Moral Katolik

 

Till "debt" do as apart

Kirim Ke Printer Kirim artikel ini ke teman


Pertama aku baca judul ini di forum keluarga Katolik yang sehat dan sejahtera membuat aku tertawa mengenang tahun-tahun perkawinan kami.

till "debt" do as apart ini hampir saja membuat aku mengambil keputusan yang bodoh. Jika tidak teringat janji perkawinan till "death" do as apart sudah pasti aku akan menyesal seumur hidup.

Kartu kredit yang memanjakan kami malah berbalik menjadi kartu yang menyeramkan dalam perkawinan kami. Pada waktu itu kami belum dapat mengontrol dan mengatur keuangan rumah tangga kami.

Waktu itu gaji suami lebih kecil dari aku (syukur pada Tuhan sekarang gaji dia lebih besar dari aku) otomatis aku juga yang bayar cicilan kartu kreditnya. Sampai aku pusing mikirin gimana cara bayarnya.

Saking kesel dan marah menghadapi situasi seperti itu, aku berpikir gimana kalau kartu kreditnya dia aja urus sendiri, bayar sendiri aku sudah tidak mau ikut campur lagi. Jadi moto perkawinan aku rubah menjadi "gue gue-elu elu".

Tapi syukurlah.... moto itu belum sempat aku praktekkan karena aku sangat mencintai dan menghormatinya. Aku ingat bahwa perkawinan kami tidak hanya melibatkan aku dan dia tapi juga melibatkan Tuhan yang telah memberkati kami dalam sakramen perkawinan.
Aku juga ingat bahwa perkawinan Katolik itu tidak main-main. Seperti sebuah misi dan tanggung jawab yang sudah diberikan Tuhan di dunia ini, dan terserah kita mau membawa ke arah mana ….. kepada kebaikan atau kehancuran.

Waktu aku bertemu denganya kembali setelah 4 tahun. Kami mencoba untuk berpacaran dan akhirnya memutuskan untuk menikah. Kata orang kami ini berjodoh karena bisa bertemu lagi setelah sekian lama. Tetapi aku tidak terlalu percaya dengan jodoh karena bagaimana jika aku dan dia menemukan ketidak cocokan dalam perkawinan kami dan akhirnya kami bercerai, apakah ini yang dinamakan jodoh? Apalagi kalau dihadapkan pada “till debt do as apart “ dan akhirnya harus cerai, apakah ini yang dinamakan jodoh? Tidak… Bagaimana mungkin jodoh kalau cerai? Setelah itu bilang bahwa tidak berjodoh ???

Tetapi aku tidak memungkiri bahwa kami dipertemukan lagi karena ada campur tangan Tuhan.
Tuhan memberikan aku jalan untuk bertemu lagi dengannya dan Tuhan memberikan aku kebebasan untuk memilih atau tidak memilih dia menjadi suamiku.

Dan akhirnya memilih dia menjadi suamiku dengan semua konsekuansinya.
Pilihan untuk hidup bersamanya till “death” do as apart NOT till “debt” do as apart.
Biar bagaimanapun sengsaranya aku harus tabah dalam menjalaninya. Sekali aku memilih aku juga harus berani menanggung resikonya.

Waktu pun berlalu sudah lima tahun usia perkawian kami dan Tuhan telah mengajarkan aku bagaimana caranya untuk sabar dan mengajar kami bagaimana caranya mengatur keuangan kami. Walaupun masih tambal sana tambal sini tetapi selalu “ada saja” penyelesaiannya. Pokoknya tidak sampai merana sekali.

Kadang-kadang aku berpikir….
Aku ingin banget berhenti kerja dan jadi ibu rumah tangga (itu cita-citaku), aku dan dia juga belum dikaruniai anak. Tapi aku sadar dengan gaya hidup kami, dengan "debt" yang ada membuat aku mengurungkan niat untuk berhenti bekerja.

Semua pasti ada waktunya.
Aku hanya berusaha menjalaninya dengan ucapan syukur ... setidaknya aku masih diberikan kepercayaan didunia untuk mengurus seseorang yaitu suamiku.

===================

Jika aku sedang menghadapi masalah dalam perkawinan, ada satu rangkaian doa yang aku suka yaitu:


Doa Mohon Bantuan St Yosef
demi Kelanggengan dan Kekudusan Hidup Perkawinan

Tuhan dari belas kasihan dan dari perjanjian kudus,
Engkau menciptakan setiap manusia,
laki-laki dan perempuan,
seturut gambar dan citra-Mu,
agar mereka dapat beranak cucu dan memenuhi bumi.

Di awal era Kristiani,
Engkau meminta St Yosef, keturunan Daud yang termashyur,
untuk mengambil Santa Perawan Maria sebagai isterinya
dan membangun sebuah keluarga bagi Yesus, PutraMu, Penebus kami.

Melalui segala kesulitan dan pencobaan,
Engkau membimbing St Yosef,
Engkau menjadikannya pelindung Keluarga Kudus,
dan membiarkan Gereja mengenalinya sebagai pelindung
yang penuh perhatian bagi segenap keluarga Kristiani.

Sepanjang masa mencemaskan di mana kami hidup,
kami mohon pada-Mu untuk memelihara perkawinan seturut kehendak-Mu;
kami memohon dengan perantaraan dan perlindungan St Yosef, hamba-Mu yang setia,
agar segenap keluarga-keluarga Kristiani pada masa kini diperteguh dalam kasih,
dan boleh terus hidup dengan aman dalam status sakramenental perkawinan.
Amin.
Dikirim Tgl 20Jul2007 oleh agnesken

Register agar anda dapat ikut mengirimkan komentar anda



Sharing yg bagus sekali smile
dari cornelius pulung pada 22 Jul 2007 01:40 pm


smile waduh aku beruntung banget baca kisahnya mbak soalnya aku hampir lagi daftar di salah satu bank buat pake Credit card. syukur deh soalnya aku org yg paling gak bisa ngatur keuangan
dari agit pada 25 Aug 2007 06:50 am


makasih...
dari cat_cr_awan pada 02 Apr 2010 02:08 pm



Nama:
E-mail: (perlu diisi)
Smile: smile wink wassat tongue laughing sad angry crying 

| lupakan