nabi Yesaya. Yesaya hadir atas nama Allah yang memberi pengampunan dan penghiburan, serta memberi tahu jalan yang harus ditempuh oleh umat kesayangan-Nya.

Gambaran Allah yang mahatinggi, digambarkan dengan indah: “Gunung bukit bermadah puji, hutan rimba bersorak-sorai…” Ini adalah salah satu gambaran kemurahan dan kemuliaan Allah yang dirasakan oleh semua ciptaan-Nya. Tuhan hadir, menghibur, mengampuni, menolong, menasihati, menunjukkan jalan hidup, terlebih digambarkan sebagai gembala yang sangat dekat dengan domba-domba kawanannya

Menerima kedatangan Tuhan dengan cara meluruskan cara hidup kita seperti yang dikehendaki-Nya: “Lurusdkanlah jalan Tuhan, setiap lembah harus ditutup, setiap gunung harus diratakan, yang berlekuk-lekuk menjadi dataran….”

Pesan Tuhan melalui Nabi Yesaya 40: 1-5.9-11 ini, kiranya juga bisa menjadi cermin bagi kita dalam menanggapi sapaan Tuhan untuk meluruskan jalan hidup kita dalam menghadapi berbagai persoalan hidup yang bisa menghalangi hubungan kita dengan Tuhan dan sesama. Sehingga kita semakin mampu melihat karya Tuhan, menghayatinya dalam seluruh rangkaian hidup kita, baik itu yang menyenangkan dan yang kurang menyenangkan.

9. MEMBANGUN NIAT DAN REFLEKSI
Saudara/i setelah, merenungkan dan memetik pesan dari hasil sharing kita, marilah kita batinkan pengalaman ini dengan menjawab beberapa pertanyaan:

- Gambaran Tuhan dalam hidupku? Sebagai raja, sebagai orang biasa, atau…?
- Sudahkan saya mengandalkan Tuhan dalam seluruh hidupku?
- Saat berada dalam keputusasaan kemanakah sayang memalingkan jiwa dan hatiku?
- Disaat mengalami kesesakan, kehancuran usaha, kehancuran keluarga, kehilangan harapan, kepada siapakah aku dapat mengadu?

10. DOA UMAT
Sebagai wujud pertobatan, marilah kita panjatkan dalam doa permohonan kita supaya Tuhan karena cinta-Nya mau mengubah sikap dan perilaku hidup kita.

11. BAPA KAMI

12. DOA PENUTUP
Allah Bapa yang maharahim, terima kasih atas penghiburan yang Engkau berikan kepada kami. Semoga penghiburan itu dapat menumbuhkan harapan dan pencerahan hatri dan budi kami untuk menghayati kehidupan kami bersama Yesus Putera-Mu. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin

13. LAGU PENUTUP “Gunung Bukit Bermadah Puji” PS No. 440
PERTEMUAN III
Tema : AKU PERCAYA; ABADI CINTA-MU
Tujuan : Peserta semakin mampu mengalami bahwa Allah tetap mencintai dalam segala hal supaya mampu pula memperkenalkan pribadi Allah kepada sesama bahkan yang lebih menderita

LANGKAH-LANGKAH
1. TANDA SALIB DAN SALAM
P Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U Amin

P Damai sejahtera dari Allah dan Bapa Tuhan Kita Yesus Kristus selelu besertamu

U Dan sertamu juga

2. DOA PEMBUKAAN
Allah Bapa di dalam surga, melalui Yohanes Pembaptis di tengah pada gurun, Engkau telah mengumandangkan peringatan cinta-Mu kepada kami. Cinta-Mu sungguh abadi ya Tuhan, maka kami mohon, bukalah mata hati kami agar dapat berharap dan berserah kepada-Mu sebagaimana orang-orang pilihan-Mu yang berharap menantikan kedatangan-Mu. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin

3. PENGANTAR
- Saudara sekalian, mingu yang lalu kita telah sampai pada pertemuan yang kedua, yakni kita telah menemukan bagaimana kita mesti berharap melalui seruan nabi Yesaya, bagaimana akhirnya orang-orang Israel mampu berharap kepada Tuhannya?
- Dalam pertemuan ketiga ini, kita akan kembali menghayati dan mencoba menelaah isi nyanyian “Kepada-Mu, Ya Tuhan” PS No. 444, marilah kita awali dengan menyanyikan bersama dengan penuh penghayatan.

4. Belajar pengalaman hidup lewat lagu
“Kepada-Mu, Ya Tuhan” PS No. 444

Ulangan:

Kepada-Mu, ya Tuhan, kuangkat sluruh jiwaku
Kepada-Mu kupercayakan, abadi cinta-Mu

Ayat:
Yang menantikan Engkau tak akan dipermalukan,
tetapi kan malulah yang mengkhianati-Mu
Ajarkanlah jalan-Mu, tunjukkan lorong-lorong-Mu,
dan bimbinglah langkahku di jalan-Mu yang kudus
Sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan daku.
Ingat rahmat, kasih-Mu, kunanti-nanti Engkau

5. PENDALAMAN LAGU
Syair lagu tadi dibuat berdasarkan Mazmur 25:1-6. sehingga dengan menyanyikan lagu ini kita juga diingatkan akan isi Mazmur tersebut. Dalam hal ini pemazmur merasakan cinta Allah di kala ia hidup dalam keterasingan, dalam penderitaan. Marilah kita mencoba mendalaminya, dengan pertanyaan berikut:

Dalam nyanyian tadi dikatakan bahwa “Cinta Tuhan itu abadi”. Ketika kita hidup menderita, dalam situasi yang serba sulit; BBM naik. Apakah Tuhan masih mencintai, mengapa?

6. PENGANTAR MEMBACA KITAB SUCI
Saudara terkasih, setelah kita berbicang-bincang tentang cinta Allah dalam hidup kita, sehingga kita berani menaruh harapan kepada-Nya, maka marilah kita mendengarkan bagaimana kesaksian Yohanes pembaptis bagi orang-orang pilihan Allah, bagaimana Yohanes mengalami terang dan cinta Allah, sehingga semua orang menjadi percaya kepada-Nya?

7. BACAAN KITAB SUCI ( Yoh 1: 6-8.19-34)
6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;

7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.

8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.

9 Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?"

10 Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: "Aku bukan Mesias."

11 Lalu mereka bertanya kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?" Dan ia menjawab: "Bukan!" "Engkaukah nabi yang akan datang?" Dan ia menjawab: "Bukan!"

12 Maka kata mereka kepadanya: "Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?"

13 Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya."

14 Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi.

15 Mereka bertanya kepadanya, katanya: "Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?"

16 Yohanes menjawab mereka, katanya: "Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal,

17 yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak."

18 Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis.

PERTANYAAN
1. Mengapa beberapa imam dan orang-orang Farisi menyangka bahwa Yohanes adalah Mesias, Elia, Nabi yang ditunggu-tunggunya?
2. Ayat 26-27 “….aku membaptis kamu dengan air, tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal,…..membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak” Kalimat ini mau mengungkapkan siapakah pribadi Yohanes, yang sederhana, rendah hati, berjiwa besar. Dia menyadari peranannya sebagai perantara berjumpa dengan Allah, Sang Mesias. Bagaimanakah pengalaman bapak-ibu, saudara/i ketika diposisikan seperti Yohanes, menjadi orang penting?
3. Berdasarkan pertanyaan no. 2, sikap dan cara hidup yang bagaimana yang mesti dibangun?

8. PENEGUHAN

-Orang bisa saja keliru, salah mengerti, ketika sesuatu yang yang ditunggu-tunggu, yang didambakan, sesuatu yang dirindukan lama tidak terjadi. Berita tentang Mesias yang mempunyai kuasa, yang mampu membebaskan umat manusia dari segala bentuk penindasan, yang akan datang itu sudah lama didengarnya, bahkan telah lama dinanti-nantikan.
-Yohanes menyadari siapakah dirinya. Dia hanyalah pemula yang menyiapkan jalan Tuhan. Dia bukan orang yang harus ditunggu-tunggu, Dia berani jujur dan terbuka, Dia berbesar hati menunjukkan siapa yang sebenarnya harus mereka tunggu-tunggu, yakni Mesias.
-Sikap yang masih perlu dikembangkan dalm hidup: Sikap Berjiwa besar, berpikir positif pada sesama, berani mengakui kekurangan bahkan kesalahan.

9. MEMBANGUN NIAT - REFLEKSI

10. DOA UMAT
a. Syukur atas pengalaman Allah mencintai tanpa batas
b. Mohon berkat bagi saudara yang sedang goyah imannya, karena krisis akan cinta Allah
c. Mohon peneguhan atas pengalaman-pengalamaan kasih Allah yang telah tertemukan
d. Mohon berkat Tuhan bagi orang yang kecewa dan lari meninggalkan Tuhan

11.BAPA KAMI

12. DOA PENUTUP
- Syukur atas kesempatan dalam mendalami Imannya
- Mohon berkat atas pengalaman cinta Allah, agar mampu menindaklanjutinya dalam hidup sehari-hari

13. LAGU PENUTUP “Kepada-Mu, Ya Tuhan” PS No. 444
PERTEMUAN ADVEN IV

TEMA YESUS, PUTERA ALLAH, DIPERCAYAKAN DALAM KETERBATASAN MANUSIA.

Tujuan : agar umat semakin menyadari bahwa Yesus sungguh menjadi manusia dan masuk dalam sejarah hidup manusia yang diwarnai “kejatuhan dalam dosa” supaya manusia mengalami pembaharuan hidup dalam Roh-Nya.

PEMBUKAAN

Lagu Pembukaan “O, Datanglah Imanuel” (PS 443)

O datanglah Immanuel,
tebus umat-Mu Israel
yang dalam berkeluh kesah
menantikan penolong-Nya. Refrein:

Refrein: Bersukalah hai Israel,
menyambut Sang Immanuel
O Tuhan Allah datanglah,
Firman-Mu berkuasalah,
Seperti waktu Kau beri
di atas puncak Sinai. Refrein

O datang Tunas Isai,
Patahkan belenggu pedih,
Dan umat-Mu s’lamatkanlah,
Sengsaranya musnahkanlah.
Refrein

1. TANDA SALIB DAN SALAM

P Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U Amin

P Damai sejahtera dari Allah Bapa dan Tuhan kita Yesus Kristus selalu besertamu

U Dan sertamu juga
2. Doa Pembukaan
(boleh diganti dengan Nyanyian yang bertema Roh Kudus: Datanglah Roh Pencipta, Utuslah RohMu ya Tuhan)

3. Pengantar
P Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus, Selamat berjumpa dalam pertemuan kita yang terakhir ini. Dalam pertemuan ini kita akan mendalami lagu Pembukaan yang telah kita nyanyikan bersama. “Mengapa Yesus disebut Tunas Isai”? Yesus dilahirkan dalam garis keturunan Daud. Apa maknanya bagi Yesus dan bagi kita? Itulah pokok persoalan yang akan kita angkat dalam pertemuan ini. Karena itu, agar kita mampu melaksanakan pertemuan ini kita mohon kehadiran Roh Kudus agar Ia menerangi hati dan budi kita.

-------------------------------------------Hening Sejenak-------------------------

4. Belajar pengalaman hidup lewat lagu
1. Marilah kita sekarang menyanyikan sekali lagi Lagu Pembukaan, tetapi cukup bait ke 3 saja!

O datang Tunas Isai,

Patahkan belenggu pedih,

Dan umat-Mu s’lamatkanlah,

Sengsaranya musnahkanlah.

a. Siapakah yang disebut sebagai Tunas Isai?
b. Mengapa kira-kira Yesus yang dinantikan itu kok dikatakan Tunas Isai?
c. Harapan apakah yang dinantikan oleh umat Israel kepada Tunas Isai?

5. PENGANTAR MEMBACA KITAB SUCI
Saudara terkasih, setelah kita berbicang-bincang tentang kegembiraan ciptaan terhadap Sang Penciptanya, di mana Allah sungguh menaruh cinta-Nya kepada manusia, marilah kita belajar dari Kitab Suci bagaimana Allah itu sungguh mewujudkan cintaNya kepada manusia?

6. BACAAN KITAB SUCI ( Mateus 1:1-18)
1 Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.

2 Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,

3 Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram,

4 Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon,

5 Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai,

6 Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria,

7 Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa,

8 Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia,

9 Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia,

10 Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia,

11 Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.

12 Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel,

13 Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor,

14 Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud,

15 Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub,

16 Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

17 Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.

18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.

P Demikianlah sabda Tuhan
U Terpujilah Kristus

7. Pengantar PERTANYAAN
Saudara-saudari terkasih, rasanya aneh di telinga kita mendengarkan silsilah Tuhan kita Yesus Kristus dan mengakhirinya dengan seruan, “Demikianlah sabda Tuhan”. Kita pun menyahut, “Terpujilah Kristus”. Kita merasa aneh karena terbiasa memahami sabda Tuhan sebatas perkataan daripada sebuah peristiwa hidup manusia yang menyejarah yang terbuka akan karya tangan Allah. Dalam pengertian itulah, kita menempatkan silsilah Yesus sebagai sabda Tuhan. Yesus. Putera Allah yang menjadi manusia hadir, tinggal bersama dengan manusia dan mengalami kelemahannya pula. Kehadirannya di dunia ditempatkan Matius dalam silsilah Adam, dan Daud. Dengan menempatkan Yesus dalam silsilah, Matius mau menunjukkan bahwa karya keselamatan Allah tidak tergantung pada baik buruknya perbuatan manusia melainkan semata-mata ditentukan oleh kemurahan dan kerahiman Allah. Sekarang marilah kita mencoba menggali perikop silsilah di atas.

1. Menurut Saudara-Saudari, mengapa Matius menempatkan Yesus dalam silsilah Raja Daud, padahal sebagai Raja ia pernah berbuat dosa besar, merebut isteri Uria, perwiranya yang bernama Betsyeba, dengan cara yang licik, yakni menempatkan Uria di barisan perang paling depan agar ia mati terbunuh lebih dahulu, sehingga isterinya dapat menjadi miliknya?
2. Menurut Saudara-Saudari, mengapa Allah mempercayakan Putera tunggal-Nya yang dikandung oleh Roh Kudus dalam rahim Maria, yang bertunangan dengan Yusuf?
3. Apakah Anda merasa dipercaya untuk memelihara hidup anak-anak dalam keterbatasan dan kelemahan sebagai Bapak dan Ibu?

8. PENEGUHAN
- Allah kita bukanlah Allah pendendam, yang suka mengingat-ingat dosa manusia, namun Dialah Allah yang maharahim. Kerahiman-Nya nyata ditunjukkan dengan mengutus Putera Tunggal-Nya Yesus Kristus yang menjadi manusia agar manusia yang telah jatuh dalam dosa mengalami pengampunan dan memperoleh hidup baru dalam Roh-Nya. Karena itu karya keselamatan tidak ditentukan oleh perbuatan manusia baik oleh dirinya maupun silisilahnya, melainkan pertama-tama adalah inisiatif Allah yang mau mengasihi manusia tanpa syarat.
- Silsilah manusia, walau diwarnai kedosaan, tidak menentukan karya keselamatan Allah. Karena itu walaupun silsilah Yusuf dan Maria juga masih ada warna “kegelapan dosa”, Allah tetap menaruh kepercayaan kepada mereka. Dengan menaruh kepercayaan itu berarti, Allah menaruh pengharapan bahwa manusia bisa tumbuh dan berkembang. Itulah sebabnya kelahiran Yesus dinantikan agar manusia mengalami pembaharuan dalam hidup-Nya.

9. MEMBANGUN NIAT DAN REFLEKSI
1. Apakah saudara-saudari tetap mensyukuri menjadi anak-anak dari orang tua yang sekarang, juga kalau mereka memiliki masa lalu yang “gelap”?
2. Apakah yang akan Anda buat bila Anda yakin sungguh dipercaya oleh Tuhan untuk merawat anak-anak dalam keterbatasan Anda?

10. DOA UMAT
- Syukur atas silsilah yang kita miliki. Walaupun ada warna “gelap”, kenyataannya Tuhan tetap menaruh harapan akan anak-anak yang dipercayakan kepada kita..
- Syukur karena Tuhan tidak pendendam melainkan murah hati dan maharahim, sehingga kita tetap dianugerahi kepercayaan untuk berubah menjadi semakin baik.

11. BAPA KAMI

12. DOA PENUTUP
-Syukur atas bimbingan Roh Kudus dalam pertemuan pendalaman ini.
-Ungkapan niat agar mampu bertobat dari sikap yang menilai orang lain hanya menurut silsilahnya yang “gelap” saja, menjadi orang yang mau melihat silsilah tanpa menghakimi melainkan dengan penuh harapan.

13. LAGU PENUTUP

Bahan ini disusun oleh para katekis Dekenat Selatan Keuskupan
Purwokerto: Bp. FX. Ginanto, Bp. Petrus Subagyo, Bp. HY Sumardi
dan Romo Slamet Lasmunadi Pr.
Dikirim Tgl 26Nov2005 oleh Boxer

Register agar anda dapat ikut mengirimkan komentar anda





Nama:
E-mail: (perlu diisi)
Smile: smile wink wassat tongue laughing sad angry crying 

| lupakan